Claim Missing Document
Check
Articles

Bronkiektasis Pasca TB Paru dengan Infeksi Mikosis Paru Syazili Mustofa; Amanda Febby Febrina; Giska Tri Putri; Soraya Rahmanisa; Rizqun Nisa Afriyanti; Amanda Febby
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.976

Abstract

Pendahuluan: Bronkiektasis adalah pelebaran permanen saluran bronkial akibat peradangan kronis dan infeksi saluran napas yang berulang. Salah satu penyebab utama bronkiektasis adalah tuberkulosis paru, yang dapat menyebabkan pembentukan sekuel, dan infeksi. Mikosis paru juga berperan dalam patogenesis dan eksaserbasi bronkiektasis. Jamur seperti Candida albicans dan Aspergillus spp., yang memiliki potensi patogenik tinggi, sering ditemukan pada pasien bronkiektasis, terutama karena gangguan pembersihan mukosilier dan kemampuan jamur untuk menghindari pertahanan imun inang. Laporan kasus ini mengkaji patofisiologi, diagnosis, dan penatalaksanaan bronkiektasis terinfeksi pasca-TB dengan infeksi mikosis paru. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 51 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan batuk hilang timbul yang memberat dalam tiga hari terakhir, disertai penurunan berat badan dan nafsu makan. Riwayat menunjukkan TB Paru terkonfirmasi tahun 2024 dengan pengobatan OAT selama enam bulan. Pemeriksaan di RS Abdoel Moeloek menunjukkan bronkiektasis pasca-TB dengan infeksi jamur paru. Diskusi: Kerusakan paru pasca-TB memicu gangguan mukosilier yang mendukung kolonisasi jamur oportunistik. Hasil kultur menunjukkan infeksi Candida glabrata dan Acinetobacter baumannii. Terapi kombinasi antibiotik, antijamur, dan antiinflamasi memberikan respons klinis baik. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini infeksi jamur pada bronkiektasis pasca TB untuk mencegah perburukan. Simpulan: Bronkiektasis pasca-TB meningkatkan risiko infeksi mikosis paru. Diagnosis cepat dan terapi tepat dapat memperbaiki kondisi klinis serta mencegah komplikasi lanjut  
Identifikasi Kandungan Senyawa Aktif Antibakteri Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium Acnes Penyebab Acne Vulgaris Alissa Zahara Anggelika; Hendra Tarigan Sibero; Ratri Mauluti Larasati; Syazili Mustofa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.10260

Abstract

Acne vulgaris is a skin disorder caused by Cutibacterium acnes infection, commonly treated with antibiotics; however, prolonged use can induce resistance. Turmeric rhizome (Curcuma domestica Val.) contains curcumin, essential oils, and sesquiterpenoids with potential antibacterial properties. This study aimed to determine the inhibitory effectiveness of turmeric rhizome extract against C. acnes growth in vitro. This laboratory experimental study employed a post-test only control group design using the well diffusion method. The extract was prepared with 96% ethanol and tested at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, using 1.2% clindamycin as the positive control and distilled water as the negative control. The mean inhibition zone diameters were 3.92 ± 1.13 mm, 5.14 ± 0.86 mm, 6.84 ± 1.07 mm, and 15.2 ± 0.71 mm, respectively, while the positive control produced 22.9 ± 1.23 mm and the negative control showed no inhibition. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was observed at 75% and the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) at 100%. The turmeric rhizome extract exhibited antibacterial activity against C. acnes and has potential as a natural topical agent for acne vulgaris treatment.
Pneumonia Komunitas dengan Efusi Parapneumonik dan Multiple Komorbiditas pada Pria Paruh Baya Syazili Mustofa; Latansa Amani Raya; Giska Tri Putri; Hendri Busman
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.984

