p-Index From 2021 - 2026
11.183
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Buletin Veteriner Udayana Jurnal Veteriner Indonesia Medicus Veterinus BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS JURNAL ILMU EKONOMI & SOSIAL Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Jurnal Medik Veteriner Jurnal Basicedu Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Acintya Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Jurnal Administrasi dan Manajemen Majalah Farmasetika Journal of Sylva Indonesiana JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) GANESHA CIVIC EDUCATION JOURNAL Journal of Management - Small and Medium Enterprises (SME's) Jurnal Filsafat Indonesia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru EKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis Journal Economic and Strategy (JES) JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Journal of Social Research Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (JEMBA) Jurnal Pustaka Aktiva : Pusat Akses Kajian Akuntansi, Manajemen, Investasi, dan Valuta Jurnal Islam Nusantara International Journal of Health Science (IJHS) Jurnal Basicedu Jurnal Ilmu Multidisplin Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research West Science Interdisciplinary Studies RIBHUNA : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Al-Munazzam : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah Jeinsa : Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang West Science Interdisciplinary Studies JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Bulletin of Social Studies and Community Development Buletin Pengabdian Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam IIJSE Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Journal Creativity Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru Jurnal Medika: Medika Jurnal Pancasila dan Bela Negara J-CEKI Journal of Community Engagement in Health JIM Sendratasik Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat An Namatul Ausath Balance: Jurnal Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Histopatologi Otak Tikus Putih Berupa Kongesti dan Edema Perivaskuler Akibat Pemberian Tambahan Ragi Tape dalam Pakan Yustisia, Anggia; Winaya, Ida Bagus Oka; Berata, I Ketut; Samsuri, Samsuri
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histologi otak tikus putih akibat pemberian tambahan ragi tape dalam pakan pada dosis bertahap serta lama pemberian. Tikus putih betina sebanyak 24 ekor digunakan dalam penelitian ini. Tikus putih percobaan diberi pakan campuran pellet dan ragi tape. Tikus putih dikelompokkan menjadi empat perlakuan dengan enam kali ulangan, yaitu: P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape 200 mg/kg BB; P3: pemberian ragi tape 300 mg/kg BB. Semua tikus putih perlakuans, setelah nyawa tikus dikorbankan, dinekropsi pada hari ke-22. Jaringan otak diambil dan diproses untuk dibuat preparat dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Variabel yang diperiksa meliputi adanya lesi kongesti dan edema. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada kongesti dan edema dari kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol, kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui rerata skor dari masing-masing perlakuan. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian ragi tape menyebabkan perubahan histologi pada otak tikus putih, berupa lesi kongesti dan edema, kerusakan otak terberat terjadi pada tikus yang memperoleh dosis perlakuan 300 mg/kg BB.
Peningkatan Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih yang Diberikan Pakan Imbuhan Ragi Tape Permatasari, Serly Nur Indah; Samsuri, Samsuri; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.21

Abstract

Ragi tape dapat digunakan sebagai sumber probiotik asli karena di dalam ragi tape terdapat mikrob-mikrob baik berupa kapang, khamir, maupun bakteri yang mampu menghidrolisis amilum menjadi glukosa yang selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar kolesterol darah tikus putih yang diberikan ragi tape selama 21 hari. Tikus-tikus putih (Rattus norvegicus) percobaan diberi empat perlakuan, yaitu P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape dosis 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape dosis 200 mg/kg BB; dan P3: pemberian ragi tape dosis 300 mg/kg BB. Pemeriksaan kadar kolesterol darah dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCU (Glucose, Cholesterol, and Uric Acid) dengan strip dan chip test berwarna biru. Sampel berupa darah diambil dengan cara memotong ujung ekor tikus putih, kemudian menempelkannya ke strip untuk melihat hasil pada alat pengukur. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar kolesterol darah perlakuan P1: 211,00 mg/dL, P2: 282,00 mg/dL dan P3: 174,17 mg/dL lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol P0: 149,67 mg/dL. Berdasarkan uji sidik ragam menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap perlakuan P1 (100 mg/kg BB), P2 (200 mg/kg BB), dan P3 (300 mg/kg BB). Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian ragi tape dapat meningkatkan kadar kolesterol darah tikus putih.
Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diberikan Ragi Tape Samsuri, Dharma Audia; Samsuri, Samsuri; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.531

