p-Index From 2021 - 2026
11.962
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan MEDIA KONSERVASI MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Jurnal Manajemen dan Agribisnis Forum Pasca Sarjana Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesian Journal of Geography Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi ETIKONOMI JURNAL ECONOMIA Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Ekonomi Sosiohumaniora Jurnal Manajemen Teknologi JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDONESIA Jurnal Indo-Islamika Jurnal Keuangan dan Perbankan JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) JEJAK Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Jurnal Penelitian Hasil Hutan Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Indonesian Journal of Agricultural Science Jurnal Agro Ekonomi Analisis Kebijakan Pertanian JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Journal of S&T Policy and R&D Management AGRISE Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Jurnal Wilayah dan Lingkungan Jurnal Tataloka MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Jurnal Penelitian Karet FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT MAJALAH ILMIAH GLOBE Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) SUSTINERE: Journal of Environment and Sustainability Informatika Pertanian International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF) JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Journal of Regional and Rural Development Planning Al-Muzara'ah Jurnal Organisasi Dan Manajemen Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Indonesian Journal of Socio Economics Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Astonjadro International Journal of Social Science and Business BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) Economics and Finance in Indonesia Jurnal Akuntansi dan Bisnis Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Jurnal Manajemen Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Penelitian Hasil Hutan Jurnal Agro Ekonomi Analisis Kebijakan Pertanian Jurnal Ekonomi Indonesia Business Review and Case Studies BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Jurnal Ketenagakerjaan Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Transekonomika : Akuntansi, Bisnis dan Keuangan International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Business and Entrepreneurial Review International Journal of Integrative Sciences Eduvest - Journal of Universal Studies Journal of Central Banking Law and Institutions Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika IJAE Dinamika Pertanian Asian Journal of Social and Humanities Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia (Jibeka) Greenation International Journal of Economics and Accounting AI, Big Data and Quantitative Methods in Finance
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DETERMINAN KEMISKINAN SEBELUM DAN SESUDAH DESENTRALISASI FISKAL USMAN -; BONAR M. SINAGA; HERMANTO SIREGAR
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 6, No. 3 November 2006
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.423 KB)

Abstract

Understanding about determinant factors of poverty will help policy maker to ensurethat the poor get benefit from the economic policy. In general, this study aim toanalyze the changes of determinant factors of poverty before and after theimplementation of fiscal decentralization. Using the model, this study found that incommunity factor there are some variables have change from 1999 to 2002. One ofthese variables is road infrastructure. In 2002 (after fiscal decentralization period),the quality of road was worse than before so the impact is the poverty was increase.This study shows that if both central and local government concern with povertyreduction then they have to notice some sectors such as agriculture, education, familyhealth, and infrastructure. These variables are the determinant factors of poverty.
Dampak Spillover Pusat-Pusat Pertumbuhan di Kalimantan Ernawati Pasaribu; Dominicus Savio Priyarsono; Hermanto Siregar; Ernan Rustiadi
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v5i2.90

Abstract

Dampak spillover terhadap kinerja pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia yang diamati selama ini belum pernah sampai kepada pengujian secara statistik. Padahal, pembuktian ada tidaknya dampak spillover secara empiris sangat diperlukan mengingat penerapan teori pusat pertumbuhan yang telah dilakukan baik oleh negara-negara maju maupun negara-negara berkembang masih menimbulkan pro dan kontra. Pengujian dampak spillover pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan secara khusus dilakukan untuk mengetahui apakah peranannya sebagai lumbung energi nasional seperti yang tertuang dalam Program MP3EI tidak akan menimbulkan backwash effect bagi daerah sekitarnya. Pendeteksian awal akan adanya hubungan ketergantungan spasial (spatial lag dependent) antara pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan dan daerah sekitarnya diuji menggunakan Lagrange Multiplier Spatial Lag Dependent. Hasilnya ternyata membuktikan bahwa pertumbuhan output, pertumbuhan tenaga kerja, dan pertumbuhan investasi yang terjadi pada pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan secara signifikan memberikan dampak spillover negatif (backwash effect) terhadap wilayah sekitarnya. Pusat-pusat pertumbuhan secara signifikan berdampak spillover positif (spread effect) terhadap wilayah sekitarnya apabila pertumbuhan output, pertumbuhan tenaga kerja, dan pertumbuhan investasi pada pusat-pusat pertumbuhan disertai dengan aliran ekonomi ke wilayah sekitarnya. Dengan demikian, pengembangan wilayah pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan di masa mendatang harus diarahkan pada upaya peningkatan transaksi perdagangan antarwilayah agar dampak spillover positif dapat terjadi seperti yang diharapkan dan pertumbuhan yang diikuti pemerataan antarwilayah di Kalimantan niscaya akan terwujud.
Dampak Penggabungan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya Terhadap Likuiditas Perdagangan Saham dan Rasio Keuangan . Hermanto; Hermanto Siregar; Roy Sembel; Rita Nurmalina
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v5i2.81

