p-Index From 2021 - 2026
10.758
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Penyuluhan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian Jurnal Manajemen dan Agribisnis Buletin Peternakan Agrikultura Sosiohumaniora AGRIEKONOMIKA Jurnal Hortikultura Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Sumberdaya Lahan Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Forum Penelitian Agro Ekonomi JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Forum Agribisnis WARTAZOA Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Widyariset AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen Agro Ekonomi JDE (Journal of Developing Economies) Binus Business Review Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Jurnal Penelitian Karet Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Jurnal Agro Industri Perkebunan Informatika Pertanian JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian AGROMIX JURNAL PERTANIAN JURNAL AGRICA Shirkah: Journal of Economics and Business Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) JURNAL PANGAN International Journal of Agricultural Sciences Agro Bali: Agricultural Journal Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Sumberdaya Lahan Widyariset Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA) Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Jurnal Penyuluhan Pertanian Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Journal of Applied Agricultural Science and Technology Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah The South East Asian Journal of Management International Journal of Agriculture System Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Indeks dan Status Keberlanjutan Sistem Ketersediaan Beras di Beberapa Wilayah Indonesia Rita Nurmalina
Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v26n1.2008.47-79

Abstract

EnglishThis research was aimed at analyzing sustainability of rice availability at regional level, based on sustainability index with RAP-RICE method using Multi Dimensional Scaling (MDS). This study used primary and secondary data. Result of the MDS analysis RAP-RICE ordinary technique showed that a sustainability index in several regions in Indonesia varied between 33.37 and 67.23. Java and Sumatera were categorized as sustainable sufficient regions, while Kalimantan, Sulawesi and other regions were classified as sustainable less sufficient one. This indicates that the development of rice region should be directed to Sumatera in addition to Java. Analysis on 5 dimensions (ecology, economy, socio-cultural, institution and technology) indicated that the lowest economic dimension was found in Kalimantan, while the lowest ecology dimension was performed in Java and Sumatera has the lowest socio-cultural dimension. Other findings showed that, in Kalimantan the good dimension was the ecology only, while in the other regions have ecology and institution dimensions. Results of leverage analysis indicated that 23 out of 60 attributes were categorized as sensitivity influential to sustainability of rice availability system. Based on prospective analysis, there were seven key factors affecting rice availability system, namely production, productivity, land conversion, land suitability, rice field construction, per capita consumption, and number of population.IndonesianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan sistem ketersediaan beras berdasarkan penilaian indeks dan status keberlanjutan dengan metode RAP-RICE menggunakan Multidimensional Scalling (MDS). Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Hasil teknik ordinasi RAP-RICE metode MDS menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan ketersediaan beras regional berkisar 33,37 – 67,23. Wilayah Jawa dan Sumatera kategori status cukup berkelanjutan dalam sistem ketersediaan beras, sedangkan Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah lainnya kategori kurang berkelanjutan dalam sistem ketersediaan beras. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan wilayah padi/beras selain fokus di Jawa juga sebaiknya diarahkan ke Sumatera. Analisis keberlanjutan sistem ketersediaan beras masing-masing dimensi pada 5 dimensi (ekologi, ekonomi, sosial budaya, kelembagaan, dan teknologi) menunjukkan bahwa dimensi ekonomi yang terendah di Kalimantan, sedangkan ekologi di Jawa, sosial budaya di Sumatera. Sedangkan di Kalimantan yang baik hanya ekologi dan wilayah lain adalah ekologi dan kelembagaan. Dari analisis leverage RAP-RICE didapatkan bahwa dari 60 atribut yang dianalisis ada 23 atribut yang sensitif berpengaruh pada indeks keberlanjutan sistem ketersediaan beras. Berdasarkan analisis prospektif diketahui bahwa ada tujuh faktor kunci atau faktor dominan yang sangat berpengaruh dalam sistem ketersediaan beras yaitu produksi, produktivitas, konversi lahan, pencetakan sawah, kesesuaian lahan, konsumsi per kapita dan jumlah penduduk.
STRATEGI PENGELOLAAN DAN ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Syafruddini ;; Surjono Hadi Sutjahjo; Yayuk Farida Baliwati; Rita Nurmalina
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v10n1.2007.p%p

