p-Index From 2021 - 2026
14.146
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Jurnal Ilmiah WUNY Natural Science: Journal of Science and Technology Jurnal Ilmu Lingkungan Media Komunikasi FPIPS Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Media Komunikasi Geografi El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Majalah Geografi Indonesia Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Forum Geografi GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Jurnal Kependidikan ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini BIOPROSPEK Jurnal Geografi Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) AFRE Accounting Financial Review Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara JURNAL ATOMIK Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Diakronika J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Aspirasi : Jurnal Masalah-masalah Sosial Jurnal Adat dan Budaya Indonesia AKMENIKA Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Economics and Digital Business Review INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) JURNAL PENDIDIKAN IPS Eksergi: Jurnal Teknik Energi Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Iqtisadie: Journal of Islamic Banking and Shariah Economy Industrial Research Workshop and National Seminar Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Journal of Finance and Business Digital (JFBD) Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer (PETIK) International Journal of Economics (IJEC) International Journal of Disaster Management Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) INSANTA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Agri Analytics Journal Academicus InJEBA : International Journal of Economics, Business and Accounting Journal of Education Sciences (Edusci) Jurnal Abdimas Multidisiplin Khidmat: Journal Community Service Seminar Nasional Riset dan Teknologi (SEMNAS RISTEK) Jurnal Pendidikan Progresif Tesseract: International Journal of Geometry and Applied Mathematics
Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Sudrajat, Sudrajat
JIPSINDO Vol. 1 No. 1 (2014): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.836 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v1i1.2874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas Pembelajaran IPS di SD melalui Pendidikan Multikultural. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), model Kemmis & Taggart yang terdiri dari: planning (perencanaan), acting & observing (pelaksanaan dan pengamatan), serta reflecting (refleksi). Tindakan penelitian dilakukan dengan tiga siklus dimana pada siklus pertama tindakan yang dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw, pada siklus kedua dengan model team games tournament, sedangkan pada siklus ketiga dengan model team investigation report. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion atau kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa; 1) siklus pertama pola perancangan upaya peningkatan meningkatkan kerjasama seluruh siswa, 2) siklus kedua pada pola penanaman sikap kerjasama dan kompetisi, 3) siklus ketiga pada cara siswa melakukan investigasi, merumuskan hipotesis, dan menyelesaikan permasalahan yang muncul.
STRATEGI COOPERATIVE LEARNING SEBAGAI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS Sudrajat, Sudrajat; Suparmini, Suparmini; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 2 No. 2 (2015): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.633 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v2i2.7778

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran dan hasi belajar IPS di SMP denga menggunakan pendekatan cooperative learning. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode CAR (Classroom Action Research) yang dilaksanakan di SMPN 4 Wates dan SMP Negeri 1 Manisrenggo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan metode think pair share di SMP Negeri 4 Wates terbukti mampu meningkatkan kemampuan berfikir kritis. Penerapan metode Buzz Group dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII C di SMP Negeri 1 Manisrenggo dapat disimpulkan baik karena rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I siswa yang mengelami peningkatkan hasil belajar sebanyak 23 siswa dengan persentase sebesar 74,19 %. Pada siklus II siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar sebanyak 12 siswa dengan persentase sebesar 38,71 %, dan terdapat 9 siswa dengan persentase sebanyak 29,03% yang hasil belajarnya tetap, namun berhasil menjawab semua butir soal dengan benar pada soal pre-test maupun post-test. Pada siklus II juga terjadi peningkatan hasil belajar dari 8 siswa yang memiliki hasil belajar tetap dan menurun pada siklus I. Dari 8 siswa tersebut 7 siswa mengalami kenaikan hasil belajar sedangkan 1 siswa tidak hadir sehingga tidak mengikuti pembelajaran pada siklus II.
