p-Index From 2021 - 2026
12.627
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Grenek: Jurnal Seni Musik Gorga : Jurnal Seni Rupa Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Jurnal Pelangi Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam Jurnal Manajemen Pendidikan Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Melayunesia Law Jurnal Ilmu Budaya Jurnal Dinamika Sosial Budaya Batoboh : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM JURNAL SIMTIKA (Sistem Informasi dan Informatika) At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Studi Budaya Nusantara Titian: Jurnal Ilmu Humaniora SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah SIGMA TEKNIKA Melayu Arts and Performance Journal Jurnal Kesehatan Tambusai Keraton: Journal of History Education and Culture Musica: Journal of Music Jurnal Media Informatika ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION JURNAL PENDIDIKAN IPS Global Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Jurnal Kajian Seni Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Media Kesmas (Public Health Media) Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Health Quality Development (JHQD) Jurnal Teknik Informatika Musik Etnik Nusantara Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Hukum dan Peradilan Journal of Innovation and Research in Primary Education Menara Pengabdian QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pendidikan Amartha Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Journal of Vocational Education and Information Technology (JVEIT) HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesian Research Journal on Education Jurnal Muara Olahraga e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Paradigma: Jurnal Kajian Budaya RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Aceh Journal of Animal Science Jurmas Azam Insan Cendikia JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Indonesian Journal of Education and Development Research Asian Journal of Science, Technology, Engineering, and Art Journal of Innovative and Creativity AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Jurnal Agripet Journal of Citizen Research and Development Jurnal Pengabdian Mahakarya Masyarakat Indonesia Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS) Unified Health Critical Research
Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS TAREK PUKAT SEBAGAI EKSPRESI SIMBOLIK DALAM KRIYA SENI KAYU Fitria, Fitria; Asril, Asril; Anshori, Ubai Dillah Al
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.42905

Abstract

Tarek pukat is the activity of fishing communities in catching fish using pukat (nets) by being ditarek (pulled). Tarek pukat activity in modern times is experiencing extinction, the cause is tiger trawling. The tiger trawl has triggered a shift in the value of the Tarek pukat activity. Tarek pukat activity for the people of Aceh has become part of them and their lives. This activity is present because of the results of the thinking of previous people by doing it together and giving birth to interactions between fellow fishing communities. The phenomenon of Tarek pukat activity is explored using a symbolic expression approach. Symbolic expression is a way to express the phenomenon of Tarek pukat activities in works of art by expressing through pouring symbols as a form of value to be presented. The purpose of this creation is to convey messages and provide self-awareness for the general public and the people of Aceh itself. The methods in the creation of this artwork are: exploration, design in the form of experiments, materials, tools, techniques, and realization. The medium used is surian wood, meranti wood, and jackfruit wood. Techniques are scroll and intarsia. The final stage of the creation of finishing works using melamine system, the achievement of the shape and final result of a work can be influenced by the finishing results.The work created by the artist is a two-dimensional work of art in the form of decorative artwork placed on the wall with the title of the work: "Kulet Bak Meucheue Tuboh" (like the skin becomes the body protector), and "Musafe La'ot" (sea traveler). The artworks presented through this symbolic expression give birth to a new form of activities with the message that the artist wants to convey to the Tarek pukat activity seen today.  