Articles
TEORI KARIR DONALD E SUPER DAN IMPLEMENTASINYA PADA KARIR CONTENT CREATOR DI ERA MILENIAL
Suhartati Wahyu;
Afdal Afdal;
Rezki Hariko
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3254
Pilihan karir generasi milenial saat ini identik dengan dunia teknologi, seperti content creator, youtuber, gamer, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, belajar tidak menghalangi mereka untuk mengejar karir di dunia teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teori karir Donald E Super pada content creator di era milenial saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada salah satu mahasiswa yang menggeluti karir sebagai content creator dengan puluhan karya video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mahasiswa ini telah menjadi content creator sesuai dengan bakat, minat, dan potensi diri yang dimilikinya. Inilah yang dimaksud Donald E Super dengan self-concept positif, yang membantu membentuk pola karir sepanjang hidup seseorang. Hal ini ditunjukkan secara keseluruhan dalam setiap karya yang dibuatnya, (2) mahasiswa ini berada di tahap eksploratory, yaitu usia sekitar 15 sampai 25 tahun, di mana mereka telah mampu memahami karir berdasarkan minat bakat mereka meskipun ada kemungkinan bahwa hal itu akan berkembang ke arah yang berbeda.
PERAN BUDAYA TERHADAP PROSES KONSELING
Salsabila Arsih;
Rezki Hariko;
Yeni Karneli
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3230
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan layanan bimbingan dan konseling dengan mempertimbangkan latar belakang budaya dalam proses konseling. Keanekaragaman budaya membutuhkan konselor yang kompeten secara multikultural. Saat proses konseling menghadapi tantangan dari keragaman budaya, kebutuhan intervensi yang akurat yang menghormati perbedaan budaya, dan keinginan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (liberary research) dengan melakukan pengumpulan data sekunder. Analisis data menggunakan teknik analisis isi. Agar proses konseling dapat mencapai keberhasilan dengan berbagai budaya, konselor harus kompeten, sikap, dan keterampilan berdasarkan dimensi budaya. Konseling harus mempertimbangkan perbedaan budaya, kebutuhan untuk metode yang tepat, dan kebutuhan untuk mempertahankan budaya.
RESISTENSI KLIEN BERDASARKAN RUANG LINGKUP KONSELING LINTAS BUDAYA
Suhartati Wahyu;
Yeni Karneli;
Rezki Hariko
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3583
Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling memiliki dasar kemanusiaan dan melibatkan interaksi antara manusia dalam mendukung perkembangan holistik individu. Tujuan utama layanan bimbingan dan konseling adalah memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, dan spiritual individu. Meskipun istilah "bimbingan konseling" penting dalam pendidikan, namun tidak merangkum semua aspek layanan profesional di bidang ini. Dalam konteks budaya konseling, pendidikan dianggap sebagai ciptaan budaya yang kompleks. Konseling lintas budaya menggabungkan aspek konseling dengan konteks budaya yang beragam, dengan tujuan membantu individu mengatasi tantangan dan tumbuh dalam lingkungan budaya yang melingkupi mereka. Pentingnya penghormatan terhadap resistensi dalam proses konseling muncul sebagai faktor utama dalam pengembangan hubungan terapeutik yang efektif. Penting bagi konselor untuk menghormati resistensi klien sebagai sumber pemahaman lebih dalam, terutama dalam lingkungan multikultural di mana perbedaan dan hambatan dapat timbul. Studi literatur adalah pendekatan yang kuat untuk memperoleh wawasan dan mengembangkan dasar teoritis dalam penelitian ini. Pada proses konseling, terlibatnya konselor dan klien membangun hubungan terapeutik yang menjadi landasan pertumbuhan dan perubahan pribadi dengan menghindari perilaku seperti penilaian negatif atau ketidakpedulian, konselor dapat menciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi dan transformasi klien. Secara keseluruhan, pemahaman terhadap aspek-aspek ini penting dalam membangun interaksi yang efektif dan mendukung perkembangan individu dalam konteks bimbingan dan konseling.
