p-Index From 2021 - 2026
14.565
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA BERKALA FISIKA JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Journal of Marine Research Journal of Tropical Soils Gaung Informatika TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Jurnal Teknik Elektro Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Caraka Tani - Agriculture Science Journal Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Jurnal Riset Kesehatan AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease SPASIAL Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Scientific Journal of Informatics ODONTO Dental Journal Semesta Teknika Jurnal Kelautan Tropis Orbith : Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa dan Sosial Profetika Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Edu Elektrika Journal Edu Komputika Journal Molecular and Cellular Biomedical Sciences (MCBS) Jurnal AKP Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Indonesian Journal of Islamic Educational Management Jurnal Arsitektur ARCADE Indonesian Journal of Cardiology Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Indonesian Food Science and TechnologyJournal Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health IJID (International Journal on Informatics for Development) Jurnal Segara JURNAL MERCATORIA Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal Respirologi Indonesia J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Financial, Accounting, and Management Journal of Tropical Marine Science Generation Journal Abdi Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Heart Science Journal INCARE Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP) JURNAL ABDIMAS TRIDHARMA MANAJEMEN Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science) PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Narra J KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Saintekom : Sains, Teknologi, Komputer dan Manajemen SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT ProBisnis : Jurnal Manajemen Jurnal Bina Desa COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Teknika Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Mimbar Pendidikan Indonesia YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Research Trend in Technology and Management Innovative: Journal Of Social Science Research Riset Informasi Kesehatan Odonto dental journal International Journal of Health and Information System (IJHIS) Bisma : Business and Management Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Jurnal Pengabdian Sosial Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (ijmus) Jurnal Polimesin Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Journal of Society and Development Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Arsitektur ARCADE KARIR Jurnal Ilmiah Manajemen Mantis Journal of Fisheries Folia Medica Indonesiana
Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Komunitas Teripang di Pulau Kemujan dan Pulau Sintok, Balai Taman Nasional Karimunjawa, Jepara Mochammad Syahki Yusup; Bambang Yulianto; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.36498

Abstract

Teripang memiliki distribusi yang cukup luas di perairan Indonesia termasuk di Kepulauan Karimunjawa. Perubahan kondisi lingkungan dapat menyebabkan perubahan komposisi spesies dalam suatu ekosistem. Hal ini akan berdampak pada kelimpahan teripang di habitatnya. Teripang membutuhkan lingkungan yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui kelimpahan teripang pada ekosistem lamun dan hubungan antara faktor fisika kimia perairan terhadap jumlah indidivdu teripang di perairan Karimunjawa terutama pada Pulau Kemujan dan Pulau Sintok. Penelitian berlokasi di Perairan Pulau Kemujan dan Pulau Sintok. Penelitian ini menggunakan metode survey secara purposive sampling, transek kuadran dengan ukuran 50x50 cm2 diletakan pada garis transek sepanjang 100 meter dengan jarak antar transek yaitu 10 meter. Pengambilan data teripang dilakukan bersamaan dengan penghitungan data tegakan lamun. Parameter yang diamati adalah salinitas, suhu, DO, pH, kandungan bahan organik, dan jenis substrat. Hasil penelitian di Perairan Pulau Kemujan dan Sintok ditemukan jenis teripang Holothuria atra dan Synapta maculata. Kepadatan rata-rata pada Pulau Kemujan 0,13 individu/m2 dan pada Pulau Sintok 0,28 individu/m2. Berdasarkan hasil Analisis PCA diketahui bahwa kelimpahan teripang dipengaruhi oleh bahan organik. Nilai biplot axes F1 dan F2 sebesar 80,96%. Kelimpahan teripang berkorelasi positif terhadap bahan organik.
Pengaruh Perbedaan Suhu Pengeringan Terhadap Kualitas Kadar Air dan Kadar Abu Karagenan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Kristina Venza Panjaitan; Suryono Suryono; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.40257