With the presence of this artwork, it is hoped that it willbe able to become an awareness for the people of Aceh to respond to the results of keunebah indatu (ancestral heritage), so that it can trigger the enthusiasm of the community to be preserved again. The birth of this artwork certainly presents meanings and values that are considered necessary to be conveyed by the author.Keywords: tarek  pukat, symbolic expression, intarsia. AbstrakTarek pukat adalah aktivitas masyarakat nelayan dalam menangkap ikan menggunakan pukat (jala/jaring) dengan cara ditarek (ditarik). Aktivitas tarek pukat pada saat zaman modern ini mengalami kepunahan, penyebabnya adalah pukat harimau. Pukat harimau menjadi pemicu terjadinya pergeseran nilai yang ada dalam aktivitas tarek pukat tersebut. Aktivitas tarek pukat bagi masyarakat Aceh sudah menjadi bagian dari mereka dan kehidupannya. Aktivitas ini hadir karena hasil olah pikir orang terdahulu dengan melakukan secara bersama-sama dan melahirkan interaksi-interaksi antar sesama masyarakat nelayan. Fenomena aktivitas tarek pukat digarap menggunakan pendekatan ekspresi simbolik. Ekspresi simbolik menjadi suatu cara untuk menuangkan fenomena aktivitas tarek pukat dalam karya seni dengan cara diekspresikan melalui penuangan simbol-simbol sebagai wujud dari nilai yang mau dihadirkan. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk upaya pesan dan memberi kesadaran diri bagi masyarakat umum maupun masyarakat Aceh sendiri. Metode dalam penciptaan karya seni ini yaitu: eksplorasi, perancangan berupa eksperimen, bahan, alat, teknik, dan perwujudan. Medium yang digunakan berupa kayu surian, kayu meranti, dan kayu nangka. Teknik berupa scroll, dan intarsia. Tahap akhir penciptaan karya finishing menggunakan melamine system, pencapaian bentuk dan hasil akhir dari sebuah karya dapat dipengaruhi dari hasil finishing. Hasil karya yang diciptakan pengkarya merupakan karya seni dua dimensi berupa karya seni dekoratif yang ditempatkan pada dinding dengan judul karya: œKulet Bak Meucheue Tuboh (ibarat kulit menjadi pelindung badan), dan œMusafe La™ot (musafir lautan). Karya seni yang dihadirkan melalui ekspresi simbolik ini melahirkan suatu bentuk aktivitas-aktivitas yang baru dengan isian pesan yang ingin disampaikan oleh pengkarya terhadap aktivitas tarek pukat yang terlihat hari ini. Dengan hadirnya karya seni ini, diharapkan mampu menjadi kesadaran bagi masyarakat Aceh agar menyikapi hasil keunebah indatu (peninggalan leluhur), sehingga bisa memicu semangat masyarakat untuk dilestarikan kembali. Lahirnya karya seni ini tentunya menghadirkan makna-makna serta nilai yang dianggap perlu disampaikan oleh pengkarya.Kata Kunci: tarek pukat, ekspresi simbolik, intarsia.Authors:Fitria : Institut Seni Indonesia PadangpanjangAsril : Institut Seni Indonesia PadangpanjangUbai Dillah Al Anshori : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara References:Apriliana, A., Akmal, A., & Yulika, F. (2021). Penciptaan Kriya Tekstil Tengkuluk Batik Kumbuah. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 323-343.Ardianti, S. R. (2021). Pemanfaatan Teknik Tapestri Pada Rompi Dengan Bahan Renda.Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 486-494.Dharsono, S. K. (2016). Kreasi Artistik: Perjumpaan Tradisi Modern dalam Paradigma Kekaryaan Seni. Jaten Karanganyar: Citra Sain.Dharsono, S. K. (2017). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.Fitriani. (2017). Nelayan Sebagai Ide Penciptaan Tari Tarek Pukat Dalam Kajian Interaksi Simbolik. Imaji, 15(2), 179-188.Gustami, S. P. (2007). Butir-Butir Mutiara Estetika Timur: Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasista.Laksono, M. A., & Mubarat, H. (2022). Ekspresi Bejana Perunggu Kerinci Sebagai Penghias Interior. Melayu Arts and Performance Journal, 5(2), 140-151.Saputra, M. I., & Asril, A. (2022). Ekspresi Plak Pleng Pada Interior Ruang Tamu: Penciptaan Kriya dengan Pendekatan Eksplorasi Atas Ornamen Kerajaan Lamuri. Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 5(2), 134-144.Wardoyo, S., Wulandari, T., Guntur, G., Dharsono, D., & Zulkarnain, Z. (2021). Penciptaan Selendang Batik Sri Kuncoro Khas Budaya Samin Margomulyo Bojonegoro. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 407-414.Yulhanis, Y. (2019). Tradisi Tarek pukat Dalam Masyarakat Aceh. Aceh: Bulletin Haba No. 19.
RATOK SI BUNSU: INTERPRETASI ILAU KE KOMPOSISI PENDEKATAN TRADISI Rahmadhani, Fitri; Asril, Asril; Halim, M.
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49076

