p-Index From 2021 - 2026
13.082
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Medula Jurnal Kesehatan Masyarakat JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) Hasanuddin Law Review SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan JFL : Jurnal Farmasi Lampung Jurnal Dunia Kesmas Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Medika Malahayati JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Jurnal Ilmiah Kesehatan JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Abdi Insani Jurnal Peduli Masyarakat JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Buguh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum Jurnal EduHealth Indonesian Journal of Biological Pharmacy Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Jurnal Farmasetis Sains Medisina Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi Majority Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studie International Journal of Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Diatesis Hemoragik e.c Suspek Hemofilia pada Anak Laki-Laki 8 Tahun Rasmi Zakiah Oktarlina; Radita Dewi Prasetyani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diatesis hemoragik merupakan keadaan patologi yang timbul akibat kelainan faal hemostasis. Salah satu penyakit akibat kurangnya faktor koagulasi adalah hemofilia. Diatesis hemoragik akibat kelainan vaskuler, defisiensi atau disfungsi trombosit dan kurangnya faktor koagulasi. Hemofilia adalah salah satu penyakit akibat gangguan produksi faktorpembekuan yang diturunkan. Pasien hemofilia mencakup 63% seluruh pasien dengan kelainan perdarahan. Manifestasi klinis hemofilia yaitu perdarahan yang sukar berhenti. Pasien anak laki-laki, usia 8 tahun 5 bulan, datang dengan keluhan gusi berdarah yang sukar berhenti sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengaku sebelum gusi berdarah merasakan bahwa giginya goyang. Enam bulan yang lalu pasien mengalami perdarahan pada gusi yang sukar berhenti setelah melakukan pencabutan gigi oleh dokter gigi. Pada waktu itu, gusi yang berdarah tidak kunjung mengering. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran komposmentis, konjungtiva anemis (-/-) sklera ikterik (-/-), gusi berdarah (+), abdomen datar (+), nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba pembesaran. Pada ektremitas tidak ditemukan memar, purpura sertapucat (-). Pada pemeriksaan penunjang laboratorium, trombosit 270.000/uL dan PT: 16,8 detik, APTT: 75,1 detik. Penatalaksanaan terdiri dari non medikamentosa meliputi rest, ice, compression, elevation pada lokasi yang mengalami perdarahan, edukasi dan memberikan dukungan psikososial bagi pasien dan keluarganya. Penatalaksanaan edikamentosaberupa injeksi asam traneksamat 250mg/8jam dan transfusi Fresh Frozen Plasma (FFP) 2x150cc. Setelah itu, pasien dirujuk ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo untuk melakukan pemeriksaan kadar faktor VIII dan faktor IX.Kata kunci: defisiensi faktor koagulasi, diatesis hemoragik, hemofilia
Tatalaksana dan Pencegahan Komplikasi Sunburn pada Orang-orang dengan Risiko Pajanan Matahari Lama Rena Roy; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sunburn adalah reaksi inflamasi akut pada kulit terhadap radiasi ultraviolet (RUV). Pajanan RUV dipengaruhi oleh lamanya pajanan dengan matahari dan perlindungan diri. Survei terhadap orang Kanada dan Amerika menunjukkan 30% hingga 40% orang dewasa menggunakan tabir surya atau memilih berteduh dan 30% hingga 45% laki-laki menggunakan baju pelindung. Sunburn lebih sering terjadi pada pria, remaja, pekerja di luar ruangan, dan orang-orang yang memiliki warna kulit cerah dan pendapatan lebih tinggi. Gejala utama diawali dengan kemerahan (eritema), lalu diikuti dengan berbagai tingkat rasa sakit, tingkat keparahan proporsional atau berbanding lurus dengan durasi dan intensitas eksposur atau pajanan. Sunburn dapat diatasi dengan beberapa tatalaksana utama yaitu mendinginkan kulit, menggunakan obat-obat topikal, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatasi vesikel, dan menghindari pajanan sinar matahari. Menghindari pajanan sinar matahari pada lokasi kulit Sunburn yang sedang mengalami penyembuhan adalah perawatan sunburn yang paling penting dari lima jenis tatalaksana utama tersebut.Kata kunci: pajanan matahari, sunburn
Hubungan Pengetahuan Mahasiswa Terhadap Penulisan Resep yang Baik dan Benar pada Mahasiswa Tahun Ke-empat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Rasmi Zakiah Oktarlina; Putri Ria Ariyanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resep merupakan permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi kepada apoteker. Menulis resep adalah hal kompleks karena membutuhkan pengetahuan dalam kemampuan diagnostik, pengetahuan tentang obat, kemampuan komunikasi dan kemampuan tentang farmakologi klinik. Meskipun menulis resep ada dalam kurikulum pendidikan dokter, namun kemampuan mahasiswa dalam menulis resep masih tergolong rendah, baik saat ujian atau saat lulus dan bekerja sebagai tenaga kesehatan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahuihubungan pengetahuan terhadap penulisan resep. Terdapat sebanyak 136 responden yang mengisi dua buah kuesioner, yaitu pengetahuan tentang resep dan penulisan resep. Hasil analisis univariat sebanyak 80 responden (58,8%) memiliki pengetahuan baik, 45 responden (33,1%) memiliki pengetahuan cukup, dan 11 responden (8,1 %) memiliki pengetahuan kurang. Pada penulisan resep, responden menulis dengan benar 74 responden (54,4%), dan responden menulis salah 62 responden (45,6%). Terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap penulisan resep yang baik dan benar pada mahasiswa tahun ke-empat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung dengan p value=0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan terhadap penulisan resep yang baik dan benar pada mahasiswa tahun ke-empat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata kunci: mahasiswa kedokteran, pengetahuan, penulisan resep.