Abstract

Populasi hewan kesayangan semakin meningkat seiring tingginya minat manusia memelihara hewan kesayangan sebagai sumber dukungan sosial. Metode untuk mengurangi populasi hewan kesayagan telah banyak berkembang diantaranya dengan melakukan operasi dan menggunakan ragi tape. Ragi tape mengandung mikroorganisme yang dapat mengubah karbohidrat menjadi gula sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi tape selama 21 hari terhadap kadar glukosa darah tikus putih. Penelitian dilakukan pada 24 ekor tikus putih yang dibagi menjadi empat perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari enam ulangan yaitu P0: kontrol; P1: ragi tape 100 mg/kgBB; P2: ragi tape 200 mg/kgBB; dan P3: ragi tape 300 mg/kgBB. Pengambilan darah dilakukan dengan memotong ujung ekor tikus sehingga mengeluarkan darah. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCU (Glucose, Cholesterol, and Urid Acid) dengan strip dan chip test yang berwarna hijau. Darah diteteskan pada strip test kemudian akan terlihat hasil pada alat pengukur. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar glukosa darah kelompok perlakuan P1: 66,17 mg/dL, P2: 71,67 mg/dL dan P3: 70,33 mg/dL lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol P0: 83,33 mg/dL. Berdasarkan uji statistik Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap kelompok perlakuan P1 (100 mg/kgBB), P2 (200 mg/kgBB), dan P3 (300 mg/kgBB). Pemberian ragi tape dengan dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB dapat mempengaruhi kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus).
Histopatologi Paru-paru Tikus Putih Betina Akibat Pemberian Imbuhan Ragi Tape pada Pakan Tikus Waskitha, Melati Pusparini; Setiasih, Ni Luh Eka; Samsuri, Samsuri; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi paru-paru tikus putih betina akibat pemberian ragi tape dengan dosis bertingkat. Sebanyak 24 tikus putih betina dikelompokkan menjadi empat perlakuan dan enam ulangan yaitu P0: kontrol; P1: pemberian pakan dicampur ragi tape dengan dosis 100 mg/kgBB; P2: pemberian pakan dicampur ragi tape dengan dosis 200 mg/kgBB; dan P3: pemberian pakan dicampur ragi tape dengan dosis 300 mg/kgBB. Perlakuan diberikan selama 21 hari, kemudian tikus putih betina pada semua kelompok dinekropsi di hari ke-22. Jaringan paru-paru diambil untuk pembuatan preparat dengan pewarnaan Harris-Hematoxyline Eosin (HE). Parameter yang diamati meliputi adanya kongesti, inflamasi, dan nekrosis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan histopatologi paru-paru tikus putih betina akibat pemberian ragi tape. Ragi tape menyebabkan perubahan histopatologi paru-paru tikus betina secara signifikan pada inflamasi dan nekrosis, sedangkan kongesti tidak berbeda nyata. Hal ini dapat disimpulkan pemberian ragi tape sebagai kontrasepsi alami dapat mengakibatkan perubahan histopatologi paru-paru tikus betina.
Perubahan Histopatologi Ginjal Tikus Putih Setelah 21 Hari Mengkonsumsi Ragi Tape Darmayanti, Mahda Dwi; Samsuri, Samsuri; Setiasih, Ni Luh Eka; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.889

