p-Index From 2021 - 2026
12.56
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Al-'Adalah Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Cita Hukum Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Jurnal Ijtimaiyya Abjadia, International Journal of Education DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Jurnal Biologi Tropis Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Rang Teknik Journal NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Technomedia Journal Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Food Technology and Agroindustry Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Syaksia : Jurnal Hukum Perdata Islam Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) El-Iqtishady PIPER ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan & Manajemen Syariah Journal La Multiapp Dimensi Matematika : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Human Resource Management Studies An-Nahdah Al-\'Arabiyah El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (JEBI) Smart: Journal of Sharia, Tradition, and Modernity Jurnal Puan Indonesia Hakam : Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam Talaa : Journal of Islamic Finance Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES (POLRI) Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum Asalibuna International Journal of Architecture and Urbanism Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Kalosara: Family Law Review Borneo Journal of Language and Education Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Eduvest - Journal of Universal Studies QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Kartika: Jurnal Studi Keislaman Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Al Irfani: Journal of Al Qur'anic and Tafsir International Journal of Research and Community Empowerment Kitaba : Journal of Interdisciplinary Arabic Learning MILRev: Metro Islamic Law Review Jurnal Madinasika: Manajemen dan Keguruan Jurnal Komprehenshif Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat (SIGDIMAS) Jurnal Malikussaleh Mengabdi Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Marketing and Business Strategy IJES : Indonesian Journal of Environmental Sustainability. Jurnal Polimesin Ta'bir Al-'Arabiyyah Jurnal Epistemic : Jurnal Ilmiah Pendidikan Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN Sriwijaya Journal of Sport Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin NIHAYAH Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Seuraya Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nemui Nyimah Mizan: Journal of Islamic Law MUKHTASAB: Journal of Economics and Islamic Business
Claim Missing Document
Check
Articles

PERLINDUNGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Zaki, Muhammad
ASAS Vol. 6 No. 2 (2014): Asas, Vol.6, No.2, Juni 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v6i2.1715

Abstract

Abstrak: Islam memandang anak sebagai karunia yang mahal harganya yang berstatus suci. Karunia yang mahal ini sebagai amanah yang harus dijaga dan dilindungi oleh orang tua khususnya, karena anak sebagai aset orang tua dan aset bangsa. Islam telah memberikan perhatian yang besar terhadap perlindungan anak-anak. Perlindungan dalam Islam meliputi fisik, psikis, intelektual, moral, ekonomi, dan lainnya. Hal ini dijabarkan dalam bentuk memenuhi semua hak-haknya, menjamin kebutuhan sandang dan pangannya, menjaga nama baik dan martabatnya, menjaga kesehatannya, memilihkan teman bergaul yang baik, menghindarkan dari kekerasan, dan lain-lain. Kata Kunci : Perlindungan Anak, Hukum Islam
PROGRES SERTIFIKASI HALAL DI INDONESIA Studi pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dan Lembaga Pengkajian, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Pusat Khairuddin, Khairuddin; Zaki, Muhammad
ASAS Vol. 13 No. 1 (2021): Asas, Vol. 13, No. 01 Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v13i1.9352

Abstract

Hukum dibuat untuk mengatur tata hidup manusia agar dapat saling menjaga keharmonisan hidup bersama. Sebab, manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan dalam memenuhi hajat hidupnya. Termasuk di dalamnya adalah hajat untuk makan dan minum. Islam, sebagai agama dengan penganut terbesar di Indonesia memiliki tuntunan khusus terkait makanan dan minuman, yakni harus halal dan baikHal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk membahas kajian mengenai progres sertifikasi Halal di Indonesia dengan rumusan masalah: Pertama, Bagaimana kesiapan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Kedua, Apa implikasi dari Pergeseran Kewenangan yang melakukan sertifikasi dari LPPOM MUI kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Ketiga, Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan UU Nomor 33 Tahun 2014? Jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori maslahah, teori penememuan hukum Islam (ijtihad) dan teori kodifikasi hukum. Hasil dari pembahasan dalam penelitian ini adalah: Pertama, secara normatif Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah siap dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Kedua, terdapat dua implikasi dari Pergeseran Kewenangan yang melakukan sertifikasi dari LPPOM MUI kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yakni implikasi positif yang ditandai dengan kuatnya ketentuan terkait sertifikasi produk halal, dan implikasi negatif masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan proses sertifikasi produk halal tersebut. Ketiga, kesiapan SDM, pemanfaan teknologi informasi, birokrasi dan komunikasi antar institusi terkait, serta pemahaman masyarakat menjadi faktor yang memengaruhi dalam implementasikan UU Nomor 33 Tahun 2014.KATA KUNCI: Progres, Voluntary, Mandatory
Hak Kepemilikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kaitannya Dengan Kewajiban Zakat (Studi Pada Regulasi Zakat di Indonesia) Pratama, Agung Tri; Zaki, Muhammad
ASAS Vol. 13 No. 2 (2021): Asas, Vol. 13, No. 02 Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v13i2.11277

