p-Index From 2021 - 2026
6.958
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Medicina Sport and Fitness Journal Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) E-Journal of Tourism INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES E-Jurnal Medika Udayana Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Bumi Lestari Ecotrophic, Journal of Environmental Science Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA Lingua Scientia Journal Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Jurnal S2 Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Ekonomi Modernisasi DEDIKASI JURNAL MAHASISWA Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kiat Bisnis Nexus Kedokteran Klinik Jurnal Ketahanan Nasional JURNAL PASTI (PENELITIAN DAN APLIKASI SISTEM DAN TEKNIK INDUSTRI) Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Mimbar Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Fisika KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Jurnal Bioedukasi Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Journal of Electrical Technology UMY Potensi : Jurnal Sipil Politeknik Akuntabel : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Jurnal Inovasi Bisnis (Inovbiz) JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Istiqro' JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Journal of Dedicators Community Journal TEPAT: Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Jurnal EDUTECH Undiksha JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Kilat MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal YUME : Journal of Management Jambura Journal of Informatics Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ISM (Intisari Sains Medis) : Jurnal Kedokteran Journal of Innovation in Business and Economics Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Jurnal Abdimas Mahakam Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Valid Jurnal Ilmiah JURNAL TUGAS AKHIR MAHASISWA Jurnal Teknologi Informasi : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Informatika Unistek: Jurnal Pendidikan dan Aplikasi Industri Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Jurnal Akuntansi JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan JPEKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Journal of a Sustainable Global South Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Akuntansi Indonesia Community Empowerment Essential: Essence of Scientific Medical Journal Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Public Health and Preventive Medicine Archive Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Jurnal Ilmiah Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KONTRAKSI (25%, 50% DAN 75%) DARI NILAI KONTRAKSI MAKSIMAL PADA TEKNIK CONTRACT RELAX TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING Masrum Syam; I Made Muliarta; Muhammad Irfan; Nyoman Adiputra; Wayan Weta; Ali Imron
Sport and Fitness Journal Volume 6, No.1, Januari 2018
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.699 KB) | DOI: 10.24843/spj.2018.v06.i01.p03

Abstract

Hamstring adalah salah satu otot yang paling sering mengalami pemendekan dan kerap kali menjadi pemicu terjadinya keluhan lain pada tubuh seperti low back pain, plantar facitis, knee pain dan sebagainya hingga perlu dilakukan pemanjangan otot hamstring guna mengurangi resiko timbulnya keluhan di regio lain. Penelitian ini adalah bentuk penelitian eksperimental yang akan menguji efektivitas dari besaran kontraksi 25%, 50%, dan 75% pada teknik contract relax untuk meningkatkan fleksibilitas kelompok otot hamstring. pada penelitian ini sampel akan dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok pertama diberikan teknik contract relax dengan besaran kontraksi 25% untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring, kelompok kedua diberikan teknik contract relax dengan besaran kontraksi 50% untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring, dan kelompok ketiga diberikan teknik contract relax dengan besaran kontraksi 75% untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring. Penelitian ini mengukur nilai fleksibilitas hamstring pada sebelum intervensi dan setelah intervensi sehingga sampel hanya akan mendapatkan 1 sesi intervensi. Sampel diukur fleksibilitas hamstringnya menggunakan sit and reach test pada sebelum intervensi kemudian dilakukan intervensi sesuai dengan pengelompokan yang telah dibagi kemudian setelah selesai dilakukan intervensi, sampel melakukan pengukuran kembali untuk mendapatkan nilai hasil intervensi. Hasil uji hipotesis Grup I (25%) menunjukkan nilai rerata pada sebelum intervensi 9,74(±3,38) dan nilai rerata pada setelah intervensi 16,00(±3,05), pada uji hipotesis Grup II (50%) menunjukkan nilai rerata pada sebelum intervensi 10,05(±2,68) dan nilai rerata setelah intervensi 16,42(±3,23), dan pada hasil uji hipotesis Grup III (75%) menunjukkan nilai rerata sebelum intervensi 9,66(±2,72) dan nilai rerata setelah intervensi 15,16(±2,95), dengan nilai probailitas pada ketiga Grup adalah 0,000 yang artinya (p<0,05) dan dinyatakan ada perbedaan yang signifikan dari ke tiga intervensi tersebut. Pada uji hipotesis IV dilakukan perbandingan hasil pada grup I, II, dan III, dengan menggunakan one way anova dengan hasil rerata Grup I 16,00(±3,05), Grup II 16,42(±3,23), dan Grup III 15,16(±2,95) dengan nilai probabilitas (p=0,442) yang artinya (p>0,05) dan dapat dinyatakan secara analisis statistik tidak ada perbedaan yang signifikan antara ke tiga intervensi yang dilakukan.Kata kunci: PNF, Contract-relax, hamstring, fleksibilitas, S-EMG
KOMBINASI INTERVENSI INTEGRATED NEUROMUSCULAR INHIBITION TECHNIQUE (INIT) DAN ULTRASOUND LEBIH BAIK DARIPADA STRETCHING METODE JANDA DAN ULTRASOUND DALAM MENINGKATKAN ROM SERVIKAL PADA SINDROMA MIOFASIAL OTOT UPPER TRAPEZIUS Dwi Halim Kevin Gautama; Susy Purnawati; Sugijanto -; Nyoman Adiputra; I Wayan Weta; Moh. Ali Imron
Sport and Fitness Journal Volume 6, No.1, Januari 2018
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.051 KB) | DOI: 10.24843/spj.2018.v06.i01.p08

