p-Index From 2021 - 2026
10.794
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. Jurnal Keperawatan Jurnal Teknik Industri TEKNIK MODUL Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Jurnal Ilmu keperawatan AGROTEKBIS IMAJI EurekaMatika (Jurnal Online Matematika S1) JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Tesa Arsitektur Planta Tropika Nature: National Academic Journal of Architecture JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Arsitektur KOMPOSISI WIDYAKALA JOURNAL Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi Jurnal SOLMA Jurnal Arsitektur ARCADE JEMA: Jurnal Ilmiah Bidang Akuntansi dan Manajemen WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA JURNAL AKUNIDA YUME : Journal of Management GEMA EKONOMI Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Menara Perkebunan Asian Journal of Agriculture Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Keperawatan (JKEP) Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Science Midwifery Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Litbang Kota Pekalongan International Journal of Business, Law, and Education Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains Jejaring Administrasi Publik (JAP) KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Eurekamatika TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Jurnal Talenta Sipil Journal of Economics Research and Policy Studies DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment JURNAL SABHANGA Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur Journal of Educational and Cultural Studies Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat STIE Surakarta (DIMASETA) Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan International Journal of Application on Economics and Business JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Journal of Agrosociology and Sustainability Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Jurnal Hukum dan Keadilan Al'Adalah Jendela Akademika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Aspiration of Health Journal PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Riau Jurnal Teknik Informatika SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur Holistik Jurnal Kesehatan Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Jurnal Arsitektur ARCADE JURNAL SATYA MANDIRI MANAJEMEN DAN BISNIS Educational Psychology Journal Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan dharma wiyata
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MODUL

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KINERJA SPASIAL RUMAH SUSUN KAITANNYA DENGAN KEPUASAN PENGHUNI Pandelaki, Edward Endriyanto; Purwanto, Edi; Olivia, Deasy; Agung, Wisnu
MODUL Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.73 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.2.2015.85-106

Abstract

Permasalahan pengadaan perumahan bagi golongan menengah bawah berawal dari masalah keterbatasan dalam penyediaan lahan, yang berkaitan erat dengan jumlah penduduk yang semakin padat. Masalah keterbatasan penyediaan lahan di perkotaan merupakan masalah yang dialami oleh semua kota-kota di Indonesia termasuk kota Salatiga.  Sebab itu, menurut pemerintah penyediaan perumahan bagi masyarakat tidak lagi dapat dibuat ke arah horisontal, tetapi ke arah vertikal, yaitu rumah susun bagi masyarakat menengah bawah. Rumah susun sewa sederhana atau rusunawa yang menjadi objek penelitian ini terletak di Kelurahan Cabean, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Bangunan yang terdiri  196 unit ruang dengan luas 24 m2 dan terdiri empat lantai ini diperuntukkan bagi masyarakat Kota Salatiga, khususnya bagi mereka yang belum memiliki tempat tinggal. Rusunawa ini mempunyai kamar tamu, satu kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur serta balkon dan mulai dihuni pada tahun 2012. Selama hampir 3 tahun dihuni, rumah susun sewa ini sudah barang tentu dapat diketahui kinerjasapsialnya dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan penghuninya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk kinerja spasial rumah susun sewa kaitannya dengan tingkat kepuasan penghuni di rusunawa Kelurahan Cabean, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif.  Jumlah sampel sebanyak 100 responden dari populasi sebanyak 196 responden. Teknik pengukuran menggunakan kuesioner dengan metode pengukuran sikap, dan analisis data menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat sebelas faktor dari variabel faktor pembentuk kinerja spasial rumah susun di atas signifikan menjadi faktor kinerja spasial rumah susun kaitannya dengan kepuasan penghuni sebesar 78,038%, dan 21,962% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.
Korelasi Tingkat Pemahaman Penghuni Tentang Konsep Green Home Dengan Perubahan Bentuk Hunian Di Perumnas Tlogosari Semarang Purwanto, Edi; Wijayanti, Wijayanti
MODUL Vol 14, No 1 (2014): MODUL
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1983.858 KB) | DOI: 10.14710/mdl.14.1.2014.39-52

