p-Index From 2021 - 2026
11.924
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Hijri Jurnal Kolaboratif Sains Bulletin of Pedagogical Research International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Concept: Journal of Social Humanities and Education Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora Pustaka: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMAK) Student Scientific Creativity Journal Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Simpati: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Student Research Journal Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurnal Budi Pekerti Agama Islam JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa World Journal of Islamic Learning and Teaching Dinamika Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Transformasi Kesejahteraan Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam J-CEKI PESHUM Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Pendidikan Korea Selatan Dan Indonesia Destri Wulandari; Ardeni; Hilmin; Dwi Noviani
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v1i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sistem pendidikan yang ada di negara Korea Selatan dengan negara Indonesia. Dalam penelitian ini membahas tentang kurikulum, pendanaan, guru, pemerintahan yang berhubungan dengan pendidikan antara negara Korea Selatan dengan negara Indonesia. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. Pengumpulan data yang dikumpulkan berupa dokumen pendidikan dilakukan dengan berbagai sumber website yang ada. Penduduk Negara Korea Selatan berjumlah 51.462.616 jiwa sedangkan Indonesia 255.469.700 jiwa bebanding jauh jumlah dari kedua negara ini. Agama di Korea Selatan mayoritas kristen dan Indonesia beragama Islam. Korea Selatan memiliki tujuan untuk menanamkan rasa identitas nasional dan menyempurnakan kepribadian setiap warga negara, mengemban cita-cita persaudaraan yang universal mengembangkan kemampuan untuk hidup mandiri dan berbuat untuk negara yang demokratis dan kemakmuran seluruh umat manusia dan menanamkan sifat patriotisme. Tujuan negara Indonesia untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Jenjang pendidikan di kedua negara ini hampir sama. Kurikulum di Korea Selatan dikeluarkan oleh KICE (Korea Institute of Curriculum dan Evaluation) dengan kurikulum standar meliputi antara lain bahasa Korea, kesenian, kode etik, ilmu pengetahuan sosial, dan lainnya. Indonesia menggunakan kurikulum 2013. Anggaran Korea Selatan mengalokasikan 19,7% dari anggaran belanjanya untuk pendidikan, sedangkan negara Indonesia mengalokasikan 20% dari dana APBN dan APBD.
Pendidikan Islam Di Thailand Dan Indonesia (Analisis Perbandingan Kurikulum dan Pendanaan Pendidikan) Hilmin; Dwi Noviani; Lisdaleni; Mhd Nazir
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v1i1.119

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisi perbandingan sistem Pendidikan di negara Indonesia dan Pendidikan Islam yang ada di negara Thailand. Mayoritasnya penduduk Thailand beragama Budha aliran Teravada (agama resmi kerajaan), terdapat lebih dari 10% penduduk muslim dari seluruh populasi penduduk Thailand. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Library Reseach yaitu data diambil dari jurnal, buku, dokumen dan literatur online. Dari hasil penelitian ini didapatkan Penduduk muslim Thailand sebagian besar berdomisili di bagian selatan Thailand, seperti di propinsi Pha Nga, Songkhla, Narathiwat dan sekitarnya yang dalam sejarahnya adalah bagian dari Daulah Islamiyyah Pattani. Dengan jumlah umat yang menjadi minoritas ini, walau menjadi agama kedua terbesar setelah Budha, umat Islam Thailand sering mendapat serangan dari umat Budha (umat Budha garis keras), intimidasi, bahkan pembunuhan masal. Pattani (patani) adalah nama sebuah “Muslim minoritas” yang mendiami empat wilayah selatan Thailand, yaitu Patani, Naratiwat, Satun, dan Jala. Masuknya agama Islam ke Selatan Thailand (Patani) tidak bisa dilepaskan dengan masuknya Islam ke Asia Tenggara. Pendidikan Islam yang dijalankan di Thailand memiliki persamaan dengan pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Seperti, di Thailand juga ada pondok dan madrasah yang mana sistem pendidikannya sama dengan yang ada di Indonesia. Perbedaannya terdapat pada jumlah mata pelajaran yang diujikan pada UN dan kewajiban mempelajari bahasa Thai.
Perbandingan Sistem Pendidikan Islam Brunei Darussalam Dan Indonesia Nuril Pitriyati; Nuryani; Hilmin; Dwi Noviani
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v1i1.120

