Abstract: This Community Service Program (Penelitian kepada Masyarakat /PKM) aimed to develop and implement a tauhid-based play-based learning model to enhance the spiritual intelligence of early childhood learners at TPA Nurul Islam Tanjung Aman. The program was initiated in response to the predominance of conventional learning approaches that are less aligned with the developmental characteristics of young children, resulting in low learning motivation and limited engagement in religious learning activities. A qualitative approach was employed using four stages: planning, action, observation, and reflection. The participants consisted of children aged 2–6 years attending learning activities at TPA Nurul Islam. The implementation of the play-based learning model involved various educational play activities, such as hijaiyah letter cards, puzzles, Islamic songs, and creative tasks integrated with tauhid values. The results indicated an increase in children’s enthusiasm, active participation, and learning motivation in recognizing hijaiyah letters and understanding Qur’anic learning materials. Furthermore, the integration of tauhid values within play activities contributed positively to the development of religious attitudes and spiritual awareness from an early age. Therefore, the tauhid-based play-based learning model can be considered an effective, enjoyable, and relevant alternative learning strategy for improving the quality of religious education for early childhood learners in TPA. Keyword: play-based learning, tauhid, spiritual intelligence, early childhood, TPA Abstrak: Program Penelitian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model play-based learning berbasis tauhid dalam rangka meningkatkan kecerdasan spiritual anak usia dini di TPA Nurul Islam Tanjung Aman. Program ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar dan keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek kegiatan terdiri atas anak-anak berusia 2–6 tahun yang mengikuti kegiatan pembelajaran di TPA Nurul Islam. Implementasi model play-based learning dilakukan melalui berbagai aktivitas permainan edukatif, seperti kartu huruf hijaiyah, permainan puzzle, lagu-lagu Islami, serta kegiatan kreatif yang diintegrasikan dengan nilai-nilai tauhid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme, partisipasi aktif, dan motivasi belajar anak dalam mengenal huruf hijaiyah serta memahami materi pembelajaran Al-Qur’an. Selain itu, integrasi nilai-nilai tauhid dalam aktivitas bermain memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan sikap religius dan kesadaran spiritual anak sejak usia dini. Dengan demikian, model play-based learning berbasis tauhid dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan relevan dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan bagi anak usia dini di TPA. Kata kunci: play-based learning, tauhid, kecerdasan spiritual, anak usia dini, TPA.