p-Index From 2021 - 2026
11.924
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Hijri Jurnal Kolaboratif Sains Bulletin of Pedagogical Research International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Concept: Journal of Social Humanities and Education Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora Pustaka: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMAK) Student Scientific Creativity Journal Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Simpati: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Student Research Journal Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurnal Budi Pekerti Agama Islam JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa World Journal of Islamic Learning and Teaching Dinamika Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Transformasi Kesejahteraan Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam J-CEKI PESHUM Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Menumbuhkan Minat Bakat Dengan Metode Deep Learning Terhadap Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di SMPN 3 Tanah Abang Arlis karlina; Masnila, Masnila; Eva Sunarya; Dwi Noviani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2356

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deep learning, telah membuka peluang baru dalam inovasi pendidikan Islam, termasuk dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an. Pembelajaran literasi Al-Qur’an tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis kitab suci, tetapi juga menjadi sarana pembentukan spiritualitas, moralitas, dan karakter peserta didik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan rendahnya motivasi dan minat siswa terhadap pembelajaran ini akibat metode konvensional yang kurang adaptif terhadap kebutuhan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode deep learning dalam menumbuhkan minat dan bakat siswa pada pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di SMPN 3 Tanah Abang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain eksperimen, melalui observasi, wawancara, dan tes sebelum serta sesudah penerapan deep learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini secara signifikan meningkatkan motivasi belajar, kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, serta mendorong pengembangan bakat siswa secara lebih terarah dan personal. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi deep learning tidak hanya efektif sebagai strategi pembelajaran, tetapi juga berpotensi memperkuat kualitas pendidikan Islam di era digital.
RELIGIOUS MODERATION IN THE FRAMEWORK OF LIFE Muchtar, Choiriyah; Dwi Noviani; Mardeli; Mutiara; Manna Dey
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v4i2.142

Abstract

This study concludes conclusion of this study is that extremism in the name of religion can be eradicated through moderate and inclusive Islamic education. Religious moderation can be expressed through tawazun (balance), i'tidal (truth and stability), tasamuh (tolerance), musawah (equality), shura (consideration), ishlah (equality) reform), aulawiyah (priority), tathawwur wa ibtikar ( dynamic and creative). For this reason, an attitude of religious moderation is needed which includes acknowledging the existence of other parties, being tolerant, respecting differences of opinion, and not forcing one's will by force. The role of the government, community leaders, and religious educators is needed to socialize and develop community religious moderation to create harmony and peace.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA Hilmin, Hilmin; Dwi Noviani; Ani Nafisah
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v2i2.565

Abstract

Sinergitas kebijakan pemerintah daerah dalam menyambut serta menerapkan Kurikulum merdeka yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan rangkaian sistem yang tidak dapat dipisahkan secara garis kebijakan untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka. Pemerintah daerah adalah bagian dari sistem yang sangat menentukan arah kebijakan pendidikan di daerah dan termasuk di dalamnya mendorong pelaksanaan kurikulum merdeka untuk masuk dalam sistem kebijakan dalam bentuk regulasi daerah dan intervensi anggaran, pengawasan, pembimbingan dan pengarahan sebagai bentuk tanggung jawab atas perintah Undang-undang sistem pendidikan nasional dan undang-undang pemerintahan daerah. Keberadaan guru yang ada di daerah sebagai sumberdaya yang dikendalikan oleh pemerintah daerah adalah ujung tombak pelaksanaan kurikulum pendidikan di daerah, maka dari itu guru juga harus dipersiapkan oleh pemerintah daerah dengan dukungan program dan pendanaan yang cukup. Kurikulum merdeka adalah bentuk penguatan sistem pembelajaran dalam menjawab tantangan zaman dengan mengacu pada arah pembangunan dan potensi lokal daerah, dengan tujuan utama dapat menghasilkan peserta didik yang berkompetensi unggul dan mampu bersaing secara nasional dan global
MEMAHAMI AN-NAHARI WAL-LAILI DALAM ‘ULUMUL QUR’AN Sukriadi Sukriadi; Dwi Noviani; Nyimas Anisah Muhammad; Andre Bahrudin
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v2i1.999

