p-Index From 2021 - 2026
19.115
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Ulul Albab: Jurnal Studi Islam LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Journal of Educational, Health and Community Psychology Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam AL-Fikr Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Ta´dib Kalimah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Jurnal Studi Islam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Medina-Te : Jurnal Studi Islam Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Jurnal Penelitian Ilmiah INTAJ AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Journal of Islamic Architecture qolamuna : Jurnal studi islam Tasfiyah Substantive Justice International Journal of Law Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Jurnal Ibn Abbas Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Aqlania TSAQAFAH Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Living Islam: Journal of Islamic Discourses RELIGIA Madinah: Jurnal Studi Islam Asy-Syariah Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Jurnal Penelitian Keislaman El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Studia Philosophica et Theologica Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Filsafat Indonesia Jurnal Penelitian FiTUA : Jurnal Studi Islam Ulumuna Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education An-natiq: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (JASIKA) Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Journal of Social Research COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Cakrawala: Jurnal Studi Islam Hunafa: Jurnal Studia Islamika Al Hikmah : Jurnal Studi Keislaman Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Jurnal Pendidikan Islam Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Jurnal Indonesia Sosial Sains Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam Kartika: Jurnal Studi Keislaman Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Muslim Heritage Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Jurnal Konseling Pendidikan Islam JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA Al'Adalah JOUSIP Dinika: Academic Journal of Islamic Studies. Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman FATHIR: Jurnal Studi Islam Mu'asyarah Quranic Edu El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Afeksi: Jurnal Psikologi Journal of Education and Teacher Training Innovation (JETTI) Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah Jurnal Riset Pendidikan dan Karakter Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Midaduna: Journal of Islamic Studies Journal of Psychological Insight Al Fuadiy: Jurnal Hukum Keluarga Islam Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Journal of Islamic Thought and Contemporary Studies At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyembuhan Jiwa Dalam Perspektif Ibn Hazm: Model Alternatif Bagi Kesehatan Mental Nafia, Moh Fahmi Ilman; Soleh, Achmad Khudori; Murman, Nawal Aulia
Spiritualita Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v9i2.3215

Abstract

Mental health is a basic aspect of human life that demands an integrative approach. Ibn Hazm Al-Andalusi (994-1064 CE) offered a concept of the soul that combines the rational, emotional, and spiritual dimensions, which is still quite relevant to address contemporary mental health challenges. This study aims to explore Ibn Hazm's thoughts on the concept of the soul, mental illness, and its healing methods, and analyze their relevance in the context of modern psychology. Using qualitative methods with content analysis. The results in this study are (1) the soul as an eternal entity that is the center of morality and human consciousness, which consists of rational and affective aspects. (2) the main root of mental illness consists of three things-psychological problems (such as envy and pride), excessive love of the world, and despair (3) To overcome this, Ibn Hazm compiled an integrated method of healing the soul through self-introspection, correct knowledge, moral training, simplicity of life, and the power of love. This shows that Ibn Hazm's approach is able to enrich contemporary psychological interventions, especially in aspects of spirituality and moral balance. In addition, Ibn Hazm's thought offers an important contribution to the development of Islamic psychology based on cultural and religious values. This research is expected to serve as a foundation for further studies on the integration of classical Islamic concepts with modern mental health practices.
Mental Health from Al-Ghazali's Perspective Nuriyyah, Habibatun; Achmad Khudori Soleh
Medina-te : Jurnal Studi Islam Vol 22 No 1 (2026): Medina-Te: Jurnal Studi Islam
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/medinate.v21i3.30050

Abstract

Al-Ghazali defines mental health as a harmony between mental and physical functions characterised by a person's ability to adapt to their environment. This theme is an important study because it reveals the concept of mental health from one of the Islamic figures, namely Al-Ghazali. The purpose of this study is to examine and explore the understanding related to mental psychology expressed by Al-Ghazali. The method used in this study is library research or literature study by utilising content analysis to identify patterns, themes or concepts contained in the content. The results of this study show several points, namely (1) The soul is defined by Al-Ghazali as a subtle and single spiritual substance that is not divided, or commonly called Al-Nafs. (2) Al-Ghazali categorises a healthy soul as one that can be characterised by a strong model of faith, freedom from heart disease, noble morals, good social relationships, and the achievement of happiness in this world and the hereafter. (3) Al-Ghazali also explains the efforts required to achieve peace and happiness in order to attain true mental health. These efforts can take the form of mujahadah or sincere efforts in the form of dhikr, worship and good deeds, riyadlah or spiritual training in the form of restraining lust and guarding the tongue, and also tazkiyatun nafs or purification of the soul which is divided into three stages, namely takhalli, tahalli, and tajalli.
Burhani sebagai Metodologi Ilmiah Berbasis Rasionalitas Non-Empiris dalam Merespon Pandangan Empirisme Guru Gembul Fuadah, Makkis; Achmad Khudori Soleh; Lukman Hakim Rohim
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas epistemologi Burhani sebagai metodologi ilmiah dalam tradisi pemikiran Islam berbasis rasionalitas non-empiris, serta mengkritisi pandangan Guru Gembul yang menganggap keilmiahan harus didasarkan pada bukti empiris dan panca indera. Tema ini penting karena menyoroti perbedaan mendasar dalam memperoleh pengetahuan ilmiah, khususnya dalam konteks filsafat ilmu dan metodologi penelitian Islam kontemporer. Tujuan penulisan artikel ini adalah menguraikan prinsip-prinsip epistemologi Burhani dan menggunakan kerangka tersebut untuk menganalisis dan mengkritisi argumen empirisme indrawi yang dikemukakan Guru Gembul. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis interpretatif terhadap karya-karya yang membahas epistemologi Burhani serta penyataan Guru Gembul dalam diskusi publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Burhani menempatkan akal dan logika deduktif sebagai sumber pengetahuan melebihi sekedar batas empiris sehingga mampu memperluas pemahaman ilmiah dengan basis rasionalitas kritis. Argumen Guru Gembul yang menitikberatkan pada bukti inderawi cenderung membatasi cakupan pengetahuan pada ranah yang dapat diuji secara empiris sedangkan epistemologi Burhani menawarkan kerangka yang lebih rasional filosofis yang memungkinkan pengembangan pengetahuan di luar batas pengalaman inderawi. Kontribusi artikel ini memberikan alternatif dalam metodologi ilmiah yang mengintegrasikan rasionalitas dan argumentasi filosofis secara mendalam, khususnya bagi kajian ilmu keislaman kontemporer.
The Concept of Ta'dib Syed Muhammad Naquib al-Attas in Children's Moral Education: A Family-Based Philosophical Study Ghina Nadia; Soleh, Achmad Khudori; Hakim, Aunul
Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Strengthening Islamic Education through Values, Competency Development, and Ch
Publisher : IAIN PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/alishlah.v23i2.14708

Abstract

Background: Islamic manners education is the main pillar in forming a child's character that is complete and dignified, especially in the midst of globalization, moral crisis, and value disorientation that has hit the modern family institution Research Objectives: This article aims to examine the concept of ta'dib according to Syed Muhammad Naquib al-Attas and its relevance in children's moral education in the family environment Methods: The method used is a literature study with a content analysis approach to relevant primary and secondary literature. Results: The results of the study indicate that: (1) ta'dib places adab as the core of Islamic education that includes spiritual, intellectual, and social dimensions holistically; (2) this concept emphasizes the close relationship between knowledge, deeds, and morals as a unity that cannot be separated in the education process; and (3) the implementation of ta'dib in the family through parental role models, the habituation of Islamic values from an early age, and the internalization of spiritual values has proven effective in forming children's characters that are honest, responsible, and civilized. Conclusions: Al-Attas' concept of ta'dib makes an important contribution to the formulation of a paradigm for children's moral education that is rooted in Islamic values and is able to respond to the challenges of the times philosophically and practically. Thus, ta'dib is not only relevant as a theoretical discourse, but also as an applied approach in family education that is oriented towards the formation of a whole person.
Understanding Baṣara in the Context of Educational Psychology: The Impact of Symbol Interpretation Annisa Mukti Ningrum; Achmad Khudori Soleh
Journal of Psychological Insight Vol. 1 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jpi.v1i2.799