Abstract

Ragi tape digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai alternatif kontrasepsi alami untuk hewan kesayangannya. Data mengenai keamanan pemberian ragi tape sebagai alternatif kontrasepsi alami untuk hewan masih sangat sedikit dipublikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi tape terhadap gambaran perubahan histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih dibagi secara acak menjadi empat perlakuan; P1, P2, P3 dan kontrol P0. Perlakuan 1, 2, dan 3 diberikan pakan yang dicampur ragi tape dengan dosis bertingkat 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB, sedangkan kontrol (P0) diberikan pakan dan minum. Perlakuan diberikan dua kali sehari selama 21 hari. Tikus putih dikorbankan nyawanya dengan cara dieutanasia dan dinekropsi pada hari ke-22 untuk pengambilan sampel organ ginjal. Jaringan ginjal diproses untuk pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Preparat diamati di bawah mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali pada lima lapang pandang dan dilakukan skoring jika terdapat degenerasi melemak, kongesti, nekrosis, dan infiltrasi sel radang. Data perubahan histopatologi dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan degenerasi melemak, kongesti, nekrosis, dan infiltrasi sel radang pada semua ginjal tikus-tikus perlakuan yang diberikan ragi tape dan dan perubahan tersebut berbeda nyata dibandingkan kontrol. Perlakuan dengan perubahan histopatologi tertinggi adalah P3 dengan nilai rerata infiltrasi sel radang, degenerasi melemak, dan kongesti yang sama yaitu 2,00 ± 0,000 dan rerata nekrosis 2,50 ± 0,548. Simpulan yang didapatkan adalah pemberian tambahan ragi tape pada pakan tikus dapat merusak ginjal dan menyebabkan perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus putih.
Minyak Rajas Efektif Dipakai untuk Menyembuhkan Luka Kebiri pada Anak Babi Ningsih, Adriati; Sudira, I Wayan; Arjana, Anak Agung Gde; Merdana, I Made; Samsuri, Samsuri
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemakaian minyak rajas terhadap kesembuhan luka kebiri pada anak babi. Anak babi yang digunakan adalah anak babi jantan berumur 10-14 hari sebanyak 32 ekor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan yaitu perlakuan P0 (kontrol) yang diberikan olesan alkohol 70% sebanyak empat tetes dan perlakuan P1 (perlakuan) yang diberikan olesan minyak rajas sebanyak empat tetes, pengobatan dilakukan sekali pada awal kebiri. Kesembuhan luka kebiri diamati secara makroskopik selama 10 hari yaitu pada hari ke-1, ke-4, ke-7 dan ke-10. Parameter yang diamati meliputi kemerahan, bengkak, dan keropeng. Untuk mengetahui minyak rajas efektif dalam mencegah infeksi luka kebiri pada anak babi, maka data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji nonparametrik (Wilcoxon). Untuk mengetahui apakah ada perbedaan waktu kesembuhan luka kebiri pada anak babi yang diberikan alkohol 70% dan minyak rajas maka data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Data hasil pengamatan terhadap kelompok P0 menunjukkan bahwa, terdapat empat sampel yang masih mengalami kemerahan, bengkak dan keropeng pada pengamatan hari ke-10, sedangkan data hasil pengamatan pada kelompok P1, menunjukkan bahwa keseluruhan sampel mengalami kesembuhan pada hari ke-7.
Efek Pemberian Propolis terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Putih yang diberi Parasetamol Alviana Rizqiyah Utami; I Ketut Berata; Samsuri Samsuri; I Made Merdana
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2398.7 KB)

