Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR UNTUK PEMBELAJARAN BACA TULIS KELAS RENDAH BERBASIS BAHASA IBU DENGAN MUATAN BUDAYA LOKAL NAGEKEO Dek Ngurah Laba Laksana; Yosefina Uge Lawe; Elisabeth Tantiana Ngura; Fransiska Kata; Ermelinda Mugi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i1.1495

Abstract

Telah teridentifikasi berbagai permasalahan yang dialami oleh mitra, dalam hal ini adalah guru dan siswa sekolah dasar. Permasalahan yang dialami antara lain belum terlatihnya guru guru dalam mengembangkan bahan ajar dan perangkat pembelajaran berbasis bahasa ibu, konten pembelajaran masih kurang muatan budaya lokal, serta hasil belajar siswa SD, khususnya pada aspek membaca dan menulis di kelas rendah masih rendah. Untuk itu perlu dilakukan analisis awal mengenai kebutuhan bahan ajar berbasis bahasa Ibu dengan muatan budaya lokal Nagekeo. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah guru SD dan PAUD yang berasal dari Kabupaten Nagekeo. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa guru guru baik dari TK/PAUD, dan guru SD kelas rendah dan SD kelas tinggi membutuhkan bahan ajar berbasis bahasa Ibu dengan muatan budaya daerah Nagekeo. Selain berdasarkan jenjang Pendidikan, guru dari berbagai kategori lama mengajar juga memberikan tanggapan yang sama, semua guru yang mengajar dari 0-5 tahun, 6-10 tahu, dan di atas 10 tahun, menyatakan bahwa bahan ajar berbasis bahasa ibu dengan muatan budaya lokal sangat perlu dikembangkan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS BUDAYA LOKAL NGADA PADA TEMA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI UNTUK SISWA KELAS III SD Daniela Densi Dhiku; Dek Ngurah Laba Laksana; Maria Patrisia Wau
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 3 SDI Malamude Were , dosen STKIP Citra Bakti, guru SMAN 1 Were, seorang tokoh penulis buku, dan dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. bahan ajar multilingual menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah, yaitu: (1) analize, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berdasarkan hasil uji coba ahli adalah (1) Uji coba ahli konten materi atau isi ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,4, (2) Uji coba dengan ahli bahasa Indonesia ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,7, (3) Uji coba dengan ahli bahasa daerah ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,4, (4) Uji coba dengan ahli bahasa Inggris ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 4,0,(5) Uji coba dengan ahli desain ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,7. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi untuk siswa kelas 3 sekolah dasar layak dan siap digunakan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS KONTEKSTUAL MATERI TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI BAGI SISWA SMP KELAS VIII Saferin Goldiana Nggia; Maria Yuliana Kua; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1104

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penggunaan bahan ajar IPA hasil terbitan suatu penerbit tertentu yang jika dianalisis, isi materi yang termuat dalam bahan ajar yang digunakan belum terpadu dan contoh-contoh yang diangkat masih belum menampilkan masalah dunia nyata siswa atau kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA berbasis pendekatan kontekstual yang valid dan praktis untuk diterapkan dalam proses pembelajaran IPA di dalam kelas.Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Boawae dengan jumlah subjek uji coba sebanyak 5 orang dan 1 orang guru. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi dan angket respon untuk siswa dan guru. Data kemudian dianalis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Dari hasil temuan pengembangan bahan ajar siswa berbasisi pendekatan kontekstual, diperoleh bahan ajar yang valid dan praktis, Berdasarkan hasil penelitiaan bahan ajar IPA oleh keempat validator yang diberikan dalam bentuk instrumen penilaian berada pada kategori baik. Hasil penilaian kategori masing-masing validator antara lain:1) skor rata-rata penilaian dari validator ahli materi 3,5 dengan kriteria layak untuk digunakan, 2) skor rata-rata dari validator ahli bahasa 3,6 dengan kriteria layak digunakan, 3) skor rata-rata validator ahli media 3,6 dengan kriteria layak digunakan, 4) skor rata-rata validator ahli desain pembelajaran 3,5 dengan kriteria layak untuk digunakan. Dari skor rata-rata tersebut diperoleh kevalidan dan bahan ajar sebesar 3,54 dan berkriteria sangat praktis dan layak untuk digunakan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS BUDAYA LOKAL NGADA PADA TEMA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI UNTUK SISWA KELAS III SD Daniela Densi Dhiku; Dek Ngurah Laba Laksana; Maria Patrisia Wau
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 3 SDI Malamude Were , dosen STKIP Citra Bakti, guru SMAN 1 Were, seorang tokoh penulis buku, dan dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. bahan ajar multilingual menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah, yaitu: (1) analize, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berdasarkan hasil uji coba ahli adalah (1) Uji coba ahli konten materi atau isi ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,4, (2) Uji coba dengan ahli bahasa Indonesia ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,7, (3) Uji coba dengan ahli bahasa daerah ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,4, (4) Uji coba dengan ahli bahasa Inggris ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 4,0,(5) Uji coba dengan ahli desain ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,7. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi untuk siswa kelas 3 sekolah dasar layak dan siap digunakan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS KONTEKSTUAL MATERI TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI BAGI SISWA SMP KELAS VIII Saferin Goldiana Nggia; Maria Yuliana Kua; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1104

