p-Index From 2021 - 2026
10.241
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. Jurnal Keperawatan Jurnal Teknik Industri JDM MODUL Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Jurnal Ilmu keperawatan AGROTEKBIS IMAJI EurekaMatika (Jurnal Online Matematika S1) JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Tesa Arsitektur Planta Tropika Nature: National Academic Journal of Architecture JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Arsitektur KOMPOSISI WIDYAKALA JOURNAL Jurnal SOLMA Jurnal Arsitektur ARCADE JEMA: Jurnal Ilmiah Bidang Akuntansi dan Manajemen Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA JURNAL AKUNIDA YUME : Journal of Management GEMA EKONOMI Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Menara Perkebunan Asian Journal of Agriculture Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Health Information : Jurnal Penelitian JKEP : Jurnal Keperawatan Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Science Midwifery Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) SEMAR Jurnal Litbang Kota Pekalongan International Journal of Business, Law, and Education Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains Jejaring Administrasi Publik (JAP) KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Eurekamatika TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Jurnal Talenta Sipil Journal of Economics Research and Policy Studies JURNAL SABHANGA Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Technologica Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur Journal of Educational and Cultural Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat STIE Surakarta (DIMASETA) International Journal of Application on Economics and Business JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Journal of Agrosociology and Sustainability Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Jurnal Hukum dan Keadilan Jendela Akademika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Aspiration of Health Journal PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Riau Jurnal Teknik Informatika SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur Holistik Jurnal Kesehatan Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Jurnal Arsitektur ARCADE Educational Psychology Journal Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan dharma wiyata
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN TERHADAP REVITALISASI KOTA LAMA SEMARANG TAHUN 2020 Pratama, Syndu Yoga; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The revitalization of the old city of Semarang was carried out because of the strong tourism potential when viewed from history and economy, besides that there are regulations regarding conservation that resulted in the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) in 2016-2021 to respond to the coronation of the old city of Semarang as a tentative list ( 2015) with the aim of the UNESCO World Heritage status. The revitalization with the concept of "Little Netherland" is divided into several stages. In 2020, only 2 stages are known, namely the first stage which focuses on infrastructure and the second stage focuses on the construction of new landmarks in the form of museums. This study is more focused on the real results of the phase 1 revitalization which began in 2017 and was declared complete in mid-2020. If it is considered in general, Revitalization phase 1 is quite successful because it can revive the old city area both in terms of public interest and tourists and also the economy. because. However, in terms of history, architecture and planology, there are still many things that are considered odd, and if it is not immediately responded it will be a problem in the future, these things include: status of building ownership, vandalism, congestion, limited parking space, Incompatibility between the concept and DED, Failure to work on DED infrastructureAbstrak: Revitalisasi Kota lama Semarang, dilakukan karna adanya potensi wisata yang kuat jika ditinjau dari sejarah dan ekonomi, selain itu adanya regulasi mengenai konservasi yang menghasilkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada tahun 2016-2021 untuk merespon penobatan kota lama Semarang sebagai tentative list (2015) dengan tujuan status world Heritage dari UNESCO.Revitalisasi dengan konsep “Little Netherland” ini terbagi dalam beberapa tahap. Pada tahun 2020 ini baru 2 tahap yang diketahui yaitu tahap pertama yang berfokus pada infrastruktur dan tahap kedua berkokus pada pembangunan landmark baru berupa museum. kajian ini lebih difokuskan kepada hasil nyata revtalisasi tahap 1 yang dimulai sejak tahun 2017 dan dinyatakan selesai pada petengahan tahu 2020. Bila dinilai secara awam Revitalisasi tahap 1 ini cukup berhasil karna dapat menghidupkan kembali kawasan kota lama baik dari segi animo masyarakat dan wisatawan dan juga ekonomi karna. Namun jika ditinjau dari segi sejarah, arsitektur dan juga planologi masih banyak hal yang dinilai janggal, dan di indikasi bilamana tidak segera di respon akan menjadi permasalahan kedepanya, hal-hal tersebut antara lain: Status kepemiikan bangunan, Vandalisme, Kemacetan, Keterbatasan lahan parkir, Ketidak sesuaian antara konsep dan DED, Kegagalan pengerjaan DED infrastruktur
