p-Index From 2021 - 2026
10.794
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. Jurnal Keperawatan Jurnal Teknik Industri TEKNIK MODUL Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Jurnal Ilmu keperawatan AGROTEKBIS IMAJI EurekaMatika (Jurnal Online Matematika S1) JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Tesa Arsitektur Planta Tropika Nature: National Academic Journal of Architecture JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Arsitektur KOMPOSISI WIDYAKALA JOURNAL Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi Jurnal SOLMA Jurnal Arsitektur ARCADE JEMA: Jurnal Ilmiah Bidang Akuntansi dan Manajemen WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA JURNAL AKUNIDA YUME : Journal of Management GEMA EKONOMI Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Menara Perkebunan Asian Journal of Agriculture Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Keperawatan (JKEP) Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Science Midwifery Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Litbang Kota Pekalongan International Journal of Business, Law, and Education Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains Jejaring Administrasi Publik (JAP) KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Eurekamatika TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Jurnal Talenta Sipil Journal of Economics Research and Policy Studies DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment JURNAL SABHANGA Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur Journal of Educational and Cultural Studies Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat STIE Surakarta (DIMASETA) Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan International Journal of Application on Economics and Business JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Journal of Agrosociology and Sustainability Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Jurnal Hukum dan Keadilan Al'Adalah Jendela Akademika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Aspiration of Health Journal PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Riau Jurnal Teknik Informatika SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur Holistik Jurnal Kesehatan Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Jurnal Arsitektur ARCADE JURNAL SATYA MANDIRI MANAJEMEN DAN BISNIS Educational Psychology Journal Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan dharma wiyata
Claim Missing Document
Check
Articles

Psikoedukasi: Optimalisasi Pertumbuhan Anak Stunting Bagi Orang Tua Muda di Puskesmas Sekaran Prihastuty, Rahmawati; Purwanto, Edi; Mabruri, Moh. Iqbal; Firdaus, Aina Aulia; Kusumamahanani, Fatma; Shelma , Ismy Alifia; Pramesty, Dewi Indah; Maryam
Jendela Akademika Vol. 1 No. 02 (2023): Jendela Akademika
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JendelaAkademika.102.04

Abstract

Stunting is a problem that being intensively addressed by the government and priority program at Puskesmas Sekaran which is the background for this Community Service activity. The existence of stunting cases in Gunungpati is caused by various factors, such as unprepared pregnancies, low birth weight babies, and low levels of exclusive breastfeeding. The aim of this activity is to increase young parents' knowledge about stunting, parenting, healthy homes and child nutrition so that it can help reduce stunting cases. This is due to several causal factors based on insufficient knowledge. Therefore, the method used is psychoeducation. The result of this service is an increase in the knowledge of young parents in the Gunungpati area as seen from the significant difference in results on the pre-test and post-test. The advice that can be given is that it would be better if this service program was carried out long term and sustainably. Apart from that, the target of activities should be expanded so that they can provide education not only to young parents, but also to the surrounding community so that they can participate in reducing stunting rates.