Abstract

In the zakah regulations in Indonesia, it is explained that zakah is an asset that must be issued by a Muslim or a business entity to be given to those who have the right to receive it in accordance with Islamic law. And the generality of the word “business entity” includes State-Owned Enterprises (BUMN), Regional-Owned Enterprises (BUMD), and Swata-Owned Enterprises (BUMS). In accordance with Islamic law, zakah assets is required for assets with the status of milk al-tâm (perfect ownership), which are owned by muzakkî in the form of individuals or business entities. The problem in this study is the ownership rights of State-Owned Enterprises (BUMN) and its relation to the obligation of zakah, which is known that the assets/shares owned by BUMN are assets owned by the state. This research is library research, using primary, secondary and tertiary legal data. In addition, this research is descriptive qualitative by using a juridical, philosophical, historical approach. After the data has been collected, the next step is to analyze the existing data using data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. Based on the available data, it is concluded that the right of ownership of State Owned Enterprises (BUMN) is perfect ownership (milk al-tâm) which is one of the obligatory objects of zakah.Keywords: Company Zakah, Ownership Rights, State Owned Enterprises (BUMN)
Implementation of DSN-MUI Fatwa In Handling of Sharia Economic Problems (A Case In Syariah Bank of Bandar Lampung) Tahmid, Khairuddin; Zaki, Muhammad; H, Haryanto
al-'adalah Vol 16 No 2 (2019): al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v16i2.3520

Abstract

This study aims to reveal the position of the fatwa of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) in the national legal system as well as to learn how it is applied in the Bandar Lampung People's Credit Bank (BPRS) Bandar Lampung. The DSN-MUI fatwa was issued to avoid the different provisions made by the Sharia Supervisory Board (DPS) in each Islamic financial institution. With the DSN MUI fatwa, the provisions for all sharia economic actors will be the same so as to create legal order. This research found that the DSN MUI fatwa was not fully implemented in the activities carried out by the Bank. Where as, in the national legal system, the DSN MUI fatwa is considered as part of positive law and has become a law in concreto for judges and arbitrators in Basyarnas. Therefore it is imperative that all sharia financial institutions to fully implement all the existing provisions, not just in part.
METODE PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN HADITS JAMAAH TABLIGH Zaki, Muhammad
Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijpmi.v8i2.913

Abstract

There are clear differences in meaning of the Prophetictraditions (hadith) among the Islamic scholars. Accordingto scholars of Hadith (muhaddits), everyting that comesfrom the Prophet, in the form of words, deeds, taqrir,physical and non-physical, since before his apostleshipand after it, is a Hadith or Sunnah, which should befollowed. As for the scholars of fiqh (fuqaha), hadith islimited on words, deeds, and taqrir taht only has a legalimplications. The deeds of the Prophet which isperformed for the basic needs as human beings, thedeeds that was done by accident, physical form, are nothadith. Among Muslims, Tablighi Jamaat is thecommunity that tends to the defination the scholars ofhadith, so they practices and strives for such outwardappearance of the Prophet. Tablighi Jamaat are generallytextual. It can be seen from the practice of the sunnahsthat related to worship, manners or appearance, such ashow to dress, wearing a cap and turban, siwak,lengthening the beard and shaving the mustache, eatingand drinking, and others. For them, the Prophet was sentas an example for humanity, so that everything thatcomes from him should be followed
Studi Kritis Hadits-Hadits Kepemimpinan (Imamah) Dua Belas Imam dalam Literatur Hadits Sunni Zaki, Muhammad
Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 10 No. 1 (2017): Ijtimaiyya : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijpmi.v10i1.2354