Abstract

Pendahuluan: Sindroma miofasial merupakan sekumpulan kelainan yang ditandai dengan nyeri dan kekakuan pada jaringan lunak termasuk otot, struktur fascia dan tendon. Otot yang sering mengalami sindroma miofasial adalah upper trapezius. Tujuan: Penelitian ini untuk membuktikan kombinasi INIT dan ultrasound lebih baik daripada stretching metode Janda dan ultrasound dalam meningkatkan ROM servikal pada sindroma miofasial otot upper trapezius. Metode: Penelitian ini adalah eksperimental dengan Pre dan Post Test Control Group Design. Populasi merupakan pasien Poliklinik Fisioterapi RSUD Wangaya, Denpasar yang mengalami sindroma miofasial otot upper trapezius berdasarkan hasil assessment fisioterapi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 28 orang yang mengalami penurunan ROM akibat sindroma miofasial otot upper trapezius. Sampel didapat berdasarkan hasil pengukuran ROM menggunakan goniometer serta kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pada Kelompok 1 diberikan kombinasi intervensi INIT dan ultrasound, dan pada Kelompok 2 diberikan kombinasi stretching metode Janda dan ultrasound. Hasil: Uji paired sample t-test ROM fleksi servikal Kelompok 1 rerata 5,64±1,49 dan Kelompok 2 rerata 3,36±0,74 selisih antara sebelum dan sesudah intevensi dengan nilai p = 0,001. ROM lateral fleksi servikal Kelompok 1 rerata 6,43±1,28 dan Kelompok 2 3,43±0,75 selisih antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,001 yang menunjukkan pada kedua kelompok terdapat perbedaan yang bermakna dari selisih peningkatan ROM servikal sebelum dan sesudah intervensi. Uji independent t- test diperoleh nilai p = 0,001 yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna pada hasil Kelompok 1 dibandingkan dengan Kelompok 2 dalam meningkatkan ROM servikal sindroma miofasial otot upper trapezius. Simpulan: Kombinasi Intervensi Integrated Neuromuscular Inhibition Technique dan ultrasound lebih baik daripada stretching metode Janda dan ultrasound dalam meningkatkan ROM servikal pada sindroma miofasial otot upper trapeziusKata Kunci: Sindroma miofasial, ROM servikal, integrated neuromuscular inhibition technique, stretching metode Janda, ultrasound
METODE KONVENSIONAL, KINESIOTAPING, DAN MOTOR RELEARNING PROGRAMME BERBEDA EFEKTIVITAS DALAM MENINGKATKAN POLA JALAN PASIEN POST STROKE DI KLINIK ONTOSENO MALANG Dimas Sondang Irawan; Nyoman Adiputra; Muhammad Irfan
Sport and Fitness Journal Volume 2, No.1, 2014
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.084 KB)