Abstract

Negara Brunei Darussalam terbilang negara kecil ketimbang Malaysia dan Indonesia, tetapi Brunei adalah negara kerajaan Islam yang memainkan peranan penting dalam mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah-tengah masyarakatnya. Brunei Darussalam merupakan salah satu negara di dunia yang mengklaim dirinya sebagai negara Islam yang menganut mazhab Syafi’i dalam Fiqh dan Asy’ariyah dalam Teologi. Penduduk asli di Brunei saat ini hampir 100% memeluk Islam 95%. Penduduk non-muslim Brunei merupakan pendatang dari Filipina, India, Cina, dan lain-lain. Jika ditotalkan 98% penduduk asli Brunei memeluk agama islam dan 40% penduduk pendatang merupakan islam, Model pendidikan di Brunei Darussalam sama Negara Singapura dan Malaysia yaitu dengan pola A-7-3-2-2 dengan menggunakan pengajaran bahasa Melayu dan Inggris dengan menitikberatkan pada prioritas moralitas manusia untuk beragama dan menguasai teknologi. Pada sistem Pendidikan setiap negara tidak 100% sama, seperti contoh negara Brunei dan Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Brunei Darussalam adalah sebagai Negara islam yang selalu mengikuti perkembangan persoalan pendidikan dalam memajukan suatu bangsa. Sejalan dengan hal itu, tentu masing-masing Negara memiliki persamaan dan perbedaan model pendidikan dalam mengembangkan kualitas pendidikan yang semakin baik.
Pengertian, Tujuan Dan Ruang Lingkup Administrasi Dan Supervisi Pendidikan Meylina Astuti; Rani Saputri; Dwi Noviani
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v1i1.167

Abstract

Administrasi pendidikan adalah bentuk upaya untuk mengintegrasikan kegiatan serta program yang ada. Kegiatan ini saling bergantung dengan kelompok maupun individu yang mempunyai tujuan yang sama untuk kepentingan peserta didik atau suatu kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan, juga proses untuk mencapai tujuan pendidikan, dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemantauan dan penilaian. Administrasi pendidikan juga dapat dianggap sebagai sistem dengan keseluruhan yang terdiri dari bagian berinteraksi, dengan tujuan manajemen untuk memantau apakah sudah mencapai sasaran yang ditetapkan. Adapun supervisi pendidikan adalah kegiatan pengawasan sekaligus pembinaan pada suatu institusi pendidikan untuk meningkatkan mutu dan kualitas kegiatan belajar mengajar di dalamnya. Saat dilakukan supervisi dilakukan, suatu institusi pendidikan harus siap mendapatkan berbagai masukan guna perbaikan di masa mendatang.
Animo Masyarakat Terhadap Pendidikan Gratis di SMK Nurul Huda Desa Ulak Kembahang Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir Indrawati; Dwi Noviani; Muthmainnah
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v1i1.198

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk Mendeskripsikan serta mengkaji animo masyarakat terhadap pendidikan gratis di SMK Nurul Huda Desa Ulak Kembahang Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir. Program Sekolah Gratis yang dibiayai dengan sharing dana dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota dimaksudkan untuk membiayai biaya operasi non personalia. Dengan demikian masyarakat berkewajiban untuk menanggung biaya pribadi peserta didik, seperti seragam,buku dan alat tulis,sepatu,tas sekolah serta biaya transport peserta didik dari rumah ke sekolah.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Adapun teknik pengumpulan data diperoleh melalui literatur yang terkait yaitu jurnal, buku, dokumen dan literatur online. Hasil penelitian ini menunjukkn bahwa SMK Nurul Huda Desa Ulak Kembahang Kabupaten Ogan Ilir tidak hanya menyelenggarakan sekolah gratis tetapi juga menyediakan fasilitas laboratorium komputer, fasilitas antar jemput bagi peserta didik dan tersedianya bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar), SMK Nurul Huda memiliki ektrakulikuler Hockey yang mengalami peningkatan juara 1 lomba di tingkat provinsi mulai tahun 2012 sampai sekarang mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan dan Globalisasi Ersi Ersi; Ahmad Mulyadi; Dwi Noviani; Hilmin Hilmin
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i4.771

Abstract

The era of globalization will influence social, cultural, political developments and including Islamic education, both now and in the future. The era of globalization is marked by advances in Science and Technology (IPTEK) so that Islamic Religious Education must prepare students with 21st century skills. Globalization in the field of education has an impact on Islamic educational traditions, where the Islamic Religious Education curriculum generally studies religious knowledge, especially the study of yellow books (classics) regarding fiqh, monotheism, Sufism and nahwu nervous. The Islamic education curriculum essentially prioritizes values, human potential as the Khalifah of Allah SWT, unity, religion, self-development, at least individual self-development or the values ​​of life in society. To prepare students to face the era of globalization, curriculum development is needed, namely developing curriculum components. The aim of this research is to determine the era of globalization of education, the influence of globalization on Islamic educational traditions and curriculum development to face the era of globalization. The research method used is library research. From this research, it is clear that globalization has had a big influence on Islamic educational traditions, so all curriculum components must be developed to face the era of globalization which is related to 21st century life skills and the Society 5.0 era.
Pemikiran Tentang Hubungan Manusia dengan Pendidikan Islam Rudiansyah Rudiansyah; Dwi Noviani; Rani Anggraini
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i4.772