Abstract

Abstrak Sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan rumah bagi masyarakat berpengahsilan rendah, perum Perumnas telah membangunan perumahan Tlogosari 27 tahun yang lalu. Konsep yang digunakan oleh perum Perumnas adalah konsep rumah tumbuh/inti. Seiring dengan perjalanan waktu, penghuni memperluas rumah huniannya dengan berbagai motivasi, ada yang dkerjakan sendiri namun ada juga yang menggunakan jasa arsitek atau kontraktor. Disisi lain, dengan adanya isu-isu tentang pemanasan global, konsep green home mulai menjadi perhatian para ahli lingkungan. Masyarakat diminta untuk memperhatikan dan menerapkan konsep green home ini sebagai bagian dari mereduksi dampak pemanasan global. Pertanyaannya adalah apakah penghuni sudah menerapkan kaidah-kaidah green home dalam upaya memperluas huniannya. Penelitian ini bertujuan membuktikan ada/tidaknya hubungan korelasi antara tingkat pemahaman penghuni tentang konsep green home, dengan perubahan bentuk huniannya di Perumnas Tlogosari Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan stratified random sampling, sampel yang dipilih adalah penghuni perumnas Tlogosari sebanyak 140 KK. Teknik pengukuran sikap menggunakan kuesener, dan analisis data menggunakan statistik korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil pengukuran korelasi kualitas hunian dengan tingkat kepuasan penghuni menggunakan analisis statistik korelasi Spearman Rank, didapat hasil perhitungan koefisien p (rho) = 0,24, yaitu termasuk dalam kategori korelasi dengan tingkat keeratan lemah. Artinya dalam memperluas huniannya, penghuni tidak menggunakan kaidah-kaidah green home, meskipun mereka menyadari bahwa kaidah tersebut adalah sangat penting. Beberapa faktor yang mendasari tidak diterapkannya konsep green home adalah [i] tidak tahu bagaimana penyelesaian teknisnya, [ii] khawatir biayanya mahal karena harus membayar jasa arsitek atau kontraktor, [iii] tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Kata Kunci : konsep green home, rumah tumbuh/inti, pemanasan global, perubahan bentuk hunian
GAMBARAN BENTUK SPASIAL KAMPUS UNDIP TEMBALANG MENURUT KEMAMPUAN PETA MENTAL MAHASISWA Purwanto, Edi; Wijayanti, Wijayanti
MODUL Vol 15, No 1 (2015): Modul Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.554 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.1.2015.23-38

Abstract

Sejak kampus Undip Tembalang dihuni oleh mahasiswa dari semua Fakultas pada tahun 2010, terjadi dinamika kehidupan di kampus ini yang dilakukan oleh mahasiswanya. Dinamika kehidupan tersebut salah satunya berdampak pada tingkat pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan kampusnya. Karena terjadi secara terus menerus dan berulang-ulang, mahasiswa Undip akan mengenali lingkungan mana saja di dalam kampus yang menurut mereka dapat masuk dalam memori kepala. Pengenalan terhadap lingkungan kampusnya berkaitan dengan seberapa besar mahasiswa mengenali area-area kampus, area mana yang lebih mudah maupun lebih sulit dikenali atau bahkan dihindari. Selain itu beberapa bangunan arsitektur dapat digunakan sebagai elemen pendanda dan orientasi, sehingga memudahkan mahasiswa dalam menjelajah kampusnya. Gambaran bentuk spasial kampus Undip Tembalang dapat dilakukan dengan mengetahui kemampuan peta mental mahasiswa sebagai pengamat. Peta mental mempersoalkan cara pengamat memperoleh, mengorganisasi, menyimpan, dan mengingat kembali informasi tentang lokasi, jarak dan susunan dalam lingkungan kota tersebut. Peta mental mempunyai konsep dasar yang disebut dengan imagibilitas atau kemampuan untuk dibayangkan/digambarkan. Imagibilitas mempunyai hubungan yang sangat erat dengan legibilitas, atau kemudahan untuk dapat dipamahi/dikenali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yaitu berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kemampuan peta mental pengamat dalam memahami bentuk spasial kampus dengan objek kampus Undip Tembalang. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan gambaran seberapa besar bentuk spasial kampus Undip Tembalang dapat dikenali oleh mahasiswa sebagai pengamat berdasarkan kemampuan peta mentalnya
Serial Vision Sebagai Pembentuk Karakter Visual Koridor Jalan Letjen Suprapto Widiantara, I Wayan Andhika; Purwanto, Edi; Sardjono, Agung Budi
MODUL Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.078 KB) | DOI: 10.14710/mdl.17.2.2017.62-68

