Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Finerenone pada Tatalaksana Penyakit Ginjal Kronik dengan Komorbiditas Diabetes Melitus Tipe 2: Sebuah Tinjauan Pustaka Sidik, Faizah Zahrah; Kurniawaty, Evi; Rohman, Miftahur; Mustofa, Syazili
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp127-132

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kelainan struktural atau fungsional ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan memiliki implikasi terhadap kesehatan. Salah satu faktor risiko utama PGK adalah diabetes melitus tipe 2, di mana hiperglikemia kronik menyebabkan aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron (RAAS), stres oksidatif, inflamasi, dan fibrosis yang berujung pada penurunan fungsi ginjal progresif. Meskipun terapi konvensional berbasis penghambatan RAAS telah menjadi standar tatalaksana, risiko progresivitas PGK dan kejadian kardiovaskular tetap tinggi. Finerenone, antagonis reseptor mineralokortikoid (MRA) nonsteroid selektif, menunjukkan manfaat klinis yang signifikan melalui efek renoprotektif dan kardioprotektif tanpa peningkatan bermakna terhadap risiko efek samping berat. Berdasarkan hasil berbagai uji klinis besar seperti FIDELIO-DKD, FIGARO-DKD, dan analisis gabungannya (FIDELITY), finerenone terbukti menurunkan risiko penurunan laju filtrasi glomerulus terestimasi (eGFR), gagal ginjal terminal, serta kejadian kardiovaskular mayor seperti infark miokard nonfatal dan gagal jantung. Efek terapeutik ini bersifat konsisten pada berbagai kelompok pasien, termasuk mereka yang menggunakan inhibitor SGLT2, serta independen terhadap kontrol glikemik dan resistensi insulin. Walaupun terdapat peningkatan risiko hiperkalemia, kejadian tersebut umumnya ringan, dapat diprediksi, dan dapat dikelola melalui pemantauan kadar kalium secara berkala. Dengan demikian, finerenone merupakan terapi tambahan yang efektif dan aman pada pasien PGK dengan diabetes melitus tipe 2, dengan potensi memperlambat progresi penyakit ginjal serta menurunkan risiko kejadian kardiovaskular jangka panjang. Kata kunci: penyakit ginjal kronik, diabetes melitus, finerenone
PEMERIKSAAN PENUNJANG UNTUK PENEGAKAN DIAGNOSIS DAN EVALUASI PENGOBATAN EMPIEMA PARU Mustofa, Syazili
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp142-148

Abstract

Empiema paru merupakan komplikasi yang disebabkan oleh infeksi pleura yang ditandai oleh akumulasi pus akibat proses inflamasi dan respon imun kompleks. Dalam praktik klinis, pemeriksaan biomarker memiliki peran penting dalam membantu diagnosis dini, menentukan tingkat keparahan, serta memantau respons terapi pasien. Biomarker klasik seperti C-reactive protein (CRP), procalcitonin (PCT), dan lactate dehydrogenase (LDH) memiliki nilai diagnostik tinggi dalam membedakan efusi parapneumonik sederhana dan kompleks. Parameter cairan pleura seperti kadar glukosa rendah dan pH <7,2 menandakan aktivitas infeksi aktif yang memerlukan intervensi. Selain itu, biomarker modern seperti presepsin (sCD14-subtype) menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap infeksi bakteri pleura, sedangkan pentraxin-3 (PTX-3), calprotectin, dan neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL) menggambarkan aktivitas inflamasi dan kerusakan jaringan pada tingkat lokal. Sitokin proinflamasi seperti interleukin-6 (IL-6), interleukin-8 (IL-8), tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), serta enzim matrix metalloproteinase (MMP) turut berperan dalam meningkatkan permeabilitas pleura dan pembentukan pus. Kombinasi antara analisis biomarker sistemik dan lokal dengan temuan klinis dan radiologis meningkatkan akurasi diagnosis, membantu pemilihan terapi yang tepat, serta memberikan penilaian prognosis yang lebih baik. Dengan demikian, pendekatan multimarker yang melibatkan CRP, PCT, presepsin, PTX-3, calprotectin, NGAL, dan mediator inflamasi lain dapat mendukung tata laksana Empiema paru secara lebih individual, komprehensif, dan berbasis bukti ilmiah
Bronkiektasis Pasca TB Paru dengan Infeksi Mikosis Paru Syazili Mustofa; Amanda Febby Febrina; Giska Tri Putri; Soraya Rahmanisa; Rizqun Nisa Afriyanti; Amanda Febby
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.976

