p-Index From 2021 - 2026
23.061
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Suska Journal of Mathematics Education Al Ishlah Jurnal Pendidikan MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) KABILAH : Journal of Social Community Jurnal Tadris Matematika NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Journal on Education AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM SIGMA HUMANISMA : Journal of Gender Studies EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Math Educa Journal JURNAL EDUCAZIONE : Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan konseling Jurnal Pendidikan dan Konseling Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (JASMIEN) AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Cokroaminoto Journal of Primary Education Edu Global: Jurnal Pendidikan Islam JCDD Indo-MathEdu Intellectuals Journal Al-Ihtirafiah Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Edumatika Income: Innovation Of Economics And Management COVIT International Journal of Humanities Education and Social Sciences Kaunia: Integration and Interconnection of Islam and Science Journal ALAYYA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini KARIWARI SMART: Journal of Education Based on Local Wisdom International Journal of Learning and Instruction (IJLI) re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Educative: Journal of Educational Studies HUMANISMA : Journal of Gender Studies EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Knowbase : International Journal of Knowledge in Database Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Mahasiswa Manajemen dan Akuntansi KOLONI Innovative: Journal Of Social Science Research JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Ar-Riyadhiyyat: Jurnal Pendidikan Matematika ENTINAS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran TOFEDU: The Future of Education Journal Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration Jurnal Konseling Pendidikan Islam Ta'diban: Journal of Islamic Education JSE: Jurnal Sharia Economica Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan (JURRIPEN) Journal of Innovative and Creativity SURAU : Journal of Islamic Education Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam JUMAT: Jurnal Matematika Journal of Education and Teacher Training Innovation (JETTI) Jurnal Tadris Matematika J-CEKI PESHUM Al-Hashif: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Islam Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengelatuan Alam Journal of Education and Science (EDUSAINS) Ta'diban: Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Literasi Matematika Siswa Berdasarkan Gender Isnaniah Isnaniah; M. Imamuddin; Charles Charles; Syahrul Syahrul; Zulmuqim Zulmuqim
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Rumah Jurnal IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.636 KB) | DOI: 10.30983/lattice.v1i2.5088

Abstract

Literacy is an ability that must be possessed by every individual (student). Literacy plays an important role for students. One of the literacy that must be mastered by students is mathematical literacy. Regarding mathematical literacy, many previous researchers have conducted research and even recent research related to this literacy ability is associated with gender. This study aims to map and describe students' literacy skills and differentiate students' literacy skills based on gender. This research is a literature study research by referring to eight article documents. The article documents used as sources were taken randomly from the internet. The results of the analysis of this article document are as follows: 1. Research related to literacy and gender is mostly carried out at the high school level than at the junior high school level, 2. The indicators used in assessing students' literacy abilities are indicators modified from indicators used by the Quasar General Rubric , indicators used by PISA and indicators referring to problem solving steps, and 3. male students' mathematical literacy skills are better than female students' mathematical literacy skills. Literasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu (siswa). Literasi memegang peranan penting bagi siswa. Salah satu literasi yang harus dikuasai oleh siswa adalah literasi matematika. Terkait literasi matematika, sudah banyak peneliti terdahulu melakukan penelitian bahkan penelitian terkini terkait kemampuan literasi ini dikaitkan dengan gender. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mendeskripsikan kemampuan literasi siswa dan membedakan kemampuan literasi siswa berdasarkan gender. Penelitian ini adalah penelitian studi literatur dengan merujuk kepada delapan dokumen artikel. Dokumen-dokumen artikel yang digunakan sebagai sumber diambil secara acak dari internet. Hasil dari analisis terhadap dokumen artikel ini adalah sebagai berikut: 1. Penelitian terkait literasi dan gender lebih banyak dilakukan di tingkat SMA daripada tingkat SMP, 2. Indikator yang digunakan dalam menilai kemampuan literasi siswa yaitu indikator yang dimodifikasi dari indikator yang digunakan oleh Quasar General Rubric, indikator yang digunakan PISA dan indikator yang mengacu pada langkah-langkah penyelesaian masalah, dan 3. kemampuan literasi matematika siswa laki-laki lebih baik daripada kemampuan litetarasi matematika siswa perempuan.
PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK DI MADRASAH (STUDI PADA GURU MATEMATIKA DI MADRASAH TSANAWIYAN NEGERI 2 BUKITTINGGI) M. Imamuddin
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.658 KB) | DOI: 10.19105/re-jiem.v5i1.6205