JALUR PEDESTRIAN SEBAGAI UNSUR FISIK PEMBENTUK KARAKTER VISUAL KORIDOR JALAN DIPONEGORO SALATIGA Joenso, Reivandy Christal; Purwanto, Edi; Wijayanti, Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Diponegoro Street is one of the main roads in Salatiga City which has a pedestrian lane with its own characteristics and can be a different identity from other roads. This characteristic can be seen in the presence of vegetation in the form of a row of large trees on the pedestrian path so that it can visually give character to the corridor of Jalan Diponegoro. In addition, the pedestrian revitalization carried out by the Salatiga City Government on Jalan Diponegoro looks quite interesting because visually it can provide perceptions that can influence the visual character of Jalan Diponegoro.. The purpose of this study was to determine the effect of pedestrian ways elements on the visual character of the corridor. The method used is an exploratory descriptive approach where the researcher acts as the main instrument in exploring and analyzing field data. The results showed that the pedestrian ways had a strong effect on the visual character formation of the corridor of Jalan Diponegoro Salatiga as a Dutch Colonial heritage area. The elements of pedestrian paths that have a strong influence are the elements of sidewalks, lighting, trash cans, seating, and vegetation. The existence of strong dominance in these elements is strengthened by the continuity of the Jalan Diponegoro Salatiga corridor so that it has a strong influence on the visual character of the corridor.Abstrak: Jalan Diponegoro merupakan salah satu jalan utama di Kota Salatiga yang memiliki jalur pedestrian dengan ciri khas tersendiri dan dapat menjadi identitas yang membedakannya dengan jalan lainnya. Ciri khas tersebut dapat dilihat dengan keberadaan vegetasi berupa deretan pohon besar di jalur pedestrian sehingga secara visual dapat memberikan karakter pada koridor Jalan Diponegoro. Selain itu, adanya revitalisasi jalur pejalan kaki yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Salatiga di Jalan Diponegoro terlihat cukup menarik karena secara visual dapat memberikan persepsi yang dapat mempengaruhi karakter visual Jalan Diponegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elemen-elemen alur pejalan kaki terhadap karakter visual koridor. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif eksploratif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam menggali dan menganalisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter visual koridor Jalan Diponegoro Salatiga sebagai kawasan peninggalan Kolonial Belanda. Elemen jalur pejalan kaki yang memiliki pengaruh kuat adalah elemen trotoar, lampu penerangan, tempat sampah, tempat duduk, dan vegetasi. Adanya dominasi yang kuat pada elemen-elemen tersebut diperkuat dengan adanya kontinuitas pada koridor Jalan Diponegoro Salatiga sehingga memberikan pengaruh yang kuat terhadap karakter visual koridor.
REVITALISASI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN Sonaesti, Ceratomia; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Semarang Old Town area has a row of historic buildings. Revitalization efforts have been made by the Government since 2017 to increase the attractiveness of the area in order to increase tourism potential in Semarang and to maintain the preservation of cultural heritage buildings. Currently, the condition of this area is getting better and more lively and attracts more visitors. However, so far there are various assumptions regarding of the Semarang Old City Area’s revitalization successness, so it is necessary to conduct a study to find out the problems that still exist to increase the successness of this area’s revitalization. This study was using a a comparative descriptive method. The evaluation results show that the revitalization of this area has not yet fully met the revitalization objectives, because although it has been able to improve its physical, economic and social qualities, it has not yet fully improved from a cultural perspective because there are still several problems, including street furniture, crowds concentrated in one area, volume of vehicles, infrastructure development, many unused buildings, vandalism and building facades differences. This is also not in accordance with the Government's vision of making this area a permanent list of "World Heritage Sites".Abstrak: Kawasan Kota Lama Semarang memiliki deretan bangunan bersejarah. Telah dilakukan upaya revitalisasi oleh Pemerintah terhadap Kawasan ini sejak tahun 2017 untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut dalam rangka meningkatkan potensi pariwisata di Kota Semarang serta untuk menjaga kelestarian bangunan-bangunan cagar budaya yang ada di kawasan tersebut. Saat ini kondisi Kawasan Kota Lama ini menjadi lebih baik dan lebih hidup serta menarik lebih banyak pengunjung. Namun selama ini terdapat berbagai macam anggapan mengenai keberhasilan revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui permasalahan yang masih ada untuk meningkatkan keberhasilan revitalisasi Kawasan ini. Evaluasi ini dilakukan dengan metode deskriptif komparasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa revitalisasi kawasan ini masih belum sepenuhnya memenuhi tujuan revitalisasi, karena meskipun telah mampu meningkatkan kualias fisik, ekonomi dan sosial, namun belum belum sepenuhnya meningkatkan dari sisi budaya karena masih terdapat beberapa permasalahan antara lain mengenai street furniture, keramaian yang terpusat di satu titik, volume kendaraan, pembangunan infrastruktur, banyak bangunan yang tidak dimanfaatkan, vandalisme serta perbedaan fasad bangunan. Hal tersebut juga belum sesuai dengan visi Pemerintah dalam menjadikan Kawasan ini sebagai daftar tetap “World Site Heritage”.
