Penelitian ini menganalisis kemampuan fonologi siswa kelas III SD 2 Panjang, Kudus, dalam pembacaan dongeng, dengan fokus pada artikulasi, intonasi, kefasihan, kecepatan membaca, dan kesalahan fonologis. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik dokumentasi dan observasi terhadap tujuh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi kesulitan dalam intonasi yang monoton, artikulasi yang tidak tepat, serta kesalahan fonologis seperti substitusi, elisi, dan adisi fonem. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang terfokus pada latihan membaca intensif dan pelatihan artikulasi untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa.