p-Index From 2021 - 2026
10.656
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Penyuluhan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian Jurnal Manajemen dan Agribisnis Buletin Peternakan Agrikultura Sosiohumaniora AGRIEKONOMIKA Jurnal Hortikultura Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Sumberdaya Lahan Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Forum Penelitian Agro Ekonomi JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Forum Agribisnis WARTAZOA Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Widyariset AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen Agro Ekonomi JDE (Journal of Developing Economies) Binus Business Review Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Jurnal Penelitian Karet Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Jurnal Agro Industri Perkebunan Informatika Pertanian JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian AGROMIX JURNAL PERTANIAN JURNAL AGRICA Shirkah: Journal of Economics and Business Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) JURNAL PANGAN International Journal of Agricultural Sciences Agro Bali: Agricultural Journal Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Sumberdaya Lahan Widyariset Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA) Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Jurnal Penyuluhan Pertanian Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah The South East Asian Journal of Management International Journal of Agriculture System Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Economics Development Analysis Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Pendapatan Usahatani Padi Hibrida dan Padi Inbrida di Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat (Farm Income of Hybrid Rice and Inbred Rice in Bogor Regency, West Java Province) Qhoirunisa, Astri Sabrina; Nurmalina, Rita
JURNAL PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.143 KB) | DOI: 10.33964/jp.v22i4.135

Abstract

Beras adalah komoditas pangan pokok masyarakat Indonesia. Kebutuhan yang tinggi terhadap beras menjadi dasar penting bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi nasional melalui program ekstensifikasi maupun intensifikasi pertanian. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi pertanian salah satunya diwujudkan melalui penanaman padi hibrida. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keragaan usahatani, menganalisis pendapatan usahatani, termasuk imbangan penerimaan dan biaya (R/C rasio) usahatani padi hibrida dan padi inbrida di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan atas biaya tunai per hektar per musim pada usahatani padi hibrida sebesar Rp 8.265.583,- sedangkan pada usahatani padi inbrida sebesar Rp 8.875.299,-. Pendapatan atas biaya total per hektar per musim pada usahatani padi inbrida sebesar Rp 2.660.588,- sedangkan pada usahatani padi hibrida pendapatan atas biaya total bernilai negatif yang berarti petani padi hibrida mengalami kerugian sebesar Rp 235.003,-. Nilai R/C rasio atas biaya tunai pada usahatani padi hibrida sebesar 2,15 sedangkan pada usahatani padi inbrida sebesar 2,40. Nilai R/C rasio atas biaya total pada usahatani padi hibrida sebesar 0,99, sementara pada usahatani padi inbrida senilai 1,21.Rice is a staple food in Indonesia. Increasing demand for rice becomes an important base for rice farming in Indonesia to increase national rice production and productivity through extensification and intensification of agricultural programs. One way to increase productivity through intensification program is planting hybrid rice. The purposes of this study are to describe the variability of rice farming activities and to analyze farm income, including the ratio between revenue and cost of hybrid and inbred rice farming in Bogor regency. The results show that the income generated based on cash costs per hectare per season on hybrid rice farming is Rp 8,265,583 while for the inbred rice farming is Rp 8,875,299. Income generated based on total costs per hectare per season for inbred rice farming is Rp 2,660,588 while for the hybrid rice farming is negative; meaning that hybrid rice farmers suffer a loss of Rp 235,003. Value of R/C ratio based on cash cost on hybrid rice farming equals to 2.15, while for the inbred rice farming is 2.40. The value of R/C ratio based on total cost of the hybrid rice farming equals to 0.99, while for the inbred rice farming is 1.21. 
