Articles
Analisis Beban Kerja Bagian Produksi dengan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dan Modified Cooper Harper (MCH) di PT. Sendang Biru Tuban
Andhini Ayu Widyasti;
Sunardi;
Tranggono
JUMINTEN Vol. 2 No. 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/juminten.v2i2.234
PT. Sendang Biru adalah perusahaan manufaktur penghasil bahan campuran pupuk salah satunya adalah clay. Dengan target produksi 100 ton tiap harinya dengan jam kerja hamper 24 jam dengan sistem kerja shift dan menggunakan alat produksi yang sama mengakibatkan sering terjadinya trouble mesin sehingga proses produksi terhambar dan terjadilah kerja lembur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja yang dialami pekerja kemduian membandingkan beban kerja antar shift serta untuk mengetahui perbaikan apa yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dan akan dianalisis lebih lanjut menggunakan metode Modified Cooper Harper (MCH) untuk mengukur beban kerja dan mengetahui aktivitas apa saja yang berpengaruh di dalamnya. Berdasarkan metode DRAWS didapatkan perbandingan beban kerja yang berbeda-beda setiap shiftnya yaitu shift 1 60,47%, shift 2 64,61% dan shift 3 70,32% (Overload) dan berdasarkan metode MCH didapatkan hasil 6 aktivitas yang tergolong overload. Variabel Input Demand menjadi penyebab tertinggi adanya beban kerja dan tergolong dalam beban kerja fisik (shift 1), Time Pressure sebagai beban kerja mental (shift 2),dan Time Pressure sebagai beban kerja mental (shift 3) Perbaikan sistem kerja shift menjadi linta-san, penambahan personil, juga perbaikan kondisi lingkungan kerja dirasa perlu sebagai usulan per-baikan guna menghasilkan proses produksi yang lebih baik.
Analisis Sistem Kerja Untuk Mengurangi Kelelahan Pekerja Bagian Produksi dengan Metode Cardiovascular Load (CVL) dan Bourdon Wiersma di PT. XYZ
Nico Aliffian Vollytanio Putra;
Sunardi
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/juminten.v2i3.259
Kelelahan kerja yang terjadi saat kegiatan produksi berlangsung dapat mengakibatkan penurunan efisiensi kerja, keterampilan, kebosanan, dan peningkatan kecemasan. PT. XYZ adalah salah satu BUMD di Jawa Timur yang bergerak di bidang manufaktur khsususnya pembuatan produk batu tahan api. Selama proses produksi berjalan perusahaan ini menerapkan dua shift kerja menimbulkan adanya gejala kelelahan pada perkerja khususnya pada bagian pemecahan agregat, pencetakan batu dan pembakaran batu yang ditunjukkan dengan adanya penurunan hasil kerja serta seringnya terjadi kesalahan dalam bekerja. Dengan adanya permsalahan tersebut penelitian ini menggunakan Cardiovascular Load dan Bourdon Wiersma untuk memperlambat kelelahan pekerja dan diharapkan dapat membantu untuk mengukur kelelahan pekerja sehingga dapat memberikan solusi dalam memperlambat kelelahan pekerja. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 pekerja. Hasil yang diperoleh dari analisis sistem kerja ini adalah shift 1 dan shift 2 memiliki tingkat kelelahan yang berbeda, yaitu shift 1 kategori tinggi dan shift 2 kategori rendah, demikian juga beban mentalnya shift 1 tergolong rendah sedangkan shift 2 tergolong tinggi oleh karena itu shift 1 perlu perbaikan pada beban fisiknya sedangkan shift 2 perlu perbaikan beban mentalnya. Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan pada shift 1 adalah menambahkan waktu istirahat dari sebelumnya 45 menit menjadi 60 menit, melakukan sistem rolling pekerja, dan memperbaiki kondisi tempat kerja agar lebih ergonomis. Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan pada shift 2 adalah pemberian musik, mengatur shift kerja seperti rolling shift, dan menambahkan waktu istirahat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan Menggunakan Metode Partial Least Square (Studi Kasus : CV. MDP HJ. Diya Food)
Nurria Tafana;
Sunardi
JUMINTEN Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/juminten.v2i4.280
Karyawan merupakan aset utama perusahaan sebagai pelaku aktif serta perencana dari setiap aktivitas perusahaan. Salah satu poin utamanya adalah kepuasan kerja karyawan. Kepuasan setiap orang berbeda-beda, sehingga perusahaan harus mampu mengukur kepuasan kerja karyawan. CV. XYZ merupakah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan petis ikan tuna. Namun di perusahaan ini, pengelolaan sumber daya manusia masih belum maksimal terkait kepuasan kerja karyawan. Dengan demikian diperlukan penelitian mengenai faktor yang berpengaruh pada kepuasan kerja karyawan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan hal ini perlu diketahui dan dilakukan perbaikan agar dapat meningkatkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan perusahaan. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja pada penelitian ini adalah kompensasi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja non fisik serta keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk mengetahui tingkat pengaruh faktor tersebut maka digunakan metode Partial Least Square (PLS). Dalam penelitian ini menggunakan 50 sampel dengan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan K3 berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan kerja. Model prediksi dari hasil penelitian ini mampu menjelaskan variabel kepuasan kerja sebesar 94,1% (R2=0,941) dan memiliki prediksi yang relevan (Q2=0,732).