Abstract

The imamah (leadership) of twelve imams is considered as a concept coming from Shi’ite tradition. Hadith literature of Sunni, however, has numerous hadith on imamah as exemplified by Shahih Bukhari, Muslim, Sunan Abi Dawud, al-Tirmidzi, al-Nasa’i, Ibn Majah, and Musnad Imam Ahmad. Although these hadith have some differences in terms of their structure, the hadith have in common in their meaning and substance. Sunni scholars consider the quality of transmitters and content of hadith on twelve imams is shahih. In contrast, Shi’ite scholars do not consider them as mutawatir. Sunni scholars of hadith are not in agreement in determining the figures considered as a twelve imam. However, they agree that all the twelve imams were from Quraish tribe and sworn in by ummah. The restriction of some imams to twelve is not absolute since there is a hadith stating that the number of imam and caliphate would emerge after the death of the Prophet saw. Muslim were obliged to put their loyalty on and obey them. The name of twelve imams derives from the fact that during their leadership, Muslims achieved the glorious period in terms of religious, scientific and political field.
Hadits Tentang Perintah Membunuh Cicak (Tinjauan Hikmah Tasyri’) Zaki, Muhammad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v16i1.11365

Abstract

AbstractThis paper will discuss the hadiths of the command to kill lizards, especially those found in al-kutub al-sittah. Outwardly, these hadiths contradict the mission of the Prophet as a blessing lil 'alamin, who was sent to spread love to all beings. The purpose of this study is to determine the validity of the hadiths about the command to kill lizards and reveal the wisdom behind the command. This research is a qualitative descriptive literature. The data were analyzed using the approach of hadith science and the wisdom of tasyri '. The results of the study concluded that the hadiths about the order to kill lizards that belong to fawaisiq animals range between sahih and hasan, therefore it is permissible to be killed but it is not an obligation only as far as encouragement. The wisdom is to avoid harm, because lizards include reptiles that carry bacteria that are harmful to health. AbstrakTulisan ini akan membahas tentang hadits-hadits perintah membunuh cicak, khususnya yang terdapat dalam al-kutub al-sittah. Secara lahiriahnya hadits-hadits ini bertolak belakang dengan misi Rasulullah sebagai rahmatan lik ‘alamin, yang di utus untuk menebarkan kasih sayang kepada semua makhluk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui validitas hadits-hadits tentang perintah membunuh cicak dan mengungkap hikmah di balik perintah tersebut. Penelitian ini adalah kepustakaan yang bersifat deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan pendekatan ilmu hadits dan hikmah tasyri’. Hasil penelitian menyimpulkan, hadits-hadits tentang perintah membunuh cicak yang tergolong hewan fawaisiq berkisar antara shahih dan hasan, oleh karenanya boleh untuk dibunuh akan tetapi bukan suatu kewajiban hanya sebatas anjuran. Adapun hikmahnya adalah untuk menghindari dari kemudaratan, karena cicak termasuk reptil yang membawa bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Kata Kunci: Fuwaisiq; Hikmah; Tasyri’.
Hadith Delivery Method by Khatib During the Friday Prayer at Bandar Lampung Jami’ Mosque Ikhwani, Ahmad; Zaki, Muhammad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 19 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v19i1.25881