Abstract

The aim of the research is to construct the planning of the desirable dietary based on potential area in sustainability food security development frame. This research was done on a survey research basis. The types of data consist of primary and secondary data. The Rapfish method was used for continuing analysis, whereas the Analysis Hierarchy Process (AHP) method was used to decide the strategy for sustainability food security management. The results of this research are: I) the sustainability index or scales value of ecology dimension falls into "good" category, the cultural-society dimension is in -fine" category and the economy dimension is included in "less" category. And (2) Management strategy in an attempt to achieve the sustainability of food security in Central Halmahera is 'low food price' as the first priority, this is then followed by the increases of food production, farming incentive, friendl environmental in agriculture, eradication of poor society, and the improvement of human resource quality Key words: management strategy, food security, sustainability, Central Halmahera.   Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan pangan harapan berbasis potensi wilayah dalam kerangk pembangunan ketahanan pangan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Jenis data yank digunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk analisis keberlanjutan digunakan metode rapfish selanjutnya untuk menentukan strategi pengelolaan ketahanan pangan digunakan metode Analysis Hierarchy Proces (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi termasuk kategori baik dimensi sosial-budaya termasuk kategori cukup dan dimensi ekonomi termasuk kategori kurang berkelanjutan pa skala sustainabilitas, 2) Strategi pengelolaan dalam upaya pencapaian ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Tengah adalah harp pangan murah sebagai prioritas pertama, diikuti peningkatan produksi pangan insentif usahatani, pertanian ramah lingkune,an, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM. Key words: strategi manajemen, ketahanan pangan, keberlanjutan, Halmahera Tengah
Analisis Kinerja dan Daya Saing Perdagangan Biji Kakao dan Produk Kakao Olahan Indonesia di Pasar Internasional Abdul Muis Hasibuan; Rita Nurmalina; Agus Wahyudi
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 1 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v3n1.2012.p57-70

Abstract

Kakao merupakan komoditas yang sangat penting bagi Indonesia sebagai salah satu negara eksportir utama kakao  dalam perdagangan internasional. Pasar kakao dunia masih memiliki potensi sangat tinggi, yang ditunjukkan oleh peningkatan konsumsi sehingga Indonesia diharapkan mampu meraih peluang pasar yang ada. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja dan daya saing perdagangan biji kakao dan produk-produk kakao olahan Indonesia di pasar internasional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Untuk mengukur daya saing produk kakao Indonesia menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Export Product Dynamics (EPD), dan Constant Market Share Analysis (CMSA). Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia mengalami surplus dalam perdagangan kakao, yang ditunjukkan oleh tren yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia juga memiliki keunggulan komparatif sebagai eksportir biji kakao dan kakao olahan di pasar internasional. Hasil analisis EPD dan CMSA, terdapat sedikit perbedaan. Analisis EPD hampir semua produk kakao memiliki daya saing, sedangkan analisis CMSA menunjukkan produk-produk kakao yang memiliki daya saing adalah produk-produk kakao olahan. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan daya saing produk kakao, baik dalam bentuk biji maupun produk olahan, diperlukan upaya peningkatan kualitas biji kakao dan pengembangan industri hilir. Analysis of performance and competitiveness of Indonesian cocoa and its intermediate products in the international marketABTRACT Cocoa is an important commodity for Indonesia, known as the third largest producing countries after Ivory Coast and Ghana. In the world market, the cocoa likely possesses high potency indicated by its consumption increasing steadily from year to year. It therefore enables Indonesia to play an important role and reach the chance. This study aims to analysis the performance and competitiveness of Indonesian cocoa bean and its intermediate products in the international market. Data used in this study were secondary on which competitive measures such as Revealed Comparative Advantage (RCA), Trade Specialization Index (TSI), Export Product Dynamics (EPD), and Constant Market Share Analysis (CMSA) were approached. Results showed that the country has surplus in trade performance of cocoa bean indicated by its positive trend recently.  As the main exporting country, Indonesian cocoa has comparative advantage, both in form of cocoa bean and its intermediate products. Based on EPD analysis, almost all cocoa products have competitive advantage. While that of CMS analysis, the intermediate products have a higher competitive advantage than the cocoa bean. To improve competitiveness of the products, it needs to develop downstream industry, and some efforts to improve cocoa bean quality.
FACTORS DETERMINING PROFIT OF RUBBER AND OIL PALM SMALLHOLDERS IN BATANGHARI, JAMBI Triana Gita Dewi; Rita Nurmalina; Amzul Rifin
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 3 (2013): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v4n3.2013.p265-272