Abstract

Stroke patient would have impaired activities of daily living. One-sided weakness of extremities, poor body control, and gait instability. Rehabilitation in stroke patient, effective and can improve the function of the impaired limb. Exercise can provide the functional activity of learning and apply the basic premise that the capacity of the brain is able to reorganize and adaptable so with targeted exercises it can be improved. This study aimed to compare the efficiacy of conventional methods, applications kinesiotaping, and MRP method in improving the gait pattern of stroke patients. The study has pre and post test with control group design using 3 groups. There are 10 people in each group. The first group was given conventional intervention methods, group II given Kinesiotaping application, and the third group was given the intervention using the MRP  with duration of exercise 3 times a week with a time of 60 minutes for 4 weeks. Data in the form of pre-test and post-test patterns of stroke patients analized by using Wisconsin Gait Scale. Samples were 30 divided into 3 groups. In the conventional group had a mean age of 62.3 years with a number of men 5 men and 5 women. At Kinesiotaping group had a mean age of 65.1 years with a number 6 men and 4 women. While the MRP group had a mean age of 62.6 years with a number 6 men and 4 women. Results of hypothesis testing using Anova showed a significant difference between the (average of the WGS scores after intevention of the three groups, with value of p<0,05. The comparison on each method showed that the Kinesiotaping application and MRP have significant difference, but the Kinesiotaping application showed no significally difference with MRP. The conclusions in this study that the conventional methods, Kinesiotaping application and MRP has different efficacy on improfing gait pattern of stroke patient.
INTERVENSI DUMBBELL LUNGES DAN CORE STABILITY EXERCISE LEBIH BAIK DARIPADA INTERVENSI ELASTIC BAND DAN CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA PEMAIN SKATEBOARD DENGAN KONDISI CHRONIC ANKLE INSTABILITY I Dewa Gede Alit Kamayoga; Nyoman Adiputra; Syahmirza Indra Lesmana; Ketut Tirtayasa; Ida Bagus Ngurah; M. Ali Imron
Sport and Fitness Journal Volume 5, No.3, 2017
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.046 KB) | DOI: 10.24843/spj.2017.v05.i03.p12

Abstract

Among skateboarders frequently faced with recurrent injury especially on ankle region. They seldom take attention to their injury and if the condition left untreated, it will turn into chronic ankle instability. This condition will disturb dynamic balance while playing skateboard. The purpose of this research is to find if dumbbell lunges intervention and core stability exercise are more effective than elastic band and core stability exercise for the improvement of dynamic balance. This experimental research using pre and post test two group design. Sample was taken with simple random sampling. Total of 24 samples were divided into 2 groups, each group contain 12 samples. Group I had dumbbell lunges intervention and core stability exercise while Group II had elastic band intervention and core stability exercise. The exercise was done 3 times per week for 6 weeks. Data was taken with measurement dynamic balance using modified bass test of dynamic balance before and after exercise to each group. The mean difference test increasement of dynamic balance with paired sample t-test results p value 0.001 (p<0.05) within treatment Group I and p value 0.001 (p<0.05) within treatment Group II. which mean there is significantly difference of increasing value dynamic balance before and after intervention within both group. Difference test before intervention in treatment Group I and Group II with independent t-test result p value 0.818 (p>0.05) in which there is no significant difference between groups before intervention. and difference test after intervention in treatment Group I and Group II with independent t-test shows significant difference with p value 0.001 (p<0.05). This study shows that dumbbell lunges intervention and core stability exercise result in better improvement of dynamic balance than elastic band intervention and core stability exercise among skateboarders.
PENAMBAHAN INCENTIVE SPIROMETRY PADA DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS FUNGSI PARU PADA PASIEN PASCAOPERASI JANTUNG DI RUMAH SAKIT JANTUNG HARAPAN KITA Santoso Santoso; I Dewa Putu Sutjana; Moh Ali Imron; I Made Muliarta; I Nyoman Adiputra; Ni Nyoman Ayu Dewi
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, No. 1, Januari 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.373 KB) | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i01.p08

