p-Index From 2021 - 2026
12.753
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Medula Jurnal Kesehatan Masyarakat JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) Hasanuddin Law Review JFL : Jurnal Farmasi Lampung Jurnal Dunia Kesmas Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Medika Malahayati JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Jurnal Ilmiah Kesehatan JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Abdi Insani Jurnal Peduli Masyarakat JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Buguh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum Jurnal EduHealth Indonesian Journal of Biological Pharmacy Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Jurnal Farmasetis Sains Medisina Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi Majority Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studie International Journal of Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Literature Review: Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) Terhadap Pengobatan Penderita Tuberkulosis (TB) Tias Adhe Setyaningrum; Novita Carolia; M. Ricky Ramadhian; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang kerap menjadi perhatian global. Spesies kuman penyebab tuberkulosis yaitu Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2021, tuberkulosis dinobatkan sebagai penyakit menular paling mematikan pada urutan kedua di dunia setelah Covid-19. Dan berada pada urutan ke tiga belas sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia.  Prevalensi tuberkulosis pada tahun 2021 di dunia diperkirakan mencapai 10,6 juta kasus, dengan 6 juta kasus adalah pria dewasa, 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus lainnya adalah anak-anak. Di Indonesia sendiri tuberkulosis menduduki posisi ketiga dengan kasus sebanyak 397.377 orang pada tahun 2021. Insidensi kasus tuberkulosis di Indonesia adalah 354 per 100.000 penduduk, yang artinya setiap 100.000 orang di Indonesia terdapat 354 orang di antaranya yang menderita tuberkulosis. Salah satu penyebab kegagalan terapi penyakit tuberkulosis adalah terjadinya resistensi kuman terhadap obat anti tuberkulosis. Salah satu upaya untuk mendampingi pengobatan penderita tuberkulosis supaya penyakitnya sembuh, tidak menularke orang lain dan dapat mencegah menjadi penderita tuberkulosis MDR bahkan tuberkulosis XDR (Extra Drug Resistance) adalah adanya Pengawas Menelan Obat (PMO). Peran seorang PMO sendiri adalah mengawasi penderita tuberkulosis agar menelan obat secara teratur sampai selesai pengobatan, memberi dorongan kepada pasien agar mau berobat teratur, mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak, dan memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien jika mempunyai gejala-gejala yang mengarah pada penyakit tuberkulosis. Kata kunci: Pengawas Menelan Obat, resisten, tuberculosis
Literature Review : Faktor Penyebab Kejadian Anemia pada Remaja Putri Syavira Elisa; Oktafany Oktafany; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja khususnya remaja putri  ialah anemia. Anemia merupakan  suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) seseorang kurang dari normal. Anemia adalah salah satu kelainan darah yang umum terjadi saat kadar sel darah (eritrosit) dalam darah terlalu rendah. Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia sebesar 32%, Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama prevalensi a nemia tertinggi yaitusebesar 63%. Deteksi anemia dapat dilakukan dengan cara memeriksakan kadar hemoglobin (Hb) atau dengan Packed CellVolume (PCV). Dampak dari anemia dapat menimbulkan berbagai masalah serius pada remaja. Remaja yang menderita anemia akan mengalami kondisi lemah, letih, lesu, muka tampak pucat, pusing, hingga terjadinya penurunan konsentrasi, menghambat pertumbuhan fisik dan kercedasan otak, penurunan produktivitas kerja. Dalam review ini masalah terkait anemia dikumpulkan dan kemudian dianalisis untuk melihat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada remaja putri. Metode yang digunakan dalam studi pustaka ini menggunakan database elektronik. Fakto r-faktor penyebab anemia pada remaja putri meliputi pola menstruasi, pola makan yang kurang baik, infeksi cacingan, kebiasaan mengkonsumsi teh atau kopi setelah makan, durasi tidur, kurangnya asupan vitamin C dan faktor ekonomi. Kata Kunci: Anemia, Faktor Penyebab, Remaja Putri
Potensi Minyak Atsiri Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) Sebagai Antibakteri Alami: Tinjauan Pustaka. Afna Nur Afni Palogan; Mutiara Nauli Br. Sitinjak; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Citra Yuliyanda Pardilawati; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat patogen sehingga menjadi penyebab penurunan kualitas kesehatan secara global. Pada tahun 2019, terdapat lima bakteri patogen yang menjadi penyebab kematian yaitu S. aureus, E.coli, S. pneumonia, K. pneumonia, dan P. aeruginosa. Penggunaan antibiotik yang tepat dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Selain dengan pengobatan medis, pengobatan infeksi bakteri dapat dilakukan melalui pengobatan herbal. Minyak atsiri jeruk kalamansi merupakan senyawa bioaktif alami yang memiliki senyawa limonene,carvacrol, timol, terpenoid, dan senyawa lainnya. Senyawa tersebut bersifat antiseptik dan antibakteri alami yang dapat berikatan dengan protein transmembran pada dinding sel bakteri seperti S. typhimurium, L. Monocytogenes, S. aureus, P. aeruginosa, E. coli, MRSA dan S. mutans, sehingga menyebabkan sel membran bakteri akanmengembang hingga rusak. Akhirnya bakteri tersebut kekurangan nutrisi dan lisis (mati).Kata Kunci: Infeksi bakteri, Minyak atsiri, Jeruk kalamansi, Antibakteri alami
Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) pada Salah Satu Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Lampung Periode Januari 2021-Juli 2022 Berdasarkan Metode Gyssens Dheti Efrilia; Novita Carolia; Rasmi Zakiah Oktarlina; Syazili Mustofa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp266-272