Abstract

Pasar modal di Indonesia telah berkembang menjadi suatu lembaga keuangan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi. Kebijakan penggabungan (merger) pasar modal merupakan peristiwa bersejarah dalam perkembangan sektor keuangan dan investasi di Indonesia. Penggabungan lembaga pasar modal Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) ke dalam satu bursa yang disebut Bursa Efek Indonesia (BEI), memiliki dampak yang luar biasa pada likuiditas perdagangan saham dan kinerja rasio keuangan. Penelitian ini membahas kondisi pasar saham dan kinerja rasio keuangan sebelum dan sesudah penggabungan. Metode yang digunakan untuk menganalisis kondisi likuiditas perdagangan saham sebelum dan setelah penggabungan adalah (1) analisis variasi, (2) analisis kinerja rasio keuangan yang meliputi CR, OIOR, OEOR, NPM, ROE, ROA, TATO, dan EPS, dan (3) analisis faktor dengan pendekatan OLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggabungan pasar modal berdampak pada (1) likuiditas perdagangan saham mengalami pertambahan yang menurun dan (2) perkembangan kinerja rasio keuangan setelah penggabungan lebih baik bila dibandingkan dengan sebelum penggabungan. Walaupun demikian upaya-upaya pemanfaatan aset lebih optimal atau peninjauan kembali aset yang belum terpakai untuk penciptaan pendapatan juga penting dilakukan.
Kebijakan Pemekaran Wilayah dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kota Tasikmalaya Ebed Hamri; Eka Intan Kumala Putri; Hermanto J. Siregar; Deddy S. Bratakusumah
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v7i1.412

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kota Tasikmalaya sebagai kota hasil pemekaran tahun 2001 dan berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan Timur Provinsi Jawa Barat. Penelitian bertujuan menganalisis perkembangan struktur perekonomian wilayah dan sektor unggulan yang menjadi daya saing perekonomian wilayah Kota Tasikmalaya dibandingkan daerah sekitarnya (hinterland). Penelitian menggunakan analisis tipologi Klassen, Indeks Diversitas Entropi (IDE), dan Location Quotient (LQ). Penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis tipologi Klassen, Kota Tasikmalaya termasuk klasifikasi daerah berkembang cepat, dibandingkan wilayah hinterland-nya Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran, masuk dalam klasifikasi daerah relatif tertinggal. Analisis IDE menunjukkan sektor-sektor perekonomian Kota Tasikmalaya lebih berkembang dibandingkan daerah hinterland-nya. Terlihat rata-rata indeks diversitas entropi Kota Tasikmalaya (0,85) lebih besar dibandingkan rata-rata nilai entropi wilayah sekitarnya (hinterland), yaitu Kabupaten Tasikmalaya (0,71), Kabupaten Garut (0,67), Kabupaten Ciamis (0,81), Kota Banjar (0,83), dan Kabupaten Pangandaran (0,74). Besarnya nilai entropi menunjukkan perekonomian wilayah Kota Tasikmalaya lebih maju dan berkembang. Sedangkan dari hasil analisis LQ menunjukkan rata-rata LQ Kota Tasikmalaya (12,80) lebih besar dibandingkan rata-rata LQ wilayah hinterland-nya, yaitu Kabupaten Tasikmalaya (9,73), Kabupaten Garut (9,25), Kabupaten Ciamis (11,23), Kota Banjar (10,91), dan Kabupaten Pangandaran (10,20). Sektor-sektor unggulan yang menjadi sektor basis ekonomi Kota Tasikmalaya adalah bangunan, perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa keuangan, serta jasa-jasa.
KEBIJAKAN REALOKASI GAS BUMI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Gusti Azis; Hermanto Siregar; Adler H. Manurung; Evita H. Legowo
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v5i1.148