Abstract

scarcity causes the competition of land use for rubber and oil palm plantation. Hence, the decision of land use is based on the differences of profit. The higher profits, the higher incentive to farmers for developing a commodity. Land scarcity also leads smallholders to improve both rubber and oil palm without use more land. Hence, it is important to analyze the determinant factors of profit in these commodities. Hence, the specific objectives were to identify factors determining rubber and oil palm smallholders profit in Batanghari, Jambi and to compare the profit generated by rubber and oil palm smallholder. Survey method was conducted from October to December 2012 through direct observation and interview techniques. Analysis method used in this research is ordinary least square (OLS) where this method is developed in two regression models and descriptive analysis. The results show that in rubber plantation, factors determining profit are land size, tree age, number of productive tree, district, farmer age, herbicide, and labor, while in oil palm plantation, factors influencing profit are tree age, number of productive tree, district, NPK, and herbicide. Based on average profit generated in planted period, oil palm plantations is more profitable than rubber plantation, they are Rp. 9.387.561,00 and Rp. 8.763.116,00 per ha per year, respectively. 
Ketersediaan dan Kebutuhan Tenaga Kerja di Lampung Rita Nurmalina Suryana; Yusmichad Yusdja; Memed Gunawan
Forum penelitian Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1982): Forum Penelitian Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/fae.v1n1.1982.8-18

Abstract

IndonesianKependudukan di Lampung mempunyai ciri yang spesifik. Daerah ini merupakan propinsi dengan angka pertumbuhan penduduk tertinggi di Indonesia selama 1971-1980, yaitu 5.82 persen/tahun. Selain itu Lampung menerima migrasi musiman dari Jawa sebagai respon dari kurangnya penyediaan tenaga kerja pada saat panen tanaman perkebunan. Telaahan ini mencoba mengungkapkan ketersediaan dan kebutuhan tenaga kerja di daerah tersebut dengan menggunakan data sekunder dan wawancara kelompok. Hasil analisa menunjukkan bahwa bagi kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Utara penyedeiaan tenaga kerja pertanian seharusnya tidak merupakan masalah asal terjadi mobilitas lokal tenaga kerja yang lancar. Namun, penyediaan tenaga kerja tersebut memang merupakan kendala bagi pengembangan pertanian di Lampung Utara.
Dampak Penggabungan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya Terhadap Likuiditas Perdagangan Saham dan Rasio Keuangan . Hermanto; Hermanto Siregar; Roy Sembel; Rita Nurmalina
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v5i2.81

Abstract

Pasar modal di Indonesia telah berkembang menjadi suatu lembaga keuangan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi. Kebijakan penggabungan (merger) pasar modal merupakan peristiwa bersejarah dalam perkembangan sektor keuangan dan investasi di Indonesia. Penggabungan lembaga pasar modal Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) ke dalam satu bursa yang disebut Bursa Efek Indonesia (BEI), memiliki dampak yang luar biasa pada likuiditas perdagangan saham dan kinerja rasio keuangan. Penelitian ini membahas kondisi pasar saham dan kinerja rasio keuangan sebelum dan sesudah penggabungan. Metode yang digunakan untuk menganalisis kondisi likuiditas perdagangan saham sebelum dan setelah penggabungan adalah (1) analisis variasi, (2) analisis kinerja rasio keuangan yang meliputi CR, OIOR, OEOR, NPM, ROE, ROA, TATO, dan EPS, dan (3) analisis faktor dengan pendekatan OLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggabungan pasar modal berdampak pada (1) likuiditas perdagangan saham mengalami pertambahan yang menurun dan (2) perkembangan kinerja rasio keuangan setelah penggabungan lebih baik bila dibandingkan dengan sebelum penggabungan. Walaupun demikian upaya-upaya pemanfaatan aset lebih optimal atau peninjauan kembali aset yang belum terpakai untuk penciptaan pendapatan juga penting dilakukan.
MENUJU SWASEMBADA GULA NASIONAL: MODEL KEBIJAKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI GULA DAN PENDAPATAN PETANI TEBU DI JAWA TIMUR Duwi Yunitasari; Dedi Budiman Hakim; Bambang Juanda; Rita Nurmalina
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v6i1.160

