p-Index From 2021 - 2026
10.589
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Buana Informatika Jurnal Simantec Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) REKAYASA Jurnal S1 Agroteknologi Jurnal Ilmiah Peuradeun JPT : JURNAL PROTEKSI TANAMAN (JOURNAL OF PLANT PROTECTION) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Buletin Ilmiah Nagari Membangun GANEC SWARA Jurnal Entomologi Indonesia Majalah Kedokteran Andalas Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung JURNAL MEDIA KESEHATAN Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat TAJDID Jurnal Optimalisasi Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Jurnal Keperawatan Raflesia Jurnal Abdidas Jurnal Sains Kesehatan REUSAM ; Jurnal Ilmu Hukum Journal of Industrial Engineering & Management Research (JIEMAR) Tsamratul Fikri (TF) Mitra Raflesia (Journal of Health Science) English Education Journal (E2J) Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of Soft Computing Exploration Bestari: Jurnal Studi Pendidikan Islam Journal of Vocational Nursing Agroteksos Jurnal Teknologi Kesehatan Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh JAPHTN-HAN Journal of Health and Nutrition Research Abdimas Indonesian Journal JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Jurnal Indonesia Sosial Sains International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts Journal Research of Social Science, Economics, and Management ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Sultra Journal of Mechanical Engineering (SJME) Jurnal Teknik Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jurnal Penyakit Dalam Indonesia RENATA Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Ilmiah kawanad PESARE: Science and Engineering Service Journal Jurnal Polimesin Rechtsvinding Al-Idaroh Khidmat International Journal of Education, Vocational and Social Science Sultra Journal of Mechanical Engineering Jurnal Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Hukum Administrasi Negara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Idaroh

KEBUTUHAN MANUSIA MENURUT PERSPEKTIF ASY-SYĀṬIBῙ DAN ABRAHAM MASLOW (STUDI PERBANDINGAN) Artiyanto, Artiyanto; Mukmin, Agus; Ikit, Ikit; Husni, Husni
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.653

Abstract

This research aims to find similarities and differences as well as the relevance of the theory of human needs according to Ash-Syāṭibī and Abraham Maslow. This research uses qualitative methods with the type of literature study. The theory used is benefit theory with a comparative approach. The data used is secondary data in the form of books written directly by ash-Syāṭibī and Abraham Maslow. This research foundthat ash-Syāṭibī's theory with a time span of emergence that is far from Maslow's theory still has significant relevance to Maslow's theory of needs. Ash-Syāṭibī's theory has the advantage of being inclusive in accepting changes in human needs in the future as a result of advances in science and technology. On the other hand, Maslow's theory is limited and closed, so that if one day a new need arises, apart from the five hierarchies of needs that have been expressed, then the new need needs to be created in a new hierarchy because it is not suitable to be included in one of the existing hierarchies, because the existing hierarchy is closed and limited. However, ash-Syāṭibī's theory regarding human needs is still implicit, not explicit like Abraham Maslow's theory. This is the weak point of Ash-Syāṭibī's theory when compared to Abraham Maslow's theory, besides that Ash-Syāṭibī has not revealed the needs of modern humans such as the need for esteem and the need for self-actualization into the hierarchy of maqāṣid al-Syarīah that he compiled Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persamaan dan perbedaan serta relevansi teori kebutuhan manusia menurut asy-Syāṭibī dan Abraham Maslow. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah teori maslahat dengan pendekatan perbandingan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku yang ditulis langsung oleh asy-Syāṭibī dan Abraham Maslow. Penelitian ini menemukan bahwa teori asy-Syāṭibī dengan rentang waktu kemunculan yang terpaut jauh dari teori Maslow masih memiliki relevansi yang signifikan dengan teori kebutuhan Maslow. Teori asy-Syāṭibī memiliki keunggulan karena bersifat inklusif untuk menerima perubahan kebutuhan manusia di masa mendatang sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebaliknya teori Maslow bersifat terbatas dan tertutup sehingga jika suatu saat muncul kebutuhan baru, selain dari lima hieararki kebutuhan yang telah diungkapkan maka kebutuhan baru itu perlu dibuatkan hierarki baru karena tidak cocok untuk dimasukkan ke dalam salah satu dari hierarki yang ada, sebab hierarki yang ada bersifat tertutup dan terbatas. Meski demikian, teori asy-Syāṭibī memengenai kebutuhan manusia masih bersifat implisit, belum eksplisit seperti teori Abraham Maslow. Hal inilah yang menjadi titik lemah teori asy-Syāṭibī jika dibandingkan dengan teori Abraham Maslow disamping asy-Syāṭibī belum mengungkap kebutuhan manusia modern seperti kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri ke dalam hieararki maqāṣid al-syarīah yang ia susun.
MENINJAU KEMBALI BATAS AURAT DALAM FIQH (Pendekatan Lughawī dan Maqāṣidi dalam Memahami Qs. An-Nūr 30-31) Artiyanto, Artiyanto; Mukmin, Agus; Husni, Husni
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 1 (2024): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i1.692

Abstract

This research aims to review the boundaries of aurat in fiqh, followed by creating new boundaries according to the results of linguistic interpretation and the maqāṣid asy-syarīah approach. This research uses qualitative methods in the form of literature study with a language (lughawī) and maqāṣid asy-syarī'ah (maqāṣidī) approach. This research defines the aurat as a part of the body that must be covered for human benefit. The results of the research formulate the limits of intimate parts according to Qs. al-Nur: 30-31 are: (1) genitals, both for men and women; (2) especially for women: parts of the body that are usually worn with jewelry but are not shown to other people, such as the top of the ankle which is usually worn with ankle bracelets, the ear which is usually worn with earrings, the top of the wrist which is usually worn with bracelets, and neck to chest where a necklace is usually worn; and (3) especially for women: head to chest (hair, ears, neck and breasts are genitalia, except for the face because it is the part of the body that is usually exposed). The linguistic interpretation of the verse shows that the limits of the aurat in Qs. al-Nur: 30-31 is more appropriate to interpret it with its original meaning (maknā al-wadh'i) or the meaning of its common usage (maknā isti'māl). The research results also show that determining the boundaries of the aurat in fiqh cannot be separated from cultural influences (Arab culture), where these boundaries do not bind everyone from different clothing cultures as long as the determined boundaries are still in accordance with maqāṣid asy-syarīah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali batas aurat dalam fiqh yang dilanjutkan dengan membuat batasan yang baru sesuai hasil penafsiran secara kebahasaan dan pendekatan maqāṣid asy-syarīah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam bentuk studi kepustakaan dengan pendekatan bahasa (lughawī) dan maqāṣid asy-syarī‘ah (maqāṣidī). Penelitian ini merumuskan aurat sebagai bagian tubuh yang wajib ditutupi untuk kemaslahatan manusia. Hasil penelitian menetapkan batas aurat menurut Qs. al-Nur: 30-31 adalah: (1) kemaluan, baik bagi laki-laki ataupun perempuan; (2) khusus bagi perempuan: bagian tubuh yang biasa dikenakan perhiasan namun tidak diperlihatkan kepada orang lain, seperti bagian atas mata kaki yang biasa dikenakan gelang kaki, telinga yang biasa dikenakan anting-anting, bagian atas pergelangan tangan yang biasa dikenakan gelang tangan, dan leher sampai dada yang biasa dipasangkan kalung; dan (3) khusus bagi perempuan: kepala hingga dada (rambut, telinga, leher dan bagian payudara adalah aurat terkecuali wajah karena merupakan anggota tubuh yang biasa ditampakkan). Penafsiran ayat secara kebahasaan menunjukkan bahwa batasan aurat dalam Qs. al-Nur: 30-31 lebih sesuai jika dimaknai dengan makna aslinya (maknā al-wadh‘i) atau makna pemakaiannya yang umum (maknā isti‘māl). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penentuan batas aurat dalam fiqh tidak terlepas dari pengaruh budaya Arab di mana batas-batas tersebut tidak mengikat setiap orang dari dengan budaya berpakaian yang berbeda selama batas-batas yang ditentukan masih sesuai dengan maqāṣid asy-syarīah.
