Claim Missing Document
Check
Articles

PEMERIKSAAN PENUNJANG UNTUK PENEGAKAN DIAGNOSIS DAN EVALUASI PENGOBATAN EMPIEMA PARU Mustofa, Syazili
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp142-148

Abstract

Empiema paru merupakan komplikasi yang disebabkan oleh infeksi pleura yang ditandai oleh akumulasi pus akibat proses inflamasi dan respon imun kompleks. Dalam praktik klinis, pemeriksaan biomarker memiliki peran penting dalam membantu diagnosis dini, menentukan tingkat keparahan, serta memantau respons terapi pasien. Biomarker klasik seperti C-reactive protein (CRP), procalcitonin (PCT), dan lactate dehydrogenase (LDH) memiliki nilai diagnostik tinggi dalam membedakan efusi parapneumonik sederhana dan kompleks. Parameter cairan pleura seperti kadar glukosa rendah dan pH <7,2 menandakan aktivitas infeksi aktif yang memerlukan intervensi. Selain itu, biomarker modern seperti presepsin (sCD14-subtype) menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap infeksi bakteri pleura, sedangkan pentraxin-3 (PTX-3), calprotectin, dan neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL) menggambarkan aktivitas inflamasi dan kerusakan jaringan pada tingkat lokal. Sitokin proinflamasi seperti interleukin-6 (IL-6), interleukin-8 (IL-8), tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), serta enzim matrix metalloproteinase (MMP) turut berperan dalam meningkatkan permeabilitas pleura dan pembentukan pus. Kombinasi antara analisis biomarker sistemik dan lokal dengan temuan klinis dan radiologis meningkatkan akurasi diagnosis, membantu pemilihan terapi yang tepat, serta memberikan penilaian prognosis yang lebih baik. Dengan demikian, pendekatan multimarker yang melibatkan CRP, PCT, presepsin, PTX-3, calprotectin, NGAL, dan mediator inflamasi lain dapat mendukung tata laksana Empiema paru secara lebih individual, komprehensif, dan berbasis bukti ilmiah
Bronkiektasis Pasca TB Paru dengan Infeksi Mikosis Paru Syazili Mustofa; Amanda Febby Febrina; Giska Tri Putri; Soraya Rahmanisa; Rizqun Nisa Afriyanti; Amanda Febby
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.976

Abstract

Pendahuluan: Bronkiektasis adalah pelebaran permanen saluran bronkial akibat peradangan kronis dan infeksi saluran napas yang berulang. Salah satu penyebab utama bronkiektasis adalah tuberkulosis paru, yang dapat menyebabkan pembentukan sekuel, dan infeksi. Mikosis paru juga berperan dalam patogenesis dan eksaserbasi bronkiektasis. Jamur seperti Candida albicans dan Aspergillus spp., yang memiliki potensi patogenik tinggi, sering ditemukan pada pasien bronkiektasis, terutama karena gangguan pembersihan mukosilier dan kemampuan jamur untuk menghindari pertahanan imun inang. Laporan kasus ini mengkaji patofisiologi, diagnosis, dan penatalaksanaan bronkiektasis terinfeksi pasca-TB dengan infeksi mikosis paru. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 51 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan batuk hilang timbul yang memberat dalam tiga hari terakhir, disertai penurunan berat badan dan nafsu makan. Riwayat menunjukkan TB Paru terkonfirmasi tahun 2024 dengan pengobatan OAT selama enam bulan. Pemeriksaan di RS Abdoel Moeloek menunjukkan bronkiektasis pasca-TB dengan infeksi jamur paru. Diskusi: Kerusakan paru pasca-TB memicu gangguan mukosilier yang mendukung kolonisasi jamur oportunistik. Hasil kultur menunjukkan infeksi Candida glabrata dan Acinetobacter baumannii. Terapi kombinasi antibiotik, antijamur, dan antiinflamasi memberikan respons klinis baik. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini infeksi jamur pada bronkiektasis pasca TB untuk mencegah perburukan. Simpulan: Bronkiektasis pasca-TB meningkatkan risiko infeksi mikosis paru. Diagnosis cepat dan terapi tepat dapat memperbaiki kondisi klinis serta mencegah komplikasi lanjut  
Hubungan Platelet–Lymphocyte Ratio dengan Luas Lesi Paru pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Abdul Moloek tahun 2023-2024 Ramadhian, Muhammad Ricky; Amertavia, Sindika; Fitri, Ayu Tiara; Mustofa, Syazili
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1021

