Articles
HUBUNGAN PERAN COMMUNITY DEVELOPMENT WORKERS DENGAN TINGKAT KEBERDAYAAN ANAK JALANAN
Anisa Miftah Fadiyah;
Pudji Muljono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 1 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i1.804
Masalah kemiskinan sudah menjadi salah satu fenomena sosial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tingginya angka kemiskinan di Indonesia berdampak pada masalah kesejahteraan sosial, salah satunya yaitu meningkatnya jumlah anak jalanan. Penanganan permasalahan anak jalanan sangat penting untuk dilakukan dan diperhatikan, selain untuk mendapatkan pelayanan kesejahteraan juga untuk menghindari dampak negatif dari tindakan marjinalisasi terhadap anak jalanan. Oleh karena itu, untuk melakukan upaya pemberdayaan anak jalanan diperlukan peran pendamping atau biasa disebut sebagai CD Workers. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan peran CD Worker dengan tingkat keberdayaan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini diolah menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan jumlah responden sebanyak 63 anak jalanan yang mendapat pendampingan dari CD Workers melalui program pemberdayaan anak jalanan di Rumah Singgah Sanggar Senja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran CD Workers dengan tingkat keberdayaan anak jalanan. Kata Kunci: Anak jalanan, CD Workers, Pemberdayaan
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN TINGKAT PENGGUNAAN MEDIA INTERNET
Irza Farabi Wibowo;
Pudji Muljono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 3 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i3.833
Dewasa ini, media komunikasi muncul sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan akses petani terhadap sumber informasi pertanian. Media internet atau media digital merupakan salah satu jenis media komunikasi yang sesuai untuk mendiseminasikan informasi pertanian. Namun, penggunaan media internet juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat dikategorikan sebagai karakteristik individu dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara karakteristik individu dan faktor lingkungan dengan tingkat penggunaan media internet serta menjelaskan bagaimana informasi yang telah didapatkan dari penggunaan media internet tersebut dimanfaatkan oleh anggota kelompok tani (poktan) Tunas Mandiri di Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indikator yang memiliki hubungan dengan tingkat penggunaan internet adalah usia petani, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat kepemilikan media internet, ketersediaan media komunikasi konvensional, dan keterjangkauan biaya akses internet. Selanjutnya, sebagian besar petani memanfaatkan informasi pertanian dari internet sebagai bahan pembelajaran dalam berusahatani. Kata kunci: Informasi pertanian, kelompok tani, media komunikasi.
The improving of effectiveness school-based enterprise: A structural equation modeling in vocational school management
Arie Wibowo Khurniawan;
Illah Sailah;
Pudji Muljono;
Bambang Indriyanto;
M. Syamsul Maarif
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 10, No 1: March 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/ijere.v10i1.20953
The study aimed to investigate the influence of total quality management and school governance on school management effectiveness, whether school governance as an antecedent of total quality management and school management effectiveness. The object of research is the vocational high school with the Regional Public Service Agency status (school-based enterprise) in Indonesia. The research is a quantitative research with survey method. The sample of 533 people who are school principals, teachers, and students. It was selected by proportional stratified random sampling. The data analysis using structural equation modeling (SEM). The research finding is the total quality management has a significant influence on school management effectiveness. The mediation analysis indicates that school governance as the antecedent of total quality management and school management effectiveness. The improvement of effectiveness school-based enterprises should consider implementing total quality management and it will be increasingly by school governance application. The modeling that correlates total quality management and school governance to improved vocational school management effectiveness, especially at vocational school with Regional Public Service Agency status (school-based enterprise).
Pedagogical competence-based Training Needs Analysis for Natural Science Teachers
Irma Febrianis;
Pudji Muljono;
Djoko Susanto
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 8, No 2: May 2014
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (55.911 KB)
|
DOI: 10.11591/edulearn.v8i2.216
This study offers an effective approach in determining the needs of training of the teachers using the Training Needs Analysis (TNA). The objectives of the study were to obtain evidence an actual pedagogic competence of the natural sciences teachers, to obtain needs and training priorities, and proposing recommendations on the effectiveness of training method. Surveys, interviews, and FGD were conducted to get primary data. Survey was carried on 165 natural science teachers of SMP Negeri Pekanbaru using self-evaluation questionnaire. Results showed that actual pedagogic competence of the teachers was below the ideal competence. There were five priorities of training program, namely : training of ICT, classroom action research, theory and principles of learning on integrated natural science, curriculum development, and understanding of pupils’ characteristics. It is suggested that In House Training, specific training, and short courses are worth applied as effective training methods to improve pedagocical competence of the teachers. Â
Organizational Communication in Implementing School Committee Role in South Tangerang City
Novianty Elizabeth Ayuna;
Pudji Muljono;
Djoko Susanto;
Basita Gintin Sugihen
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 11, No 1: February 2017
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.376 KB)
|
DOI: 10.11591/edulearn.v11i1.5157
This research aims to explore the role of communication practices of organizations in supporting the implementation of the four roles of School Committee as an advisory body, a controller, a supporter and a intermediator in an education unit. Thus research uses qualitative approach with descriptive analysis, and data collected through a focus group discussion. The result of this research shows the School Committee’s understanding of its four roles is still low; and organization communication whether between committee manager and school management and its members are still not being implemented optimally. The recommendations are spreading awareness and providing assistance to the Ministry of Education and Culture as well as the Office of Education of Tangerang Selatan on the implementation of the Law No. 44/U/2002 about the Roles and Functions of the School Committee; improving the organization communication pattern both in the internal and external environment.
