p-Index From 2021 - 2026
10.553
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan MEDIA KONSERVASI MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Jurnal Manajemen dan Agribisnis Forum Pasca Sarjana Jurnal Ekonomi Pembangunan Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi ETIKONOMI JURNAL ECONOMIA SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Ekonomi Sosiohumaniora Jurnal Manajemen Teknologi JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDONESIA Jurnal Indo-Islamika Jurnal Keuangan dan Perbankan JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) JEJAK Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Jurnal Penelitian Hasil Hutan Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Indonesian Journal of Agricultural Science Jurnal Agro Ekonomi Analisis Kebijakan Pertanian JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Journal of S&T Policy and R&D Management AGRISE Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Jurnal Wilayah dan Lingkungan Jurnal Tataloka MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Jurnal Penelitian Karet FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT MAJALAH ILMIAH GLOBE Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Journal of Environment and Sustainability Informatika Pertanian International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF) JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Journal of Regional and Rural Development Planning Al-Muzara'ah Jurnal Organisasi Dan Manajemen Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Indonesian Journal of Socio Economics Astonjadro International Journal of Social Science and Business BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) Economics and Finance in Indonesia Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Jurnal Manajemen Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Penelitian Hasil Hutan Jurnal Agro Ekonomi Analisis Kebijakan Pertanian Jurnal Ekonomi Indonesia Business Review and Case Studies BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Jurnal Ketenagakerjaan Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Transekonomika : Akuntansi, Bisnis dan Keuangan International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan International Journal of Integrative Sciences Eduvest - Journal of Universal Studies Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika IJAE Dinamika Pertanian Asian Journal of Social and Humanities Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia (Jibeka)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DETERMINAN KEMISKINAN SEBELUM DAN SESUDAH DESENTRALISASI FISKAL USMAN -; BONAR M. SINAGA; HERMANTO SIREGAR
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 6, No. 3 November 2006
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.423 KB)

Abstract

Understanding about determinant factors of poverty will help policy maker to ensurethat the poor get benefit from the economic policy. In general, this study aim toanalyze the changes of determinant factors of poverty before and after theimplementation of fiscal decentralization. Using the model, this study found that incommunity factor there are some variables have change from 1999 to 2002. One ofthese variables is road infrastructure. In 2002 (after fiscal decentralization period),the quality of road was worse than before so the impact is the poverty was increase.This study shows that if both central and local government concern with povertyreduction then they have to notice some sectors such as agriculture, education, familyhealth, and infrastructure. These variables are the determinant factors of poverty.
Kebijakan Pemekaran Wilayah dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kota Tasikmalaya Ebed Hamri; Eka Intan Kumala Putri; Hermanto J. Siregar; Deddy S. Bratakusumah
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v7i1.412