Abstract

Pneumonia komunitas (CAP) yang disertai efusi pleura parapneumonik menimbulkan tantangan manajemen yang signifikan, terutama pada pasien dengan beberapa penyakit penyerta seperti gagal jantung kongestif (CHF), diabetes mellitus tipe 2 (DM), dan insufisiensi hepatobiliari. Seorang pria berusia 42 tahun, petugas keamanan, datang dengan sesak napas progresif, batuk berdahak disertai batuk darah, dan efusi pleura kanan. Pemeriksaan menunjukkan toraks asimetris, tanda-tanda efusi pleura sisi kanan, hepatomegali, asites, dan edema pitting. Temuan laboratorium menunjukkan leukositosis, hipoalbuminemia, hiponatremia, serta gangguan fungsi hati dan ginjal. Pemeriksaan pencitraan mengonfirmasi pneumonia komunitas (CAP) dengan efusi pleura parapneumonik kanan. Ekokardiografi menunjukkan gagal jantung kongestif (CHF) dengan fraksi ejeksi yang menurun (19%) dan trombus intrakardial. Pengobatan meliputi terapi oksigen, antibiotik, diuretik, insulin, dan perawatan suportif. Pasien membaik secara bertahap, menekankan perlunya pendekatan multidisipliner dalam mengelola CAP dengan efusi pleura dan penyakit penyerta. 
Eksaserbasi Sedang PPOK Grup E TB Paru, Baru Terdiagnosis Klinis pada Bulan Pertama Perawatan Fase Intensif, HIV Negatif Syazili Mustofa; Aisyah Ramadhani; Giska Tri Putri; Hendri Busman; Jordy Oktobiannobel
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1018

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a progressive respiratory disorder frequently associated with pulmonary tuberculosis (TB), particularly in individuals with risk factors such as smoking. We report a 65-year-old male with COPD group E who presented with dyspnea and chronic productive cough. The patient was diagnosed with newly detected pulmonary TB and was undergoing the intensive phase of anti-tuberculosis drug (OAT) therapy. Physical examination revealed bilateral wheezing with an oxygen saturation of 90%, which increased to 93% after administration of 2 L/min of supplemental oxygen; cardiac function was within normal limits. The patient received inhaled bronchodilators, intravenous methylprednisolone, levofloxacin, and OAT. After 10 days of hospitalization, dyspnea improved along with an increase in daily peak expiratory flow (PEF) values. This case highlights the importance of a multidisciplinary approach involving infection control and pharmacotherapy adjustment to achieve optimal clinical improvement in COPD patients with coexisting tuberculosis.  
Hubungan Platelet–Lymphocyte Ratio dengan Luas Lesi Paru pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Abdul Moloek tahun 2023-2024 Muhammad Ricky Ramadhian; Sindika Amertavia; Ayu Tiara Fitri; Syazili Mustofa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1021

Abstract

Background:. Pulmonary tuberculosis remains a major health problem and requires a simple marker to assess disease severity. The platelet-lymphocyte ratio (PLR) has been widely studied as an indicator of inflammation, but its relationship with lung lesion extent remains inconsistent. This study aimed to assess the relationship between PLR and lung lesion extent in pulmonary tuberculosis patients at Abdul Moloek Regional Hospital. Methods: This study used a cross-sectional design with a total sampling technique. A total of 52 patients who met the inclusion and exclusion criteria were analyzed. PLR data were obtained from complete blood counts, and lesion extent was assessed using chest radiography. Spearman correlation analysis was used to test the relationship between the two variables. Results: The distribution of lesion extent showed the largest proportion in the extent category. PLR values ??varied significantly between subjects. The Spearman test showed a correlation coefficient of 0.084 with a p-value of 0.553, indicating no significant relationship between PLR and lung lesion extent. Conclusion: This study concluded that PLR is not associated with lung lesion extent in pulmonary tuberculosis patients. PLR cannot be used as a radiological marker to assess the severity of lung damage, so additional parameters or a multimodal approach are needed in clinical evaluation
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kapasitas Fungsi Paru Putri Febi Mersiana; Winda Trijayanthi Utama; Ayu Tiara Fitri; Syazili Mustofa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1072

