p-Index From 2021 - 2026
10.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Penyuluhan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian Jurnal Manajemen dan Agribisnis Buletin Peternakan Agrikultura Sosiohumaniora AGRIEKONOMIKA Jurnal Hortikultura Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Sumberdaya Lahan Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Forum Penelitian Agro Ekonomi JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Forum Agribisnis WARTAZOA Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Widyariset AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen Agro Ekonomi JDE (Journal of Developing Economies) Binus Business Review Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Jurnal Penelitian Karet Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Jurnal Agro Industri Perkebunan Informatika Pertanian JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian AGROMIX JURNAL PERTANIAN JURNAL AGRICA Shirkah: Journal of Economics and Business Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) JURNAL PANGAN International Journal of Agricultural Sciences Agro Bali: Agricultural Journal Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Sumberdaya Lahan Widyariset Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA) Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Jurnal Penyuluhan Pertanian Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah The South East Asian Journal of Management International Journal of Agriculture System Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Economics Development Analysis Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KREDIBILITAS PROGRAM BERITA TERHADAP EKUITAS MEREK SEPUTAR INDONESIA RCTI Irma Yuanita; Rita Nurmalina; Budi Setiawan
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 19 No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2015.v19.i1.66

Abstract

Kondisi persaingan program berita di televisi yang semakin ketat, menempatkan market share Seputar Indonesia dibawah Liputan 6. Pengaruh rating dan share membuat karakter berita hardnews televisi bergeser ke arah tabloidisasi, yang fokus pada berita sensasional. Menurunnya kualitas akan berpengaruh pada penurunan penonton, pengaruh sosial dan bisnis yang sedang dijalankan. Salah satu strategi bersaing yang paling sesuai dilakukan media untuk memperkuat ekuitas merek programnya adalah memadukan branding management dan credibility management. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat evaluasi terhadap kredibilitas media, kredibilitas program, ekuitas merek dan menganalisis pengaruh kredibilitas media terhadap kredibilitas program, serta menganalisis pengaruh kredibilitas program terhadap pembentukan ekuitas merek Seputar Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan convinience sampling dan melibatkan 158 responden. Pengolahan data menggunakan analisis PLS. Hasil pengujian data menunjukkan: (1) kredibilitas media, kredibilitas program dan ekuitas merek yang dimiliki Seputar Indonesia belum memuaskan. (2) faktor kredibilitas media yang terdiri dari kredibilitas sumber, kredibilitas stasiun televisi dan kredibilitas isi berita mempengaruhi kredibilitas program berita televisi, dan kredibilitas isi berita memberikan nilai pengaruh terbesar. (3) kredibilitas program berita mempengaruhi ekuitas merek Seputar Indonesia sebesar 86%.Nilai R-square ( ) kredibilitas program berita sebesar 84% dan ekuitas merek program berita sebesar 73%.
ANALISIS DESKRIPTIF ATAS LITERASI KEUANGAN PADA KELOMPOK TANI Minto Yuwono; Budi Suharjo; Bunasor Sanim; Rita Nurmalina
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 1 No 3 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2017.v1.i3.2400

Abstract

Rendahnya tingkat keuangan inklusif Indonesia disebabkan oleh rendahnya tingkat keuangan inklusif dari 62% masyarakat Indonesia, dimana mayoritas bekerja pada sektor informal (diantaranya adalah petani). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara deskriptif tingkat pengetahuan petani terkait keuangan atau literasi keuangan yang memungkinkan individu untuk membuat keputusan efektif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Lokasi penelitian meliputi beberapa sentra pertanian di pulau Jawa meliputi 3 Provinsi  yakni meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam mengelola keuangan baru sebagian kecil petani yang menggunakan lembaga keuangan baik untuk menyimpan maupun meminjam.  Untuk peminjaman dana dalam jumlah tertentu dan bersifat mendadak petani lebih mengandalkan pinjam dari teman atau keluarga/famili. Tidak lebih dari 6% petani yang merencanakan pengeluaran rumah tangga dan menjalankannya secara konsisten. Pada penelitian ini juga didapatkan bahwa terdapat hubungan yang significant dan positif antara pengetahuan terhadap lembaga keuangan dengan tingkat penggunaan produk lembaga keuangan. Semakin tinggi tingkat pengetahuan petani terhadap lembaga keuangan maka semakin tinggi pula tingkat penggunaan produk lembaga keuangan.
Pendapatan Usahatani Ubi Jalar Tumpangsari dengan Jagung Manis di Desa Gunung Malang, Kabupaten Bogor Farm Income of the Intercropping System between Sweet Potato and Sweet Corn in Gunung Malang Village, Bogor Regency Rita Nurmalina; Melissa Amandasari
JURNAL PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v23i1.52