Pendapatan Usahatani Ubi Jalar Tumpangsari dengan Jagung Manis di Desa Gunung Malang, Kabupaten Bogor Farm Income of the Intercropping System between Sweet Potato and Sweet Corn in Gunung Malang Village, Bogor Regency Nurmalina, Rita; Amandasari, Melissa
JURNAL PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.241 KB) | DOI: 10.33964/jp.v23i1.52

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat selain beras. Permintaan terhadap ubi jalar terus mengalami peningkatan, tidak hanya untuk kebutuhan pangan tetapi saat ini industri juga membutuhkan pasokan ubi jalar dalam jumlah yang cukup besar. Peningkatan permintaan tersebut perlu diimbangi dengan kontinuitas pasokan bahan baku ubi jalar yang bermutu. Desa Gunung Malang merupakan salah satu daerah penghasil ubi jalar terbesar di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji keragaan usahatani dan penggunaan input produksi ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis di Desa Gunung Malang, menganalisis pendapatan usahatani dan rasio antara penerimaan dan biaya dari usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis, serta menganalisis balas jasa terhadap faktor-faktor produksi pada usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis di Desa Gunung Malang. Rata-rata pendapatan atas biaya tunai per hektar per musim tanam yang diperoleh petani responden yaitu Rp 17.176.794,84, sedangkan rata-rata pendapatan atas biaya total per hektar per musim tanam sebesar Rp 10.094.997,75. Berdasarkan nilai R/C atas biaya tunai dan biaya total, dapat disimpulkan bahwa usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis layak untuk diusahakan. Nilai R/C atas biaya tunai yang diperoleh sebesar 2,24 sedangkan nilai R/C atas biaya total sebesar 1,48. Sweet potato is one of the staple food consumed by most people other than rice. Demand for sweet potatoes are increasing from time to time, especially for the industry that needs a supply of sweet potatoes in large quantities. Increasing demand needs to be supplemented with the continuity of high quality supply of sweet potatoes. Gunung Malang village is one of the largest producers of sweet potatoes in Tenjolaya district, Bogor regency. The objectives of this research are to analyze the farming techniques and the use of production inputs in Gunung Malang, to analyze the income and the ratio between revenue and cost of intercropping system between sweet potato and sweet corn, and to analyze the return to production factors in Gunung Malang. The average income value based on cash costs per hectare per cropping season for intercropping system of sweet potato and sweet corn farming is Rp 17,176,794.84 while the average income value based on total costs per hectare per cropping season is Rp 10,094,997.75. The intercropping system of sweet potato and sweet corn farm is feasible to be developed based on the value of R/C over cash cost and total cost. The value of R/C based on cash cost is 2.24, while the value of R/C based on the total cost is 1.48. 
Integrasi Spasial dan Vertikal Pasar Beras di Indonesia (Spatial and Vertical Integration ofRice Market in Indonesia) Cahyaningsih, Eny; Nurmalina, Rita; Maulana, Agus
JURNAL PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1830.56 KB) | DOI: 10.33964/jp.v21i4.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan, menganalisis integrasi spasial pasar beras di beberapa pasar ibu kota provinsi di Indonesia, integrasi vertikal pasar beras antara pasar dalam negeri dan luar negeri, respon harga beras suatu pasarjika ada shock atau goncangan di pasar lain, variasi perubahan harga beras suatu pasar, dan memberi masukan implikasi kebijakan stabilisasi harga beras di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model, impuls respon dan dekomposisi ragam. Pada integrasi spasial diperoleh hasil bahwa pada perdagangan beras di Indonesia terdapat pasar-pasar acuan yaitu pasar beras di Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Pada integrasi vertikal, perubahan harga beras di Vietnam akan menyebabkan perubahan harga di Indonesia dan Thailand walaupun dalam skala yang relatif kecil. Berdasarkan analisis impuls respon dan dekomposisi ragam diperoleh bahwa pasar beras Indonesia sedikit terisolasi dari kedua negara. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah pertama, untuk menstabilisasikan harga beras maka prioritas intervensi dari pemerintah seharusnya difokuskan pada stabilisasi harga beras di Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Stabilnya harga beras di wilayah tersebut akan ditransmisikan ke wilayah lain. Kedua, walaupun harga beras luar negeri tidak begitu berpengaruh pada kenaikan harga beras dalam negeri dan pasar beras Indonesia sedikit terisolasi dari Thailand dan Vietnam, pengendalian impor beras tetap perlu dilakukan untuk melindungi pendapatan petani apalagi mengingat harga beras dalam negeri lebih tinggi dibandingkan harga beras luar negeri.The goal of thisresearch is to analyze spatialintegration of ricemarkets in several markets in the provincial capital of Indonesia, the vertical integration of the rice marketbetween the domestic market and abroad, the response of a marketprice of rice if there is a shock in other markets, variations in the market price changes of rice, and its implications for price stabilization policies. Methods of analysis used in this studi are Vector Error Correction Model, impulse responseandvariance decomposition. The result of spatial integration indicates that the reference markets rice trade in Indonesia are the market in Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya and Jakarta. In vertical integration, changes in the price of rice in Vietnam will cause price changes in Indonesia and Thailand, although in a relatively smallscale. Based on the analysis of the impulseresponse and variance decomposition, it is found that Indonesian ricemarket is slightly isolatedfrom the two countries. Policyimplication of this studyis first to stabilize the price of rice in Indonesia in which the priorities of government intervention should be focused on the rice price stabilization in Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya and Jakarta because price stabilization in those regions could be transmitted to otherregions. Second, although rice prices abroadare not so influential in the domestic rice price increases and the Indonesian rice market is slightly isolated from Thailand and Vietnam, the rice import controls still need to be done to protect the income of farmers especiallybecause theprice of domestic rice is higher than theprice of rice outside the country. 