Abstract

The 2013 curriculum emphasizes teachers to carry out authentic assessments. Authentic assessment is an assessment that is actually carried out on students. The implementation of this authentic assessment emphasizes the process rather than the results. It is very important for teachers to carry out authentic assessments in the classroom and outside the classroom to students in order to know the progress of student learning. This study aims to analyze the obstacles and solutions of Madrasah mathematics teachers in the implementation of authentic assessments. This research was conducted at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bukittinggi. This study involved 4 Madrasah mathematics teachers, hereinafter referred to as research subjects. Data or information related to obstacles and solutions for implementing authentic assessments were obtained through interviews. The results of this study include: Madrasah mathematics teachers encounter obstacles in planning, implementing, and reporting authentic assessments. These obstacles can be solved with solutions: increasing professional competence, participating in various pieces of training, playing an active role in teacher consultation activities both with one madrasa teacher and with outside madrasa teachers, being active in scientific meetings, and further studies such as through teacher professional education and masters degree.
Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Dengan Pendekatan Kontekstual Di SMPN 1 Banuhampu M Imamuddin; Isnaniah Isnaniah; Ade Putra; Rahmadila Rahmadila
Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 7, No 1 (2019): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.939 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v7i1.560

Abstract

Abstract:This research is motivated by the students'poorly mathematical connection ability, more teacher-centered learning. The purpose of this study was to find out whether the mathematical connection ability of students who took part in the learning with the contextual approach was better than the students' mathematical connection ability with the conventional approach in class VII Of Junior High School 1 Banuhampu. The type of this  research used is experimental. In the experimental class the teaching and learning process is carried out by applying the contextual learning approach while the control class uses conventional learning. Based on the results of data analysis obtained = 2.45>  = 1.67 so that the results of the study show that the mathematical connection ability of students who follow learning with a contextual approach is better than the students' mathematical connection ability with conventional approaches in class VII Of Junior High School 1 BanuhampuAbstrak:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan koneksi matematika siswa, pembelajaran yang lebih terpusat kepada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konstektual lebih baik dari kemampuan koneksi matematika siswa dengan pendekatan konvensional di kelas VII SMP N 1 Banuhampu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Pada kelas eksperimen proses belajar mengajar dilakukan dengan menerapkan pendekatan pembelajaran konstektual sedangkan kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh sehingga diperoleh hasil penelitian bahwa kemampuan koneksi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konstektual lebih baik daripada kemampuan koneksi matematika siswa dengan pendekatan konvensional di kelas VII SMPN 1 Banuhampu
Kemampuan Masiswa Camper dalam Merekonstruksi Irisan Prisma M Imamuddin; Isnaniah Isnaniah
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1862.868 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i2.557

Abstract

The each individual has different characteristics, which distinguish between individuals with one another. The each individual experiences a different process of self-development, even though at a glance or generally has certain similarities that are not small. Similarly, the development of intelligence overcomes problems or fighting forces (adversity quotient) in solving mathematical problems, especially geometry.  Adversity Quotient (AQ) is an intelligence of someone to cope with the problem.   It is the ability to face difficulties in life. This Adversity Quotient (AQ) is needed to acquire knowledge. This research aimed at exploring camper students in reconstructing prims slices. It belongs to a qualitative research. Subject of the research is a camper student chosen randomly. To collect the data, the researcher used students’ task sheet and interview. The results in this study indicate that the ability of the camper students in reconstructing prism slices is less accurate, especially in placing points P, Q and drawing not through point P and drawing    and    being made unbroken. In general or overall the ability of camper students in reconstructing prism slices is in accordance with the stages in drawing prism slices, even though there are certain parts that are not perfect. This can be overcome by increasing training in drawing and under the guidance of lecturers and friends who are more capable. The suggestion of researchers based on the results of this study is that this research can be used as a foothold when lecturers teach prism sliced material in class. Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, yang membedakan antara individu yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing individu mengalami proses perkembangan diri yang berbeda, meskipun secara sepintas atau secara umum memiliki kesamaan-kesamaan tertentu yang tidak sedikit. Demikian pula, perkembangan kecerdasan mengatasi masalah atau daya juang (adversity quotient) dalam menyelesaikan masalah matematika khususnya geometri. Adversity Quotient (AQ) adalah kecerdasan mengatasi masalah (daya juang), yaitu kecerdasan seseorang dalam menghadapi kesulitan yang menghadangnya. Kecerdasan mengatasi masalah (daya juang) ini merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam pemerolehan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah satu orang mahasiswa camper yang diambil secara acak. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Lembar Tugas Mahasiswa (LTM) dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma kurang akurat khususnya dalam meletakkan titik P, Q dan menggambar  tidak melalui titik P serta menggambar  dan  dibuat tidak putus-putus. Secara umum atau secara keseluruhan kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma sudah sesuai dengan tahapan dalam mengambar irisan prisma, walaupun ada bagian-bagian tertentu yang belum sempurna. Hal ini bisa diatasi dengan memperbanyak latihan dalam menggambar dan dibawah bimbingan dari dosen dan teman-temannya yang lebih bisa. Saran peneliti berdasarkan hasil penelitian ini adalah penelitian ini dapat dijadikan pijakan ketika dosen mengajarkan materi irisan prisma di kelas
Islamic Education In The Al-Qur'an and Sunnah (Study About the Meaning of Education and Implication for Educator) M Imamuddin; Andryadi Andryadi; Zulmuqim Zulmuqim
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.323 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3055