PENTINGNYA KESIAPAN KONSELOR DALAM PROSES KONSELING
Alnetia Dwi Kamirsa Amria;
Yeni Karneli;
Rezki Hariko
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.405-411
Konseling adalah upaya untuk memberikan bantuan melalui proses interaksi pribadi antara konselor dan konseli dengan tujuan membantu konseli memahami dirinya, lingkungannya, membuat keputusan, dan menetapkan tujuan, sehingga konseli merasa bahagia dan berperilaku dengan baik atau konseli yang beralih dari KES-T ke KES. Dalam proses pelaksanaan konseling diperlukannya seorang konselor yang profesional, maka konselor hendaknya memiliki kesiapan baik dari segi fisik, materi dan psikis sebelum melaksanaan proses konseling. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesiapan konselor dalam konseling, termasuk keterbukaan dalam memberikan dan menerima informasi tentang diri sendiri serta kekuatan konsep. Mereka yang dapat memberikan contoh adalah konselor profesional. Salah satu kompetensi yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang konselor adalah kualitas pribadi mereka. Ini karena konselor harus mampu menunjukkan diri mereka secara asli, tepat, dan signifikan, serta membangun hubungan interpersonal yang baik untuk memastikan bahwa layanan yang mereka tawarkan berhasil. Kualitas pribadi konselor sangat penting untuk mencapai tujuan konseling karena hubungan yang dibangun antara konselor dan klien merupakan inti dari proses terapeutik konseling. Penulisan artikel ini bertujuan menjelaskan pentingnya kesiapan konselor dalam pelaksanaan proses konseling yang baik serta tujuan dari konseling tercapai. Dalam artikel ini, metode yang digunakan tinjauan kepustakaan, atau studi literatur, dilakukan dengan menggunakan buku dan hasil penelitian yang relevan dengan pentingnya kesiapan konselor untuk melakukan konseling dengan baik.
APLIKASI TEORI ANNE ROE’S PERSONALITY DI PANTI ASUHAN ULUL AZMI PADANG TERHADAP PEMILIHAN KARIR (PERSON-ORIENTED, NON-PERSON ORIENTED)
Ahmad Zakki;
Afdal Afdal;
Rezki Hariko
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3501-3506
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengimplementasikan teori Anne Roe’s Personality terhadap anak-anak di panti asuhan Ulul Azmi Padang, yang kurang mendapatkan peran orangtua terhadap perkembangan kepribadian anaknya menyangkut keputusan karir yang akan dipilihnya. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik dalam pengambilan sampel/informan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di panti asuhan Ulul Azmi Padang, Sumatera Barat. Dalam penelitian ini, yang dijadikan subjek adalah dua anak remaja yang berusia 16-17 tahun, yang memenuhi karakteristik terhadap objek penelitian. Penelitian ini berfokus untuk mencari tahu kebenaran terhadap teori pemilihan karir Roe ini, yang membagi menjadi dua kategori karir yaitu person oriented dan non-person oriented. Dengan meneliti pengaruh hereditas dan pola asuh atau pengalaman masa kecil dari sampel terhadap pemilihan karirnya ke arah kategori karir person oriented dan non-person oriented. Hasilnya, pengaruh hereditas, dan pola asuh dari orang tua/pengasuh mempengaruhi terhadap keputusan karir. Pengaruh hereditas memiliki kontribusi terhadap pemilihan karir seseorang. Lalu, ada pola asuh dari orangtua/pengasuh. Pola asuh yang cenderung menjauhi anak, hal ini juga memengaruhi terhadap keputusan serta minat anak kepada pekerjaan yang berhubungan dengan benda, begitu juga sebaliknya, anak yang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya lebih tertarik dan memilih bidang pekerjaan yang berorientasi sosial.
