Articles
Analisis Karangan Deskripsi Siswa Kelas V di Gugus V Kecamatan Praya Tengah
Maula Fatihal Ikhlas;
Asrin;
Muhammad Sobri
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v5i4.5869
Keterampilan menulis yang dilakukan pada siswa kelas V sekolah dasar adalah menulis karangan deskripsi. Permasalahan yang dihadapi siswa yaitu siswa kesulitan dalam menuangkan ide pikirannya dalam sebuah karangan dan kesulitan merangkai kata. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menulis karangan dan faktor penyebab terjadinya kesulitan pada siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Praya Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan menulis karangan siswa pada aspek isi gagasan yaitu kesulitan dalam mengungkapkan isi pikiran dan menyesuaikan isi gagasan dengan tema. Pada aspek organisasi isi ditemukan kesulitan siswa dalam hal merangkai kata ke dalam kalimat dan keterpaduan kalimat dengan kalimat, dan penulisan paragraf. Pada aspek struktur tata Bahasa ditemukan kesulitan dalam penggunaan huruf kapital dan struktur kalimat yang tidak teratur. Sedangkan pada aspek kerapian tulisan dan diksi ditemukan kesalahan dalam pemilihan kata yang tepat, penggunaan bahasa daerah dan terdapat tulisan yang dicoret. Adapun pada aspek ejaan dan tanda baca, banyak ditemukan kata yang disingkat dan kesalahan dalam penggunaan tanda baca. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam menulis karangan deskripsi yaitu faktor inernal yaitu kurangnya referensi membaca, minat belajar, motivasi, dan faktor kognisi. Adapun faktor eksternal yaitu faktor guru dan tersedianya sarana dan prasarana.
Pengembangan Media Pop-Up Book Berbasis Kearifan Lokal Pada Materi Keberagaman Suku Sasak
Praditha, Nandini;
Lalu Hamdian Affandi;
Muhammad Sobri
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v6i2.7824
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up book berbasis kearifan lokal sasak yang valid dan praktis pada pembelajaran muatan lokal kelas 4 SDN 24 Mataram. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Penelitian ini menggunakan 5 tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pop-up book berbasis kearifan lokal sasak mendapatkan persentase 93,7% dengan kriteria sangat valid dari ahli media, persentase 89,70% dengan kriteria sangat valid dari ahli materi, persentase 91,66% dengan kriteria sangat praktis dari respon guru, persentase 90,9% dengan kriteria sangat praktis dari respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan hasil persentase respon siswa pada uji coba kelompok besar mendapat hasil 96,09% dengan kategori sangat praktis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian pengembangan media pop-up book berbasis kearifan lokal pada materi keberagaman suku sasak kelas IV yang dilakukan melalui 5 tahapan dapat dinyatakan telah sangat valid dan sangat praktis sehingga dapat digunakan di dalam kelas.
Analisis Kesulitan Mahasiswa PGSD dalam memahami Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Novitasari, Setiani;
Indraswati, Dyah;
Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8763
Pemahaman mengenai konsep dasar ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan bagian penting dalam pendidikan terutama bagi mahasiswa PGSD. Namun banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar IPS. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang dipergunakan yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep dasar IPS yaitu 1). Perbedaan latar belakang pendidikan terkait tingkat pemahaman terhadap konsep dasar IPS dan keterbatasan pengetahuan mengenai IPS, 2). Metode pembelajaran yang kurang bervariatif, 3). Keterbatasan media dan sumber belajar, 4). Ketrampilan berpikir kritis yang masih lemah, 5). Motivasi belajar yang rendah dan minat belajar yang masih kurang. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar IPS antara lain 1).peningkatan kualitas metode pembelajaran, 2).pengembangan ketrampilan berpikir kritis, 3). Peningkatan motivasi dan minat belajar, 4). Pengoptimalan media pembelajaran dan sumber belajar yang berkualitas. Pemahaman konsep dasar IPS bagi mahasiswa PGSD sangat penting dalam mempersiapkan menjadi guru yang kompeten. Sehingga membantu mahasiswa nantinya tidak hanya mengajar IPS dengan lebih baik, tetapi juga membentuk siswa yang memiliki kesadaran sosial dan kemampuan untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.
