p-Index From 2021 - 2026
7.888
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kreatif Tadulako Online Al Ishlah Jurnal Pendidikan AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal SOLMA Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Kesehatan Manarang Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Jurnal Sains Sosio Humaniora Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan Jurnal E-Bis: Ekonomi Bisnis JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Kebidanan Malakbi Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Indonesian Journal of Legality of Law Madu : Jurnal Kesehatan PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal EduHealth Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Bulletin of Pedagogical Research Indonesian Journal of Innovation Studies Mando Care Jurnal Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Journal of Agriculture (JoA) Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia HUMAN: South Asian Journal of Social Studies ANTHOR: Education and Learning Journal INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Archipelago: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Iain Ternate Socius: Social Sciences Research Journal Advances in Healthcare Research Novae Giunea Jurnal Biologi J-Abdimas Cenderawasih EduBase: Journal of Basic Education Jurnal Pendidikan dan ekonomi (JUPEK) ANTHOR: Education and Learning Journal Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah
Claim Missing Document
Check
Articles

SCIENCEGO-DIGITAL: PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS GURU IPA SMP KEEROM DALAM MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN ABAD 21 Nurbaya, Nurbaya; Hanida Listiani; Suriyah Satar; Wiwin Olivia Febriyanty; Ratri Niken Estetika Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5610

Abstract

Program ScienceGo-Digital dirancang untuk memperkuat kapasitas guru IPA di daerah 3T, khususnya Kabupaten Keerom, Papua, dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21. Kesenjangan kompetensi dalam integrasi pendekatan ilmiah dan teknologi digital masih menjadi hambatan, di mana hanya sekitar 30% guru memiliki pengalaman membuat konten digital mandiri. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini memfasilitasi pelatihan berbasis co-teaching yang menekankan pengembangan konten digital kontekstual, keterampilan pedagogik, serta produksi media pembelajaran lokal. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru dalam menyusun perangkat ajar inovatif berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL), disertai penerapan asesmen autentik. Di sisi literasi digital, guru mampu memproduksi video eksperimen lokal, infografis, dan media interaktif yang relevan dengan konteks siswa. Produk ini meningkatkan partisipasi serta antusiasme siswa dalam pembelajaran IPA. ScienceGo-Digital berkontribusi nyata dalam menjembatani kesenjangan kompetensi guru di daerah 3T serta mendukung transformasi pendidikan yang inklusif dan berkeadilan sesuai semangat Merdeka Belajar.
EDUKASI TENTANG PENTINGNYA SARAPAN PAGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Yudianti, Yudianti; Irwan, Zaki; Hapzah, Hapzah; Nurbaya, Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36547