Abstract

Pendahuluan: Bronkiektasis adalah pelebaran permanen saluran bronkial akibat peradangan kronis dan infeksi saluran napas yang berulang. Salah satu penyebab utama bronkiektasis adalah tuberkulosis paru, yang dapat menyebabkan pembentukan sekuel, dan infeksi. Mikosis paru juga berperan dalam patogenesis dan eksaserbasi bronkiektasis. Jamur seperti Candida albicans dan Aspergillus spp., yang memiliki potensi patogenik tinggi, sering ditemukan pada pasien bronkiektasis, terutama karena gangguan pembersihan mukosilier dan kemampuan jamur untuk menghindari pertahanan imun inang. Laporan kasus ini mengkaji patofisiologi, diagnosis, dan penatalaksanaan bronkiektasis terinfeksi pasca-TB dengan infeksi mikosis paru. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 51 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan batuk hilang timbul yang memberat dalam tiga hari terakhir, disertai penurunan berat badan dan nafsu makan. Riwayat menunjukkan TB Paru terkonfirmasi tahun 2024 dengan pengobatan OAT selama enam bulan. Pemeriksaan di RS Abdoel Moeloek menunjukkan bronkiektasis pasca-TB dengan infeksi jamur paru. Diskusi: Kerusakan paru pasca-TB memicu gangguan mukosilier yang mendukung kolonisasi jamur oportunistik. Hasil kultur menunjukkan infeksi Candida glabrata dan Acinetobacter baumannii. Terapi kombinasi antibiotik, antijamur, dan antiinflamasi memberikan respons klinis baik. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini infeksi jamur pada bronkiektasis pasca TB untuk mencegah perburukan. Simpulan: Bronkiektasis pasca-TB meningkatkan risiko infeksi mikosis paru. Diagnosis cepat dan terapi tepat dapat memperbaiki kondisi klinis serta mencegah komplikasi lanjut  
Hubungan Platelet–Lymphocyte Ratio dengan Luas Lesi Paru pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Abdul Moloek tahun 2023-2024 Ramadhian, Muhammad Ricky; Amertavia, Sindika; Fitri, Ayu Tiara; Mustofa, Syazili
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1021