Abstract

a tradition of the Solok people in the form of sadness or lamentation which can be found in the Kampai Tabu Karambia Village, Solok City. The function of the bailau was as a medium of information (notification) when a member of the community died overseas whose body could not be brought back to their hometown. Currently, bailau Ilau is only a performing art that is exhibited at certain traditional events so that it becomes bailau creations. Dendang ratok ilau is a source in the creation of new musical compositions, which has a musical phenomenon, namely there is a vocal technique called opmaat and also a tone mode which, if sequenced, can be found tones C, D, Dis, G, and A with intervals of 1, ½, 1 ½ , 1. Ratok Si Bunsu's work was worked on by the method of creating observation, discussion, exploration, realization, guidance, and completion using a traditional approach with the instruments saluang, rabab, canang, gong, ganto, karinding, and gandang tambua. The result of this work is that the creator divides the work into two parts. The first part of the artist's work on the dendang ratok ilau melody uses the principle of combining the two traditional vocals found in bailau art, but there are several tones used to enrich the form of the work. In the second part, the composer develops the melodies found in dendang ratok ilau into several forms of new melodies with vocals and melodic instruments and is reinforced with non-melodic instruments. It can be concluded that working on a composition based on traditional art is not an easy thing, but you have to study and understand the background of the traditional art itself.Keywords: ilau interpretation, ratok si bunsu. AbstrakIlau adalah tradisi masyarakat Solok berupa kesedihan atau ratapan yang bisa ditemui di Kelurahan Kampai Tabu Karambia Kota Solok. Fungsi bailau dahulunya sebagai media informasi (pemberitahuan) ketika salah seorang anggota masyarakat meninggal di perantauan yang jenazahnya tidak bisa dibawa pulang ke kampung halaman. Sekarang ini, bailau hanya sebagai seni pertunjukan yang dipertontonkan pada acara adat tertentu sehingga menjadi bailau kreasi. Dendang ratok ilau menjadi sumber dalam penggarapan komposisi musik baru, yang memiliki fenomena musikal yaitu terdapat teknik vokal yang disebut dengan opmaat dan juga modus nada yang jika diurutkan ditemui nada C, D, Dis, G, dan A dengan interval 1, ½, 1 ½, 1. Karya Ratok Si Bunsu digarap dengan metode penciptaan observasi, diskusi, eksplorasi, realisasi, bimbingan, dan penyelesaian menggunakan pendekatan tradisi dengan instrumen saluang, rabab, canang, gong, ganto, karinding, dan gandang tambua. Hasil dari karya ini adalah pengkarya membagi karya dalam dua bagian. Bagian pertama pengkarya menggarap melodi dendang ratok ilau menggunakan prinsip menggabungkan kedua vokal tradisi yang terdapat pada kesenian bailau, akan tetapi ada beberapa nada yang digunakan untuk memperkaya bentuk garapan. Pada bagian kedua, pengkarya mengembangkan melodi yang terdapat pada dendang ratok ilau menjadi beberapa bentuk melodi baru dengan vokal dan instrumen melodis serta diperkuat dengan instrumen non melodis. Dapat disimpulkan bahwa menggarap sebuah komposisi yang berangkat dari kesenian tradisi itu bukanlah hal yang mudah, melainkan harus mempelajari dan memahami latar belakang dari kesenian tradisi itu sendiri.Kata Kunci: interpretasi ilau, ratok si bunsu. Authors:Fitri Rahmadhani : Institut Seni Indonesia PadangpanjangAsril : Institut Seni Indonesia PadangpanjangM. Halim : Institut Seni Indonesia Padangpanjang References:Arizal, A. (2023). œIstilah Ratok Si Bunsu. Hasil Wawancara Pribadi: 23 Januari 2023, Koto Baru Solok. Basrul, Y. (2023). œBailau di KTK Solok. Hasil Wawancara Pribadi: 22 Januari 2023, KTK Solok. Herdianto, F., Yusnelli, Y., & Antara, F. (2021). Komposisi Musik Badondong Baibo dalam Musik Instrmental. GORGA: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 115-124. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/24912/15760Malik, C. (2018). Makna Ratok Ilau pada Pertunjukan Bailau di Kampai Tabu Karambia Kota Solok Sumatera Barat. https://lib.pasca.isi.ac.id/index.php?p=show_detail&id=4334Neng, N. (2023). œBailau di KTK Solok. Hasil Wawancara Pribadi: 22 Januari 2023, KTK Solok.Supanggah, R. (2007). Garap Bothekan Karawitan II. Surakarta: ISI Press Surakarta.Syofia, N. (2010). Tari Ilau sebagai Identitas dalam Kehidupan Masyarakat di Kelurahan Kampai Tabu Karambia Kota Solok Sumatera Barat. Tesis Program Pasca Sarjana ISI Padangpanjang.Tegar, K. (2023). Deskripsi dan Transkripsi Bailau pada Laman Youtube Andi Jagger dan Bidang Promosi dan Kebudayaan Dispar Kota Solok (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).https://pustaka.fk.unand.ac.id/2016-04-11-15-04-06/skripsi-thesis-disertasi.
FENOMENA DEPRESI PADA REMAJA MELALUI PERTUNJUKAN TEATER KONTEMPORER Nasution, Solehah Hasanah; Asril, Asril
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58090