Abstract

Al-Qur'an and Sunnah Rasul are the sources of Islamic teaching, which means that Islamic education cannot be separated from both sources. In both sources, education is known in terms of the meaning of Tarbiyah. In the Quran, the meaning of education is often found in the Surah with different meanings. The different meanings encouraged researchers to analyze or examine them to recognize the educational terms of the Quran and the implications for educators. Researchers used library research to collect data, and the results were analyzed based on deductive thinking. The analysis shows that there are 12 terms which refers to education, such as Tarbiyah, Talm, Da'wah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, and al-tigerizah. The implication of the meaning of education is that educators should possess and impart good qualities to themselves and their personalities. Tarbiyah, da'wah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, al-tafakkur, al-intidzar, and al-mauizah are the ideal qualities they should have, as stated in the Qur'an. Al-Qur'an dan Sunnah Rasul merupakan sumber ajaran Islam, maka pendidikan Islam pada hakekatnya tidak boleh lepas dari kedua sumber itu. Dalam kedua sumber tersebut pendidikan lebih dikenal dengan istilah-istilah yang pengertiannya terkait dengan Tarbiyah. Seperti di Al-quran sendiri makna pendidikan banyak ditemukan pada surat-surat al-Quran yang mempunyai makna-makna yang berbeda. Dengan banyaknya makna-makna pendidikan dalam al-quran, penulis mencoba menganalisis atau mentelaah makna dari istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran dengan tujuan untuk mengetahui istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran serta menganalisis dampaknya terhadap pendidik. Peneliti menggunakan penelitian pustaka dalam mengumpulkan data-data dan hasilnya dianalisis berdasarkan pola pikir deduktif. Hasil analsis memperlihatkan bahwa terdapat 12 istilah yang mengacu pada Pendidikan, seperti Tarbiyah, talm, dakwah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah. Implikasi dari makna pendidikan tersebut adalah pendidik hendaknya memiliki dan menanamkan sifat-sifat yang baik dalam diri dan kepribadiannya. Sifat-sifat ideal yang perlu dimiliki pendidik adalah Tarbiyah, dakwah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah yang merupakan istilah-istilah yang tertera dalam Al-Quran
GENDER BASED PERCEPTION ON UNDERSTANDING MATHEMATICS CONCEPT BY USING PBL Muhammad Imamuddin; Isnaniah Isnaniah; Rusdi Rusdi; Peri Pedinal
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 3, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.496 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v3i1.1061