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat selain beras. Permintaan terhadap ubi jalar terus mengalami peningkatan, tidak hanya untuk kebutuhan pangan tetapi saat ini industri juga membutuhkan pasokan ubi jalar dalam jumlah yang cukup besar. Peningkatan permintaan tersebut perlu diimbangi dengan kontinuitas pasokan bahan baku ubi jalar yang bermutu. Desa Gunung Malang merupakan salah satu daerah penghasil ubi jalar terbesar di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji keragaan usahatani dan penggunaan input produksi ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis di Desa Gunung Malang, menganalisis pendapatan usahatani dan rasio antara penerimaan dan biaya dari usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis, serta menganalisis balas jasa terhadap faktor-faktor produksi pada usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis di Desa Gunung Malang. Rata-rata pendapatan atas biaya tunai per hektar per musim tanam yang diperoleh petani responden yaitu Rp 17.176.794,84, sedangkan rata-rata pendapatan atas biaya total per hektar per musim tanam sebesar Rp 10.094.997,75. Berdasarkan nilai R/C atas biaya tunai dan biaya total, dapat disimpulkan bahwa usahatani ubi jalar tumpangsari dengan jagung manis layak untuk diusahakan. Nilai R/C atas biaya tunai yang diperoleh sebesar 2,24 sedangkan nilai R/C atas biaya total sebesar 1,48. Sweet potato is one of the staple food consumed by most people other than rice. Demand for sweet potatoes are increasing from time to time, especially for the industry that needs a supply of sweet potatoes in large quantities. Increasing demand needs to be supplemented with the continuity of high quality supply of sweet potatoes. Gunung Malang village is one of the largest producers of sweet potatoes in Tenjolaya district, Bogor regency. The objectives of this research are to analyze the farming techniques and the use of production inputs in Gunung Malang, to analyze the income and the ratio between revenue and cost of intercropping system between sweet potato and sweet corn, and to analyze the return to production factors in Gunung Malang. The average income value based on cash costs per hectare per cropping season for intercropping system of sweet potato and sweet corn farming is Rp 17,176,794.84 while the average income value based on total costs per hectare per cropping season is Rp 10,094,997.75. The intercropping system of sweet potato and sweet corn farm is feasible to be developed based on the value of R/C over cash cost and total cost. The value of R/C based on cash cost is 2.24, while the value of R/C based on the total cost is 1.48. 
Pendapatan Usahatani Padi Hibrida dan Padi Inbrida di Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat (Farm Income of Hybrid Rice and Inbred Rice in Bogor Regency, West Java Province) Astri Sabrina Qhoirunisa; Rita Nurmalina
JURNAL PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v22i4.135