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kota Tasikmalaya sebagai kota hasil pemekaran tahun 2001 dan berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan Timur Provinsi Jawa Barat. Penelitian bertujuan menganalisis perkembangan struktur perekonomian wilayah dan sektor unggulan yang menjadi daya saing perekonomian wilayah Kota Tasikmalaya dibandingkan daerah sekitarnya (hinterland). Penelitian menggunakan analisis tipologi Klassen, Indeks Diversitas Entropi (IDE), dan Location Quotient (LQ). Penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis tipologi Klassen, Kota Tasikmalaya termasuk klasifikasi daerah berkembang cepat, dibandingkan wilayah hinterland-nya Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran, masuk dalam klasifikasi daerah relatif tertinggal. Analisis IDE menunjukkan sektor-sektor perekonomian Kota Tasikmalaya lebih berkembang dibandingkan daerah hinterland-nya. Terlihat rata-rata indeks diversitas entropi Kota Tasikmalaya (0,85) lebih besar dibandingkan rata-rata nilai entropi wilayah sekitarnya (hinterland), yaitu Kabupaten Tasikmalaya (0,71), Kabupaten Garut (0,67), Kabupaten Ciamis (0,81), Kota Banjar (0,83), dan Kabupaten Pangandaran (0,74). Besarnya nilai entropi menunjukkan perekonomian wilayah Kota Tasikmalaya lebih maju dan berkembang. Sedangkan dari hasil analisis LQ menunjukkan rata-rata LQ Kota Tasikmalaya (12,80) lebih besar dibandingkan rata-rata LQ wilayah hinterland-nya, yaitu Kabupaten Tasikmalaya (9,73), Kabupaten Garut (9,25), Kabupaten Ciamis (11,23), Kota Banjar (10,91), dan Kabupaten Pangandaran (10,20). Sektor-sektor unggulan yang menjadi sektor basis ekonomi Kota Tasikmalaya adalah bangunan, perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa keuangan, serta jasa-jasa.
Peranan Kelapa Sawit Dalam Perekonomian Daerah Provinsi Jambi: Analisis Input-Output Tahun 2010 Edwin Mahatir Muhammad Ramadhan; Hermanto Siregar; Bambang Juanda
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol 12, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the economy of Jambi in 2010, it analyzes the link and multiplier effect sectors, and the contribution of oil palm to regional economic of Jambi province. The results showed that during the period of 2000 and 2010, the economy of Jambi overall has developed very significantly as its output reach Rp18.087.666 million in 2000 to Rp103.362.415 trillion in 2010. Some of structural parameters of the I-O analysis also have increased. Backward direct effect reach 0,3423 for palm oil and 0,3792 for CPO industry in 2010. Forward direct effect reach 0,0077 for palm oil and 0,0090 for CPO industry in 2010. Output multiplier of type I 1,4301 for palm oil and 1,5516 for CPO industry in 2010. Income multiplier of type I 1,2465 for palm oil and 2,8678 for CPO industry in 2010. Em-ployment multiplier of type I 1,2584 for palm oil and 3,6977 for CPO industry in 2010.Keywords: local economy, oil palm, Jambi province, input-output analysis, multiplier effect
ANALISIS EKONOMI DAN KELEMBAGAAN HUTAN RAKYAT SISTEM AGROFORESTRI KOMBINASI JENIS POHON SERBAGUNA DAN KAKAO : Suatu studi kasus di propinsi Sulawesi Tenggara R Marsuki Iswandi; Affendi Anwar; B D Nasendi; Hermanto Siregar
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.4.153-168

Abstract

The agroforestry system  is often  undertaken by famers  in Indonesia specifically for  the development  of multi  purpose  tree species in dry land.   Farmers use the agroforeftry  system  because of ils efficient usage of land and labor and to minimize the risk of crop failure.The agroforestry system  in Southeast  Sulawesi  consists  of planting  cocoa  among multi purpose  tree species  (MPTS), like fruit  trees   (such as langsat or durian) and coconut  trees. The average income earned by  farmers  who apply the combination of langsat, coconut and cocoa was Rp  2.378.825,-/ha/year.  The average income earned by farmers  who apply the combination of  durian, coconut  and  cocoa  was  Rp 2.378.827,-/ha/year.  Financially,  the agroforestry  system  with MPTS  in  Southeast  Sulawesi  is  worth undertaking  because  it  is profitable.From the farmers  point  of view,  the marketing of langsat, durian,  coconut and cocoa is not competitive,  since  farmers  are on the weak side in the price information process.   The results of the analysis of price transmision elasticity,  the index of market integration in the short-run and  in  the  long-run,  show  that  the  market  for  the  above  mentioned   commodities  is  not integrated.   The reason for  this is because of  the inefficiency and deficiency in the availability of market information.The institutional system in the marketing process of the commodities offered by the farmersis  relatively  informal.     In  the  marketing  process   of  langsat,  durian  and  coconut,   the relationship between farmers  and traders can be described as clientelism (patron-client).    On the other hand,  in the marketing of cocoa,  the  farmers  have a fixed  relationship with their market  institutions  like papalele,   whereby  the farmers   receive  working capital from   local traders to harvest and to produce and sale the cocoa to the local market.Key words  :  private  forest,  agroforestry,   MPTS,  income,   marketing,   institution,   Southeast Sulawesi.
Integrasi Pasar Kakao Biji Perdesaan Sulawesi Tengah dengan Pasar Dunia M. R. Yantu; Bambang Juanda; Hermanto Siregar; Isang Gonarsyah; Setia Hadi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.131 KB) | DOI: 10.21082/jae.v28n2.2010.201-225