Abstract

Bagi siswa, untuk memahmi suatu konsep dalam pembelajaran matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena pemahaman terhadap suatu konsep matematika dilakukan secara individual dan tidak tebang pilih antara laki-laki dan perempuan (gender). Oleh karena tu, pembelajaran di kelas-kelas matematika harus dikelola dengan baik oleh guru. Pengelolan pembelajaran yang baik di kelas-kelas matematika, akan memantapkan siswa laki-laki ataupun siswa perempuan dalam memahami konsep-konsep matematika. Dengan demikian penerapkan pembelajaran yang tepat oleh guru, dapat memaksimalkan pemahaman konsep matematika siswa dan akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pemahaman konsep matematika siswa ditinjau berdasarkan gender setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: pemahaman konsep matematika empat orang siswa laki-laki berkriteria sangat baik, empat orang siswa berkriteria baik dan dua orang siswa berkriteria pemahaman konsep matematika cukup baik. Sedangkan pemahaman konsep matematika siswa perempuan adalah dua siswa mendapatkan kriteria sangat baik, lima orang siswaberkriteria baik dan lima orang berkriteria cukup baik. Dengan menggunakan uji – t  pada selang kepercayaan 95% diperoleh thitung = 1.770  dan ttabel = 1.72. Dengan demikian dapat disimpulkan konsep matematika siswa laki-laki lebih baik daripada siswa perempuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas VIII SMP.Kata kunci: Pemahaman Konsep, Problem Based Learning, Gender
KEMAMPUAN SPASIAL MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI M Imamuddin
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.077 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.223

Abstract

Kemampuan spasial adalah kemampuan untuk berpikir melalui transformasi gambar mental. Menurut National Academy of Science (2006) berpikir spasial merupakan kumpulan dari ketrampilan-kterampilan kognitif, yaitu terdiri dari gabungan tiga unsur yaitu konsep keruangan, alat representasi, dan proses penalaran. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam belajar matematika sebagai berikut:1. Laki-laki lebih unggul dalam penalaran, perempuan lebih unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berpikir, 2. Laki-laki memiliki kemampuan matematika dan mekanika yang lebih baik daripada perempuan, perbedaan ini tidak nyata pada tingkat sekolah dasar akan tetapi menjadi tampak lebih jelas pada tingkat yang lebih tinggi. Sementara Maccoby dan Jacklyn (1974) mengatakan laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan kemampuan antara lain sebagai berikut:1. Perempuan mempunyai kemampuan verbal lebih tinggi daripada laki-laki, 2. Laki-laki lebih unggul dalam kemampuan visual spatial (penglihatan keruangan) daripada perempuan, 3. Laki-laki lebih unggul dalam kemampuan matematika. Mahasiswa laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan mahasiswa perempuan kurang menggunakan kemampuan spasialnya. Kata Kunci: Kemampuan Spasial, Laki-laki dan Perempuan
PENGARUH LABEL HALAL DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MIE INSTAN MAHASISWA IAIN BUKITTINGGI T.A 2016/2017 M Imamuddin
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.954 KB) | DOI: 10.30983/es.v1i1.448

Abstract

There are many kind foods product in Indonesia that have been declared halal or already labeled halal issued by the Food and Drugs Assessment Institute of Indonesian Ulema Council (LPPOM-MUI), one of them is instant noodle. This study aims to analyze the effect of halal label on purchasing decisions, the influence of religiosity on purchasing decisions and the effect of halal label and religiosity together on purchasing decisions. The sample in this study is the students of IAIN who purchased instant noodles in the past week that consits of 384 students. The data was colledted by using questionnaire analyzed by using t-test, F-test and SPSS version 16. From the research result, halal label had an effect of 18.2% to purchase decision, religiosity influenced 4.2% to purchase decision and jointly label halal and religiosity influence 19.6% of purchasing decisions. This result implies to the future, that students should be more open to halal label and apply the religion in everyday life. Produk makanan di Indonesia yang sudah dinyatakan halal atau sudah berlabel halal yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) sangat beraneka ragam jenisnya, salah satunya produk makanan mie instan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh label halal terhadap keputusan pembelian, pengaruh religiusitas terhadap keputusan pembelian dan pengaruh label halal dan religiusitas secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa IAIN bukittinggi yang membeli mie instan dalam seminggu terakhir dengan jumlah sampel 384 mahsiswa. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dan data dianalisis dengan mengunakan uji-t, uji-F dan SPSS versi 16. Dari hasil penelitian diperoleh label halal berpengaruh sebesar 18.2% terhadap keputusan pembelian, religiusitas berpengaruh sebesar 4.2% terhadap keputusan pembelian dan secara bersama-sama label halal dan religiusitas berpengaruh sebesar 19.6% terhadap keputusan pembelian. Hasil ini berimplikasi kedepannya mahasiswa harus lebih terbuka terhadap label halal dan lebih mengaplikasikan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan Literasi Matematika Siswa Berdasarkan Gender Isnaniah Isnaniah; M. Imamuddin; Charles Charles; Syahrul Syahrul; Zulmuqim Zulmuqim
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v1i2.5088

