Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HIGHER ORDER THINKING SKILL DENGAN REAL WORLD PROBLEM BERBASIS KEARIFAN LOKAL NGADA PADA MATA PELAJARAN IPA SMP KELAS VII Lidwina Marista Ule; Maria Yuliana Kua; Dek Ngurah Laba Laksana; Josep Marsianus Rewo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 4 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.793 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i4.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan instrumen tes higher order thinking skill dengan real world problem berbasis kearifan lokal Ngada pada mata pelajaran IPA SMP kelas VII. Instrumen tes yang dihasilkan mencakup materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Instrumen tes tersebut dikembangkan dengan mengadopsi tujuh tahap pengembangan menurut Sugiyono yaitu tahap; 1) melihat masalah, 2) mengumpulkan informasi, 3) mendesain produk, 4) memvalidasi desain, 5) merevisi desain, 6) uji coba produk dan, 7) merevisi produk yang diuji cobakan. Hasil penelitian menunjukan uji kevalidan instrumen tes oleh ahli materi dikategorikan valid dengan presentase kevalidannya 72%, uji kevalidan oleh ahli evaluasi pembelajaran dikategorikan sangat valid dengan presentase kevalidannya 90% dan, 3) uji kevalidan oleh ahli bahasa dikategorikan valid dengan presentase kevalidannya 80%. Tingkat kevalidan pada instrumen tes didukung juga dengan perolehan tingkat reliabilitas, tingkat daya beda dan tingkat kesukaran pada instrumen tes yang dikembangkan berada pada kategori baik. Dengan demikian instrumen tes higher order thinking skill dengan real world problem berbasis kearifan lokal Ngada pada mata pelajaran IPA SMP kelas VII dikatakan valid.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA DENGAN REAL WORLD PROBLEM BERBASIS KEARIFAN LOKAL NGADA UNTUK SISWA SMP KELAS VII Florentina Nonggi; Maria Yuliana Kua; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 4 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.009 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i4.335

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penggunaan bahan ajar IPA hasil terbitan suatu penerbit tertentu yang jika dianalisis, isi materi yang termuat dalam bahan ajar yang digunakan belum terpadu dan contoh-contoh yang diangkat masih belum menampilkan masalah dunia nyata siswa atau real world problem. Selain itu, penggunaan bahan ajar yang merupakan hasil terbitan suatu penerbit tersebut belum mengintegrasikan kearifan lokal suatu daerah misalnya daerah Ngada untuk memperjelas materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA dengan real world problem berbasis kearifan lokal Ngada yang valid dan praktis untuk diterapkan dalam proses pembelajaran IPA di dalam kelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilakukan di SMP Citra Bakti Ngada dengan jumlah subjek uji coba sebanyak 5 orang dan 1 orang guru. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi dan angket respon untuk siswa dan guru. Data kemudian dianalis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Dari hasil temuan pengembangan bahan ajar IPA dengan real world problem berbasis kearifan lokal Ngada, diperoleh bahan ajar yang valid dan praktis, dengan tingkat kevalidan sebesar 0,86 berkategori layak digunakan. Untuk kepraktisan bahan ajar sebesar 3,76 dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan, bahwa bahan ajar IPA dengan real world problem berbasis kearifan lokal Ngada layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPA di SMP. Kata kunci: Bahan Ajar IPA, real world problem, kearifan lokal Ngada
INTEGRASI KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA DALAM BAHAN AJAR MULTILINGUAL UNTUK PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR Oliva Loko; Pelipus Wungo Kaka; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.011 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i1.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada tema Tugasku sehari-hari yang sesuai dengan karakteristik siswa dasar kelas II, (2) mengetahui kualitas hasil uji coba produk pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema Tugasku Sehari-hari untuk siswa kelas II. Bahan ajar multilingual berbasis konten dan konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada ini dikembangkan menggunakan model ADDIE terdiri atas lima langkah yaitu: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) uji coba ahli konten/materi ada pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,6, (2) uji coba untuk ahli bahasa Indonesia ada pada pada kategori “sangat baik’ dengan nilai rata-rata 4,5, (3) uji coba untuk ahli bahasa daerah ada pada kategori “baik” dengan nilai rata-rata 3,6,(4) uji coba untuk ahli bahasa Inggris ada pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,46, (5) uji coba untuk ahli desain ada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,18. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli di atas makadapat disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada tema Tugasku sehari-hari untuk siswa kelas II sekolah dasar layak dan siap digunakan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KOTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA PADA TEMA KEBERSAMAAN UNTUK SISWA KELAS II SD Yordanius Adong; Yosefina Uge Lawe; Dr. Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada tema kebersamaan untuk siswa kelas 2 Sekolah dasar. Bahan ajar ini terbatas pada pengembangan tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan bahasa daerah Bajawa. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 2 SDI Rutosoro sebagai ahli materi atau isi, dosen STKIP Citra Bakti sebagai ahli bahasa Indonesia, penulis cerita daerah dan penulis puisi daerah bajawa sebagai ahli bahasa daerah, guru SMPN 4 Golewa sebagai ahli bahasa Inggris dan dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri sebagai ahli desain. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada yang dapat diintegrasikan dengan materi kelas 2 SD pada tema kebersamaan untuk dijadikan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada ini dikembangkan menggunakan model ADDIE. Model ADDIE Terdiri dari lima langkah yaitu: (1) Analyze (Analisis), (2) Design (Desain), (3) Development (Pengembangan), (4) Implementation (Implementasi) dan (5) Evaluation (Evaluasi). Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) uji coba ahli materi pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,6, (2) uji coba untuk ahli bahasa Indonesia ada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,8, (3) uji coba untuk ahli bahasa daerah ada pada kategori “baik” dengan rata-rata 3,5, (4) uji coba untuk ahli bahasa Inggris ada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,7, (5) uji coba untuk ahli desain ada pada kategori “baik” dengan rata-rata 3,7. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli diatas maka disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada tema kebersamaan untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar layak dan siap digunakan.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK BERBASIS BAHASA IBU DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL NAGEKEO TEMA TRANSPORTASI UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KASIH BANGSA KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO Monika Kolo; Elisabeth Tantiana Ngura; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.644 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.920