Abstract

Abstrak: Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum membiasakan sarapan. Padahal dengan tidak sarapan akan berdampak buruk terhadap proses belajar di sekolah bagi anak sekolah, menurunkan aktivitas fisik, menyebabkan kegemukan pada remaja, orang dewasa, dan meningkatkan risiko jajan yang tidak sehat. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para siswa sekolah dasar terkait pentingnya sarapan. Kegiatan pengabdian Masyarakat yang dilakukan berupa edukasi tentang pentingnya sarapan yang dilakukan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di sekolah dasar (SD). .Mitra pada kegiatan ini adalah siswa kelas lima dan enam sebanyak 25 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post test. Hasil evaluasi dari pre dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase peserta yang memiliki pengetahuan cukup yaitu dari 60% sebelum penyuluhan menjadi 80% setelah penyuluhan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para siswa tentang pentingnya sarapan, dan ikut berpartisipasi aktif dalam mengampanyekan kebiasaan sarapan pada siswa SD dan keluarga mereka. Abstract: Many Indonesians still do not make breakfast a habit. Not eating breakfast negatively impacts the learning process at school for schoolchildren, reduces physical activity, causes obesity in adolescents and adults, and increases the risk of unhealthy snacks. The purpose of this Community Service activity is to increase elementary school students' knowledge regarding the importance of breakfast. The Community Service activity was carried out in the form of education about the importance of breakfast through lectures and question and answer methods. This Community Service was carried out at Salulayang Bambu Elementary School. Evaluation was carried out through pre- and post-tests. The results of the pre- and post-test evaluations showed an increase in the percentage of participants with sufficient knowledge, from 60% before the counseling to 80% after the counseling. Through this activity, it is hoped that students' knowledge about the importance of breakfast will increase and they will actively participate in campaigning for breakfast habits among elementary school students and their families.
LEARNING CONTINUUM PADA ASPEK KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP BERDASARKAN LEVEL KESUKARAN Listiani, Hanida; Nurbaya, Nurbaya; Subali, Bambang
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 14 No. 1 (2023): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sebuah kisi-kisi learning continuum terkait aspek klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pendapat guru IPA SMP dan guru Biologi SMA yang ditinjau dari level kesukaran. Kisi-kisi learning continuum ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei yang dilaksanakan di lima kota/kabupaten yang berada di provinsi D.I. Yogyakarta, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul.  Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuisioner yang disebarkan secara online melalui google form. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 111 responden dari guru IPA SMP dan guru Biologi SMA yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kisi-kisi learning continuum terkait aspek klasifikasi makhluk hidup yang disusun berdasarkan pendapat guru IPA SMP dan guru Biologi SMA belum menunjukan adanya tingkatan level kesukaran. Hal ini mengindikasikan bahwa guru IPA SMP maupun guru Biologi SMA masih belum mempertimbangkan kesesuaian antara level kesukaran dengan tingkat perkembangan maupun jenjang pendidikan peserta didik. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang melibatkan pendapat pakar dalam hal ini adalah dosen Pendidikan Biologi kemudian dilanjutkan dengan melakukan FGD (Focus Group Discussion) antara guru dan dosen untuk mendiskusikan dan mempertimbangkan hasil yang telah diperoleh. Kata Kunci : Learning continuum, Klasifikasi makhluk hidup, level kesukaran, Guru ABSTRACT This study aims to compile a learning continuum grid related to aspects of the classification of living things based on the opinions of junior high school science teachers and high school biology teachers in terms of difficulty level. The learning continuum grid is expected to be one of the considerations in preparing and developing curricula in Indonesia. This research is a descriptive study using a survey method that was carried out in five cities/districts in the province of D.I. Yogyakarta, namely the City of Yogyakarta, Sleman Regency, Kulonprogo Regency, Gunung Kidul Regency, and Bantul Regency. The instrument used in this study was a questionnaire that was distributed online via Google Forms. Respondents who were involved in this study were 111 respondents from junior high school science teachers and high school biology teachers who were selected using a convenience sampling technique. The data in this study were analyzed using descriptive analysis techniques. The results showed that the learning continuum grid related to aspects of the classification of living things which was compiled based on the opinions of junior high school science teachers and high school biology teachers did not show any level of difficulty. This indicates that junior high school science teachers and high school biology teachers still have not considered the compatibility between the level of difficulty and the level of development and education level of students. Therefore it is necessary to carry out further research involving expert opinion, in this case, the Biology Education lecturer then followed by conducting FGDs (Focus Group Discussions) between teachers and lecturers to discuss and consider the results that have been obtained. Keywords : Learning continuum, the classification of living things, difficulty level, teacher
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING Supratti, Supratti; Hikmah, Nur; Hasir, Hasir; Nurbaya, Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37499

Abstract

Abstrak: Stunting tetap menjadi salah satu masalah gizi utama di dunia, yang mencerminkan kegagalan tumbuh kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan. Keterbatasan kapasitas kader kesehatan masyarakat turut berkontribusi terhadap praktik pencegahan yang kurang optimal di tingkat rumah tangga. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mencegah serta menangani stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dalam bentuk ceramah dan diskusi yang kemudian dilanjutkan dengan penyegaran kader tentang penanggulangan stunting. Kegiatan ini melibatkan 21 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bambu melalui pendidikan kesehatan dan pelatihan terstruktur. Efektivitas dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 20 butir pertanyaan. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah peningkatan skor pengetahuan dan partisipasi aktif peserta. Pengetahuan kader meningkat dari nilai rata-rata 90,95 menjadi 97,86, disertai penurunan standar deviasi yang menunjukkan pemahaman peserta lebih seragam setelah intervensi. Program ini juga membentuk Kelompok KASTURI (Kader Aktif Sadar Stunting untuk Remaja, Ibu, dan Anak) sebagai struktur komunitas berkelanjutan yang mendukung edukasi rutin, pemantauan tumbuh kembang, serta penyebaran informasi gizi dan kesehatan reproduksi.Abstract: Stunting remains one of the major global nutrition problems, reflecting chronic growth failure during the first 1,000 days of life. Limited capacity of community health cadres contributes to suboptimal prevention practices at the household level. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of health cadres in preventing and managing stunting. The methods used included counseling through lectures and discussions, followed by refresher training on stunting prevention. The activity involved 21 health cadres in the working area of Bambu Health Center through structured health education and training. Effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments consisting of 20 questions. The indicators of success were improvements in knowledge scores and active participant engagement. The cadres’ average knowledge score increased from 90.95 to 97.86, accompanied by a decrease in standard deviation, indicating more uniform understanding after the intervention. The program also established the KASTURI Group (Active Cadres Aware of Stunting for Adolescents, Mothers, and Children) as a sustainable community structure to support routine education, growth and development monitoring, and dissemination of nutrition and reproductive health information.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Pola Makan pada Remaja Hayu, Nurga; Nurbaya, Nurbaya; Alfaaizin, Liska
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2025): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v5i2.84915