Abstract

Pemerintah pusat mengharapkan Jawa Timur mendukung program swasembada gula nasional dengan menetapkan target produksi gula sebesar 1,65 juta ton. Untuk mewujudkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan (i) mengkaji pencapaian produksi gula dan pendapatan petani tebu Jawa Timur tanpa Revitalisasi Industri Gula Nasional (RIGN), (ii) mengusulkan kebijakan agar target swasembada gula nasional tercapai dan pendapatan petani tebu meningkat, dan (iii) merumuskan perspektif kebijakan ekonomi gula dalam mendukung keberhasilan swasembada gula dan peningkatan pendapatan petani tebu. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan pendekatan analisis dinamika sistem. Simulasi dilakukan selama periode tahun 2010-2025. Hasil simulasi menunjukkan bahwa produksi gula Jawa Timur belum mampu memenuhi target produksi gula yang ditetapkan pemerintah. Pendapatan petani tebu mengalami peningkatan paling tinggi melalui kebijakan peningkatan rendemen. Kebijakan peningkatan areal pertanian, produktivitas, dan rendemen secara simultan dapat memenuhi target pemerintah pada tahun 2015 pada produksi gula Jawa Timur guna mendukung swasembada gula melalui skenario alternatif. Perspektif dalam kebijakan swasembada gula dan peningkatan pendapatan petani tebu dapat diterapkan baik on farm maupun off farm dengan beberapa kebijakan, yakni pengembangan sarana produksi, ketersediaan dan akses sarana produksi, pengembangan kelembagaan dan integrasi PG dan petani tebu, peningkatan produktivitas dan daya saing industri gula, kebijakan proteksi gula, serta kebijakan promosi dan harmonisasi data pasokan sebagai basis perumusan kebijakan swasembada gula nasional.
ANALISIS SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH LADA PUTIH DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Cipta Yan Trimawan; Rita Nurmalina; . Burhanuddin
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 2 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i2.15616

Abstract

ABSTRAK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikenal sebagai penghasil lada putih di pasar internasional dengan nama lada putih muntok. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas adalah melalui penggunaan biji lada putih. Benih yang paling banyak digunakan oleh petani adalah varietas Petaling 1, LDK dan Merapen. Sikap petani terhadap pemilihan benih lada putih sangat penting untuk diketahui karena mereka adalah pelaku agribisnis utama yang akan menghasilkan lada putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sikap petani terhadap atribut biji lada putih. Penelitian ini melibatkan 60 responden petani lada putih. Analisis menggunakan multi-atribut fishbein menunjukkan bahwa sikap responden lebih memilih varietas biji lada putih Petaling 1 dibandingkan dengan varietas Merapen dan LDK. Kata Kunci: Provinsi Babel, lada putih, multiatribut Fishbein ABSTRACT Bangka Belitung Islands Province, known as a producer of white pepper in the international market with the name of muntok white pepper. One of the efforts to increase productivity is through the use of white pepper seeds. The most used seeds by farmers are varieties Petaling 1, LDK and Merapen. The farmers’ attitude to the selection of white pepper seeds is very important to know because they are the main agribusiness actors that will produce white pepper. The objectives of this research is to analyze the farmers’ attitude on the attributes of white pepper seeds. This research was involved 60 respondents of white pepper farmers. The analysis using fishbein multiattributes showed that the attitude of respondents prefers white pepper seed varieties Petaling 1 compared to Merapen and LDK varieties. Keywords: Bangka Belitung Islands Province, Fishbein Multiatribut and White Pepper Seeds
Rantai Pasok Brokoli di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan Pendekatan Food Supply Chain Networks Clara Yolandika; Rita Nurmalina; Suharno Suharno
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 16 No 3 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.359 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v16i3.93

Abstract

This study aims to determine the condition of the supply chain broccoli in the district ofBandung Lembang district west to approach food supply chain networks ( FSCN ). Thisresearch will be carried out in the CV . Yan's Fruits and Vegetable in Lembang district ,West Bandung regency, West Java. This study requires an approach to qualitative andquantitative methods for treating primary and secondary data . To analyze the supply chainqualitative and quantitative data required by the framework of the Food Supply ChainNetworking (FSCN) of Lambert and Cooper (2000) as modified by Vorst (2006).Results from this study is the condition of supply chain broccoli in Lembang district WestBandung regency based approach is the Food Supply Chain Networks as seen from thetarget supply chain, the structure of the supply chain, the entity supply chain, supply chainmanagement, resource supply chain, and business processes of supply chain is alreadyintegrated well.Keywords: Broccoli, FSCN, Supply Chain
Analisis Preferensi dan Kepuasan Konsumen terhadap Beras di Kecamatan Mulyorejo Surabaya Jawa Timur (The Analysis of Preferences and Customer Satisfaction on Rice in Mulyorejo District, Surabaya, East Java) Rita Nurmalina; Endang Pudji Astuti
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Sains Terapan, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2011
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.702 KB) | DOI: 10.29244/jstsv.1.1.42-53