Abstract

Beras adalah komoditas pangan pokok masyarakat Indonesia. Kebutuhan yang tinggi terhadap beras menjadi dasar penting bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi nasional melalui program ekstensifikasi maupun intensifikasi pertanian. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi pertanian salah satunya diwujudkan melalui penanaman padi hibrida. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keragaan usahatani, menganalisis pendapatan usahatani, termasuk imbangan penerimaan dan biaya (R/C rasio) usahatani padi hibrida dan padi inbrida di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan atas biaya tunai per hektar per musim pada usahatani padi hibrida sebesar Rp 8.265.583,- sedangkan pada usahatani padi inbrida sebesar Rp 8.875.299,-. Pendapatan atas biaya total per hektar per musim pada usahatani padi inbrida sebesar Rp 2.660.588,- sedangkan pada usahatani padi hibrida pendapatan atas biaya total bernilai negatif yang berarti petani padi hibrida mengalami kerugian sebesar Rp 235.003,-. Nilai R/C rasio atas biaya tunai pada usahatani padi hibrida sebesar 2,15 sedangkan pada usahatani padi inbrida sebesar 2,40. Nilai R/C rasio atas biaya total pada usahatani padi hibrida sebesar 0,99, sementara pada usahatani padi inbrida senilai 1,21.Rice is a staple food in Indonesia. Increasing demand for rice becomes an important base for rice farming in Indonesia to increase national rice production and productivity through extensification and intensification of agricultural programs. One way to increase productivity through intensification program is planting hybrid rice. The purposes of this study are to describe the variability of rice farming activities and to analyze farm income, including the ratio between revenue and cost of hybrid and inbred rice farming in Bogor regency. The results show that the income generated based on cash costs per hectare per season on hybrid rice farming is Rp 8,265,583 while for the inbred rice farming is Rp 8,875,299. Income generated based on total costs per hectare per season for inbred rice farming is Rp 2,660,588 while for the hybrid rice farming is negative; meaning that hybrid rice farmers suffer a loss of Rp 235,003. Value of R/C ratio based on cash cost on hybrid rice farming equals to 2.15, while for the inbred rice farming is 2.40. The value of R/C ratio based on total cost of the hybrid rice farming equals to 0.99, while for the inbred rice farming is 1.21. 
Integrasi Spasial dan Vertikal Pasar Beras di Indonesia (Spatial and Vertical Integration ofRice Market in Indonesia) Eny Cahyaningsih; Rita Nurmalina; Agus Maulana
JURNAL PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v21i4.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan, menganalisis integrasi spasial pasar beras di beberapa pasar ibu kota provinsi di Indonesia, integrasi vertikal pasar beras antara pasar dalam negeri dan luar negeri, respon harga beras suatu pasarjika ada shock atau goncangan di pasar lain, variasi perubahan harga beras suatu pasar, dan memberi masukan implikasi kebijakan stabilisasi harga beras di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model, impuls respon dan dekomposisi ragam. Pada integrasi spasial diperoleh hasil bahwa pada perdagangan beras di Indonesia terdapat pasar-pasar acuan yaitu pasar beras di Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Pada integrasi vertikal, perubahan harga beras di Vietnam akan menyebabkan perubahan harga di Indonesia dan Thailand walaupun dalam skala yang relatif kecil. Berdasarkan analisis impuls respon dan dekomposisi ragam diperoleh bahwa pasar beras Indonesia sedikit terisolasi dari kedua negara. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah pertama, untuk menstabilisasikan harga beras maka prioritas intervensi dari pemerintah seharusnya difokuskan pada stabilisasi harga beras di Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Stabilnya harga beras di wilayah tersebut akan ditransmisikan ke wilayah lain. Kedua, walaupun harga beras luar negeri tidak begitu berpengaruh pada kenaikan harga beras dalam negeri dan pasar beras Indonesia sedikit terisolasi dari Thailand dan Vietnam, pengendalian impor beras tetap perlu dilakukan untuk melindungi pendapatan petani apalagi mengingat harga beras dalam negeri lebih tinggi dibandingkan harga beras luar negeri.The goal of thisresearch is to analyze spatialintegration of ricemarkets in several markets in the provincial capital of Indonesia, the vertical integration of the rice marketbetween the domestic market and abroad, the response of a marketprice of rice if there is a shock in other markets, variations in the market price changes of rice, and its implications for price stabilization policies. Methods of analysis used in this studi are Vector Error Correction Model, impulse responseandvariance decomposition. The result of spatial integration indicates that the reference markets rice trade in Indonesia are the market in Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya and Jakarta. In vertical integration, changes in the price of rice in Vietnam will cause price changes in Indonesia and Thailand, although in a relatively smallscale. Based on the analysis of the impulseresponse and variance decomposition, it is found that Indonesian ricemarket is slightly isolatedfrom the two countries. Policyimplication of this studyis first to stabilize the price of rice in Indonesia in which the priorities of government intervention should be focused on the rice price stabilization in Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya and Jakarta because price stabilization in those regions could be transmitted to otherregions. Second, although rice prices abroadare not so influential in the domestic rice price increases and the Indonesian rice market is slightly isolated from Thailand and Vietnam, the rice import controls still need to be done to protect the income of farmers especiallybecause theprice of domestic rice is higher than theprice of rice outside the country. 
INTEGRASI PASAR AYAM BROILER DI SENTRA PRODUKSI DAN PASAR INDONESIA Jojo Jojo; Harianto Harianto; Rita Nurmalina; Dedi Budiman Hakim
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.526