PEMAHAMAN TENTANG MENEJEMEN BENCANA ALAM SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Sudrajat, Sudrajat; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 3 No. 2 (2016): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.178 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v3i2.11697

Abstract

Gempa bumi pada 27 Mei 2006 yang melanda DIY dan sekitarnya pukul 05.55 WIB memberikan gambaran bahwa gempa bumi dapat terjadi kapanpun tanpa diduga. Oleh karena penelitian tentang menejemen bencana pada sekolah siaga bencana menjadi penting untuk mengetahui: 1) pemahaman menejemen bencana siswa SMP di Kabupaten Bantul; 2) gambaran tentang pengetahuan siswa SMP di Kabupaten Bantul terhadap bencana gempa bumi. Penelitian menggunakan metode penelitian survai, populasi dari penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Imogiri Kabupaten Bantul. Jumlah populasi 363 siswa yang terdiri kelas VII sebanyak 123, kelas VIII 125, dan kelas XI 115. Sedangkan teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling yaitu teknik sampel yang mempunyai tujuan khusus atau pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah 99 resonden dari seluruh siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner yang terdiri dari 28 item pertanyaan. Teknik analisis data menggunakan statistik diskriptif untuk menjelaskan fenomena dengan menggunakan tabel frekuensi dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pemahaman menejemen bencana responden sudah cukup baik dimana 72% responden mempunyai pemahaman tentang berbagai bencana alam dan kemungkinan bencana yang akan menimpa wilayah mereka; 2) Gambaran tentang menejemen bencana antara lain: responden mempunyai kesiapan dalam menghadapi bencana sudah sesuai dengan prosedur menghadapi bencana dengan menghindari korban sebanyak mungkin (77%). Kesiapan ini ditunjukan dengan pengetahuan responden untuk mengikuti jalur evakuasi (88%), menolong korban lain bila suasana sudah aman (88%) serta memanfaatkan ruang perawatan di sekolah (88%).
PROFESIONALISME GURU IPS SMP KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Nasiwan, Nasiwan; Sudrajat, Sudrajat; Wijayanti, Agustina Tri
JIPSINDO Vol. 4 No. 2 (2017): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.264 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v4i2.17572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil tentang tingkat profesionalisme guru IPS SMP di Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan metode penelitian survai yaitu jenis penelitian yang mengumpulkan informasi tentang karakteristik, tindakan, pendapat dari sekelompok responden yang representative yang dianggap sebagai populasi. Desain survai yang dipilih adalah cross-sectional dimana desain survai dilakukan terhadap sampel tertentu dalam jangka waktu yang relatif pendek. Populasi penelitian adalah guru IPS SMP/Mts di Kabupaten Sleman yang berjumlah 239 orang yang mengajar pada sekolah swasta maupun negeri. Dengan teknik simple random sampling tim peneliti mengambil sampel sebanyak 41 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) yang terdiri dari 32 item pertanyaan. Teknik analisis data yang dipergunakan statistik diskriptif dengan menghitung mean, modus dan median untuk menemukan dan menggambarkan tendensi sentral profesionalisme guru IPS di Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru IPS SMP/Mts di Kabupaten Sleman belum baik (memuaskan). Dari lima aspek yang disurvai, hanya dua aspek yang menunjukkan baik, sedangkan empat aspek lainnya hanya bisa dikatakan cukup. Keempat aspek yang disurvai yaitu: kemampuan akademik (2,55), kemampuan guru dalam penelitian dan karya ilmiah (2,43), kemampuan dalam pengembangan profesi (2,93), wawasan kependidikan guru (2,93). Satu aspek lainnya yang disurvai adalah motivasi dan dorongan untuk berprestasi yaitu 2,94.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL UNTUK PEMBENTUKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SMP NEGERI 3 BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA Wijayanti, Agustina Tri; Sudrajat, Sudrajat
JIPSINDO Vol. 5 No. 1 (2018): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.542 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v5i1.20181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai kearifan lokal untuk penanaman kecerdasan emosional siswa di SMP Negeri 3 Banguntapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi dan melakukan wawancara kepada siswa kelas VIII, guru dan kepala sekolah, sedangkan analisis data menggunakan model Miles & Hubermen analisis data terdiri dari 1) pengumpulan data dengan diskripsi perilaku ekologis/observasi, catatan lapangan dan analisis dokumen; 2) reduksi data yang berarti proses pemilihan, menajamkan, menggabungkan, dan mengorganisasikan data yang diperoleh sesuai dengan tujuan; 3) penyajian data yaitu tahapan memaknai apa yang terjadi; 4) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah didapatkan 9 nilai kearifan lokal dalam pembentukan kecerdasan emosional siswa yaitu kejujuran, kesusilaan, kesabaran, kerendahan hati, tanggung jawab, pengendalian diri, kepemimpinan, ketelitian, kerjasama. Nilai tersebut dimasukkan dalam 5 wilayah utama dalam kecerdasan emosional menurut Goleman seperti kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan ketrampilan sosial. Penanaman nilai kearifan lokal yang dilakukan oleh SMPN 3 Banguntapan meliputi, strategi yang dilakukan dan metode penamaan. Strategi dalam penanaman nilai kearifan lokal, SMPN 3 Banguntapan menggunakan strategi PETRUK. P sebagai pemodelan, E sebagai empowering atau pemberdayaan, T sebagai teaching atau pembelajaran, R sebagai Reinforching atau penguatan lingkungan. U Unik, dan K komprehensif atau menyeluruh, yaitu bekerja sama dengan masyarakat dan juga lembaga lain, melakukan kemitraan. Metode penanaman nilai kearifan lokal di SMPN 3 Banguntapan, yaitu melalui: kegiatan rutin, keteladanan, dan pengkondisian lingkungan.