Abstract

Latar Belakang: Infeksi ialah faktor letalitas paling umum teridentifikasi di unit perawatan intensif anak. Berdasarkan data dari Instalasi Rekam Medis, terungkap bahwa derajat letalitas di unit tersebut sangat signifikan. Tingginya insiden letalitas ini dipicu oleh pemanfaatan antibiotik yang kurang tepat. Studi ini berfokus pada evaluasiterhadap kualitas penggunaan antibiotik di ruangan PICU RSUDAM periode Januari 2021-Juli 2022 berdasarkan metode Gyssens. Metode: Jenis penelitian ialah studi observasional deskriptif dengan data retrospektif dari catatan medis pasien di unit perawatan intensif anak RSUDAM dalam rentang waktu Januari 2021 hingga Juli 2022. Evaluasi antibiotik diimplementasikan dengan kualitatif serta dianalisis menurut referensi (Drug Information Handbook, Pediatric Medication Handbook, WHO, dan MIMS) menggunakan metodologi Gyssens. Hasil: Penelitian ini menggunakan 49 antibiotik dari 35 rekam medis. Antibiotik mayoritas yakni seftriakson (38,8%) dan diagnosis mayoritas ialah bronkopneumonia (45,7%). Hasil penelitian didapatkan kategori 0 (tepat dan rasional) sejumlah73,5%, kategori I (waktu pemberian tidak tepat) sejumlah 2%, kategori IIA (tidak tepat dosis) sejumlah 10,2%, kategori IIB (tidak tepat interval) sejumlah 6,1%, serta kategori IVA (terdapat antibiotik yang lebih efektif) sejumlah 8,2%. Kesimpulan: Evaluasi antibiotik memperlihatkan hasil penggunaan antibiotik dengan tepat serta rasional (kategori 0) sejumlah 73,5%, disisi lain penggunaan antibiotik dengan tidak rasional (kategori I-IV) sejumlah 26,5%. Angka tersebuttermasuk baik serta lebih tinggi dibandingkan studi di lokasi yang berbeda. Penggunaan antibiotik dengan tidak rasional puntermasuk rendah mulai dari 0-10,2%.
Gen-Gen yang Berperan dalam Mekanisme Epilepsi Resisten terhadap Obat Shinta Nurhaliza; Roro Rukmi Windi Perdani; Intan Kusumaningtyas; Rasmi Zakiah Oktarlina
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 1 No 2 (2025): December: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/b1bg2p24