Abstract

Literacy is an ability that must be possessed by every individual (student). Literacy plays an important role for students. One of the literacy that must be mastered by students is mathematical literacy. Regarding mathematical literacy, many previous researchers have conducted research and even recent research related to this literacy ability is associated with gender. This study aims to map and describe students' literacy skills and differentiate students' literacy skills based on gender. This research is a literature study research by referring to eight article documents. The article documents used as sources were taken randomly from the internet. The results of the analysis of this article document are as follows: 1. Research related to literacy and gender is mostly carried out at the high school level than at the junior high school level, 2. The indicators used in assessing students' literacy abilities are indicators modified from indicators used by the Quasar General Rubric , indicators used by PISA and indicators referring to problem solving steps, and 3. male students' mathematical literacy skills are better than female students' mathematical literacy skills. Literasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu (siswa). Literasi memegang peranan penting bagi siswa. Salah satu literasi yang harus dikuasai oleh siswa adalah literasi matematika. Terkait literasi matematika, sudah banyak peneliti terdahulu melakukan penelitian bahkan penelitian terkini terkait kemampuan literasi ini dikaitkan dengan gender. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mendeskripsikan kemampuan literasi siswa dan membedakan kemampuan literasi siswa berdasarkan gender. Penelitian ini adalah penelitian studi literatur dengan merujuk kepada delapan dokumen artikel. Dokumen-dokumen artikel yang digunakan sebagai sumber diambil secara acak dari internet. Hasil dari analisis terhadap dokumen artikel ini adalah sebagai berikut: 1. Penelitian terkait literasi dan gender lebih banyak dilakukan di tingkat SMA daripada tingkat SMP, 2. Indikator yang digunakan dalam menilai kemampuan literasi siswa yaitu indikator yang dimodifikasi dari indikator yang digunakan oleh Quasar General Rubric, indikator yang digunakan PISA dan indikator yang mengacu pada langkah-langkah penyelesaian masalah, dan 3. kemampuan literasi matematika siswa laki-laki lebih baik daripada kemampuan litetarasi matematika siswa perempuan.
Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran Mahasiswa Calon Guru Matematika pada Matakuliah Microteaching Isnaniah Isnaniah; M. Imamuddin
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.516 KB) | DOI: 10.24014/juring.v5i3.16870