EPISTEMOLOGI THOMAS S. KUHN DAN MUNCULNYA ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Sudrajat, Sudrajat; Ma'ruf, Hamka Mujahid; Sudrajat, Ajat; Damayanti, Septi Nur
JIPSINDO Vol. 6 No. 1 (2019): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v6i1.24329

Abstract

Pada fase normal science, paradigma yang mapan sudah tidak dilihat secara kritis. Paradigma tersebut sudah dianggap benar begitu saja, taken for granted. Sampai akhirnya, paradigma yang mapan ini digugat karena ada anomali dimana muncul masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang tidak sanggup lagi dijawab oleh paradigma lama. Kemudian masuklah pada fase krisis. Pada fase krisis, paradigma lama bertarung dengan paradigma baru. Jika paradigma baru menang dan masyarakat ilmiah menyepakati kebenaran paradigma baru tersebut maka lahirlah apa yang disebut sebagai revolusi saintifik dimana paradigma lama tergeser oleh paradigma baru. Thomas Kuhn tidak melihat klaim objektivitas pengetahuan dari sisi perkembangan pengetahuan itu sendiri. Kuhn melihat objektivitas pengetahuan dan keilmuan itu sendiri di dalam perkembangan pengetahuan di dalam pertemuan antarmanusia di dalam masyarakat. Sumber pertumbuhan dan pemekaran bukan saja dari masalah-masalah internal pengetahuan, tetapi dari faktor-faktor sosial yang majemuk dan dinamis. Akibatnya, tidak ada klaim objektivitas yang bersifat tunggal (kumulatif) di dalam pengetahuan atau keilmuan. Oleh karena itu, semestinya tidak ada ilmu normal yang bertahan terus apalagi menjadi abadi karena pengetahuan atau ilmu selalu berada pada tuntutan dinamika sosial kemanusiaan yang dinamis dan majemuk. Fase normal science cepat atau lambat, akan mengalami anomali, krisis, dan akhirnya terjadilah revolusi dimana paradigma lama digantikan oleh paradigma baru.
Potensi Candi Asu sebagai sumber belajar IPS di sekolah menengah pertama Sudrajat, Sudrajat
JIPSINDO Vol. 8 No. 2 (2021): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v8i2.43702

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi Candi Asu sebagai sumber belajar IPS bagi peserta didik SMP di kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif mulai bulan Maret hingga September 2019. Subjek penelitian terdiri dari 7 orang informan terdiri dari penjaga candi dan guru IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Candi Asu di Sawangan, Magelang mempunyai potensi yang besar sebagai sumber belajar IPS bagi peserta didik di sekitar lokasi. Kompetensi tentang sumber daya alam, kondisi geografis, serta tema tentang perubahan serta kesinambungan masyarakat Indonesia pada masa Hindhu dan Buddha untuk dipelajari dengan menggunakan Candi Asu dan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar. Model pembelajaran inquiry, discovery, maupun project-based learning dapat dipraktikkan dengan kreatif, inovatif dan menyenangkan dalam setting belajar Candi Asu dan lingkungan sekitarnya.The potential of Asu Temple as a social studies learning resource in junior high schoolThe purpose of the study was to determine the prospective of Asu Temple as a Social Studies learning resourcefulness for junior high school students in Sawangan sub-district, Magelang, Central Java. The research was carried out using qualitative research methods from March to September 2019. The research subjects consisted of 7 informants consisting of temple guards and social studies teachers. Data collection techniques were conducted by interview, observation, and documentation. The results showed that Asu Temple in Sawangan, Magelang has great potential as a Social Studies learning resource for students around the location. Competence on natural resources, geographical conditions, as well as themes about the changes and continuity of Indonesian society during the Hindu and Buddhist eras to be studied using Asu Temple and the surrounding environment as learning resources. Inquiry, discovery, and project-based learning models can be practiced by teacher creatively, innovatively and fun in the Social Studies learning in which setting of Asu Temple and the surrounding environment.