Abstract

Background:. Pulmonary tuberculosis remains a major health problem and requires a simple marker to assess disease severity. The platelet-lymphocyte ratio (PLR) has been widely studied as an indicator of inflammation, but its relationship with lung lesion extent remains inconsistent. This study aimed to assess the relationship between PLR and lung lesion extent in pulmonary tuberculosis patients at Abdul Moloek Regional Hospital. Methods: This study used a cross-sectional design with a total sampling technique. A total of 52 patients who met the inclusion and exclusion criteria were analyzed. PLR data were obtained from complete blood counts, and lesion extent was assessed using chest radiography. Spearman correlation analysis was used to test the relationship between the two variables. Results: The distribution of lesion extent showed the largest proportion in the extent category. PLR values ??varied significantly between subjects. The Spearman test showed a correlation coefficient of 0.084 with a p-value of 0.553, indicating no significant relationship between PLR and lung lesion extent. Conclusion: This study concluded that PLR is not associated with lung lesion extent in pulmonary tuberculosis patients. PLR cannot be used as a radiological marker to assess the severity of lung damage, so additional parameters or a multimodal approach are needed in clinical evaluation
Laporan Kasus: Penatalaksanaan Asma Berat Pada Pasien Dengan Pneumonia Dan Diabetes Mellitus Mustofa, Syazili; Dewi, Meidiana Kartika; Putri, Giska Tri; Kurniawaty, Evi; Sirait, Felicya Rosari Hasianna; Soemarwoto, Retno Ariza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21076

Abstract

Asma adalah penyakit saluran napas yang bersifat heterogen dan kronis. Asma sering kali disertai dengan berbagai penyakit penyerta yang dapat memengaruhi intensitas klinis dan tingkat keparahan asma. Di sini kami menyajikan laporan kasus seorang pasien yang didiagnosis dengan asma berat, infeksi kronis, dan penyakit degeneratif. Seorang wanita berusia 69 tahun dengan asma berat yang tidak terkontrol menderita mengi dan sesak napas yang terus-menerus. Pasien didiagnosis menderita asma 12 tahun sebelumnya. Sesak napas dipengaruhi oleh cuaca dingin, aktivitas berat, dan disertai suara mengi. Keluhan lainnya termasuk demam dan batuk. Asmanya tidak terkontrol meskipun menggunakan budesonide 160 µg + formoterol 4,5 µg dua kali sehari. Pasien juga memiliki hipertensi dan diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pemeriksaan spirometri menunjukkan pola obstruktif dengan obstruksi jalan napas yang reversibel setelah pemberian bronkodilator. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan jumlah sel darah putih, gula darah tinggi, HbA1c 10,1%, dan ditemukan hifa pada kultur dahak. Pasien diberikan terapi aminophylline secara IV, vancomycin, furosemide, methylprednisolone, dan salbutamol 3,01 mg + budesonide 0,5 mg. Kasus ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan asma berat pada pasien dengan komorbiditas infeksi dan diabetes. Evaluasi menyeluruh terhadap penyakit komorbid menjadi kunci untuk mencapai kontrol penyakit yang optimal.
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kapasitas Fungsi Paru Mersiana, Putri Febi; Winda Trijayanthi Utama; Ayu Tiara Fitri; Syazili Mustofa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1072