The Information Seeking Behavior of Digital Native and Digital Immigrant Students of Bogor Agricultural University
Janti Gristinawati Sujana;
Pudji Muljono;
Djuara P. Lubis;
Sulistyo Basuki
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 12, No 1: February 2018
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.005 KB)
|
DOI: 10.11591/edulearn.v12i1.7064
Technological expansion and the changing way individuals gain access to information has deeply impacted the structure of libraries – physically as well as conceptually. A new generation of digital services platforms for libraries is emerging, designed to provide a more comprehensive approach to the management and access to all formats of library materials. Despite the modernization of libraries and their adaption to the digital age, the library still hold a critical role within community to serve its users, continuing to be beacons of information sharing, learning, and entertainment even amidst tight fiscal times.As one of the leading university in Indonesia, Bogor Agricultural University Library must find solutions to new challenges, overhaul many of their entrenched business processes, and foster systems that engage students.This study examined the information seeking behavior of the digital native and digital immigrant students of Bogor Agricultural University, in order to remind the library that there are some changes happened in its users and to recommend the new services should be taken by the library. The similarities and differences in seeking information of those two group students were discussed.
Partisipasi Pengelola Gang Hijau dalam Mendukung Program Ruang Terbuka Hijau di Jakarta
Suryani Suryani;
Pudji Muljono;
Djoko Susanto;
Sri Harijati
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52643/jir.v12i1.1440
Abstrak Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat dibutuhkan masyarakat Jakarta. Menurunnya kualitas dan kuantitas RTH di wilayah perkotaan mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, peningkatan pencemaran udara, dan penurunan produktivitas masyarakat akibat terbatasnya ruang yang tersedia untuk interaksi sosial. Partisipasi masyarakat dalam penyediaan RTH sangat penting. Salah satu wujud RTH di Jakarta adalah adannya gang hijau. Penelitian bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan gang hijau untuk mendukung program RTH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, dengan waktu pengambilan data pada bulan Desember 2019 sampai dengan Februari 2020. Kecamatan dan Kelurahan dalam penelitian ini dipilih secara sengaja dengan kriteria wilayah tersebut melakukan usahatani pada gang hijau. Populasi penelitian sejumlah 2.236 responden, jumlah sampel ditentukan secara proporsional didapatkan 340 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, observasi, dan wawancara, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 24 dan analisis statistik inferensial menggunakan program Partial Least Square (PLS) 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pengelola gang hijau di Jakarta dalam tahap perencanaan pada kategori rendah, kemudian pada tahap pelaksanaan, memanfaatkan hasil dan evaluasi berada pada kategori sedang. Kata Kunci: partisipasi pengelola, gang hijau, ruang terbuka hijau
Learning Society, Penyuluhan dan Pembangunan Bangsa
Pudji Muljono
Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.14 KB)
|
DOI: 10.25015/penyuluhan.v3i1.2151
Keprihatinan bangsa yang tengah dilanda krisis dalam berbagai aspek kehidupan membuat peran pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah dipertanyakan. Begitu pula peran kegiatan penyuluhan dalam proses pembangunan bangsa masih sering dipertanyakan. Dengan melihat kondisi realitas yang ada, seperti maraknya tawuran pelajar, merebaknya kasus narkoba, dan beberapa perilaku yang menyimpang dari norma-norma agama dan budaya, seperti pergaulan bebas, membuat peran pendidikan dan penyuluhan semakin dipertanyakan. Seolah pendidikan di sekolahlah yang bertanggungjawab terhadap berbagai permasalahan yang menyelimuti generasi penerus bangsa pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Pendidikan dan penyuluhan sering pula dijadikan sebagai kambing hitam terhadap ketidakberhasilan dalam membentuk moral bangsa.
REFLEKSI TERHADAP PROGRAM BINA DESA HUTAN : Intensifikasi Pertanian Sawah di Desa Tanjung Paku, Kecamatan Seruyan Hulu, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah
Pudji Muljono
Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.971 KB)
|
DOI: 10.25015/penyuluhan.v4i1.2169
Salah satu masalah klasik yang harus diatasi oleh Departemen Kehutanan dan perusahaan pemegang konsesi pengusahaan hutan menyangkut keberadaan masyarakat desa hutan adalah upaya untuk mengendalikan aktivitas perladangan berpindah. Dari segi demografis, menurut data FAO populasi masyarakat peladang yang ada di Indonesia berjumlah lebih kurang 12 juta jiwa dengan areal ladang seluas 35 juta hektar. Sementara menurut BPS, jumlah manusia Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sistem pertanian ladang sebanyak 5,6 juta jiwa dengan luas areal sebesar 10,4 juta hektar (Nugraha, 2005).
Strategi Pengembangan Peran Penyuluh Pertanian Lapang di Provinsi Banten
Narso Narso;
Amiruddin Saleh;
Pang S Asngari;
Pudji Muljono
Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.842 KB)
|
DOI: 10.25015/penyuluhan.v8i2.9889
This research aim was to formulate priority of strategy development the role of agriculture extension agent in Banten. To determine the priority of strategy development the role of agriculture extension agent used SWOT and AHP. Result of research indicated that the priority of development Strategy of role the agriculture extension agent in Banten were: (1) Improving the quality of human resouces of extension agent by diklat from other institution to get the ability, knowledge, and skill; (2) Improving of quality of counselling and cooperation with the relevant institution by the existence of fundamental duty clarity and function; (3) Product marketing competitive agriculture by maximizing role of group of farmer; (4) Optimalization of agriculture development with the guarantee of invitation regulation; and (5) Exploiting technology to support the agriculture extinsion program.Keywords: strategy, role, development, agriculture extension agent