Pengaruh Ketimpangan Sosial Ekonomi terhadap Kemiskinan di Daerah Tertinggal Indonesia: Analisis Data Panel 2015–2021 Zirtana, Haris; Baiquni, Muhammad; Sudrajat, Sudrajat
Jurnal Aspirasi Vol 16, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v16i1.3260

Abstract

Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di daerah tertinggal di Indonesia. Pada tahun 2021, seluruh 24 kabupaten termiskin di Indonesia dikategorikan daerah tertinggal. Tingkat ketimpangan sosial dan ekonomi di wilayah ini masih cukup tinggi, mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketimpangan sosial dan ekonomi terhadap kemiskinan di daerah tertinggal, dengan menggunakan analisis data panel dari 62 kabupaten selama periode 2015–2021. Variabel ketimpangan sosial yang digunakan meliputi Gini rata-rata lama sekolah (ketimpangan pendidikan), gap gender melek huruf, angka harapan hidup, angka kesakitan, angka beban ketergantungan, serta persentase penduduk miskin pekerja informal. Sementara itu, ketimpangan ekonomi meliputi indikator rasio Gini pendapatan dan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendidikan di daerah tertinggal berada pada kategori sedang, begitu pula dengan ketimpangan pendapatan. Selain itu, kesenjangan kesehatan masih terlihat dengan angka harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, terutama pada perempuan. Analisis regresi data panel menunjukkan bahwa ketimpangan pendidikan, persentase penduduk miskin pekerja informal, dan PDRB per kapita memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan. Sebaliknya, angka harapan hidup, ketimpangan pendapatan, dan angka beban ketergantungan memiliki pengaruh negatif terhadap kemiskinan. Penelitian ini memberikan implikasi pentingnya upaya komprehensif untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi guna menurunkan tingkat kemiskinan. Implikasi kebijakan yang direkomendasikan untuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan stakeholders terkait adalah adanya perhatian khusus pada penanganan ketimpangan sosial ekonomi melalui kurikulum pendidikan relevan, penguatan kesehatan preventif, pemberdayaan ekonomi lokal, dan adaptasi program perlindungan sosial, termasuk sinergi antarlembaga dan pemberdayaan perempuan.