Abstract

Drug-resistant epilepsy represents a major clinical challenge due to its complex and multifactorial biological mechanisms. This condition is not solely driven by inadequate pharmacological efficacy but is strongly influenced by genetic alterations affecting drug transport, neuronal excitability, and neuroinflammatory regulation. Genes encoding drug transporters such as ABCB1 and ABCC2 limit antiepileptic drug penetration across the blood–brain barrier, reducing therapeutic concentrations within epileptogenic regions. Meanwhile, mutations in sodium channel genes, particularly SCN1A, SCN2A, and SCN8A, disrupt neuronal excitability by altering action potential dynamics and synaptic balance. In parallel, neuroinflammatory genes including IL1B, TNF, and TLR4 promote chronic inflammatory responses that sustain epileptogenesis and further reduce drug responsiveness. The interaction among these genetic pathways creates a self-reinforcing pathological network that underlies persistent seizure activity despite optimal treatment. Understanding these molecular mechanisms highlights the necessity of precision-based approaches, including pharmacogenetic screening and targeted adjunctive therapies, to improve clinical outcomes in patients with drug-resistant epilepsy.  
Evaluasi Pengelolaan Obat Antibiotik di Puskesmas dalam Mendukung Program Pengendalian Resistensi Antimikroba Aisyah Qinthara Nabila Putri; Rasmi Zakiah Oktarlina; Ayu Tiara Fitri; Juspeni Kartika
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9537

Abstract

Antimicrobial resistance (AMR) represents a serious global health threat caused by the irrational use of antibiotics. In Indonesia, this issue has become more complex due to the high rate of antibiotic purchases without prescriptions and weak distribution control. This study aims to evaluate the effectiveness of antibiotic management in community health facilities, particularly Puskesmas, and to identify factors influencing antibiotic use practices in support of the national antimicrobial resistance control program. A qualitative method with a literature study approach was used, reviewing national and international scientific sources, including WHO reports, the Indonesian Ministry of Health, and the National Action Plan for Antimicrobial Resistance Control (RAN-PRA) 2020–2024. The findings show that approximately 41% of antibiotics are still obtained without prescriptions, and 70.75% of pharmacies in Indonesia continue to sell antibiotics freely. Both public and healthcare workers’ awareness of AMR remains low, as antibiotics are often misused for viral infections. Although national policies such as RAN-PRA adopt a One Health approach, their implementation still faces challenges, including limited resources, weak monitoring, and regional disparities. Puskesmas plays a strategic role in education, supervision, and reporting on antibiotic use but requires capacity strengthening and intersectoral collaboration. This study concludes that AMR control demands synergy among government, medical professionals, academics, and the public through enhanced education, stricter antibiotic distribution control, and evidence-based policymaking. Continuous efforts are essential to preserve antibiotic effectiveness and strengthen Indonesia’s national health resilience against global antimicrobial resistance threats.
Case Report: Kehamilan Ektopik Terganggu pada G3P1A1 Wanita 29 Tahun Hendarto, Hasta; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Kusumaningtyas, Intan
Medula Vol 16 No 2 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i2.1786