Abstract

Ayam broiler  merupakan salah satu komoditas strategis yang tumbuh pesat, dihasilkan subsektor peternakan. Permasalahan umum pemasaran ayam broiler antara lain fluktuasi harga dan kompetisi pasar terhadap harga ayam antar pedagang besar antar kota menyebabkan terjadinya keterkaitan harga ayam satu kota dengan kota lainnya, antar peternak dan pedagang eceran. Tujuan penelitian ini  untuk mengkaji integrasi pasar  ayam broiler Jawa Barat dan pasar Indonesia.  Data yang digunakan merupakan data sekunder  time series bulanan, yaitu 72 bulan, periode  Januari 2014 – Desember 2019. Data dianalisis menggunakan pendekatan model VAR (Vector Autoregression). Hasil analisis menunjukkan bahwa  pasar  ayam broiler Jawa Barat tidak memiliki integrasi dengan pasar Indonesia baik dalam jangka panjang ataupun jangka pendek. Broiler chickens are a strategic commodity that is growing rapidly, produced by the livestock sub-sector. General problems of broiler chicken marketing include price fluctuations and market competition on chicken prices among wholesalers between cities, causing a linkage between the price of chickens from one city to another, between breeders and retail traders. The purpose of this study was to examine the integration of the West Java broiler market and the Indonesian market. The data used are secondary monthly time series data, namely 72 months, for the period January 2014 - December 2019. The data were analyzed using the VAR (Vector Autoregression) model approach. The results of the analysis show that the West Java broiler chicken market does not have integration with the Indonesian market either in the long or short term.  
Studi Kelayakan Pendirian Kantor Cabang Baru PT. XYZ di Provinsi Kalimantan Timur Hendina Pratiwi; Rita Nurmalina; Noer Azam Achsani; Mohamad Syamsul Ma’arif; Amzul Rifin
Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 2 (2020): Desember
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jsmb.v7i2.9047

Abstract

ANALISIS KEUNTUNGAN FINANSIAL USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN BOJONEGORO Retna D Lestari; Lukman M Baga; Rita Nurmalina
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 11, No 2 (2015): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v11i2.14180

Abstract

Cattle  farm  agribusiness  in  Indonesia  is  still  a  sector  that  needs  to  be developed,  given  the  increasing  demand  for  meat,  but  has  not  met  from  domestic meat  production.  One  of  the  efforts  to  achieve  stability  availability  of  beef  that  is through  an  increase  in  beef  cattle  fattening  which  have  long-term  prospects.  This study  aims  to  identify  and  analyze  the  financial  benefits  fattening  beef  cattle  in Bojonegoro  which  is  one  of  the  central  areas  of  the  cow  kind  Peranakan  Ongole (PO)  in  the  province  of  East  Java.  Data  were  analyzed  quantitatively  by  using indicators  of  profitability  and  feasibility  ie  B  /  C  Ratio,  Break  Even  Point,  Net Present Value, Internal Rate of Return, and Payback Period. The research location in  the  village  Napis,  District  Tambakrejo  with  30  respondents  breeders  who  do fattening for 4 months. The results showed the average value of B / C ratio of 1.23, NPV of USD 481 110, 59, IRR 11.30%, and PBP for 2 years and 9 months. Based on the research results can be suggested to the Government of Bojonegoro in order to provide  guidance  and  directs  farmers  to  conduct  fattening  cattle  given  the  small number of farmers who cultivate the cow on a large scale.
THE LEVEL OF COMPARATIVE ADVANTAGES OF WORLD MAIN COFFEE PRODUCERS Nia Rosiana; Rita Nurmalina; Ratna Winandi; Amzul Rifin
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.007 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v11i2.274