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan faktor risiko utama gangguan pernapasan dan berkontribusi terhadap penurunan kapasitas vital paru melalui proses inflamasi kronis serta kerusakan jaringan paru. Indonesia memiliki prevalensi merokok yang tinggi sehingga dampaknya terhadap fungsi paru menjadi isu kesehatan penting. Tinjauan ini dilakukan untuk merangkum bukti ilmiah mengenai hubungan kebiasaan merokok dan kapasitas vital paru berdasarkan penelitian terkini. Metode: Penelitian ini merupakan systematic literature review yang disusun berdasarkan prinsip PRISMA. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate menggunakan kata kunci terkait perilaku merokok dan fungsi paru, dengan batasan publikasi tahun 2020–2025. Seleksi dilakukan melalui penyaringan judul, abstrak, dan evaluasi teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Pembahasan: Kajian literatur menunjukkan bahwa perilaku merokok berhubungan negatif dengan kapasitas fungsi paru. Intensitas dan durasi merokok yang meningkat berkontribusi terhadap penurunan nilai FVC, FEV?, dan rasio FEV?/FVC. Paparan asap rokok yang bersifat kronis menyebabkan inflamasi saluran napas, kerusakan jaringan elastis paru, serta gangguan pembersihan mukosilier sehingga menurunkan elastisitas dan kapasitas vital paru. Dampak penurunan fungsi paru dapat terjadi sejak usia muda dan bersifat progresif apabila kebiasaan merokok terus berlanjut. Simpulan: Merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan penurunan kapasitas vital paru. Semakin tinggi paparan asap rokok, semakin besar penurunan fungsi paru yang terjadi. Upaya pencegahan dan edukasi kesehatan mengenai bahaya merokok diperlukan sebagai langkah penting untuk menekan risiko gangguan respirasi pada masyarakat Kata Kunci: fungsi paru, kapasitas vital paru, merokok, respirasi, spirometri
Indonesian Medicinal Plants for Anticancer Syazili Mustofa
Journal of Pharmaceutical and Natural Resources Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Pharmaceutical and Natural Resources
Publisher : Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpnar.v1i2.pp1-10

Abstract

The potential of Indonesia's natural wealth of plants to be developed as anticancer agents is enormous, thanks to its abundant biodiversity. Indonesia has become a "natural laboratory" with various plants traditionally used for treatment, including cancer, by local communities. This potential is supported by several primary factors: extensive biodiversity, bioactive compound content, and empirical use in traditional medicine. Several studies have identified several Indonesian plants that show potential as anticancer agents: Tapak Dara (Vinca rosea), Taxol (Taxus sp), Lempuyang Wangi (Zingiber zerumbet), Temu Kunci (Boesenbergia pandurata), Melinjo/Tangkil (Gnetum gnemon), Soursop leaves (Annona muricata), Cloves (Syzygium aromaticum), and Typhonium flagelliforme (Typhonium flagelliforme). Despite its great potential, developing anticancer drugs from Indonesian plants faces several challenges: scientific proof, standardization, high research and development costs, and regulatory and patent aspects. To address these challenges, a comprehensive development strategy is needed, including: Enhancing collaboration between research institutions, universities, the pharmaceutical industry, and the government; Conducting ethnobotanical studies to document traditional knowledge of medicinal plants; Developing standardized herbal formulas (phytopharmaceutics) that have supporting scientific data; Strengthening basic research to identify and test specific bioactive compounds; and Encouraging innovation in the extraction and purification of active compounds.
Laporan Kasus: Pleuritis Tuberkulosis pada Paru Kiri dengan Sekat (SEPTATED) Disertai Tuberkulosis Paru Syazili Mustofa; Rachman Najmu Ramadhan; Soraya Rahmanisa; Risti Graharti; Wely Dwi Nopriansyah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1057