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan faktor risiko utama gangguan pernapasan dan berkontribusi terhadap penurunan kapasitas vital paru melalui proses inflamasi kronis serta kerusakan jaringan paru. Indonesia memiliki prevalensi merokok yang tinggi sehingga dampaknya terhadap fungsi paru menjadi isu kesehatan penting. Tinjauan ini dilakukan untuk merangkum bukti ilmiah mengenai hubungan kebiasaan merokok dan kapasitas vital paru berdasarkan penelitian terkini. Metode: Penelitian ini merupakan systematic literature review yang disusun berdasarkan prinsip PRISMA. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate menggunakan kata kunci terkait perilaku merokok dan fungsi paru, dengan batasan publikasi tahun 2020–2025. Seleksi dilakukan melalui penyaringan judul, abstrak, dan evaluasi teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Pembahasan: Kajian literatur menunjukkan bahwa perilaku merokok berhubungan negatif dengan kapasitas fungsi paru. Intensitas dan durasi merokok yang meningkat berkontribusi terhadap penurunan nilai FVC, FEV?, dan rasio FEV?/FVC. Paparan asap rokok yang bersifat kronis menyebabkan inflamasi saluran napas, kerusakan jaringan elastis paru, serta gangguan pembersihan mukosilier sehingga menurunkan elastisitas dan kapasitas vital paru. Dampak penurunan fungsi paru dapat terjadi sejak usia muda dan bersifat progresif apabila kebiasaan merokok terus berlanjut. Simpulan: Merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan penurunan kapasitas vital paru. Semakin tinggi paparan asap rokok, semakin besar penurunan fungsi paru yang terjadi. Upaya pencegahan dan edukasi kesehatan mengenai bahaya merokok diperlukan sebagai langkah penting untuk menekan risiko gangguan respirasi pada masyarakat Kata Kunci: fungsi paru, kapasitas vital paru, merokok, respirasi, spirometri
Acetazolamide-mediated carbonic anhydrase inhibition suppresses human peripheral blood mononuclear cell proliferation via G1/S cell cycle arrest Mustofa, Syazili; Sadikin, Mohamad; Sarmoko
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 9 No. 1 (2026): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.145

Abstract

Background: Carbonic anhydrase (CA) regulates intracellular CO₂/HCO₃⁻ homeostasis and supplies carboxyl donors for the sixth step of de novo purine biosynthesis. Disruption of this step is predicted to impair nucleotide pool accumulation and arrest cell cycle progression. Objective: This study investigated whether CA inhibition by acetazolamide suppresses T lymphocyte proliferation. Methods: Human peripheral blood mononuclear cells (PBMCs) were stimulated with phytohemagglutinin (PHA, 1% v/v) or interleukin-2 (IL-2, 10 ng/mL). Acetazolamide was applied at 6.25–50 μM. Cell viability, DNA synthesis, and cell cycle distribution were assessed using WST-1 assay, BrdU incorporation, and propidium iodide flow cytometry, respectively. Results: Acetazolamide reduced PBMC viability and DNA synthesis dose-dependently in both PHA- and IL-2-stimulated cultures (p < 0.05). IL-2-stimulated cells showed greater sensitivity, with significant inhibition at 12.5 μM versus 25 μM for PHA-stimulated cells. Flow cytometry revealed G1/S arrest in all treated groups: S phase decreased from 8.52% to 3.82% (PHA) and from 1.27% to 0% (IL-2) at 50 μM, with G2/M uniformly suppressed to ≤0.57%. Conclusion: Acetazolamide suppresses PBMC proliferation through G1/S arrest, consistent with CA inhibition depleting CO₂/HCO₃⁻-dependent carboxyl donors required for de novo purine synthesis.
Pneumonia Komunitas dengan Efusi Parapneumonik dan Multiple Komorbiditas pada Pria Paruh Baya Mustofa, Syazili; Tri Putri, Giska; Busman, Hendri; Amani Raya, Latansa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.984