Abstract

Ectopic pregnancy is a condition in which the gestational sac is located outside the uterine cavity, representing the most common life-threatening emergency during the first trimester of pregnancy. Implantation in ectopic pregnancy frequently occurs in the fallopian tube. The clinical manifestations are typically characterized by amenorrhea, followed by vaginal bleeding and sudden onset abdominal pain. In this case, a 29-year-old woman, G3P1A1, presented at 6–7 weeks of gestation with severe lower abdominal pain accompanied by vaginal bleeding, along with a risk factor of a previous history of ectopic pregnancy. Data were obtained through anamnesis, general physical examination, obstetric assessment, ultrasonography, and both medical and non-medical management. Physical examination revealed conjunctival pallor, abdominal distension with muscular defense, tenderness in the lower abdomen, and a non-palpable uterine fundus. Pelvic examination demonstrated cervical motion tenderness and bulging in the pouch of Douglas. Ultrasonography findings were highly suggestive of ectopic pregnancy. The diagnosis was established as gravida 3 para 1 abortus 1, 6–7 weeks of gestation, with a complicated ectopic pregnancy. The patient underwent exploratory laparotomy with left salpingectomy due to rupture of the left ampullary segment of the fallopian tube. Methotrexate therapy was not administered, as the patient did not meet the eligibility criteria for medical management, given that tubal rupture had already occurred.
Pengaruh Pemberian Pill Card terhadap Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Puskesmas Rawat Inap Satelit Bandar Lampung Audry Lintang Hasanuddin; Rasmi Zakiah Oktarlina; Dwi Aulia Ramdini; Oktafany Oktafany
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2004

Abstract

Hypertension is one of the most common non-communicable diseases in Indonesia. Hypertensive patients must have high self-efficacy to comply with antihypertensive medication so that blood pressure can be controlled and complications prevented. Therefore, intervention is needed to improve therapy compliance. One intervention that can be given is the provision of pill cards. This study was a quasi-experimental design with a pre-intervention post-intervention control group design. Sampling was conducted using non-probability purposive sampling from July to September 2025. A total of 106 respondents were divided into two groups, with 53 respondents in the control group and 53 respondents in the intervention group. The control group was only given the MMAS-8 questionnaire, while the intervention group was given pill cards and the MMAS-8 questionnaire. In the intervention group, prior to intervention, 25 patients (47.2%) had low compliance, 21 patients (39.6%) had moderate compliance, and 7 patients (13.2%) had high compliance. After the intervention, there was a significant increase, with 21 patients (39.6%) showing high compliance, 26 patients (49.1%) showing moderate compliance, and 6 patients (11.3%) showing low compliance. Providing pill cards to outpatients with hypertension can improve patient medication adherence. Based on the results of the Wilcoxon Signed Ranks Test, a value of (p<0.001) was obtained, indicating that H0 was rejected and there was a significant effect.
EDUKASI DAN INOVASI PRODUK ALBUMIN IKAN GABUS SEBAGAI NUTRISI TAMBAHAN BAGI PENDERITA LUKA DAN PASCAOPERASI Oktarlina, Rasmi Zakiah; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Sutarto, Sutarto; Amelia, Dinda; Riyanto, Rahmadani Putri; Bahri, Syaiful
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3390

Abstract

Snakehead fish (Channa striata) is a natural source of albumin that plays a vital role in wound healing and post-operative recovery. Despite its high nutritional potential, its utilization in Hanura Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung, Indonesia, remains limited. The main challenges include its strong fishy odor and the lack of product innovation. This condition highlights the need for developing more innovative and acceptable snakehead fish-based products. To address this issue, the community service program aimed to enhance the knowledge and skills of local partners in producing snakehead fish albumin capsules through training in manufacturing, packaging, and marketing. The program employed a modified extractor and a freeze-drying method to obtain high-quality albumin extract. It also included education on efficient and simple extraction procedures and training on capsule production processes that can be easily implemented by the community. The program successfully designed and developed a modified extractor unit for albumin extraction. The extraction process produced 500 mL of liquid albumin with a yield of 27.37%, which was subsequently freeze-dried into 35.70 g of yellow albumin powder with a distinctive odor. The Biuret test yielded positive results, indicated by a color change to purple, while heating at 90 ºC caused coagulation, confirming the presence of albumin. The training involved 20 participants and resulted in a significant improvement in understanding, with average scores increasing by 71.7%, from 32.8 to 80.5. Overall, the program successfully improved participants’ knowledge and skills in producing snakehead fish albumin capsules and promoted the sustainable utilization of local resources in Hanura Village.
Kandungan Bahan Aktif Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dan Pemanfaatannya di Bidang Kesehatan Asyifa, Nisa; Sibero, Hendra Tarigan; Ratna, Maya Ganda; Oktarlina, Rasmi Zakiah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.937