Pendapatan Usahatani Ubi Jalar Tumpangsari dengan Jagung Manis di Desa Gunung Malang, Kabupaten Bogor Farm Income of the Intercropping System between Sweet Potato and Sweet Corn in Gunung Malang Village, Bogor Regency Rita Nurmalina; Melissa Amandasari
JURNAL PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v23i1.52

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat selain beras. Permintaan terhadap ubi jalar terus mengalami peningkatan, tidak hanya untuk kebutuhan pangan tetapi saat ini industri juga membutuhkan pasokan ubi jalar dalam jumlah yang cukup besar. Peningkatan permintaan tersebut perlu diimbangi dengan kontinuitas pasokan bahan baku ubi jalar yang bermutu. Desa Gunung Malang merupakan salah satu daerah penghasil ubi jalar terbesar di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji keragaan usahatani dan penggunaan input produksi ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis di Desa Gunung Malang, menganalisis pendapatan usahatani dan rasio antara penerimaan dan biaya dari usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis, serta menganalisis balas jasa terhadap faktor-faktor produksi pada usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis di Desa Gunung Malang. Rata-rata pendapatan atas biaya tunai per hektar per musim tanam yang diperoleh petani responden yaitu Rp 17.176.794,84, sedangkan rata-rata pendapatan atas biaya total per hektar per musim tanam sebesar Rp 10.094.997,75. Berdasarkan nilai R/C atas biaya tunai dan biaya total, dapat disimpulkan bahwa usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis layak untuk diusahakan. Nilai R/C atas biaya tunai yang diperoleh sebesar 2,24 sedangkan nilai R/C atas biaya total sebesar 1,48. Sweet potato is one of the staple food consumed by most people other than rice. Demand for sweet potatoes are increasing from time to time, especially for the industry that needs a supply of sweet potatoes in large quantities. Increasing demand needs to be supplemented with the continuity of high quality supply of sweet potatoes. Gunung Malang village is one of the largest producers of sweet potatoes in Tenjolaya district, Bogor regency. The objectives of this research are to analyze the farming techniques and the use of production inputs in Gunung Malang, to analyze the income and the ratio between revenue and cost of intercropping system between sweet potato and sweet corn, and to analyze the return to production factors in Gunung Malang. The average income value based on cash costs per hectare per cropping season for intercropping system of sweet potato and sweet corn farming is Rp 17,176,794.84 while the average income value based on total costs per hectare per cropping season is Rp 10,094,997.75. The intercropping system of sweet potato and sweet corn farm is feasible to be developed based on the value of R/C over cash cost and total cost. The value of R/C based on cash cost is 2.24, while the value of R/C based on the total cost is 1.48. 
Pendapatan Usahatani Padi Hibrida dan Padi Inbrida di Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat (Farm Income of Hybrid Rice and Inbred Rice in Bogor Regency, West Java Province) Astri Sabrina Qhoirunisa; Rita Nurmalina
JURNAL PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v22i4.135

Abstract

Beras adalah komoditas pangan pokok masyarakat Indonesia. Kebutuhan yang tinggi terhadap beras menjadi dasar penting bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi nasional melalui program ekstensifikasi maupun intensifikasi pertanian. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi pertanian salah satunya diwujudkan melalui penanaman padi hibrida. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keragaan usahatani, menganalisis pendapatan usahatani, termasuk imbangan penerimaan dan biaya (R/C rasio) usahatani padi hibrida dan padi inbrida di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan atas biaya tunai per hektar per musim pada usahatani padi hibrida sebesar Rp 8.265.583,- sedangkan pada usahatani padi inbrida sebesar Rp 8.875.299,-. Pendapatan atas biaya total per hektar per musim pada usahatani padi inbrida sebesar Rp 2.660.588,- sedangkan pada usahatani padi hibrida pendapatan atas biaya total bernilai negatif yang berarti petani padi hibrida mengalami kerugian sebesar Rp 235.003,-. Nilai R/C rasio atas biaya tunai pada usahatani padi hibrida sebesar 2,15 sedangkan pada usahatani padi inbrida sebesar 2,40. Nilai R/C rasio atas biaya total pada usahatani padi hibrida sebesar 0,99, sementara pada usahatani padi inbrida senilai 1,21.Rice is a staple food in Indonesia. Increasing demand for rice becomes an important base for rice farming in Indonesia to increase national rice production and productivity through extensification and intensification of agricultural programs. One way to increase productivity through intensification program is planting hybrid rice. The purposes of this study are to describe the variability of rice farming activities and to analyze farm income, including the ratio between revenue and cost of hybrid and inbred rice farming in Bogor regency. The results show that the income generated based on cash costs per hectare per season on hybrid rice farming is Rp 8,265,583 while for the inbred rice farming is Rp 8,875,299. Income generated based on total costs per hectare per season for inbred rice farming is Rp 2,660,588 while for the hybrid rice farming is negative; meaning that hybrid rice farmers suffer a loss of Rp 235,003. Value of R/C ratio based on cash cost on hybrid rice farming equals to 2.15, while for the inbred rice farming is 2.40. The value of R/C ratio based on total cost of the hybrid rice farming equals to 0.99, while for the inbred rice farming is 1.21. 