Abstract

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan dengan latar belakang sejarah Kolonial Belanda, terlihat saat ini masih adanya sekitar lima puluh bangunan dengan arsitektur Kolonial Belanda yang membuat kawasan ini menjadi salah satu kawasan konservasi di Kota Semarang. Didalam kawasan ini terdapat sebuah koridor utama, yaitu pada Jalan Letjen Suprapto. Koridor ini dirancang pada jaman Belanda menjadi pusat orientasi kawasan dengan adanya Gereja Blenduk sebagai orientasi utama.Seiring berkembangnya waktu, koridor jalan Letjen Suprapto memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Ditunjukan dengan munculnya bangunan-bangunan komersial seperti halnya cafe, tempat makan, serta adanya museum. Perkembangan yang cukup pesat tersebut perlu disadari akan memicu munculnya pergesekan bangunan-bangunan baru hasil renovasi dengan bangunan-bangunan lama yang ada apabila tidak diperhatikan dengan benar. Hal ini menyebabkan perlunya perlakuan khusus terkait renovasi dan revitalisasi bangunan yang ada pada koridor ini khususnya penataan wajah bangunan yang ada pada koridor tersebut. Sehingga karakter dari koridor Jalan Letjen Suprapto dapat mewakili citra/image dari kawasan Kota Lama Semarang. Karakter visual koridor tersebut dapat dinilai salah satunya adalah melalui amatan-amatan visual secara menyeluruh saat melintasi koridor. Proses amatan tersebut memberikan kesan dan perasaaan tertentu sehingga pengamat dapat merasakan sesuatu yang berbeda saat berada pada koridor tersebut dengan ketika berada pada koridor kawasan lainnya.Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian mengenai Pengaruh Perwajahan Bangunan Terhadap Karakter Visual Koridor di Jalan Letjen Suprapto, Kawasan Kota Lama Semarang yang juga dilakukan oleh peneliti yang sama dengan menggunakan unsur dominasi, irama, kepaduan, garis langit, serta pemandangan berseri dalam menilai karakter visual koridor tersebut dan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan penelitian studi kasus. Didalam tulisan ini hanya mengangkat mengenai unsur pemandangan berseri dikarenakan dianggap mempunyai nilai keunikan tersendiri dari unsur lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya elemen dari warna pada bangunan Marba dan atap pada menara Gereja Blenduk sebagai titik amatan yang memberikan rasa penasaran kepada pengamat serta seolah-olah pengamat dibimbing untuk menuju ke area tertentu, serta menjadikan kedua bangunan tersebut sebagai  focal poitnt pada koridor Jalan Letjen Suprapto.
KAJIAN TATANAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KONSEP KAMPUS HIJAU DI KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG Purwanto, Edi; Setioko, Bambang
MODUL Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.034 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.1.2018.9-16