Abstract

The creation of this theater work stems from the phenomenon of teenage depression coused by a lack of parental love and attention. This certainly has a negative impact on sufferers, especially their future. The aim of creating this work is to represent cases of teenage depression which have negative and dangerous impacts on their future. The results of the research are represented in contemporary theater performances. The creation of this work uses mise en scene method which consists of five stages, namely; T0 Stage of Searching for Issues, T1 Stage of Textual Concretization, T2 Stage of Dramaturgical Concretization, T3 Stage Concretization, T4 Reception Concretization. This Performance uses a representation approaches and the research are represented in contemporary theatre audience. The results of the creation of this work are a performance eith the title Garis Merah, which means the relationship between parents and their childern. In this show are two characters with the same mental condition but playing different positions. Male actors express their sadness by being upset and female characters act out their depression by crying. Through the contemporary theater performance, it is hoped that this can be a way to make elements of society aware of the dangers of a child's depression, and the importance of parental attention to their children. Humans can be made aware if the dangers and horrors of teenage depression come into direct conntact or are seen and experienced by the human themselves.Keywords: contemporary theater, representation, teenage depressionAbstrakPenciptaan karya teater ini berangkat dari fenomena depresi remaja yang disebabkan oleh kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua. Hal ini tentu mengakibatkan dampak negatif bagi penderita terutama masa depannya. Tujuan penciptaan karya ini adalah merepresentasikan kasus depresi remaja yang dampak negatif dan berbahaya terhadap masa depannya ke dalam bentuk seni pertunjukan teater kontemporer. Penciptaan karya ini menggunakan metode mise en scene yang terdiri dari lima tahap yaitu; T0 tahap mencari isu, T1 tahap konkretisasi tekstual, T2 Tahap Konkretisasi Dramaturgi,  T3 Konkretisasi Pemanggungan, T4 Konkretisasi Resepsi. Pertunjukan ini menggunakan pendekatan representasi dan hasil dari penelitian direpresentasikan dalam pertunjukan teater kontemporer.  Hasil dari penciptaan karya ini berupa pertunjukan dengan judul Garis Merah, yang memiliki arti hubungan antara orang tua dan anaknya. Pertunjukan ini terdapat dua tokoh dengan kondisi mental yang sama namun memainkan posisi yang berbeda. Aktor lako-laki mengekspresikan kesedihannya dengan kesal dan tokoh perempuan memerankan depresprinya dengan menangis. Melalui pertunjukan teater kontemporer ini, diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menyadarkan elemen masyarakat bahayanya depresi seorang anak, dan pentingnya perhatian orang tua kepada anaknya. Manusia dapat disadarkan jika bahaya dan kengerian depresi remaja bersentuhan secara langsung atau dilihat dan dialami sendiri oleh manusia tersebut.Kata Kunci: teater kontemporer, representasi, depresi remaja Authors:Solehah Hasanah Nasution : Institut Seni Indonesia Padang PanjangAsril : Institut Seni Indonesia Padang PanjangReferencesAziz, A. N., Rahmatullah, A.S., & Khilmiyah, A. (2023). Penguatan Kesehatan Mental Melalui Pelan Self-Disclosure bagi Remaja Panti Asuhan. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(3), 414-428.Ayuningtari, A. W. K. (2022). Youth Cyberbullying sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Lukis. Gorga: jurnal seni rupa, 11(02), 521-528.Bintang, A. Z, & Mandagi, A. M. (2017). Kejadian Depresi pada Remaja Menurut Dukungan Sosial di Kabupaten Jember. CMHP: journal of community Mental Health and Public Policy, 3(2), 92-101.Nasution, S. H. (2022). Pentingnya Komunikasi Orang Tua dan Anak. Elipsis majalah kita edisi 009. Padang Panjang: Egypt Van Andalas.Harianto, I., Yusril, & Martosa. (2020). Perancangan Pertunjukan Teater Rambun Pamenan dalam Pola Teater Tradisional Randai dengan Pendekatan Teater Modern (Well Made Play). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 09(02), 256-260Juned, S. (2023). Teater: Memungut Gagasan Tradisi Jadi Karya Modernitas. Padang Panjang: Egypt Van Andalas.Joane, P. K. (2016). Representasi Perempuan dalam Film œStar Wars VII: The Force Awakens. E-Komunikasi: program studi ilmu komunikasi Universitas Kristen Petra, 4(1), 1-12.Rahmayanti, Y. E, & Rahmawati, T. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Depresi pada Remaja Awal. JAIA: Jurnal Asuhan Ibu dan Anak, 3(2), 47-54.Rusmana, T. (2018). Rekontruksi Nilai-Nilai Konsep Tritangtu SundaSebagai Metode Penciptaan Teater Ke Dalam Bentuk Teater Kontemporer. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 33(1), 114-127.Sahrul N., Yusril., & Zebua, E. (2020). Metode Penciptaan Teater Kontemporer. Padang Panjang: Deepublish.Yudiariani. (2015). WS Rendra dan Teater Mini Kata. Yogyakarta: Galang Pustaka.Putri. (2023), œPenyebab HP Trauma dan Takut dengan Orang Tuanya Hasil Wawancara Pribadi: 15 Maret 2023, Padang Panjang.Laras. (2023), œKedekatan Emosional HP dan Orang Tuanya. Hasil Wawancara Pribadi: 16 Maret 2023, Padang Panjang. Roki. (2023). œAlasan Mengedarkan Ganja. Hasil Wawancara Pribadi: 14 Maret 2023, Muara Bulian.
PERANCANGAN LOGO ˜BATAR FUN™ SEBAGAI IDENTITAS VISUAL DALAM BOARD GAME MATEMATIKA Nurhandayani, Eti Fitri; Asril, Asril; Zam, Rizwel
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58802