Abstract

This research is motivated by the importance of symbols in Islamic religious education, particularly the Baṣara symbol, which holds profound meaning in Islamic tradition but is rarely explored in educational psychology. This study aims to understand how the Baṣara symbol is applied in religious learning and its impact on students’ psychological development. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, involving teachers and students as key informants. The findings indicate that the Baṣara symbol not only teaches moral values but also influences students’ emotional intelligence, enhancing empathy and emotional management. This research contributes to the understanding that Baṣara serves a dual function as a moral and psychological educational tool. Consequently, teaching methods need to be adapted to enable all students to understand this symbol more deeply, supporting their social and emotional development.
Pembentukan Perilaku: Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Carl Rogers dalam Mengembangkan Kepribadian Anindhya Faza Arzaqi; Achmad Khudori Soleh
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i1.1575

Abstract

Perilaku mencerminkan kepribadian dan nilai individu, serta memainkan peran penting dalam kehidupan pribadi, sosial, dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan proses pembentukan perilaku dalam mengembangkan kepribadian berdasarkan perspektif dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Carl Rogers. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Pengumpulan data yang digunakan melalui buku-buku dan artikel penelitian terkait yang paling relevan. Hasil menunjukkan bahwa: 1) Proses pembentukan perilaku menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah memiliki enam tahap yaitu al-khatirah (lintasan pikiran), al-fikrah (pikiran yang menetap), al-‘iradah (keinginan), al-‘azimah (niat dan tekad), al-‘amal (tindakan nyata), dan al-‘adah (kebiasaan); 2) Proses pembentukan perilaku menurut Carl Rogers memiliki lima tahap yaitu kesadaran (awareness), tertarik (interest), evaluasi (evaluation), mencoba (trial), dan menerima (adoption); 3) Perbedaan pembentukan perilaku dalam mengembangkan kepribadian dalam pandangan Carl Rogers terletak pada evaluasi diri dan aktualisasi diri yang subjektif, sementara Ibnu Qayyim menekankan niat, tekad, serta kepatuhan pada syariat Islam untuk mendapatkan ridho, rahmat Allah, dan keberkahan. Penelitian ini dapat memperkaya pengetahuan tentang proses pembentukan perilaku yang mempengaruhi perkembangan kepribadian individu menurut perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Carl Rogers.
THE ROAD TO SERENITY: A HOLISTIC ANALYSIS OF AL-KINDI’S CONCEPT OF HAPPINESS AND ITS CONTRIBUTION TO MENTAL HEALTH IN THE MODERN ERA Habibie, Alfiesyahrianta; Ali Farhan, Zinedine; Soleh, Achmad Khudori; Maharani, Farah Diba
HUNAFA Jurnal Studia Islamika Vol 22 No 2 (2025): Hunafa: Jurnal Studia Islamika
Publisher : State Islamic University of Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jsi.v22i2.867

Abstract

Al-Kindi's concept of happiness offers a synthesis of rational philosophy and Islamic spirituality that is highly relevant in the modern era. This study aims to explore Al-Kindi's concept of happiness philosophically and practically, by exploring the methods of achieving it and its relevance in facing the challenges of contemporary life. The method used was a qualitative library research approach to collect and analyze data from various sources. The results show that Al-Kindi places reason as the primary instrument for achieving true happiness. He emphasized the importance of self-control over desires and emotions, as well as closeness to God as the pinnacle of eternal happiness. His rational approach to overcoming grief, which bears similarities to Rational Emotive Behavior Therapy (REBT), proves the relevance of his thinking in the context of modern psychology. Thus, Al-Kindi's thinking not only enriches the treasury of Islamic philosophy but also provides psychospiritual solutions for building a meaningful and happiness.
KONSEP KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF ABU NASHR AL-FARABI ‘Aliyah Usman, Nurul; Khudori Soleh, Achmad
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i4.4489