Abstract

Kappaphycus alvarezii adalah jenis rumput laut dari divisi Rhodophyta penghasil kappa karaginan. Karaginan diperoleh dari metabolisme primer rumput laut K. alvarezii dan merupakan senyawa polisakarida yang mengandung sejumlah unit galaktosa. Karaginan adalah senyawa hidrokoloid yang memiliki senyawa polisakarida rantai panjang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kualitas kadar air dan kadar abu karaginan dari rumput laut K. alvarezii dengan perbedaan suhu pengeringan. Metode penelitian yang dipergunakan merupakan metode ekperimental laboratoris dan analisis data dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pengeringan rumput laut K. alvarezii dilakukan menggunakan oven dengan suhu 600 C dan 700 C serta pengeringan sinar matahari sebagai perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan kadar air karaginan yang diperoleh dari pengeringan dengan suhu 600 C yaitu 11,06% dan pengeringan dengan suhu 700 C yaitu 13,34%. Kadar abu yang diperoleh dari pengeringan dengan suhu 600 C yaitu 16,30% dan pengeringan dengan suhu 700 C yaitu 19%. Rendemen karaginan yang diperoleh dari perlakuan pengeringan dengan suhu 600 C yaitu 40,51% dan pengeringan dengan suhu 700 C yaitu 29,71%. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam (Anova) diketahui bahwa tidak ada pengaruh perbedaan suhu terhadap kualiatas kadar air dan kadar abu karaginan K. alvarezii. Kappaphycus alvarezii is a type of seaweed from the Rhodophyta division that produces kappa carrageenan. Carrageenan is obtained from the primary metabolism of K. alvarezii seaweed and is a polysaccharide compound containing a number of galactose units. Carrageenan is a hydrocolloid compound that has a long chain polysaccharide compound. The purpose of this study was to determine the quality of water content and ash content of carrageenan from K. alvarezii seaweed with different drying temperatures. The research method used is a laboratory experimental method and data analysis with a completely randomized design (CRD). The treatment of drying K. alvarezii seaweed was carried out using an oven with a temperature of 600 C and 700 C and sun drying as a control treatment. The results showed that the moisture content of carrageenan obtained from drying at 600 C was 11.06% and drying at 700 C was 13.34%. The ash content obtained from 600 C drying was 16.30% and 700 C drying was 19%. The yield of carrageenan obtained from drying treatment with a temperature of 600 C is 40.51% and drying with a temperature of 700 C is 29.71%. Based on the results of analysis of variance (Anova), it is known that there is no effect of temperature differences on the quality of water content and ash content of K. alvarezii carrageenan. 
Kajian Perubahan Luasan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 2013, 2016, 2021 Pesisir Tayu Fahmi Ari Zuhdi; Rudhi Pribadi; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.36163

Abstract

Kondisi mangrove saat ini semakin memburuk dan rusak akibat aktivitas manusia dan bencana alam, yang menyebabkan terjadinya perubahan luasan mangrove. Lahan mangrove banyak beralih fungsi untuk berbagai kepentingan. Penting untuk memantau kondisi mangrove secara berkala menggunakan teknik penginderaan jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan luasan mangrove yang terjadi di wilayah pesisir Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Materi penelitian yang digunakan adalah citra Landsat 7 dan Landsat 8. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei menggunakan klasifikasi multispektral dengan asumsi terjadi perubahan luasan hutan mangrove dari citra multitemporal yang telah dilakukan koreksi geometrik dan radiometrik. Citra satelit Landsat yang telah terdigitasi dioverlay satu sama lain, sehingga diketahui perubahan luasan mangrove periode tahun 2013-2021. Hasil analisis perubahan luasan mangrove di wilayah pesisir Desa Keboromo pada kurun waktu 8 tahun (2013-2021) bertambah 4,17 ha dengan laju perubahan 50,3% yang semula pada tahun 2013 seluas 4,12 ha, pada tahun 2021 bertambah menjadi 8,29 ha. Desa Sambiroto mengalami penambahan 5,14 ha dengan laju perubahan 52,72% yang semula pada tahun 2013 seluas 4,61 ha bertambah menjadi 9,75 ha. Desa Tunggulsari mengalami penambahan 8,04 ha dengan laju perubahan 85,9 % yang semula pada tahun 2013 seluas 1,32 ha menjadi 9,36 ha. Dapat disimpulkan ketiga desa tersebut mengalami penambahan luasan mangrove dikarenakan kegiatan rehabilitasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dan pemerintah Kabupaten Pati. Hasil analisis penelitian menunjukkan dari ketiga desa tersebut bahwa penambahan luasan mangrove terbesar yaitu Desa Tunggulsari.The current condition of mangroves is getting worse and damaged due to human activities and natural disasters, which causes changes in mangrove area. Mangrove area have changed functions for various purposes. It is important to regularly monitor the condition of mangroves using remote sensing. The purpose of this study was to determine changes in mangrove area that occurred in the coastal area of Tayu District, Pati Regency. The research material used is Landsat 7 and Landsat 8 imagery. This research method is survey method with a multispectral classification with the assumption that there was a change in the area of mangrove forests from multitemporal imagery that have been corrected geometrically and radiometrically. Landsat satellite imagery that have been digitized are overlayed with each other, so that changes in mangrove area are known for the period 2013-2021. The results of the analysis of changes in mangrove area in the coastal area of Keboromo Village over a period of 8 years (2013-2021) increased by 4.17 ha with a change rate of 50.3% which was in 2013 an area of 4.12 ha increased to 8.29 ha. Sambiroto Village experienced an increase of 5.14 ha with a rate of change of 52.72% which was 4.61 ha in 2013 and increased to 9,36 ha. Tunggulsari village experienced an increase of 8.04 ha with a change rate of 85.9% which was in 2013 covering an area of 1.32 ha to 9.36 ha. It can be concluded that the three villages experienced an increase in mangrove area due to rehabilitation activities carried out by groups and the Pati Regency government. The results of the research analysis from the three villages that the largest increased the mangrove area was Tunggulsari Village.
Keanekaragaman Jenis Mangrove Di Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang Shahwatul Majid; Nirwani Soenardjo; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.44115