PEMANFAATAN JALUR PEDESTRIAN PADA AREA MIXED-USE DI JL. MT HARYONO (KORIDOR PETERONGAN-PEREMPATAN BANGKONG) Kinasih, Kania; Purwanto, Edi; Suprapti, Atiek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is based on a new design on the pedestrian ways on MT. Haryono Street corridor of the Peterongan-Bangkong intersection, because the Semarang City Government made several changes to the pedestrian lane design in several locations, one of which was on MT. Haryono Street. Through this new pedestrian ways design, researchers will associate with mixed areas or mixed-use areas in the corridor that will be examined based on factors and indicators of the mixed area and pedestrian ways design. The purpose of this study is to determine the utilization of pedestrian ways in the mixed-use area which gets the highest priority based on pedestrian path users. Field data and interview results on pedestrian path users obtained were then analyzed using a qualitative deductive method combined with quantitative through sampling with purposive sampling. And it was concluded that the highest utilization of the new design of pedestrian ways in the MT Haryono Street is a function and activity.Keyword: Pedestrian ways’ utilization, mixed-use area, MT. Haryono street corridor, fuction and activityAbstrak: Penelitian ini didasari oleh desain baru pada jalur pedestrian di Jalan MT. Haryono koridor Peterongan-Perempatan Bangkong, karena Pemerintah Kota Semarang melakukan beberapa perubahan terhadap desain jalur pedestrian di beberapa lokasi, salah satunya di Jalan MT. Haryono. Melalui desain jalur pedestrian yang baru ini, peneliti akan mengkaitkan dengan area campuran atau mixed-use area pada koridor tersebut yang akan diteliti berdasarkan faktor-faktor dan indikator area campuran dan desain jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan jalur pedestrian pada area mixed-use manakah yang mendapat prioritas paling besar berdasarkan pengguna jalur pedestrian. Data lapangan dan hasil wawancara pada pengguna jalur pedestrian yang didapat kemudian dianalisa menggunakan metode deduktif kualitatif yang dikombinasikan dengan kuantitatif melalui pengambilan sample dengan purposive sampling. Dan didapatkan kesimpulan pemanfaatan paling tinggi dari desain baru jalur pedestrian Jalan MT. Haryono adalah fungsi dan aktivitas.Kata Kunci: Pemanfaatan jalur pedestrian, area mixed-use, koridor Jalan MT. Haryono, fungsi dan aktivitas
KAJIAN TERHADAP REVITALISASI KOTA LAMA SEMARANG TAHUN 2020 Pratama, Syndu Yoga; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The revitalization of the old city of Semarang was carried out because of the strong tourism potential when viewed from history and economy, besides that there are regulations regarding conservation that resulted in the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) in 2016-2021 to respond to the coronation of the old city of Semarang as a tentative list ( 2015) with the aim of the UNESCO World Heritage status. The revitalization with the concept of "Little Netherland" is divided into several stages. In 2020, only 2 stages are known, namely the first stage which focuses on infrastructure and the second stage focuses on the construction of new landmarks in the form of museums. This study is more focused on the real results of the phase 1 revitalization which began in 2017 and was declared complete in mid-2020. If it is considered in general, Revitalization phase 1 is quite successful because it can revive the old city area both in terms of public interest and tourists and also the economy. because. However, in terms of history, architecture and planology, there are still many things that are considered odd, and if it is not immediately responded it will be a problem in the future, these things include: status of building ownership, vandalism, congestion, limited parking space, Incompatibility between the concept and DED, Failure to work on DED infrastructureAbstrak: Revitalisasi Kota lama Semarang, dilakukan karna adanya potensi wisata yang kuat jika ditinjau dari sejarah dan ekonomi, selain itu adanya regulasi mengenai konservasi yang menghasilkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada tahun 2016-2021 untuk merespon penobatan kota lama Semarang sebagai tentative list (2015) dengan tujuan status world Heritage dari UNESCO.Revitalisasi dengan konsep “Little Netherland” ini terbagi dalam beberapa tahap. Pada tahun 2020 ini baru 2 tahap yang diketahui yaitu tahap pertama yang berfokus pada infrastruktur dan tahap kedua berkokus pada pembangunan landmark baru berupa museum. kajian ini lebih difokuskan kepada hasil nyata revtalisasi tahap 1 yang dimulai sejak tahun 2017 dan dinyatakan selesai pada petengahan tahu 2020. Bila dinilai secara awam Revitalisasi tahap 1 ini cukup berhasil karna dapat menghidupkan kembali kawasan kota lama baik dari segi animo masyarakat dan wisatawan dan juga ekonomi karna. Namun jika ditinjau dari segi sejarah, arsitektur dan juga planologi masih banyak hal yang dinilai janggal, dan di indikasi bilamana tidak segera di respon akan menjadi permasalahan kedepanya, hal-hal tersebut antara lain: Status kepemiikan bangunan, Vandalisme, Kemacetan, Keterbatasan lahan parkir, Ketidak sesuaian antara konsep dan DED, Kegagalan pengerjaan DED infrastruktur