Abstract

Pada tahun 2010 pemerintah merealokasi tujuan pemanfaatan gas bumi Indonesia, dari untuk memenuhi kebutuhan perolehan devisa ekspor menjadi untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri guna mendorong pertumbuhan produksi nasional dan menciptakan efek pengganda yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini menciptakan situasi yang dilematis bagi pemerintah karena keberhasilan realokasi gas bumi belum teruji namun akan terjadi pengurangan devisa. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis perkembangan dan dinamika industri gas bumi, (2) menganalisis faktor-faktor ekonomi yang berpengaruh terhadap penawaran, dan permintaan gas bumi, dan (3) menganalisis dampak dari kebijakan ekonomi dan faktor-faktor ekonomi lainnya terhadap pemanfaatan gas bumi. Dalam rangka menjawab tujuan penelitian maka digunakan (1) analisis deskriptif untuk menjawab tujuan pertama dengan hasil berupa gambaran umum kodisi perkembangan dan dinamika pasar gas bumi Indonesia dan rencana pemanfaatan gas bumi ke depan serta kendala-kendala peraturan dan regulasi pemerintah daerah yang dirasakan sekarang, dan (2) pendekatan ekonometrika dalam bentuk persamaan simultan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dan ketiga. Pendekatan ekonometrika menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS) dengan data runtun waktu tahun 2000-2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perilaku produksi gas bumi adalah harga gas bumi Indonesia dan harga gas bumi dunia. Respon ekspor gas bumi Indonesia terhadap produksi gas bumi yang elastis dalam jangka panjang menunjukkan potensi pengembangan sumber daya gas bumi dalam mendorong ekspor gas bumi Indonesia. Di sisi lain faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gas bumi oleh PLN dan industri pupuk urea berbeda-beda. Namun demikian subsidi menjadi kebijakan yang berpengaruh nyata dalam meningkatkan permintaan gas bumi oleh kedua industri tersebut. Berdasarkan hasil simulasi maka kebijakan realokasi gas bumi Indonesia mampu meningkatkan permintaan gas bumi domestik dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan kebijakan lainnya, namun demikian kondisi ini menjadi disinsentif bagi pengembangan produksi gas bumi Indonesia.
PERAN INDUSTRI KARET DALAM PEREKONOMIAN PROVINSI JAMBI: PENDEKATAN SISTEM NERACA SOSIAL EKONOMI Musdhalifah Machmud; Hermanto Siregar; Harianto Harianto; Wayan R Susila
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.659