Integrasi Spasial dan Vertikal Pasar Beras di Indonesia (Spatial and Vertical Integration ofRice Market in Indonesia) Eny Cahyaningsih; Rita Nurmalina; Agus Maulana
JURNAL PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v21i4.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan, menganalisis integrasi spasial pasar beras di beberapa pasar ibu kota provinsi di Indonesia, integrasi vertikal pasar beras antara pasar dalam negeri dan luar negeri, respon harga beras suatu pasarjika ada shock atau goncangan di pasar lain, variasi perubahan harga beras suatu pasar, dan memberi masukan implikasi kebijakan stabilisasi harga beras di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model, impuls respon dan dekomposisi ragam. Pada integrasi spasial diperoleh hasil bahwa pada perdagangan beras di Indonesia terdapat pasar-pasar acuan yaitu pasar beras di Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Pada integrasi vertikal, perubahan harga beras di Vietnam akan menyebabkan perubahan harga di Indonesia dan Thailand walaupun dalam skala yang relatif kecil. Berdasarkan analisis impuls respon dan dekomposisi ragam diperoleh bahwa pasar beras Indonesia sedikit terisolasi dari kedua negara. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah pertama, untuk menstabilisasikan harga beras maka prioritas intervensi dari pemerintah seharusnya difokuskan pada stabilisasi harga beras di Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Stabilnya harga beras di wilayah tersebut akan ditransmisikan ke wilayah lain. Kedua, walaupun harga beras luar negeri tidak begitu berpengaruh pada kenaikan harga beras dalam negeri dan pasar beras Indonesia sedikit terisolasi dari Thailand dan Vietnam, pengendalian impor beras tetap perlu dilakukan untuk melindungi pendapatan petani apalagi mengingat harga beras dalam negeri lebih tinggi dibandingkan harga beras luar negeri.The goal of thisresearch is to analyze spatialintegration of ricemarkets in several markets in the provincial capital of Indonesia, the vertical integration of the rice marketbetween the domestic market and abroad, the response of a marketprice of rice if there is a shock in other markets, variations in the market price changes of rice, and its implications for price stabilization policies. Methods of analysis used in this studi are Vector Error Correction Model, impulse responseandvariance decomposition. The result of spatial integration indicates that the reference markets rice trade in Indonesia are the market in Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya and Jakarta. In vertical integration, changes in the price of rice in Vietnam will cause price changes in Indonesia and Thailand, although in a relatively smallscale. Based on the analysis of the impulseresponse and variance decomposition, it is found that Indonesian ricemarket is slightly isolatedfrom the two countries. Policyimplication of this studyis first to stabilize the price of rice in Indonesia in which the priorities of government intervention should be focused on the rice price stabilization in Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya and Jakarta because price stabilization in those regions could be transmitted to otherregions. Second, although rice prices abroadare not so influential in the domestic rice price increases and the Indonesian rice market is slightly isolated from Thailand and Vietnam, the rice import controls still need to be done to protect the income of farmers especiallybecause theprice of domestic rice is higher than theprice of rice outside the country. 