Revitalization of The Sasak Local Wisdom Values for The Social Harmony in Berinding Central Lombok Sakinaturrahmi, Yulia; Sudrajat, Sudrajat
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 27, No 1 (2025): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v27i1.29951

Abstract

Globalization has brought diverse cultures and values that have gradually eroded the local wisdom of the Sasak tribe. This decline—exacerbated by globalization, the COVID-19 pandemic, weak educational transmission, and cultural change—has prompted community leaders and government actors to intensify preservation efforts. Previous studies have largely examined Sasak local wisdom from anthropological or cultural perspectives, focusing on documentation or historical description. However, few have analyzed the concrete and collaborative strategies undertaken by multiple community stakeholders to sustain and revitalize these values amid modern globalization. This study fills that gap by investigating how village governments, religious leaders, traditional figures, and youth organizations collectively work to preserve and renew Sasak local wisdom as a living cultural system. Using a qualitative ethnographic approach, this research employs observation, interviews, and documentation as data collection methods. The findings reveal several strategic initiatives: (1) village heads organize cultural festivals, commemorate village anniversaries with local themes, restore historical sites, and collaborate on curriculum development; (2) religious leaders strengthen moral and spiritual awareness through weekly studies and Islamic holiday celebrations; (3) traditional leaders conduct training on sorong serah aji krame, traditional etiquette, and cultural identity; and (4) youth leaders establish the “Remaje Sasak” community as a hub for information exchange, learning, and the practice of local wisdom. These collective efforts provide a platform for the Sasak people—especially the younger generation—to preserve, internalize, and embody the values rooted in their cultural heritage. The study’s implications highlight that integrated collaboration among local stakeholders offers a replicable model for other communities seeking to protect and sustain their cultural identity amid the transformative pressures of globalization. Globalisasi telah membawa beragam budaya dan nilai-nilai baru yang secara perlahan mengikis kearifan lokal masyarakat Suku Sasak. Kemerosotan ini—yang diperparah oleh arus globalisasi, pandemi COVID-19, lemahnya transmisi pendidikan, dan perubahan budaya—telah mendorong para pemimpin masyarakat serta pemerintah desa untuk meningkatkan upaya pelestarian kearifan lokal. Penelitian sebelumnya umumnya mengkaji kearifan lokal Sasak dari perspektif antropologis atau kebudayaan dengan penekanan pada dokumentasi dan deskripsi historis. Namun, hanya sedikit yang menelaah strategi konkret dan kolaboratif yang dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan masyarakat dalam mempertahankan serta merevitalisasi nilai-nilai tersebut di tengah arus globalisasi modern. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis bagaimana pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi kepemudaan bekerja sama untuk melestarikan dan memperbarui kearifan lokal Sasak sebagai sistem budaya yang hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa inisiatif strategis, yaitu: (1) kepala desa menyelenggarakan festival budaya, memperingati hari jadi desa dengan tema kearifan lokal, memulihkan situs bersejarah, dan bekerja sama dalam pengembangan kurikulum; (2) tokoh agama memperkuat kesadaran moral dan spiritual melalui pengajian rutin dan perayaan hari besar Islam; (3) tokoh adat memberikan pelatihan tentang sorong serah aji krame, etika tradisional, dan identitas budaya; serta (4) tokoh pemuda membentuk komunitas “Remaje Sasak” sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan praktik kearifan lokal. Upaya kolektif ini menjadi wadah bagi masyarakat Sasak—khususnya generasi muda—untuk melestarikan, menginternalisasi, dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang tertanam dalam warisan budaya mereka. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi terpadu antar pemangku kepentingan lokal dapat menjadi model bagi komunitas lain dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya di tengah tekanan globalisasi.