JALUR PEDESTRIAN SEBAGAI UNSUR FISIK PEMBENTUK KARAKTER VISUAL KORIDOR JALAN DIPONEGORO SALATIGA Joenso, Reivandy Christal; Purwanto, Edi; Wijayanti, Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Diponegoro Street is one of the main roads in Salatiga City which has a pedestrian lane with its own characteristics and can be a different identity from other roads. This characteristic can be seen in the presence of vegetation in the form of a row of large trees on the pedestrian path so that it can visually give character to the corridor of Jalan Diponegoro. In addition, the pedestrian revitalization carried out by the Salatiga City Government on Jalan Diponegoro looks quite interesting because visually it can provide perceptions that can influence the visual character of Jalan Diponegoro.. The purpose of this study was to determine the effect of pedestrian ways elements on the visual character of the corridor. The method used is an exploratory descriptive approach where the researcher acts as the main instrument in exploring and analyzing field data. The results showed that the pedestrian ways had a strong effect on the visual character formation of the corridor of Jalan Diponegoro Salatiga as a Dutch Colonial heritage area. The elements of pedestrian paths that have a strong influence are the elements of sidewalks, lighting, trash cans, seating, and vegetation. The existence of strong dominance in these elements is strengthened by the continuity of the Jalan Diponegoro Salatiga corridor so that it has a strong influence on the visual character of the corridor.Abstrak: Jalan Diponegoro merupakan salah satu jalan utama di Kota Salatiga yang memiliki jalur pedestrian dengan ciri khas tersendiri dan dapat menjadi identitas yang membedakannya dengan jalan lainnya. Ciri khas tersebut dapat dilihat dengan keberadaan vegetasi berupa deretan pohon besar di jalur pedestrian sehingga secara visual dapat memberikan karakter pada koridor Jalan Diponegoro. Selain itu, adanya revitalisasi jalur pejalan kaki yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Salatiga di Jalan Diponegoro terlihat cukup menarik karena secara visual dapat memberikan persepsi yang dapat mempengaruhi karakter visual Jalan Diponegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elemen-elemen alur pejalan kaki terhadap karakter visual koridor. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif eksploratif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam menggali dan menganalisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter visual koridor Jalan Diponegoro Salatiga sebagai kawasan peninggalan Kolonial Belanda. Elemen jalur pejalan kaki yang memiliki pengaruh kuat adalah elemen trotoar, lampu penerangan, tempat sampah, tempat duduk, dan vegetasi. Adanya dominasi yang kuat pada elemen-elemen tersebut diperkuat dengan adanya kontinuitas pada koridor Jalan Diponegoro Salatiga sehingga memberikan pengaruh yang kuat terhadap karakter visual koridor.
REVITALISASI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN Sonaesti, Ceratomia; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Semarang Old Town area has a row of historic buildings. Revitalization efforts have been made by the Government since 2017 to increase the attractiveness of the area in order to increase tourism potential in Semarang and to maintain the preservation of cultural heritage buildings. Currently, the condition of this area is getting better and more lively and attracts more visitors. However, so far there are various assumptions regarding of the Semarang Old City Area’s revitalization successness, so it is necessary to conduct a study to find out the problems that still exist to increase the successness of this area’s revitalization. This study was using a a comparative descriptive method. The evaluation results show that the revitalization of this area has not yet fully met the revitalization objectives, because although it has been able to improve its physical, economic and social qualities, it has not yet fully improved from a cultural perspective because there are still several problems, including street furniture, crowds concentrated in one area, volume of vehicles, infrastructure development, many unused buildings, vandalism and building facades differences. This is also not in accordance with the Government's vision of making this area a permanent list of "World Heritage Sites".Abstrak: Kawasan Kota Lama Semarang memiliki deretan bangunan bersejarah. Telah dilakukan upaya revitalisasi oleh Pemerintah terhadap Kawasan ini sejak tahun 2017 untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut dalam rangka meningkatkan potensi pariwisata di Kota Semarang serta untuk menjaga kelestarian bangunan-bangunan cagar budaya yang ada di kawasan tersebut. Saat ini kondisi Kawasan Kota Lama ini menjadi lebih baik dan lebih hidup serta menarik lebih banyak pengunjung. Namun selama ini terdapat berbagai macam anggapan mengenai keberhasilan revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui permasalahan yang masih ada untuk meningkatkan keberhasilan revitalisasi Kawasan ini. Evaluasi ini dilakukan dengan metode deskriptif komparasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa revitalisasi kawasan ini masih belum sepenuhnya memenuhi tujuan revitalisasi, karena meskipun telah mampu meningkatkan kualias fisik, ekonomi dan sosial, namun belum belum sepenuhnya meningkatkan dari sisi budaya karena masih terdapat beberapa permasalahan antara lain mengenai street furniture, keramaian yang terpusat di satu titik, volume kendaraan, pembangunan infrastruktur, banyak bangunan yang tidak dimanfaatkan, vandalisme serta perbedaan fasad bangunan. Hal tersebut juga belum sesuai dengan visi Pemerintah dalam menjadikan Kawasan ini sebagai daftar tetap “World Site Heritage”.
KAJIAN DESAIN STREETSCAPE KORIDOR SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG GREEN SUSTAINABLE ARCHITECTURE STUDI KASUS: JALAN TUNJUNGAN, KOTA SURABAYA Prabarini, Hanifah Fairuza; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Planning and development of streetscape architectural designs have become a necessity to implement green sustainable or environmentally friendly sustainable development. The City of Surabaya has many iconic areas, one of which is the streetscape of the Tunjungan Street. The results of the study show that the development is still paying attention to the beauty and aesthetics value without reducing the safety and comfort value for street users as a priority. There are several facilities that support street users such as the availability of trash cans, green open spaces, sidewalks, seats and suspension bridges, which also support bicycle users with parking facilities and special lanes for cyclists. Both day and night, the area provides a sense of comfort and safety to visitors with the availability of street lights that illuminate along the street. Several other facilities such as street signs and information boards also help in the effort to implement the green sustainable architecture. Based on these aspects and all the efforts that have been and are being carried out, the Surabaya City government as the person in charge of development, clearly indicates that it has made efforts to support Green Sustainable Architecture in the streetscape of the Tunjungan Street corridor.Abstrak: Perencanaan dan pembangunan desain arsitektur streetscape sudah menjadi keharusan untuk menerapkan green sustainable atau pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kota Surabaya memiliki banyak kawasan ikonik, salah satunya streetscape koridor Jalan Tunjungan. Hasil kajian terhadap desain streetscape koridor Jalan Tunjungan menunjukkan pembangunan kawasan jalan ini tetap memperhatikan nilai keindahan dan keestetikaannya tanpa mengurangi nilai keamanan serta kenyamanan bagi pengguna jalan sebagai prioritas. Terdapat beberapa fasilitas dan saranan yang menunjang bagi pengguna jalan seperti ketersediaan tempat sampah, ruang terbuka hijau, trotoar, tempat duduk dan jembatan gantung, yang juga menunjang bagi pengguna sepeda dengan adanya fasilitas tempat parkir dan jalur khusus pesepeda. Baik siang maupun malam hari, kawasan Jalan Tunjungan memberikan rasa kenyamanan serta keamanan bagi pengunjungnya dengan tersedianya lampu jalan yang menerangi sepanjang jalan. Beberapa fasilitas lain seperti rambu jalan dan papan informasi turut membantu dalam upaya implementasi green sustainable architektur. Berdasarkan aspek-aspek tersebut serta segala upaya yang sudah dan sedang dijalankan, pemerintah Kota Surabaya sebagai penanggung jawab pembangunan dan pengembangan, jelas mengindikasikan bahwa telah  mengupayakan untuk mendukung Green Sustainable Architecture pada streetscape koridor Jalan Tunjungan.