Abstract

Pendahuluan: Penurunan fungsi paru merupakan masalah besar pada pasien pascaoperasi jantung. Berbagai teknik latihan napas telah dikembangkan fisioterapi di antaranya deep breathing exercie (DBE), namun teknik ini tidak memberikan informasi volume inspirasi saat latihan. Untuk mengatasi kelemahan latihan DBE maka ditambahkanlah program incentive spirometry.Tujuan penelitian untuk membuktikan penambahan latihan IS pada DBE lebih baik dalam meningkatkan FVC dan FEV1 pada pasien pascaoperasi jantung dibanding hanya DBE. Material dan metode: Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Jumlah sampel penelitian 22 orang dan terbagi ke dalam dua kelompok. Kelompok Perlakuan 1 (KP1) mendapat perlakuan DBE, sedangkan Kelompok Perlakuan 2 (KP2) mendapat perlakuan IS dan DBE. Pengukuran FVC dan FEV1 menggunakan spirometri. Masing-masing kelompok mendapat perlakuan sehari setelah pascaoperasi sampai pasien pulang rawat inap. Hasil penelitian: Dari program DBE pada KP1 terjadi peningkatan FVC dengan nilai rerata pre test 1,33±0,41 liter dan post test 1,74±0,36 lite, dimana p<0,05, demikian juga terdapat peningkatan FEV1 dengan nilai rerata pretest 1,09±0,36 liter dan Posttest 1,46±0,49 liter, dengan p<0,05. Sementara program DBE dan IS pada KP2 terjadi peningkatan FVC dengan nilai rerata pre test 1,12±0,39 liter dan post test 1,84±0,54 liter, dengan nilai p<0,05. Demikian juga terjadi peningkatan rerata FEV1 pre test 1,01±0,40 liter dan post test 1,56±0,52 liter, dengan nilai p<0,05. Perbedaan peningkatan FVC intervensi DBE pada KP1 dan IS+DBE pada KP2 1,74±049 liter dan 1,82±0,54 liter dengan nilai p>0,05. Rerata FEV1 setelah intervensi DBE pada KP1 1,46±0,49 liter, dan setelah intervensi DBE dan IS pada KP2 1,56±0,52 liter, dengan p>0,05. Perbedaan selisih peningkatan FVC pada tambahan IS + DBE dan DBE 0,7 liter dan 0,55 liter dan FEV1 0,41 liter dan 0,37 liter. Simpulan: Disimpulkan bahwa latihan antara IS+DBE dan DBE pada pasien pascaoperasi jantung sama-sama dapat meningkatkan FVC dan FEV1 secara bermakna, secara statistik selisih peningkatan FVC dan FEV1 antara IS+DBE dibanding DBE tidak bermakna.
PERBANDINGAN KOMBINASI BERGANTIAN SENAM LANSIA DAN LATIHAN CORE STABILITY DENGAN HANYA SENAM LANSIA TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN STATIS LANSIA Arif Pristianto; Nyoman Adiputra; Muhammad Irfan
Sport and Fitness Journal Volume 4, No. 1, 2016
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.381 KB)

Abstract

Memasuki usia lansia muncul permasalahan yang disebabkan penurunankemampuan serta kebugaran fisik. Degenerasi struktural pada sistemneuromuskuloskeletal dan sistem indera menyebabkan menurunnya keseimbangan statisdan dinamis. Keseimbangan statis merupakan komponen penting dalam menjaga posisitubuh agar postur tetap tegak serta sebagai awalan dalam memulai gerakan. Kurangnyaaktivitas fisik pada lansia menyebabkan penurunan keseimbangan statis. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perbandingan antara kombinasi bergantian senam lansiadan latihan core stability dengan hanya senam lansia terhadap keseimbangan statislansia. Penelitian eksperimental dilakukan dengan pre and post test with control groupdesign selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali perminggu. Total sampel sebanyak 26orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi program latihan hanyasenam lansia sedangkan kelompok perlakukan diberi program kombinasi bergantiansenam lansia dan latihan core stability. Pengukuran keseimbangan statis menggunakanfunctional reach test yang diukur sebelum dan sesudah program latihan pada masingmasingsubjek. Hasil penelitian pada kedua kelompok didapatkan data usia subjek 61-72 tahun, jenis kelamin pria dan wanita, berat badan 48-67 kg, dan tinggi badan 151-167 cm. Hasil uji masing-masing pengaruh didapatkan data keseimbangan statiskelompok kontrol p<0,05 dan kelompok perlakuan p<0,05. Berdasarkan ujikomparabilitas data setelah program latihan antara kedua kelompok menggunakanindependent t-test didapatkan nilai p>0,05. Simpulan yang didapatkan adalah programlatihan hanya senam lansia dan kombinasi bergantian senam lansia dengan latihan corestability sama-sama dapat meningkatkan keseimbangan statis lansia. Tidak adaperbedaan signifikan antara program latihan kombinasi bergantian senam lansia danlatihan core stability dengan hanya senam lansia terhadap peningkatan keseimbanganstatis lansia.
BIOFEEDBACK EXERCISE LEBIH BAIK DARIPADA ACTIVE ASSISTED EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA OTOT BAHU PADA FUNGSIONAL MERAIH POSISI 900 FLEKSI BAHU PASIEN PASCA STROKE La Ode Muhammad Gustrin Syah; J Alex Pangkahila; Muhammad Irfan; Luh Putu Ratna Sundari; I Nyoman Adiputra; I Made Jawi
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, No. 1, Januari 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.457 KB) | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i01.p05