Abstract

Rice is a very important commodity. Rice plays an important role in food security, economic stability, and employment. Consumer behavior in rice consumption continues to grow. Improved incomes lead to increased demands on quality. Changes in demographic structures, such as level of education, lifestyle, technology, transportation, and communication, affect the customer preferences and satisfaction with the rice they consume. In line with efforts to increase productivity, the rice should be produced to meet consumer expectations which are constantly evolving.  This study aimed to identify the characteristics, analyze the decision-making process, preferences, and customer satisfaction, as well as making the right marketing mix recommendations based on the study of consumer behavior on three different social classes (lower class, middle, and upper). Convinience Sampling was used. The analytical tool used in this study was a descriptive analysis, Important & Performance Analysis (IPA) and the Customer Satisfaction Index (CSI).  Data processing with descriptive analysis showed some differences in the characteristics of responders and decision-making processes at all three social classes. The differences associated with educational level and family income levels, initial consideration of the purchase of rice, and where to purchase the rice.  CSI showed that the total satisfaction on all three social classes is entirely in the range “satisfied”. However, the higher the social class, the higher the satisfaction of the rice consumed. Data processing by IPA showed that the performance, which should be improved based on consumer preference and satisfaction, was a top-class ease of getting rice and seller services. The performance on middle-class consumers have to be improved in assessing durability of rice, grain uniformity, and broken. While the upscale consumer should improve performance in terms of price, flavor, broken, and clean rice.Keywords: consumption, quality, expectation, social class, sample, performance.
Co-Authors . Hermanto ., Harianto A'la, Nurul A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muis Hasibuan Abdul Muis Hasibuan Achmat Bukhori ADANG AGUSTIAN Adetya, Aulia Adhitya Marendra Kiloes Adilla Adistya Adrianus Hia Agbolosoo, John Atsu Agrivinie Rainy F Agrivinie Rainy Firohmatillah Agus Maulana Agus Wahyudi Agus Wahyudi Ahniasari Rosianawati Aida Ratna Zulaiha Aisatul Mustaqimah Akso Diana Ali Djamhuri Amir Fikri Amzul Rifin Anak Agung Gede Sugianthara Ananda, Pinta Aftaprilia Rizki Anas Miftah Fauzi Andriyono Kilat Adhi Anggi Meiri Anna Fitriani Anna Fitriani Ardie Ariyono Ardie Ariyono Arief Darjanto Arief Daryanto Arif Imam Suroso Ashar, Nurul Magfirah Asharuddin, Muh. Astri Sabrina Qhoirunisa Atika Dyah Perwita Azwar Annas, Azwar Bahasoan, Husen Bambang Juanda Benedictus Permadi, Benedictus Budi Setiawan Budi Setiawan BUDI SETIAWAN Budi Suharjo Bunasor Sanim Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Cahyaningsih, Eny Cipta Yan Trimawan Clairine Papilaya, Regina Clara Yolandika Cramon-Taubadel, Stephan von Debi Sarah Dedi Budiman Hakim Dedy Aguspriandono Suprapto, Dedy Aguspriandono Dewanti, Rizki Puspita Dian Hafizah, Dian Dian Kurniasih Dian Novita Diana Sugiyanthi Dini Amrilla Utomo Dini Amrilla Utomo Dini Maulida Rachmi Dodi Iskandar Duwi Yunitasari Dwi Apriyani Dwi Apriyani, Dwi Dwi Nurul Amalia Dwi Nurul Amalia, Dwi Nurul Dwi Shinta Agustina Dwi Utami, Anisa E. Gumbira Sa’id Eka Intan K Putri Eka Miftakhul Jannah Eka Miftakhul Jannah Eka Miftakhul Jannah, Eka Miftakhul Elifas Omega Yusufadisyukur Elza Surmaini Endang Pudji Astuti