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema transportasi untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TK Kasih Bangsa dan mengetahui kelayakan produk hasil pengembangan. Lembar Kerja Anak ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan Four-D yang terdiridari 4 tahap, yakni: (1) tahap define (pendefenisian), (2) tahap design (perancangan), (3) tahap development (pengembangan), (4) tahap disseminate (penyebaran). Namun, dalam penelitian ini peneliti hanya sampai pada tahap tiga karena tujuan penelitian telah tercapai pada tahap ini. Hasil penelitian dan pengembangan lembar kerja anak berbasis bahasa ibu tema transportasi berdasarkan hasil uji coba ahli dan anaksebagai pengguna produk adalah sebagai berikut. (1) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli konten berada pada kategori “Sangat Valid” dengan persentase 93,3%, (2) kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli bahasa Indonesia berada pada kategori “Sangat Valid” dengan persentase 98%, (3) kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli bahasa daerah Boawae berada pada kategori “Sangat Valid” dengan persentase 100%, (4) kelayakan LKA berdasarkan uji ahli desain pembelajaran berada pada kategori “layak” dengan persentase 78,46%, (5) kelayakan LKA berdasarkan uji cobaahli media berada pada kategori “Sangat Valid” dengan persentase 88%, (6) kelayakan LKA berdasarkan uji coba perorangan berada pada kategori “Sangat Valid” dengan persentase 89%, (7) kelayakan LKA berdasarkan uji coba kelompok kecil berada pada kategori “sangat valid” dengan persentase 89%. Dengan demikian, hasil uji coba lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema transportasi berdasarkan hasil uji coba ahli dan anak sebagai pengguna produk dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK BERBASIS BAHASA IBU DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL KABUPATEN NAGEKEO TEMA BINATANG UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKK OLAEWA Bernadeta Lawo; Dek Ngurah Laba Laksana; Marsianus Meka
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.459 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.921