Abstract

Microteaching merupakan salah satu matakuliah yang melatih mahasiswa calon guru untuk memiliki kemampuan keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar sangat penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru dikarenakan keterampilan ini sangat menentukan keberhasilan dalam mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan keterampilan membuka dan menutup pelajaran mahasiswa calon guru matematika pada matakuliah microteaching. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa kelas microteaching yang diampu oleh peneliti yang berjumlah 16 orang mahasiswa calon guru matematika FTIK UIN Bukittinggi. Instrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian keterampilan dasar mengajar yang difokuskan kepada penilaian keterampilan membuka dan menutup. Data keterampilan membuka dan menutup dari tiap-tiap mahasiswa calon guru diisi langsung oleh peneliti. Hasil penelitian meliputi: pembelajaran diawali atau dibuka dengan pembacaan doa dan atau membaca surah pendek, menarik perhatian siswa, memotivasi siswa, memberi acuan pelajaran atau menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan terakhir pada kegiatan pendahuluan/membuka pelajaran adalah memberikan apersepsi atau mengaitkan materi prasarat dengan materi yang akan disampaikan. Kegiatan ini terhimpun dalam kegiatan keterampilan membuka pelajaran, nilai yang diperoleh adalah 85,6 dengan kategori sangat baik. Sedangkan kegiatan menutup pelajaran, dengan kegiatan merefleksi dan menyimpulkan pelajaran, memberikan evaluasi terkait materi yang dipelajari memperoleh, meminta siswa untuk mengerjakan latihan dirumah dan mempelajari materi untuk pertemuan selanjutnya, serta mengakhiri pertemuan pelajaran dengan berdoa. Kegiatan yang terhimpun dalam keterampilan menutup ini memperoleh penilaian rata-rata 85,5 dengan kriteria sangat baik. Sementara itu, pembelajaran Islami merupakan pembelajaran yang menjadi ciri khas sekolah-sekolah yang berada di lingkungan masyrakat mayoritas Islam di Indonesia.
Co-Authors Abdul Sofyan Ade Putra Afini Afridalia Afriani, Wini Sri Afrianti Afrianti Afrianti Afrianti, Afrianti Afrida Hanum Afrinaldi Afrinaldi Aisa, Nurul Akbar Nasrullah Akmal, Wirdatul Alfian Alfian Alias, Muhamad Firdaus Bin Alif Septriansyah Alif Septriansyah Alrasi, Fitri Andrayani, Anisa Andryadi Andryadi Andryadi Andryadi Andryadi Andryadi Andryadi Andryadi Andryadi, Andryadi Anggina, Santi Anggraini, Zolanda Anisa Dwi Putri Anisa Nurul Azhari Anisa Ramayanti Anisah, Ariyun Aniswita Anita Ulpa Aniza Juanti Aniza Juanty Annisa Annisa Annisa Annisa Annisa Aulia, Annisa Aulia Annisa Aulia, Annisa Aulia Aprianto . Aprisa Nilam Sari Arifmiboy Arifmiboy, Arifmiboy Arini Khairunnisa Armanda, Roza Aryska Putri R.Y, Risky Asna, Rani Aviola, Nada Awaluddin Awaluddin Awaluddin Az-Zahra, Fadhilah Azhari, Anisa Nurul Azila Nur Aqsa Azira, Voni Azizatul Hikmah Badri, Juarsa Balqis, Annisa Cania, Resi Fitri Carolina, Elsa Charles Charles Charles Cici Wahyuni Citra Fahdilla Danil Saputra Dantes, Raymond Dari, Dea Wullan Dari, Recy Wulan Deffa Ryani Chairunnisa Delniyanti Delniyanti Delniyanti, Delniyanti Desmawella, Desmawella Deswita, Santi Devi Apriyanti Dewi, Merry Prima Dewi, Yenty Astari Dina Lorenza Dini Muawaroh Divo Doni Ardia Putra Efriyanti, Liza Elianis Elianis Elianis, Elianis Elsi Alvionisef Elva Ramli Elvi Julfitri Eny Murtiyastuti Eny Murtiyastuti Evi Lyanti Harahap Fadhilla Yusri Fahdilla, Citra Fahmul Hikam Al Ghifari Farij Imron Farij Imron Fathur Rahmi Fauzia Rahmi Fauzia Zukli Fazila Nawasyaira Febriani, Putri Indah Financhi, Wegi Firmanti, Pipit Fitri Alrasi Fitri, Ainul Fitria, Atsari Gema Hista Medika Gusrianti Gusrianti Gusrianti Gusrianti Gusrianti Gusrianti, Gusrianti H. Asyari Hadini Hadini Hadini Hadini Hadini, Hadini Hafizah Hafizah Haida Fitri Haida Fitri Hamid, Abdulhalim Hamid Salih Hari Antoni Musril Hartono Hartono Hasanah, Rizqiya Hayati Hayati Hayati, Shyfatul Hayatun Nufus