Abstract

Happiness (al-sa'ādah) remains a central theme across philosophy, psychology, and social sciences, yet contemporary views often reduce it to material pleasures, overlooking spiritual dimensions emphasized by Abu Nasr al-Farabi. This study aims to analyze al-Farabi's concept of happiness, focusing on the roles of intellect (potential, actual, active) and soul (vegetative, imaginative, rational powers) as pathways to eternal felicity oriented toward God. Employing a qualitative descriptive approach via library research, the population comprised all relevant literature up to 2025, with a purposive sample of 20-25 high-quality sources from Google Scholar. Instruments included primary texts like Tahsil al-Sa'adah and secondary journals; data were analyzed through qualitative content analysis involving thematic coding, reduction, and triangulation. Findings reveal happiness as the ultimate good achieved via four virtues (theoretical, intellectual, moral, practical) and stages: soul purification, material detachment, divine imitation, and societal guidance. In conclusion, al-Farabi's framework offers a holistic model for modern well-being, surpassing hedonism through intellect-soul perfection.
Penundaan Pernikahan di Kalangan Pasangan Muda: Telaah Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman terhadap Qs An-Nur:32 Ramadhani Islami Putri; Achmad Khudori Soleh; M Aunul Hakim
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.21078

Abstract

Penundaan pernikahan (waithood) akibat ketidakstabilan ekonomi dan tuntutan karier semakin marak di kalangan generasi muda Indonesia, sehingga penting menelaahnya secara kontekstual dalam perspektif keislaman. Artikel ini bertujuan mengkaji makna kesiapan menikah dalam QS An‑Nur: 32 menggunakan pendekatan Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman, untuk merumuskan sintesis antara teks Al‑Qur’an dan dinamika sosial kontemporer. Penelitian kualitatif bersifat library research, dengan sumber primer berupa teks Al‑Qur’an dan karya Fazlur Rahman, serta data sekunder dari jurnal, buku, terkait penundaan pernikahan. Metode analisis mencakup: (1) Gerakan Pertama: menelusuri konteks historis dan linguistik QS An‑Nur: 32 untuk memahami maksud asli ayat; (2) Gerakan Kedua: menarik nilai moral universal dan menerjemahkannya ke dalam konteks sosial ekonomi modern. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa QS An‑Nur: 32 menegaskan kesiapan finansial, emosional, dan spiritual sebagai prasyarat sakral sebelum menikah. Pada Gerakan Pertama ditemukan bahwa larangan “berkhalwat” atau istilah lain berzina menandai perlunya persiapan matang, sedangkan pada Gerakan Kedua, penundaan nikah yang bertujuan memperkuat fondasi keluarga dipandang sebagai manifestasi tanggung jawab moral, bukan pengabaian perintah agama. Sintesis hermeneutik ini menegaskan bahwa waithood dapat menjadi strategi etis untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Kontribusi artikel terletak pada pengembangan wacana keagamaan yang menegaskan kesiapan sebagai syarat utama pernikahan, sekaligus menjadi acuan bagi pemuka agama dan pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan sosial‑keagamaan yang lebih berorientasi pada kualitas keluarga.
Konsep Poligami dalam Perspektif Aksiologi dan Filsafat Hukum Imam Syarifudin; Achmad Khudori Soleh
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17074