Abstract

EnglishThis study aims (i) to estimate transmission elasticity of cocoa bean prices at the world market to the rural markets in Central Sulawesi Province; (ii) to analyze the integration of cocoa beans markets; and (iii) to analyze the degree integration. Data used were time-series data from 1985 to 2008, and primary data from the farmers and the traders. The results showed that the transmission of cocoa beans prices was unstable.  Integration of cocoa bean price at rural markets to those in regency level was very weak and segmented.  Conversely, integration degree of the market at regency level with that of export was highly significant, especially in the long run.IndonesianPenelitian ini ditujukan untuk (i) mengestimasi elastisitas transmisi harga kakao biji dari pasar internasional sampai ke tingkat petani di perdesaan Sulawesi Tengah, (ii) menganalisis integrasi pasar kakao biji, dan (iii) menganalisis derajat integrasi tersebut.  Estimasi parameter ditempuh dengan pendekatan ekonometrik. Data yang digunakan berupa data panel dengan deret waktu 1985 – 2008 dan data primer dari hasil survei sampel rumah tangga petani dan pedagang kakao. Hasil analisis menunjukkan bahwa  transmisi harga kakao biji berlangsung secara fluktuatif. Diperoleh pula temuan bahwa pasar kakao biji tingkat petani hingga ke kabupaten ternyata memiliki integrasi sangat lemah dan cenderung tersegmentasi. Di sisi lain, derajat integrasi pasar kakao biji tingkat kabupaten ke eksportir ternyata  cukup tinggi, terutama untuk integrasi pasar jangka panjang.
Dampak Kebijakan Harga Pangan dan Kebijakan Moneter terhadap Stabilitas Ekonomi Makro Nyak Ilham; Hermanto Siregar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.985 KB) | DOI: 10.21082/jae.v25n1.2007.55-83

Abstract

EnglishThe relatively high share of food expenses in household expenditure indicates that contribution of food prices to the inflation rate is still quite high.  Inflation and its fluctuations are important variables affecting macroeconomic stability. Therefore, stabilizing food prices, which could lead to a more stable inflation, might potentially result in a more stable macroeconomy.  Food price policy might play important role in stabilizing food prices; but could also disturb the stability if implemented improperly.  This paper aims at analyzing effects of food price as well as monetary policies on macroeconomic indicators.  For this analysis, quarterly data of the period 1980.1 to 2004.4 were utilized. The study used a Vector Error Correction Model (VECM), from which Impulse Response Function (IRF) analyzes were carried out.  The results suggest that: (1) food price policy could not cause instability  of macroeconomy, and (2) food price policy could not affect the unemployment rate, while monetary policy could do.IndonesianMasih besarnya pangsa pengeluaran pangan pada sebagian besar kelompok masyarakat berarti bobot inflasi kelompok pangan terhadap inflasi masih cukup besar. Inflasi dan fluktuasinya dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi makro. Jadi stabilitas harga pangan dan harga-harga di tingkat makro secara potensial dapat dilakukan dengan menerapkan kebijakan harga pangan. Namun, kebijakan harga pangan yang tidak tepat dapat juga menyebabkan ketidakstabilan ekonomi makro. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan harga pangan dan kebijakan moneter terhadap keseimbangan dan stabilitas indikator-indikator ekonomi makro. Data yang digunakan merupakan data sekunder deret waktu triwulanan untuk periode 1980.1 - 2004.4. Analisis data menggunakan model VECM (Vector Error Correction Model) dan teknik IRF (Impulse Response Function). Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan harga pangan tidak menyebabkan instabilitas ekonomi makro, sedangkan kebijakan moneter menyebabkan peningkatan angka pengangguran.
Dampak Pengembangan Produk Turunan Minyak Sawit terhadap Peningkatan Ekspor Produk Minyak Sawit ke Pasar Amerika Serikat Nila Rifai; Yusman Syaukat; Hermanto Siregar; E. Gumbira-Sa’id
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.054 KB) | DOI: 10.21082/jae.v32n2.2014.107-125

