Articles
Mythomania dalam Novel Rayap Kayu Cendhana Karya Tulus Setiyadi
Zaqiyyah Fatmah Ashari;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.18 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v17n2.p459-482
Abstrak Mythomania merupakan salah satu problem kepribadian yang dialami oleh individu yang gemar melakukan kebohongan. Seseorang mengalami mythomania akan memaparkan penjelasan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan mempunyai maksud untuk membohongi orang lain dengan tujuan agar bisa melindungi diri. Tujuan dari hasil penelitian ini adalah (1) untuk memahami mythomania, (2) untuk memahami penyebab tokoh mengalami mythomania, dan (3) untuk memahami cara tokoh menghadapi mythomania. Hasil penelitian ini ditemukan wujud mythomania yaitu dusta, rekayasa, fitnah, dan ingkar janji. Hasil kedua ditemukan penyebab mythomania yaitu, untuk menunjukkan kelebihan dan kemampuan diri serta untuk menghindari masalah. Dan hasil penelitian ketiga adalah cara menghadapi mythomania yaitu represi, proyeksi, rasionalisasi, reaksi formasi, dan fantasi. Teori yang digunakakan dalam penelitian ini adalah psikologi sastra oleh Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena dapat memberikan gambaran mythomania secara jelas dan menggunakan analisis data secara deskripsi. Sumber data dari penelitian ini adalah novel Rayap Kayu Cendhana karya Tulus Setiyadi. Kata kunci : Mythomania, Dusta, Rekayasa, Mekanisme Pertahanan Ego
Citra Wanita dalam Novel Alun Samudra Rasa Karya Ardini Pangastuti BN dan Novel Lalita Karya Ayu Utami (Kajian Sastra Bandingan)
Khuzaimatul Islamiyah;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.429 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v17n2.p565-586
Novel Alun Samudra Rasa karya Ardini Pangastuti Bn dan novel Lalita karya Ayu Utami keduanya memiliki kesamaan tentang penceritaan citra wanita. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk memahami citra wanita, (2) mengetahui dampak yang terjadi terhadap wanita akibat citranya, dan (3) mengetahui upaya yang dilakukan oleh tokoh wanita dalam menghadapi dampak yang diterimanya akibat citra wanita. Hasil penelitian ditemukan bahwa citra wanita terdiri atas tiga yaitu, citra fisik, citra psikis, dan citra sosial. Citra terhadap wanita mengakibatkan berbagai dampak seperti terjadinya diskriminasi terhadap wanita, tindakan kekerasan dalam rumah tangga, dan pemerkosaan. Upaya yang dilakukan oleh para wanita yang mendapatkan tindakan tersebut adalah berubah dan lahir menjadi jiwa baru, menjadi sosok yang berani, dan tidak bergantung kepada pria saja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sastra bandingan afinitas dari Suripan Sadi Hutomo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yaitu novel ASR yang menggunakan Bahasa Jawa dan novel Lalita yang menggunakan Bahasa Indonesia. Kata kunci: citra wanita, diskriminasi wanita, kekerasan dalam rumah tangga, sastra bandingan
Inferioritas Tokoh dalam Novel Pulung Gantung Tali Pati Karya Iman Budhi Santosa (Kajian Psikologi Sastra)
Adinnia Yuriswandha;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.102 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v17n2.p632-649
Inferioritas merupakan keadaan dimana seseorang merasa dirinya lebih rendah dibandingkan orang lain sehingga mereka tidak berdaya dan tidak memiliki minat sosial yang rendah sebagai wujud konsep diri mereka yang rendah. Seseorang yang memiliki inferioritas tinggi seringkali melakukan percobaan bunuh diri. Penulis meneliti kepribadian pada tokoh-tokoh yang mengalami inferioritas dalam novel Pulung Gantung Tali Pati karya Iman Budhi Santosa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan wujud inferiroritas tokoh, (2) menjelaskan penyebab inferioritas tokoh, dan (3) Menjelaskan penyelesaian masalah yang dialami tokoh inferior. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan bentuk pendekatan psikologi sastra yang bertujuan memahami makna yang berpusat pada psikologis tokoh. Sumber data penelitian ini adalah novel Pulung Gantung Tali Pati dengan data berupa dialog antar tokoh, klausa, kalimat, serta tingkah laku para tokoh yang memiliki konsep diri berupa rendah diri. Hasil penelitian menunjukkan wujud inferioritas yaitu isolasi sosial, rasa murung, dan overreaction. Selanjutnya, penyebab inferioritas yang ditemukan yaitu menjadi single parent, keterbelakangan mental, dan keadaan yang tidak diharapkan. Hasil terakhir pada penelitian ini adalah cara mengkompensasi rasa inferior yaitu dengan bunuh diri dan rasa superiror. Kata Kunci : Rendah diri, Konsep diri negatif, bunuh diri
Mimikri dalam Novel-Novel Karya Suparto Brata
Sikma Ayunur Cholivah;
Sikma Ayunur Cholivah;
Darni darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.179 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v17n3.p962-985
Abstrak Novel Jemini dan Kadurakan ing Kidul Dringu merupakan karya sastra yang diciptakan oleh Suparto Brata yang menggambarkan tentang berbagai wujud upaya mimikri yang dilakukan oleh para pribumi. Wujud upaya mimikri tersebut memiliki hubungan dengan praktek kolonialisme yang terjadi saat jaman penjajahan di Negara Republik Indonesia. Untuk mengulik lebih dalam mengenai upaya mimikri yang dilakukan oleh para pribumi maka di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan postkolonialisme. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan wujud upaya mimikri dalam penggunaan bahasa, gaya hidup, dan cara berpikir. Tata cara dalam mengumpulkan data yakni menggunakan teknik kepustakaan, teknik baca, dan teknik mencatat. Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan hasil dari penelitian ini adalah (1) Mimikri dalam penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Indonesia, (2) Mimikri dalam gaya hidup, dan (3) Mimikri dalam cara berpikir. Kata kunci : mimikri, postkolonialisme, penjajah, dan pribumi.
Maskulitas dalam Trilogi Roman Kelangan Satang Karya Suparto Brata (Kajian Hegemoni Maskulinitas)
Lita Mei Ulandari;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.89 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v17n3.p1069-1085
Tulisan ini bertujuan untuk mesdiskribsikan kemaskulinitasan pria yang berhubungan dengan budaya dengan objek penelitian novel Kelangan Satang. Tujuan tersebut akan dicapai dengan menggunakan teori hegemoni maskulinitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber data penelitian berupa novel yang berjudul Kelangan Satang karya Suparto Brata seri Wiradi. Data penelitian berupa dialog tokoh, kalimat, paragraph, wacana, dan tingkah laku tokoh yang berhubungan dengan maskulinitas. Pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka dengan analisis data dilakukan dengan teknik deskribtif-kualitatif. Hasil penelitian dibagi menjadi tiga bagian, yang pertama yaitu pria sebagai penguasa pria mampu menjadi pemimpin dan menjadi pengambil keputusan, kedua pria bertanggung jawab yaitu pria yang berkerja menafkahi lahir batin istrinya, ketiga berpendidikan untuk memperoleh drajad dan pangkat. Kata Kunci:, Pria, Maskulinitas, Budaya
Perilaku Gosip Sebagai Respon Interaksi Sosial Dalam Film Pendek “Tilik”
Suci Diah Ningrum;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (645.167 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v17n4.p1331-1350