Pengaruh Self Control terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa
Rahayu Dewany;
Nurfarhanah Nurfarhanah;
Rezki Hariko;
Megaiswari Biran Asnah;
Azmi Ade Karina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5310
Siswa diwajibkan untuk menyelesaikan tugas akademiknya, namun dalam penyelesaian tugas akademik siswa cenderung mengalami masalah seperti prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self control terhadap prokrastinasi akademik siswa. Jenis penelitian adalah kuanititatif korelasional, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 267 siswa yang diambil melalui proportional Stratified Random Sampling dan proses penarikan sampel diawali dengan mengidentifikasikan populasi berdasarkan kelompok kelas menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat prokrastinasi akademik berada pada kategori sedang atau 47%, tingkat self control yang tinggi atau 58%. Berdasarkan uji korelasi terdapat hubungan antara self control dan prokrastinasi akademik sebebesar 36,7%. Temuan penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam penyusunan program BK untuk membantu siswa menghindari prokrastinasi akademik melalui pelayanan BK
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BAHAYA NARKOBA PADA SISWA
Mutiara Sari Tobing;
Yeni Karneli;
Nurfarhanah Nurfarhanah;
Rezki Hariko
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2023): September
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54443/sibatik.v2i10.1362
This research aims to analyze the effectiveness of group guidance services using audio-visual media to increase students' understanding of the dangers of drugs. This research uses quantitative methods with an experimental type. The population in this study was 115 with the selected samples being 10 experimental groups and 10 control groups taken using simple random sampling techniques. The research results show that group guidance services using audio-visual media have proven effective in increasing students' understanding of the dangers of drugs. The increase in post test results for the experimental group was higher than that of the control group, which is proof that this research was successful. This increase proves that group guidance using audio-visual media is effective. Then the results of the hypothesis test also stated that there was an influence provided by group guidance using audio-visual media on students' understanding of the dangers of drugs.
MINAT JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MAHASISWA
Salsabila Arsih;
Afdal Afdal;
Rezki Hariko
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 13 No 1 (2023): Bulan Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/pgsdunars.v13i1.3184
Pemilihan jurusan harus didasari minat agar tidak kebingungan dan ragu dalam menentukan jurusan. Sebab hal tersebut merupakan langkah awal untuk meraih cita-cita yang gemilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat jurusan pada mahasiswa bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan tahun masuk 2022 yang terdiri dari 80 orang mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat jurusan bimbingan dan konseling pada mahasiswa yang berada pada kategori sedang dengan persentase 16, 74%.
TECHNIQUES FOR EFFECTIVE COUNSELING WITH DISCONFICENT STUDENTS
Salsabila Nasution;
Rezki Hariko;
Yeni Karneli
Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/bibliocouns.v6i2.14954
Confidence is a belief that exists in humans who perceive life's challenges to be faced. Confidence has a very meaningful role in the process of life. One can miss various opportunities if one is not confident. The crisis of confidence is one of the biggest obstacles to action. Not only hesitate to act, even to the point of not acting. The purpose of this study is to provide tips for counselors in providing counseling to students who lack self-confidence. This research method is a literature study by collecting a number of literature in the form of books, journals that are relevant to the problem and objectives. The result of this research is that counseling can increase students' self-confidence if they pay attention to the quality of the counselor's relationship with the client. The quality of the counselor's relationship with the client plays a very important role which can be seen from the counselor's ability in four, congruence, unconditional positive attention, and respect for students.
Analysis of Student Career Maturity Level Through Individualized Counseling with Techniques Client Centered
Nur Afifah Nabila Saragih;
Rezki Hariko;
Afdal Afdal
Jurnal Counseling Care Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 4] No: 225/E/KPT/2022
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22202/jcc.2023.v7i2.6999
At the fulfillment stage of development, everyone will imagine choices, especially in terms of career development. A person must be capable and mature in determining future career choices. However, not everyone is able to face these problems, therefore help is needed, one of which is the help of counselor at school. This research aims to analyze student career maturity through individual client-centered technical counseling. This type of research is qualitative research using descriptive analysis methods. Data obtained from observation, interviews. This research was carried out at High School 10 Medan. The research subjects were 1 (one) counselor and 2 students who had career maturity problems and had implemented individual counseling selected based on the characteristics of the research focus. In this case, the counselor plays the role of implementing counseling. Students were selected based on recommendations from counselor because these students had the same problems as those being studied by researchers. The results obtained show that the student's maturity level has increased compared to before after being given individual counseling using client centered techniques by the guidance counselor.