Abstract

EnglishIn 2013, the world palm oil production reached 55.7 million tons. Indonesia and Malaysia shared 86 percent in the world palm oil market with their production volumes of 26.7 and 21.7 million tons, respectively. This study aimed to analyze the impacts of palm oil derivative products development on improved palm oil export and its derivative products to the US market. This analysis used times series data from 1992 to 2012. Data were analyzed using a Two-Stage Least Squares (2SLS) approach. Results of the study show that policy to develop palm oil derivative products will increase export of palm oil and its derivative products to USA market and decrease total export of Indonesia CPO. The better policy option is enhancing CPO export tax along with improved rupiah’s exchange rate and downstream palm oil industry development. This policy will boost export of Indonesian palm oil derivative products to the US market and significantly reduce CPO export.IndonesianPada tahun 2013, produksi minyak sawit dunia mencapai 55,7 juta ton, dengan kontribusi Indonesia sebesar 26,70 juta ton dan diikuti oleh Malaysia sebesar 21,7 juta ton. Dengan demikian, Indonesia dan Malaysia secara bersama menguasai sekitar 86 persen produksi minyak sawit dunia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pengembangan produk turunan minyak sawit terhadap peningkatan ekspor minyak sawit dan produk turunannya ke pasar Amerika Serikat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder time series tahunan selama periode 1992–2012. Data dianalisis menggunakan pendekatan ekonometrika Two Stages Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan industri produk turunan minyak sawit mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit ke Amerika Serikat dan mampu menurunkan ekspor minyak sawit mentah yang memiliki nilai tambah yang rendah. Kombinasi kebijakan yang lebih baik adalah dengan program peningkatan pajak ekspor CPO yang didukung oleh peningkatan nilai tukar dan pengembangan industri hilir minyak sawit. Kebijakan ini akan mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat dan akan menurunkan secara signifikan ekspor minyak sawit dalam bentuk CPO.
Desain Model Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit Plasma Berkelanjutan Berbasis Pendekatan Sistem Dinamis (Studi Kasus Kebun Kelapa Sawit Plasma PTP Nusantara V Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau) I Gusti Putu Wigena; Hermanto Siregar; nFN Sudradjat; Santun R.P. Sitorus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v27n1.2009.81-108