Abstract

Universitas Diponegoro dinobatkan sebagai kampus hijau oleh Greenmetrics tahun 2014 dengan nomer urut 5 dari 10 universitas lainnya di Indonesia. Pada tahun 2015 Indonesia menempatkan tiga kampus yang masuk 50 besar kampus hijau terbaik dunia, yakni Universitas Indonesia pada peringkat 33, kemudian Institut Pertanian Bogor peringkat 36 dan disusul Universitas Diponegoro pada peringkat 44.Untuk tahun 2016, tingkat nasional, Universitas Indonesia (UI) ada di peringkat 31 (1), diikuti oleh Institut Teknologi Sepuluh November di peringkat 43 (2), Institut Pertanian Bogor di peringkat 57 (3), Universitas Diponegoro ada di peringkat 69 (4), dan Universitas Sebelas Maret di peringkat 76 (5). UI GreenMetric merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia yang basis penilaian utamanya adalah komitmen perguruan-perguruan tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Indikator yang dipergunakan adalah statistik kehijauan kampus (15%), pengelolaan sampah (18%), energi dan perubahan iklim (21%), penggunaan air (10%), transportasi (18%), dan pendidikan (18%). Tujuan penelitian adalah melakukan kajian dan analisis tatanan ruang terbuka hijau sebagai salah satu indikator terhadap keberlangsungan kampus Universitas Diponegoro yang berkonsep kampus hijau.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya.Hasil Penelitian menghasilkan kajian tatanan ruang hijau berdasarkan aspek fungsional, aspek fisik dan non fisik, dan aspek lingkungan/ekologis.Kajian Tatanan ruang terbuka hijau terhadap konsep kampus hijau di Kampus Universitas Diponegoro Tembalang diharapkan akan menghasilkan rumusan guna keberlangsungan kampus Universitas Diponegoro sebagai kampus berkonsep hijau dimasa yang akan datang..  
Co-Authors . Hadiwiyono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rauf Abdul Roup, Abdul Ade Budi Setiawan Ade Syoufa Adi Kurniawan Adillah, Meylia Afandi, Irvan Afriyanti, Siti Nur Laily Agung Budi Sardjono Agus Pujianto Agustine Dwianika Agustinus Purna Irawan Ahmad Basuki Akbar Sujiwa Alfandito, Muhammad Zidane Amalia Tetrani Sakya, Amalia Tetrani Amalia, Liliyani Nur Ambarwati, Retnoning Amdayani, Susilawati Amrozi Khamidi Andriani, Lutfi Tri Anggraeni, Ni Ketut Putri Anggrayni, Vidiyana Anis Ika Nur Rohmah anna wahidati Anugrah, Adhika Ibnu apriyan hendriyanto Aprodita Emma Yetti Ardianzyah, Muhamad Viki Nur ARI SUSILOWATI Arief Rahman Arisanti, Dian Asyhari Asyhari, Asyhari Atiek Suprapti atik suprapti Atmiasri AYUNINGTYAS, ROSYIDA Azainil Azainil Bambang Setioko Brilianti, Dani Fitria Budiharjo, Anton Bulan, Marcellina Cahyadi, Tio Natalia Sari Chaerul Anwar Chairul Huda Al Husna Charolina, Chika Helen Lola Cinta, Griselda Zahira Curtinawati, Rizki Fillya Dawan, Anil Deasy Olivia, Deasy Dewi , Cynthia Sari Dhiyaulhaq, Faradhifa Shafahana Dinartika, Amelia Djumilah Hadiwidjojo Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Edward Endriyanto Pandelaki, Edward Endriyanto edward pandelaki Euis Mufahamah Fahril, Imam Fairuz, Tariza Faqih Ruhyanudin Fauziah, Nita Fatma Febrianti, Elok Firdaus, Aina Aulia Fitra Handika Hutama Gumilang, Lingga Arta Gunadi Gunawan