Articles
PEMEROLEHAN PENGETAHUAN MATEMATIKA BAGI SISWA AUTIS PADA PERMULAAN BANGKU SEKOLAH
Kamid , W
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.63 KB)
|
DOI: 10.22437/edumatica.v1i02.35
Pertumbuhan anak autis di Indonesia dewasa ini sangat cepat, sehingga pelayanan pendidikan yang diharapkan oleh orang tua belum bisa terpenuhidengan baik. Akibatnya anak-anak autis mengikuti pendidikan di sekolah reguler yang tidak memberikan perhatian secara khusus pada semua anak didiknya. Matematika telah diperkenalkan secara resmi pada anak didik di awal sekolahnya demikian juga dengan anak autis di dalamnya. Hasil pengamatan di lapangan dan wawancara diperoleh bahwa anak-anak autis mampu memahami dengan baik tentang keruangan atau kemampuan spatial dan juga kemampuan sekuensial. Pengetahuan matematika muncul ketika anak autis mengerjakan sesuatu dengan aktivitas fisik, seperti menyusun blok puzle dan mengurutkan benda sesuai ukuran. Anak-anak autis juga dapat memperoleh pengetahuan matematika walaupun sangat terbatas. Proses pemerolehan pengetahuan matematika dapat dilakukan melalui drill. Pengetahuan ini akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan umur dan keterampilan pengetahuan yang diberikan.
Orientasi Soal Matematika oleh Siswa Autis Berdasarkan Wawancara dan Lembar Jawaban
Kamid
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika 2011: Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.534 KB)
|
DOI: 10.22437/edumatica.v1i01.187
Abstrak Anak dilahirkan mempunyai potensi bawaan yang harus dipahami sebagai potensi. Setiap individu dapat berkembang sesuai dengan kapasitas yang terdapat dalam dirinya. Anak didik adalah potensi bangsa yang harus dikelolah dengan optimal agar tumbuh menjadi generasi yang dapat diandalkan.anak-anak yang berkebutuhan khusus juga perlu dipandang sebagai potensi. Demikian juga anak-anak autis yang akhir-akhir ini populasinya berkembang sangat. Pesat. Keberadaan anak autis di sekolah regular maupun inklusi harus diberikan layanan yang memadai sehinggan ia dapat mengkuti pendidikan sesuai dengan potensinya. Pembelajaran di sekolah juga perlu diperhatikan proses berpikirnya tentang alur pemecahan soal. Alur pemecahan soal dapat dilihat dari orientasi soal, penyelesaian soal dan evaluasi terhadap jawaban yang dihasilkan.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ketika anak autis melakukan orientasi soal, ia dapat melakukan secara asimilasi. Pengetahuan yang dimunculkan sangat dekat dengan kebutuhan pengetahuan yang diperlukan soal.Terhadap kasus ini dapat disimpulkan bahwa anak autis dapat melakukan orientasi soal dengan baik. Kata kunci: orintasi soal, siswa autis, wawancara, lembar jawaban
Metakognisi Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika (Studi Kasus Pada Siswa Smp Berdasarkan Gender)
Kamid W Sitas
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 01 (2013): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.736 KB)
|
DOI: 10.22437/edumatica.v3i01.1411
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil metakognisi siswa sekolah menengah pertama berdasarkan perbedaan gender dalam menyelesaikan soal matematika. Pengambilan data pada penelitian kualitatif deskriftif ini dilakukan dengan wawancara berbantuan lembar tugas. Untuk mendapatkan proses metakognisi digunakan rekaman hasil wawancara yang mengarah pada pertanyaan langkah-langkah penyelesaian soal berdasarkan langkah-langkah Polya (1973). Hasil penelitian yang dilakukan terhadap siswa laki-laki dan perempuan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah dimilikinya untuk menyelesaikan soal matematika yang dihadapi. Akan tetapi terdapat perbedaan prosedur pada langkah memahami dan melaksanakan pemecahan soal. Sedangkan langkah merencanakan dan melihat kembali tidak terdapat perbedaan dalam prosedur maupun konsep. Kata kunci: metakognisi, soal matematika, gender
Desain Media Komik Matematika Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Aritmetika Sosial Di Kelas VII SMP Xaverius 2 Kota Jambi
Agung Febrianto;
Kamid Kamid;
Rohati Rohati
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 02 (2015): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (725.521 KB)
|
DOI: 10.22437/edumatica.v5i02.2924