TIPOLOGI SETTING RUANG RUMAH PRODUKSI BATIK DI KAWASAN KAMPUNG BATIK BABAGAN LASEM Harsanti, Aprilia Dwiki; Pandelaki, Edward E.; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Lasem City is a city that is one of the cities that has a distinctive Batik in Indonesia, the batik center in Lasem is in Babagan Village. Babagan Batik Village is a unique batik village, where in 13 centuries ago Chinese people came and settled here so as to form cultural acculturation. This cultural acculturation causes a physical change that occurs in the buildings there, which are related to Batik Production. This underlies the typology of spatial settings in the Batik Production House building.This study aims to find out the Spatial Setting and Typology of the Batik Industry building located in Babagan Lasem Batik Village. In this study, the approach taken is descriptive qualitative method, which describes the relationship between data and findings qualitatively, grounded theory is used as a basis for finding gaps with field conditions. From the results of the analysis, it is found that in the batik production building there are several developments in typology and spatial settings, in the setting there are fixed, semi-fixed, non-fixed components as forming spaces, while based on typology it can be categorized as determining the basic form, determining the basic nature, and studying the development process.Keyword: Babagan Batik House, Spatial Setting, Typology.Abstrak: Kota Lasem adalah kota yang menjadi salah satu kota yang memiliki ke Khasan Batik di Indonesia, sentra batik yang ada di Lasem berada di Desa Babagan. Kampung Batik Babagan merupakan perkampungan batik yang unik, dimana pada 13 abad yang lalu orang-orang China dating dan menetao disini sehingga membentuk akulturasi budaya. Akulturasi budaya ini menimbulkan suatu perubahan fisik yang terjadi pada bangunan yang ada di sana, yang berkaitan dengan Produksi Batik. Hal ini mendasari tipologi setting ruang yang ada pada bangunan Rumah Produksi Batik.Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui Setting Ruang dan Tipologi pada bangunan Industri Batik yang berada di Kampung Batik Babagan Lasem. Dalam penelitian ini pendekatan yang diambil adalah metoda deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan antara hubungan data dan temuan secara kualitatif, grounded teori dipakai sebagai landasan mencari kesenjangan dengan kondisi lapangan. Dari hasil analisis didapat bahwa pada bangunan produksi batik terdapat beberapa pengembangan secara tipologi dan setting ruang, pada setting terdapat komponen fix, semi fix, non fix sebagai pembentuk ruang, sedangkan berdasarkan tipologi dapat dikategorikan menentukan bentuk dasar, menentukan sifat dasar, dan mempelajari proses perkembangan.Kata Kunci: Rumah Batik Babagan, Setting Ruang. Tipologi.
IMAJINASI PETA MENTAL PENYANDANG DISABILITAS NETRA TERHADAP KAWASAN SIMPANG LIMA SEMARANG Cahyadi, Tio Natalia Sari; Purwanto, Edi; Widjayanti, Widjayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Simpang Lima area is the center and icon of Semarang City, in the form of a public space that has various legitimacy and imaginability in the minds of each observer. In this study, the visually impaired person were selected as a sample of observers, highlighting how visually impaired person are able to recognize elements of urban identity in their own way. Using a qualitative descriptive approach method to find out how these elements of urban identity can be understood from the area structure by exploration, as well as how they feel after they experience a process of interaction in that environment. The data used in this study were obtained from interviews with several sources, including persons with visual disabilities as the main informants and administrators of the disability community and the Semarang city government as supporting informants. In addition, this research is also supported by data from various other literature related to visual disabilities and the development of the Simpang Lima area and is supported by the image of the city theory, mental maps or spatial cognition and neuroscience theory.The research results have proven, that the elements of identity in the image of a city that stand out and can be recognized by Visually Impaired Person are Landmarks and Path elements. That the image of the city's environment, ease of access, availability of facilities, involvement in the planning process, and adequate navigational features are very important in increasing the ability of Visually Impaired Person to be orientated. In addition, psychological factors such as feelings of security and comfort also play an important role in influencing the breadth of the exploration area for Visually Impaired Person. On the other hand, using a neuroscience theory approach shows that the brain's nervous system of Visually Impaired Person has the ability to process multisensory information from the