Abstract

Infeksi tuberkulosis yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang terkait dengan akumulasi cairan di ruang pleura menghasilkan pleuritis Tuberkulosisi kasus TB pleuritis terbanyak yang lebih banyak mempengaruhi pada orang yang lebih muda. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan secara sistematis perjalanan klinis, temuan diagnostik, penatalaksanaan, serta hasil terapi pada pasien dengan pleuritis tuberkulosis septated disertai tuberkulosis paru. Data kasus diperoleh dari pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien yang dirawat sebanyak satu orang dengan kasus spesifik pleuritis tuberkulosis septated disertai tuberkulosis paru. Hasil analisis disajikan dalam bentuk narasi yang menggambarkan hubungan antara gejala klinis, temuan pemeriksaan, proses penegakan diagnosis, dan efektivitas terapi anti-tuberkulosis maupun terapi penunjang pleuritis. Pasien datang dengan keluhan sesak napas berat di sertai dengan batuk lama lebih dari 2 bulan. Dahak berwarna putih dan berbau. Os juga mengeluh berkeringat malam tanpa didahului aktivitas fisis. Penurunan berat badan 8 kg. Pada pemeriksaan torak di temukan ronki pada kedua lapang paru. Kemudian dilakukan ronsen torak ditemukan efusi pleura masif pada hemithorax kiri dan infitltrat pada lapang paru kanan dan kiri. Kemudian di lakukan USG di temukan tampak cairan pada hemitorak kiri dan bersepta pada pasien. Selanjut kita cek kan TCM Mtb sputum dengan hasil (+). Cek HIV dengan ELISA hasil negatif. Pasien didiagnosis dengan Plueritis TB bersepta.
Factors Influencing the Success of E-prescribing in Hospitals: A Literature Review Nadia Miftahul Aini; Rasmi Zakiah Oktarlina; Selvi Marcellia; Syazili Mustofa
Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi (JUK-Medifa) Vol. 4 No. 02 (2026): JUK-Medifa (Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi) 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic prescribing (e-prescribing) is an information technology–based innovation in healthcare systems aimed at improving patient safety and quality of care, particularly in the medication prescribing process. The implementation of e-prescribing in hospitals has been shown to reduce medication errors; However, its success is influenced by various complex and multidimensional factors. This study aims to identify and analyze the factors affecting the successful implementation of e-prescribing in hospitals using a literature review approach. The results indicate that the success of e-prescribing implementation is influenced by individual factors (knowledge, attitudes, and user skills), technological factors (system quality, user interface design, and clinical decision support systems), organizational factors (management support, infrastructure readiness, and workflow), and policy factors (regulations and interoperability standards). Additionally, several barriers were identified, including limited infrastructure, user resistance, alert fatigue, and technology-induced errors that may affect system effectiveness. Therefore, a comprehensive and integrated approach is required to optimize the implementation of e-prescribing in improving patient safety and healthcare service quality in hospitals.
Luka Bakar: Epidemiologi, Patofisologi Dan Faktor Faktor Yang Mempercepat Penyembuhannya Muhamad Djamil Alviando Arja; Syazili Mustofa
Medula Vol 16 No 3 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i3.1771