TIPOLOGI SETTING RUANG RUMAH PRODUKSI BATIK DI KAWASAN KAMPUNG BATIK BABAGAN LASEM Harsanti, Aprilia Dwiki; Pandelaki, Edward E.; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Lasem City is a city that is one of the cities that has a distinctive Batik in Indonesia, the batik center in Lasem is in Babagan Village. Babagan Batik Village is a unique batik village, where in 13 centuries ago Chinese people came and settled here so as to form cultural acculturation. This cultural acculturation causes a physical change that occurs in the buildings there, which are related to Batik Production. This underlies the typology of spatial settings in the Batik Production House building.This study aims to find out the Spatial Setting and Typology of the Batik Industry building located in Babagan Lasem Batik Village. In this study, the approach taken is descriptive qualitative method, which describes the relationship between data and findings qualitatively, grounded theory is used as a basis for finding gaps with field conditions. From the results of the analysis, it is found that in the batik production building there are several developments in typology and spatial settings, in the setting there are fixed, semi-fixed, non-fixed components as forming spaces, while based on typology it can be categorized as determining the basic form, determining the basic nature, and studying the development process.Keyword: Babagan Batik House, Spatial Setting, Typology.Abstrak: Kota Lasem adalah kota yang menjadi salah satu kota yang memiliki ke Khasan Batik di Indonesia, sentra batik yang ada di Lasem berada di Desa Babagan. Kampung Batik Babagan merupakan perkampungan batik yang unik, dimana pada 13 abad yang lalu orang-orang China dating dan menetao disini sehingga membentuk akulturasi budaya. Akulturasi budaya ini menimbulkan suatu perubahan fisik yang terjadi pada bangunan yang ada di sana, yang berkaitan dengan Produksi Batik. Hal ini mendasari tipologi setting ruang yang ada pada bangunan Rumah Produksi Batik.Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui Setting Ruang dan Tipologi pada bangunan Industri Batik yang berada di Kampung Batik Babagan Lasem. Dalam penelitian ini pendekatan yang diambil adalah metoda deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan antara hubungan data dan temuan secara kualitatif, grounded teori dipakai sebagai landasan mencari kesenjangan dengan kondisi lapangan. Dari hasil analisis didapat bahwa pada bangunan produksi batik terdapat beberapa pengembangan secara tipologi dan setting ruang, pada setting terdapat komponen fix, semi fix, non fix sebagai pembentuk ruang, sedangkan berdasarkan tipologi dapat dikategorikan menentukan bentuk dasar, menentukan sifat dasar, dan mempelajari proses perkembangan.Kata Kunci: Rumah Batik Babagan, Setting Ruang. Tipologi.
Examine how cultural beliefs and practices influence adolescents' knowledge of HIV/AIDS and their willingness to seek testing and treatment Purwanto, Edi; Ardianzyah, Muhamad Viki Nur
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1963

Abstract

HIV/AIDS remains a major health challenge among adolescents. Cultural beliefs and religious practices are believed to influence adolescents’ knowledge and their willingness to undergo testing and treatment. This study aims to examine the influence of cultural and religious beliefs on adolescents’ knowledge of HIV/AIDS and their willingness to seek testing and treatment. A cross-sectional quantitative approach was used involving 30 adolescents with structured questionnaires. Data were analyzed using chi-square tests and binary logistic regression in SPSS. The results showed no significant association between HIV knowledge and willingness to test (p=0.753). However, negative attitudes toward PLWHA significantly reduced the willingness to undergo testing (p=0.045), and religious influence showed a near-significant tendency toward affecting testing behavior (p≈0.064). It is concluded that attitudes toward PLWHA and religious values exert a greater influence than knowledge alone. Therefore, culturally and religiously sensitive interventions are needed to improve HIV testing awareness among adolescents.