Analisis Nilai-Nilai Karakter Dalam Kegiatan Sabtu Budaya di Sekolah
Suhaidi, M. Farhan;
Nisa, Khairun;
Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8765
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai karakter dalam kegiatan sabtu budaya di Sekolah Dasar Negeri 32 Ampenan. Penelitian ini mengggunakan pendekatan analisis kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini pendidik dan peserta didik. Tehnik pengumpulan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai karkter utama yang di implementasikan dalam kegiatan sabtu budaya seperti, gotong royong, mandiri, integritas, religius dan nasionalisme, kemudian nilai karakter ini dimplementasikan dalam kegiatan sabtu budaya seperti terdapat indikator nilai religius tercermin ketika peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan, tercermin dalam kegitan sabtu budaya terlihat dari interaksi peserta didik yang hidup berdampingan dan bekerjasama dsengan suku dan agama yang berbeda. Peserta didik percaya diri dalam memenataskan kegiatan di sabtu budaya, nilai nasionalisme tercermin ketika peserta didik menampilkan kagiatan tarian daerah dalam kegiatan sabtu budaya dan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sabtu budaya serta patuh terhadap aturan dalam kegaiatan sabtu budaya. Nilai mandiri tercermin terlihat ketika peserta didik berlatih mandiri untuk menampilakan pertunjukan yang ada dalam kegiatan sabtu budaya, nilai gotong royong terlihat dari bentuk kegiatan sabtu budaya yaitu bekerja sama membersihkan lingkungan sekolah dan nilai intergritas terlihat ketika peserta didik diberikan tanggung jawab dalam kegiatan sabtu budaya.
Pengembangan Media Video Animasi Sasambo Berorientasi Pada Pemahaman Literasi Budaya Peserta Didik
Angraini, Febri;
Asrin;
Fauzi, Asri;
Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8822
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi SASAMBO yang berorientasi pada pemahaman literasi budaya peserta didik berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan produk. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yaitu analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Penelitian ini dilakukan di SDN Gugus VI Cakranegara yaitu SDN 18 dan 35 Cakranegara yang berjumlah masing-masing 8 dan 17 siswa dengan menggunakan instrumen lembar validasi ahli media dan materi untuk uji validitas yang dilakukan sebelum tahap uji coba, angket penilaian guru dan peserta didik untuk uji kepraktisan, dan tes pemahaman literasi budaya untuk uji keefektifan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil uji coba dievaluasi hingga menemukan kesimpulan tingkat kelayakan produk. Persentase tingkat kevalidan media pada penelitian ini diperoleh 86% dan persentase tingkat kevalidan materi 97,2%. Kemudian persentase kepraktisan media mencapai 91,79% pada uji coba kelompok kecil dan 93,75% pada uji coba kelompok besar serta 95% berdasarkan penilaian guru. Selanjutnya hasil tes pemahaman literasi budaya dalam uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata nilai 85 dengan persentase ketuntasan 100% dan uji coba kelompok besar 78,17 dengan persentase ketuntasan 76,4%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan media video animasi SASAMBO yang berorientasi pada pemahaman literasi budaya peserta didik terbukti valid, praktis dan efektif.
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri Tentang Peristiwa Alam Terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek Siswa
Aeni, Rima Hidayatul;
Zain, Moh. Irawan;
Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8833
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang timbul selama proses pembelajaran menulis di kelas, khususnya pelajaran menulis cerita pendek pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini mengupayakan adanya peningkatan terhadap aktivitas belajar dan keterampilan menulis cerita pendek siswa dengan menerapkan bantuan menggunakan media gambar berseri tentang peristiwa alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran menulis cerita pendek siswa dengan menerapkan bantuan media gambar peristiwa alam. Jenis penelitian yang di gunakan adalah quasi eksperimen dengan menggunakan metode kuantitatif dan model penelitian yang di gunakan adalah One-Group Pretest-posttest Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Teknik Analisis data yang di gunakan yakni Uji Prasyarat terdiri dari uji normalitas dan juga uji homogenitas,lalu dilakukan juga uji Hipotesis terdiri dari Uji Koefesien Determinasi dan juga uji Anova. Hasil penelitian menujukkan bahwa media gambar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan siswa dalam menulis cerpen pada Sekolah Dasar Negeri Penambong Lombok Tengah, yang di mana dapat dilihat dari nilai uji t yaitu memilki nilai t-hitung sebesar 8,304 dengan derajat bebas (n-1) = 13, > t tabel 2,160, selain itu dapat dilihat juga dari nilai signifikanya 0,000 < alfa 5% maka artinya Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media gambar terhadap keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Penambong Lombok Tengah.
Analisis Kesulitan Guru Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Karakter Siswa Kelas V di Sekolah Dasar
Sari, Linda Nardianti;
Nurhasanah;
Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v6i4.7681
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami guru dan upaya guru dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penanamkan nilai pendidikan karakter siswa kelas V di SDN 31 Cakranegara. Jenis penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wali kelas V, dan siswa kelas V. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menujukkan guru mengalami kesulitan dalam menyusun RPP seperti menganalisi KD, menentukan metode, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai karakter , dalam pelaksanaan guru mengalami kesulitan yaitu menananmkan nilai peduli sosial, tanggung jawab, displin disaat pembelajaran, dalam megevaluasi guru mengalami kesulitan saat mengevaluasi nilai sikap siswa karena guru tidak bisa mengamati siswa saat jam istirahat, adapun upaya yang dilakukan guru : pada perencanaan yaitu membuat perangkat pembelajaran yang memuat pendidikan karakter sebelum melakukan pembelajaran. Pada pelaksanaan yaitu guru mengembangkan kegiatan pengembangan diri siswa dengan cara mengembangkan nilai-nilai karakter pada setiap kegiatan. Pada evaluasi yaitu guru memberikan kuesioner pada siswa dan penilaian melalui pengamatan.
Keefektifan Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Pada Muatan Pembelajaran IPS
Nurwasilah, Lisda;
Hasanah, Nur;
Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v6i4.9709
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keefektifan model Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada muatan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri 28 Cakranegara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasy Eksperimental Design Tipe Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Sampel yang digunakan yaitu seluruh kelas V yang terdiri dari kelas V-A sebagai kelas eksperimen dan kelas V-B sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tes. Dalam pengambilan data penelitian ini terdapat uji prasyarat analisis data yaitu dengan melakukan uji normalitas dengan menggunakan uji kolmograf smirnov kemudian diuji homogenitasnya. Pengujian tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis menggunakan Uji-T. Hasil penelitian diperoleh t-hitung ≥ t-tabel yakni 5,420 ≥ 2,018 dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh keefektifan model problem based learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada muatan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri 28 Cakranegara. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh keefektifan model problem based learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada muatan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri 28 Cakranegara.
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas ll SDN 28 Cakranegara Tahun Ajaran 2024/2025
Herawati, Gita;
Sudriman;
Sobri, Muhammad;
Tahir, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v7i1.10497
Penelitian ini bertujuan untk mendeskripsikan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II SDN 28 Cakranegara dan mendeskripsikan cara mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II SDN 28 Cakranegara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriftif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II di SDN 28 Cakranegara tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah siswa 24 siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesulitan membaca permulaan yang dialami oleh siswa kelas II SDN 28 Cakranegara yaitu kesulitan dalam mengenal huruf, kesulitan dalam mengenal huruf vocal, huruf konsonan, dan huruf diftong, sulit dalam mengeja huruf dan sulit dalam membaca kalimat sederhana. Adapun cara mengatasi kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa kelas II SDN 28 Cakranegara yaitu, memberikan perhatian lebih terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, menambah jam membaca setelah KBM, membaca bersama, belajar sambil bermain dan kerjasama dengan orang tua siswa.
Analisis Sikap Guru yang Menjadi Kendala Dalam Implementasi P5 di SDN 2 Rensing
Sofianingsih, Baiq Dwi Ayu;
Affandi, Lalu Hamdian;
Sobri, Muhammad;
Saputra, Heri Hadi
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. SpecialIssue (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v7iSpecialIssue.11096
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala sikap guru dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 2 Rensing. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 masih terkendala oleh tiga komponen sikap guru, yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Kendala kognitif berupa pemahaman yang terbatas tentang prosedur P5, kendala afektif mencakup rendahnya motivasi dan rasa kepemilikan terhadap program, sedangkan kendala konatif berkaitan dengan minimnya keterlibatan dan koordinasi guru dalam pelaksanaan P5. Selain itu, belum terbentuknya tim fasilitator, keterbatasan identifikasi kesiapan sekolah, serta strategi pelaporan yang kurang inovatif turut memperburuk implementasi P5. Kesimpulannya adalah, dibutuhkan upaya peningkatan pemahaman guru melalui pelatihan serta pembentukan tim fasilitator yang lebih terstruktur agar P5 berjalan lebih efektif.