Abstract

Abstract The Prophet Muhammad’s hadiths are a type of revealed evidence (dalil naqli) that are often conveyed by khatibs in their sermons. As the most noble words after the Qur’an, hadiths must be delivered correctly and appropriately. Hadith scholars have established proper manners and procedures for delivering hadiths, such as the requirement to recite them fluently, adhere to the original text, translate and explain their meanings, and mention both the source and authenticity of the hadith. This study aims to examine the ways or methods used by Friday khatibs in delivering hadiths. The research was conducted on Friday khatibs at jami’ mosques located in the Bandar Lampung area. This is a field study. The researcher conducted surveys at several jami’ mosques in Bandar Lampung to observe and listen directly to how the khatibs deliver hadiths, including their fluency in reciting the hadith, accuracy in translating it, explanation based on correct understanding, and mention of the hadith’s source and authenticity. The evaluation criteria were rated on a scale of good, moderate, and poor. The research findings concluded that, in terms of fluency and translation, most khatibs were rated as good. However, in terms of understanding and explaining the hadith, only some khatibs received good ratings. As for mentioning the source and authenticity of the hadith, it was generally found to be very lacking. Keywords: Hadith; Jami’ Mosque; Khatib; Riwayat.   Abstrak Hadis Nabi saw merupakan dalil naqli yang sering disampaikan para khatib dalam khotbahnya. Sebagai perkataan mulia setelah Alquran, hadis harus disampaikan secara baik dan benar. Ulama hadis sudah menyusun adab dan tata cara penyampaian hadis seperti harus fasih, sesuai teks asli, diterjemahkan dan dijelaskan maknanya, menyebutkan sumber dan kualitas hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara atau metode khatib Jumat dalam penyampaian hadis. Penelitian dilakukan terhadap khatib Jumat di masjid-masjid jami’ yang terdapat di wilayah Kota Bandar Lampung. Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Peneliti melakukan survey ke beberapa masjid jami’ di wilayah Kota Bandar Lampung untuk melihat dan menyimak langsung aktivitas penyampaian hadis oleh para khatib, meliputi kefasihan menyebutkan hadis, ketepatan menerjemahkan hadis, menjelaskan hadis berdasarkan pemahaman yang benar, penyebutan sumber periwayatan  dan kualitas hadis. Standar penilaian tersebut akan diberi mutu atau skala penilaian baik, sedang, dan kurang. Hasil penelitian menyimpulkan, dalam hal kefasihan dan penerjemahan hadis para khatib umumnya sudah dinilai baik. Dalam hal pemahaman dan penjelasan hadis hanya sebagian khatib yang nilainya baik. Adapun berkaitan dengan penyebutan sumber riwayat dan kualitas hadis pada umumnya masih sangat kurang. Kata Kunci: Hadis; Khatib; Masjid jami’; Riwayat
Bakti Anak Perempuan Kepada Orang Tua Pasca Menikah Zaki, Muhammad; Maulani, Mita
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 3 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v3i1.12383

Abstract

Abstrak : Bakti kepada orang tua (birrul walidain) hukumnya wajib bagi seorang anak dan terus berlanjut meskipun anak sudah berumah tangga dan memiliki istri atau suami. Permasalahan biasanya muncul tatkala orang tua butuh perhatian dan perawatan dari anak perempuannya, sedangkan sang anak sudah terikat menjadi istri dari seorang suami yang menuntut harus ditaati. Di masyarakat yang menganut budaya patriarki berlaku prinsip hak suami didahulukan daripada hak istri. Prinsip ini juga mendapatkan legitimasi dari hadis Nabi saw. Prinsip ini terkesan bias gender sehingga perlu kajian kritis. Artikel ini ingin melihat pendapat aktivis gender PSGA tentang bakti anak perempuan kepada orang tuanya pasca menikah, dengan cara wawancara kemudian menganalisa pendapat secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa  hampir semua anggota berpendapat sama yaitu bakti seorang anak perempuan pada orang tuanya pasca menikah tetap wajib. Adapun mana yang harus diprioritaskan antara bakti pada orang tua dengan bakti pada suami, mayoritas berpendapat mendahulukan hak suami jika dalam kondisi normal. Namun dalam kondisi tertentu seperti orang tua dalam keadaan sakit maka bakti pada orang tua harus didahulukan. Menurut salah satu anggota PSGA hadis yang menerangkan bahwa hak suami harus didahulukan daripada hak orang tua perlu dipahami secara kritis dan kontekstual agar tidak terkesan bias gender, dan riwayat larangan istri keluar rumah tanpa izin suami walaupun untuk menengok orang tua yang sakit berstatus lemah (dha’if).Kata Kunci : Bakti Anak Perempuan, Bakti Kepada Orang Tua, Bakti Anak Pasca Menikah
WAHBAH AZ-ZUHAILI AND MUHAMMAD SYAHRUR'S METHODS OF THINKING ABOUT MARRIAGE Hidayat, Riyan Erwin; Suharto, S.; Bahrudin, Moh.; Zaki, Muhammad
SMART: Journal of Sharia, Traditon, and Modernity Vol. 2 No. 1 June (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/smart.v2i1.13118