Abstract

Educational games are games designed for educational purposes. ˜Batar Fun™ is a board game designed to implement education in it. ˜Batar Fun™ is an educational board game that discusses learning mathematics using flat shapes. Board game are designed to attract children™s interest in learning, especially fourth grade elementary school. This entity was appointed because it saw the importance of mathematics in various aspects of life which is a challenge for most children. However, in this case, the board game does not yet have a visual identity that can represent the game itself. The aim of this research is to produce a visual identity in the form of a logo for the board game ˜Batar Fun™. The design method refers to Robin Landa™s method, namely the Five Phases of the Graphic Design Process which consists of 5 stages, namely, orientation, analysis, conceptual design, design development, and implementation. The result of this design produce a visual identity in the form of a logo that can represent the ˜Batar Fun™ board game, supporting media, and other promotional media to support and introduce the ˜Batar Fun™ board game product to the public. The resulting logo is in accordance with the board game background so that it can present the contents of the board game. The logo also has a simple appearance and is easy for the public to remember.Keywords: Batar Fun Logo, Board Game, Visual IdentityAbstrakGame edukasi merupakan permainan yang dirancang untuk tujuan pendidikan. ˜Batar Fun™ sebagai salah satu board game yang dirancang dengan mengimplementasikan edukasi di dalamnya. ˜Batar Fun™ merupakan salah satu board game edukatif yang membahas mengenai pembelajaran matematika pada materi bangun datar. Board game dirancang untuk menarik minat belajar anak khususnya pada anak Sekolah Dasar kelas IV. Entitas ini diangkat karena melihat pada pentingnya matematika dalam berbagai aspek kehidupan yang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar anak. Namun dalam hal ini, board game tersebut belum memiliki identitas visual yang dapat merepresentasikan permainan itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan identitas visual berupa logo pada permainan Board Game ˜Batar Fun™. Metode perancangan merujuk kepada metode dari Robin Landa yaitu Five Phases of the Graphic Design Process yang terdiri dari 5 tahapan yaitu, orientation, analysis, conceptual design, design development, dan implementation. Hasil dari perancangan ini menghasilkan identitas visual berupa logo yang dapat mempresentasikan board game ˜Batar Fun™, media pendukung, dan media promosi lainnya guna mendukung dan memperkenalkan produk board game ˜Batar Fun™kepada publik. Logo yang dihasilkan sudah sesuai dengan latar belakang board game sehingga dapat mempresentasikan isi dari board game tersebut. Logo juga memiliki tampilan yang simpel dan mudah untuk diingat oleh publik.Kata Kunci: Board Game, Identitas Visual, Logo Batar Fun. Authors:Eti Fitri Nurhandayani : Institut Seni Indonesia Padang PanjangAsril : Institut Seni Indonesia Padang PanjangRizwel Zam : Institut Seni Indonesia Padang Panjang ReferencesAhmad, Asrullah, Aldo Susanto, and Erwin Candrawira. 2023. œIklan Layanan Masyarakat Terkait Pentingnya Investasi Digital. Jurnal Desain 10(3): 493“512.Alim, Bulan, and Edy Chandra. 2023. œRebranding Umkm Mentai Melalui Perancangan Identitas Visual. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa 12(1): 174.Aulia, Fauzan, Hendra Afriwan, and Dini Faisal. 2021. œKonsistensi Logo Dalam Membangun Sistem Identitas. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa 10(2): 439“44.Calvin, L, B A Hananto, and C D Zuki. 2022. œAnalisis Kebutuhan Perancangan Identitas Visual Pada Board Game ˜Antapura: Poerwakala.™ Prosiding Konferensi Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (KOMA DKV) 2: 288“93.Cuaca, Michelle Angela, Jayanto Ginon Warjoyo, and Budi Darmo. 2023. œPerancangan Ulang Identitas Visual Sebuah Usaha Elektronik Rumah Tangga. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa 12(1): 26.Fadli, Arizal, Suharno, and Akhmad Arif Musadad. 2017. œDeskripsi Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Berbasis Role Play Game Education Untuk Pembelajaran Matematika. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan (1): 52“57.Kelvin, and Brian Alvin Hananto. 2021. œPerancangan Ulang Brand Identity Board Board ˜Si Anak Nakal.™ Prosiding Konferensi Mahasiswa Desain Komunikasi Visual 1(1): 472“81.Lemuela, Jemima Katherine, and Edy Chandra. 2023. œPerancangan Identitas Visual Layanan Mobile Grooming Hi Pets. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa 12(02).Ningtiyas, Retnoningtiyas, Pujiyanto Pujiyanto, and Mahendra Wibawa. 2020. œSebuah Perancangan Brand Identity Oina Craft Sebagai Identitas Perusahaan Kriya Di Kota Malang. MAVIS¯: Jurnal Desain Komunikasi Visual 2(2): 58“66.Rahmadianto, Sultan Arif. 2021. œPerancangan Logo Dan Media Promosi Le Jaune Patisserie. Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia 4(2): 59“68.Rizkha, Ida Aminahrul, and Meirina Lani Anggapuspa. 2022. œPerancangan Board Game Pengenalan Gizi Seimbang Sebagai Media Edukasi Anak Usia 9-12 Tahun. Jurnal Barik 4(1): 175“89. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JDKV/article/view/48614.Subianto, Ismail Bambang, and Dhika Quarta Rosita. 2023. œRedesain Logo UMKM A4 Photography. Jurnal Desain 10(3): 627.Sujanto, Angela Maria Nadya et al. 2021. œPerancangan Poster Dan Kalender Sebagai Bentuk Implementasi Display Type Malangka Berdasarkan Studi Vernakular Tana Toraja. de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice 1(2): 69“76.Tiffany, F, M Hartono, and G Sujatmiko. 2019. œPerancangan Board Game Sebagai Souvenir Khas Kota Surabaya. Calyptra 7(2): 1434“45.Wijaya, Priscilia, Arief Agung, and Jacky Cahyadi. 2016. œPerancangan Board Game Untuk Mengenalkan Rambu Lalu Lintas Terhadap Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal DKV Adiwarna 1(8): 1“8.Wulandari, Murini, Ayu Purba, and Rinanda. 2021. œPerancangan Board Game Edukatif Tentang Budaya Indonesia Untuk Anak Sekolah Dasar. Jurnal FSD 2(1): 163“76. https://e-journal.potensi-utama.ac.id/ojs/index.php/FSD/article/view/1197.
Management of Internal Cultural Arts Sanggar Penghulu: Ompek Ganji Limo GonokTradition Festival in Kibul Village Muyusari, Febra; Asril, Asril; Sastra, Andar Indra
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.61735