Abstract

EnglishManagement of nucleus smallholder oil palm after the conversion is not meeting the recommendation standard which leads to the production decrease. For this reason, this research was conducted at PTP Nusantara V Sei Pagar nucleus smallholder oil palm, Kampar District, Riau Province from January 2007 to March 2008. The objectives of this research are to design sustainable management model of nucleus smallholder oil palm meet the biophysical (planet), economical (profit) and social (people) aspects. The research extensively used primary and secondary data of biophysical, economical and social aspects. Sources of the biophysical secondary data were PTPN V and related local government institutions. The biophysical primary data was collected through observation method, while economical and social data were collected through interview technique with farmers, farmer’s groups and Village Cooperative Unit staffs using structured questionnaires. There were 100 respondents, selected randomly using stratified random sampling method. The data was analyzed using Power Sim program. The results showed that the design of sustainable nucleus smallholder oil palm management model for 2010-2035 satisfies biophysical, economical and social aspects.  The indicators namely fresh fruit bunch yield at about 25.83 ton/ha/year, the increasing of soil degradation and the decreasing of environmental capacity at lower levels of about 0.03-0.8% and 0.002-0.1%, respectively. The average farmer’s income at Rp. 22,859,950/ha/year, and community income surrounding the oil palm plantation at the average of Rp. 16,845,025/year, a value that higher than the regional minimum wage of Riau Province. Human resources quality increased indicated by the  education level equivalent with the income of oil palm labor at about Rp. 55 million annually.IndonesianPengelolaan kebun kelapa sawit plasma pascakonversi tidak sesuai standar yang dianjurkan sehingga berdampak terhadap penurunan produksi. Untuk itu, telah dilakukan penelitian di kebun kelapa sawit plasma PTP Nusantara V Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dari bulan Januari 2007 sampai Maret 2008. Tujuan penelitian adalah untuk merancang model pengelolaan kebun kelapa sawit plasma berkelanjutan yang memenuhi aspek biofisik (planet), ekonomi (profit), dan sosial (people). Penelitian menggunakan data primer dan sekunder yang menyangkut aspek biofisik, ekonomi, dan sosial. Data sekunder bersumber dari PTPN V dan instansi terkait pemerintah Daerah Provinsi Riau. Data primer biofisik dikumpulkan dangan observasi lapang, data ekonomi dan sosial dikumpulkan melalui wawancara langsung ke petani, kelompok tani dan staf KUD dengan kuesioner terstruktur. Jumlah responden sebanyak 100 orang yang diambil secara acak bertingkat (stratified random). Data terkumpul dianalisis dengan program Power Sim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan berkelanjutan yang dirancang untuk periode 2010-2035 mampu memenuhi aspek biofisik, ekonomi, dan sosial dengan indikator produksi tandan buah segar (TBS) rata-rata 25,83 ton/ha/tahun, peningkatan degradasi lahan dan penurunan daya dukung lingkungan sangat rendah, masing-masing sebasar 0,03-0,08 persen dan 0,002-0,01 persen. Pendapatan petani rata-rata sebesar Rp 22.859.950/ha/tahun dan pendapatan masyarakat sekitar kebun rata-rata Rp 16.845.025/tahun yang melebihi tingkat Upah Minimum Regional Provinsi Riau. Kualitas sumberdaya manusia meningkat yang tercermin dari tingkat pendidikan yang disetarakan dengan pendapatan yang diperoleh sebagai tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit sampai Rp 55.000.000/tahun.
Kredit Ketahanan Pangan dan Energi: Implementasi dan Persepsi oleh Petani Padi Iman Widhiyanto; Nunung Nuryartono; nFN Harianto; Hermanto Siregar
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.664 KB) | DOI: 10.21082/akp.v15n2.2017.99-112

Abstract

Agricultural sector is the government’s priority through fiscal policies. One of the policies implemented is the interest rate subsidy for Food and Energy Security Credit Program (KKP-E). Some Banks had been appointed and in collaboration with the government to provide KKP-E. KKP-E program had lower interest rate than the market rate and it was expected that the farmers could access it. KKP-E was intended to meet the needs of agricultural equipment and farm inputs purchase. Since the program rolled out from 2008 to 2015, the implementation of KKP-E was below the credit limit. This study aimed to analyze the KKP-E implementation, farmers’ perspectives of KKP-E, and change from KKP-E to KUR (People’s Business Credit) for Agricultural Sector. Results of the study showed that KKP-E disbursement was relatively low. KKP-E distribution channels needed enhancement and the credit could not satisfy all farm business. Farmers did not receive KKP-E from the bank on time. Continuity of subsidized credit was important for farmers. Basic scheme of KKP-E program should be applied to KUR for Agricultural Sector. The government and the Banks need to be more actively in socializing the program, to improve financial education, to utilize more advanced technology, and to simplify bureaucracy. AbstrakPemerintah berusaha untuk membangun sektor pertanian melalui berbagai instrumen kebijakan fiskal. Salah satu kebijakan yang telah digulirkan adalah subsidi bunga Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). Pemerintah bekerjasama dengan bank pelaksana menyediakan KKP-E. Petani diharapkan dapat mengakses KKP-E karena tingkat bunganya lebih rendah dari pasar. KKP-E digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelian peralatan pertanian dan input usaha taninya. Sejak digulirkan pada tahun 2008 sampai dengan 2015, realisasi penyaluran KKP-E masih jauh di bawah plafon kredit, dan realisasi subsidi bunga tidak efisien pada tahun-tahun awal digulirkannya subsidi bunga KKP-E. Penelitian ini bermaksud menganalisis secara diskriptif implementasi KKP-E, perspektif usaha tani terhadap KKP-E, dan perubahan KKP-E menjadi KUR (Kredit Usaha Rakyat) sektor pertanian. Data di lapangan menunjukkan bahwa jangkauan KKP-E masih rendah, saluran distribusi KKP-E perlu ditambah, terjadi fungibility penggunaan KKP-E, pinjaman KKP-E belum dapat memenuhi semua kebutuhan usaha tani, dan pencairan KKP-E masih lama dan tidak tepat waktu. Usaha tani menginginkan agar skim kredit dengan subsidi bunga dapat dilanjutkan di masa yang akan datang. Kemudahan-kemudahan yang ada pada KKP-E hendaknya diterapkan pada KUR sektor pertanian. Pemerintah bersama bank pelaksana perlu lebih masif melakukan sosialisasi dan edukasi keuangan dengan memanfaatkan teknologi yang lebih maju dan menyederhanakan birokrasi. 
Implementasi Kebijakan Perberasan di Tingkat Petani: Kinerja dan Perspektif ke Depan Surya Abadi Sembiring; Harianto Harianto; Hermanto Siregar; Bungaran Saragih
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 8, No 4 (2010): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/akp.v8n4.2010.339-361