Analisis Potensi Finansial Distress Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Menggunakan Metode Altman Z-Score
Slamet Puji Riyanto;
Sunardi
JUMINTEN Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/juminten.v2i4.301
Financial distress bisa dipahami sebagai penurunan kondisis keuangan suatu perusahaan, yang terjadi mengarah menuju kebangkrutans ataupun likuidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi financial distress pada perusahaan Sub Sektor Houseware dan Sub Sektor Cosmetics and Household yang terdaftar di bursa efek indonesia menggunakan Metode Altman Z-Score. Dengan batasan penelitian dalam rentang waktu empat tahun terakhir 2017-2020. Metode yang akan digunakan dalam melakukan analisa potensi financial distress yaitu model Altman Z-Score dengan lima rasio keuangannya. Penelitian ini menghasilkan tingkat finansial distress pada perusahaan-perusahaan yang tergolong pada sub sektor houseware menunjukkan hasil kategori finansial distress yang kurang baik. PT Integra Indocabinet pada tahun 2017 hingga 2020 dalam kategori distress. PT Chitose Internasional pada tahun 2017 hingga 2020 dalam kategori grey. PT Langgeng Makmur Industri pada tahun 2017 hingga 2020 dalam kategori distress. PT Kedaung Indah Can pada tahun 2017 dalam kategori grey kemudian pada tahun 2018 hingga 2020 dalam kategori distress. Sedangkan pada perusahaan-perusahaan yang tergolong pada sub sektor cos-metics and household menunjukkan hasil kategori finansial distress yang beragam. PT Unilever Indonesia pada tahun 2017 hingga 2020 dalam kategori safe. PT Kino Indonesia pada tahun 2017 hingga 2018 dalam kategori distress kemudian pada tahun 2019 dalam kategori grey. PT Man-dom Indonesia pada tahun 2017 dalam kategori safe kemudian pada tahun 2018 hingga 2020 da-lam kategori grey. PT Martina Berto pada tahun 2017 hingga 2020 dalam kategori distress.
Analisis Hubungan Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Outsorching pada PT. PLN UP3 Surabaya Selatan
Grandhika Pratama Widiyarta Nugraha;
Sunardi;
Tranggono
JUMINTEN Vol. 2 No. 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/juminten.v2i5.303
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor fasilitas kerja (X1), kepemimpinan (X2), kompetensi (X3), motivasi kerja (X4) dan pengembangan karir (X5) terhadap kinerja karyawan (Y1) dengan metode Structural Equation Modelling-PLS (SEMPLS) dengan software SMARTPLS pada PT. PLN UP3 Surabaya Selatan, yang merupakan perusahaan penyedia layanan sumberdaya listrik negara untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat pada area kerja kecamatan Darmo permai, Dukuh kupang, Gedangan, Ngagel dan Rungkut. Tidak maksimalnya karyawan dalam bekerja menjadi permasalahan yang amat penting karena dapat membuat masyarakat tidak puas akan pelayanan dan membuat turunnya kepercayaan masyarakat kepada perusahaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut yaitu faktor kepemimpinan, faktor kompetensi dan faktor Motivasi kerja memliki hubungan secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai T-statistics secara berurutan sebesar 2.037,5.886,2.366, sedangkan untuk fasilitas kerja memiliki hubungan positif namun tidak signifikan dengan nilai T-statistics sebesar 0.635 dan untuk pengembangan karir memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan dengan nilai T-statistics sebesar 0.344. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan tambahan pimpinan dalam mengevaluasi kinerja karyawan.