Abstract

The purpose of this study is to ascertain how the Ompek Ganji Limo Gonok Oral Tradition festival (OGLG) in West Tabir District is processed by the Sanggar Seni Batin Penghulu. This study employed a qualitative approach, including observation, interviews, and recording; the presenting method was descriptive qualitative. Sanggar Seni Batin Penghulu combines traditional management and modern management. The results of OGLG oral tradition management consist of planning, organization, implementation, and supervision. The planning carried out by the Sanggar Seni Batin Penghulu included creating concepts, coordinating meetings, and dividing work tasks, administrative preparations, and making technical instructions. The organization carried out is the division of work tasks and preparing strategies and tactics to create a festival. The implementation carried out is applying everything that has been designed. This activity consists of an oral tradition competition, an oral tradition workshop, a culinary competition, and an oral tradition performance. The departments responsible for supervision are the Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, and the Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin. The ministry receives direct information on the finances and operations of Sanggar Seni Batin Penghulu Inner Culture.
A Study of the Technical Aspects of Local Buffalo Rearing in West Aceh Regency Gaznur, Zikri Maulina; Syafiq, Wan Taufiq Aulia; Koesmara, Hendra; Sari, Eka Mutia; Abdullah, Mohd Agus Nashri; Asril, Asril
Aceh Journal of Animal Science Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/ajas.9.2.34305

Abstract

The research problem is whether the technical aspects of raising buffalo livestock in West Aceh Regency have been implemented properly and correctly in accordance with the DITJENNAK guidelinesof 1992by buffalo breeders in West Aceh Regency.This research aims to examine theimplementation oftechnical aspects of local buffalo rearing in West Aceh Regency. The research locations covered 25 villages(5 villageseach district), namelyin5 villages Johan Pahlawan,Mereubo,Kaway XVI and Samatiga District. This study used a survey method of 100 buffalo breeders using a questionnaire.The parameters were1)aspects of breeding and reproduction,2)food, maintenance management,3)health,4)cages and equipment. The sampling technique is random and the number of samples is determined deliberately taking into consideration the breeders who are willing to be interviewed. The data obtained is processed by calculating the percentage score and then compared with the categories set by the Directorate General of Livestock (1992). The results showed that the implementation of the technical aspects of raising buffalorearingin West Aceh District was 41.71%,including the application of technical aspects of breeding and reproduction 57.72%, aspects of food13.74%,aspects of maintenance management 38.58%, health aspects 67.27%, cage and equipment aspects 52.09%. It can be concluded that the implementation of technical aspects of buffalo farming in West Aceh Regency is poor category with the guidelines of the Directorate General of Livestock (1992). From these results it is recommended that the technical aspects of buffalo rearing in West Aceh Regency should be improved in the future.
Komunikasi Antara Wisatawan dan Masyarakat Lokal pada Objek Wisata Kuliner Air Kawa Daun di Kenagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Hasnah, Miftahul; Rani, Wahyu Mustika; Asril, Asril; Kasman, Selvi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antara wisatawan dan masyarakat lokal di Wisata Kuliner Air Kawa Daun di Nagari Pariangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi serta dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara wisatawan dan masyarakat lokal memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengalaman wisatawan serta memiliki kearifan lokal budaya dan tradisi lokal. Komunikasi yang digunakan yaitu komunikasi verbal dan non verbal, Komunkasi verbal seperti menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Minangkabau sedangkan komunikasi non verbal seperti ekspresi wajah, Bahasa tubuh, kontak mata, gestur dan isyarat, procemics(jarak dan tata letak), Penelitian ini juga menunjukkan bahwa adanya strategi komunikasi ysng efektif dapat memfasilitasi pertukaran informasi dan pengalaman yang lebih baik antara wisatawan dan masyarakat lokal. Strategi yang efektif yang digunakan wisatawan dan Masyarakat lokal yaitu mengunakan Bahasa seperti Bahasa Minangkabau, mengenalkan tradisi kepada wisatawan, interaksi langsung antara wisatawan dan Masyarakat lokal, penggunaan media sosial, serta pembuatan paket wisata supaya wisatawan mau datang berkunjung ke wisata kuliner air kawa daun tersebut.
Factors influencing work fatigue among gas station operators in Panaikang District Asril, Asril; Syamsul, Muharti; Sudarman, Sumardi; Irwan, Irwan; Aswadi, Aswa
Unihealth Community Research Vol 1 No 2 (2025): March-August
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ucr.v1i2.59446

Abstract

Fatigue is one of the risks leading to decreased worker health, characterized by reduced energy levels when performing tasks or activities. Based on the health data from the 2023 attendance records of gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City, which included a workforce of 35 individuals, 12 employees reported frequent illness every month. For the 2024 attendance records from January to April, 9 workers experienced deteriorating health conditions, with symptoms including body pain, headaches, and stiffness in the shoulders. Of the staff, 22 (62.9%) experienced fatigue, while 13 (37.1%) did not. Research Objective: To identify the factors influencing work fatigue among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Method: This study employs a quantitative research method, specifically an analytical survey design with a cross-sectional study design, to investigate the impact of length of employment, tenure, and energy intake on work fatigue among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Research Results: The study indicates that there is no significant relationship between work fatigue and length of employment (p = 0.686), tenure (p = 0.458), or energy intake (p = 0.508). The findings of the study indicate that there is no substantial correlation between work fatigue and factors such as length of employment, tenure, or energy intake among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Based on our findings, it can be inferred that the duration of employment, tenure, energy intake, and work fatigue do not have a significant relationship among gas station operators in Panaikang Subdistrict.
Pengembangan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Kota Dumai: Dari Aspek Kualitas dan Kuantitas Asril, Asril; Yunaidi, Yunaidi; Hamzah, Hamzah; Rovylendes, Adjuoktoza
Batoboh Vol 10, No 1 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i1.5487