Endang Pudji Astuti Endang Pudji Astuti Endi Rekarti, Endi Eny Cahyaningsih Erliza Noor Ernan Rustiadi Etty Riani Eva Yolynda Aviny Eva Z. Yusuf Evi Karmilah Fadhilah, Alfirah Fadhlurrohman, Muhammad Surya Faiz Ahmad Sibuea Fajar Firmana Fajar Firmana Farid Fitriadi Farid Fitriadi Fariyanti, Anna Fauziyah, Diyani Felicia Nanda Ariesa Felicia Nanda Ariesa Fermico Karambut Feryanto Feryanto Fika Harini Sinaga Fitrahdini Fitrahdini Fredinan Yulianda Frissilia Nabila Divayana Fuji Lasmini Gandhy, Abel Gendut Suprayitno Grisheila Nadya Shahputeri Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hariyadi Harmini Harmini, Harmini Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hasibuan, Abdul Muis Hassan, Ethar Hendina Pratiwi Hendro Trisasongko, Bambang Heny K. Daryanto Hermanto Siregar Hidayah Laila Pohan, Fitri Husnul Khotimah Idqan Fahmi Indrajit Wicaksana Indrajit Wicaksana Irma Yuanita Isbandriyati Mutmainah Ivony Annisa Jihan Zakia Adila Jihan Zakia Adila Jojo Jojo Joko Affandi Juni Hestina Kartika Puspitasari Adiningsih Kirbrandoko Kirbrandoko Komalawati Kuntari, Wien Lestari, Puspita Mardika Lestari, Retna Dewi Lilik Noor Yuliati Lina Samhina Lina Samhina Lintje Hutahaean Lukman M Baga Lukman M. Baga M. Yogi Riyantama Isjoni Maghfiroh Andriani Astutik Malenda, Malenda Marzuki, Ferry Fardiansyah MD. Djamaludin Megawati Simanjuntak Meiri, Anggi Melissa Amandasari Melissa Amandasari Melissa Amandasari Memed Gunawan Minto Yuwono Mohamad Syamsul Ma’arif Muh. Asharuddin Muhammad Fauzanul Hakim Abdurrahim Mujianto Mujianto Mukhamad Najib Mulyaqin, Tian Najmi Anniro Nanda Putri Astari Nastiti Winahyu Naufal Nur Mahdi Nesia, Khairina Aswita Netti Tinaprilla nFN Puspitasari Nia Rosiana Norfahmi, Femmi Noviyanti, Annisa Nugraha, Herry Nunung Kusnadi Nur Afni Evalia Nur Fatonny Nursamsi Nursamsi Nuryantoro, Nunung Nurzakiah, Sitty Nyak Ilham Panikkai, Sumarni Pattiasina, Trees Augustine Pohan, Fitri Popong Nurhayati Prisca Nurmala Sari Prisca Nurmala Sari Priyono Priyono Purnomo, Prastika Adelia Purwati, Handewi Puspitasari PUTRA - IRWANDI Putri, Aisya Nadya Putri, Rani Revina Qhoirunisa, Astri Sabrina Qisthy Nur Fathia R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rachmat Agustian Rahmasari, Liisa Firhani Ratih Wulandari Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Rekha Mahendraswari Rekha Mahendraswari Riandina Wahyu Oktaviani Rikky Herdiansyah Rizka Karlina Putri Rosiana, Nia Roslina Roslina Roy Sembel RR. Kathrin Irviana Rubiyo Salma Salma Samsul Mashari Sarifa Marwa, Sarifa Sarma, Ma’mun Sarvina, Yeli Sefitiana Wulan Sari Setiadi Djohar Setiadi Setiadi Setiawan, Rofi Arif Setiawaty, Elika Siti Jahroh Siti Syamsiah Soeyatno, Rahmah Farahdita Sri . Handayani Sri Hery Susilowati Sri Mulatsih Stefani, Eska Stephan von Cramon-Taubadel Sudirman, Hendra Sugiarman Sugiarman Suhada, Harry Suharjo, Budi, Dr.Ir. MS Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suprehatin Suprehatin Suprehatin Surjono Hadi Sutjahjo Surmaini, Elza Syafruddini Syafruddini ; Tania June Tanti Novianti Tasya Amanda Tintin Sarianti Titik Triary Wijaksani Titik Triary Wijaksani Tobing, Tasya Amanda Triana Gita Dewi Trimawan, Cipta Yan Tuhpawana Priatna Sendjaja Ujang Sumarwan Viariani, Wahyu Wahyu Budi Priatna Wahyudi, Agus Widyasari, Anastasia Asri Wijaksani, Titik Triary Winandi, Ratna Windias Farah Nabila Wirda, Bunga Wisnu Ardi Pratama Wisnu Ardi Pratama Wulandari, Kartika Ximenes, Lito Yanti Nuraeni Muflikh Yarasevika, Samara Yayuk Farida Baliwati Yeli Sarvina Yosini Deliana Yudha Heryawan Asnawi Yuli Harwani Yunitasari, Ani Yusman Syaukat Yusmichad Yusdja Yusuf, Eva Z Yuwono, Minto