Abstract

The function and position of humans in this world is as a caliph on earth. The purpose of human creation in this world is to worship. While the purpose of human life in this world is to get the pleasures of this world and the peace of the hereafter. Humans are the subject of education, but also the object of education itself. The relationship between education and humans is very close.Education is a series of efforts to guide, direct the potential of human life in the form of basic abilities and learning abilities, so that changes occur in his personal life as an individual and social being and in his relationship with the surrounding environment in which he lives. The existence of education to develop human potential, towards a better human being.The caliph must have four interrelated sides of character. The four sides are fulfilling the task given by Allah, accepting the task and carrying it out in individual and group life, maintaining and managing the environment for the benefit of all, and making the duties of the caliph a guideline for its implementation.
Demokratisasi Pendidikan Dalam Islam Martina Martina; Fitri Sarinda; Dwi Noviani; Hilmin Hilmin
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i4.775

Abstract

Democratization in Islamic education is an approach that emphasizes democratic principles to achieve an inclusive and fair education system in accordance with Islamic teachings. This concept involves the active participation of all members of the educational community, ensuring inclusivity, and developing students' skills. In this abstract, we will explain the essence of the democratization of education in Islam and its impact on the development of a generation that has morals and makes positive contributions to society. The democratization of education in Islam includes the development of leadership skills and values. Islam teaches the values ​​of fair and responsible leadership. Therefore, a democratic education system in an Islamic context must pay special attention to the formation of students' character and leadership, so that they can contribute positively to society. Democratization of education in Islam is not just the implementation of the concept of democracy in educational practice, but also reflects Islamic values ​​that encourage justice, equality and active participation. By understanding and applying these principles, Islamic education can be a means of producing a generation that is not only academically intelligent, but also has noble character and is able to play an active role in building a just and harmonious society.
The Islamic Education Curriculum in the Perspective of Reform: Embracing a Future of Education Rooted in Love Eva Sunarya; Burniat, Burniat; Ibn Abirul Choir; Dwi Noviani
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 1 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i1.2001

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping the character and morals of the nation's generation, particularly in facing the challenges of globalization, technological development, and the social ethical crisis. Islamic Religious Education reform is not merely a technical change to the curriculum or learning methods, but rather a paradigm shift in understanding and reinterpreting the essence of religious education. This article aims to examine the new direction of Islamic Religious Education for the future, emphasizing six main pillars of reform: religious moderation, integration of knowledge, a critical and reflective approach, value and character formation, utilization of digital technology, and strengthening collaboration between schools, families, and the community. This study uses a qualitative-descriptive approach through a literature review of academic books, scientific journals, and national education policies. The results indicate that the new direction of Islamic Religious Education must be inclusive, contextual, and adaptive to current developments. A moderate, integrative, and character-based approach is considered crucial in addressing the challenges of radicalism, the dichotomy of knowledge, and moral degradation. Furthermore, the use of big data and artificial intelligence also has the potential to strengthen the personalization of Islamic Religious Education learning more effectively. Future Islamic Religious Education reforms are not only required to produce students who are religiously devout, but also capable of becoming agents of social change who are tolerant, intelligent, and virtuous.
Emotional Regulation Strategies as a Means to Develop Emotional Intelligence Among Madrasah Ibtidaiyah Students Burniat, Burniat; Eva Sunarya; Eka Lindayati; Dwi Noviani
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 1 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i1.1843