Abstract

Paracetamol is one of NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) that acts as an analgesic and antipyretic agents but with weak anti-inflammatory activity. Paracetamol has toxic effects to liver in the form of damage to the liver. To prevent the toxic effects of paracetamol, the provision of antioxidants which can protect liver cells damage caused by paracetamol is needed. High antioxidant found in propolis which is widely used at this time. This study used 25 male rats (Rattus norvegicus), which consists of five groups. Each treatment group was given standard food and drink. Group 1 (control negative) was given standard food and drink, group 2 (control positive) was given 250 mg/kg body weight of paracetamol orally, group 3 (Pp1) was given 250 mg/kg body weight of paracetamol and each rat was given 0.05 ml of propolis orally, group 4 (Pp2) was given 250 mg/kg body-weight of paracetamol and each rat was given 0.1 ml of propolis orally, and group 5 (Pp3) was given 250 mg/kg body weight of paracetamol and each rat was given 0.15 ml of propolis orally. The treatments were given for 10 days, and on the 11th day, the necropsy was done to take the livers of the 25 rats for histopathology preparation. The examined variables included vascular congestion, fatty degeneration, and necrosis with the score (0: no lesions; 1: focal lesions; 2: multifocal lesions; 3: diffuse lesions. Kruskal-Wallis test showed a significant difference on the average of the vascular congestion, fatty degeneration, and necrosis of the tested group. The result of the research, it can be concluded that the 250 mg/kg body weight of Parasetamol can cause liver damage and the 0.15 ml of Propolis for each rat could repair the tissue damage better than the dose of 0.05 ml and 0.1 ml.
Gambaran Histopatologi Limpa Tikus Putih yang Diberi Deksametason dan Vitamin E Elsa Hidayati; I Ketut Berata; Samsuri Samsuri; Luh Made Sudimartini; I Made Merdana
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.705 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p03

Abstract

Dexamethasone is a corticosteroid drug from the class of glucocorticosteroids that has anti-inflammation and immunosuppressant effect. This drug has therapeutic effect such as immunosuppressive and reducing the inflammatory response. Spleen is an organ of the immune system, so that when used dexamethasone in the long term and large doses can affect the spleen. To prevent dexamethason effect on spleen, provision of antioxidants is required. Vitamin E is a fat soluble vitamin that acted as antioxidant. This study used complete randomized design. Sample of this experiment were 25 male rats divided randomly into 5 groups. Negative control were given standards food and drink. Dexamethasone administrated by subcutaneous injection 0,13 mg/kg BW in positive control group, P1, P2 and P3. Vitamin E administrated orally with following P1 (100 mg/kg BW), P2 (150 mg/kg BW) and P3 (200 mg/kg BW). After 2 weeks intervention, all samples were terminated, then took the spleen to make histopatology preparation. The variables examined include hemorrhage and necrosis. From the results showed a positive control necrosis, whereas P1, P2, P3 improvements in spleen damage, but was not significant. P2 treatment showed the best results in reducing the effects of dexamethasone. From this study it can be concluded that the dexamethasone dose 0,13 mg/kg BW has histopatology of spleen changes and vitamin E dose 150 mg/kg BW can repair spleen tissue damage is better than vitamin E dose 100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW.
Studi Histopatologis Lambung Tikus Putih yang diberi Parasetamol dan Suplementasi Propolis Noviriolla Maria; I Ketut Berata; I Made Kardena; Samsuri Samsuri
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.844 KB)