Penelitian ini mengembangkan media komik dan pemberian tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket penilaian ahli materi dan ahli media, angket tanggapan guru dan siswa, dan tes hasil belajar siswa. Setelah media komik dibuat maka media pembelajaran tersebut divalidasi oleh ahli. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran hingga media pembelajaran dinyatakan layak untuk diujicobakan. Uji coba dilakukan dengan meminta tanggapan dari guru dan siswa sebagai subjek penelitian. Selanjutnya media pembelajaran tersebut diterapkan pada kegiatan pembelajaran yang sebenarnya pada siswa kelas VII A di SMP Xaverius 2 Kota Jambi. Dari hasil analisis post-test yang dilakukan pada kegiatan akhir pembelajaran diperoleh 84,21% nilai siswa mencapai kriteria ketuntasan minimum. Dan hasil analisis dari angket persepsi siswa menunjukkan kategori “sangat positif”. Ini artinya media pembelajaran yang dibuat sudah menjawab rumusan masalah, sehingga media pembelajaran ini bisa digunakan oleh guru dan siswa SMP khususnya pada pembelajaran materi Aritmetika Sosial. Kata kunci : Desain Media Pembelajaran, Komik, Model Problem Based Learning, Aritmetika
Desain Sintak Model Outdoor Learning Berbasis Modelling Mathematics
Sofnidar;
Kamid;
Anwar, Khairul
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2017): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika (Oktober 2017)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.939 KB)
|
DOI: 10.22437/edumatica.v7i02.4211
Pembelajaran Outdoor adalah kegiatan pembelajaran yang didesain di luar kelas dengan menggunakan konteks real life dan dapat dilakukan dengan banyak cara serta sifatnya lebih fleksibel tergantung pada konteks dan tujuan pembelajaran (Broda, 2007; Walberg, 1995).Hal ini membutuhkan sebuah role, sekenario, batasan maupun pemilihan konteks outdoorpada dunia nyata, dan juga diperlukan penyesuian terhadap konteks, kontendan kompetensi sesuai kebutuhan serta tujuan pembelajaran. Penyesuaian sekenario/model pembelajaran berupa integrasi dari kegiatan pembelajaran outdoor dan pendekatan modellingmathematics.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilakn desain (sintaks dan komponen) pembelajaran outdoor berbasis modellingmathematics. Motode penelitian untuk mendesain model terdiri dari tiga tahap Theoriticalstudy, explorasi, dan design.Hasil penelitian menunjukanprototype model competibel untuk diterapkan dan sintak dari model pembelajaran outdoorlearning-modellingmathematics terdiri dari tahapan (1) Orientasi siswa terhadap Masalah konteks outdoor (2) Membimbing siswa membuat real model masalah dan collect data (3) Membimbing siswa menentukan rencana penyelesaian masalah berdasarkan model matematik yang dibuat (4) Melaksanakan eksperiment berdasarkan modelmathematics (5) Melakukan presentasi hasil (6) Melakukan refleksi hasil berdasarkan konteks outdoor. Kata Kunci: Sintak, OutdoorLearningModellingMathematics
ANALISIS KREATIVITAS METAKOGNISI MAHASISWA BERDASAR ADVERSITY QUOTIENT (AQ) DALAM MENYELESAIKAN MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN APLIKASI KONSEP KALKULUS
Kamid Kamid
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 02 (2012): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (549.449 KB)
|
DOI: 10.22437/edumatica.v2i02.9845
Metakognisi adalah kesadaran individu tentang hasil pemikirannya. Penting bagi pendidik untuk mengetahui hal ini, agar dapat diberikan stimulus sesuai dengan kadar intelektualitasnya. Kreativitas metakognisi merupakan kesadaran individu tentang prosedur-prosedur metakognisi terhadap kebaruan dan kompleksitanya. Hal ini dapat diungkap dari perilaku yang ditampilkan dan ucapan yang disuarakan. Penelitian kualitatif eksploratif ini mengungkap kreativitas metakognisi dari mahasiswa berdasarkan Advesity Quoitient (AQ) yang bertipe climber. dalam menyelesaikan masalah benda bergerak. Eksplorasi dilakukan pada seorang subjek dengan think alouds dan wawancara. Kredibilatas data dilakukan dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesuai dengan karakteristik climber dalam AQ menunjukkan bahwa subjek selalu dapat memberikan alasan pada langkah dan algoritma yang dilakukan. Prosedur aritmatika, digunakan dengan merespon prosedur dan memikirkan keakuratan nilai dan operasi yang digunakan. Subjek dapat memberi alasan ketika hasil perhitungan diluar kebiasaan yang terjadi dikehidupannya.