built environment, including tactile and auditory information which will then produce emotional and meaningful responses to the built environment. There is also a relationship between past memory and the ability of Visually Impaired Person to recognize elements of urban identity, and the concept of attachment to a place can also influence the perception of Visually Impaired Person. This research provides enrichment of insights for planning a more inclusive and sustainable urban environment.The research area in this study is limited to the area along the Simpang Lima Semarang roundabout to a 100meter radius on the five road branches.Keyword: Visually Impaired Person, Mental Mapping, Simpang Lima Semarang AreaAbstrak: Kawasan Simpang Lima merupakan pusat Kota Semarang, berupa ruang publik yang memiliki legibilitas dan imajibilitas yang beragam dalam benak masing-masing pengamatnya. Pada penelitian ini dipilihlah para penyandang disabilitas netra yang akan menjadi sample pengamat, mengangkat akan bagaimana para penyandang disabilitas netra dengan keterbatasannya mampu mengenali akan elemen identitas perkotaan dengan cara mereka sendiri. Menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengetahui bagaimana elemen identitas perkotaan tersebut dapat dihapami dari sebuah struktur kawasan dengan cara penjelajahan peyandang disabilitas netra, serta bagaimana perasaan yang dirasakan dalam benak penyandang disabilitas netra setelah mereka mengalami suatu proses interaksi dalam lingkungan tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa sumber, diantaranya ialah para penyandang disabilitas netra sebagai informan utama dan pengurus komunitas disabilitas serta pemerintah kota semarang sebagai informan pendukung. Selain itu penelitian ini juga didukung oleh data dari berbagai literatur lain yang berkaitan dengan disabilitas netra serta perkembangan Kawasan Simpang Lima dan didukung oleh teori citra kota, peta mental atau kognisi spasial dan teori neuroscience. Hasil penelitian telah membuktikan, bahwa elemen identitas dalam citra sebuah kota yang menonjol dan dapat dikenali oleh para penyandang disabilitas netra ialah elemen Landmarks dan Path. Bahwa citra lingkungan kota, kemudahan akses, keberadaan fasilitas, keterlibatan dalam proses perencanaan, serta fitur navigasi yang memadai sangat penting dalam meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas netra untuk dapat berorientasi.  Selain itu, faktor psikologis seperti perasaan aman dan nyaman juga berperan penting dalam mempengaruhi luas jangkauan area penjelajahan penyandang disabilitas netra. Disisi lain, dengan menggunakan pendekatan teori neuroscience menunjukan bahwa sistem saraf otak para penyandang disabilitas netra memiliki kemampuan untuk memproses informasi multisensori dari lingkungan binaan, termasuk informasi taktil serta auditif yang kemudian akan menghasilkan respon emosi dan pemaknaan terhadap lingkungan binaan tersebut. Terdapat pula hubungan antara memori/kenangan masa lampau dan kemampuan penyandang disabilitas netra dalam mengenali elemen identitas perkotaan, serta konsep kelekatan pada sebuah tempat juga dapat mempengaruhi persepsi penyandang disabilitas netra. Penelitian ini memberikan pengkayaan wawasan bagi perencanaan lingkungan perkotaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Gambaran imajinasi peta mental yang digali pada penelitian ini mencakup pada area jalan disepanjang bundaran Kawasan Simpang Lima Semarang hingga radius 100meter pada kelima cabang jalannya.Kata Kunci: Disabilitas Netra, Peta Mental, Kawasan Simpang Lima Semarang
Examine how cultural beliefs and practices influence adolescents' knowledge of HIV/AIDS and their willingness to seek testing and treatment Purwanto, Edi; Ardianzyah, Muhamad Viki Nur
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1963

Abstract

HIV/AIDS remains a major health challenge among adolescents. Cultural beliefs and religious practices are believed to influence adolescents’ knowledge and their willingness to undergo testing and treatment. This study aims to examine the influence of cultural and religious beliefs on adolescents’ knowledge of HIV/AIDS and their willingness to seek testing and treatment. A cross-sectional quantitative approach was used involving 30 adolescents with structured questionnaires. Data were analyzed using chi-square tests and binary logistic regression in SPSS. The results showed no significant association between HIV knowledge and willingness to test (p=0.753). However, negative attitudes toward PLWHA significantly reduced the willingness to undergo testing (p=0.045), and religious influence showed a near-significant tendency toward affecting testing behavior (p≈0.064). It is concluded that attitudes toward PLWHA and religious values exert a greater influence than knowledge alone. Therefore, culturally and religiously sensitive interventions are needed to improve HIV testing awareness among adolescents.