Abstract

Ekosistem Mangrove merupakan suatu ekosistem yang berada di wilayah pesisir dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Kondisi ekosistem mangrove di Tapak mengalami penurunan keanekaragaman. Meningkatnya aktivitas manusia (antropogenik) dan peningkatan tekanan faktor kemis, fisis dan biologis dapat mempengaruhi kondisi keanekaragaman mangove. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman mangrove dan kualitas lingkungan serta hubungannya terhadap keanekaragaman mangrove pada ekosistem mangrove di Tapak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Penelitian dilaksanakan pada wilayah ekosistem mangrove di Tapak, Kelurahan Tugurejo pada Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 famili dengan total 7 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia marina, Sesivium portucalastrum dan Terminalia cattapa. Indeks keanekaragaman (H') mangrove berkisar antara 0,06 – 0,68 termasuk kategori rendah. Jenis mangrove yang menunjukkan mayoritas adalah Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Tipe substrat pada lokasi penelitian termasuk dalam kategori pasir berlumpur dan berlumpur. Kualitas lingkungan menunjukkan tidak memiliki pengaruh secara nyata terhadap keanekaragaman mangrove. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kondisi Keanekaragaman mangrove Tapak Kelurahan Tugurejo termasuk dalam kategori sedang hingga tertekan.
Karakteristik Bio-Fisik Pantai Sebagai Tempat Peneluran Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Di Pantai Kali Ratu Jogosimo Kebumen Dandi Setiawan; Nur Taufiq-SPJ; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.40131

Abstract

Populasi penyu lekang di alam mengalami penurunan diakibatkan oleh aktivitas manusia dan kerusakan alam. Keruskan alam mempengaruhi penyu dalam bereproduksi ataupun bertelur. Pantai yang dipilih sebagai lokasi peneluran harus memenuhi kriteria bio-fisik yang optimal, termasuk akses yang lancar dari laut, posisi sarang yang terletak di tempat yang relative lebih tinggi, adanya pasir pantai berukuran sedang, dan kemiringan pantai yang landai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang biofisik pantai tempat peneluran penyu di Kawasan Pantai Kali Ratu, Jogosimo, Kabupaten Kebumen. Karakteristik bio-fisik meliputi suhu pasir, struktur pasir, lebar pantai, kemiringan pantai, vegetasi pantai dan hewan predator. Karakteristik pantai dapat diperoleh melalui penerapan metode survei dan pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi langsung. Hasil penelitian karateristik bio-fisik Pantai Kali Ratu, meliputi: suhu pasir rata-rata 33,79oC dengan rata-rata pada pukul 07.00 sebesar 30,93oC; pukul 13.00 sebesar 35,14oC; dan pukul 19.00 sebesar 35,29oC. Presentase jenis pasir 97,59% dengan kategori pasir sedang (0.25-0.84 mm). Lebar slope pantai rata-rata 33,26 m dengan rata-rata pada pukul 07.00 sebesar 30,19 m; pukul 13.00 sebesar 42,46 m; dan pada pukul 19.00 sebesar 27,13 m; kemiringan pantai rata-rata 1,99o pada pukul 07.00 sebesar 1,73o; pukul 13.00 sebesar 2,91o; dan pukul 19.00 sebesar 1,33o. Vegetasi pantai yang ditemukan adalah: Eleusine indica, Ipomoea pas-caprae, Spinifex littoreus, Canavalia maritima, dan Cyperus maritima. Sementara hewan predator yang ditemukan burung camar, biawak, anjing, kepiting dan semut api. Sehingga dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pantai Kali Ratu memiliki karakteristik bio-fisik yang menguntungkan atau mendukung sebagai lokasi peneluran yang sesuai bagi penyu lekang.The olive ridley turtle population in nature has decreased due to human activities and natural damage. Natural damage affects turtles in reproduction or laying eggs. The beach chosen as a nesting site must meet optimal bio-physical criteria, including smooth access from the sea, relatively high nest positions, medium-sized beach sand, and a gentle beach slope. Therefore, this study aims to understand the biological and physical characteristics of sea turtle nesting beaches in the Kali Ratu Beach Area, Jogosimo, Kebumen Regency. Bio-physical characteristics, i.e., sand temperature, sand structure, beach width, beach slope, vegetation, and predatory animals. Coastal characteristics can be obtained by applying survey methods and the data were collected by direct observation. The results show that the bio-physical characteristics of Kali Ratu Beach i.e: an average sand temperature of 33.79oC with an average temperature at 07.00 is 30.93oC; at 13.00 is 35.14oC; and at 19.00 is 35.29oC. Percentage of sand structure is dominated by sand in the medium category (0.25-0.84 mm) with an average percentage of sand types of 97.59%. The average beach width is 33.26 m i.e. of 30.19 m at 07.00; 42.46 m at 13.00 at; and at 19.00 it was 27.13 m; meanwhile, the average beach slope is 1.99o i.e. of 1.73o at 07.00; 2.91o at 13.00; and at 19.00 was 1.33o. Coastal vegetation found are: Eleusine indica, Ipomoea pas-caprae, Spinifex littoreus, Canavalia maritimea, and Cyperus maritima. While, predatory animals found are: seagulls, monitor lizards, dogs, crabs and fire ants. Hence, the results showed that Kali Ratu Beach has favorable or supportive in bio-physical characteristics as a suitable nesting location for olive ridley turtles.
Jenis Substrat dan Tingkat Kerapatan Mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Baros Yogyakarta Zigtharinta Agiska Velati; Suryono Suryono; Ibnu Pratikto
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43088

Abstract

Kawasan Konservasi Mangrove Baros memiliki tingkat kerapatan dan jenis substrat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis substrat dan kerapatan serta adanya pengaruh antara keduanya. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat kerapatan dan jenis substrat dilakukan dengan pengamatan langsung. Penentuan lokasi stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan perbedaan tingkat kerapatan dari jarang, sedang hingga rapat. Stasiun I terletak di ujung barat dan berbatasan langsung dengan lautan Samudra Hindia memiliki kerapatan jarang, stasiun II berada di antara stasiun I dan stasiun III memiliki kerapatan rapat dan stasiun III yang terletak di ujung timur dan terpengaruh langsung oleh aliran Sungai Opak memiliki kerapatan sedang. Pengambilan sampel sedimen dilakukan menggunakan sekop dengan kedalaman 10-30 cm dari permukaan substrat lalu dilakukan analisis ukuran butir dengan metode pengayakan kering untuk mengetahui jenis substrat dan metode Loss on Ignition untuk mengetahui kandungan bahan organik. Stasiun I diketahui bersubstrat pasir, stasiun II lumpur berpasir dan stasiun III pasir berlumpur. Jenis substrat juga sangat berpengaruh pada kandungan bahan organik yang berperan penting untuk pertumbuhan mangrove, substrat dengan fraksi lumpur yang tinggi cenderung memiliki kandungan bahan organik yang juga tinggi. Substrat stasiun I yang didominasi oleh fraksi pasir memiliki kerapatan dan bahan organik paling rendah yaitu 733,33ind/ha dan 1,22%, sedangkan stasiun II didominasi fraksi lumpur memiliki kerapatan dan bahan organik tertinggi yaitu 2633,33ind/ha dan 8,54%. Fraksi sedimen pada substrat memiliki hubungan yang sangat kuat dan berpengaruh 97,5%-98% dengan kerapatan tingkat pohon.   The Baros Mangrove Conservation Area has different levels of density and substrate types. This research aims to determine the substrate types, density levels, and the influence between them. The method used to assess the density levels and substrate types is through direct observations. Station locations are determined using purposive sampling method considering varying density levels from sparse to dense. Station I is located at the western end directly bordering the Indian Ocean with sparse density, Station II is between Station I and Station III with dense density, and Station III at the eastern end directly influenced by the Opak River flow with moderate density. Sediment sampling is done using a shovel at a depth of 10-30 cm from the substrate surface, followed by grain size analysis using dry sieving method to determine substrate types and Loss on Ignition method to assess organic content. Station I is known to have sandy substrate, Station II has sandy mud, and Station III has muddy sand substrate. The substrate type significantly affects the organic content crucial for mangrove growth; substrates with high mud fraction tend to have high organic content. Station I, dominated by sandy fraction, has the lowest density and organic content at 733.33 ind/ha and 1.22%, respectively, while Station II dominated by mud fraction has the highest density and organic content at 2633.33 ind/ha and 8.54%. The sediment fraction in the substrate has a very strong relationship influencing 97.5%-98% of tree density levels.
Analisis Kesesuaian Wisata dan Daya Dukung sebagai Kawasan Ekowisata di Pantai Krakal, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul Audy Salsabila Firdausiah; Ria Azizah Tri Nuraini; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.46042

Abstract

Pantai Krakal terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Pantai ini terkenal akan keindahan alam, pasirnya yang putih dan pantainya yang memanjang. Untuk mengoptimalkan potensi kawasan wisata perlu dilakukan analisis mengenai indeks kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan untuk kategori berenang dan rekreasi pantai di Pantai Krakal. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survey. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Desember 2023 dan 1-2 Juni 2024. Analisis kelayakan fisik dilakukan dengan menghitung Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Krakal memiliki Indeks Kesesuaian Wisata sebesar 87% (Sangat Sesuai) untuk kategori rekreasi dan 75% (sesuai) untuk kategori berenang. Daya Dukung Kawasan untuk kategori rekreasi pantai 2.217 orang/hari dengan luas area 14.780m2 dan 380 orang/hari untuk kategori berenang dengan luas area 950m2. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Pantai Krakal memiliki potensi untuk destinasi wisata pantai.
Analisis Kadar TAN Terhadap Bobot Udang di Tambak Udang Mangrove Jembatan Api-Api, Kulonprogo Muhammad Faisal Anggoro; Bambang Yulianto; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.40094

Abstract

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vanamei) menjadi andalan dalam budidaya karena menjadi komoditas ekspor unggulan di Indonesia dan mancanegara. Udang vaname memiliki tingkat kelangsungan hidup di atas 90 %, tingkat pertumbuhan cepat dan waktu pemeliharaan yang lebih pendek dibandingkan komoditas lainnya. Salah satu tantangan dalam praktik budidaya yaitu terjadinya pencemaran amonia yang disebabkan oleh limbah pakan dan kotoran udang dimana dinilai berbahaya bagi udang yang dipelihara. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar ammonia terlarut terhadap bobot udang di tambak udang Mangrove Jembatan Api-Api, Kulonprogo. Materi yang digunakan dalam penelitian di tambak udang Mangrove Jembatan Api-Api, Kulonprogo adalah kadar amonia terlarut, bobot udang dan kualitas perairan lainnya. Kadar amonia terlarut, bobot udang dan kualitas perairan diperoleh melalu metode survei yang meliputi kegiatan observasi lapangan dan pengumpulan data primer dilakukan 2 kali sampling dimana sampling pertama selama 4 hari (DOC 165) dan sampling kedua selama 3 hari (DOC 53). Data kadar amonia diperoleh melalui uji spektofotometri (uji lab), sedangkan bobot udang diperoleh melalui timbangan digital.Hasil penelitian meliputi kadar amonia B4 0,0564 mg/L, B6 0,1127 mg/L, BT2 0,0583 mg/L dan BT3 0,0699 mg/L, bobot rata-rata udang B4 34,66 gr, B6 36,86 gr, BT2 4,36 gr dan BT3 3,78 gr. Berdasarkan hasil penelitian kadar amonia terlarut pada lokasi penelitian rata-rata berada di bawah baku mutu tambak dan hubungan antara kadar amonia terhadap berat udang di tambak udang Mangrove Jembatan Api-Api, Kulonprogo yang didapat tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap bobot udang karena terkontrol.
Analisis Tingkat Pencemaran Bahan Organik di Perairan Muara Sungai Luk Ulo Kabupaten Kebumen Reysma Shinta Prastiwi; Ria Azizah Tri Nuraini; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.46037

Abstract

Perairan Muara Sungai Luk Ulo, Kebumen merupakan aliran sungai yang berdekatan dengan pemukiman, budidaya tambak udang, dan lahan pertanian sehingga berpotensi meningkatkan kandungan bahan organik di perairan. Hal tersebut diduga dapat menyebabkan penurunan kualitas air muara Sungai Luk Ulo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran bahan organik berdasarkan parameter temperatur, pH, DO, TSS, BOD, COD, ammoniak, nitrat, dan fosfat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di perairan Sungai Luk Ulo, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel mempergunakan metode purposive sampling. Kualitas air yang diuji secara in situ meliputi temperatur, salinitas, pH, dan DO, sedangkan pengukuran ex situ meliputi TSS, BOD, COD, ammoniak, nitrat, dan fosfat yang dianalisis di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter, yaitu TSS, COD, dan fosfat telah melampaui baku mutu perairan. Hasil analisis Indeks Pencemaran (IP) diperoleh angka sebesar 10,64 (minggu I) dan 1,75 (minggu II). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perairan muara Sungai Luk Ulo telah mengalami pencemaran bahan organik pada taraf ringan - berat.Luk Ulo waters of estuary river, Kebumen is a stream of rivers that is close to settlements, cultivation of shrimp, and agricultural land so as to potentially increase the content of organic material in the waters. It is believed to cause a decrease in the water quality of the Luk Ulo River. The research aims to determine the level of pollution of organic materials based on temperature, pH, DO, TSS, BOD, COD, ammonia, nitrates, and phosphate parameters. The research was carried out in March 2024 in the waters of the Luk Ulo River, Kebumen Regency, Central of Java. The method used in this research was a survei method and purposive sampling technique. The quality of water tested in situ included temperature, salinity, pH, and DO, while ex situ measurements included TSS, BOD, COD, ammonia, nitrates, and phosphate analysed at the Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Yogyakarta.  The results show that some parameters, such as TSS, COD, and phosphate, have exceeded water quality standards. Pollution Index (IP) analysis resulted in 10.64 (week I) and 1.75 (week II). Based on the results of the research, it can be concluded that the waters of the Luk Ulo River have experienced pollution of organic material at the level of lightly polluted to heavily polluted.
Morfometri Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang Eva Aulia Risma; Nur Taufiq-Spj; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.43232

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) atau dikenal sebagai “green mussels” merupakan jenis kekerangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi. Pemeliharaan kerang hijau telah banyak dilakukan karena tingkat pertumbuhan kerang hijau relatif cepat dan ketersediaan benih dari alam sepanjang tahun. Pertumbuhan kerang hijau dapat diamati dengan melihat pertambahan ukuran cangkang kerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang cangkang dengan berat total dan indeks kondisi kerang hijau. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2023 dengan metode purposive sampling pada tiga stasiun berbeda. Parameter morfometri yang diamati meliputi panjang cangkang dan berat total sampel kerang hijau. Pengukuran panjang cangkang dilakukan menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm dan berat kerang diukur menggunakan neraca digital dengan ketelitian 0,1 gram. Parameter morfometri kerang hijau pada penelitian ini memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif, dimana nilai b<3 yang berarti pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Indeks kondisi di ketiga stasiun termasuk dalam kategori kurus yaitu <40. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kerang hijau antara lain, ketersediaan makanan, kondisi fisiologis dan lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, letak geografis, teknik sampling serta adanya proses pemijahan.
Co-Authors A'yun, Ana Qurrota A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Latif Mahakar Abdul Qodir Abdul Qodir Achmad Widodo Addion Nizori Adi Priyo Wicaksono, Adi Priyo Adi Santosa Adi Santoso Adi Wahyu Romariardi Adi Wisaksono Afriani Afriani Agung Nugroho Setiawan Agung Wibowo Agus Indarjo Agus Pahrudin Agus Suyanto Agus Syafrudin Agusalim, Imam Dui Ahmad Firyal Adila Ahmad Rayyis Ahmad Syaify, Ahmad Ain, Rahmayani Kurnia Ainun Jariyah Aisyi, Nur Rahaddatul Aji, Achmad Fahrul Aldo Rizqi Arinianzah Algopeng, Zozi Ali Djunaedi Ali Ridlo Ambariyanto Ambariyanto Ambariyanto Ambariyanto Amda, Ahmad Dibul Amien, Muhammad I. Amien, Muhammad Irsyad Aminuddin Rizal, Aminuddin Anang Budikarso, Anang Andika Bagus Setiawan, Andika Bagus Andri Wahyu Septo Putra Anggi Rahmadani Kusumaningtyas Anggoro, Muhammad Faisal Anifatur Nurjannah, Anifatur Annisa Marhaeny Antonius Budi Susanto Arbiyanti, Yossi Norma Arbiyanti, Yossi Norma Ardiati Widya Wandira Ari Anshori, Ari Arihanda, Dea Davita Putri Arik Sofan Tohir Aris Dwi Cahyono, Aris Dwi Aris Prasetyo Aris Puji Widodo Aris Wijayanti Arlina Hidayati, Arlina Arman Jaya Artha Rochmanto, Raditya Aryaningrum, Ida Asfan Muqtadir Asmudrono, Rani Karenina Asy'arie, Musa Audy Salsabila Firdausiah Azham Purwandhono Aziz, Ayu Munawaroh Baidi Baliyan I, Baliyan Bambang Irawan Bambang Yulianto Bayu Aji Pratama Bayu Kreshna Adhitya Sumarto Bayu Surarso Budi Setiawan Candra Dewi, Riskha Dora Candra Dewi, Yulia Cantik Sitta Devayani Choirul Anam AM Diponegoro Chrisna Adhi Suryono Dacing, Fitria Azis Dadi Dadi Danastri, Arifia Anindita Dandi Setiawan Dea Davita Putri Arihanda Delianis Pringgenis Denny Nugroho Sugianto Destalino Destalino Dhidik Prastiyanto Diah Permata Wijayanti Diah Permata, Wijayanti Diana Layla Dimas Putra Anugrah, Dimas Putra Djoko Widodo Dodik S. Wicaksono Dwi Puji Adiana, Dwi Puji Dyah Wijaya Edi Fahrur Rozy Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edy Suharto Eko Supraptono Emi Agustina, Emi Endah Setiyaningrum Endang Sri Susilo Endang Supriyantini Endro Wahjono, Endro Eny Supryhatun Erni Setyowati Ervia Yudiati Eva Aulia Risma EVI MAYA SARI Fahmi Ari Zuhdi Fahrul Aji, Achmad Fanny Adinda Putri Farid Dwi Murdianto Farohi, Ima fatimah Fatimah Ferdiansyah, Hendra Irawan Ferdiansyah, Indra Fitro, Achmad Frida Fallo Frijona Fabiola Lokollo Gatot Murti Wibowo, Gatot Murti Gatot Yulianto Gentur Handoyo Gigih Budhiawan Gunawan Widi Santosa Gurning, Lestari Febriant Pitaloka Guspianto Guspianto Habibi, Muhammad Nizar Hadi Endrawati Hadiyati, Titi Haerudin Haerudin Handoko, Adelia Handung, Nuryadi Harindra W Pradhana, Harindra W Harindra Wisnu Pradhana Hartanto, Rico Sigit Haryati Haryati Hendra Irawan Ferdiansyah Heri Sugito Hibatullah, Muhammad Naufal Hidayah, Yayuk Hidayat, Muhammad RF. Hidayat, Muhammad Rijal Fahrudin Hidayati, Ratna Humairoh Ratu Ayu I Ketut Suada Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ibnu, Pratikto Ica Admirani, Ica Ikbal Syukroni Ikhsan, Wahyu Ilham Ilham Indhana Sudiharto Indraswari, Tutri Indrawan, Wisnu Innida, Lutfia Lu'lu' Irianto Irianto Irwani Irwani Islam, Anastasya Devi Septanovia Isnaini Istiqomah, Titis Iswanti, Iswanti Ita Riniatsih Ivan Nurizal Sakti Izah, Luluk Lailatul Jatmiko Endro Suseno Jauhar Firdaus Jauhari Syamsiyah Jaya Putra Jahidin Jeffri Ardiyanto Joko Winarno Juniyanto, Dimas Justin Cullen Kartika Sari Dewi Kartika, Vinda Setya Karyadi Karyadi Kathan Joy Abelino Kesawa Sudarsih Kharis, Muhamad Koderi Kristina Venza Panjaitan Kurniawan, Riko Kusworo Adi Kwartarini Murdiastuti La Nina Gunaswara Samudera Lahengko, Diana S. Laili, Zuhrotul Laksmi Indreswari Lestari Febriant Pitaloka Gurning Lestiyadi, Ayu Puspa Limaran, Ken Lismaya, Elin Lucky Pradigta Setiya Raharja Luki Septya Mahendra luluk, luluk susiloningtyas M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Mahakar, Abdul Latif Mahda Veronika Mana Sikana, Arina Marhaeny, Annisa Maria Ulfa Ramadhanty Melo, Gabriella Imanuella Melyana Nurul Widyawati Mengko, Allfia Esterlita Menur Wahyu Pangestika, Menur Wahyu Meti Fatimah Mita Eka Septiani Mochammad Denny Surindra Mochammad Syahki Yusup Mohamad Nadhif, Mohamad Muh. Yusuf Muhamad Ravian Wiraputra Muhamad Rizky Mauludin Muhamat Rajab, Nur Echsan Muhammad Adhim Widiyo Putera Muhammad Anwar Muhammad Arif Prasetyo Muhammad Arsyad Suyuti Muhammad Aviv Arsya Irnantyanto Muhammad Faisal Anggoro Muhammad Nur Arkham Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Zainuri Mukh Nursikin, Mukh Munandar, Septian Aris Munasik Munasik Mustafid Mustafid Muthoifin Naesilla, Naesilla Nanang Sulaksono Nasronudin Nasronudin Nasrul Nasrul Naswir, Muhammad Netty Nurdiyani, Netty Ngatmin Niharul Annas Nirwani Soenardjo Noferdiman Noferdiman Nourobby Aulada, Nourobby Novie Ayub Windarko Nugraha, Syechu Dwitya Nur Taufiq Nur Taufiq SPJ Nur Taufiq-Spj Nur Taufiq-SPJ Nuruwildani, Nuruwildani Oky Dwi Nurhayati Oky Yuripa Pradana Oky Yuripa Pradana