Abstract

Abstrak. Pola makan tidak sehat pada remaja, seperti konsumsi makanan cepat saji, kurangnya asupan sayur, buah, dan kebiasaan melewatkan sarapan, dapat menjadi masalah kesehatan. Body image dan aktivitas fisik diduga memengaruhi pola makan remaja. Body image negatif dapat mendorong perilaku makan yang tidak sehat, sementara aktivitas fisik dapat mendukung kebiasaan makan yang lebih baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image dan aktivitas fisik terhadap pola makan remaja di SMP Negeri 8 Makassar tahun 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional, penentuan sampel menggunakan rumus slovin 83 responden dengan tehnik sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara body image dengan pola makan (p-value = 0,088), namun terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan pola makan (p-value < 0,001). Kesimpulan, persepsi body image tidak berhubungan dengan pola makan sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan pola makan. Kata Kunci: Body Image, Aktivitas Fisik, Pola Makan
Nutritional Status and Clean Healthy Lifestyle Behavior of Santri in Islamic Boarding Schools in West Sulawesi Najdah, Najdah; Nurbaya, Nurbaya; Yudianti, Yudianti; Irwan, Zaki; Rasmaniar, Rasmaniar; Nurlaela, Euis
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 9, No 1 (2026): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v9i1.28776

Abstract

Introduction:Islamic boarding schools, as residential educational institutions, face challenges in maintaining the health and nutritional status of students (santri), particularly concerning Clean and Healthy Living Behavior (CHLB). Santri living in densely populated environments with limited sanitation facilities are vulnerable to health issues. This study aimed to provide an overview of the nutritional status and CHLB implementation in Islamic boarding schools in West Sulawesi.Methods: This descriptive cross-sectional study was conducted from July to October 2024 among 260 santri from three Islamic boarding schools in West Sulawesi, Indonesia. The sample size was determined using the Lemeshow formula and randomly selected from the population. Data were collected through structured interviews and analyzed using descriptive statistical tests.Results: The results showed that 81.2% of the santri had a normal nutritional status, while 6.5% were undernourished, 8.8% were overweight, and 3.5% were obese. Bathing twice a day had the highest compliance rate (mean 4.75), while not sharing personal items had the lowest compliance rate (mean 2.96).Conclusion: Although most santri have a normal nutritional status, some groups still experience undernutrition, obesity, and risky health behaviors. Continuous interventions in the form of nutrition education and CHLB improvement programs are necessary to raise awareness and promote healthy behaviors in Islamic boarding schools.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi terhadap Remaja Tentang Kesiapsiagaan Ketika Terjadi Bencana di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan Elvaria Mantao; Nurhaya S. Patui; Novi Inriyanny Suwendro; Rahma Dwi Larasati; Nurbaya, Nurbaya
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.6090