Abstrak Perilaku gosip merupakan salah satu bentuk interaksi sosial di masyarakat terutama perempuan di daerah pedesaan. Hal ini membuktikan bahwa pola interaksi masyarakat di pedesaan lebih erat dibandingkan dengan perkotaan. Perilaku gosip yang dilakukan oleh beberapa kelompok menunjukkan beberapa proses. Proses yang dialami oleh penggosip dapat dikaji menggungakan Teori Belajar Sosial Albert Bandura atau yang lebih dikenal dengan Social Learning Theory . Dengan menggunakan teori ini, semua perilaku menggosip yang dilakukan oleh tokoh ibu-ibu dalam film pendek Tilikditinjau berdasarkan bagaimana tokoh-tokoh, mengingat perilaku, mengulang informasi serta mendapat motivasi atas gosip yang dilakukan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dalam menggosip, seseorang atau kelompok yang menggosip melampaui serangkain proses yang sama dengan seorang pengamat pada proses pembelajaran. Orang yang menggosip perlu memperhatikan objek gosipnya, mengingat informasi objek gosipnya, mengulang informasi yang didapatnya, serta mendapat motivasi atas perilaku gosip yang mencari. Kata kunci: Gosip, Interaksi Sosial, Film Pendek “Tilik”, Teori Belajar Albert Bandura
Wanita Pejuang dalam Novel Dredah Nggendhong Berkah Karya Tulus Setiyadi
Dinda Ayu Hernawati;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.097 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v17n4.p1741-1760
Abstrak Novel Dredah Nggendhong Berkah karya dari Tulus Setiyadi adalah salah satu novel yang di dalamnya menceritakan tentang perjuangan tokoh wanita. Sesuai dengan judul dari penelitian ini yakni Wanita Pejuang dalam novel Dredah Nggendhong Berkah karya Tulus Setiyadi memiliki tujuan penelitian diantaranya adalah : (1) Mendeskripsikan perjuangan tokoh wanita dalam novel Dredah Nggendhong Berkah dengan berbagai upaya menghadapai pelecehan seksual, (2) Memberikan gambaran mengenai upaya tokoh wanita melalui penegasan untuk menolak adanya pernikahan secara paksa, dan (3) Menjelaskan wujud kemandirian tokoh wanita yang ada dalam novel Dredah Nggendhong Berkah. Penggunaan teori pada penelitian ini yakni teori feminisme, lebih tepatnya adalah kajian dari feminisme liberal. Sedangkan pemilihan metode penelitiannya yakni metode kualitatif. Sumber data penelitian tentunya berasal dari novel Dredah Nggendhong Berkah, dan datanya berupa kumpulan kata, kalimat, ataupun frasa-frasa yang ada dalam novel. Data-data yang ada kemudian dijabarkan menggunakan teknik kualitatif naratif. Hasil penelitian yang ada mencakup beberapa bahasan diantaranya adalah (1) Melawan adanya pelecehan seksual secara tegas, (2) Menentang adanya pencabulan, (3) Menghindari kekerasan seksual, (4) Menolak ancaman dan siksaan lahir batin, (5) Mempertahankan citra wanita, (6) Kukuh dalam pendirian, (7) Kuat dalam menghadapai cobaan rumah tangga. Kata Kunci : Wanita, Perjuangan, Kemandirian
Tindakan Kekerasan dalam Roman Jemini karya Suparto Brata
Fita Dwi Anjarwati;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.304 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n1.p78-97
ABSTRAK Roman Jemini karya Suparto Brata merupakan salah satu roman fenomenal karena mengangkat permasalahan yang terjadi di zaman Kolonial. Salah satunya menceritakan tindakan kekerasan terhadap wanita sebagai tokoh sentral. Tindakan kekerasan terhadap wanita terbagi menjadi tiga, yaitu (1) tindakan kekerasan secara fisik; (2) tindakan kekerasan secara psikologis; dan (3) tindakan kekerasan secara seksual. Pokok permasalahan dalam artikel ini dikaji dengan menggunakan teori sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam roman Jemini mengandung tiga tindakan kekerasan terhadap wanita, yaitu (1) tindakan kekerasan secara fisik berupa menjambak, mendorong, dan menyeret; (2) tindakan kekerasan secara psikologis berupa ancaman, menghina, merendahkan harga diri, dan mengisolir wanita; juga (3) tindakan kekerasan secara seksual berupa menjadikan gundik, dan pemaksaan menikah. Kata kunci: tindakan kekerasan fisik, tindakan kekerasan psikologis, tindakan kekerasan seksual.