Abstract

Artikel ini  menjelaskan pengembangan seni di Kota Dumai melalui workshop dan pelatihan seni dan budaya dengan memetakan seni dulu, kini, dan nanti. Pengembangan seni pertunjukan di Kota Dumai pada tari kreasi Zapin, Persembahan, dan musik gambus masih dilakukan secara intuitif dan belum mempertimbangkan segi artistik dan estetika. Pengembangan artistik dan estetika perlu dilakukan dengan cara pengembangan dari aspek kualitatif dan kuantitatif. Pengembangan kualitatif atau kualitas adalah pengembangan pada bentuk, struktur, dan substansi gerak dan materi musiknya, teknik melukis, pengolahan warna, dan karakter untuk mencapai kualitas. Pengembangan kuantitatif atau kuantitas difokuskan pada upaya  memperluaskan dan memperbesar volume pertunjukan dan pameran dengan cara memperbanyak dan menyebarkan ke berbagai kalangan masyarakat. Metode workshop dan pelatihan terdiri dari presentasi materi, workshop, dan pelatihan dibagi beberapa kelompok, yaitu kelompok tari, musik, dan seni rupa. Kemudian dilakukan evaluasi dan saran perbaikan. Hasil workshop dan pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat perlu dilakukan untuk membuka wawasan dan cara mengembangkan suatu seni ke seni kreasi dengan pertimbangan konsep seperti kualitas dan kuantitas.
Penanaman Karakter Komunikatif dan Tanggung Jawab dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri 45 Mukomuko Delta, Septika; Asril, Asril; Juliardi, Budi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.953