Abstract

The Pantoloan Community Health Center (Puskesmas) in Palu City was severely affected by the 2018 earthquake and tsunami. The resulting damage to many health facilities limited access to vital reproductive health services. Furthermore, significant gaps persisted in adolescents' knowledge and understanding of how to maintain their reproductive health during emergency situations.This quantitative study was designed to evaluate the effectiveness of reproductive health education in improving adolescent disaster preparedness. The research employed a quasi-experimental design using the Pretest-Posttest Group Design method. The target population consisted of all Middle Adolescents (aged 13-18 years) residing in the Pantoloan Community Health Center area, totaling approximately 561 individuals.Cluster Random Sampling was used as the sampling technique, with clusters established at each adolescent health post (Posyandu). The final sample size was 68 adolescents.Data analysis included univariate and bivariate methods. Statistical tests used were the independent sample t-test if data were normally distributed, and the Wilcoxon test if data were not normally distributed.The study results indicated a difference in the average adolescent knowledge, with an average increase of 1.93 following the provision of reproductive health education. Similarly, the average preparedness of adolescents showed a difference, with an average increase of 3.96 after the education.The statistical test results revealed that the $p$-value for both the knowledge and preparedness variables was 0.000. Based on these findings, it is concluded that reproductive health education is effective in increasing adolescent knowledge and preparedness for when disasters occur in the Pantoloan Community Health Center Working Area.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd Rahman Abda Abda Adnin, Nur Ahmad Ahmad Ahmad Harakan Akhmad Rizqi Turama, Akhmad Al-Fath, Muhammad Dzulifsal Alfaaizin, Liska Amal, Amri Andi Paida, Andi Andi Sukainah Andini Surijati , Katri Annisah, Annisah Ar Rachmah, Isma Arifin, Asriyani M Armilia Sari, Armilia Aryani, Aisyah A. Asfina, Asfina Asharini, Wahyu Asmariani, Andi Nur Atikah Proverawati, Atikah Ayu Irawati Bambang Subali Barady, Nursafa Buang, Defi Cartika Candra Ledoh Dian Fitriani Dzulifsal Al-Fath, Muhammad Elvaria Mantao Erdiawati Arief Ernalida Ernalida Euis Nurlaela Gazali Lembah GHANY, ABDUL Grand Barrang Hakim, Rusmini Hamdiyah, Hamdiyah Hamna, Hamna Hanida Listiani Hanida Listiani Hapzah, Hapzah Hasanah Hasanah Hasir Hasir, Hasir Hayu, Nurga Hengki Abram, Paulus Hernawati Hernawati Hery Widijanto Hidayah, Firdania Octaviany Hidra Ariza Husain Syam I Komang Werdhiana Ijirana Iradhatullah Rahim Irawati, Ika Irwan, Zaki Islam, Rio Wakhid Hujjatul Jamal, Rina Silvana Jamilah S, Jamilah S Kadar Ramadhan Ledoh, Cartika Candra Linda Suwarni Lodeh, Cartika Candra Magfirah, Magfirah Masnar, Asriadi Mawara, Ricky Mayasari Yamin, Mayasari Minarsih, Desi Muhammad Aqil Muhammad Basir Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Tahir Muhiddin, Uzlifatul Jannah Mukaromah, Irdat Mulyani, Sri Rarasati Musfirah, Nurul Mustaqimah, Nur Mustika irianti Najdah, Najdah Ningsi, Fitri Novi Inriyanny Suwendro Nur Hikmah Nur Ilmi nur laela Nur Wahyunianti Dahri Nur, A. Muafiah Nurhaya S. Patui Nurhayati Nurhayati Nurhidayat Nurhidayat nurliah, nurliah Nursalam Nursalam Nursidi, Nursidi Nurul Fajryani Usman Octaviana, Uun Panjaitan, Agnes Teres Pattenreng, Muh. Arfah Pratiwi, Intan Purba, Rispah Puspita Sari, Yanita Putera, Muh. Ikbal Rahma Dwi Larasati Rahman Ma'rifatullah, Fathur Rahman, Kaprawi Rahmiati Rahmiati Ramadani Widi Permadi Ramli Ramli Rasmaniar, Rasmaniar Rasyid, Akbar Rasyid, Rohsita Amalyah Ratnawati Ratnawati Ratri Niken Estetika Putri Resmawati, Resmawati Rifka Haristantia Rijal, Tabhan Syamsu Ristiani Ria Rudini, Moh. Rusdiana Rusdiana Rusli, Tiffany Shahnaz Sahjad, Sumarni Salsabila, Unik Hanifah Samad, Sartika Sarina Sarina Sarmina Ati Satar, Suriyah Sitti Aminah Sitti Radhiah Sitti Rahmawati Sofiyya Wahyurin, Izka Sri Indrawati, Sri Sri Utami St. Rahmadani Suaka, Irwandi Yogo Suci Ananda, Andi Suherman, Suherman Suherman, Suherman Sukardi Abbas Sukardi Sukardi Sukmawati Sukmawati Sumiaty Sumiaty Supratti, Supratti Suriyah Satar Syamsiar Zamzam Syamsuddin, Darussalam Syawal, Julkarnain Taufiq, Muh. Umar Sulaiman Umasugi, Nurain Untung Suwardoyo Upuya, Betty B. Uswatun Hasanah Waliyudin Waliyudin Wayan Kantun Widya Hapsari, Pramesthi Wiwin Olivia Febriyanty Yenni Lidyawati, Yenni Yudianti, Yudianti Yulia A. Hasan Yuliana, Chelsi Yunidar Yusuf, Ramli Zahra Alwi, Zahra Zainuddin, Zainuddin