The Relationship of Student Process Skills to Student Responses with the Student Team Achievement Division (STAD) Learning Model in Elementary Schools and Madrasah Ibtidaiyah
Kamid Kamid;
Sri Winarni;
Rohati Rohati;
Wahyu Adi Pratama
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.1534
Abstract Effective learning can be increased by forming several groups that have diversity in abilities, gender, and ethnicity. So this research was conducted with the aim of knowing the relationship between students' process skills on student responses to the Student Team Achievement Division (STAD). learning model for the volume of blocks and cubes. This research is a survey research, this study uses quantitative data analysis with the help of SPSS statistics 25, to find descriptive statistics, test assumptions and test hypotheses. The results obtained from this study were conducted in 4 schools, namely 2 SD and 2 MI with 36 students in each class. So the total number of students is 144 students. Based on the T test, the results showed that there were significant differences in students' process skills in students' responses to the Student Team Achievement Division (STAD). learning model for the volume of blocks and cubes between schools. Based on the correlation test, it was concluded that there was a relationship between students' process skills on student responses with the Student Team Achievement Division (STAD). learning model for the inter-school volume of blocks and cubes. the writer gives suggestions, namely the implementation of the Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning model as an effort to improve Student Process Skills. Abstrak Pembelajaran yang efektif dapat ditingkatkan dengan membentuk beberapa kelompok yang mempunyai keragaman dalam kemampuan, jenis kelamin, hingga sukunya. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan proses siswa pada respon siswa dengan model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) materi volume balok dan kubus. Penelitian ini merupakan penelitian survey, penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dengan bantuan SPSS statistic 25, untuk mencari statistik deskriptif, Uji asumsi dn Uji Hipotesis. Hasil yang diperoleh dari Penelitian ini dilakukan pada 4 sekolah yaitu 2 SD dan 2 MI dengan masing-masing kelas berjumlah 36 siswa. Sehingga total siswa keseluruhan yaitu 144 siswa. Berdasarkan uji T didapat hasil terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan proses siswa pada respon siswa dengan model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) materi volume balok dan kubus antar Sekolah. Berdasarkan uji korelasi disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan proses siswa pada respon siswa dengan model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD). materi volume balok dan kubus antar sekolah. maka penulis memberikan saran yaitu pada pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) sebagai upaya untuk meningkatkan Keterampilan Proses Siswa.
PENGARUH MODEL REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF EFFICACY SISWA
Prastika Istiqomah;
Kamid Kamid;
Muhammad Haris Effendi Hasibuan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.938 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4334
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran realistic mathematics education (RME) terhadap kemampuan literasi matematika siswa, dan pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan posttest only control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kota Jambi tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 228 siswa dan terbagi menjadi 7 kelas. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah sebanyak 68 siswa yang terbagi menjadi dua kelas (kelas eksperimen I dan kelas kontrol). Sampel di tentukan dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah angket self-efficacy dan tes kemampuan literasi matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian ini yaitu Model pembelajaran RME lebih efektif mempengaruhi kemampuan literasi matematika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, serta self-efficacy dengan kategori tinggi dan sedang lebih mempengaruhi kemampuan literasi matematika dibandingkan self-efficacy siswa dengan kategori rendah.
Pengembangan Modul Program Linear Berbasis Konstruktivisme untuk Siswa Prakerin: Development of Linear Program Module Constructivism-Based for Industrial Practice Work Student
Slamet Ngadino;
Kamid Kamid;
Syaiful Syaiful
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 10 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mathematics modules should have self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, and user-friendly characteristics and be able to describe students' knowledge construction processes in studying teaching materials through modules. This development research adopts the ADDIE theory. The resulting product is a constructivism-based mathematics module for internship students. The validation results of material and design experts stated that the resulting product was excellent. Data were also obtained from small and large group instrument questionnaires and the results of assignments and linear program formative tests. The results of the XI Marketing 1 class module assignment with 35 students for the KKM 70 mathematics subject are completeness of 74.3%; unfinished 25.9%. Formative test results for class XI Marketing 1 Linear Program with 35 KKM 70 students in the learning process using the module obtained an average value of 72.43; complete 77.1%; incomplete 22.9%. Formative test results for class XI Marketing 2 with a total of 35 students in the KKM 70 learning process using textbooks obtained an average score of 60 with 54.3% complete and 44.7% incomplete. Learning using the Constructivism-Based Linear Programming module is more effective and can form student independence.
Jambi Cultur Potential in Mathematics Learning: Jambi’s Ethnomathematic
Sutrimo Sutrimo;
Kamid Kamid;
Asrial Asrial;
Bambang Hariyadi
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 7 No 1 (2023): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.93 KB)
|
DOI: 10.31331/medivesveteran.v7i1.2313
This study aims to identify the potential of Jambi culture that can be used as a learning resource in learning mathematics. The focus of the study is to identify culture in the form of objects so that it can be observed and used as an example of modeling mathematical arithmetic concepts. Researchers used a qualitative research approach with ethnographic methods. The research findings were analyzed using descriptive analysis. Based on the findings, there are several Jambi cultures that can be used as learning resources with an ethnomathematical approach, that are; Community work, community arts and crafts, traditional ceremonies, dance movements, music rhythms, folk games, temple relics. Implementation of this research, researchers can give advice in using material culture to be used as a source of learning mathematics. The novelty in this study is that the temple heritage is a Jambi culture that has the potential to be used as a source of learning mathematics.