Articles
Upaya Peningkatan Maharah Kalam Melalui Kegiatan Intrakurikuler Muhadharah
Mutia Insani;
Wagino Hamid Hamdani;
Asep Sopian
An Nabighoh Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab Vol 23 No 1 (2021): An Nabighoh
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/an-nabighoh.v23i1.2281
The problematics of PPM Al-Jumhuriyah students' language activities are Arabic students of PPM Al-Jumhuriyah are still low, and intracurricular muhadharah activities can support and improve the quality of Arabic students are still lacking. From this, the researcher considers that applying Muhadharah activities plays an essential role in improving the quality of students' Arabic speaking skills. This research was descriptive. It was analyze using qualitative methods. To collect the data, the researcher used interviews, questionnaires, and study documentation. The result is that the management of the process of implementing Muhadharah activities does not yet support the improvement of the quality of students' Arabic speaking skills. Based on the research results on applying Muhadharah activities in improving Arabic speaking skills, it shows several deficiencies and obstacles experienced by students. So the researcher's suggestion for the language mobilizer as a core part of linguistic activities is to vary the method of implementing Muhadharah activities that bring students to ease and encourage students to be more active in speaking languages and advising matters relating to language that runs in the boarding and guarding them.
UPAYA MENCEGAH PAHAM RADIKAL DAN INTOLERANSI MELALUI WORKSHOP PENERJEMAHAN NASH KEAGAMAAN BAGI PARA DA’I DI KABUPATEN SUBANG
Asep Sopian;
Mad Ali
As-Sidanah Vol 1 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1132.114 KB)
|
DOI: 10.35316/assidanah.v1i2.592
There are still plenty of radicalism and intolerance in Indonesia, like suicide bombing, Bali bombing, police station attacks and so on. The Managing Director of Wahid Institutes, Yenny Wahid (2017) said that the survey's results show that there is an increase in radical understanding in Indonesia, numbering 600,000 or 0.4 percent of Indonesia's population. A misinterpretation of religious texts and particularly those concerning the theme of jihad is a contributing factor. The method of service is conducted through workshops and seminars. After the priests took part, they gained new positive insights into the spread of Pesantren deradicalization and tolerance.
Konsep Aplikasi E-Pesantren 4.0 di Pondok Pesantren Minhajul Haq Purwakarta
Sopian, Asep;
Prasetyo, Eko Budi;
Syah, Muhibbin;
Erihadiana, Muhammad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.121 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v4i7.336
Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang dapat mengumpulkan berbagai macam informasi dan menampilkannya dalam berbagai media. Aplikasi Sistem Informasi Pondok Pesantren merupakan sebuah sistem informasi yang didesain dan dibuat khusus untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar pada Pondok Pesantren yang diharapkan dapat membantu proses kegiatan secara keseluruhan. Aplikasi ini dibutuhkan untuk memudahkan dalam pengumpulan dan pengelolaan informasi-informasi yang dihasilkan dari proses belajar mengajar dalam satu tempat yang mudah untuk diakses dan disebarkan kembali. Metode penelitian yang digunakan pada pendekatan kualitatif ini yaitu dengan metode studi kasus. Metode penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu situasi atau bidang tertentu secara analisis, sistematis faktual dan teliti. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan aplikasi dimulai dengan tahap wawancara ke Pondok Pesantren Minhajul Haq Purwakarta sebagai target penelitian kemudian ke tahap perancangan sistem informasi berdasarkan hasil wawancara dan pembuatan aplikasi sesuai rancangan yang dibuat, terakhir dilakukan survey untuk menentukan apakah aplikasi layak untuk digunakan dalam ruang lingkup internal Pondok Pesantren Minhajul Haq Purwakarta. Dengan adanya Sistem Informasi berbasis digital di Pondok Pesantren, pengurus pondok dapat mengetahui data Santri, rekap pembayaran, kurikulum dan data gedung yang dimiliki oleh pondok pesantren, hal ini berkaitan dengan pengembangan teknologi di pondok pesantren, untuk mewujudkan integrasi data santri.
Tanggung Jawab Moral Ilmuan dan Netralitas Ilmu
Sopian, Asep;
Natsir, Nanat Fatah;
Haryanti, Erni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.882 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i1.395
Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan antara ilmu dan moral. Hubungan antara ilmu dan moral adalah sangat erat bahwa setiap usaha manusia untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman dari berbagai segi harus berpedoman pada ajaran agama dan paham ideologi dalam bersikap dan bertindak. Sementara itu tanggung jawab ilmuwan di masyarakat adalah suatu kewajiban seorang ilmuwan untuk mengetahui masalah sosial dan cara penyelesaian permasalahan sosial tersebut. Seorang ilmuwan mempunyai tanggung jawab sosial, bukan saja karena dia adalah warga masyarakat yang kepentingannya terlibat secara langsung di masyarakat namun yang lebih penting adalah karena dia mempunyai fungsi tertentu dalam kelangsungan hidup bermasyarakat. Fungsinya selaku ilmuwan tidak berhenti pada penelaahan dan keilmuan secara individual namun juga ikut bertanggung jawab agar produk keilmuan sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Hakikatnya ilmu itu mempunyai nilai Netral (nol), dengan ilmu itu netral maka perkembangan ilmu pengetahuan bisa berkembang. Sehingga tidak tercampuri dengan suatu hal yang dapat menjadikan ilmu atau itu sendiri menjadi terhambat dalam perkembangannya.
Pemikiran Ali Ahmad Madkur tentang Ilmu Pengetahuan dalam Islam
Sopian, Asep;
Juhana, Hendri;
Mustafa , Izzuddin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.5 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i2.459
Penelitian ini merupakan kajian tentang pemikiran Ali Ahmad Madkur tentang ilmu pengetahuan dalam islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode library research. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem pendidikan Islam, kurikulum dikenal dengan istilah ?manhaj? yang berarti ?jalan terang?. Jalan yang harus dilalui oleh para pendidik untuk mengembangkan keterampilan pengetahuan dan sikap peserta didik., dalam karyanya bahwa Ali Ahmad Madkur ini berbicara tentang salah satu aspek fundamental dalam pendidikan yaitu aspek kurikulum. Untuk membicarakan lebih lanjut tentang kurikulum, penyusun buku ini membicarakan lebih dahulu berbagai landasan teoritis fundamental yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konsepsi kurikulum. Aspek-aspek tersebut antara lain pemahaman dasar pendidikan, filsafat dan pendikan, teori-teori pendidikan, peranan ilmu dalam pendidikan. Terkait pokok pembahasan yang berhubungan dengan kurikulum, buku dengan judul thabiah ma’rifah al-tashawwur al-islami memberikan gambaran yang komprehensif tentang ilmu pengetahuan dalam pandangan Islam. Sebuah pemahaman yang didasarkan pada pemahaman al-qur’an dan sunnah, lalu pada kajian historis terhadap pemikiran para ulama, kajian tokoh-tokoh muslim yang mempunyai konsentrasi pada pendidikan, serta berbagai penelitian dari para ilmuan yang berkaitan dengan objek pendidikan Islam.
Pengembangan Model Evaluasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah
Mayasari, Annisa;
Sopian, Asep;
Ridwan, Wawan;
Hasanah, Aan;
Arifin, Bambang Samsul
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.725 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i7.676
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan model evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah ditinjau dari sifat siswa dan teknik evaluasi pembelajaran. Fokus penelitian ini mengenai implementasi dan efektivitas penggunaan model pendidikan karakter di sekolah. Selain itu, pembahasan akan dijabarkan melalui skala efektivitas, persepsi staf, inventarisasi masalah sekolah, evaluasi oleh masyarakat umum, inventarisasi perilaku siswa, portofolio siswa, penilaian pandangan siswa, dan polling pendapat orang tua siswa. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka dan observasi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah berjalan efektif dan dapat diterima oleh siswa di sekolah, dengan demikian pengembangan model evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah dapat digunakan sebagai model pendidikan di sekolah.
Proyeksi dan Kritik terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar, Menengah dan Perguruan Tinggi
Sopian, Asep;
Najili, Hakin;
Arifin, Bambang Samsul;
Ruswandi, Uus
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.302 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1199
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kajian terkait fenomena pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Hasil kajian menunjukan bahwa Pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat penting sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Nasional nomor 20 tahun 2003. Fenomena hasil pendidikan agama Islam yang terjadi dalam lembaga pendidikan tingkat dasar, menengah dan tinggi sehingga menemukan beberapa permasalahan dan problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat serta respon masyarakat terhadap hasil pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi. Dengan adanya fenomena terjadi di masyarakat lembaga-lembaga pendidikan perlu meninjau ulang model pembelajaran agama Islam yang lebih inovatif dan kreatif sehingga bisa diterima di tengah-tengah masyarakat.
IMPROVING STUDENTS' MOTIVATION AND LEARNING OUTCOMES IN SIRAH LEARNING THROUGH SCIENTIFIC APPROACHES AND COMIC MEDIA
Rima Nurkomala;
Jubaidah Jubaidah;
Asep Sopian
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 2 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ptk.v6i2.217-231
In Sirah learning, low motivation and student learning outcomes motivate classroom action research (CAR). Using a scientific approach and comic books, this CAR aims to increase student motivation and learning outcomes in Sirah learning. CAR was performed in two cycles because an average value of more than 85 was obtained with a Minimum Value of 80 in the second cycle. Planning, implementing, observing, and reflecting were all part of each cycle. Students from Ali bin Abi Talib SMPIT As Syifa Boarding School Jalancagak took part in the study. Student activity observation sheets, an assessment matrix rubric, and a student response questionnaire to learning were the instruments used to collect data.Based on the findings and discussions, it was concluded that there was an increase in the learning motivation of Ali Bin Abi Talib SMPIT As Syifa Boarding School class VIII students in the Sirah subject increased from 64.9 (sufficient) in cycle 1 to 85.16 (very good) in cycle 2, as did student learning outcomes, particularly in the domain of cognitive, which increased from 40.18 (poor) in cycle 1 to 87.09 (very good) in cycle 2. The part of knowledge improved from 81.5 (good) to 89. (very good)
Sastra Digital dalam Pembelajaran Bahasa Arab bagi Anak Dini di Tk Al-Quran (TKQ)
Hikmah Maulani;
Nalahuddin Saleh;
Asep Sopian;
Shofa M Khalid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v15i2.1770
Guru TKQ dan DTA yang merupakan pendidik di tingkat PAUD sekaligus fasilitator kepada siswanya dalam menyampaikan materi belum memaksimalkan media pembelajaran digital. Padahal di era sekarang ini, media pembelajaran digital sangat dibutuhkan untuk membuat siswa semangat dalam belajarnya, apalagi di tengah pandemi Covid 19. Dampak pembelajaran yang tidak menggunakan media digital adalah kejenuhan siswa dan kurangnya semangat dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai sebagaimana mestinya. Literasi digital menempati peran yang sangat penting dalam permasalahan ini sebagai solusi dan antisipasi dalam menghadapi tantangan digital di era revolusi 4.0. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan peserta guru bahasa Arab TKQ dan DTA di Kota Bandung. Hasil penelitian ini menemukan bahwa literasi digital memiliki dampak dan efek langsung pada khazanah media ajar guru, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran aktif dan kolaboratif.
Lafaz Ayah dalam Al-Qur'an (Kajian Semantik Makna Abun dan Walidun)
Aris Junaedi Abdilah;
Yayan Nurbayan;
Asep Sopian
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37274/rais.v7i1.718
Ayah memiliki peranan yang krusial dalam pendidikan dan perkembangan anak-anaknya. Dalam al-Qur'an pun, sosok ayah adalah kisah yang sering disinggung. Hal tersebut menunjukan urgensi peran dan fungsi ayah dalam kehidupan seorang anak. Lafaz ayah dalam al-Qur'an disebut dengan lafaz abun dan walidun. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan merujuk pada teori semantik Abdul Chaer. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis semantik, lafaz abun lebih umum dari lafaz walidun. Lafaz walidun hanya dimaknai ayah kandung, sedangkan lafaz abun bisa dimaknai ayah kandung, kakek, juga nenek moyang. Fathers play a crucial role in the education and development of their children. In the Qur'an, the figure of a father is often mentioned, indicating the urgency of a father's role and function in a child's life. The term for father in the Qur'an is mentioned as "abun" and "walidun". This research uses a literature study method by referring to Abdul Chaer's semantic theory. The results show that based on semantic analysis, the term "abun" is more general than "walidun". The term "walidun" only refers to a biological father, while "abun" can refer to a biological father, grandfather, and ancestors.