Implementasi Program “Bekal Sehat Sekolah” sebagai Upaya Peningkatan Edukasi Gizi pada Anak Usia Dini di TK ABA 37 Malang, Jawa Timur Pratiwi, Indah Dwi; Purwanto, Edi; Anggraeni, Ni Ketut Putri; Rahmawati, Frizka Fauzia; Nuriyah, Fakihatun; Fahril, Imam; Robbi, Mohammad Jefri Ali
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1936

Abstract

Keterbatasan bekal sehat dan literasi gizi seimbang bagi anak sekolah pada orangtua masih merupakan tantangan bagi guru, dan orang tua. Permasalahan kesehatan yang sering muncul meliputi obesitas, konsumsi jajanan tidak sehat, serta asupan gula berlebihan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak prasekolah melalui intervensi bekal sehat sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melakukan implementasi program bekal sehat yang mencakup brainstorming untuk mengidentifikasi masalah, diskusi interaktif guna meningkatkan pemahaman gizi, serta cooking class sebagai pelatihan praktis menyiapkan makanan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman orang tua, dengan dibuktikan dengan adanya perubahan jenis bekal sekolah yang dibawa oleh siswa setelah program ini dijalankan, serta kesadaran guru akan pentingnya screening kesehatan berkala. Partisipasi aktif dan antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan, termasuk seminar, diskusi, dan sesi praktik. Dampak jangka panjang adalah perbaikan status kesehatan siswa melalui pemenuhan gizi optimal dan implementasi pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah. Program ini sekaligus menjadi model intervensi berbasis komunitas yang dapat diadopsi untuk pencegahan masalah gizi anak usia dini.
Comparative Study of Short Video and E-Booklet Media in Enhancing Students’ Understanding of Traffic Safety Uktolseja, Goklas Hendra; Brilianti, Dani Fitria; Basuki, Ahmad; Purwanto, Edi
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 1 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i1.7333

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of learning media in the form of short videos and e-booklets in improving students' understanding of traffic safety among ninth-grade students at SMP Negeri 7 Samarinda. This study employs a quantitative approach using a quasi-experimental method and a pre-test and post-test control group design. Data were collected through comprehension tests administered before and after the intervention, supplemented by interviews, observations, and documentation as primary data. Additionally, secondary data were gathered through relevant literature reviews to strengthen the theoretical foundation and analysis. The population in this study consisted of 871 students, and 60 students were selected as samples using purposive sampling. The samples were divided into two equal groups, the first group using short video media and the second group using e-booklet media in learning. Data were analyzed using the Liliefors normality test and the Independent Samples T-Test. The results of the study indicate that both media contribute positively to improving student understanding. Although the difference between the two media is not statistically significant, the average understanding score of students in the short video group is higher than that of the e-booklet group. Thus, it can be concluded that short video media tends to be more effective in practice in improving students' understanding of traffic safety compared to e-booklets. Therefore, teachers and educators are advised to optimize the use of short videos as an attractive, concise, and interactive learning medium.
Sustainable Cities and Communities: Bibliometric Analysis of Research Trends and Scholarly Networks Purwandari, Cornelia Ayu; Purwanto, Edi; Dewi , Cynthia Sari; Salsabil , Syifa Hanifa
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 6 No. 1 (2025): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v6i1.1154

Abstract

This study presents a comprehensive bibliometric analysis of research trends, collaboration networks, and thematic developments within Sustainable Cities and Communities, aligning with Sustainable Development Goal 11 (SDG 11). Using the Scopus database, 107 relevant documents published between 1998 and 2024 were analyzed to identify patterns in scholarly output, publication types, influential sources, and international co-authorship. VOSviewer software was employed to generate visualizations, including co-authorship by country, keyword co-occurrence networks, temporal evolution, and density mapping of research focus areas. The findings reveal a significant increase in publication activity post-2015, following the global adoption of the 2030 Agenda. The United Kingdom, Netherlands, and Italy emerged as key contributors to international research collaborations. Thematic clusters primarily revolve around urban planning, sustainability frameworks, climate change, and SDG monitoring. Recent trends show a growing emphasis on climate adaptation and community engagement in urban sustainability. This study provides a structured overview of the intellectual landscape in sustainable urban development and highlights emerging research priorities. The insights can support scholars, policymakers, and practitioners in understanding the field's evolution and identify future directions for interdisciplinary and policy-relevant research.