Revitalization of Tolerance Values through The Saparan Tradition: A Study in Pondok Wonolelo Village Sa'adah, Afifah Nurul; Sudrajat, Sudrajat
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v25i2.23654

Abstract

The Saparan tradition is carried out every Safar month and is followed by village communities with differences. This research aims to determine the values of tolerance in the Saparan Tradition in Pondok Wonolelo Hamlet, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. The type of research used by researchers is naturalistic qualitative. Data collection used was observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the forms of tolerance values in the Saparan Tradition in Pondok Wonolelo Hamlet are 1) attitudes of mutual respect and respect for other people and cooperation are found in recitation activities, heritage parades, bregodo parades, distribution of apem and supporting events, 2) attitudes not discriminating/discriminating and not hurting/interfering with other people's freedom is found in the heritage carnival, bregodo carnival, apem distribution, and supporting events, and 3) caring for each other is found in the heirloom carnival, bregodo carnival, and supporting events. However, during the heirloom carnival and bregodo activities during traditional ceremonies, the implementation of the event still differentiates in its reception between poor and rich people. Apart from that, there is still a lack of concern during recitations, heritage carnivals and bregodo for the elderly/disabled. In short, the Saparan Tradition can bring values of tolerance to the people of Pondok Wonolelo Hamlet. However, in practice, the community is still not tolerant of some Saparan Tradition activities. This research recommends the importance of mutual tolerance between members of society. Tradisi Saparan dilaksanakan pada setiap bulan Safar yang diikuti oleh masyarakat desa dengan beragamnya perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai toleransi pada Tradisi Saparan di Dusun Pondok Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif naturalistik. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk nilai-nilai toleransi pada Tradisi Saparan di Dusun Pondok Wonolelo, yaitu 1) sikap saling menghargai dan menghormati orang lain serta gotong royong terdapat pada kegiatan pengajian, kirab pusaka, kirab bregodo, penyebaran apem dan acara penunjang, 2) sikap tidak mendiskriminasi/membeda-bedakan dan tidak menyakiti/mengganggu kebebasan orang lain terdapat pada kirab pusaka, kirab bregodo, penyebaran apem dan acara penunjang, dan 3) saling peduli terdapat pada kegiatan kirab pusaka, kirab bregodo dan acara penunjang. Namun, pada kegiatan kirab pusaka dan bregodo saat upacara adat dalam pelaksanaan acara masih membeda-bedakan dalam penyambutannya antara masyarakat yang miskin dan kaya. Selain itu, masih terdapat sikap kurang peduli saat pengajian, kirab pusaka dan bregodo pada lansia/difabel. Secara singkat, Tradisi Saparan dapat menghadirkan nilai-nilai toleransi pada masyarakat Dusun Pondok Wonolelo, namun dalam pelaksanaannya masyarakat masih tidak bersifat toleran dalam beberapa kegiatan Tradisi Saparan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya saling toleransi antar anggota masyarakat.