Abstract

By the development of the times, of course the law will also experience various developments, as well as marriage law in Islam which follows the times according to human needs. The development of marriage law in Islam cannot be separated from the existence of Muslim scholars. Among these Muslim scholars are Wahbah az-Zuhaili and Muhammad Syahrur. Az-Zuhaili uses the Usul fiqh method in interpreting the laws regarding marriage, while Syahrur uses the hermeneutic method in interpreting the laws regarding marriage. The two of them certainly have different opinions, because the way of thinking and the method of interpretation used are different. Therefore, through this study, the two thoughts of these figures will be examined. The results showed that the two figures viewed marriage as a very solid contract. The difference of opinion between the two lies in the discussion of the dowry, where according to az-Zuhaili that the dowry is a gift from the husband to the wife, and the wife has the right to get it because of the contract or actual intercourse, while Syahrur said the dowry is an unconditional gift given by the husband to his wife. Likewise, there are differences of opinion in the provision of a living and in terms of divorce and polygamy.
Co-Authors ., Sarmiati A'isy, Muhammad Fauzan Abdul Azis Abdulah, Achmad Afif Abdullah, Muhammad Rama Adawiyah, Rabi'atul Ade Irawan Adhawiyyah , Tiara Rabiatul Adianto Mau, Hedwig Adisalamun Adisalamun Adithya Yudistira Adjiji, Fatma Afritista, Yulzi Agi Putra Kharisma, Agi Putra Agung Setia Budi, Agung Setia Agus Budiman Agustina, Risa Aimar Al Qadri R, Muhammad Aini, Aini Aji, Wantoro Akbar, Farhan Akhmad Ikhwani Akmalul Rizal, M. Akram, Rizalul Al Fauzi Nur, Hanif Al-Ayuni, Yusfi Alfiana Alfiana Alghiffary, Idrus Ali Ridho, Arsyad Muhammad Allam, Naufal Allaudi, Iqbal Al Hafis Amiur Nuruddin Andani, Yuni Tria Andi Halim, Haryanto Andi, Muhammad Ikhsan Anindhita, Diandra Anwar Anwar Anwar Apriliadi, Muhammad Akbar Aprilianti, Annisya Arbitera, Cahya ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariani, Nining Arum Tazkya Maharani, Rifa Ashari, Riza Asmoro, Endang Dwi Athiya, Faeruzza Atra, Jhanu Azizah Azizah Azmi, Lalu Sulthoni Azzahra, Putri Fatimah Bachtiar, Dandi Bahrudin, Moh. Bambang Irawan Bayu Tri Cahya bin Hamid bin Syihab, Alwi Busriadi, Busriadi Cahyani, Rahma Dilla Chatarina Umbul Wahyuni Chichi Andriani, Chichi Chusmita, Lina Ade Cut Meurah Rosnelly Cut, Banta Dani, Husnul Budiatman Darmadi Darmadi Dawood, Jimmy Dedi Mulyanto Dimyati, Agus Dunung Waskito Aji Edi Munawar Edy Kurniawan, Edy Emeraldy Chatra Endah Kurniyaningrum Erwansyah, Tomy Evi Yulianti Fabyanto, Ikhsan Fadhelina, Nishbah Fahkrurrozi, Fahkrurrozi Fajar, Isma Fakhrurrozi Fakhrurrozi, Fakhrurrozi Fariz Amrullah D, M Dani Fatchurrohman Fatchurrohman, Fatchurrohman Fathul Jannah, Fathul Fatimah, Maulina Fausta Prayoga, Muhammad Arya Fauzy, Ahmad Ali Febtrina, Rizka Ferdiansyah Ferdiansyah Firdaus, Satria Miftahul Fitriani, Iwan Fitriani, Namiyah Gazali, Akhmad Gina, Ahmad Al Qodril H, Haryanto Habib, Ikhwanul Hadi, Prananta Hamdini, Syahrida Haryanti, Ramdani Haryanti, Ramdhani Hasanah, Anisalsa Derian Hasanah, Fitrotul hidayat, Ansori Hidayat, Riyan Erwin Hidayatullah , M Baihaki Husni Husin Ichwanto, M. Aris