INTEGRASI PASAR AYAM BROILER DI SENTRA PRODUKSI DAN PASAR INDONESIA Jojo Jojo; Harianto Harianto; Rita Nurmalina; Dedi Budiman Hakim
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.526

Abstract

Ayam broiler  merupakan salah satu komoditas strategis yang tumbuh pesat, dihasilkan subsektor peternakan. Permasalahan umum pemasaran ayam broiler antara lain fluktuasi harga dan kompetisi pasar terhadap harga ayam antar pedagang besar antar kota menyebabkan terjadinya keterkaitan harga ayam satu kota dengan kota lainnya, antar peternak dan pedagang eceran. Tujuan penelitian ini  untuk mengkaji integrasi pasar  ayam broiler Jawa Barat dan pasar Indonesia.  Data yang digunakan merupakan data sekunder  time series bulanan, yaitu 72 bulan, periode  Januari 2014 – Desember 2019. Data dianalisis menggunakan pendekatan model VAR (Vector Autoregression). Hasil analisis menunjukkan bahwa  pasar  ayam broiler Jawa Barat tidak memiliki integrasi dengan pasar Indonesia baik dalam jangka panjang ataupun jangka pendek. Broiler chickens are a strategic commodity that is growing rapidly, produced by the livestock sub-sector. General problems of broiler chicken marketing include price fluctuations and market competition on chicken prices among wholesalers between cities, causing a linkage between the price of chickens from one city to another, between breeders and retail traders. The purpose of this study was to examine the integration of the West Java broiler market and the Indonesian market. The data used are secondary monthly time series data, namely 72 months, for the period January 2014 - December 2019. The data were analyzed using the VAR (Vector Autoregression) model approach. The results of the analysis show that the West Java broiler chicken market does not have integration with the Indonesian market either in the long or short term.  
Co-Authors . Hermanto ., Harianto A'la, Nurul A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muis Hasibuan Abdul Muis Hasibuan Achmat Bukhori ADANG AGUSTIAN Adetya, Aulia Adhitya Marendra Kiloes Adilla Adistya Adrianus Hia Agbolosoo, John Atsu Agrivinie Rainy F Agrivinie Rainy Firohmatillah Agus Maulana Agus Wahyudi Agus Wahyudi Ahniasari Rosianawati Aida Ratna Zulaiha Aisatul Mustaqimah Akso Diana Ali Djamhuri Amir Fikri Amzul Rifin Anak Agung Gede Sugianthara Anas Miftah Fauzi Andriyono Kilat Adhi Anggi Meiri Anna Fitriani Anna Fitriani Ardie Ariyono Ardie Ariyono Arief Darjanto Arief Daryanto Arif Imam Suroso Ashar, Nurul Magfirah Asharuddin, Muh. Astri Sabrina Qhoirunisa Atika Dyah Perwita Azwar Annas, Azwar Bahasoan, Husen Bambang Juanda Benedictus Permadi, Benedictus Budi Setiawan BUDI SETIAWAN Budi Setiawan Budi Suharjo Bunasor Sanim Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Cahyaningsih, Eny Cipta Yan Trimawan Clairine Papilaya, Regina Clara Yolandika Cramon-Taubadel, Stephan von Debi Sarah Dedi Budiman Hakim Dedy Aguspriandono Suprapto, Dedy Aguspriandono Dian Hafizah, Dian Dian Kurniasih Dian Novita Diana Sugiyanthi Dini Amrilla Utomo Dini Amrilla Utomo Dini Maulida Rachmi Dodi Iskandar Duwi Yunitasari Dwi Apriyani Dwi Apriyani, Dwi Dwi Nurul Amalia Dwi Nurul Amalia, Dwi Nurul Dwi Shinta Agustina Dwi Utami, Anisa E. Gumbira Sa’id Eka Intan K Putri Eka Miftakhul Jannah Eka Miftakhul Jannah Eka Miftakhul Jannah, Eka Miftakhul Elifas Omega Yusufadisyukur Elza Surmaini Endang Pudji Astuti Endang Pudji Astuti Endang Pudji Astuti Endi Rekarti, Endi Eny Cahyaningsih Erliza Noor Ernan Rustiadi Etty Riani Eva Yolynda Aviny Eva Z. Yusuf