Abstract

Pendahuluan: Kondisi pasca stroke akan menimbulkan beberapa permasalahan yang berhubungan dengan struktur dan fungsi anggota tubuh, salah satunya fungsional meraih yang disebabkan oleh kompensasi karena hilangnya kontrol mengendalikan kinerja otot. Untuk meningkatkan kinerja otot bahu pada fungsional meraih diperlukan latihan yang dapat melihat langsung kinerja otot yang terjadi pada saat gerakan meraih, sehingga dapat mengurangi kompensasi yang terjadi serta mengontrol kinerja otot. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Biofeedback Exercise lebih baik daripada Active Assisted Exercise untuk meningkatkan kinerja otot bahu pada fungsional meraih posisi 900 fleksi bahu pasien pasca stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post test group design. Kelompok Kontrol diberikan Active Assisted Exercise dan Kelompok Perlakuan diberikan Biofeedback Exercise. Jumlah sampel tiap Kelompok sebanyak 8 orang dan masing-masing Kelompok diberikan latihan dengan durasi waktu 30 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu. Tes pengukuran kinerja otot menggunakan Surface-Electromyography. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada Kelompok Perlakuan terjadi kemampuan kinerja otot bahu dengan nilai rerata pre test 101,38 ± 21,13 dan post test 77,16 ± 19,41, dan didapatkan nilai p < 0,001. Pada Kelompok Kontrol terjadi peningkatan kemampuan kinerja otot bahu dengan hasil rerata pre test 82,50 ± 17,44 dan post test 64,00 ± 16,76 dan di dapatkan nilai p < 0,001. Terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan kinerja otot bahu antara Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol dengan nilai p < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Biofeedback Exercise lebih baik daripada Active Assisted Exercise untuk meningkatkan kinerja otot bahu pada fungsional meraih posisi 900 fleksi bahu pasien pasca stroke.
PENAMBAHAN KINESIOLOGY TAPE PADA PELATIHAN CLOSED KINETIC CHAIN (CKC) DAN STRETCHING LEBIH BAIK DALAM MENURUNKAN EXCESSIVE Q-ANGLE PADA WANITA I Putu Gde Surya Adhitya; I Nyoman Adiputra; Syahmirza Indra Lesmana; I Dewa Putu Sutjana; I Made Muliarta; M. Ali Imron
Sport and Fitness Journal Volume 5, No.3, 2017
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.658 KB) | DOI: 10.24843/spj.2017.v05.i03.p13

Abstract

Background: Q-angle is the angle between the quadriceps and patellar tendon and showing the angle of the quadriceps muscle tension. Pelvic widening in women does not occur in men who lead the Q-angle in women begins to enlarge during adolescence than men. Purpose: The purpose of this study was to compare the addition of kinesiology tape on CKC training and stretching without additional kinesiology tape on CKC training and stretching in women. Methods: This research was a randomized experimental design with pre-test and post-test group design. The sample contain by 24 people divided into two groups of 12 people each. Treatment group with the addition of kinesiology tape on CKC training and stretching, while the control group only CKC training and stretching. This research was conducted for 8 weeks, 2 times in a week. The data collected by the Q-angle measured using a goniometer at the time before and after treatment. Result: The results of data analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test, Q-angle was obtained with p = 0.002 for the different treatment groups with an average of 12.25 and in control group acquired Q-angle, with p = 0.002 with 6.416 average difference, and different 47.59% with treatment group. Mann-Whitney test results the average of difference of decreasing of treatment group is 18.5 and the average of difference of control group is 6.5 different 64.86% with treatment group, showed that there were significant differences in the decrease in Q-angle between the two groups with the result p = 0.001 (p <0.05). Conclusion: Conclusions of research are: the addition of kinesiology tape on the training of Closed Kinetic Chain (CKC) and stretching better in reducing excessive Q-angle in women. Suggestion: For the next research suggest to add dependent variables as: muscle strength, functional and speed of muscle contraction of Vastus Medial Oblique (VMO), individual addressing treatment, and use x-ray as measurement tool.
TWELVE BALANCE EXERCISE LEBIH EFEKTIF DALAM MENURUNKAN RISIKO JATUH DIBANDING OTAGO HOME EXERCISE PADA LANJUT USIA DI BANJAR TAINSIAT, DESA DANGIN PURI KAJA, DENPASAR, BALI Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; RA. Tuty Kuswardhani; Muh. Irfan; I Nyoman Adiputra; Susy Purnawati; I Made Jawi
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 3 (2020): Volume 8, No. 3, September 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i03.p14