Hadi, Suprapto Harsanti, Aprilia Dwiki Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Haryaka, Usfandi Helmi Helmi Hendy Tannady Henik Tri Rahayu Hermina, Isnaini Hidayat, Hanif Himawan, Rifqi Huda, Rachmad Miftah Husin, Ahmad Husna, Layyinatul Imamah, Indah Nur Inayati, Nabilla Rahma Indah Dwi Pratiwi Indriani, Wiewiek Inggrida, Jedda Ayu Iratasya Rizky Ayundari, Iratasya Rizky Islamy, R Adharyan Jabbaar, Ghozi Abdul Jamilatus Syamsiah Anwar Joenso, Reivandy Christal Juwita, Desy Kania Kinasih Karlina, Nova Karwanto, Karwanto krisno akbar Kudadiri, Parlindungan Kurniawan, Basuki Kusuma Ratnawati Kusumamahanani, Fatma Laksana, Alfian Hudan Lazuardi Lazuardi LESTA yananda amardan, LESTA yananda Lestari, Sri Isfantin Puji M. Rimawan Maman Suherman Maryam Masyriqi, Zufarudin Al Maulidina, Rossyana Amelia Mochamad Nursalim Mohammad Iqbal Mabruri, Mohammad Iqbal Muhtadin, Imam Muji Rahayu Mulyadi, Fadli Nadhirah, Aulia Nar Herrhyanto Ngaisah Ngaisah, Ngaisah Nindiana, Rina Ningrum, Winda Widya Ningtyas, Nurmala Agustin Nulhakim, Lukman Nur Fauziah, Qori Nuriyah, Fakihatun Nurmasari, Shofiyah Nurul Huda Nuryanti, Feny Eka Oktarina, Devi Palimbunga, Febry Busri Pangestika, Intan Widya Parjanto Poromarto, Susilo Hambeg Prabang Sety PRABARINI, HANIFAH FAIRUZA Pramesty, Dewi Indah Pranoto, Ethys Prasetya, Yanto Budi Pratama, Syndu Yoga Pratikto, Aryo Priyanto, Yuda Galang Puji Astuti, Risma Pujianti, Amin Purnama, Septian Maulana Purwandari, Cornelia Ayu puspa ayu Putra, I Dewa Gede Tantara Tesa Putri, Fadillah Dwi Putri, Kharisma Disti Winsa R Siti Rukayah Raharjo, Suharto P Rahmawati Prihastuty, Rahmawati Rahmawati, Frizka Fauzia Rakhmanita, R Rakhmanita, Rakhmanita Ramadhani, Restu Ratna Juwita resza riskiyanto Rifai, Mukhamad Rinaldo, Rinaldo Rizwana, Zahra Ardya Robbi, Mohammad Jefri Ali Romadhani, Ahmad Rosalia, Tita Rukhayah, R. Siti Rusdianto, Moh. Sahri, Agus Salsabil , Syifa Hanifa Samanhudi Samanhudi Santi, Yanuarita Sari, Fevi Catur Wulan Sari, Liliana Chandra Sari Sari, Novita Yuliana Sattriedi Wahyu Binabar SETIYANINGSIH, ARY Setyaningrum, Dian Ftriana Setyaningrum, Dika Anjasmara Shelma , Ismy Alifia Siti Hasanah Sjarief, Rachman Soedarmanto, Soedarmanto Solehudin, Makmun sonaesti, ceratomia Sudarmi Sudarmi Sukamdiani Sulandjari Sulandjari, Sulandjari Sulhendri, Sulhendri Sumarni DW, Sumarni Sunardi Sunardi Supriyono Supriyono Supyani Supyani Suranto Tjiptowibisono Suratman Suratman Suryani Suryani Susanto, Eko Budi Susilowati Susilowati Sutono Sutono Sya'roni, Wahab Tanjung, Juita Taqiya, Nurul Rifqi Tedianto Tedianto teguh budianto Tehtae, Sareef Tini, Tini Titik Agustiyaningsih Titin Sakinah, Titin Tiwuk Herawati Tri Lestari Handayani Triatmono, Agus Ubaidillah, Zaqqi Uktolseja, Goklas Hendra Ulfaturrohmah, Lu'luatul Khoiriyyah 'Ulimat Umi Kalsum Usman Made Utami, Rahayu Budi Vivi Kurnia Putri Widia Ningsih, Widia Widiantara, I Wayan Andhika Widjayanti, Widjayanti Wijayanti . Wijayanti Wijayanti Wijonarko, Rizqi Willianto, Henoch Wisnu Agung, Wisnu Wisnu Prajogo, Wisnu Yani, Iis Yohanes Setiawan Yohanes Totok Suyoto Yuanita, Amelia Ratna Yunus, Ahmad Yurizal, Shalsabila Azzahra Putri