Resiliensi dalam Novel Ngrangsang Lintange Luku Karya Narko "Sodrun" Budiman dan Novel Menjadi Manusia Dewasa Karya Anggita Rahmadini (Kajian Sastra Bandingan)
Meinita Istantiani;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (589.512 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n1.p58-77
Novel Ngrangsang Lintange Luku karya Narko “Sodrun” Budiman dan novel Menjadi Manusia Dewasa karya Anggita Rahmadini memiliki kemiripan dari segi tema yaitu tentang resiliensi. Kedua novel ini memiliki perbedaan dari sudut pandang budaya, yaitu budaya Jawa dan Sunda. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut, kedua novel ini cocok untuk dibandingkan. Permasalahan yang dibahas dalam artikel terbagi menjadi dua yaitu (1) bagaimana bentuk resiliensi yang dilakukan oleh tokoh utama dan (2) bagaimana sikap masyarakat terhadap resilien. Teori yang digunakan adalah teori afinitas. Hasil bandingan antara novel Ngrangsang Lintange Luku dan Menjadi Manusia Dewasa yakni terdapat tiga sikap resilien yang dimiliki oleh tokoh utama yaitu rasa optimis, mengatur emosi, serta efikasi diri. Resiliensi tersebut memunculkan tanggapan dari masyarakat di sekitarnya. Bentuk tanggapan tersebut berupa dukungan maupun penghinaan. Masyarakat yang mendukung akan memberikan pertolongan dan wejangan kepada resilien, sedangkan masyarakat yang menghina cenderung meremehkan resilien. Perbedaan dari bandingan ini adalah novel Ngrangsang Lintange Luku menganut budaya Jawa, seperti petungan manten dan menggelar kesenian Jawa di acara pernikahan. Sedangkan novel Menjadi Manusia Dewasa menganut budaya Sunda, ditunjukkan dari cara menghormati wanita dengan menambah panggilan “Neng” dan mengutamakan tata krama saat bertemu orang lain. Kata kunci: resilien, bangkit, sastra bandingan
Pelecehan Terhadap Wanita Dalam Novel Langit Mendhung Sajroning Pangangen Karya Tulus Setiyadi (Kajian Feminisme)
Anggy Helen Anggy Tania;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.199 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n1.p180-194
Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, banyak sekali tindak kejahatan yang dapat kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Paling banyak wanita yang mengalami tindak kejahatan adalah wanita. Wanita banyak mendapatkan tindak kejahatan salah satunya adalah pelecehan terhadap wanita. Pelecehan yang dilakukkan oleh kaum pria. Pelecehan sendiri terbagi menjadi pelecehan verbal dan pelecehan fisik. Maka berdasarkan keterangan tersebut penelitian ini mempunyai dua rumusan masalah yaitu wujud pelecehan dan sikap tokoh wanita dalam menghadapi pelecehan pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai wujud pelecehan verbal, fiisk, dan sikap tokoh wanita dalam menghadapi pelecehan terhadap wanita dalam novel Langit Mendhung Sajroning Pangangen karya Tulus Setiyadi.Novel ini akan dikupas menggunakan kajian feminisme. Data yang akan digunakan menunjukkan wujdu dari plecehan, yaitu (1) verbal yang berhubungan dengan tindakan yang tidak melibatkan kontak fisik, (2) fisik yang melibatkan adanya adanya kontak fisik, dan (3) sikap tokoh wanita dalam menapatkan hak pembelaan dan perlindungan sebagai korban. Kata Kunci: Pelecehan marang wanita, verbal, fisik, sikap, feminisme.