Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut optimalisasi program Keluarga Berencana (KB) termasuk peningkatan penggunaan kontrasepsi permanen seperti vasektomi. Namun, keterlibatan pria dalam KB masih rendah karena kurangnya pengetahuan, mitos, stigma, serta kekhawatiran medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dan manfaat vasektomi sebagai metode pengendali kelahiran melalui pendekatan Systematic Literature Riview (SLR) Metode: Pencarian dilakukan pada Google Scholar dan Smantic Scholer menggunakan kata kunci terkait vasektomi dan kontasepsi pria, dengan rentang publikasi 2015-2025. Dari 346 arikel yang ditemukan delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa vasektomi memiliki efektivitas lebih dari 99%, risiko komplikasi minimal, dan memberikan manfaat ekonomi, psikologis, serta meningkatkan kualitas hubungan pasangan. Faktor yang memengaruhi penerimaan meliputi pengetahuan, dukungan pasangan, pengalaman akseptor lain, dan persepsi risiko. Hambatan utamanya adalah stigma budaya, mitos mengenai kehilangan maskulinitas, serta kurangnya edukasi dari tenaga kesehatan. Kesimpulan: Vasektomi merupakan metode aman, sederhana, dan efektif, sehingga edukasi yang komprehensif kepada masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan penerimaan.