Abstract

Pneumonia komunitas (CAP) yang disertai efusi pleura parapneumonik menimbulkan tantangan manajemen yang signifikan, terutama pada pasien dengan beberapa penyakit penyerta seperti gagal jantung kongestif (CHF), diabetes mellitus tipe 2 (DM), dan insufisiensi hepatobiliari. Seorang pria berusia 42 tahun, petugas keamanan, datang dengan sesak napas progresif, batuk berdahak disertai batuk darah, dan efusi pleura kanan. Pemeriksaan menunjukkan toraks asimetris, tanda-tanda efusi pleura sisi kanan, hepatomegali, asites, dan edema pitting. Temuan laboratorium menunjukkan leukositosis, hipoalbuminemia, hiponatremia, serta gangguan fungsi hati dan ginjal. Pemeriksaan pencitraan mengonfirmasi pneumonia komunitas (CAP) dengan efusi pleura parapneumonik kanan. Ekokardiografi menunjukkan gagal jantung kongestif (CHF) dengan fraksi ejeksi yang menurun (19%) dan trombus intrakardial. Pengobatan meliputi terapi oksigen, antibiotik, diuretik, insulin, dan perawatan suportif. Pasien membaik secara bertahap, menekankan perlunya pendekatan multidisipliner dalam mengelola CAP dengan efusi pleura dan penyakit penyerta. 
Eksaserbasi Sedang PPOK Grup E TB Paru, Baru Terdiagnosis Klinis pada Bulan Pertama Perawatan Fase Intensif, HIV Negatif Syazili Mustofa; Aisyah Ramadhani; Giska Tri Putri; Hendri Busman; Jordy Oktobiannobel
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1018