Abstract

Al-Qur’an sebagai Firman Allah menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Dalam memahami petunjuk-petunjuk Al-Qur’an tersebut dengan benar maka diperlukan ‘Ulumul Qur’an, yaitu ilmu yang membahas atau mengkaji Al-Qur’an itu, yang di dalamnya memuat seluruh bahasan tentang Al-Quran mulai dari tafsir Al-Qur’an yang merupakan induk dari segala macam kajian mengenai Al-Qur’an sampai pada ilmu bacaan Al-Qur’an. Namun sangat disanyangkan karena sangat sedikit yang tertarik mengkaji ‘Ulumul Qur’an terutama dalam aspek An-nahari wal laili yang merupakan cabang dari ‘Ulumul Qur’an. Padahal memahami An-nahari wal laili ini akan menambah hazanah keilmuan dalam memahami Al-Qur’an secara sempurna. Sehingga dilakukan penelitian untuk memberikan pemahaman tentang pengertian An-nahawi wal-laili, pendapat ulama tentang An-nahawi wal-laili, metode untuk menentukan An-nahawi wal-laili serta menjelaskan contoh surat dan ayat-ayat An-nahawi wal-laili. Pada penelitian ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen studi pustaka dari beberapa buku, jurnal dan artikel ilmiah lainnya.
Isu-Isu Pendidikan Islam Kontemporer: Tantangan Globalisasi dan Modernisasi Ahmad Muyadi; Dwi Noviani
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v1i4.266

Abstract

This study aims to identify and analyze the challenges of Islamic education in the era of globalization and modernization. The discussion focuses on what is meant by globalization and modernization? What are the Issues of Islamic Education in the Era of Globalization and Modernization? And what are the challenges of Islamic education in the era of globalization and modernization. Data was obtained through literature study and then analyzed for its relevance to actual facts occurring today. There are three main challenges currently faced by Islamic education, namely advances in science and technology, democratization, and the cultural sector. In essence, Islamic education institutions must reform their curriculum so that they can prepare superior human resources and have competitiveness in facing global competition and Islamic education must continue to make improvements and innovate and work hard to improve existing weaknesses.
Teori Darajat: Penyeimbang Double Burden Ali Sobri; Dwi Noviani
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v1i4.267

Abstract

This study aims to analyze the double burden (double burden) of women. The development of the times has transformed the thoughts and movements of women so that they do not only function in the domestic sphere but also in the public sphere. Even though this is a form of gender inequality in one sex. This is very interesting to study using socialist feminist theory and the position of women in Islam in terms of gender analysis of the position of women in the household. The purpose of this research is to look further at the views of feminists and Islam in the double burden experienced by women in various regions. Data analysis techniques in this study used the analytical techniques proposed by Miles and Huberman, namely: data codification, data presentation and drawing conclusions. The result of this study is that the dual role of women in various areas carried out by previous research occurs because there is no knowledge and awareness that there is oppression that they experience, so that its continuity is considered normal. Islam views women and men as having an equal position even in matters of household which must be based on equal principles and an agreement between the two parties. The significance of this study is to offer a micro snapshot of the problem of multiple roles at certain loci and can provide a glimpse into the potential for similar research in other areas.
Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi (AI) Artificial Intelligence Fitri Sarinda; Martina Martina; Dwi Noviani; Hilmin Hilmin
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v1i4.268

Abstract

This research aims to discuss Islamic religious education based on AI (Artificial Intelligence) technology. The results of this research show that current technological developments are very rapid, especially artificial intelligence AI (Artificial Intelligence) has had a big impact on the education sector, especially in Islamic religious education, IA (Artificial Intelligence) technology makes it easier for educators to deliver interesting teaching materials and methods. , so that students do not feel bored and bored, can improve the quality of the teaching and learning process to be more active and innovative, measure student understanding, and accelerate students' understanding of Islamic religious education. Through AI (Artificial Intelligence) technology such as visual mentors, Voice Assistants such as Google Assistant, Siri, and Cortana and Presentation Translator. The approach in this research uses a qualitative approach with the library research method. Researchers obtain data from various sources including journals, books, articles and others.
Perkembangan, Problematika dan Kebijakan Sistem Pendidikan di Malaysia Ummi Kalsum; Lidia Napida; Dwi Noviani; Zainuddin Zainuddin
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v1i4.269