Prioritas Pelayanan Perbaikan Kerusakan Peralatan Pendukung Perkuliahan Menggunakan Metode Topsis (Studi Kasus di STMIK Amik Riau) Kudadiri, Parlindungan; Gunadi; Purwanto, Edi
Riau Jurnal Teknik Informatika Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Prodi Teknik Informatika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/rjti.v4i2.3451

Abstract

Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan Komputer AMIK Riau (STMIK Amik Riau) merupakan salah satu perguruan tinggi komputer pertama di Provinsi riau yang terletak di kota pekanbaru. Setiap kampus memiliki peralatan pendukung perkuliahan untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar. Peralatan pendukung perkuliahan sangat penting untuk di perhatikan karena dengan peralatan yang baik dan memadai maka proses perkuliahan dapat di lakukan dengan baik dan lancar. Permasalahan yang terjadi yaitu dalam menentukan prioritas pelayanan perbaikan yang mana harus didahulukan berdasarkan jenis kerusakan, intensitas pemakaian, biaya perbaikan dan kebutuhan. Sesuai dengan uraian yang di jelaskan sebelumnya maka dibuat suatu sistem yang dapat memutuskan prioritas pelayanan perbaikan kerusakan peralatan pendukung perkuliahan menggunakan metode TOPSIS. Hasil ujicoba mengunakan Metode TOPSIS menunjukkan nilai kecocokan urutan prioritas perbaikan dengan urutan sebenarnya pada tahun 2016 sebesar 83,3333% dan pada tahun 2017 sebesar 91,6667%.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan dan sikap remaja terhadap HIV/AIDS: Analisa Data Sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 Purwanto, Edi; Cinta, Griselda Zahira
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.986

Abstract

Background: Adolescents are residents aged 10–19 years. The number of Indonesian adolescents aged 10–19 years reaches around 43.5 million people, equivalent to 18% of the total population. It was recorded in 2014 that there were around 1.2 billion adolescents in the world, which also includes 18% of the global population. Adolescents are more vulnerable than adults to unplanned pregnancies, sexually transmitted diseases and HIV/AIDS. The level of adolescent knowledge about healthy lifestyles and information on various diseases is very minimal. In 2021, it was recorded that 650,000 people died from HIV, while around 1.5 million people were infected with the virus. To prevent the worst-case scenario, namely 7.7 million HIV-related deaths in the next ten years, a significant increase in prevention efforts is needed. Purpose: To determine factors related to adolescent knowledge and attitudes towards HIV/AIDS. Method: Quantitative research with cross-sectional design to analyze factors related to adolescent knowledge and attitudes towards HIV/AIDS. Information in this study refers to secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS). For analysis purposes, researchers combined three datasets, namely IDBR71FL (Birth Code), IDCR71FL (Couple Code), and IDHR71FL (Household Code) to find relevant variables. Based on the inclusion criteria with stratified random sampling technique, the number of samples used was 168 respondents. The collected data were analyzed using chi square. Results: The majority of respondents had high school education as many as 96 (57.1%), lived in urban areas as many as 117 respondents (69.6%), did not get knowledge about HIV/AIDS as many as 132 (78.6%), did not get information about HIV/AIDS as many as 119 (70.8%), and most respondents did not get HIV/AIDS School as many as 110 (65.5%). Based on the chi square test, the most dominant variable was age (p value = 0.000). Conclusion: There is an increase in adolescent knowledge and attitudes about HIV-AIDS through school-based education programs (HIV/AIDS Schools). Age factors have the most dominant influence on adolescent knowledge and attitudes towards HIV/AIDS. Suggestion: It is hoped that further researchers can conduct analysis and interventions with more specific factors to see the increase in adolescent knowledge and attitudes towards HIV/AIDS.   