Abstract

Pentingnya mengkaji poligami ini adalah karena poligami dapat menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan antara pasangan suami-istri, hal ini tentunya bertentangan dengan prinsip etika, estetika, keadilan dan kemanusiaan yang menjadi dasar aksiologi dan filsafat hukum. Tujuan penulisan terkait poligami ini dari sudut pandang aksiologi berguna untuk mengkaji implikasi etis poligami dan dampaknya terhadap nilai-nilai etika dan estetika dalam masyarakat. Sedangkan, dalam filsafat hukum kajianya akan berkaitan dengan alasan, tujuan, dan juga kepastian hukum. Artikel ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif-kualitatif dan pendekatan filosofis. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Aksiologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang nilai baik dan buru. Aksiologi terdiri dari dua hal etika dan estetika, dari etika terdapat dua teori di dalamnya yakni teori teleologi dan teori deontologi. Dari estetika terdapat dua aspek yakni ekspresi dan fungsional. Apabila poligami dipandang dari perspektif aksiologi, maka harus ditekankan perlunya niat dan hasil yang baik untuk menjadikan poligami itu dianggap baik. (2) Filsafat hukum membahas tentang asal usul hukum, aspek etika dan moral hukum, dan di dalamnya terdapat aspek penting yakni alasan, tujuan, dan manfaat suatu hukum. Apabila poligami dipandang dari filsafat hukum, maka harus ditekankan aspek etika, moral, keadilan, alasan, tujuan, dan manfaat hukum yang jelas untuk terciptanya sebuah kepastian hukum yang baik. 
Co-Authors Abd. Basid Abdillah, Muhammad Hanif Abdul Hafid Abdul Hakim Abdulloh, Mochammad Sayyid Achmad Beadie Busyroel Basyar Ahmad Barizi Ahmad Hidayat Buang Ahmad Hidayat Buang Ahmad Nadif Muhlisin Ahmad Nadif Muhlisin Ahmad Naweed Rahimi Khamoush Ahmad Nur Fauzi Ahsani, Muhammad Riyan Akbar, Yogi Muhammad Akhmad Sirojudin Munir Alfadhli Alfain, Shinta Nuriya Idatul Alfiesyahrianta Habibie Alfikri, Ahmad Faiz Shobir Ali Farhan, Zinedine Ali Murfi Alif Nur Fitriyani Amalia, Novi Husnatul Amaliya, Risma Nailul Amelia, Asti Anahdiah, Shofia Anindhya Faza Arzaqi Anisa Anisa Annisa Mukti Ningrum Aryani Pamukti Arzaqi, Anindhya Faza Asrori, Moh. Andi Assidiqi, Ali Hasan Asti Amelia Asti Amelia Asy'arie, Bima Fandi Asy-Syarifah, Chodijah Avita Aniqotul 'Athiyyah Azizah, Hana Malihatul Azmi Putri Ayu Wardani Bastomi, Riza Binti Ros Azman, Aina Sofea Bunayar, Bunayar Cahaya Zakia A’yunin Juwita Hanum Cahyati, Lia Camila, Humaida Ghevira Syavia Chabibi, Chamim Cholili, Abd Hamid Dhairobi, Ahmad Diah Qurrotul’ain El Yasmin, Yusroh Erik Sabti Rahmawati Ermawan, Mohamad Zakky Ubaid Erny Fitroh Nabila Muwafiqi Fadil Mas’ud FAHRUL KHARIS NURZEHA Faiqotul Faiqotul Himmah Faizah, Eka Zahrotul Fathurrahman. Mh, A. Fatmawati, Lailil Faza ‘Ainun Najah Fazary, M Fakhry Asa