Manfaat Rambut Jagung (Zea mays L.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dalam Darah: Tinjauan Pustaka Muhammad Kaisar Febriantara; Rasmi Zakiah Oktarlina; M. Fitra Wardhana; Ratna Dewi Puspita Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian terutama subsektor tanaman pangan. Potensi peningkatan produksi jagung di Indonesia cukup besar.  Produksi jagung cenderung meningkat sejak 2010-2018. Pada tahun 2015, Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar ke lima di Indonesia.Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang penting di Indonesia karena  sumber karbohidrat ke dua setelah beras. Morfologi tanaman jagung terdiri atas akar, batang, daun, bunga dan buah. Tanaman jagung memiliki bunga betina menghasilkan rambut jagung. Rambut jagung mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenol, flavonoid, tanin, alkaloid, saponin. Senyawa dalam rambut jagung memiliki peran yang dapat menurunkan kadar asam urat dengan mengurangi aktivitas enzim xantin oksidase dalam serum dan meningkatkan konsentrasi asam urat dalam urin.Kata Kunci: Asam Urat, Rambut Jagung, Tanaman Pangan.
Aktivitas Antibakteri Dari Tanaman Mangga (Mangifera indica L.): Tinjauan Pustaka Fragil Khoirul Basyar; Novita Carolia; Oktafany Oktafany; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan mikroorganisme yang berguna memperlambat atau membunuh tumbuh kembangnya mikroorganisme lain. Saat ini, antibiotik digunakan secara massif. Penggunaan antibiotikyang besar-besaran dengan tujuan untuk terapi infeksi akan meningkatkan kemungkinan terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik dapat dihindari dengan penggunaan antibiotik alternatif. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai antibiotik alternatif adalah mangga. Mangga mengandung senyawa makronutrieun, mikronutrieun dan fitokimia. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam mangga seperti flavonoid, tanin, saponin, mangiferin, terpenoid dan alkaloid yang diduga senyawa-senyawa tersebut mampu menghambat tumbuhnya bakteri. Bagian-bagian mangga seperti daun, kulit, biji dan daging memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menjadi alternatif penggunaan antibiotik sehingga dapat mencegah terjadinya resistensi antibiotik.Kata Kunci: aktivitas antibakteri, antibiotik, mangga, resistensi antibiotik.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Penggunaan Obat Rasional Rasmi Zakiah Oktarlina; Deandra Athaayaa Iswari; Rika Lisiswanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat telah menjadi suatu hal yang esensial sejak lama dalam pelayanan kesehatan sejak adanya kemajuan teknologi medis. Bila digunakan dengan benar, obat dapat membantu menyembuhkan penyakit, meredakan gejala, dan meringankan penderitaan pasien. Pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinis mereka, dalam dosis yang memenuhi kebutuhan individu mereka sendiri, untuk jangka waktu yang memadai, dan dengan biaya terendah bagi merekadan komunitas mereka, merupakan definisi dari penggunaan obat rasional dari WHO. Meskipun demikian, penggunaan obat yang tidak tepat tetap menjadi masalah utama yang dihadapi sebagian besar sistem kesehatan di seluruh dunia. Jika penggunaan obat yang tidak rasional tidak dicegah, hal ini dapat menurunkan kualitas terapi obat yang dapat meningkatkanmorbiditas dan mortalitas. Berbagai faktor mampu mempengaruhi penggunaan obat yang tidak rasional. Hal ini termasuk pasien dan komunitas, resep atau dokter, dispenser, dan sistem kesehatan. Kata Kunci: Faktor, irasional, penggunaan obat rasional