Abstract

Background:. Pulmonary tuberculosis remains a major health problem and requires a simple marker to assess disease severity. The platelet-lymphocyte ratio (PLR) has been widely studied as an indicator of inflammation, but its relationship with lung lesion extent remains inconsistent. This study aimed to assess the relationship between PLR and lung lesion extent in pulmonary tuberculosis patients at Abdul Moloek Regional Hospital. Methods: This study used a cross-sectional design with a total sampling technique. A total of 52 patients who met the inclusion and exclusion criteria were analyzed. PLR data were obtained from complete blood counts, and lesion extent was assessed using chest radiography. Spearman correlation analysis was used to test the relationship between the two variables. Results: The distribution of lesion extent showed the largest proportion in the extent category. PLR values ??varied significantly between subjects. The Spearman test showed a correlation coefficient of 0.084 with a p-value of 0.553, indicating no significant relationship between PLR and lung lesion extent. Conclusion: This study concluded that PLR is not associated with lung lesion extent in pulmonary tuberculosis patients. PLR cannot be used as a radiological marker to assess the severity of lung damage, so additional parameters or a multimodal approach are needed in clinical evaluation
Co-Authors A.P, Gadila Achmad Gozali Ade Yonata Adityo Wibowo, Adityo Adli, Farhan Kamali Afriyana, Regi Agung Kurnia, Ahmad Fadila Agus Dwi Susanto Agus Wantoro Agustia Pratiwi Agustyas Tjiptaningrum agustyas tjiptaningrum Ahmad A Anindito Aisyah A Putri Amanda Febby Amanda Febby Febrina Amani Raya, Latansa Amertavia, Sindika Ananta, Yoga andestya nanda pratama Andika Ridwan Nugraha Harahap Anggi Adelia Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggraeni, Liza Annisa Adietya Pratama Antoni Antoni Apga Repindo Ari Wahyuni Asep Sukohar Aviv Fitria Yulia Ayu, Putu Ristyaning Benny Syahputra Gumay Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Budhi Antariksa Caesaria Sinta Zuya Caesarridha, Dhaifany Karissa Chicy WIdya Morfi Christi Natalia Sirait Dansen Frans Louise Draven Rudyanto David Tongon Silaen Debby Handayati Harahap Dewi Nur Fiana Dheti Efrilia Dheti Efrilia - Dimas Trend PB Dorisman, Hari Dwi Indria Anggraini Dwi Sarwindah Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ekawati, Diyan Eksa, Dwi Robbiardy Elman Dani Firdaus Endah Setyaningrum Endah Setyaningrum, Endah Ersa, Rakhmigasti Citra Erumbia, Ilham Akbar Ety Apriliana Evi Kurniawaty Evy Kurniawaty Faisal Rohmadhiyaul Haq Faisal Yunus Faisol Rohmadhiyaul Haq Fauziah Hanif Fayza Syachrani Febrianti, Arlin Febrihartati, Isura Feby Aulia Hasanah Femmy Andrifianie Fikri Muhammad Rifai Patongai Firantika Dias Puteri Fitri, Ayu Tiara Fitria Saftarina Fitriyah . Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fransisca Sinaga Fredison, Fredison Gerliandi, Egi Oktarian Gigih Setiawan Gilang Kukuh Megantoro Ginting, Bisart Giska Tri Putri Gusti Agung Putu Yogy Veda Ananta Gusti Wahyu, Pratiwi Hakim Alhaady Juhana Hakim Alhaady Juhana, Hakim Alhaady Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendri Busman Hendri Busman Herdato, M. Junus Didiek I Made Afryan SL I Made Galih Fradiva Giantara Idzni Mardhiyah Ifan Aulia Candra Ilma Puteri Hutami Indri Windarti Infianto, Andreas Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Isnamurti Ciptaningrum Isura Febrihartati Izzati, Marwah Aulia Jamsari Jamsari Jati, Pandu Kumaya Jhons Fatriyadi Suwandi Karima, Nisa Karina, Salwa Al Kevin Jeremia Purba Khairun Nisa Khairun Nisa Khoiri, Ratu Kirana Siva Kholis Abdurachim Audah Kurniawaty, Evi Kusumajati, Pusparini Linda Septiani Listiandoko, Raden Dicky Wirawan Lucky Togihon M. Rakha Gerizha M., Tria Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Maulana, Rifadly Yusril Mayasari, Diana Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri Mentariasih Maulida Mia Esta Poetri Afdal Faisal Mirza Purwitasari Morfi, Chicy Widya Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Muhartono Muhartono Muhartono NA, Ahmad Mufid Nadhifa, Farin Nadya Febriani Namdes, Fitri Cyntya Naufal Rivo Aditya Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri Nicholas Alfa Nickyta Yolandita Rosti Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nuriah Nuriah Nuriah, Nuriah Nursidiq, Iqbal Muhammad Rafi Oktadoni Saputra, Oktadoni Pinaka Baladika, Dimas Trend Poty, Pitha Maykania Pralia Winda Sari Pratama, Arianda Puan Raissa Lenka Puteri, Vadiyani Fricillya Putra, Andika Chandra Putranata, Naufal R. Putri Adilla Putri, Reny Arienta Rahmasari, Fania Asfi rahmawati, selvi Ramadhan, Muhammad Alif Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Retno A S Soemarwoto Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S. Soemarwoto Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto Rheza Paleva Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizqun Nisa Afriyanti Rosari HS, Felicya Rr Astri Nur Azizah Utama Rusmini, Hetti S Rahmanisa Sani, Nanda Apri Saputra, Tetra Arya Saputra, Tito Tri Sarasmita Nirmala Dewi Septiani, Linda Setiorini, Anggi Shina Megaputri Shinta Nareswari, Shinta Sidik, Faizah Zahrah Silaen, David Silvia Andriani Sinaga, Fransisca T.Y. Sinaga, Fransisca TY Siti Hazrina Soemarwoto, Retno Ariza Soemarwoto, Retno Ariza S Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini Soeprihatini Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini, Retno Ariza Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Sri Janahtul Hayati Sri Janahtul Hayati Sri Puji Hartini Suharyani Suharyani Suharyani Suharyani Sukarti Sukarti Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Suwarno, Sukarti San Syahrani, Fitri Aulia Syaka, Muthiiah Khodista Syakir, Muhammad Addin Syiefa Renanda Surya takhfa nur asyifa Tarigan, Clara Yulianti Terza Aflika Happy Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tiwuk Susantiningsih Tri Putri, Giska Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Veny Anisya Victoria Hawarima Virginia, Nur Ayu W Bahagia Wawan Abdullah Setiawan Wayan Ferly Aryana Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wisnugroho, Cahyo Wulan, Anggraini Janar Yana Ayu, Dwi Yandri Yanwirasti Yuningrum, Hesti Zen Hafy Zulia Yasminanindita Fahmi Zulkifli