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa linkages dan dampak industri karet alam terhadap perekonomian daerah Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE) Provinsi Jambi tahun 2015. Metode penelitian ini adalah dengan mendisagregasi matriks SNSE dari ordo 52x52 menjadi 55x55 dengan mendisagregasi sektor perkebunan menjadi 4 sektor, yaitu industri ban; industri karet remah dan karet asap; industri barang-barang lainnya dari karet; dan industri kayu, barang dari kayu, dan lain lain. Hasil temuan menunjukkan bahwa industri karet primer maupun hilir berperan signifikan terhadap perekonomian Provinsi Jambi, yaitu sebesar IDR 29,86 Trilliun atau 69,17% dari nilai tambah faktor produksi di Provinsi Jambi dan penyerapan tenaga kerja sebesar 630 ribu orang atau 40,2% dari jumlah tenaga kerja di Provinsi Jambi. Hasil temuan menunjukkan bahwa forward dan backward linkage dari semua industri karet primer dan dua jenis industri karet hilir (industri karet remah dan karet asap; dan industri kayu, barang dari kayu dan lain lain) memiliki forward linkage < 1 dan backward linkage >1 sehingga hanya efektif sebagai leading sector saja. Perubahan yang terjadi di sektor lain atau menggunakan pembangunan sektor lain tidak akan efektif untuk mendorong pertumbuhan keempat subsektor industri karet tersebut. Sektor industri karet primer dan dua jenis industri karet hilir tersebut akan tumbuh jika sektor itu sendiri yang ditumbuhkan. Dari aspek penggandaan pendapatan secara total, subsector perkebunan karet memiliki penggandaan pendapatan total yang tertinggi. Dengan demikian, untuk meningkatkan pendapatan pada agisbisnis karet secara keseluruhan, maka pemilihan pembangunan fokus di subsector perkebunan karet merupakan kebijakan  yang strategis dan prioritas karena penggandaan pendapatan totalnya yang tertinggi (1,35) disusul oleh perkebunan selain karet (1,28); industri kayu, barang dari kayu (1,17) dan industri karet remah dan karet asap (1,09).  Kebaruan penelitian ini adalah secara spesifik mendisagregasi sektor perkebunan karet menjadi subsubsektor perkebunan karet yang lebih rinci.
Peranan Kelapa Sawit Dalam Perekonomian Daerah Provinsi Jambi: Analisis Input-Output Tahun 2010 Edwin Mahatir Muhammad Ramadhan; Hermanto Siregar; Bambang Juanda
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol 12, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the economy of Jambi in 2010, it analyzes the link and multiplier effect sectors, and the contribution of oil palm to regional economic of Jambi province. The results showed that during the period of 2000 and 2010, the economy of Jambi overall has developed very significantly as its output reach Rp18.087.666 million in 2000 to Rp103.362.415 trillion in 2010. Some of structural parameters of the I-O analysis also have increased. Backward direct effect reach 0,3423 for palm oil and 0,3792 for CPO industry in 2010. Forward direct effect reach 0,0077 for palm oil and 0,0090 for CPO industry in 2010. Output multiplier of type I 1,4301 for palm oil and 1,5516 for CPO industry in 2010. Income multiplier of type I 1,2465 for palm oil and 2,8678 for CPO industry in 2010. Em-ployment multiplier of type I 1,2584 for palm oil and 3,6977 for CPO industry in 2010.Keywords: local economy, oil palm, Jambi province, input-output analysis, multiplier effect
ANALISIS EKONOMI DAN KELEMBAGAAN HUTAN RAKYAT SISTEM AGROFORESTRI KOMBINASI JENIS POHON SERBAGUNA DAN KAKAO : Suatu studi kasus di propinsi Sulawesi Tenggara R Marsuki Iswandi; Affendi Anwar; B D Nasendi; Hermanto Siregar
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.4.153-168