Abstract

Tingkat pertumbuhan produksi kopi dunia cenderung menurun dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan konsumsi kopi dunia. Hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi kopi di negara-negara penghasil utama. Hal ini berdampak pada jumlah kopi yang diekspor untuk pemenuhan kebutuhan kopi dunia. Penelitian ini menganalisis tingkat persaingan antar negara produsen utama dalam lima periode waktu dengan menggunakan analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Dynamic Revealed Comparative Advantage (DRCA). Hasil menunjukkan bahwa pada periode 2001-2003, rata-rata pertumbuhan daya saing antar negara paling tinggi dibanding periode lainnya. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan ekspor yang cukup signifikan dari negara Honduras yang berdampak pada nilai RCA. Dalam periode 2012-2015, Colombia merupakan negara yang memiliki tingkat pertumbuhan daya saing paling tinggi karena peningkatan jumlah ekspor yang cukup signifikan. Perubahan daya saing dapat mempengaruhi perubahan posisi pasar ekspor suatu negara. Dalam periode 2012-2015, terdapat penurunan pangsa pasar yang terjadi di Vietnam, Ethiopia, India, Honduras, Guatemala dan Peru sedangkan peningkatan pangsa pasar terjadi di Brazil, Colombia, Indonesia, dan Uganda. Posisi Indonesia di pasar kopi dunia tahun 2015 yaitu failing stars dimana pangsa kopi Indonesia lebih tinggi dari pangsa kopi dunia. Peningkatan daya saing akan meningkatkan pangsa pasar suatu negara yang didukung oleh peningkatan teknologi, kualitas dan produktivitas kopi. The rate of world coffee production growth tends to decrease compared to the growth rate of world coffee consumption. This is due to the decline of coffee production in some major producing countries. This has an impact on the quantity of exported coffee to meet the demand of world's coffee. This paper analyzed the level of competition among major producing countries in five periods of time using the analysis of RCA and DRCA. The results showed that during the period 2001-2003,the average growth of competitiveness among countries was found to be the highest compared to other periods. This was due to a significant increase in export from Honduras which affected the value of RCA. During the period 2012-2015, Colombia became a country that achieved the highest growth rate of competitiveness due to the significant increase in the number of export. Change in competitiveness can affect the export market position of a country. During the period 2012-2015, the decline in market shared occurred in Vietnam, Ethiopia, India, Honduras, Guatemala, and Peru, while the increasing market share occurred in Brazil, Colombia, Indonesia, and Uganda. Indonesia’s position in the world coffee in 2015 was at failing stars in which the coffee share in that country was higher than in the world market. Increased competitiveness will enhance the market share of a country that is supported by improvement of the technology, quality and productivity of coffee.
TRADE CREATION DAN TRADE DIVERSION ATAS PEMBERLAKUAN ACFTA TERHADAP PERDAGANGAN HORTIKULTURA INDONESIA Naufal Nur Mahdi; Suharno; Rita Nurmalina
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 15 No 1 (2021):
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30908/bilp.v15i1.489