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a progressive respiratory disorder frequently associated with pulmonary tuberculosis (TB), particularly in individuals with risk factors such as smoking. We report a 65-year-old male with COPD group E who presented with dyspnea and chronic productive cough. The patient was diagnosed with newly detected pulmonary TB and was undergoing the intensive phase of anti-tuberculosis drug (OAT) therapy. Physical examination revealed bilateral wheezing with an oxygen saturation of 90%, which increased to 93% after administration of 2 L/min of supplemental oxygen; cardiac function was within normal limits. The patient received inhaled bronchodilators, intravenous methylprednisolone, levofloxacin, and OAT. After 10 days of hospitalization, dyspnea improved along with an increase in daily peak expiratory flow (PEF) values. This case highlights the importance of a multidisciplinary approach involving infection control and pharmacotherapy adjustment to achieve optimal clinical improvement in COPD patients with coexisting tuberculosis.  
Co-Authors A.P, Gadila Achmad Gozali Ade Yonata Adityo Wibowo, Adityo Adli, Farhan Kamali Afriyana, Regi Agung Kurnia, Ahmad Fadila Agus Dwi Susanto Agus Wantoro Agustia Pratiwi Agustyas Tjiptaningrum agustyas tjiptaningrum Ahmad A Anindito Aisyah A Putri Aisyah Ramadhani Amanda Febby Amanda Febby Febrina Amani Raya, Latansa Amertavia, Sindika Ananta, Yoga andestya nanda pratama Andika Ridwan Nugraha Harahap Anggi Adelia Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggraeni, Liza Annisa Adietya Pratama Antoni Antoni Apga Repindo Asep Sukohar Asyifa, Takhfa Nur Aviv Fitria Yulia Ayu Tiara FItri Ayu, Putu Ristyaning Benny Syahputra Gumay Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Budhi Antariksa Caesaria Sinta Zuya Caesarridha, Dhaifany Karissa Chicy WIdya Morfi Christi Natalia Sirait Dansen Frans Louise Draven Rudyanto David Tongon Silaen Dewi Nur Fiana Dewi, Meidiana Kartika Dheti Efrilia Dheti Efrilia - Dimas Trend PB Dorisman, Hari Dwi Indria Anggraini Dwi Sarwindah Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ekawati, Diyan Eksa, Dwi Robbiardy Elman Dani Firdaus Endah Setyaningrum Endah Setyaningrum, Endah Ersa, Rakhmigasti Citra Erumbia, Ilham Akbar Ety Apriliana Evi Kurniawaty Evy Kurniawaty Faisal Rohmadhiyaul Haq Faisal Yunus Faisol Rohmadhiyaul Haq Fauziah Hanif Fayza Syachrani Febrianti, Arlin Febrihartati, Isura Feby Aulia Hasanah Femmy Andrifianie Fikri Muhammad Rifai Patongai Firantika Dias Puteri Fitri, Ayu Tiara Fitria Saftarina Fitriyah . Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fransisca Sinaga Fredison, Fredison Gerliandi, Egi Oktarian Gigih Setiawan Gilang Kukuh Megantoro Ginting, Bisart Giska Tri Putri Gusti Agung Putu Yogy Veda Ananta Gusti Wahyu, Pratiwi Hakim Alhaady Juhana Hakim Alhaady Juhana, Hakim Alhaady Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendri Busman Hendri Busman Herdato, M. Junus Didiek I Made Afryan SL I Made Galih Fradiva Giantara Idzni Mardhiyah Ifan Aulia Candra Ilma Puteri Hutami Indri Windarti Infianto, Andreas Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Isnamurti Ciptaningrum Isura Febrihartati Izzati, Marwah Aulia Jamsari Jamsari Jati, Pandu Kumaya Jhons Fatriyadi Suwandi Jordy Oktobiannobel Karima, Nisa Karina, Salwa Al Kevin Jeremia Purba Khairun Nisa Khairun Nisa Khoiri, Ratu Kirana Siva Kholis Abdurachim Audah Kurniawaty, Evi Kusumajati, Pusparini Linda Septiani Listiandoko, Raden Dicky Wirawan Lucky Togihon M. Rakha Gerizha M., Tria Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Maulana, Rifadly Yusril Mayasari, Diana Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri Mentariasih Maulida Mersiana, Putri Febi Mia Esta Poetri Afdal Faisal Mirza Purwitasari Mohamad Sadikin Morfi, Chicy Widya Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Muhartono Muhartono Muhartono NA, Ahmad Mufid Nadhifa, Farin Nadya Febriani Namdes, Fitri Cyntya Naufal Rivo Aditya Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri Nicholas Alfa Nickyta Yolandita Rosti Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nuriah Nuriah Nuriah, Nuriah Nursidiq, Iqbal Muhammad Rafi Oktadoni Saputra, Oktadoni Pinaka Baladika, Dimas Trend Poty, Pitha Maykania Pralia Winda Sari Pratama, Arianda Puan Raissa Lenka Puteri, Vadiyani Fricillya Putra, Andika Chandra Putranata, Naufal R. Putri Adilla Putri, Reny Arienta Rahmasari, Fania Asfi rahmawati, selvi Ramadhan, Muhammad Alif Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Retno A S Soemarwoto Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S. Soemarwoto Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto Rheza Paleva Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizqun Nisa Afriyanti Rosari HS, Felicya Rr Astri Nur Azizah Utama Rusmini, Hetti S Rahmanisa Sani, Nanda Apri Saputra, Tetra Arya Saputra, Tito Tri Sarasmita Nirmala Dewi Sarmoko Sarmoko Septiani, Linda Setiorini, Anggi Shina Megaputri Shinta Nareswari, Shinta Sidik, Faizah Zahrah Silaen, David Silvia Andriani Sinaga, Fransisca T.Y. Sinaga, Fransisca TY Sirait, Felicya Rosari Hasianna Siti Hazrina Soemarwoto, Retno Ariza Soemarwoto, Retno Ariza S Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini Soeprihatini Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini, Retno Ariza Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Sri Janahtul Hayati Sri Janahtul Hayati Sri Puji Hartini Suharyani Suharyani Suharyani Suharyani Sukarti Sukarti Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Suwarno, Sukarti San Syahrani, Fitri Aulia Syaka, Muthiiah Khodista Syakir, Muhammad Addin Syiefa Renanda Surya Tarigan, Clara Yulianti Terza Aflika Happy Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tiwuk Susantiningsih Tri Putri, Giska Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Veny Anisya Victoria Hawarima Virginia, Nur Ayu W Bahagia Wawan Abdullah Setiawan Wayan Ferly Aryana Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wisnugroho, Cahyo Wulan, Anggraini Janar Yana Ayu, Dwi Yandri Yanwirasti Yuningrum, Hesti Zulia Yasminanindita Fahmi Zulkifli