Abstract

The agroforestry system  is often  undertaken by famers  in Indonesia specifically for  the development  of multi  purpose  tree species in dry land.   Farmers use the agroforeftry  system  because of ils efficient usage of land and labor and to minimize the risk of crop failure.The agroforestry system  in Southeast  Sulawesi  consists  of planting  cocoa  among multi purpose  tree species  (MPTS), like fruit  trees   (such as langsat or durian) and coconut  trees. The average income earned by  farmers  who apply the combination of langsat, coconut and cocoa was Rp  2.378.825,-/ha/year.  The average income earned by farmers  who apply the combination of  durian, coconut  and  cocoa  was  Rp 2.378.827,-/ha/year.  Financially,  the agroforestry  system  with MPTS  in  Southeast  Sulawesi  is  worth undertaking  because  it  is profitable.From the farmers  point  of view,  the marketing of langsat, durian,  coconut and cocoa is not competitive,  since  farmers  are on the weak side in the price information process.   The results of the analysis of price transmision elasticity,  the index of market integration in the short-run and  in  the  long-run,  show  that  the  market  for  the  above  mentioned   commodities  is  not integrated.   The reason for  this is because of  the inefficiency and deficiency in the availability of market information.The institutional system in the marketing process of the commodities offered by the farmersis  relatively  informal.     In  the  marketing  process   of  langsat,  durian  and  coconut,   the relationship between farmers  and traders can be described as clientelism (patron-client).    On the other hand,  in the marketing of cocoa,  the  farmers  have a fixed  relationship with their market  institutions  like papalele,   whereby  the farmers   receive  working capital from   local traders to harvest and to produce and sale the cocoa to the local market.Key words  :  private  forest,  agroforestry,   MPTS,  income,   marketing,   institution,   Southeast Sulawesi.
Integrasi Pasar Kakao Biji Perdesaan Sulawesi Tengah dengan Pasar Dunia M. R. Yantu; Bambang Juanda; Hermanto Siregar; Isang Gonarsyah; Setia Hadi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.131 KB) | DOI: 10.21082/jae.v28n2.2010.201-225

Abstract

EnglishThis study aims (i) to estimate transmission elasticity of cocoa bean prices at the world market to the rural markets in Central Sulawesi Province; (ii) to analyze the integration of cocoa beans markets; and (iii) to analyze the degree integration. Data used were time-series data from 1985 to 2008, and primary data from the farmers and the traders. The results showed that the transmission of cocoa beans prices was unstable.  Integration of cocoa bean price at rural markets to those in regency level was very weak and segmented.  Conversely, integration degree of the market at regency level with that of export was highly significant, especially in the long run.IndonesianPenelitian ini ditujukan untuk (i) mengestimasi elastisitas transmisi harga kakao biji dari pasar internasional sampai ke tingkat petani di perdesaan Sulawesi Tengah, (ii) menganalisis integrasi pasar kakao biji, dan (iii) menganalisis derajat integrasi tersebut.  Estimasi parameter ditempuh dengan pendekatan ekonometrik. Data yang digunakan berupa data panel dengan deret waktu 1985 – 2008 dan data primer dari hasil survei sampel rumah tangga petani dan pedagang kakao. Hasil analisis menunjukkan bahwa  transmisi harga kakao biji berlangsung secara fluktuatif. Diperoleh pula temuan bahwa pasar kakao biji tingkat petani hingga ke kabupaten ternyata memiliki integrasi sangat lemah dan cenderung tersegmentasi. Di sisi lain, derajat integrasi pasar kakao biji tingkat kabupaten ke eksportir ternyata  cukup tinggi, terutama untuk integrasi pasar jangka panjang.
Dampak Kebijakan Harga Pangan dan Kebijakan Moneter terhadap Stabilitas Ekonomi Makro Nyak Ilham; Hermanto Siregar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.985 KB) | DOI: 10.21082/jae.v25n1.2007.55-83