Abstract

This article provides a good understanding of the background, system, curriculum and problems in Islamic education in Malaysia. There are several important points in this article, namely about the background of Islamic education in Malaysia: The history of the arrival of Islam to Malaysia in the 14th century and its main role in society after the arrival of the Malays explains the roots of Islamic education in Malaysia. The presence of Islamic scholars and scholars in Islamic preaching in Malaysia reflects the importance of religious education in the culture and history of the country; Development of Islamic Education in Malaysia: this article details the development of Islamic education in Malaysia in three periods: the early period, the period of British rule, and the period after independence. These include the introduction of Islamic education subjects in public schools after independence and the establishment of Islamic higher education institutions; Islamic Education System in Malaysia: explains the structure of the Islamic education system in Malaysia, including its stages such as pre-school, primary, secondary, and pre-university education. An explanation of exams and qualifications also provides a good understanding of how students move through the education system. ; Educational Curriculum in Malaysia: The educational curriculum in Malaysia is explained with a focus on subjects, tests, and language of instruction; outlines changes in curriculum over time and the emphasis on languages of instruction, including English, in education; Problems and Policies in the Education System: covers several problems facing the Malaysian education system, such as access gaps, ethnic issues, and language of instruction. The government has responded with policies such as scholarship programs, skills-based education, and improved teacher training; Policies in the Education System: A number of policies that have been implemented in Malaysia, such as the Basic National Education and skills-based education programs, are also described in this paper providing a good view of the evolution and challenges of Islamic education in Malaysia as well as the government's efforts to overcome existing problems. . This is important to understand how Islamic education plays a role in Malaysia's multicultural and multiethnic society.
Teori Ilmiah Dalam Konsep Pendidikan Islam Qurrotul Aini; Dwi Noviani; Qorri Aina
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6785

Abstract

Pendidikan Islam, sebagai bagian integral dari ajaran Islam, memiliki landasan filosofis yang kuat dan tujuan yang jelas. Salah satu aspek penting yang perlu dikaji adalah integrasi teori ilmiah dalam konsep pendidikan Islam. Abstrak ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana teori ilmiah dapat dipadukan dengan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Pendidikan Islam tidak hanya menekankan pada pengembangan aspek spiritual, tetapi juga mendorong pengembangan intelektual. Teori ilmiah, dengan metode dan penemuannya, memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman alam semesta dan fenomena kehidupan. Dengan demikian, integrasi teori ilmiah dalam pendidikan Islam dapat memperkaya pemahaman siswa terhadap ajaran agama dan sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis mereka. Namun, integrasi ini perlu dilakukan dengan bijaksana. Teori ilmiah harus selalu dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, sehingga tidak bertentangan dengan ajaran agama. Selain itu, penting untuk memilih teori ilmiah yang relevan dan sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya beriman dan bertaqwa, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman.
The Urgency of Islamic Economics Education in Building Youth to Support the Growth of Sharia Economy Choiriyah Choiriyah; Dwi Noviani; Saprida Saprida
Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2025): January: Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sc
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/educationaldynamics.v2i1.62