Abstract

Penelitan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan karakter siswa yang dinilai cukup baik, namun belum optimal penanamannya, terutama pada karakter komunikatif dan tanggung jawab. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penanaman karakter komunikatif dan tanggung jawab dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 45 Mukomuko dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penanaman karakter komunikatif dan tanggung jawab dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 45 Mukomuko. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode diskriptif, informan penelitian ialah kepala sekolah, wakil kesiswaan, pembina pramuka dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pengolahan data  dengan analisis data dengan langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penanaman karakter komunikatif dan tanggung jawab dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 45 Mukomuko sudah diterapkan dengan sebaik mungkin disekolah. Meskipun masih terdapat beberapa dari siswa yang melanggar akan karakter tersebut. Solusi dari pihak sekolah dan pembina pramuka dalam menanggulangi permasalahan karakter komunikatif dan tanggung jawab yaitu dengan memberikan arahan dan juga sanksi berupa hukuman kepada siswa yang melanggar. Adapun faktor pendukung ialah adanya kerjasama dan juga dukungan dari berbagai pihak yaitu kepala sekolah, pembina pramuka, guru-guru, staf pegawai, orang tua, masyarakat dalam membimbing dan memberikan arahan kepada siswa serta semangat dari siswa yang begitu besar. Sedangkan faktor penghambat yaitu cuaca buruk, pola asuh dan lingkungan serta siswa yang tidak bersemangat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penanaman kakter komunikatif dan tanggung jawab dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 45 Mukomuko sudah diterapkan dengan sebaik mungkin disekolah. Meskipun masih terdapat siswa yang melanggar akan karakter tersebut. Adapun solusi dari pihak sekolah dan pembina pramuka yaitu dengan memberi arahan dan juga sanksi berupa hukuman kepada siswa yang melanggar. Adapun faktor pendukung adanya kerja sama pihak sekolah dan diluar sekolah serta semangat siswa yang begitu besar sedangkan faktor penghambat yaitu cuaca buruk, pola asuh dan siswa yang tidak bersemangat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka.
Co-Authors A Fathisra Alawiya A Abdullah, Mohd Agus Nashri Adriana, Andi Nur Ilmi Ahmad Faisal Ahmal, Ahmal Ahwa, Awliya Akbar, Rahmat Akmal, Wahyu Latul Al Fiqri , Yanuar Al-Adam, Koji Alfimus, Ivan Ali muhajir, Ali Alimuddin Laapo Alrizki, Marisa Tito Aluna Aluna amin, makomulamin Andar Indra Sastra Anggara, Rama Ani, Savitri Anika, Desti Anshori, Ubai Dillah Al Anugrah, Nadia Anwar Nababan, Siharta Leman Aris, Muhammad Armalena, Armalena Armeswari Haris Artika, Titin Asep Saepul Haris, Asep Saepul Asridiana, Asridiana Aswadi, Aswa Audy Ristaudy Awliya Afwa Ayuni, Sri Azhar, Zahroel Azhar, Zahrol Azwar Azwar Azzahra, Silvia Azzura Yenli Nazrita Bahrul Anif Bangun, Rendi Saputra Bedriati Ibrahim Bismi Arfedi Br. Nasution, Anna Fasiri Budi Juliardi Bunari, Bunari Chaniago, Danil Mahmud Dandi, Rahmad Dede Pramayoza Delfianti, Alnela Delta, Septika Desmawardi, Desmawardi Dimas Prasidi Dzarnisa Araby Edi Purwanta Ediwar Ediwar Efri Yandani Elmustian, Elmustian Elmy Mariana Erlinda Erlinda Eti Fitri Nurhandayani Fabiola, Vanny Hilda Faizah A.R, Hasnah Fakhran Hirzi Fatah, Yendi Abdul Fatma wati Febrina Riska Putri, Febrina Riska Febriyeni, Hernita Fifi Yasmi Firman Firman Fitria Fitria Fitria, Delta Gaznur, Zikri Maulina Gusdaputra, Damra Gusrizal Gusrizal Gustina, Vika Hamsi, Andi Magfirah Hamzah Hamzah Hana Nur Azizah Harefa, Titi Sugiarti Harita, Nemarius Hartanti, Intan Dwi Harun, Afrizal Hasnah, Miftahul Hendra Koesmara Hendrawan, Yoni Herdin, Yulia Heriyanto Heriyanto Hermandra, Hermandra Herniwanti Herniwanti Hutabri, Elbert Ida Nurjannah Ida Wahyuni Ihdiani Abubakar Ihsan, Rivaldi Iis Wulandari Ilham Alfads Imory S, Amadhea Clarita Irwan Irwan Ishaq, Isjoni Isjoni Isjoni Izzati, Raichan Jaenam Jaenam Jamurin, Jamurin Jely Novianti Jufri Jufri Kamal, Zahara Kamaruddin Oemar Kolabani, Matias Nataniel Kurniawan K, Rama Nur Kurniawan, Robi Dwi Lesmana, Lido Sabda Liadiani, Cut M. Halim, M. Mainan, Cut Marlina, Nisa Mhike Suryawati Miranda, Miranda Mudastsir, Mudastsir Muhajil, Ali Muhamadiah, Muhamadiah Muhammad Ammar Muhammad Fahdi, Muhammad Muhammad Resthu Mukhsinin, Iqbal Muktianis, Nita Musfita Aini Musfita, Chifa Dwi Muyusari, Febra Nadila Putri Ningsih Naim, Said Janatun Nainggolan, Tiur Malina Nasution, Solehah Hasanah Nazaruddin, Saiful Nengsih, Sri Wahyu Nia Anggraini Ningsih, Sonia Puspita Nofa, Yosi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Siswanto Novita M J S, Yulia Novita Sari Nur Hidayat Nuratika, Sagita Nurdiansyah Nurdiansyah Nurfaizatussolihah Nurfaizatussolihah Nurhasanah Nurhasanah Nurlina Nurlina Nurvi Susanti Permata Sari, Riska Permata, Arief Jintan Pertiwi, Ega Putri Pratama, Fikri Surya Pratama, Said Mirza putra, khaironi Putri, Melisa Amanda Rahmadhani, Fitri Rahmat, Indra Ramadani, Putri Rani, Wahyu Mustika Rasmida, Rasmida Rawi, Mhd Refnesia, Putri Elsa Revita, Elinda Rezha, Dhea Alvionita Rina Oktavia Risna, Avifah Rita Oktavia Rizki, Agam Rosdiana Rosdiana Rovilendes, Adjuoktoza Rovylendes , Adjuoktoza Rovylendes, Adjuoktoza Ryzki Apriliani Sahrul N Sando, Welly SANTOSO SANTOSO Saputra, Alkis Sari, Eka Mutia Sari, Nani Dian Sarumaha, Margaretha Taniria Sawitri, Isma Sejati, Muhammad Selvi Kasman Siharta Leman Anwar Nababan Silja, Chintia Desma Siregar, Devi Tamara Siswanto, Nopriadi Sitepu, Sukma Aditya Siti Hasanah Sony Setiawan Srikandi, Dwi Yulia Sriyani Sriyani Sumardi Sudarman, Sumardi Suroyo Suroyo Susanto, Yudi Syafiq, Wan Taufiq Aulia Syahputra, Firman Syahri Anton Syahrizal Syahrizal Syahrizal Syahrizal Syamsul, Muharti Syauqi, Khilal Taufiq Taufiq Tiopan Purba Tugiman Tugiman Violina, Suci Viony, Lirna Wahidah Fitriani Wardi Wardi Wati, Fitri Rahma Weni Yulastri Widodo, Muh. Caesar Sapto Wilma Sriwulan winarti, dwi Yatim, Yenita Yeni, Yudi Asrul Yuherman Yuherman Yulfita, Ade Febri Yulia Mori Zalni Yulia Yantika Yuliarni Yuliarni yunaidi yunaidi Yuniarti Munaf Yunita, Jasrida yuniva, fira Yurnalis Yurnalis Zahri, Rezi Yuni Zainudin Zainudin Zam, Rizwel Zaman, Kamali Zariul Antosa Zosluis Olan Malau Zulkifli Zulkifli