Abstract

EnglishThe relatively high share of food expenses in household expenditure indicates that contribution of food prices to the inflation rate is still quite high.  Inflation and its fluctuations are important variables affecting macroeconomic stability. Therefore, stabilizing food prices, which could lead to a more stable inflation, might potentially result in a more stable macroeconomy.  Food price policy might play important role in stabilizing food prices; but could also disturb the stability if implemented improperly.  This paper aims at analyzing effects of food price as well as monetary policies on macroeconomic indicators.  For this analysis, quarterly data of the period 1980.1 to 2004.4 were utilized. The study used a Vector Error Correction Model (VECM), from which Impulse Response Function (IRF) analyzes were carried out.  The results suggest that: (1) food price policy could not cause instability  of macroeconomy, and (2) food price policy could not affect the unemployment rate, while monetary policy could do.IndonesianMasih besarnya pangsa pengeluaran pangan pada sebagian besar kelompok masyarakat berarti bobot inflasi kelompok pangan terhadap inflasi masih cukup besar. Inflasi dan fluktuasinya dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi makro. Jadi stabilitas harga pangan dan harga-harga di tingkat makro secara potensial dapat dilakukan dengan menerapkan kebijakan harga pangan. Namun, kebijakan harga pangan yang tidak tepat dapat juga menyebabkan ketidakstabilan ekonomi makro. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan harga pangan dan kebijakan moneter terhadap keseimbangan dan stabilitas indikator-indikator ekonomi makro. Data yang digunakan merupakan data sekunder deret waktu triwulanan untuk periode 1980.1 - 2004.4. Analisis data menggunakan model VECM (Vector Error Correction Model) dan teknik IRF (Impulse Response Function). Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan harga pangan tidak menyebabkan instabilitas ekonomi makro, sedangkan kebijakan moneter menyebabkan peningkatan angka pengangguran.
Co-Authors . Hermanto . Lukytawati . Mahyuddin ., Harianto A. Faroby Falatehan AA Sudharmawan, AA Abitur Asianto Adhitya Wardhana Adis Imam Munandar Aditya Sajudi Adler H. Manurung Adler H. Manurung Adler Haymans Manurung Affendi Anwar Agus Lukman Hakim Ahmad Aris, Ahmad Ahmad Naufaldy Pasaribu Ahmad, Fahmi Salam Aini Nurachman Dini Akbar, Chaeka Fitria Ramadhania Akbar, Dudi Duta Akhmad Fauzi Akhmadi Akhmadi Alfonsia Febriyana Alim, Muhammad sahirul Alla Asmara Alya Dinda Nurrahmi Amanda Fortuna Arum Sekarlaras Amzul Rifin Andam Dewi Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Anggelina Delviana Klau Anny Ratnawati Aprilia Sukmawati Apriyana, Alfin Ardila, Fitri Aning Dwi Ardina Puspitasari Arham Rivai Ari Binuko Arief Darjanto Arief Daryanto Arief Daryanto Arief Daryanto Arif Imam Suroso Arif Imam Suroso Arif Naldi Aris, Diba Anggraini Aristo Purboadji ASEP SAEFUDDIN Asirin, Asirin Astoeti Wahjoe Widiarti Astrika Erlin Nurcahningsih Avianto, Wahyu Aviliani Aviliani Azis, Muh. Ikhsan Azizah B D Nasendi Baba Barus Bagio, Bagio Baida Soraya Bambang Juanda Bandono, Bayu Basyid