Keywords: Adolescents; Attitude; HIV/AIDS; Knowledge.   Pendahuluan: Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10–19 tahun. Jumlah remaja Indonesia dalam rentang usia 10–19 tahun mencapai sekitar 43.5 juta jiwa, setara dengan 18% dari total penduduk. Tercatat pada tahun 2014 bahwa terdapat sekitar 1.2 miliar remaja di dunia, yang juga mencakup 18% dari populasi global. Remaja lebih rentan daripada orang dewasa dari kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Tingkat pengetahuan remaja tentang pola hidup sehat dan informasi berbagai penyakit sangat minim. Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 650.000 orang meninggal akibat HIV, sementara sekitar 1.5 juta orang terinfeksi virus tersebut. Untuk mencegah skenario terburuk, yakni terjadinya 7.7 juta kematian terkait HIV dalam sepuluh tahun ke depan, diperlukan peningkatan yang signifikan dalam upaya penanggulangan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan dan sikap remaja terhadap HIV/AIDS. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis faktor yang berhubungan terhadap pengetahuan dan sikap remaja terhadap HIV/AIDS. Informasi dalam riset ini merujuk pada data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Bagi keperluan analisis, peneliti mengombinasikan tiga dataset yaitu IDBR71FL (Births Recode), IDCR71FL (Couples Recode), dan IDHR71FL (Household Recode) guna menemukan variabel yang relevan. Berdasarkan kriteria inklusi dengan teknik stratified random sampling, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 168 responden. Data akumulasi dianalisis menggunakan chi square. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 96 (57.1%), wilayah tempat tinggal di perkotaan sebanyak 117 responden (69.6%), tidak mendapatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 132 (78.6%), tidak mendapatkan informasi tentang HIV/AIDS sebanyak 119 (70.8%), dan sebagian besar responden tidak mendapatkan HIV/AIDS School sebanyak 110 (65.5%). Berdasarkan uji chi square, variabel paling dominan adalah usia (p-value=0.000). Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS melalui program pendidikan berbasis sekolah (HIV/AIDS School). Faktor usia memiliki pengaruh paling dominan terhadap pengetahuan dan sikap remaja terhadap HIV/AIDS. Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan analisa dan intervensi dengan faktor yang lebih spesifik untuk melihat peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap HIV/AIDS.   Kata Kunci: HIV/AIDS; Pengetahuan; Remaja; Sikap.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rauf Abdul Roup, Abdul Ade Budi Setiawan Ade Syoufa Adi Kurniawan Adi Ratriyanto Adillah, Meylia Afandi, Irvan Afriyanti, Siti Nur Laily Agung Budi Sardjono Agus Pujianto Agustinus Purna Irawan Ahmad Basuki Ahmad Yunus Akbar Sujiwa Alfandito, Muhammad Zidane Amalia Tetrani Sakya, Amalia Tetrani Amalia, Liliyani Nur Ambarwati, Retnoning Amrozi Khamidi Anggraeni, Ni Ketut Putri Anggrayni, Vidiyana Anif Nur Artanti, Anif Nur Anis Ika Nur Rohmah anna wahidati apriyan hendriyanto Aprodita Emma Yetti Ardianzyah, Muhamad Viki Nur ARI SUSILOWATI Arief Rahman Arisanti, Dian Asyhari Asyhari, Asyhari Atiek Suprapti atik suprapti Atmiasri Azainil Azainil Bambang Pujiasmanto Bambang Setioko