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penggunaan bahan ajar IPA hasil terbitan suatu penerbit tertentu yang jika dianalisis, isi materi yang termuat dalam bahan ajar yang digunakan belum terpadu dan contoh-contoh yang diangkat masih belum menampilkan masalah dunia nyata siswa atau kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA berbasis pendekatan kontekstual yang valid dan praktis untuk diterapkan dalam proses pembelajaran IPA di dalam kelas.Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Boawae dengan jumlah subjek uji coba sebanyak 5 orang dan 1 orang guru. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi dan angket respon untuk siswa dan guru. Data kemudian dianalis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Dari hasil temuan pengembangan bahan ajar siswa berbasisi pendekatan kontekstual, diperoleh bahan ajar yang valid dan praktis, Berdasarkan hasil penelitiaan bahan ajar IPA oleh keempat validator yang diberikan dalam bentuk instrumen penilaian berada pada kategori baik. Hasil penilaian kategori masing-masing validator antara lain:1) skor rata-rata penilaian dari validator ahli materi 3,5 dengan kriteria layak untuk digunakan, 2) skor rata-rata dari validator ahli bahasa 3,6 dengan kriteria layak digunakan, 3) skor rata-rata validator ahli media 3,6 dengan kriteria layak digunakan, 4) skor rata-rata validator ahli desain pembelajaran 3,5 dengan kriteria layak untuk digunakan. Dari skor rata-rata tersebut diperoleh kevalidan dan bahan ajar sebesar 3,54 dan berkriteria sangat praktis dan layak untuk digunakan.
BELAJAR ASIK DAN MENYENANGKAN DI MASA LIBUR SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 4-6 TAHUN Dek Ngurah Laba Laksana; Angela Marici Mau Gili; Marselina Viktoria Meo; Kristina Pano; Antonia Ndai; Felomena Sari Janul
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1451