Abstract

Pendahuluan: Penuaan diiringi oleh penurunan kemampuan fungsional tubuh sehingga meningkatkan risiko terjadinya jatuh pada lansia. Di Indonesia dilaporkan sekitar 17 % bahwa jatuh terjadi, dan di Bali dilaporkan dari keseluruhan lansia yang datang ke Instalasi Gawat Darurat di salah satu rumah sakit di Bali sebesar, 3% disebabkan oleh karena jatuh. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah twelve balance exercise lebih efektif dalam menurunkan risiko jatuh dibanding otago home exercise pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan randomized pre and post test group design. Penelitian ini menggunakan 36 orang yang merupakan anggota komunitas lansia di Banjar Tainsiat Denpasar.. Kelompok 1 diberikan twelve balance exercise, sedangkan Kelompok 2 diberikan otago home exercise. Tiap kelompok diberikan pelatihan selama 6 minggu sebanyak 3 kali dalam seminggu. Risiko jatuh diukur menggunakan berg balance scale (BBS). Hasil: Analisis data menunjukan bahwa terdapat peningkatan nilai BBS secara bermakna pada kedua kelompok. Pada Kelompok 1 didapatkan peningkatan nilai BBS sebesar (5,06±1,305) dengan p0,000 (p<0,05) dan pada Kelompok 2 didapatkan peningkatan nilai BBS sebesar (2,78±0,647) dengan p0,000 (p<0,05), dan uji perbandingan peningkatan nilai BBS pada kedua kelompok menghasilkan nilai p0,000 (p<0,05). Simpulan: twelve balance exercise lebih efektif dalam menurunkan risiko jatuh dibanding otago home exercise pada lanjut usia di Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar, Bali. Kata kunci : twelve balance exercise, otago home exercise, berg balance scale
PEMBERIAN LATIHAN TAMBAHAN ZIG-ZAG RUN LEBIH BAIK DARIPADA PEMBERIAN LATIHAN TAMBAHAN SHUTTLE RUN DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN PADA PROGRAM LATIHAN DI AKADEMI OPEL FUTSAL LAMONGAN Muhamad Baidhowi Primadi; I Nyoman Adiputra; I Made Krisna Dinata; Nyoman Mangku Karmaya; Anak Agung Sagung Sawitri; I Gusti Ayu Widianti
Sport and Fitness Journal Vol 9 No 1 (2021): Volume 9, No. 1, Januari 2021
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2021.v09.i01.p05