Ahmad Bayu Bandono Bayu Bandono Benar Darius Ginting Benny Kurniawan Boedi Tjahjono Bonar M Sinaga Bonar M Sinaga, Bonar M Bonar M. Sinaga Bonar Marulitua Sinaga Bronson Marpaung Bunasor Sanim Bungaran Saragih Bungaran Saragih Bustanul Arifin D. S. Priyarsono D. S. Priyarsono Dahri Dahri Darmawan, Indra Darsono . Deddy S. Bratakusumah Dedi Budiman Hakim Desi Maryanti Diana Septiningrum Diana Septiningrum, Diana Dikky Indrawan Dirga, Satria Prawira Ditha Mangiri Dodik Ridho Nurrochmat Dominicus Savio Priyarsono Dudi Duta Akbar Dudi S. Hendrawan Dwi Haryono Dwi Suprastyo DWI SURYANTO Dyan Vidyatmoko Dyan Vidyatmoko E. Batara Manurung E. Gumbira-Sa’id Ebed Hamri Eddi Wahyudi, Eddi Eddy Silamat Eduart Wolok Edwin Mahatir Muhammad Ramadhan Eka Intan KP Eka Intan Kumala Putri Eko Wahyu Nugrahadi Endah Murniningtyas Endah Murniningtyas ENDANG SUHENDANG Endriatmo Soetarto Eri Susanto Hariyadi Eri Susanto Hariyadi, Eri Susanto Eriyatno . ERLINA Erlina Erlina Erliza Noor Ernan Rustiadi Ernan Rustiadi Ernawati Pasaribu Erwin Susanto Sadirsan Evi Lisna Evita H. Legowo Evita H. Legowo Fahmi Salam Ahmad Fahriyah Fahriyah Faizal Irvansyah Faizul Mubarok Farida Farida Fazri, Muhammad Ferry Ardiansyah Ferry Syarifuddin Ferry Syarifuddin Ferry Syarifuddin Firdaus, Muhammad Firdaus Firman Fauzi Fitria Yuliani Fitriana, Rizqi Gonarsyah, Isang Gusti Azis Gustiyan Taufik Mahardika Hadi, Setia Hadiwidjaja, Rini Dwiyani Hani Laksono Hannoeriadi A., Ivan Harahap, Muhammad Syafril Hardinsyah Hardy R Hermawan Hariandja, Nancy Megawati Harianto Harianto Harianto . Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hastori, . Hendri Tanjung Hendro Sasongko Heni Hasanah Hermawan, Rachmad Heru Kustanto Hery Setiawan Hery Setiawan, Hery Heti Mulyati I Gusti Putu Wigena I Wayan Mangku I Wayan Nuka Lantara Ichsan Ichsan, Aulia Idqan Fahmi Ilham, Nyak Ilham, Nyak Illah Sailah Imam Teguh Saptono Imam Teguh Saptono Iman Widhiyanto Iman Widhiyanto Indra Darmawan Indra Gunawan Indra Gunawan Indraprahasta, Galuh Syahbana Ingratubun, Muhammad A Ingrit, Ingrit Iqbal, Nadim Muhammad Irfan Syauqi Beik Irfan Syauqi Beik Irma Citarayani Isang Gonarsyah Ismail, Ahmad Faizal Ivan Hannoeriadi A. Iyan Anriansyah Jajang Jajang Johan Firmansyah Joko S. Usman Jonahar Joyo Winoto Joyo Winoto, Joyo Kadar, Laila Kodrat Wibowo Koes Pranowo Kurniawan Bagas Kusnadi - Kustanto, Heru Lala M Kolopaking Latuconsina, Olivia CH Lenny Romauli Marpaung Lestari Agusalim Limetry Liana Limetry Liana Mey Linda Karlina Sari Liston Siringo Ringo Liston Siringo Ringo Lokot Zein Nasution, Lokot Zein Lukman M. Baga Lukmanul Hakim Aziz Lukytawati Lukytawati Anggraeni M Parulian Hutagaol M Parulian Hutagaol M. Bobby Afif Nasution M. Husein Sawit M. Ilham Riyadh M. Parulian Hutagaol M. R. Yantu M. Said Didu M. Suryadinata, M. Suryadinata M. Syamsul Maarif M. Yogi Riyantama Isjoni Machfud Machfud Machmud, Musdhalifah MANGARA TAMBUNAN Mangara Tambunan Mangasa Augustinus Sipahutar, Mangasa Augustinus Manuwoto, Manuwoto Marsuki Iswandi, Marsuki Martua Eliakim Tambunan Maulana, Tubagus NA Mega Fauziah Mega Fauziah Megasari, Debbie Minesa, Punti Moch Hadi Santoso Moch. Hadi Santoso Moch. Hadi Santoso Mochammad Imron Awalludin