Co-Authors Abdul Rahman Abdurokhim Abdurokhim Additiany, Tanzilla Putri Adenina, Annisa Frecilia Afifah, Dini Nur Agista, Devi Ega Agus Sudarsono Agus Yuniawan Isyanto Agustiani, Sherlia Ahmed, Touheed Ajat Sudrajat Akhir, Mustika Nur Alkahfi, Muhammad Zaid Amalia, Tia Ambarwati, Dewi Ambya, Ambya Amelia Fitri ANDRI KURNIAWAN Andrie, Benidzar M Anik Widiastuti Anisa Puspitasari, Anisa Anita Sari Anita Wulandari, Anita Aprilianti, Velia Ariani, Ressi Arifa, Ina Arifin, Ahmad Zaenal Armandha Redo Pratama Arysandi, Safira Arum Ashshidiqi, Hasbi Astuti, Dwi Sri Aulia, Desmalia Aulia, Nur Maulida Aulia, Nur Maulida Ayuni, Ita Kurata Azhar, Rialdi Azhim, Khoerul Bahari, M Faudzi Bandhu, Sandesh Bima Purba Tangkas Budi Setiadi, Budi Budiman Budiman Daffa Fakhri Maulana Damayanti, Septi Nur Daniel Daniel Danu Eko Agustinova * Darumurti, Filipus Dimas Dewi , Dila Kartika Dewi, Lusiyena Dewi, Shella Museu Diah, Yulia Nur Dian Azizah Sadriansyah Wijaya Dina, Anggit Maulud Dinda Dwi Utami Djati Mardiatno Dwi Susanto Dwi Wahyuni Eko Haryono ENDANG SUTARININGSIH SOETARTO Eni, Eni Fabillah, Ikhsan Habib Fadlillah, Wildan Faujian, Ares Febi Ariefka Septian Putra Febriani, Yenni Fikri, Muhammad Isya Firnandani, Sherly Grestiana, Gian Gusmiarni, Aulia Habinuddin, Endang Harianto, Bambang Bagus Hasanah, Nenoh Hayatunnisa, Firda Hendar, Agus Heni Pujiastuti Herawati, Cucu Herawaty, Hasmiah Herdiana, Yana Heriyanto Heriyanto Hindayani, Purna Hizbaron, Dyah Rahmawati Husen, Mohamad Fauzi Ilman, Sofyan M. Indary, Melati Deshy Irwanto, Kasno Isa Anshory, Muhammad Islah Islah, Islah Iwan Setiawan Izzaqi, Basid Elmi Jamhari Jamhari Jannah, Diah Nadiatul Januar, Fadillah Jilaluloh, Jilaluloh Kartini, Vidya Putri Khoerudin, Muhammad Kurniati, Triani Kusumawati, Eko Kusumawati, Eko Langgeng Wahyu Santosa Larasati, Dewinta Alfiyyah Lazuarni, Shafiera Lesmana, E Liza Alvia Lorenza, Widia LuthfiMuta’ali, LuthfiMuta’ali Ma'ruf, Hamka Mujahid Magfirah, Andi Mahar, Muhammad Lahnan Mahendra, Kholis Mar'ath, Sitti Khafifatul Mardiani, Nindi Mardika, Hastomo Tri Hari Marlina, Euis Dwi Marthinu, Eva Maulana, Rijal Nafis Ma’sum, Hardiansyah Medi Hendra, Medi Melina, Widia Rahma Metro Lingga Miciko Umeda Mochamad Umar Mai Muhammad Baiquni MUHAMMAD FAHMI MUHAMMAD REZA FAHLEVI Mujadidi, Shigbhatullah Mujahid, Hadad Mustakim, Moh. Muthoifin Nasiwan nasiwan Naufal, M. Fakhri Adli Noorhadi Rahardjo Nova Hariani Novianti, Sinta Dewi Nugraha, Peli Nur Alfiyani Nur Aulia, Wirda Nurhasanah Nurhasanah Nurulita, Aulia Prabowo, Yayan Bagus Pranadi, Wempy Bayu Pridiatama, Ringga Primanisa Inayati Azizah Puntaswari, Nugraheni Catur Purboyo, Alvian Aji Puspitaningrum, Ismi Nuari Putri, Lidya Ayuni Putro, Ricky Hendradyanto Pyae, Syscha Qotrunada, Annisa Rachma, Aura Maulida Rachmawati, Jeti Rahayu, Ndaruning Tri Rahayu, Peti Sri Rahim, Ali Muthahhari Rahmani, Aulia Vina Ramdani Salam Rasimin Rasimin, Rasimin Ratna Septiyanti Ravianto, Gilang Fajri Retno Yuni Nur Susilowati Reza Musyarip, Akhsazia Qolbi Rian Kurnia, Rian Ridwan Solihin Rika Harini Riko Septiantoko Riky Irawan, Riky Rina Astarika, Rina Rini Rachmawati Riska Anggraeni Rohmah, Putri Adibatur Romdania, Sri Supitri Rosadi, Ayip Rahmat Rudi Hermawan Russel, Edwin Rustijan, Rustijan Sa'adah, Afifah Nurul Sabarila, Marisa Saefudin Saefudin Saepul Aziz Safinatunnajah, Safinatunnajah Sakinaturrahmi, Yulia Saliman Saliman Salindri, Ani Sanip, Muhamad Santosa, Tomi Apra Sarah Pramadani Sari, Ela Santi Mulya Sari, Nila Puspita Sari, Yessi Fatika SARING SUHENDRO Sasongko, Nursyifa Asilah Satriyo Wibowo Satyaningrum, Aghnia Candra Sayid Nurahman, Ivan Sembiring, Etti Ernita Septi Sri Rahmawati Septi, Iti Setia, Budi Setiawan, Indra Rachmat Shahzeb Shahzeb, Shahzeb Shodiq, Muhamad Fajar Sibghatullah Sinaga, Nikita Oka Siswoyo Siswoyo Siti Aisyah Siti Rahma Siti Rohmah Sondara, Yoni Sri Nurhayati Sri Rum Giyarsih Sudiastuti, Sudiastuti Sulaeman, Suhendar Sunarto Sunarto Supardi Supardi Suparmini Suparmini Supriadi, Taufiq Supriyadi, Tata Supriyanto Supriyanto Suryadnyana, Nyoman Adhi Suryati Suryati Sutrisno, Sutrisno Syafiq, Amirul Syafis, Kamadie Sumanda Syafitri, Dyah Rina Tajuddinnur, Tajuddinnur Tasyarawati, Dinda Viadevita Tiktiek Kurniawati Tjahyanityasa, Wanda Fitri Toto Tohir Toto Toto, Toto Tri Joko Prasetyo Utami, Dinda Dwi Utomo, TB Viani, Adelia Marta Widiastuti, Arum Winardi Winardi Yudi Prana Hikmat Yumi Hartati Yunike Sulistyosari Zahra, Larasati Az Zirtana, Haris Zulkarnaen, Moh.