Fuadah, Makkis Ghina Nadia Hakim, Aunul Hakim, M Aunul Hakim, M Aunul Hamzah, Hakma Hanifah, Nor Hannani, Rohmatul Hasan Assidiqi, Ali Hasan, Nor Hasan Hasanah Harahap, Nurizka Hasna Ulfa Nur Laini Hidayatulloh, Muhammad Mahbub Humaida Ghevira Syavia Camila Humaida Ghevira Syavia Camila Imam Syarifudin Imroatus Sholikha Azzuhriyyah Indrawayanti, Rika Dwi Irwan Ahmad Akbar Islamy, Mohammad Fadil Akbar Isnaini, M. Agus jafar, zulkifli Joko Kristanto Karimah Darojat Kholidiyah Salma Lailil Fatmawati Lathifa Budiaty Mawaddah Lukman Hakim Rohim Luthfi, Muhammad Ilzam M Aunul Hakim M Aunul Hakim M Zainuddin M. Agus Isnaini M. Aunul Hakim M. Najich Syamsuddini M. Rifqi Aminul M M. Zainuddin M. Zainuddin, M. Zainuddin Magfiroh, Norma Hasanatul Maharani, Farah Diba Manggala, Kayan Marsuki Marsuki Marsuki Marsuki, Marsuki Maulana, Hafidz Fajar Mawaddah, Lathifa Budiaty Miftahul Huda Moch Yusuf Syakir Pratama Moh. Anang Khumaidi Moh. Andi Asrori Mohamad Zakky Ubaid Ermawan MOHAMMAD ALAUDIN ALEXUMEIN Mohammad Fadil Akbar Islamy Mohammad Nasih Al Hashas Morinawa, Salsabilla Muhammad Abdur Rozaq Muhammad Fahim Tharaba Muhammad Hanif Abdillah Muhammad Nurullah Erfany Muhammad Rafi Yamani Muhammad Riduwan Masykur Muhammad Ubaidilah Mujtahid Mujtahid Mulyadi Mulyadi Munirul Abidin Munirul Abidin Murman, Nawal Aulia Mursyid, Achmad Yafik Musyarrofah, Musyarrofah Mutammimah, Bidayatul Muthohar, Muhammad Amin Muwafiqi, Erny Fitroh Nabila Nada Shobah Nada, Alfaini Zulfa Nafia, Moh Fahmi Ilman Naila Shofia Naila Shofia Nailis Sa'adah Nanda Azzah Salsabila Nauval, Ach. Nauval Afandi Enhas Niki Sutoyib Noor, Rifqi Nazahah Nor Hanifah Nur Fatimah Nuriyyah, Habibatun Nurkhoiriyah, Siti Nurul Hidayah Andarini Pamukti, Aryani Poppy Rachman Rahmat Rahmat Nugroho Rahmat Rahmat Rahmawati, Rizkia Amalia Ramadhani Islami Putri Raya, Moch Khafidz Fuad Rihlatuz Zakiyah Rika Dwi Indrawayanti Riza Bastomi Rizamul Malik Akbar Rizka Lubaba Rodiallah, Alkaf Rohmatin, Ilma Nur Rosyida Nurul Anwar Sa'adah, Nayla Afna Sadiyah, Dini Salam, Nor Saleh Abdul Rahman Al-Senussi Youssef Al-Sanhaji Salim Al Idrus Samanta, Silva Sarah Nur Rahmawati Sayyidin Panatagama, Ahmad Dzulfikar Sayyidin Panatagama Sayyidin Shinta Nuriya Idatul Alfain Shofia Anahdiah Sidqu Halilintar Al Azkaa Siti Mahmudah Sofia, Naila Sugeng Santoso Syamsuddini, M. Najich Syihabuddin, Muhammad Tajuddin, M. Reivanut Tanjung, Wahyuditira Taufiqurrahman, Muh. Ula, Atik Halimatul Umam, Reza Wasilul Umam, Yaul Urgenadila, Aulia Vick Ainun Haq Wafi, Hasan Abdul Wahda, Maziya Rahma Wahyu Wahyu Wahyu Wajdi, Muhammad Fasih Wardah Wardah Nailul Qudsiyah Wardani, Azmi Putri Ayu Waty, Dwi Septiana Khofida Wulan Nur Diana Yadi Fajri Yamani, Muhammad Rafi Zainuddin Zainuddin Zainuddin, M Zakiyah, Rihlatuz Zaman, Jamrud Qomaruz ‘Afifah Nailur Rohmah ‘Aliyah Usman, Nurul