Transformasi digital yang masif telah mengubah lanskap persaingan bisnis global, menempatkan sektor kerajinan tangan lokal pada persimpangan antara pelestarian budaya dan tuntutan modernisasi. Di Kota Malang, pelaku usaha mikro sektor kriya menghadapi tantangan stagnasi pertumbuhan akibat lambatnya adopsi teknologi pemasaran dan regenerasi perajin yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keberlanjutan usaha kerajinan tangan lokal ditinjau dari dimensi ekonomi, sosial, dan teknologi, serta merumuskan strategi adaptasi digital yang tepat guna. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatori, melibatkan 50 perajin sebagai responden survei dan 10 informan kunci untuk wawancara mendalam. Hasil analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS) menunjukkan bahwa status keberlanjutan sektor kerajinan tangan berada pada kategori 'Cukup Berkelanjutan' dengan indeks 58,4, namun dimensi teknologi memiliki skor terendah yang menjadi faktor pengungkit utama. Disimpulkan bahwa integrasi platform e- commerce dan narasi digital storytelling merupakan strategi kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal tanpa mengorbankan nilai otentisitas budaya. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan di sektor terkait.