Abstract

This study aims to identify and analyze effective emotional control strategies to improve students' emotional intelligence in Islamic elementary schools. Emotional intelligence is an important skill that influences students' social interactions and academic achievement. The method used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through observation and interviews. The research subjects consisted of students in Islamic elementary schools. The results of the study indicate that the implementation of emotional control strategies, such as self-awareness training, relaxation techniques, and effective communication, can help students recognize and manage their emotions better. In addition, an emotional intelligence development program integrated into the school curriculum has also been shown to improve students' ability to interact positively with peers and teachers. This study concludes that good emotional control contributes significantly to improving students' emotional intelligence, which in turn can support their social and academic development. Recommendations for the implementation of these strategies are expected to serve as a reference for educators in creating a learning environment that is more supportive of students' emotional development
Co-Authors Achmad Irwan Hamzani Achmad Tanthowi Ade Ariana Ade Rosad Aditya Agustri Regita Cahyani Ahmad Fandika Ahmad Ikbal Ahmad Mulyadi Kosim Ahmad Muyadi Ahmad Riad Ahmad Royani Ahmad Tohir aidah Aisya Aisya Ali Sobri Amelia Andre Bahrudin Anggie Ratiwi Ani Nafisah Annisa Tuzzahra Aravik, Havis Ardeni Ari Alhadi Arlis Karlina Arnina Joe Arsandy Asila Wati Asiska, Nevi Asmi Yuniarti Atika Septina Atina Rahmatia Ayu Riska Diana Baihaki Fatur Rahman Belly Harisandi Budiman Akli Burniat Burniat Burniat, Burniat Choiriyah Choiriyah Choiriyah Choiriyah Choiriyah Cittra Juniarni Danil Usama Desi Ratna Sari Desi Septiana Desi Suryati Destri Wulandari Dewi Puspita Sari Dia Rahma Dian Eka Wati Dian Ekawati Dian Puspita Sari Dindah Romaniyah Nadiroh Dodi Irawan Doris Dwi Nanda Dwi Andini Dwi Luspita Sari Dwi Puspita Sari Dwi Putra Purnama Maulana Dwi Setiawati Dwi Tesna Andini Dwinda Fatimah Ishaq Edi sumanto Eka Lindayati Eka Yanuarti Emilia Sari Endang Kaswati Erina Erina Ersi Ersi Erwin Ammar Fadilah Eva Lupi Eva Sunarya Ewin Amar Fadilah Fadhilah Izzah Khairunnisa Fadilla, Fadilla Ferdi Fhirley Fhirley Filza Ahlina Firdaus Basuni Firmansyah Firmansyah Fitri Sarinda Florenza Agustin Gia Rosdiana Tirta Hairunnisa Agista Helniyani Helniyani Heni Herliza Herlina Herlina Herlina Herlina Hilmin Hilmin Hilmin Hilmin, Hilmin Himya Sipitri Hoiri Navis Ibn Abirul Choir Ida Arba’a Chodijah Iin Purnamasari Imelda Indriyani INDAH CAHYANI Indah Siti Nurhalizah Indrawati Indri Sari Irene Septia Fada Irjaini Saputra Ismarani Junia Putri Jeni Sonia Nanda Jery Pratama Khairunissa, Khairunissa Khozin Khozin Khusnul Fauziah Ki Agus Ihsan Nulkhoir Ki Agus Ihsanul Khoir Komarudin Sassi Krisnina Laila Rahmi Hasanah Lathifah Lathifah Lidia Napida Lija Kholilaty Lili Rahmawati Linda Asmaraneti Liniar Salsa Junita Lisa Fitriani Lisda Mulina Lisdaleni Lisdaleni Lisdaleni Lisdaleni, Lisdaleni Lusiana Lusiana M. Syarif Al Akbar M.Husni Thamrin Manna Dey Mardeli Martina Martina Masnila, Masnila Maya Amarta Meylina Astuti Mhd Nazir Mila Muchtar, Choiriyah Muflihah Muhammad Fadli Muhammad Rifa’I Muhdalia Muhdalia Mujhirul Iman, Firmansyah Mukti Ali Mustafyanti MUTHMAINNAH Mutiara Mutiara Dewi Muyasaroh Nadya Putri Mukhlisa Natasya Arobia Husaini Ninda Akilla Nova Fitria Nova Yanti Maleha Novia Ayu Gayatry Novita Sari Nur Aisyah Nur Ayu Suci Lestari Nur Khasanah Nur Luluk Il Nur Maulida Azzahra Nurhafasah Nurhasanah Nuril Pitriyati Nuryani Nyayu Siti Fatimah Nyiayu Alya Haliza Nyimas Anisah Nyimas Anisah Muhammad Octa Fio Dila Octaviar Wilmar Ervanni Opi Shinta Cornelia Paizaluddin Paizaluddin Paizaluddin, Paizaluddin Paizaludin Putri Deby Ramona PUTRI WULANDARI Qorri Aina Qurrotul Aini RA Nabila Allya Salsabilla Rahmawati Rahmawati Rangga Pranata Rani anggraini Rani Nurfitri Rani Saputri Reni Puspita Rika Indriyani Rindi Atika Ririn Dia Ayu Irma Rizky Romadhan Romaida Maida Romizah Romizah Rudiansyah Rudiansyah Sandrina Ramadhani Sapira Sapira Saprida Saprida Seftrianti Septi Anggraini Septi Megasari Sherly Oktaviani Silvia Dwi Wahyuningsih Sindi Armita SRI RAHAYU Sucia Indah Lestari Sukriadi sukriadi sukriadi Susilawati Syawaluddin Syifa Sofhia Teni Marzela Ummi Kalsum Ummi Salamah Ummi Salamah Usamarn Madami Wahdaniah Putri Wahyu Hasan Bisri Waldi Nopriansyah Wama Fima Wardiyah, Wardiyah Winda Sari Yitinah Yuni Isnaini Yuni Listiyani Yunika Ferinda Yuniza Mulditasari Zaimuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zamhari Zamhari Zharifah Mawaddah Zulhadi Zulhadi Zunaidah Zunaidah