Abstract

Kelincahan berhubungan dengan keefektifan gerakan yang dilakukan. Bentuk latihan kelincahan adalah zig-zag run dan shuttle run. Tujuan pada penelitian untuk membuktikan pemberian latihan tambahan zig-zag run lebih baik daripada shuttle run dalam meningkatkan kelincahan pemain di Akademi Futsal Opel Lamongan. Penelitian dengan jenis quasi experiment menggunakan pretest and posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 18 pemain di Akademi Futsal Opel Lamongan dan terbagi dalam tiga kelompok perlakuan yang berbeda. Kelompok I diberikan penambahan latihan zig-zag run Kelompok II diberikan penambahan latihan shuttle run dan Kelompok III Kelompok Kontrol dengan hanya mendapatkan latihan dari akademi. Frekuensi latihan 3 kali seminggu selama 7 minggu dengan waktu penambahan latihan 8 menit setiap pertemuan. Pengukuran tingkat kelincahan menggunakan Illinois Agility Run Test. Hasil penelitian pada ketiga kelompok didapatkan rerata kelincahan sebelum zig-zag run adalah 18,34±0,66 detik dan selisih sebelum dan sesudah 3,43±0,20 detik. Rerata kelincahan shuttle run 17,79±0,83 detik dan selisih 2,55±0,31 detik. Rerata kelincahan Kelompok Kontrol 17,89±1,68 detik dan selisih 1,37±0,67 detik. Uji beda rerata peningkatan kelincahan pada Kelompok I, II dan III menggunakan one way ANOVA pada data selisih pre dan posttest ketiga kelompok menunjukkan bahwa p = 0,000 (p < 0,05) antara Kelompok I dengan III, p = 0,002 (p < 0,05) antara Kelompok II dengan III, dan p = 0,023 (p < 0,05) pada Kelompok I dengan II. Kesimpulannya adalah pemberian latihan tambahan zig-zag run lebih baik daripada pemberian latihan tambahan shuttle run dalam meningkatkan kelincahan pada program pelatihan di Akademi Futsal Opel Lamongan. Kata kunci : Zig-zag run, shuttle run, kelincahan, futsal, illinois agility run test.
Co-Authors . Sumardiyono A A Ngurah Wisnu Prayana AA Sudharmawan, AA Abdul Haris Abdullah Taman Achmad Buchori Adi Maulana Adi Maulana . Adi Tonggiroh Adi Tonggiroh Aditya Achmad Rakim Adlin " Adnyana Manuaba Aep Saepurohman Agung Hermawan Agung Priyanto Agung Wiwiek Indrayani Agus Sehatman Saragih Agus Sri Lestari Agustinus - Ahmad Ridhay Aini, Khusnul Ainun Haurul Jannah Ali Imron Alisa Yuliarsih Amilia, Anindita Audio Anak Agung Ayu Arsinta Maharani Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Sugianthara Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anak Agung Mitha Indri Dewi Andi Imran andi muhammad imran Angelin Tabita Annisa Fatimah Ans’harikhu, Putri Aprilia Tina Lidyasari Ardiyanti, Ni Putu Arfian Hamzah Ari Wibawa Arief Suardi Nur Chairat Arif Julianto Sri Nugroho Arif Pristianto Arimbawa, I Gede Aripin Asep Abdurahman Asmilah Putriani Aswanti Setyawati Azis Setiawan Baehaqi Syakbani Bagus Komang Satriyasa Bahrul Hidayah Baso Resky Maulana . Baso rezki maulana Bestari J Budiman Bestari J. Budiman Bimantara, Muhammad Alfan Akbar Busthan Azikin Cahaya Nugrahani Chatarina Umbul Wahyuni Chindy Kalengkongan D P Sutjana Dana Indra Sensuse Dandang Setyawanti Darupratomo, Darupratomo Dedi Fardiaz Dedi Silakarma Dedi Silakarma Dedik Nur Triyanto Dedy Darmantho Denny Najoan Denny Nurkertamanda Dewa Ayu i Laksmiadi Janapriat Dewa Putu Gede Purwa Samatra Dewi Alfianti Dewi Nuryani Dewi Rochsantiningsih Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Irma Amelia Dimas Sondang Irawan Dini Septyana Rahayu Disabella Dayera Djono Djono Dwi Halim Kevin Gautama Dwi Indah Widya Yanti Dwi Jata Dwi Setiyawati Dyah Vitalocca Edi Suhardi Rahman Efi Yuliati Yovi Elisabeth Matrona Sintia Pareira Emmi Izzati Endang Eko Djati Setiawati Endang Eko DS Endang Sulestari Esa Frilian Cristina Euis Nina Saparina Yuliani Euis Nina Saparina Yuliani, Euis Nina Saparina Fathahillah Fathahillah Fauzi Arifin Firdaus Firdaus Fransiska Leviana Gede Andi Aditya Gede Eka Juli Prasana Gede Parta Kinandana Gusti Ayu Nyoman Nanda Wulantika H Sajiyo H.M.S. Wiyadi Haerany Sirajuddin Haerany Sirajuddin . Hamid Umar Hardianto Iridiastadi HARI PURNOMO Hasanuddin Hasanuddin Hasto Finanto Hendra Jaya Hendra Pachri Henok Siagian Heri Hermansyah Hermana, Asep Nana Herta Meisatama I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Gede Alit Kamayoga I Dewa Putu Sutjana I Dewa Sutjana I Gde Raka Widiana I Gede Eka Juli Prasana I Gede Sumertha Gapar I GUSTI AGUNG AYU AMBARAWATI I Gusti Agung Ayu Novya Dewi I Gusti Agung Shinta Paramitha Devi I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Widianti I Gusti Ngurah Nala I Gusti Ngurah Priambadi, I Gusti Ngurah I Ketut Gede Juli Suarbawa I Ketut Suyasa I Ketut