Abstract

Abstrak Dampak positif seharusnya diperoleh subsektor hortikultura Indonesia atas implementasi ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Namun demikian, subsektor hortikultura Indonesia belum memberikan kinerja yang berarti ketika impor produk hortikultura meningkat melalui tahapan penurunan tarif ACFTA dalam program The Early Harvest Program (EHP). Studi ini meneliti keragaan impor hortikultura Indonesia dengan menggunakan deskriptif analisis. Studi ini juga menganalisis daya saing produk hortikultura negara ASEAN-5 dengan China serta dampak kreasi perdagangan dan diversi perdagangan atas pemberlakuan ACFTA terhadap impor produk hortikultura Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode RSCA (Revealed Symetric Comparative Advantage) dan metode ekonometrik melalui pendekatan model gravitasi dengan data panel dari tahun 2001-2018. Hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan nilai RSCA, Indonesia tidak berdaya saing pada kedua jenis produk hortikultura tersebut. Model gravitasi juga menunjukkan bahwa negara anggota ACFTA mampu memanfaatkan perjanjian regional ini dengan ditandai tingginya nilai impor hortikultura Indonesia terutama dari China. Ini menandakan bahwa pelaksanaan ACFTA telah menciptakan efek penciptaan perdagangan dengan meningkatkan perdagangan intra-regional antara negara anggota ACFTA, namun tidak menyebabkan pengalihan perdagangan dengan negara non-anggota (perdagangan dengan negara non anggota tidak mengalami penurunan). Oleh karena itu, diperlukan langkah kebijakan peningkatan daya saing melalui perbaikan komponen manajerial dan teknologi seiring terbukanya pasar di kawasan ini bagi UMKM Indonesia. Kata Kunci: Data Panel, Daya Saing, Integrasi Ekonomi, Model Gravitasi, RSCA Abstract The positive impact of the implementation of the ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) on the indonesia’s horticulture sub-sector should be obtained. However, the Indonesian horticulture sub-sector has not shown significant performance when import of horticultural products has increased through the ACFTA tariff reduction stages in The Early Harvest Programm (EHP). This study examines the performance of Indonesian horticultural imports using descriptive analysis. It also analyzes the competitiveness of horticultural products of ASEAN-5 countries with China as well as the impact of trade creation and trade diversion of the implementation of ACFTA on imports of Indonesian horticultural products. It uses the RSCA (Revealed Symmetric Comparative Advantage) index and the gravity model using panel data from 2001-2018. It shows that Indonesia is not competitive in both types of horticultural products (RSCA <0). The gravity model also indicates that ACFTA member countries have taken advantage of this regional agreement, marked by the high value of Indonesian horticultural imports, especially from China. This shows that the implementation of the ACFTA has created a trade creation effect by increasing intra-regional trade between ACFTA member countries, but has not led to a diversion of trade with non-member countries (trade with non-member countries has not decreased). Therefore, it is necessary to make policy strategies to increase competitiveness through improvements in managerial and technological components in line with the opening of the market in this region to Indonesian MSMEs. Keywords: Competitiveness, Economic Integration, Gravity Model, Panel Data, RSCA JEL Classification: F15, F17, Q17
Co-Authors . Hermanto ., Harianto A'la, Nurul A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muis Hasibuan Abdul Muis Hasibuan Achmat Bukhori ADANG AGUSTIAN Adetya, Aulia Adhitya Marendra Kiloes Adilla Adistya Adrianus Hia Agbolosoo, John Atsu Agrivinie Rainy F Agrivinie Rainy Firohmatillah Agus Maulana Agus Wahyudi Agus Wahyudi Ahniasari Rosianawati Aida Ratna Zulaiha Aisatul Mustaqimah Akso Diana Ali Djamhuri Amir Fikri Amzul Rifin Anak Agung Gede Sugianthara Andriyono Kilat Adhi Anggi Meiri Anna Fitriani Anna Fitriani Ardie Ariyono Ardie Ariyono Arief Darjanto Arief Daryanto Arif Imam Suroso Ashar, Nurul Magfirah Asharuddin, Muh. Astri Sabrina Qhoirunisa Atika Dyah Perwita Azwar Annas, Azwar Bahasoan, Husen Bambang Juanda Benedictus Permadi, Benedictus Budi Setiawan Budi Setiawan BUDI SETIAWAN