Evi Karmilah Fadhilah, Alfirah Fadhlurrohman, Muhammad Surya Faiz Ahmad Sibuea Fajar Firmana Fajar Firmana Farid Fitriadi Farid Fitriadi Fariyanti, Anna Fauziyah, Diyani Felicia Nanda Ariesa Felicia Nanda Ariesa Fermico Karambut Feryanto Feryanto Fika Harini Sinaga Fitrahdini Fitrahdini Fredinan Yulianda Frissilia Nabila Divayana Fuji Lasmini Gandhy, Abel Gendut Suprayitno Grisheila Nadya Shahputeri Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hariyadi Harmini Harmini, Harmini Harry Suhada Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hasibuan, Abdul Muis Hassan, Ethar Hendina Pratiwi Heny K. Daryanto Hermanto Siregar Hidayah Laila Pohan, Fitri Husnul Khotimah Idqan Fahmi Indrajit Wicaksana Indrajit Wicaksana Irma Yuanita Isbandriyati Mutmainah Ivony Annisa Jihan Zakia Adila Jihan Zakia Adila Jojo Jojo Joko Affandi Juni Hestina Kartika Puspitasari Adiningsih Kirbrandoko Kirbrandoko Komalawati Kuntari, Wien Lestari, Puspita Mardika Lestari, Retna Dewi Lilik Noor Yuliati Lina Samhina Lina Samhina Lintje Hutahaean Lukman M Baga Lukman M. Baga M. Yogi Riyantama Isjoni Maghfiroh Andriani Astutik Malenda, Malenda Marzuki, Ferry Fardiansyah MD. Djamaludin Megawati Simanjuntak Meiri, Anggi Melissa Amandasari Melissa Amandasari Melissa Amandasari Memed Gunawan Minto Yuwono Mohamad Syamsul Ma’arif Muh. Asharuddin Muhammad Fauzanul Hakim Abdurrahim Mujianto Mujianto Mukhamad Najib Najmi Anniro Nanda Putri Astari Nastiti Winahyu Naufal Nur Mahdi Nesia, Khairina Aswita Netti Tinaprilla nFN Puspitasari Nia Rosiana Norfahmi, Femmi Noviyanti, Annisa Nugraha, Herry Nunung Kusnadi Nur Afni Evalia Nur Fatonny Nursamsi Nursamsi Nuryantoro, Nunung Nurzakiah, Sitty Nyak Ilham Panikkai, Sumarni Pattiasina, Trees Augustine Pinta Aftaprilia Rizki Ananda Pohan, Fitri Popong Nurhayati Prisca Nurmala Sari Prisca Nurmala Sari Priyono Priyono Purnomo, Prastika Adelia Purwati, Handewi Puspitasari PUTRA - IRWANDI Putri, Aisya Nadya Putri, Rani Revina Qhoirunisa, Astri Sabrina Qisthy Nur Fathia R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rachmat Agustian Rahmasari, Liisa Firhani Ratih Wulandari Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Rekha Mahendraswari Rekha Mahendraswari Riandina Wahyu Oktaviani Rikky Herdiansyah Rizka Karlina Putri Rizki Puspita Dewanti Rosiana, Nia Roslina Roslina Roy Sembel RR. Kathrin Irviana Rubiyo Salma Salma Samara Yarasevika Samsul Mashari Sarifa Marwa, Sarifa Sarma, Ma’mun Sarvina, Yeli Sefitiana Wulan Sari Setiadi Djohar Setiadi Setiadi Setiawan, Rofi Arif Setiawaty, Elika Siti Jahroh Siti Syamsiah Soeyatno, Rahmah Farahdita Sri . Handayani Sri Hery Susilowati Sri Mulatsih Stefani, Eska Stephan von Cramon-Taubadel Sudirman, Hendra Sugiarman Sugiarman Suharjo, Budi, Dr.Ir. MS Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suprehatin Suprehatin Suprehatin Surjono Hadi Sutjahjo Surmaini, Elza Syafruddini Syafruddini ; Tania June Tanti Novianti Tasya Amanda Tasya Amanda Tobing Tinaprilia, Netti Tintin Sarianti Titik Triary Wijaksani Titik Triary Wijaksani Triana Gita Dewi Trimawan, Cipta Yan Tuhpawana Priatna Sendjaja Ujang Sumarwan Vela Rostwentivaivi Viariani, Wahyu Wahyu Budi Priatna Wahyudi, Agus Widyasari, Anastasia Asri Wijaksani, Titik Triary Winandi, Ratna Windias Farah Nabila Wirda, Bunga Wisnu Ardi Pratama Wisnu Ardi Pratama Wulandari, Kartika Ximenes, Lito Yanti Nuraeni Muflikh Yayuk Farida Baliwati Yeli Sarvina Yosini Deliana Yudha Heryawan Asnawi Yuli Harwani Yunitasari, Ani Yusman Syaukat Yusmichad Yusdja Yusuf, Eva Z Yuwono, Minto