Abstract

Propolis is a substance produced by bees that has some benefits, such as: antioxidants and antiulkus. Paracetamol is a relatively safe drug for gastric, but in some studies claimed that high doses of paracetamol increase the risk of gastric mucosal disorders, such as: ulceration, desquamation, and erosion. The purpose of this study is to determine the effects of propolis in histopathological gastric rats that were given high doses of paracetamol. This study used a completely randomized design. A sample of 25 male rats were divided into 5 groups i.e.: a negative control without treatment paracetamol (P0), a positive control (P) that was given paracetamol 250 mg/kgbw, and three other groups given treatment with paracetamol 250 mg/kgbw with a variation of propolis, P1 (0.05 ml/rat), P2 (0.10 ml/rat), and P3 (0.15 ml/rat). The treatment was given in 10 days, then necropsy was done and gastric organs were taken. Histologic gastric specimen for histopathological examination was made by using the Kiernan method (1990) and stained with hematoxylin eosin (HE). Variables examined include histopathological lesions of erosion, desquamation, and ulceration of the gastric epithelium. Results indicate that in treatment P severe damage to the gastric (desquamation) has occurred, while the entire treatment P1, P2, and P3 show the repair from the damage caused by the paracetamol. Treatment P3 gives the best results in reducing the effects of the paracetamol. This study concluded that the provision of propolis may reduce the histopathological side effects on white rat’s gastric givenhigh dose of paracetamol.
Pengaruh Pemberian Propolis Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih yang Diberikan Parasetamol Dosis Tinggi Elti Febilani; I Ketut Berata; Samsuri Samsuri; I Made Merdana; Luh Made Sudimartini
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.432 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of propolis on kidney histopathological representation of white rats were given the toxic dose paracetamol. 25 male rats males were used in this study who were divided into 5 groups, control group (P0) without treatment, group 1 (P1) that was given paracetamol doses 250mg/kg, group 2 (P2), group 3 (P3), and group 4 (P4), given paracetamol dose of 250mg / kg and propolis added 0.25 ml (P2), 0.50 ml (P3), and 0.75 ml (P4). Paracetamol and propolis were given orally by mixing it into the water provided ad libitum for 10 days. Then performed a necropsy and kidney were taken aseptically for making of histopathology preparations with hematoxylin eosin (HE) staining. The examined variables were fatty degeneration and necrosis in the proximal tubules of the kidney. Results indicate that fatty degeneration and necrosis were showed in treatment P1, while the entire treatment P2, P3, and P4 show the repair from the damage caused by the paracetamol. Treatment P4 gives the best results in reducing the effects of the paracetamol. Kruskal-Wallis showed a significant difference from fatty degeneration and necrosis of the tested group. From this study it can be concluded that the propolis with dose 0.75 ml giving better protection than 0.25 ml and 0.50 ml dose.