Implementasi Program “Bekal Sehat Sekolah” sebagai Upaya Peningkatan Edukasi Gizi pada Anak Usia Dini di TK ABA 37 Malang, Jawa Timur Pratiwi, Indah Dwi; Purwanto, Edi; Anggraeni, Ni Ketut Putri; Rahmawati, Frizka Fauzia; Nuriyah, Fakihatun; Fahril, Imam; Robbi, Mohammad Jefri Ali
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1936

Abstract

Keterbatasan bekal sehat dan literasi gizi seimbang bagi anak sekolah pada orangtua masih merupakan tantangan bagi guru, dan orang tua. Permasalahan kesehatan yang sering muncul meliputi obesitas, konsumsi jajanan tidak sehat, serta asupan gula berlebihan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak prasekolah melalui intervensi bekal sehat sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melakukan implementasi program bekal sehat yang mencakup brainstorming untuk mengidentifikasi masalah, diskusi interaktif guna meningkatkan pemahaman gizi, serta cooking class sebagai pelatihan praktis menyiapkan makanan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman orang tua, dengan dibuktikan dengan adanya perubahan jenis bekal sekolah yang dibawa oleh siswa setelah program ini dijalankan, serta kesadaran guru akan pentingnya screening kesehatan berkala. Partisipasi aktif dan antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan, termasuk seminar, diskusi, dan sesi praktik. Dampak jangka panjang adalah perbaikan status kesehatan siswa melalui pemenuhan gizi optimal dan implementasi pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah. Program ini sekaligus menjadi model intervensi berbasis komunitas yang dapat diadopsi untuk pencegahan masalah gizi anak usia dini.
Co-Authors . Hadiwiyono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rauf Abdul Roup, Abdul Ade Budi Setiawan Ade Syoufa Adi Kurniawan Adillah, Meylia Afandi, Irvan Afriyanti, Siti Nur Laily Agung Budi Sardjono Agus Pujianto Agustine Dwianika Agustinus Purna Irawan Ahmad Basuki Akbar Sujiwa Alfandito, Muhammad Zidane Amalia Tetrani Sakya, Amalia Tetrani Amalia, Liliyani Nur Ambarwati, Retnoning Amdayani, Susilawati Amrozi Khamidi Andriani, Lutfi Tri Anggraeni, Ni Ketut Putri Anggrayni, Vidiyana Anis Ika Nur Rohmah anna wahidati Anugrah, Adhika Ibnu apriyan hendriyanto Aprodita Emma Yetti Ardianzyah, Muhamad Viki Nur ARI SUSILOWATI Arief Rahman Arisanti, Dian Asyhari Asyhari, Asyhari Atiek Suprapti atik suprapti Atmiasri AYUNINGTYAS, ROSYIDA Azainil Azainil Bambang Setioko Brilianti, Dani Fitria Budiharjo, Anton Bulan, Marcellina Cahyadi, Tio Natalia Sari Chaerul Anwar Chairul Huda Al Husna Charolina, Chika Helen Lola Cinta, Griselda Zahira Curtinawati, Rizki Fillya Dawan, Anil Deasy Olivia, Deasy Dewi , Cynthia Sari Dhiyaulhaq, Faradhifa Shafahana Dinartika, Amelia Djumilah Hadiwidjojo Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Edward Endriyanto Pandelaki, Edward Endriyanto edward pandelaki Euis Mufahamah Fahril, Imam Fairuz, Tariza Faqih Ruhyanudin Fauziah, Nita Fatma Febrianti, Elok Firdaus, Aina Aulia Fitra Handika Hutama Gumilang, Lingga Arta Gunadi Gunawan Hadi, Suprapto Harsanti, Aprilia