Abstract

Abstrak Penelitan dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo tema binatang untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKK Olaewa, kecamatan Boaewae kabupaten Nagekeo dengan menggunakan model pengembangan 4-D (four-D), yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap define, tahap design, tahap development dan tahap disseminate. Dalam penelitan ini peneti hanya sampai pada tahap ke tiga yaitu tahap development karena keterbatasan peneliti karena penelitian ini hanya untuk menghasilkan prodak dan menguji kevalidan produk lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nageko tema binatang divalidasi oleh 5 ahli dengan hasil.hasil uji coba dari ahli materi dengan kritetia layak, hasil uji coba dari ahli bahasa Indonesia dengan kriteria layak, hasil uji coba dari ahli bahasa daerah boawae dengan kriteria layak, hasil penilaian dari ahli media pembelajaran dengan kriteria sangat layak dan hasil penilaian dari ahli desain pembelajaran dengan kriteria layak, hasil uji coba yang dilakukan kepada anak sebagai pengguna produk uji coba ini dilakukan secara perorangan dan uji coba kelompok kecil dengan kriteria sangat layak, sehingga produk ini layak digunakan utuk dalam proses pembelajaran. Kabupaten Nagekeo tema binatang untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKK Olaewa, kecamatan Boaewae kabupaten Nagekeo dengan menggunakan model pengembangan 4-D (four-D), yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap define, tahap design, tahap development dan tahap disseminate. Dalam penelitan ini peneti hanya sampai pada tahap ke tiga yaitu tahap development karena keterbatasan peneliti karena penelitian ini hanya untuk menghasilkan prodak dan menguji kevalidan produk lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nageko tema binatang divalidasi oleh 5 ahli dengan hasil.hasil uji coba dari ahli materi dengan kritetia layak, hasil uji coba dari ahli bahasa Indonesia dengan kriteria layak, hasil uji coba dari ahli bahasa daerah boawae dengan kriteria layak, hasil penilaian dari ahli media pembelajaran dengan kriteria sangat layak dan hasil penilaian dari ahli desain pembelajaran dengan kriteria layak, hasil uji coba yang dilakukan kepada anak sebagai pengguna produk uji coba ini dilakukan secara perorangan dan uji coba kelompok kecil dengan kriteria sangat layak, sehingga produk ini layak digunakan utuk dalam proses pembelajaran.
ANALISIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL NAGEKEO YANG DI INTEGRASIKAN DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Fransiska Kata; Dek Ngurah Laba Laksana; Elisabeth Tantiana Ngura
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.229 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yaitu lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo Tema Alat Komunikasi untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di Tk kasih Bangsa Watugase kecamatan Boawae. Lembar kerja ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan four-D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) tahap define (pendefenisian), (2) tahap design (perancangan), (3) tahap development (pengembangan), (4) tahap disseminate (penyebaran). Hasil penelitian dan pengembangan lembar kerja anak berbasis bahasa ibu tema Alat Komunikasi berdasarkan hasil uji coba ahli dan anak sebagai pengguna produk adalah sebagai berikut (1) Hasil uji coba oleh ahli konten/ materi berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 93,3%, (2) Hasil uji coba ahli bahasa Indonesia berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 92,5%, (3) Hasil uji coba ahli bahasa daerah boawae berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 100%, (4) Hasil uji ahli desain pembelajaran berada pada kategori sangat layak dengan skor 85,45%, (5) Hasil uji coba ahli media berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 92,5%, (6) Hasil uji coba perorangan berada pada kategori sangat valid dengan skor 88%, (7) Hasil uji coba kelompok kecil berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 89%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema Alat Komunikasi dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK BERBASIS BAHASA IBU DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL KABUPATEN NAGEKEO TEMA TANAMAN UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKK OLAEWA KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO Delfina Soa Fono; Dek Ngurah Laba Laksana; Yasinta Maria Fono
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.072 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.928

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nageko tema tanaman untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKK Olaewa dan mengetahui kelayakan produk hasil pengembangan. Lembar Kerja Anak ini dikembangkan dengan menggunakan model Four-D yang terdiri dari 4 tahap, yakni 1) tahap Define, 2) tahap Design, 3) tahap Development, 4) tahap Disseminate. Namun, dalam penelitian ini peneliti hanya sampai pada tahap tiga karena tujuan penelitian telah tercapai pada tahap ini. 1) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli konten berada pada kategori “Sangat Layak” 2) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli bahasa indonesia berada pada kategori “Sangat Layak” 3) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli bahasa daerah Boawae berada pada kategori “Sangat Layak” 4) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli desain pembelajaran berada pada kategori “Layak” 5) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli media berada pada kategori “Sangat Layak” 6) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba perorangan berada pada kategori “Sangat Layak” 7) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba kelompok kecil berada pada kategori “Sangat Layak”. Dengan demikian, hasil uji coba lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema tanaman berdasarkan hasil uji coba ahli dan anak sebagai pengguna produk dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL NAGEKEO MATERI USAHA DAN PESAWAT SEDERHANA UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Fransiskus Xaverius Lawi; Dek Ngurah Laba Laksana; Ni Wayan Prawita Aryani
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.391 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.930