Abstract

Implementasi kebijakan perberasan yang efektif menyebabkan tujuan kebijakan perberasan tercapai. Tujuan makalah adalah  menganalisis kinerja dan perspektif kedepan implementasi kebijakan perberasan dalam Instruksi Presiden terhadap petani. Basis informasi penelitian adalah 30 orang kontak tani yang ditentukan secara pursposive sampling dari 59 kelompok tani pada  enam desa sentra produksi padi di kecamatan Sei Rampah, kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan (1) implementasi  Bantuan Langsung Benih Unggul, pupuk bersubsidi dan perbaikan jaringan irigasi tidak efektif, sebaliknya implementasi Harga Pembelian Pemerintah efektif, dan (2) implementasi kebijakan yang tidak efektif menyebabkan kelangkaan pupuk, pemupukan berimbang tidak tercapai, terjadi peningkatan biaya produksi dan konversi lahan sawah. Kebijakan strategis yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah (1) membangun dan memperbaiki jaringan irigasi, (2) mengawasi distribusi pupuk bersubsidi, (3) membeli langsung gabah petani, (4) menaikkan harga pembelian pemerintah, (5) mendorong peningkatan kinerja penyuluh pertanian lapangan, dan (6) memberikan bantuan benih unggul kepada petani 25 kg per ha.
Co-Authors . Lukytawati . Mahyuddin ., Harianto AA Sudharmawan, AA Abitur Asianto Adhitya Wardhana Adis Imam Munandar Adler H. Manurung Adler Haymans Manurung Affendi Anwar Agus Lukman Hakim Ahmad Aris, Ahmad Ahmad Naufaldy Pasaribu Ahmad, Fahmi Salam Aini Nurachman Dini Akbar, Chaeka Fitria Ramadhania Akbar, Dudi Duta Akhmad Fauzi Akhmadi Akhmadi Alim, Muhammad sahirul Alla Asmara Alya Dinda Nurrahmi Amzul Rifin Andam Dewi Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Anggelina Delviana Klau Anny Ratnawati Aprilia Sukmawati Apriyana, Alfin Ardila, Fitri Aning Dwi Ardina Puspitasari Arham Rivai Ari Binuko Arief Darjanto Arief Daryanto Arief Daryanto Arif Imam Suroso Arif Naldi Aris, Diba Anggraini Aristo Purboadji ASEP SAEFUDDIN Asirin, Asirin Astoeti Wahjoe Widiarti Astrika Erlin Nurcahningsih Avianto, Wahyu Aviliani Aviliani Azis, Muh. Ikhsan Aziz, Lukmanul Hakim Azizah B D Nasendi Baba Barus Bagio, Bagio Baida Soraya Bambang Juanda Bandono, Bayu Basyid Ahmad Bayu Bandono Benar Darius Ginting Benny Kurniawan Boedi Tjahjono Bonar M Sinaga Bonar M Sinaga, Bonar M Bonar M. Sinaga Bonar Marulitua Sinaga Bronson Marpaung Bunasor Sanim Bungaran Saragih Bungaran Saragih Bustanul Arifin D. S. Priyarsono D. S. Priyarsono Dahri Dahri Darmawan, Indra Darsono . Deddy S. Bratakusumah Dedi Budiman Hakim Desi Maryanti Diana Septiningrum Diana Septiningrum, Diana Dikky Indrawan Dirga, Satria Prawira Ditha Mangiri Djajuli, Idja Dodik Ridho Nurrochmat Dominicus Savio