Dwiki Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Haryaka, Usfandi Helmi Helmi Hendy Tannady Henik Tri Rahayu Hermina, Isnaini Hidayat, Hanif Himawan, Rifqi Huda, Rachmad Miftah Husin, Ahmad Husna, Layyinatul Imamah, Indah Nur Inayati, Nabilla Rahma Indah Dwi Pratiwi Indriani, Wiewiek Inggrida, Jedda Ayu Iratasya Rizky Ayundari, Iratasya Rizky Islamy, R Adharyan Jabbaar, Ghozi Abdul Jamilatus Syamsiah Anwar Joenso, Reivandy Christal Juwita, Desy Kania Kinasih Karlina, Nova Karwanto, Karwanto krisno akbar Kudadiri, Parlindungan Kurniawan, Basuki Kusuma Ratnawati Kusumamahanani, Fatma Laksana, Alfian Hudan Lazuardi Lazuardi LESTA yananda amardan, LESTA yananda Lestari, Sri Isfantin Puji M. Rimawan Maman Suherman Maryam Masyriqi, Zufarudin Al Maulidina, Rossyana Amelia Mochamad Nursalim Mohammad Iqbal Mabruri, Mohammad Iqbal Muhtadin, Imam Muji Rahayu Mulyadi, Fadli Nadhirah, Aulia Nar Herrhyanto Ngaisah Ngaisah, Ngaisah Nindiana, Rina Ningrum, Winda Widya Ningtyas, Nurmala Agustin Nulhakim, Lukman Nur Fauziah, Qori Nuriyah, Fakihatun Nurmasari, Shofiyah Nurul Huda Nuryanti, Feny Eka Oktarina, Devi Palimbunga, Febry Busri Pangestika, Intan Widya Parjanto Poromarto, Susilo Hambeg Prabang Sety PRABARINI, HANIFAH FAIRUZA Pramesty, Dewi Indah Pranoto, Ethys Prasetya, Yanto Budi Pratama, Syndu Yoga Pratikto, Aryo Priyanto, Yuda Galang Puji Astuti, Risma Pujianti, Amin Purnama, Septian Maulana Purwandari, Cornelia Ayu puspa ayu Putra, I Dewa Gede Tantara Tesa Putri, Fadillah Dwi Putri, Kharisma Disti Winsa R Siti Rukayah Raharjo, Suharto P Rahmawati Prihastuty, Rahmawati Rahmawati, Frizka Fauzia Rakhmanita, R Rakhmanita, Rakhmanita Ramadhani, Restu Ratna Juwita resza riskiyanto Rifai, Mukhamad Rinaldo, Rinaldo Rizwana, Zahra Ardya Robbi, Mohammad Jefri Ali Romadhani, Ahmad Rosalia, Tita Rukhayah, R. Siti Rusdianto, Moh. Sahri, Agus Salsabil , Syifa Hanifa Samanhudi Samanhudi Santi, Yanuarita Sari, Fevi Catur Wulan Sari, Liliana Chandra Sari Sari, Novita Yuliana Sattriedi Wahyu Binabar SETIYANINGSIH, ARY Setyaningrum, Dian Ftriana Setyaningrum, Dika Anjasmara Shelma , Ismy Alifia Siti Hasanah Sjarief, Rachman Soedarmanto, Soedarmanto Solehudin, Makmun sonaesti, ceratomia Sudarmi Sudarmi Sukamdiani Sulandjari Sulandjari, Sulandjari Sulhendri, Sulhendri Sumarni DW, Sumarni Sunardi Sunardi Supriyono Supriyono Supyani Supyani Suranto Tjiptowibisono Suratman Suratman Suryani Suryani Susanto, Eko Budi Susilowati Susilowati Sutono Sutono Sya'roni, Wahab Tanjung, Juita Taqiya, Nurul Rifqi Tedianto Tedianto teguh budianto Tehtae, Sareef Tini, Tini Titik Agustiyaningsih Titin Sakinah, Titin Tiwuk Herawati Tri Lestari Handayani Triatmono, Agus Ubaidillah, Zaqqi Uktolseja, Goklas Hendra Ulfaturrohmah, Lu'luatul Khoiriyyah 'Ulimat Umi Kalsum Usman Made Utami, Rahayu Budi Vivi Kurnia Putri Widia Ningsih, Widia Widiantara, I Wayan Andhika Widjayanti, Widjayanti Wijayanti . Wijayanti Wijayanti Wijonarko, Rizqi Willianto, Henoch Wisnu Agung, Wisnu Wisnu Prajogo, Wisnu Yani, Iis Yohanes Setiawan Yohanes Totok Suyoto Yuanita, Amelia Ratna Yunus, Ahmad Yurizal, Shalsabila Azzahra Putri