Budi Suharjo Bunasor Sanim Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Cahyaningsih, Eny Cipta Yan Trimawan Clairine Papilaya, Regina Clara Yolandika Cramon-Taubadel, Stephan von Debi Sarah Dedi Budiman Hakim Dedy Aguspriandono Suprapto, Dedy Aguspriandono Dian Hafizah, Dian Dian Kurniasih Dian Novita Diana Sugiyanthi Dini Amrilla Utomo Dini Amrilla Utomo Dini Maulida Rachmi Dodi Iskandar Duwi Yunitasari Dwi Apriyani Dwi Apriyani, Dwi Dwi Nurul Amalia Dwi Nurul Amalia, Dwi Nurul Dwi Shinta Agustina Dwi Utami, Anisa E. Gumbira Sa’id Eka Intan K Putri Eka Miftakhul Jannah Eka Miftakhul Jannah Eka Miftakhul Jannah, Eka Miftakhul Elifas Omega Yusufadisyukur Elza Surmaini Endang Pudji Astuti Endang Pudji Astuti Endang Pudji Astuti Endi Rekarti, Endi Eny Cahyaningsih Erliza Noor Etty Riani Eva Yolynda Aviny Eva Z. Yusuf Evi Karmilah Fadhilah, Alfirah Fadhlurrohman, Muhammad Surya Faiz Ahmad Sibuea Fajar Firmana Fajar Firmana Farid Fitriadi Farid Fitriadi Fariyanti, Anna Fauziyah, Diyani Felicia Nanda Ariesa Felicia Nanda Ariesa Fermico Karambut Feryanto Feryanto Fika Harini Sinaga Fitrahdini Fitrahdini Fredinan Yulianda Frissilia Nabila Divayana Fuji Lasmini Gandhy, Abel Gendut Suprayitno Grisheila Nadya Shahputeri Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hariyadi Harmini Harmini, Harmini Harry Suhada Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hasibuan, Abdul Muis Hassan, Ethar Hendina Pratiwi Heny K. Daryanto Hermanto Siregar Hidayah Laila Pohan, Fitri Husnul Khotimah Idqan Fahmi Indrajit Wicaksana Indrajit Wicaksana Irma Yuanita Isbandriyati Mutmainah Ivony Annisa Jihan Zakia Adila Jihan Zakia Adila Jojo Jojo Joko Affandi Juni Hestina Kartika Puspitasari Adiningsih Kirbrandoko Kirbrandoko Komalawati Kuntari, Wien Lestari, Puspita Mardika Lestari, Retna Dewi Lilik Noor Yuliati Lina Samhina Lina Samhina Lukman M Baga Lukman M. Baga Maghfiroh Andriani Astutik Malenda, Malenda Marzuki, Ferry Fardiansyah MD. Djamaludin Megawati Simanjuntak Meiri, Anggi Melissa Amandasari Melissa Amandasari Melissa Amandasari Memed Gunawan Minto Yuwono Mohamad Syamsul Ma’arif Muh. Asharuddin Muhammad Fauzanul Hakim Abdurrahim Mujianto Mujianto Mukhamad Najib Najmi Anniro Nanda Putri Astari Nastiti Winahyu Naufal Nur Mahdi Nesia, Khairina Aswita Netti Tinaprilla nFN Puspitasari Nia Rosiana Norfahmi, Femmi Noviyanti, Annisa Nugraha, Herry Nunung Kusnadi Nur Afni Evalia Nur Fatonny Nursamsi Nursamsi Nuryantoro, Nunung Nurzakiah, Sitty Nyak Ilham Panikkai, Sumarni Pattiasina, Trees Augustine Pinta Aftaprilia Rizki Ananda Pohan, Fitri Popong Nurhayati Prisca Nurmala Sari Prisca Nurmala Sari Priyono Priyono Purnomo, Prastika Adelia Purwati, Handewi Puspitasari PUTRA - IRWANDI Putri, Aisya Nadya Putri, Rani Revina Qhoirunisa, Astri Sabrina Qisthy Nur Fathia R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rachmat Agustian Rahmasari, Liisa Firhani Ratih Wulandari Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Rekha Mahendraswari Rekha Mahendraswari Riandina Wahyu Oktaviani Rikky Herdiansyah Rizka Karlina Putri Rizki Puspita Dewanti Rosiana, Nia Roslina Roslina Roy Sembel RR. Kathrin Irviana Salma Salma Samara Yarasevika Samsul Mashari Sarifa Marwa, Sarifa Sarma, Ma’mun Sarvina, Yeli Sefitiana Wulan Sari Setiadi Djohar Setiadi Setiadi Setiawan, Rofi Arif Setiawaty, Elika Siti Jahroh Siti Syamsiah Soeyatno, Rahmah Farahdita Sri . Handayani Sri Hery Susilowati Sri Mulatsih Stefani, Eska Stephan von Cramon-Taubadel Sudirman, Hendra Sugiarman Sugiarman Suharjo, Budi, Dr.Ir. MS Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suprehatin Suprehatin Suprehatin Surjono Hadi Sutjahjo Surmaini, Elza Syafruddini Syafruddini ; Tania June Tanti Novianti Tasya Amanda Tasya Amanda Tobing Tinaprilia, Netti Tintin Sarianti Titik Triary Wijaksani Titik Triary Wijaksani Triana Gita Dewi Trimawan, Cipta Yan Tuhpawana Priatna Sendjaja Ujang Sumarwan Vela Rostwentivaivi Viariani, Wahyu Wahyu Budi Priatna Wahyudi, Agus Widyasari, Anastasia Asri Wijaksani, Titik Triary Winandi, Ratna Windias Farah Nabila Wirda, Bunga Wisnu Ardi Pratama Wisnu Ardi Pratama Wulandari, Kartika Ximenes, Lito Yanti Nuraeni Muflikh Yayuk Farida Baliwati Yeli Sarvina Yosini Deliana Yudha Heryawan Asnawi Yuli Harwani Yunitasari, Ani Yusman Syaukat Yusmichad Yusdja Yusuf, Eva Z Yuwono, Minto