Abstract

Anak usia 4-6 tahun adalah masa yang potensial untuk dikembangkan berbagai aspek perkembangan anak, maka pada masa ini saat yang tepat bagi anak untuk memperoleh stimulasi perkembangan belajar. Aspek perkembangan yang perlu mendapatkan stimulasi adalah perkembangan kognitif. Untuk itu perlu dilakukan pembelajaran secara optimal pada masa usia tersebut dalam berbagai situasi belajar termasuk saat anak anak libur sekolah. Tujuan pendampingan belajar ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4-6 tahun yang ada di wilayah Kecamatan Golewa saat liburan sekolah. Metode pendampingan dilakukan melalui kegiatan belajar yang asik dan menyenangkan menggunakan berbagai media dan strategi belajar seperti media konkret, strategi bermain dan bercerita. Data hasil observasi kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses pendampingan, dan perubahan aspek kognitif anak. Hasil pendampingan memperlihatkan bahwa penggunaan media konkret seperti kartu gambar, miniatur pohon, kartu angka dapat digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Selain itu, strategi bermain dan bercerita dalapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Hal ini terlihat dari aktivitas anak dalam belajar yang sangat antusias, serta kemampuan kognitif yang mengalami peningkatan.
STUDI KELAYAKAN KONTEN DAN DESAIN : BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA UNTUK SISWA SD Daniela Densi Dhiku; Dek Ngurah Laba Laksana; Maria Patrisia Wau
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jpdf.v4i1.813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi yang sesuai dengan karateristik siswa kelas III Sekolah Dasar. Bahan ajar ini terdiri dari pengembangan tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa daerah bajawa. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 3 SDI Malamude Were sebagai ahli materi atau isi, dosen STKIP Citra Bakti sebagai ahli bahasa Indonesia, guru SMAN 1 Were sebagai ahli bahasa Inggris, seorang tokoh penulis buku bahasa daerah Bajawa sebagai ahli bahasa daerah bajawa dan dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri sebagai ahli desain. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada yang dapat diintegrasikan dengan materi kelas 3 SD pada tema perkembangan teknologi untuk dijadikan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Bahan ajarmultilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada ini dikembang dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri darilima langkah, yaitu: (1) analize, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) Uji coba ahli konten materi atau isi ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,4, (2) Uji coba dengan ahli bahasa Indonesia ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,7, (3) Uji coba dengan ahli bahasa daerah ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,4, (4) Uji coba dengan ahli bahasa Inggris ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 4,0,(5) Uji coba dengan ahli desain ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,7. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi untuk siswa kelas 3 sekolah dasar layak dan siap digunakan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA PADA TEMA TUGASKU SEHARI-HARI Maria Ermelinda Mugi; Dek Ngurah Laba Laksana; Pelipus Wungo Kaka
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i2.1026

Abstract

Penelitian bertujuan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema tugasku sehari-hari. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu guru kelas II sebagai ahli konten materi yang diambil dari guru SDSK WERE, guru SMP Supra sebagai ahli Bahasa Indonesia, seorang tokoh penulis buku Bahasa Daerah Bajawa sebagai ahli Bahasa Daerah, guru SMA Negeri 1 Were sebagai ahli Bahasa Inggris dan dosen CITRA BAKTI sebagai ahli desain. Objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Bahan ajarmultilingual menggunakan model ADDIE.. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) Uji coba ahli konten materi pada kategori sangat baik. (2) Uji ahli Bahasa Indonesia ada pada kategori sangat baik. (3) Uji coba ahli Bahasa daerah ada pada kategori baik. (4) uji coba ahli Bahasa Inggris pada kategori sangat baik. (5) Uji coba ahli desain produk pengembangan ada pada kategori baikKata-kata kunci: Bahan ajar multilingual.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA PADA TEMA TUGASKU SEHARI-HARI Maria Ermelinda Mugi; Dek Ngurah Laba Laksana; Pelipus Wungo Kaka
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i2.1026