Mohammad Nur Hadi Mudinillah, Adam Muhamad Neko Maulana Muhammad Arief Dirgantoro Muhammad Fazri Muhammad Fazri Muhammad Firdaus Muhammad Nanang Prayudyanto Muhammad Sahirul Alim Mulya E. Siregar Mulya E. Siregar Mulya E. Siregar Mulya Siregar Murti, Prima Puspita Indra Musdhalifah Machmud Nadiah Hidayati Nancy Megawati Hariandja Nashwari, Inti Pertiwi Nasution, Sahruddin Naufaldy Pasaribu, Ahmad nFN Sudradjat Nila Rifai Nimmi Zulbainarni Nimmi Zulbainarni nirdukita ratnawati, nirdukita Noer Azam Achsani Nugroho Setyo Utomo Nugroho Setyo Utomo Nunung Kusnadi Nunung Nuryartono Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Hasanah Nurcahningsiha, Astrika Erlin Nurcahyaningsih, Astrika Erlin Nurlaila Firdani Fajri Nyak Ilham Nyak Ilham Oktovianus Oni Hidayati Pantjar Simatupang Parulian Hutagaol Patria Laksamana Perdana Wahyu Santoso Permadi, Hengki Petrus F.T.P. Tampubolon Prabono Roeshardianto Pratikto Winardi Bakhram Prima, Ghaniy Ridha Purwanta, Putri Ayu Purwoko, Agus Putri, Rizavia Mardhika R Susila, Wayan R.R. Tini Anggraeni Rachmat Pambudy Rahmanta Rahmanta Rahmanta, Rahmanta Ranti Wiliasih Renaldo Prima Sutikno Reza Fauzan Risch Reza Mustafa Rezki Erdian Ries Wulandari, Ries Rifki Ismal Rifki Ismal Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rini Dwiyani Hadiwidjaja Riny Kusumawati Rio B.M.T. Hutagaol Ristianto Pribadi Ristiyanto, Nirwan Ristiyanto, Nirwan Rita Nurmalina Riyanto Riyanto Rizal Rahman H. Teapon Rizavia Mardhika Putri Roeshardianto, Prabono Roy Sembel Roy Sembel Roy Sembel Rudy H. S. Pardede Rulhendri Rulhendri Safrida . Sajudi, Aditya Samsul Arifin Santun R.P. Sitorus Satriadi, Dharma Sembel, Roy H. M. Setia Hadi Setia Hadi Setiadi Djohar Setiawan, Andi Sinaga, Jovan Siregar, Mulya E Siti Aida Adha Taridala Situmorang, Kaspar Sjafri Mangkuprawira Sofyan Sjaf Solikin M. Juhro Solikin M. Juhro Sri Hartoyo Sri Mulatsih Sri Mulatsih Sri Mulatsih Sri Nuryanti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephen Thenu Sugema, Iman Sugeng Budiharsono Sugimin Pranoto Sugiyanto Sugiyanto Suhardiono Suhardiono Suhardiono Suhardiono, Suhardiono Suhardionob, Suhardionob Suhendi Suliamin Kasnar Sul Suprehatin Surjono H. Sutjahjo Surtiati Surtiati Surya Abadi Sembiring Suryaningsih, Widiani Sutikno, Renaldo Prima Sutriono Edi Suwarno Suwarno Suwinto Johan Syahbana, Galuh Syahrir, Azhar Syaiful Syaiful Syaiful Syaiful Syamsul Arifin Syamsul Hidayat Pasaribu Syamsul Ma'arif Syarifuddin, Ferry Syarifuddin, Ferry Syauqi, Muhamad Syifa Rifa Rosyadah Sylvia Sandyazmara Devi Tanti Novianti Tanty Novianti Taofiq Rachmat Tatik Mariyanti, Tatik TB Nur Ahmad Maulana Tb. N Ahmad Maulana, Tb. N Ahmad Tony Irawan Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Tubagus Nur Ahmad Maulana Tubagus Nur Ahmad Maulana Tubagus Nur Ahmad Maulana Tutut Sunarminto Usman - Vidyatmoko, Dyan Wayan R Susila Wibisono, Afrid Widhiyanto, Iman Widyastutik Winardi Winardi Winardi Winardi Winardi, Winardi Winoto, Joyo Wiwiek Rindayati Wonny A. Ridwan Wulandari Kuswahariani Wulandari, Lita Wurdaningsih Yantu, M. R. Yati Nuryati YELLY REFITA Yenna Sri Mardiana Yeti Lis Purnamadewi Yulismi, Yulismi Yusman Syaukat Z. Karim, Taufik Zenal Asikin