Abstract

Pembelajaran saat ini menitik beratkan pada kemampuan berpikir kritis dengan menmanfaatkan sumber belajar kontekstual. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan kualitas lembar kerja siswa berbasis budaya lokal dari aspek kevalidan dan kepraktisan, serta penggunaan produk yang sesuai dengan karakteristik anak sekolah menengah pertama. Lembar kerja siswa berbasis budaya lokal dikembangkan dengan model ADDIE (Analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini dihasilkan lembar kerja siswa berbasis budaya lokal Nagekeo materi usaha dan pesawat sederhan untuk siswa SMP kelas VIII. Respon ahli konten terhadap LKS berbasis budaya lokal ada pada kategori sangat valid. Respon ahli bahasa terhadap LKS berbasis budaya lokal ada pada ketgori sangat valid. Presepsi ahli desain pembelajaran terhadap LKS ada pada kategori valid. Respon guru mata pelajaran dan siswa terhadap LKS berbasis budaya lokal ada pada kategori sangat praktis. Dengan demikian, LKS yang dikembangkan sudah sesuai dengan karakteristik siswa/siswi SMP.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA PADA TEMA MENYAYANGI TUMBUHAN DAN HEWAN UNTUK SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Renata Rita Rosana Lado; Dek Ngurah Laba Laksana; Maria Desidaria Noge
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.243 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar cetak multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Subjek uji coba penelitian pengembangan ini adalah guru SD, dosen dan siswa SD kelas III. Objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada yang bisa diintegrasikan dengan materi SD. Bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada ini dikembangkan menggunakan model ADDIE. Model ADDIE terdiri atas lima langkah, yakni analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Bahan ajar multilingual yang telah dikembangkan dalam penelitian ini diuji dan dianalisis oleh beberapa ahli. Hasil uji coba oleh ahli adalah sebagai berikut: (1) Uji coba ahli materi berada pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,5. (2) Uji coba untuk ahli bahasa Indonesia pada kategori “ sangat baik” dengan nilai ratarata 4,8. (3) Uji coba oleh ahli bahasa daerah berada pada kategori “baik” dengan nilai rata-rata 3,6. (4) Uji coba ahli bahasa Inggris pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,5. (5) Uji coba oleh ahli desain berada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,2. (6) Uji kelayakan penggunaan pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,2. Berdasarkan hasil pengujian terhadap beberapa ahli tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada untuk siswa kelas III Sekolah Dasar layak dan siap untuk digunakan.
Co-Authors Aan Nurfahrudianto Afrianus Gelu Agustin Palmarista Bela Andi Nafsia Angela Marici Mau Gili Angelina Eno Klau Antonia Jelaha Antonia Ndai Awe, Ermelinda Yosefa Bergita Raga Bernadeta Lawo Daniela Densi Dhiku Delfina Soa Fono Dionisia Beka Efrida Ita Elisabeth Tantiana Ngura ElisantiNia Endu Emiliana Wae Ermelinda Mugi Fachry Abda El Rahman Felomena Sari Janul Ferdinandus Tando Flafianus Seso Flora Lima Floranida Nari Sae Florentina Nonggi Fransikus Xaverius Ria Fransiska Kata Fransiskus Xaverius Dolo Fransiskus Xaverius Lawi Fransiskus Xaverius Ria Gaudensia Bopo Gaudensiana Bopo Gde Putu Arya Oka Genoveva Dhey Gervarsia Virjinlia Anita Dhena I Nyoman Try Upayogi Josep Marsianus Rewo Katarina Meo Konstantinus Dua Dhiu, Konstantinus Dua Kristina Kedhi Kristina Pano Kua, Maria Yuliana Lidvina Wero Lidwina Marista Ule Luxcya Martir Wona Una Maria Carmelia Meo Maria Carmelita Tali Wangge Maria Desidaria Noge Maria Desideria Noge Maria Efriliana Diru Maria Ermelinda Mugi Maria Ermelinda Woa Maria Fenista Ega Maria Fransiska Watu Maria Frasiska Watu Maria Ines Teresa Pare Maria Klarita Mutiara Wini Maria Magdalena Dhera Maria Melania oktaviana Bhena Maria Oktavia Wawo Maria Patrisia Wau Maria Regina Bhala Maria Santania Lindang Marselina Viktoria Meo Marsianus Meka Martina Mogi Meliana Yosefa Manggus Melkior Wewe Monika Kolo Nasarius Sensius Bate Natalia Rosalina Rawa Ngurah Mahendra Dinatha Ni Wayan Prawita Aryani Noni Stephana Ariany Lodo Nurwijayanti Oliva Loko Pelipus Wungo Kaka Petronela Bozu Prisko Yanuarius Djawaria Pare Raden Mohamad Herdian Bhakti Renata Rita Rosana Lado Robertus Roja Rofina Oje Saferin Goldiana Nggia Sofia Lingis Ulrikus Nono Veronika Yuliana Beku Vinsensia Bhoko Viorentina Meo Soro Wilfridus Muga Wilhelmina Dhone Wilibaldus Bhoke Yasinta Maria Fono Yesi Herliani Bude Yohana Anjelina Moinewa Yohana Fransiska Lewa Yohana Rasdiyanti Yohanes Vianey Sayangan Yordanius Adong Yosefa Kafasin Owa Yosefina Owa Meme YOSEFINA UGE LAWE . Yovita Maria Pawe