Priyarsono Dudi S. Hendrawan Dwi Haryono Dwi Suprastyo DWI SURYANTO Dyan Vidyatmoko Dyan Vidyatmoko E. Batara Manurung E. Gumbira-Sa’id Ebed Hamri Eddi Wahyudi, Eddi Eddy Silamat Eduart Wolok Edwin Mahatir Muhammad Ramadhan Eka Intan KP Eka Intan Kumala Putri Eko Wahyu Nugrahadi Endah Murniningtyas Endah Murniningtyas ENDANG SUHENDANG Endriatmo Soetarto Eri Susanto Hariyadi Eri Susanto Hariyadi, Eri Susanto Eriyatno . ERLINA Erlina Erlina Erliza Noor Ernan Rustiadi Erwin Susanto Sadirsan Evi Lisna Evita H. Legowo Fahriyah Fahriyah Faizal Irvansyah Faizul Mubarok Farida Farida Fauzi, Firman Fazri, Muhammad Febriyana, Alfonsia Ferry Ardiansyah Ferry Syarifuddin Ferry Syarifuddin Ferry Syarifuddin Fitria Yuliani Fitriana, Rizqi Gonarsyah, Isang Gustiyan Taufik Mahardika Hadi, Setia Hadiwidjaja, Rini Dwiyani Hakim, Dedi Budiman Hani Laksono Hannoeriadi A., Ivan Hapsari, Umi Indah Harahap, Muhammad Syafril Hardinsyah Hariandja, Nancy Megawati Harianto Harianto Harianto . Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hastori, . Hendri Tanjung Hendro Sasongko Hendro Sasongko Heni Hasanah Hermawan, Hardy R Hermawan, Rachmad Heru Kustanto Hery Setiawan Heti Mulyati I Gusti Putu Wigena I Wayan Mangku I Wayan Nuka Lantara Ichsan Ichsan, Aulia Idqan Fahmi Ilham, Nyak Ilham, Nyak Illah Sailah Imam Teguh Saptono Imam Teguh Saptono Iman Widhiyanto Iman Widhiyanto Indra Darmawan Indra Gunawan Indra Gunawan Indraprahasta, Galuh Syahbana Ingratubun, Muhammad A Ingrit, Ingrit Irfan Syauqi Beik Irma Citarayani Isang Gonarsyah Ismail, Ahmad Faizal Ivan Hannoeriadi A. Iyan Anriansyah Jajang Jajang Johan Firmansyah Joko S. Usman Jonahar Joyo Winoto Joyo Winoto, Joyo Kadar, Laila Kodrat Wibowo Kusnadi - Kustanto, Heru Laksamana, Patria Lala M Kolopaking Latuconsina, Olivia CH Lestari Agusalim Limetry Liana Mey Limetry Liana, Limetry Liston Siringo Ringo Lokot Zein Nasution, Lokot Zein Lukman M. Baga Lukytawati Anggraeni Lukytawati, . M Parulian Hutagaol M Parulian Hutagaol M. Bobby Afif Nasution M. Husein Sawit M. Ilham Riyadh M. Parulian Hutagaol M. R. Yantu M. Said Didu M. Suryadinata, M. Suryadinata M. Syamsul Maarif M. Yogi Riyantama Isjoni Machfud Machfud Machmud, Musdhalifah MANGARA TAMBUNAN Mangara Tambunan Mangasa Augustinus Sipahutar, Mangasa Augustinus Manurung, Daniel Martahi Bonar Manuwoto, Manuwoto Marpaung, Lenny Romauli Martua Eliakim Tambunan Marulitua Sinaga, Bonar Maulana, Muhamad Neko Maulana, Tubagus NA Megasari, Debbie Minesa, Punti Moch Hadi Santoso Moch. Hadi Santoso Moch. Hadi Santoso Mochammad Imron Awalludin Mohammad Nur Hadi Mudinillah, Adam Muhammad Arief Dirgantoro Muhammad Fazri Muhammad Fazri Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Nanang