Abstract

This study aims to explore the urgency of Islamic economics education and its introduction to the younger generation as a means of supporting the growth of a sharia-based economy. In the global context, sharia-based business practices are increasingly accepted, even among non-Muslim communities, highlighting the importance of strengthening Islamic economic education as the foundation for developing competent human resources. This research employs a literature review approach to analyze the relevance of Islamic economics in addressing the shortcomings of conventional economic systems, which often fail to ensure societal welfare. The findings emphasize the importance of integrating Islamic economics into the education curriculum from an early age to foster comprehensive understanding. Additionally, it highlights the government's role in enhancing regulations and providing support for the development of the sharia financial industry.
Co-Authors Achmad Irwan Hamzani Achmad Tanthowi Ade Ariana Ade Rosad Aditya Agustri Regita Cahyani Ahmad Fandika Ahmad Ikbal Ahmad Mulyadi Kosim Ahmad Muyadi Ahmad Riad Ahmad Royani Ahmad Tohir aidah Aisya Aisya Ali Sobri Amelia Andre Bahrudin Anggie Ratiwi Ani Nafisah Annisa Tuzzahra Aravik, Havis Ardeni Ari Alhadi Arlis Karlina Arnina Joe Arsandy Asila Wati Asiska, Nevi Asmi Yuniarti Atika Septina Atina Rahmatia Ayu Riska Diana Baihaki Fatur Rahman Belly Harisandi Budiman Akli Burniat Burniat Burniat, Burniat Choiriyah Choiriyah Choiriyah Choiriyah Choiriyah Cittra Juniarni Danil Usama Desi Ratna Sari Desi Septiana Desi Suryati Destri Wulandari Dewi Puspita Sari Dia Rahma Dian Eka Wati Dian Ekawati Dian Puspita Sari Dindah Romaniyah Nadiroh Dodi Irawan Doris Dwi Nanda Dwi Andini Dwi Luspita Sari Dwi Puspita Sari Dwi Putra Purnama Maulana Dwi Setiawati Dwi Tesna Andini Dwinda Fatimah Ishaq Edi sumanto Eka Lindayati Eka Yanuarti Emilia Sari Endang Kaswati Erina Erina Ersi Ersi Erwin Ammar Fadilah Eva Lupi Eva Sunarya Ewin Amar Fadilah Fadhilah Izzah Khairunnisa Fadilla, Fadilla Ferdi Fhirley Fhirley Filza Ahlina Firdaus Basuni Firmansyah Firmansyah Fitri Sarinda Florenza Agustin Gia Rosdiana Tirta Hairunnisa Agista Helniyani Helniyani Heni Herliza Herlina Herlina Herlina Herlina Hilmin Hilmin Hilmin Hilmin, Hilmin Himya Sipitri Hoiri Navis Ibn Abirul Choir Ida Arba’a Chodijah Iin Purnamasari Imelda Indriyani INDAH CAHYANI Indah Siti Nurhalizah Indrawati Indri Sari Irene Septia Fada Irjaini Saputra Ismarani Junia Putri Jeni Sonia Nanda Jery Pratama Khairunissa, Khairunissa Khozin Khozin Khusnul Fauziah Ki Agus Ihsan Nulkhoir Ki Agus Ihsanul Khoir Komarudin Sassi Krisnina Laila Rahmi Hasanah Lathifah Lathifah Lidia Napida Lija Kholilaty Lili Rahmawati Linda Asmaraneti Liniar Salsa Junita Lisa Fitriani Lisda Mulina Lisdaleni Lisdaleni Lisdaleni Lisdaleni, Lisdaleni Lusiana Lusiana M. Syarif Al Akbar M.Husni Thamrin Manna Dey Mardeli Martina Martina Masnila, Masnila Maya Amarta Meylina Astuti Mhd Nazir Mila Muchtar, Choiriyah Muflihah Muhammad Fadli Muhammad Rifa’I Muhdalia Muhdalia Mujhirul Iman, Firmansyah Mukti Ali Mustafyanti MUTHMAINNAH Mutiara Mutiara Dewi Muyasaroh Nadya Putri Mukhlisa Natasya Arobia Husaini Ninda Akilla Nova Fitria Nova Yanti Maleha Novia Ayu Gayatry Novita Sari Nur Aisyah Nur Ayu Suci Lestari Nur Khasanah Nur Luluk Il Nur Maulida Azzahra Nurhafasah Nurhasanah Nuril Pitriyati Nuryani Nyayu Siti Fatimah Nyiayu Alya Haliza Nyimas Anisah Nyimas Anisah Muhammad Octa Fio Dila Octaviar Wilmar Ervanni Opi Shinta Cornelia Paizaluddin Paizaluddin Paizaluddin, Paizaluddin Paizaludin Putri Deby Ramona PUTRI WULANDARI Qorri Aina Qurrotul Aini RA Nabila Allya Salsabilla Rahmawati Rahmawati Rangga Pranata Rani anggraini Rani Nurfitri Rani Saputri Reni Puspita Rika Indriyani Rindi Atika Ririn Dia Ayu Irma Rizky Romadhan Romaida Maida Romizah Romizah Rudiansyah Rudiansyah Sandrina Ramadhani Sapira Sapira Saprida Saprida Seftrianti Septi Anggraini Septi Megasari Sherly Oktaviani Silvia Dwi Wahyuningsih Sindi Armita SRI RAHAYU Sucia Indah Lestari Sukriadi sukriadi sukriadi Susilawati Syawaluddin Syifa Sofhia Teni Marzela Ummi Kalsum Ummi Salamah Ummi Salamah Usamarn Madami Wahdaniah Putri Wahyu Hasan Bisri Waldi Nopriansyah Wama Fima Wardiyah, Wardiyah Winda Sari Yitinah Yuni Isnaini Yuni Listiyani Yunika Ferinda Yuniza Mulditasari Zaimuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zamhari Zamhari Zharifah Mawaddah Zulhadi Zulhadi Zunaidah Zunaidah