Relevansi Ajaran Hastha Brata dalam Pertunjukan Wayang Terhadap Kepemimpinan Zaman Sekarang
Suyanto;
Sunardi
PANGGUNG Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan
Publisher : LP2M ISBI Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26742/panggung.v34i3.3557
ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji relevansi ajaran Hastha Brata dalam pertunjukan wayang terhadap kepemimpinan zaman sekarang. Ajaran Hastha Brata bersumber dari berbagai kitab yang dipresentasikan melalui pertunjukan wayang lakon Wahyu Makutharama. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan telusur internet. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (a) kosmologi Jawa sebagai sumber pengetahuan tentang hakikat kehidupan manusia; (b) ajaran Hastha Brata dalam pertunjukan wayang lakon Wahyu Makutharama merupakan intisari ajaran kepemimpinan; dan (c) ajaran Hastha Brata memberikan landasan bagi kepemimpinan ideal di zaman sekarang. Temuan dari tulisan ini mengungkapkan bahwa ajaran Hastha Brata dalam pertunjukan wayang dapat dijadikan sebagai pondasi kepemimpinan yang kompleks untuk mewujudkan sosok pemimpin yang ideal di masa sekarang.Kata kunci: kosmologi Jawa, Hastha Brata, pertunjukan wayang, kepemimpinan
Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik dan Saintifik terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
Triwidayati, Nanik;
Sunardi;
Budiastra , A.A. Ketut
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 3 (2024): Additional Issue
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/else.v8i3.24469
Mathematics learning is often considered difficult by students, so an effective approach is needed to improve students' critical thinking skills and learning motivation. This study aims to compare the effect of realistic mathematics learning approaches and scientific approaches on critical thinking skills and learning motivation of fifth grade students at Kebonsari 04 Elementary School, Jember Regency. This study used a quasi-experimental method with a treatment by levels design. The population of this study was fifth grade students consisting of two classes, VA and VB, with a total of 56 students selected through a simple random sampling technique. The instruments used in this study were critical thinking ability tests and learning motivation questionnaires. Data analysis was carried out using descriptive statistics, two-way ANAVA tests and Tukey's advanced tests. The results showed significant differences in the critical thinking skills of students who took realistic mathematics learning compared to the scientific approach, both in students with high and low learning motivation. The realistic mathematics approach was more effective in improving students' critical thinking skills, especially for those with high learning motivation. However, the scientific approach still made a positive contribution to developing students' scientific abilities. Keywords: realistic mathematics, learning motivation, scientific learning
Profil PROFIL KETERAMPILAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI GURU SEKOLAH DASAR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI BANYUWANGI
Solipyani;
Sunardi;
Farizi, Imam
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 3 (2024): Additional Issue
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/else.v8i3.24479
This study describes teachers' information and communication technology (ICT) skills in implementing the Merdeka Curriculum at Gugus 3 Yosomulyo, Gambiran District, Banyuwangi Regency. The Merdeka Curriculum requires the integration of technology in the learning process, making ICT skills a crucial aspect for teachers. In particular, the integration with the Merdeka Mengajar platform necessitates competencies in operating computers, using software applications, and utilizing the internet and educational websites. This study employs a qualitative descriptive method with the Miles and Huberman approach, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations involving six teachers from three schools in Gugus 3 Yosomulyo. The findings indicate that most teachers possess strong ICT skills in various aspects, which are considered adequate to support the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools. This study is expected to serve as a reference for the professional development of teachers in utilizing ICT in schools.
MONITORING DETAK JANTUNG DAN MENAMPILKAN SUHU TUBUH MENGGUNAKAN MLX90614 BERBASIS ANDROID
Sunardi;
Daud Ghaffar Mudzakkir
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 2 No 07 (2023): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Paramedics use heart rate and body temperature as a role or measure in knowing a person's physical and mental health. Because if one of the heartbeats or body temperature is abnormal, then further treatment must be carried out so that nothing unwanted happens. Beat Per Minute (BPM) is a unit of heartbeat in an object, an adult's heart beats between 60 to 100 times per minute is said to be under normal circumstances. Measuring body temperature is also important to know the condition of the body, normal body temperature in humans ranges from 36.0-37.5℃. This heart rate and body temperature monitoring tool is controlled using ESP 32, MLX90614 as a body temperature meter, MAX30102 as a heart rate meter, OLED LCD as a medium to display measurement results. The Blynk IOT application on android and web is also used for media display of measurement results that can be read in the database. From the results of the average heart rate value on the tool, the result is 84.7 Beat Per Minute (BPM) while the oxymeter is 83.8 BPM (Beat Per Minute). For body temperature, the result is 34.91 ℃, while the thermometer is 35.1 ℃. So that the percentage of error on the tool is 1.08% for BPM and 0.55% for ℃.
ANALISA TRANSISTOR BJT BERBASIS SIMULASI MENGGUNAKAN APLIKASI PROTEUS SEBAGAI MEDIA PENUNJANG PEMBELAJARAN
Sunardi;
Muhamad Sulaiman
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 2 No 12 (2023): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
BJT Transistor (Bipolar Jungtion Transistor) is a type of active electronic component that has 3 legs, the third of which is a very unique electronic component, the transistor has many advantages. Transistors are small components that have quite unique capabilities in electronic circuits. Therefore, this experiment was carried out in order to find out the basic configuration characteristics of Bipolar Junction Transistor Common Base, Common Emitter and Common Collector. The research method that the author uses is the one where this method is used for Simulation-Based BJT Transistor Analysis Using the Proteus Application as a Learning Support Media. So that the basic electronics learning method can understand the characteristics of transistors, which can make it easier for students to carry out practical work in the basic electronics laboratory in the bipolar junction transistor (BJT) transistor module.