Literature Review: Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) Terhadap Pengobatan Penderita Tuberkulosis (TB) Tias Adhe Setyaningrum; Novita Carolia; M. Ricky Ramadhian; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang kerap menjadi perhatian global. Spesies kuman penyebab tuberkulosis yaitu Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2021, tuberkulosis dinobatkan sebagai penyakit menular paling mematikan pada urutan kedua di dunia setelah Covid-19. Dan berada pada urutan ke tiga belas sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia.  Prevalensi tuberkulosis pada tahun 2021 di dunia diperkirakan mencapai 10,6 juta kasus, dengan 6 juta kasus adalah pria dewasa, 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus lainnya adalah anak-anak. Di Indonesia sendiri tuberkulosis menduduki posisi ketiga dengan kasus sebanyak 397.377 orang pada tahun 2021. Insidensi kasus tuberkulosis di Indonesia adalah 354 per 100.000 penduduk, yang artinya setiap 100.000 orang di Indonesia terdapat 354 orang di antaranya yang menderita tuberkulosis. Salah satu penyebab kegagalan terapi penyakit tuberkulosis adalah terjadinya resistensi kuman terhadap obat anti tuberkulosis. Salah satu upaya untuk mendampingi pengobatan penderita tuberkulosis supaya penyakitnya sembuh, tidak menularke orang lain dan dapat mencegah menjadi penderita tuberkulosis MDR bahkan tuberkulosis XDR (Extra Drug Resistance) adalah adanya Pengawas Menelan Obat (PMO). Peran seorang PMO sendiri adalah mengawasi penderita tuberkulosis agar menelan obat secara teratur sampai selesai pengobatan, memberi dorongan kepada pasien agar mau berobat teratur, mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak, dan memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien jika mempunyai gejala-gejala yang mengarah pada penyakit tuberkulosis. Kata kunci: Pengawas Menelan Obat, resisten, tuberculosis
Literature Review : Faktor Penyebab Kejadian Anemia pada Remaja Putri Syavira Elisa; Oktafany Oktafany; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja khususnya remaja putri  ialah anemia. Anemia merupakan  suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) seseorang kurang dari normal. Anemia adalah salah satu kelainan darah yang umum terjadi saat kadar sel darah (eritrosit) dalam darah terlalu rendah. Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia sebesar 32%, Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama prevalensi a nemia tertinggi yaitusebesar 63%. Deteksi anemia dapat dilakukan dengan cara memeriksakan kadar hemoglobin (Hb) atau dengan Packed CellVolume (PCV). Dampak dari anemia dapat menimbulkan berbagai masalah serius pada remaja. Remaja yang menderita anemia akan mengalami kondisi lemah, letih, lesu, muka tampak pucat, pusing, hingga terjadinya penurunan konsentrasi, menghambat pertumbuhan fisik dan kercedasan otak, penurunan produktivitas kerja. Dalam review ini masalah terkait anemia dikumpulkan dan kemudian dianalisis untuk melihat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada remaja putri. Metode yang digunakan dalam studi pustaka ini menggunakan database elektronik. Fakto r-faktor penyebab anemia pada remaja putri meliputi pola menstruasi, pola makan yang kurang baik, infeksi cacingan, kebiasaan mengkonsumsi teh atau kopi setelah makan, durasi tidur, kurangnya asupan vitamin C dan faktor ekonomi. Kata Kunci: Anemia, Faktor Penyebab, Remaja Putri
Potensi Minyak Atsiri Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) Sebagai Antibakteri Alami: Tinjauan Pustaka. Afna Nur Afni Palogan; Mutiara Nauli Br. Sitinjak; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Citra Yuliyanda Pardilawati; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat patogen sehingga menjadi penyebab penurunan kualitas kesehatan secara global. Pada tahun 2019, terdapat lima bakteri patogen yang menjadi penyebab kematian yaitu S. aureus, E.coli, S. pneumonia, K. pneumonia, dan P. aeruginosa. Penggunaan antibiotik yang tepat dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Selain dengan pengobatan medis, pengobatan infeksi bakteri dapat dilakukan melalui pengobatan herbal. Minyak atsiri jeruk kalamansi merupakan senyawa bioaktif alami yang memiliki senyawa limonene,carvacrol, timol, terpenoid, dan senyawa lainnya. Senyawa tersebut bersifat antiseptik dan antibakteri alami yang dapat berikatan dengan protein transmembran pada dinding sel bakteri seperti S. typhimurium, L. Monocytogenes, S. aureus, P. aeruginosa, E. coli, MRSA dan S. mutans, sehingga menyebabkan sel membran bakteri akanmengembang hingga rusak. Akhirnya bakteri tersebut kekurangan nutrisi dan lisis (mati).Kata Kunci: Infeksi bakteri, Minyak atsiri, Jeruk kalamansi, Antibakteri alami
Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) pada Salah Satu Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Lampung Periode Januari 2021-Juli 2022 Berdasarkan Metode Gyssens Dheti Efrilia; Novita Carolia; Rasmi Zakiah Oktarlina; Syazili Mustofa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp266-272

Abstract

Latar Belakang: Infeksi ialah faktor letalitas paling umum teridentifikasi di unit perawatan intensif anak. Berdasarkan data dari Instalasi Rekam Medis, terungkap bahwa derajat letalitas di unit tersebut sangat signifikan. Tingginya insiden letalitas ini dipicu oleh pemanfaatan antibiotik yang kurang tepat. Studi ini berfokus pada evaluasiterhadap kualitas penggunaan antibiotik di ruangan PICU RSUDAM periode Januari 2021-Juli 2022 berdasarkan metode Gyssens. Metode: Jenis penelitian ialah studi observasional deskriptif dengan data retrospektif dari catatan medis pasien di unit perawatan intensif anak RSUDAM dalam rentang waktu Januari 2021 hingga Juli 2022. Evaluasi antibiotik diimplementasikan dengan kualitatif serta dianalisis menurut referensi (Drug Information Handbook, Pediatric Medication Handbook, WHO, dan MIMS) menggunakan metodologi Gyssens. Hasil: Penelitian ini menggunakan 49 antibiotik dari 35 rekam medis. Antibiotik mayoritas yakni seftriakson (38,8%) dan diagnosis mayoritas ialah bronkopneumonia (45,7%). Hasil penelitian didapatkan kategori 0 (tepat dan rasional) sejumlah73,5%, kategori I (waktu pemberian tidak tepat) sejumlah 2%, kategori IIA (tidak tepat dosis) sejumlah 10,2%, kategori IIB (tidak tepat interval) sejumlah 6,1%, serta kategori IVA (terdapat antibiotik yang lebih efektif) sejumlah 8,2%. Kesimpulan: Evaluasi antibiotik memperlihatkan hasil penggunaan antibiotik dengan tepat serta rasional (kategori 0) sejumlah 73,5%, disisi lain penggunaan antibiotik dengan tidak rasional (kategori I-IV) sejumlah 26,5%. Angka tersebuttermasuk baik serta lebih tinggi dibandingkan studi di lokasi yang berbeda. Penggunaan antibiotik dengan tidak rasional puntermasuk rendah mulai dari 0-10,2%.
Co-Authors A.P, Afna Nur Adela Putri Agata Afna Nur Afni Palogan Afra Rahmania Santi oktarlina Afriyana, Regi Agung Abadi Kiswandono Agustina, Mezza agustyas tjiptaningrum Aisyah Qinthara Nabila Putri Alfina Indah Nabila Ali Hasymi Romanov Alicia Rahma, Cinta Aloysius Krishartadi Damar Bawono Alvira Balqis Soraya Amanda, Fadyla Ambarwati, Yuli Amelia, Dinda Andi Nafisah Andrifianie, Femmy Annisa Nurul Sa'diah Antika Sintia, Nova Aqil, Faiq Akhmad Ari Wahyuni Ari Wahyuni ari wahyuni Aryanti, Sri Asep Sukohar Asep Sukohar Asnah Tarigan Aspita Laila Asyifa, Nisa Asyraf Vivaldi Wardoyo Atri Sri Ulandari Audry Lintang Hasanuddin Augesti, Gita Aulia Nur Fadilah Aulia Ramdini, Dwi Axcellia Theresa Ayu Tiara FItri Bayu Anggileo Pramesona Berlyantama Afifaldo Chyntia Saputri Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pradilawati Damayanti, Ervina Danang hafizfadillah Daulay, Suryani Agustina Deandra Athaayaa Iswari Desi Astri Dewi Nur Fiana Dheti Efrilia Dheti Efrilia - Dika Pratiwi Adifa Disaputera, Alfafa Tsalaatsa Diva Meylia Dwi Anjani, Galuh DWi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Indria Anggraini Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dzakiya Alya Musyafa Satriad Ebti Rizki Utami Elisa, Syavira Ety Apriliana Ety Apriliana Evi