Iis Marsithah Ikhsan, Maulana Ikhwani, Ahmad Ilmiatun, Nur Annisa Imam Mutaqin, Imam Indah Sari Iskandar Iskandar Iski Zaliman Islami, Gita Nabilla Ismail, Muhammad Rifqi Nur Isnaini, Andira Putri Jati, Putri Zulia Jayusman Jayusman Jeremy, Simamora Juchairawati Juchairawati Kabalmay, Taqiyuddin Karimah, Lailatul Karimah Khairuddin - Khairul Pahmi Rahmawati Khairunnisa, Najwa Kurniawati, Ari Kurniawati, Ninuk Dian Laili Hidayati LALU ZULKIFLI Lema, Elizabeth Risha Murlina Liky Faizal Lili Kusumawati Lubis, Ali Topan Lubis, Laili Lukman, Muhammad Yusri Lutfi Fanani M. Nasir M. Rafi Mabruri, Mabruri Mahendra, Rizki Adi Maimun Maimun Maimunah, Maimunah Mairo, Ratu Izza Auwah Malik, Zainal Rahman Margaretha, Tania Martini, Made Yuni Marwan Marwan Marwanti Maryati, Indah Maulana, Asep Rizal Maulani, Mita Mawaddah, Balqis Mazarina Devi Meijaya, Panji Setia Melkysedek, Hobert Mangatur Miftahul Huda Miladiarsi Mirna Rahmah Lubis Moh. Mukri Mohammad Musthofa Al Ansyorie Mohammad Yasir Fauzi Mohd Ridzwan, Farah Batrisya Binti Mubarrok, Muhammad Luthfi Muflihun, Sadiqin Muhammad Ilham Muhammad Nawawi Muhammad Rizki Muhammad Wahyudi Muhayan, Muhayan Multazam, Syamsul Mulyadi, Said Munzir Qadri Mutmainah, Iis Na'im, Arroyan Nani Ratnaningsih Neri Wijayanti Nikmatul Rochma, Siti Ningtyas M, Arifah Wahyu Nurroso Noer Fadhly Nopita Sari Novita, Maulina Nuradia, Arif Fani Nurdiana, Putri Nurhadi Nurhalimah, Isnaini Nurhazanah, Nurhazanah Nurwaasi Sofana, Muhammad Nurzakiyya, Nurzakiyya Paradina, Novita Eka Pella, Yosin Herloheti Piazul, Muhammad Fahmi Afiq Din Bin Pocut Nurul Alam Pontan, Darmawan Prajanati, Miftha Sukma Adi Pratama, Agung Tri Premitha, Septy Prihartini, Dita Prisca, Nazwa Putra, Ade Dwi Putra, Teguh Dwi Putri, Natasya Amalia Putri, Renda Putri, Wanna Shakila Qohar, Abd. Rahimah, Ainor Rahma, Melati Dwi Rahmalia, Shofia Rainal Ihsan, Iden Ramadaningrum, Oktavia Ramadhan, Rasyiidha Witra Ramadhani, Bepi Ramadhani, Tria Ramadhania Rauf, Alfian Nugraha Ridal, Ridal Ridho, Abdul Rasyid Ridho, Arsyad Muhammad Ali Rini, Fitri Setyo Riza Pahlevi, Riza Rizki Amalia Rizki Mulyono, Edy Rofi'i, Hilmi Yusron Romadhona, Sonia Dwi Ronaldo, Muhammad Deva Rosalina, Resya Rozaq, Muhammad Ilham Abdul Rukiah Rukiah Rumondang Tampubolon, Margareth Rusdiyanto, Dian S. Suharto Sabrina, Aeryn Febi Safitri, Latifah Safwandi Sahriani, Sahriani saidin, saidin Saiman . Saiman Saiman Salsabila, Sabrina Santoso, Rahmad Adi Saparuddin Siregar Sari, Yuliani Budi Permata Sianipar, Novia Elita Silvi Listia Dewi Siti Nuraini Siti Raihanah Sodik, Muhamad Zafar Sofiya, Nur Ainin Sofiyan Sofyan, Antar Sri Mulyati Suci Nurangraini, Adelia Sugiarto, Fitrah Suhendrayatna Suhendrayatna Susi Nurkholidah Sustiana, Wenda Syafrizal Syafrizal Syahrul Purnawan Syaiful Mustofa Syamsiar, Syamsiar Syamsuarnis Syaubari Syaubari Tahmid, Khairuddin Taopikurrahman, opik Taqiudin, Muhamad Tengku Riza Zarzani N Triana, Wiwin Yuli Tua Hutabarat, Mardi Tulus Widiarso Umi Fathanah Wahyu Kurniawan Wahyuni Barus, Nur Wati, Seftia Rahma wibowo atmaja, teuku Hadi Wicahyani, Sri Wiratama, M. Zainul Hadi Y Chandra, Tofik yarfan, medi Yoke Suryadarma Yulia Ningsih Yuni Damayanti Yusuf Baihaqi Yusuf Mahlil Zahriyanti, Zahriyanti Zainal Zawir Simon, Zainal Zawir Zakia Putri, Indah Zaliman, Iski Zulkarnain Jalil