Brilianti, Dani Fitria Budiharjo, Anton Bulan, Marcellina Chaerul Anwar Chairul Huda Al Husna Charolina, Chika Helen Lola Cinta, Griselda Zahira Cornelia Ayu Purwandari Curtinawati, Rizki Fillya Dawan, Anil Deasy Olivia, Deasy Dewi , Cynthia Sari Dhiyaulhaq, Faradhifa Shafahana Dinartika, Amelia Dini Hariyanti Djumilah Hadiwidjojo Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Edward Endriyanto Pandelaki, Edward Endriyanto edward pandelaki ENDANG YUNIASTUTI Euis Mufahamah Fahril, Imam Fairuz, Tariza Faqih Ruhyanudin Fauziah, Nita Fatma Firdaus, Aina Aulia Fironika Kusumadewi, Rida Fitra Handika Hutama Gumilang, Lingga Arta Gunadi Gunadi Gunadi Gunawan Hadi, Suprapto Harsanti, Aprilia Dwiki Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Haryaka, Usfandi Helmi Helmi Henik Tri Rahayu Hermina, Isnaini Hidayat, Hanif Himawan, Rifqi Huda, Muhammadiyah Nujulul Huda, Rachmad Miftah Husin, Ahmad Husna, Layyinatul Ida Rumia Manurung Imam Muhtadin Imamah, Indah Nur Inayati, Nabilla Rahma Indah Dwi Pratiwi Indriani, Wiewiek Iratasya Rizky Ayundari, Iratasya Rizky Jabbaar, Ghozi Abdul Jamilatus Syamsiah Anwar Joenso, Reivandy Christal Juwita, Desy Kania Kinasih Karlina, Nova Karwanto, Karwanto krisno akbar Kudadiri, Parlindungan Kusuma Ratnawati Kusumamahanani, Fatma Laksana, Alfian Hudan Lazuardi Lazuardi LESTA yananda amardan, LESTA yananda Lestari, Sri Isfantin Puji M. Rimawan Maman Suherman Maryam Masyriqi, Zufarudin Al Maulidina, Rossyana Amelia Mochamad Nursalim Mohammad Iqbal Mabruri, Mohammad Iqbal Muji Rahayu Nandariyah, Nandariyah Nar Herrhyanto Ngaisah Ngaisah, Ngaisah Nindiana, Rina Ningrum, Winda Widya Ningtyas, Nurmala Agustin Nulhakim, Lukman Nuriyah, Fakihatun Nurul Huda Nuryanti, Feny Eka Oktarina, Devi Palimbunga, Febry Busri Pangestika, Intan Widya Paramasari Dirgahayu Parjanto Prabang Sety Pramesty, Dewi Indah Pranoto, Ethys Prasetya, Yanto Budi Pratama, Syndu Yoga Pratikto, Aryo Priyanto, Yuda Galang Puji Astuti, Risma Pujianti, Amin puspa ayu Putra, I Dewa Gede Tantara Tesa Putri, Fadillah Dwi Putri, Kharisma Disti Winsa R Siti Rukayah Raharjo, Suharto P Rahmawati Prihastuty, Rahmawati Rahmawati, Frizka Fauzia Rakhmanita, R Rakhmanita, Rakhmanita Ramadhani, Restu Ratna Juwita resza riskiyanto Rifai, Mukhamad Rinaldo, Rinaldo Rizwana, Zahra Ardya Robbi, Mohammad Jefri Ali Romadhani, Ahmad Rosalia, Tita Rukhayah, R. Siti Rusdianto, Moh. Sahri, Agus Samanhudi Santi, Yanuarita Sari, Fevi Catur Wulan Sari, Liliana Chandra Sari Sari, Novita Yuliana Sattriedi Wahyu Binabar SETIYANINGSIH, ARY Setyaningrum, Dian Ftriana Setyaningrum, Dika Anjasmara Shelma , Ismy Alifia Sigit PRASTOWO Siti Hasanah Sjarief, Rachman Soedarmanto, Soedarmanto Solehudin, Makmun Solikhun, Muhamad sonaesti, ceratomia Sri Hartati Sri Mulyani Sudarmi Sudarmi Sukamdiani Sulandjari Sulandjari, Sulandjari Sulhendri, Sulhendri Sumarni DW, Sumarni Sunardi Sunardi Supriyono Supriyono Suranto Tjiptowibisono Suratman Suratman Suryani Suryani Susanto, Eko Budi Susilawati Amdayani Susilowati Susilowati Sutono Sutono Sya'roni, Wahab Syifa Hanifa Salsabil Tanjung, Juita Taqiya, Nurul Rifqi Tedianto Tedianto teguh budianto Tini, Tini Titik Agustiyaningsih Titin Sakinah, Titin Tiwuk Herawati Tri Lestari Handayani Triatmono, Agus Ubaidillah, Zaqqi Uktolseja, Goklas Hendra Ulfaturrohmah, Lu'luatul Khoiriyyah 'Ulimat Umi Kalsum Usman Made Utami, Rahayu Budi Venty Suryanti Vivi Kurnia Putri Widia Ningsih, Widia Widiantara, I Wayan Andhika Wijayanti . Wijayanti Wijayanti Wijonarko, Rizqi Willianto, Henoch Wisnu Agung, Wisnu Wisnu Prajogo, Wisnu Yani, Iis Yohanes Setiawan Yuanita, Amelia Ratna Yurizal, Shalsabila Azzahra Putri