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak digunakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan mengandung beragam senyawa bioaktif yang berpotensi untuk pengembangan fitofarmaka. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review berbasis bibliometrik, di mana data bibliografis terkait Piper betle L. dikumpulkan dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat R-Biblioshiny untuk memetakan tren publikasi, kolaborasi penulis, serta tema penelitian yang relevan. Pembahasan: Hasil penelitian in vitro menunjukkan aktivitas antimikroba yang luas, baik terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif, serta sifat antiinflamasi dan antioksidan yang mendukung penyembuhan luka. Inovasi formulasi, seperti nanoemulsi berbasis ekstrak sirih, terbukti meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan efektivitas bioaktif sehingga efektif diaplikasikan pada kesehatan mulut, khususnya sebagai obat kumur alami untuk pencegahan karies. Perbandingan lintas studi nasional dan internasional memperlihatkan konsistensi manfaat daun sirih hijau sebagai agen terapeutik, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan dalam bentuk uji klinis berskala besar. Kesimpulan: Dengan demikian, daun sirih hijau dapat dipandang sebagai sumber potensial untuk mendukung inovasi produk kesehatan berbasis herbal yang aman, efektif, dan terstandar.                Kata Kunci: Bahan Aktif; Piper betle L.; Daun Sirih Hijau; Implementasi Kesehatan
Co-Authors A.P, Afna Nur Adela Putri Agata Afna Nur Afni Palogan Afra Rahmania Santi oktarlina Afriyana, Regi Agung Abadi Kiswandono Agustina, Mezza agustyas tjiptaningrum Aisyah Qinthara Nabila Putri Alfina Indah Nabila Ali Hasymi Romanov Alicia Rahma, Cinta Alvira Balqis Soraya Amanda, Fadyla Ambarwati, Yuli Amelia, Dinda Andi Nafisah Andrifianie, Femmy Annisa Nurul Sa'diah Antika Sintia, Nova Aqil, Faiq Akhmad ari wahyuni Ari Wahyuni Ari Wahyuni Aryanti, Sri Asep Sukohar Asep Sukohar Asnah Tarigan Aspita Laila Asyifa, Nisa Asyraf Vivaldi Wardoyo Atri Sri Ulandari Audry Lintang Hasanuddin Augesti, Gita Aulia Nur Fadilah Aulia Ramdini, Dwi Axcellia Theresa Ayu Tiara FItri Bayu Anggileo Pramesona Berlyantama Afifaldo Chyntia Saputri Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pradilawati Damayanti, Ervina Danang hafizfadillah Daulay, Suryani Agustina Deandra Athaayaa Iswari Dewi Nur Fiana Dheti Efrilia Dheti Efrilia - Dika Pratiwi Adifa Disaputera, Alfafa Tsalaatsa Diva Meylia Dwi Anjani, Galuh DWi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Indria Anggraini Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dzakiya Alya Musyafa Satriad Ebti Rizki Utami Elisa, Syavira Ety Apriliana Ety Apriliana Evi Kurniawati, Evi Exsa Hadibrata Exsa Hadibrata Falamy, Ryan Fathia Sa'adah Fatimah Azzahra Fauzi, Isaura Dewi Femmy Andrifianie Fernandya Sylvia Nurindi Fonna, Maulida Puteri Fragil Khoirul Basyar Fredison, Fredison Happy, Terza Aflika Helmi Ismunandar Helmi Ismunandar Hendarto, Hasta Hendra Tarigan Sibero Hidayat, Rizqi High Boy Karumulborg Hutasoit Humaira, Nayarani Ilyas Prabamukti Inas Salsabila Indri Windarti Indriyani, Reni Intan Kusumaningtyas Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati J, Zayatri Nurul Jeffrey Surya Jessy Dewi Awali Jezmy, Beby Kelidia Joni, Agnesia Priskila Josua Tumpal Haloman Junando, Mirza Juspeni Kartika Karima, Nisa Khairun Nisa Khairunnisa Kurniawaty, Evi Kusumaningrum, Desy L.P, Eka Ananda Lani Hartanti Lathifah, Dina Silmi Letifa Rahmadani Letifa Rahmadani Lia Qelina Liana Sidharti, Liana Lina Marlina M. Bintang Al Farrel M. Fitra Wardhana M. Fitra Wardhana M. Ricky Ramadhian M. Rizky Fathurrohim Magdalena Yosefin Saputra Magdalena Yosefin Saputra Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Marcelia, Selvi Mayasari, Diana Melia Megawati Mirza Junando Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Aditya, Muhammad Aditya Muhammad Fakih Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Kaisar Febriantara Muhammad Maulana Muhammad Miraj Mirza, Isroni Mukhlis Imanto Mukhlis Imanto, Mukhlis Mulyono Mulyono Mutiara Nauli Br. Sitinjak Nara Safitri Natamiharja, Rudi Nathasya Karren Zeta Nathasya Karren Zeta Naza Tsasbita Hayuning Adila Nazher, Muhammad Noldy Masyitha Nora Ramkita Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Novriana, Dina NUR AFRIYANI Nurul Islamy4 Nurul Utami Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany, Oktafany Oktoba, Zulpakor P, Cindy Ivana P, Cutra Yuliyanda Pardilawati, Citra Yulianda Pardilawati, Citra Yuliyanda Patricia Cristina Wati Pius Ave Rafael Silalahi Prabamukti, Ilyas Pratama, Andre Arya Puteri, Vadiyani Fricillya Putri Ria Ariyanti Putri Ulan Sari Putri, Oka Mahila Gustia Putri, Syalika Dianisa Radita Dewi Prasetyani Rahma, Cinta Alicia Rahmania Santi, Afra Rahmasari, Fania Asfi rahmawati, selvi Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rani Himayani Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Ratu, Sarih Reffilia Irfa Rena Roy Reni Indriyani Reni Zuraida Reva Dwi Yanty Rika Lisiswanti Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Riyanto, Rahmadani Putri Rodiani, Rodiani Romulya, Ari Irawan Roro Rukmi Windi Perdani Roro Rukmi WP Rossa, Putri Emylia Roviq Umam S Rr Astri Nur Azizah Utama Utama Rudiyanto, Waluyo Safitri, Nara Sahab Sibuea Salsabila Dzakiyyah Zahra Salsabila Nurislami Salsabila Nurislami Salsabila, Lyansaputri Salsabilla, Riefa Ayu Salshabilla, Annisa Sangging, Putu Ristyaning Ayu Santhi, Komang Ria Yuliana Saputra, Kurnia Hadi Saputra, Magdalena Yosefin Sari, Tri Anti Permata Septiani, Linda Setiawan, Muhamad Rizky Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Shinta Nurhaliza Siboro, Erwi Saulina Venezia Silalahi, Pius Ave Rafael Siti Khalimatus Sa&#039;diah Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Suharmanto Suri, Nurma Susianti, Susianti Sutarto . Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutyarso SYAIFUL BAHRI Syaiful Bahri Syavira Elisa Syazili Mustofa T. Adjeng, Andi Nafisah T.A. Larasati TA Larasati Tiara Aninditha Tias Adhe Setyaningrum Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Ulinnuha, Najwa Vania Putri Risyhade Verizka, Talitha Wardani, Dyah Wulan S.R Wardani, Dyah Wulan S.R. Wardani, Farah Dwi Widyaningrum, Diah Ayu Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani yusran Zada Amalia Agatha Sari Zada Amalia Agatha Sari Zahra Wafiyatunisa Zeta, Nathasya Karren Zetira, Zihan Zunando, Mirza