Kurniawati, Evi Exsa Hadibrata Exsa Hadibrata Falamy, Ryan Fathia Sa'adah Fatimah Azzahra Femmy Andrifianie Femmy Andrifianie Fernandya Sylvia Nurindi Fonna, Maulida Puteri Fragil Khoirul Basyar Fredison, Fredison Gasela Zalianti Balqis Happy, Terza Aflika Hasta Hendarto Helmi Ismunandar Helmi Ismunandar Hendra Tarigan Sibero Hidayat, Rizqi High Boy Karumulborg Hutasoit Humaira, Nayarani Ilyas Prabamukti Inas Salsabila Indri Windarti Indriyani, Reni Intan Kusumaningtyas Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Isaura Dewi Fauzi J, Zayatri Nurul Jeffrey Surya Jessy Dewi Awali Jezmy, Beby Kelidia Jihan Siti Muthmainah Joni, Agnesia Priskila Josua Tumpal Haloman Junando, Mirza Juspeni Kartika Karima, Nisa Khairun Nisa Khairunnisa Komang Ria Yuliana Santhi Kurniawaty, Evi Kusumaningrum, Desy L.P, Eka Ananda Lani Hartanti Lathifah, Dina Silmi Letifa Rahmadani Letifa Rahmadani Lia Qelina Liana Sidharti, Liana Lina Marlina M. Bintang Al Farrel M. Fitra Wardhana M. Fitra Wardhana M. Ricky Ramadhian M. Rizky Fathurrohim Magdalena Yosefin Saputra Magdalena Yosefin Saputra Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Marcelia, Selvi Mayasari, Diana Melia Megawati Mirza Junando Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Aditya, Muhammad Aditya Muhammad Fakih Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Kaisar Febriantara Muhammad Maulana Muhammad Miraj Mirza, Isroni Muhammad Nazher Mukhlis Imanto Mukhlis Imanto, Mukhlis Mulyono Mulyono Mutiara Nauli Br. Sitinjak Najwa Ulinnuha Nara Safitri Natamiharja, Rudi Nathasya Karren Zeta Nathasya Karren Zeta Naza Tsasbita Hayuning Adila Noldy Masyitha Nora Ramkita Norbertus Marcell Prayogi Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Novriana, Dina NUR AFRIYANI Nurul Islamy4 Nurul Utami Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany, Oktafany Oktoba, Zulpakor P, Cindy Ivana P, Cutra Yuliyanda Pardilawati, Citra Yulianda Pardilawati, Citra Yuliyanda Patricia Cristina Wati Pius Ave Rafael Silalahi Prabamukti, Ilyas Pratama, Andre Arya Puteri, Vadiyani Fricillya Putik Titian Cipta Hening Putri Ria Ariyanti Putri Ulan Sari Putri, Oka Mahila Gustia Putri, Syalika Dianisa Radita Dewi Prasetyani Rahma, Cinta Alicia Rahmania Santi, Afra Rahmasari, Fania Asfi rahmawati, selvi Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rani Himayani Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Ratu, Sarih Reffilia Irfa Rena Roy Reni Indriyani Reni Zuraida Reva Dwi Yanty Rika Lisiswanti Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Riyanto, Rahmadani Putri Rodiani, Rodiani Romulya, Ari Irawan Roro Rukmi Windi Perdani Roro Rukmi Windi Perdani Roro Rukmi WP Rossa, Putri Emylia Roviq Umam S Rr Astri Nur Azizah Utama Utama Rudiyanto, Waluyo Safitri, Nara Sahab Sibuea Salsabila Dzakiyyah Zahra Salsabila Nurislami Salsabila Nurislami Salsabila, Lyansaputri Salsabilla, Riefa Ayu Salshabilla, Annisa Sangging, Putu Ristyaning Ayu Saputra, Kurnia Hadi Saputra, Magdalena Yosefin Sari, Tri Anti Permata Septiani, Linda Setiawan, Muhamad Rizky Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Shinta Nurhaliza Siboro, Erwi Saulina Venezia Silalahi, Pius Ave Rafael Siti Khalimatus Sa&#039;diah Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Suharmanto Suri, Nurma Susianti Susianti Sutarto . Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutyarso Suwaib Amiruddin SYAIFUL BAHRI Syaiful Bahri Syavira Elisa Syazili Mustofa T. Adjeng, Andi Nafisah T.A. Larasati TA Larasati Tiara Aninditha Tias Adhe Setyaningrum Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Vania Putri Risyhade Verizka, Talitha Wardani, Dyah Wulan S.R Wardani, Dyah Wulan S.R. Wardani, Farah Dwi Widyaningrum, Diah Ayu Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani yusran Zada Amalia Agatha Sari Zada Amalia Agatha Sari Zahra Wafiyatunisa Zeta, Nathasya Karren Zetira, Zihan Zunando, Mirza