Herlina Kumalasari Herlina Yulia Kumalasari Hijriani Safitri Hikmah, Azizatul Husna, Annisa ul Illahi, Panji Rahmat Ilmi, Aisyah Nur Imra’atus Shalihah Indika Juang Putra Intan Pematasari Nurullulah Ismail Ismail Ismirawati, Ismirawati Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah Isnaniah, Isnaniah Istiqomah, Winda Maysa Jaafar, Azhar Januar Januar, Januar Jelita, Arni Asih Jofrizal Jofrizal Juanti, Aniza Julfitri, Elvi Julia Anggaraini, Ulfa Junaedi Junaedi Junaidi Junaidi Khoiroh, Ummi Kumalasari, Herlina Langputeh, Suwannee Liza Hamas Lukman Hakim M, Zaharuddin M., Zaharuddin Manja Ayu Sasmita Mansur, Yuwarman Maria Magdalena Mariam Asiah Marlina, Defi Martini Dwi Pelitawaty Masbur Masbur Meli Puspa Meta Trisna Wati Miftahul Jannah Muhammad Fadli Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rais Muhammad Zalnur Muhiddinur Kamal Mulia, Anisa Murtiyastuti, Eny Mutia Mutia, Mutia Mu’amalah, Hafida Nafiar Nailatul Fadhillah Nana Sepriyanti Nanda Reza Safitri Neldawati Neldawati Neldawati, Neldawati Nisa, Nurulzhia Rahma Noni Syafira Noni Syafira Nova Novita Novi Avila Junianti Novia Azizah Novia Rahmatul Azizah Nur Aini Fitri Nurazizah Paisal Nurbayani Nurbayani Nurdiat, Lara Nurfadila Nurfadila, Nurfadila Nurhayati, Tasya NURUL FAIZAH Nurul Ramadhani Ohtovia Shanita Oktavia, Nisa Oktaviola, Reska Panji Rahmat Illahi Paramita, Dela Pasaribu, Nurul Azizah Pebria, Windi Pedinal, Peri Peri Pedinal Pipit Firmanti Pipit Firmanto Pradede, Andini Aulia Pratama, Rahmadhini Puja Qonita Sholihat Purnama, Cahya Agung Puspa, Meli Puspita Dewi Putra, Doni Ardia Putri Rizkika Handayani Putri Salsabila, Zara Putri, Anisa Dwi Putri, Dea Rahma Putri, Mia Yolanda Utami Putri, Rayla Osvita Putri, Zahratul Aini Radiya Fatma Rahmadila Rahmadila Rahmadila, Rahmadila Rahmah, Novetri Rahman, Ikhwan Rahmat Azif Rahmat Tasnim Rahmatul Yusna Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rahmayani Sania Rahmi Aisyah Rahmi, Fauzia Rahmi, Ulva Rahmil Aslina Ramadhani, Tengku Tiara Insan Ramli, Elva Rani, Siti Maha raudatul jannah Realita Realita, Realita Rehani Rehani Rehani rehani Ressy Kurniasari Ridhah, Habibatur Rika Widianita Rini Elvira Rini Elvira Risnawita RISNAWITA RISNAWITA Risnawita Risnawita, Risnawita Riyanti, Mike Rizaldi Muharman Syah Rizaldi Muharmansyah Rizqiya Hasanah Roland Marudut Halomaun Simatupang Roland Marudut Halomaun Simatupang Roni Putra Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusyaida Rusyaida, Rusyaida Sabrina, Faizah Erica Andi Saiful Saiful Salmi Afifa Saputri, Nadia Elga Sarah, Muthia Sari, Dian Rahma Sari, Rayen Duwita Sari, Rts Novita Sasmita, Manja Ayu Septriansyah, Alif Silvi Anggia Putri Simatupang, Roland Marudut Halomaun Siti Halimah Siti Halimah Halimah Siti Maha Rani Sobri Sobri Sofi Yonalta Sofyan, Abdul Solly Aryza Sri Artika, Febria Sri Devi Hasani, Sri Devi Hasani Suci Dela Roza Suci Febrianti Suci Febrianti Suci Oktavia Suci Oktavia, Suci Suci Ramadhani, Suci Supriadi Supriadi Suryanti Suryanti susanti, septria Susanti, Weti Syafrio Roni Wirdayat Syafruddin Nurdin Syafruddin Nurdin Syafruddin Nurdin Syafruddin Nurdin Syahri, Anitia Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syarifah Habibah R syarifah Syariful Akbar Tasnim Rahmat Tasnim Rahmat Tasnim Rahmat Tasnim Rahmat Tasnim Rahmat Tasnim Rahmat Tasnim Rahmat Tasnim Rahmat Tasnim Rahmat, Tasnim Tia Purnama Tiara adisty Tri Lestari Tri Nanda Akbar Maualana Ulva Rahmi Ulva Rahmi Umaiyatus Syarifah Vabiola, Sofhia Vina Addila Putri Wasilah Wasilah Wati, Devi Sonia Wati, Meta Trisna Wedra Aprison Weti Susanti Wiwi Nofela Wulandari, Dwi Devi Yandrizal Yandrizal Yennita Yopita Yonanda Yudelnilastia, Yudelnilastia Yugita Rahmi Yulmaidar, Yulmaidar Yusna, Rahmatul Yusnita Yusnita YUSNITA YUSNITA YZ, Ficha Andreini Zaharuddin M Zaharuddin M Zaharuddin M, Zaharuddin M Zaharuddin M. Zaharuddin. M Zahra, Zakia Zakir, Supratman Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim, Zulmuqim