Co-Authors Adriyansar, Reza Afdhal Afdhal Afriana, Hafidhah Afrijal, Baston Hikam Agustina, Fatma Ahmad Daufal Ahmad Fauzan Aksan, Akramia Alfizar Alfizar Almurdi Almurdi Ananda, Rizki Qori Andani Eka Putra Andharini Dwi Cahyani Andi Sukainah Anggreny, Yecy Anjelina, Bella Annisa, Rahma Anugrah, Rifki Anwar, Yayan Khaerul Arham, Muhammad ARHAMI Arif Muntasa Arif Rahman Aroyani, Ida Artiyanto, Artiyanto Asda, Cut Lirma Saputri ASMARIYAH, ASMARIYAH Asmawati Asmawati Asmawati, Widia Lestari , Atika Indah Sari Auranissa, Dhea Azizah, Nadiatul Azkia, Farazila Azura, Rahla Azwar, Ardelia Salsabilla Baehaqi Besri, Hanifa Zahra Bilmahdi, Rohayat Budi Bahreisy Buston, Erni Chicamy, Yhosie Anto Daholu, Ahmad Dahrizal Dahrizal Darmoyo, Suryo Sumantri Darwis, Nikmatur Rahma Daryaman, Daryaman Desiekawati, Desiekawati Desywar, Desywar Dharma, Kelana Kusuma Dian Pertiwi Diana, Tungga Buana Eddy Purnama Efrida Efrida Elidar Sari Elly Kesumawati Elly Wahyuni Ellyza Nasrul Erianti, Susi Fadila, Zurayya Fadilah, Ratnawaty Fadrian, Fadrian Fahmi, Rahmadina Zesfira Firdaus Solihin Firsa, Teuku Fitriadi Fitriadi Fitriani, Felany Fitrina, Dewi Wahyu Florentina, Popy Furwana, Dewi Hamka, Akhsan Hanafiah, Wa Harahap, Mohammad Azmi Hasan Bisri Hasanuddin, Iskandar Hasanudin Hasanudin Hasibuan, Tri Oktaviana Hasibuan, Tri Oktaviana Hasibuan Hasymi, Yusran Herinawati, Herinawati Herlina, N. Hani Hermansyah Hermansyah Hidayat Hidayat Hidayatullah, Muhammad Hisam, Muhammad Aizal Hanafi Bin Fazli Husaini Husna, Khairul Husni Mubarak Idramsyah Idramsyah Iing Pamungkas Ika Oktavia Suzanti Ikit, Ikit Imamah Imamah Indah Fitriani Sukri Irawan, Heri Tri Jamaluddin Jamaluddin Jauharlina, J Jeliana, Wa Jepisa, Tomi Johari Johari Johari Juamdan Zamha Zamihu Juliana Juliana Juntiah, Juntiah Khairat, Miftahul Khairul Hadi Khairunisa, Khairunisa Kusdarwanto, Kresnapati Pribadi Kusmiran, Erni Lia Novitasari M Nural Fajri M. Dirhamsyah M. Dirhamsyah M. Dirhamsyah M. Nizar Machmud Mahata, Liganda Endo Mahmudah, Rifahatul Majid, Basrul Abdul Majido, Nuddin Mardiani Mardiani Mardiyaningsi, Riris Masri Masri MASYSYATH, HASAN Meutia Fadilla Miftah Irramah Misbullah, Alim Mohammad Syarief, Mohammad MS, Akhmad Tajuddin Tholaby ms, Azriel Falendra Muarrif, Samsul Muhaimin, La Ode Muhamad Alif Muhammad Fachruddin, Muhammad Muhammad Harun Muhammad Hatta Muhammad Nasir Muhammad Saleh Mukmin, Agus Munawar, Muhamad Aris Nabhan, Arief Nafratilova, Mercy NOERAWATI, VIKA VIOLETA Novita Novita Nur Elly Nur Hikmah Nurarafah, Nurarafah Nuraziza Nuraziza, Nuraziza Nurhidayat, Deden Nuribadah, Nuribadah Nurjanah, Nisa Nurul Aflah Nurunnisa, Euis Cici Oktavia, Nanda Pardana, Deki Pardosi, Sariman Pauzan Efendi Pradana, Syafa’at Anugrah Purwandari, Elce Purwati, Desta Putra, Bilal Indra Putra, Fhandio Akbar Putra, T. Edisah Putri, Melsa Radiah, Aisyatur Rahmat Hidayat Rahmayani, Eva Rahmayanti, Fetty Dwi Ramadani, Dinda rani, khairani RATNADHIYANI, ANDITHA Ratnadiyanti, Anditha Rikarni Rikarni Rismawati Yaswir Rombe, Marten Roziqin, Zainur Rudiana, Randi Sabbara, Fitra Sabri Sabri Sahal, Yosep Farhan Dafik Sahran, Sahran Salkam, Eddy Sania, Sania Sapdi Sapdi Sari, Deswita Sari, Dika Permata saribu, Ruth Kristiani Sastra, Hasan Yudhie satriany, putri Savitri, Vina Angelina Sayed Faisal, Sayed Sa’id, Moh. Selfi Renita Rusjdi Septian, Muhammad Yusuf Septiyanti, Septiyanti Siti Rusdiana Sri Wahyuni Subaidi, Joelman Sugeng Santoso Suhaila, Suhaila Suilia, Rania Sumiadi Supriyadi Supriyadi Sutrisna, Marlin Syarli, Setiadi Syaukani Syaukani Syofiati, Syofiati Tahratul Yovalwan Tajurrahman, Aulia Azhari Tajurrahman Tana, Ali Nahruddin Teguh Pribadi Theresia Theresia Tjut Chamzurni Tumangger, Riska Andriani Tuti Anggriani Utama Umar Umar Una, Syamsul VELIA, RIZKI Wahyudi Rahmadani Wahyudi Saputra Wahyuni , Sri Wardi Wardi Widia Lestari Wijaya, Rosa Septa Yudha Dwi Putra Negara, Yudha Yulia, Dwi Yusri Dianne Jurnalis Yusri Yusri Yusri, Elfira Yuwaldi Away Zelly Dia Rofinda Zuhri, M Syaifudin Zulfadhli Zulfadhli Zulfadli Zulfadli