Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan teknik dasar sepak takraw (servis, sepak sila, dan smash) pada atlet mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pengukuran keterampilan motorik. Sampel terdiri dari 45 mahasiswa atlet PJKR semester 4-6 yang aktif mengikuti latihan sepak takraw minimal 6 bulan. Instrumen pengukuran meliputi tes servis (akurasi dan kekuatan), tes sepak sila (kontrol dan ketinggian), dan tes smash (kecepatan dan akurasi) yang telah divalidasi dengan koefisien reliabilitas r=0,87. Data dikumpulkan melalui tes lapangan yang dilakukan tiga kali dengan interval 7 hari untuk mengukur konsistensi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif (mean, standar deviasi, persentase kategori) dan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan servis berada pada kategori sangat baik (mean=85,4%; SD=8,2), sepak sila sangat baik (mean=82,7%; SD=9,1), dan smash baik (mean=76,3%; SD=10,5). Secara keseluruhan, tingkat penguasaan teknik dasar sepak takraw mahasiswa atlet PJKR UNM mencapai 81,5% dengan kategori sangat baik. Faktor yang mempengaruhi meliputi frekuensi latihan mingguan (r=0,68), pengalaman kompetisi (r=0,55), dan koordinasi mata-kaki (r=0,72). Penelitian menyimpulkan bahwa atlet mahasiswa PJKR UNM memiliki penguasaan keterampilan teknik dasar sepak takraw yang baik, namun smash technique memerlukan perhatian khusus untuk mencapai standar kompetitif nasional.