Olfa Mega P, M. Cahyo Ardi P. H, Aditya Pakradiga, Ahlan Panjaitan, Kristina Venza Paryanti Paryanti, Paryanti Permadi, Bambang Pipiet Wulandari Pradhika, Vicky Dimas Pramesti, Aprilia Dian Prayogi Prayogi Primaswatantri Permata Pritama, Muhammad Fauzi Adityawan Pujianto, Pangestu Eko Purwatmoko, Hariadi Putera, Muhammad Adhim Widiyo Putri Permatasari, Putri Putri, Fanny Adinda Putri, Ni Putu Purba Nava Vidyadhari Rachma Prilian Eviningsih, Rachma Prilian Rachmat Gernowo Raden Ario Raden Ario Raden Mohamad Herdian Bhakti Radini Sinta, Radini Ragil Saputra Rahmat Gernowo Rakhmat Syaefullah Rakhmawati, Renny Rama, Bayu Ramadhan, Hazbina F. Ramadhan, Hazbina Fauqi Ramadhanty, Maria Ulfa Ratna Dwi Meilani, Ratna Dwi Ratna Kurniawati Rayyis, Ahmad Retno Handayani Retno Hartati Retno Kusumaningrum Reysma Shinta Prastiwi Reza Achmad Fauzi Ria Amitasari Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rieneke L Sela, Rieneke L Rinda Nurul Karimah, Rinda Nurul Rini Pramesti Rizky Erdana Rochmanto, Raditya Artha Rohmawati Bareta, Ainun Rotua Malau Rudhi Pri, Rudhi Rudhi Pribadi Rusdi, Muh Rusli, Muhammad Rizani Sabirin, Ego Safira Aisha Putri Salsabila, Sahda Samsudin PJ, Nur Taufiq Samudera, La Nina Gunaswara Sangkertadi Sangkertadi Sapja Anantanyu, Sapja Saputra, Antonius D. Saputra, Antonius Dwi Sari, Shela Puspita Sarwati, Dhea Erika Satriyo Adhy Septian Aris Munandar Septiani, Mita Eka Setia, Bagus Setya Kartika, Vinda Setyaningsih, Erni SETYANINGSIH, NANIK Setyawati, Rohmah Cahya Eka Shahwatul Majid Shaimah, Atik Sheilla Rachmania, Sheilla Sihono Sihono Silvia Mawarti Perdana Siti Patimah Sofiana, Kristianingrum Dian Sonny Tilaar Sri Astuti Sri Huning Anwariningsih Sri Kusumastuti, Sri Sri Pramestri Lastianny, Sri Pramestri SRI RAHAYU Sri Redjeki Sri Sedjati Sri Sukamta Stephen, Joel Su'indayah, Siti Subagiyo Subagiyo Subiakto, Achmad Yusuf Sudadi Sudadi Sugeng Purbawanto Sugeng Widada Suharyanto, Hendik Eko Hadi Sulistyo Warjono, Sulistyo Sumardi . Sumariyah Sumariyah Sumarno . Sumartini Sumartini Sunaryo Sunaryo Sundjoto, Sundjoto Supandi Supriyanto Supriyanto Supriyati . Suratno Suratno Susiloningtyas, Luluk Sutama Sutarto Sutarto Sutedjo Sutedjo Suwarto Suwarto Syafrimen Syafril syahid Syahid, syahid Syahrial V. Canavaro Syahrial Varrel Canavaro Syahrial Varrel Canavaro Syamsul Ma’arif, Rizal Tatyantoro Andrasto Tiara Anggita Tiara Anggita Tiara Anggita Tohari, Achmad I. Tohari, Achmad Ilham Toifah, Umi Tri Saputra, Tri Tri Siwi Nugrahani Triana, Harry Tumingan Tumingan, Tumingan Utama, Riawati Utomo, Jonny Valentino, Nico Veronica A Kumurur, Veronica A Vicky Dimas Pradhika Vincensius Gunawan S.K. Wahyu Febrianto Wahyu Setia Budi Wahyu Sulistiyo Wandira, Ardiati Widya Wibowo Edi Widianingsih Widianingsih Widihastuti, Rahma Ari Widiyanto Widiyanto Widiyanto Widodo, Nabila Azzahro Widyatmani Sih Dewi Wijaya, Dyah Wijayanti, Puspaneka Wilis Ari Setyati Winda Sari Wiraputra, Muhamad Ravian Wirsuyana, Gede Patrianaya Margayasa Yofi, Yofi Yovita Noor Hidayah Yumarni, Ani Yuningtyastuti, Gita Surya Yuningtyastuti, Gita Surya Zaenab, Zahrina Isnandia Zaenal Arifin Zeho , Fannidya Hamdani Zeho, Fannidya Hamdani Zigtharinta Agiska Velati