Co-Authors , Warto, , Warto Adnin, Ismi Afrizal Choirul Umam Afzil Ramadian Ahmad Muwafiq, Ahmad Ainul - Hidayah Alfatani, Ifan Ali Alkhumaisi, Muhammad Abduh Alviana Rizqiyah Utami Aminudin, Aminudin Anak Agung Gde Arjana Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Sagung Kendran Annisa Istiqomah, Annisa Ardi Sandriya ARIANA, AYU Arif, Mirzan Arinata, I Ketut Teguh Asmi, Erni Amriani Asmini, Riskayanti Atmoko*, Dwi Atmoko, Dwi Aulia Insani, Aulia Aurellia , Amanda Ayu Prawitasari Citra Pratama Aziz, Ekza Fahira Aziz, Elza Fahira Aziz, Sulthon Abdul Bina Ichsantya Brar, Balraj Singh Budi Setiyastuti Chairunnisya, Hasna Cut Zuriana Danial - Darmayanti, Mahda Dwi Daryono Daryono, Daryono Deni Firmansyah Dewi, Maharani Luthvinda Dumaeri, Ahmad Duwiri, Christine Valeri Dwi Gemina Effendi, Zeviana Elsa Hidayati Elti Febilani Erni Yuningsih Erwanti Siti Rabiah, Erwanti Siti Fadhilla, Suri Fadila, Siti Nur Fadlurrahman, Al Fahdian Rahmandani Fahmin, Nur Habib Fariansyah, Irham Fausiah, Rafika Firdausiah, Nuri Firmansyah, Akmal fuad, varidlo Galih Puji Mulyoto Gunawan, Rachmat Gusmadi, Setiawan hafid, mukhsin Hafid, Mukhsin Putra Hajunilato, Tiar Halimatussadiah, Siti Hamdan Hamdan Hamdani, Muhammad Fadli Harahap, Dina Nurul Angelina Hawar, Muhammad Heni Pujiastuti Hersanto Fajri Hidayatulloh, Muhammad Muslim I Gusti Ngurah Sudisma I Ketut Berata I Made Kardena I Made Merdana I Nengah Surati Jaya I Wayan Sudira Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Illahi, Kurnia Imelda Wahyuni, Imelda Irwasnayah Putri, Galvania Ismartaya Ismartaya, Ismartaya Ismawan Ismawan, Ismawan Istata, Marita Dony Iwan Harjono Utama Jatiana, Cut Afrina Jejen Jaenudin Jihadulhaq, Jihadulhaq Juanda, Ogiandhafiz Kadek Karina Dewi Wijayanthi kariska, Kariska Ketut Budiasa KHOIRUNNISAK, ANIS Kukuh Murtilaksono Kurniawati, Riski Luh Made Sudimartini Lutfi Hakim Made Gede Adi Surya Saputra Mahleni, Zora Manik, Toba Sastrawan Maruddani, Raoda Tul Jannah Marzuki Marzuki Maulana, Daffa Fakhri Meri Handayani, Meri Mia Maulani Agustin Miranty, Shara Moh. Wahyu Kurniawan Muhsi, Ach Moh Abd N. Nurjanah Nabila, Adek Nadifah, Najla Virda Ni Luh Eka Setiasih Ningsih, Adriati Noviriolla Maria Ns. Diana Dayaningsih Nugraha, Putri Nurdiana, Ratna Putri Nurdin Nurdin Nurfaisah, Nurfaisah Nurjanah, Dewi Astri Nurlatifa, Nurlatifa Nurpadilah, Rifki Nurul Afni Nuryanto Nuryanto Palahudin, Palahudin Permatasari, Serly Nur Indah Pertiwi, Hardianti Pertiwi, Shinta prananda, aditya Pratiwi, Vidya Purnama, Edwin Setia Putra, Fandrik Haris Setia Putra Putra, Muhammad Lathief Dwi Putra, Muhammad Mexki Romdeni Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie Putu Suastika Rabbani, Muhammad Rafi Rachmawati, Afria Raharjo, Yudha Yaksa Crada Yoga Arum Rahayu, Annisa Dwi Rahmawati, Elly Nur Ramadan, Syahri Ramadani, Tria Ramadhan, Abhi Rachma Ramadhan, Fadlan Ramanta, Helzi Ramdiana, Ramdiana Ramli, Muh. Rasmi Rasmi, Rasmi Rida Safuan Selian Rifqiansyah, Rifqiansyah Ririn Ririn Robyanshyah, Robyanshyah Rohmat, Sohibur Rosmiati, Yatti Rusliyana Nuarita, Rusliyana Safina, Dinda Apriani Sahnaz, Novalinda Salwija, Salwija Samsu Samsu Samsuri, Dharma Audia Savana, Muhammad Ibjkar Septiani, Tri Asih Setyoasih, Sri SITI MARYAM Sodiki, Ach. Sonda, Kristina Sartika Sri Harini Suarmika, Putu Eka Sudarijati Sudirmanto, Sudirmanto Sugiyanto - Sukardi, Akhmad Sulistiawati, Vira Sunarso Sunarso Supadmi, Tri Supendi, Guritno Sutrisno, Cucu Suyato Suyato Syahputra, Orang Kaya Hasnanda Tengku Hartati Tien Lastini Titiek Tjahja Andari Titik Nurhayati Triani, Cut Nadevi Wulan Trisakti Handayani Usmi, Rianda Veithzal Rivai Zainal WALDI, WALDI Waskitha, Melati Pusparini Wibowo, Anggono Kusumo Wijaya, Dian Azizah Sadriansyah wijaya, Hasrul Wijaya, Nani Wisnu Pamenang, Nandhang Wulandari, Meidi Andira Yonda, Baroqah Sabri Yudha, Muhamad Yuli Astuti Yuliadi, Iqbal Yulianingsih, Yulianingsih Yusfiza, Melia Yustisia, Anggia Zai, Ronaldo Zainurrofiq, Zainurrofiq Zulfajri, Zulfajri