Abstract

Penelitian bertujuan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema tugasku sehari-hari. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu guru kelas II sebagai ahli konten materi yang diambil dari guru SDSK WERE, guru SMP Supra sebagai ahli Bahasa Indonesia, seorang tokoh penulis buku Bahasa Daerah Bajawa sebagai ahli Bahasa Daerah, guru SMA Negeri 1 Were sebagai ahli Bahasa Inggris dan dosen CITRA BAKTI sebagai ahli desain. Objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Bahan ajarmultilingual menggunakan model ADDIE.. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) Uji coba ahli konten materi pada kategori sangat baik. (2) Uji ahli Bahasa Indonesia ada pada kategori sangat baik. (3) Uji coba ahli Bahasa daerah ada pada kategori baik. (4) uji coba ahli Bahasa Inggris pada kategori sangat baik. (5) Uji coba ahli desain produk pengembangan ada pada kategori baikKata-kata kunci: Bahan ajar multilingual.
PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN PINTAR BERHITUNG PADA ANAK USIA 6-7 TAHUN Gaudensiana Bopo; Elisabeth Tantiana Ngura; Yasinta Maria Fono; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 10 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i3.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan media papan pintar berhitung bagi anak usia 6-7 tahun di Desa Nagerawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan 29 siswa kelas awal sebagai partisipan. Metode yang digunakan peneliti adalah; metode pengumpulan data menggunakan tes. Penelitian ini dilakukan dengan pra siklus dan siklus 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media papan pintar berhitung secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan numerasi penjumlahan 1-20 pada siswa kelas awal. Penggunaan media papan pintar berhitung pada pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan 1-20 dinyatakan meningkat setelah menggunakan media papan pintar dari pra siklus ke siklus 1 sebesar 10,69 % dan memperoleh skor rata-rata pra siklus sebesar 54,48% ke siklus 1 rata-rata sebesar 65,17% atau berada pada kategori cukup. Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan rata-rata sebesar 80%. Sedangkan, secara klasikal terjadi peningkatan dari siklus I ke Siklus II yaitu sebesar 100% dari penetapan 75%. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan media papan pintar berhitung sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi pada anak usia 6-7 tahun.
Co-Authors Aan Nurfahrudianto Afrianus Gelu Agustin Palmarista Bela Andi Nafsia Angela Marici Mau Gili Angelina Eno Klau Antonia Jelaha Antonia Ndai Awe, Ermelinda Yosefa Bergita Raga Bernadeta Lawo Daniela Densi Dhiku Delfina Soa Fono Dionisia Beka Efrida Ita Elisabeth Tantiana Ngura ElisantiNia Endu Emiliana Wae Ermelinda Mugi Fachry Abda El Rahman Felomena Sari Janul Ferdinandus Tando Flafianus Seso Flora Lima Floranida Nari Sae Florentina Nonggi Fransikus Xaverius Ria Fransiska Kata Fransiskus Xaverius Dolo Fransiskus Xaverius Lawi Fransiskus Xaverius Ria Gaudensia Bopo Gaudensiana Bopo Gde Putu Arya Oka Genoveva Dhey Gervarsia Virjinlia Anita Dhena I Nyoman Try Upayogi Josep Marsianus Rewo Katarina Meo Konstantinus Dua Dhiu, Konstantinus Dua Kristina Kedhi Kristina Pano Kua, Maria Yuliana Lidvina Wero Lidwina Marista Ule Luxcya Martir Wona Una Maria Carmelia Meo Maria Carmelita Tali Wangge Maria Desidaria Noge Maria Desideria Noge Maria Efriliana Diru Maria Ermelinda Mugi Maria Ermelinda Woa Maria Fenista Ega Maria Fransiska Watu Maria Frasiska Watu Maria Ines Teresa Pare Maria Klarita Mutiara Wini Maria Magdalena Dhera Maria Melania oktaviana Bhena Maria Oktavia Wawo Maria Patrisia Wau Maria Regina Bhala Maria Santania Lindang Marselina Viktoria Meo Marsianus Meka Martina Mogi Meliana Yosefa Manggus Melkior Wewe Monika Kolo Nasarius Sensius Bate Natalia Rosalina Rawa Ngurah Mahendra Dinatha Ni Wayan Prawita Aryani Noni Stephana Ariany Lodo Nurwijayanti Oliva Loko Pelipus Wungo Kaka Petronela Bozu Prisko Yanuarius Djawaria Pare Raden Mohamad Herdian Bhakti Renata Rita Rosana Lado Robertus Roja Rofina Oje Saferin Goldiana Nggia Sofia Lingis Ulrikus Nono Veronika Yuliana Beku Vinsensia Bhoko Viorentina Meo Soro Wilfridus Muga Wilhelmina Dhone Wilibaldus Bhoke Yasinta Maria Fono Yesi Herliani Bude Yohana Anjelina Moinewa Yohana Fransiska Lewa Yohana Rasdiyanti Yohanes Vianey Sayangan Yordanius Adong Yosefa Kafasin Owa Yosefina Owa Meme YOSEFINA UGE LAWE . Yovita Maria Pawe