Prayudyanto Muhammad Sahirul Alim Mulya E. Siregar Mulya E. Siregar Mulya E. Siregar Mulya Siregar Murti, Prima Puspita Indra Nadiah Hidayati Nashwari, Inti Pertiwi Nasution, Sahruddin Naufaldy Pasaribu, Ahmad nFN Sudradjat Nila Rifai Nimmi Zulbainarni nirdukita ratnawati, nirdukita Nugroho Setyo Utomo Nunung Kusnadi Nunung Nuryartono Nur Hasanah Nur Hasanah Nurcahningsiha, Astrika Erlin Nurcahyaningsih, Astrika Erlin Nurlaila Firdani Fajri Nyak Ilham Nyak Ilham Oktovianus Pantjar Simatupang Parulian Hutagaol Perdana Wahyu Santoso Permadi, Hengki Petrus F.T.P. Tampubolon Prabono Roeshardianto Pratikto Winardi Bakhram Prima, Ghaniy Ridha Purwanta, Putri Ayu Purwoko, Agus Putri, Rizavia Mardhika R Marsuki Iswandi R Susila, Wayan Rachmat Pambudy Rahmanta Rahmanta Rahmanta, Rahmanta Ranti Wiliasih Renaldo Prima Sutikno Rezki Erdian Ries Wulandari, Ries Rifki Ismal Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rini Dwiyani Hadiwidjaja Riny Kusumawati Ristianto Pribadi Ristiyanto, Nirwan Ristiyanto, Nirwan Riyanto Riyanto Rizal Rahman H. Teapon Rizavia Mardhika Putri Roeshardianto, Prabono Roy Sembel Roy Sembel Rulhendri Rulhendri Safrida . Sajudi, Aditya Samsul Arifin Santun R.P. Sitorus Sarma, Ma’mun Satriadi, Dharma Sekarlaras, Amanda Fortuna Arum Sembel, Roy H. M. Setia Hadi Setia Hadi Setiadi Djohar Setiawan, Andi Sinaga, Jovan Siregar, Mulya E Siti Aida Adha Taridala Situmorang, Kaspar Sjafri Mangkuprawira Sofyan Sjaf Sri Hartoyo Sri Hartoyo Sri Mulatsih Sri Mulatsih Sri Nuryanti Sri Wahyuni Stephen Thenu Sugema, Iman Sugeng Budiharsono Sugimin Pranoto Sugiyanto Sugiyanto Suhardiono Suhardiono Suhardiono Suhardiono, Suhardiono Suhardionob, Suhardionob Sul, Suliamin Kasnar Suprehatin Surjono H. Sutjahjo Surtiati Surtiati Surya Abadi Sembiring Suryaningsih, Widiani Sutikno, Renaldo Prima Sutriono Edi Suwarno Suwarno Suwinto Johan Syahbana, Galuh Syahrir, Azhar Syaiful Syaiful Syaiful Syaiful Syamsul Arifin Syamsul Hidayat Pasaribu Syamsul Ma'arif Syarifuddin, Ferry Syarifuddin, Ferry Syauqi, Muhamad Sylvia Sandyazmara Devi Tanti Novianti Taofiq Rachmat Tatik Mariyanti, Tatik TB Nur Ahmad Maulana Tb. N Ahmad Maulana, Tb. N Ahmad Tony Irawan Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Tubagus Nur Ahmad Maulana Tubagus Nur Ahmad Maulana Tubagus Nur Ahmad Maulana Tutut Sunarminto Usman - Vidyatmoko, Dyan Wibisono, Afrid Widhiyanto, Iman Widyastutik Winardi Winardi Winardi Winardi Winardi, Winardi Winoto, Joyo Wiwiek Rindayati Wonny A. Ridwan Wulandari Kuswahariani Wulandari, Lita Wurdaningsih Yantu, M. R. Yati Nuryati Yenna Sri Mardiana Yeti Lis Purnamadewi Yulismi, Yulismi Yusman Syaukat Yusman Syaukat Z. Karim, Taufik