Wijaya I Made Aditya Pramana Kasidi I Made Astika Yasa I Made Buda Kurniantara I Made Jawi I Made Krisna Dinata I Made Mudana I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Made Sukarsa I Made Sutajaya I Ngurah Gede Verar Fujastawan I Nyoman Jampel I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Sucipta I Nyoman Sutarja I Nyoman Sutarsa, I Nyoman I Nyoman Wardi I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gde Adiamika I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Gede Adiatmika I Putu Sutha Nurmawan I Wayan Bandem Adnyana I WAYAN BUDIASA I Wayan Juli Sumadi I Wayan Parwata I Wayan Sugiritama I Wayan Surata I Wayan Weta IB Adnyana Manuaba, IB Adnyana Ida Ayu Cindy Agririsky Ida Bagus Adnyana Manuaba Ida Bagus Adnyana Manuaba Ida Bagus Gde Pujaastawa Ida Bagus Ngurah Ida Bagus Sudana Ilham Alimuddin Imam Robandi Indira Vidiari Juhanna Irda Safni Irine Dwitasari Wulandari Ismiranti Andarini Ivonne M. Leiwakabessy Iwan Suhardi J Alek Pangkahila, J Alek J. A. Pangkahila Jamal Rauf Husein Jamhari Jamhari Jean Anthoni Jefriyanto Ismail Jerry Indrayanto Baka Jerusalem, Mohammad Adam Joanne Ingrid Robot Johnly A Rorong Julius Pontoh Jumadi Juspa Parasi Kadek Ady Antara Kadek Rista Harjayanti Kaharuddin - Kaharuddin - Mamma Kaharuddin . Kango, Riklan Karolita, Devi Ketut Laksmi Puspa Dewi Ketut Tirtayasa Khusnul Aini Komang Putri Aprilia La Ode Muhammad Gustrin Syah Lelah Nurpadilah Lidia Valentin Lili Sarce Joi Sapari Lilik Evitamala Lu&#039;mu Lu&#039;mu Luh Gde Eka Wismita Luh Made Indah Sri Handari A. Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Pradnya Ayu Dewantari Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari Lu’mu Lu’mu M Pujo Darmo M Widnyana M Yusuf M. Ali Imron M. Ali Imron M. Ali Imron M. Erwin Rifaldi M. Fauzi Arifin . M. Yusuf . M. Zulhuzair B . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Hendra Satria Nugraha Made Sudarma Made Sudarma Marta Anggoro Masrum Syam Maulana, Nirfan Mauritius Septa Kristiawan Max R.J Runtuwene Mega Novita Megawati Nodjeng Meinarni Thamrin Meity Martina Pungus Melisa Masengi, Melisa Meutia Farida Moch. Duddy Studyana, Moch. Duddy Moh. Ali Imron, Moh. Muh Alief Anugerah Kasim Muh Iksan N Muh. Yusuf Mappeasse Muhamad Baidhowi Primadi Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Rafli Haykal Muhammad Ruswandi Djalal Muhammad Sulhuzair Burhanuddin Muhammad Yusuf Mappeasse Mujri Afuw Mukhtar Yusup Muliarta Musri Ma Waleda Nadia Nabela Nancy Sylvia Bawiling Ni Kadek Suastini Ni Ketut Sumarni Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Artini Yanti Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Luh Made Reny Wahyu Sari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Anggi Kristiyanti Ni Made Rikawiantari Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Santi Tri Ulandari, Ni Nyoman Santi Ni Putu Ariesta Budiani Ni Putu Sri Arnita Ni Wayan Sri Ariyani Ni Wayan Tianing Nia Amelia Nila Wahyuni Nila Wahyuni Nofirman - - Noor Cahaya Novianita, Made Nurafni Eltivia Nuri Andarwulan Nurpadilah, Lelah Nurul Hisani Basri Oka Harimbawa, Oka Patria Rahmawaty, Patria Pratiwi, Putu Eka Purwoko, Agus Putu Astawa Putu Ayu Adindhya Saraswati Surya Putu Ayu Sita Saraswati Putu Ayu swandewi astuti Putu Gita Indraswari Putu Lestari Sudirman Putu Mulya Kharismawan Putu Satriya Yudha Permadi Putu Sutha Nurmawan Putu Sutjana Putut Har Riyadi R. A.T. Kuswardhani Rahimah Rahimah Raka-Sudewi A. A. Ramli Ramli Ratna Husain Ratna Husain . Ratna Ibrahim Renaldi Prasetio Renata Tri Anggreany Reza Fauzi Roger R Tabalessy Rohaya Langkoke Rolles Nixon Palilingan Romlah, Ummu Habibah Rosa Orpa Sapulette Roswati Nurhasanah Rukmi Sari Hartati Rusma Noortyani S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana Sabhan Sabhan Sahabuddin - Sahabuddin . Saleh, Andi Mulia Santika, Sisca Santoso Santoso Santoso, Satriyo Imam Sarlota M.P Osok Sawitri, Anak Agung Sagung Seca Gandaseca Suci Wahyu Ismiyasa Suciani, Lailirakhma Sugijanto - Sugijanto - Sukasih Ratna Widayanti Sukirno Sukirno Sukri Rahman Sultan - Sumarto Sumarto Susanto Susanto Susy Purnawati Suwardiman, Suwardiman Suyasning HIS Syafruddin - Syahmirza Indra Lesmana Syamsurijal Syamsurijal Taris, Lumu Tasari Tasari Tasari Tasari Titik Purwanti Tri Wahyu Wulandari Ulva Ria Irvan Vendy Antono Vittala, Govinda Wahidah, Nurni Wahidin wahirom - - Wahyuddin Wahyuddin, Wahyuddin WAYAN SUDANA Weka Nanda Sari, Weka Nanda Widyawan Wijayani, Dahyang Ika Leni Willy Sri Yuliandhari Wuri Erawati, Wuri Yackob Astor Yanuar, Arif Yudha Adha Murlita Yudi Mahadianto