Abstract

Burn injuries are a type of injury that can be life-threatening and cause extensive tissue damage, requiring proper treatment to prevent complications and accelerate healing. The healing process of burn injuries involves complex biological mechanisms that are influenced by various factors, including inflammatory mediators, immune cells, and tissue components. This study aims to examine the epidemiology of burns, explain the pathophysiological process, and identify factors that can accelerate healing. The research method used is a literature review by searching scientific articles from PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and the Cochrane Library using keywords related to burn injury, pathophysiology, wound healing, and healing factors. The review results show that burns are more common in the productive age group, with the most common causes being fire, hot water, and electric current. The pathophysiology of burns includes the phases of hemostasis, inflammation, proliferation, and remodeling, all of which are influenced by the complex interaction of various cellular and molecular mediators. Several factors have been proven to accelerate wound healing, such as the active compounds in tobacco (flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids), adequate nutrition, proper wound care management, and the patient's overall health condition. Understanding the epidemiology, pathophysiology, and healing factors of burn wounds is crucial for improving patient management quality and can serve as the basis for developing more effective and safer therapies.
Co-Authors A.P, Gadila Achmad Gozali Ade Yonata Adityo Wibowo, Adityo Adli, Farhan Kamali Afriyana, Regi Agung Kurnia, Ahmad Fadila Agus Dwi Susanto Agus Wantoro Agustia Pratiwi Agustyas Tjiptaningrum agustyas tjiptaningrum Ahmad A Anindito Aisyah A Putri Aisyah Ramadhani Aisyah Ramadhani Paduan Ratu Alissa Zahara Anggelika Amanda Febby Amanda Febby Febrina Amani Raya, Latansa Ananta, Yoga andestya nanda pratama Andika Ridwan Nugraha Harahap Anggi Adelia Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggraeni, Liza Annisa Adietya Pratama Antoni Antoni Apga Repindo Asep Sukohar Asyifa, Takhfa Nur Aviv Fitria Yulia Ayu Tiara Fitri Ayu Tiara Fitri Ayu, Putu Ristyaning Benny Syahputra Gumay Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Budhi Antariksa Caesaria Sinta Zuya Caesarridha, Dhaifany Karissa Chicy WIdya Morfi Christi Natalia Sirait Dansen Frans Louise Draven Rudyanto David Tongon Silaen Denara Eka Safitri Dewi Nur Fiana Dheti Efrilia Dheti Efrilia - Dimas Trend PB Dorisman, Hari Dwi Indria Anggraini Dwi Sarwindah Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ekawati, Diyan Eksa, Dwi Robbiardy Elman Dani Firdaus Endah Setyaningrum Endah Setyaningrum, Endah Ersa, Rakhmigasti Citra Erumbia, Ilham Akbar Ety Apriliana Evi Kurniawaty Evi Kurniawaty Evi Kurniawaty Evy Kurniawaty Faisal Rohmadhiyaul Haq Faisal Yunus Faisol Rohmadhiyaul Haq Faizah Zahrah Sidik Fauziah Hanif Fayza Syachrani Febrianti, Arlin Febrihartati, Isura Feby Aulia Hasanah Felicya Rosari Hasianna Sirait Femmy Andrifianie Fikri Muhammad Rifai Patongai Firantika Dias Puteri Fitria Saftarina Fitriyah . Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fransisca Sinaga Fredison, Fredison Gerliandi, Egi Oktarian Gigih Setiawan Gilang Kukuh Megantoro Ginting, Bisart Giska Tri Putri Giska Tri Putri Giska Tri Putri Giska Tri Putri Giska Tri Putri Giska Tri Putri Gusti Agung Putu Yogy Veda Ananta Gusti Wahyu, Pratiwi Hakim Alhaady Juhana Hakim Alhaady Juhana, Hakim Alhaady Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendra Tarigan Sibero Hendri Busman Hendri Busman Hendri Busman Hendri Busman Hendri Busman Hendri Busman Herdato, M. Junus Didiek I Made Afryan SL I Made Galih Fradiva Giantara Idzni Mardhiyah Ifan Aulia Candra Ilma Puteri Hutami Indri Windarti Infianto, Andreas Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Isnamurti Ciptaningrum Isura Febrihartati Izzati, Marwah Aulia Jamsari Jamsari Jati, Pandu Kumaya Jhons Fatriyadi Suwandi Jordy Oktobiannobel Karima, Nisa Karina, Salwa Al Kevin Jeremia Purba Khairun Nisa Khairun Nisa Khoiri, Ratu Kirana Siva Kholis Abdurachim Audah Kurniawaty, Evi Kusumajati, Pusparini Latansa Amani Raya Linda Septiani Listiandoko, Raden Dicky Wirawan Lucky Togihon M. Rakha Gerizha M., Tria Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Maulana, Rifadly Yusril Mayasari, Diana Meidiana Kartika Dewi Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri Mentariasih Maulida Mia Esta Poetri Afdal Faisal Miftahur Rohman Mirza Purwitasari Mohamad Sadikin Morfi, Chicy Widya Muhamad Djamil Alviando Arja Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Ricky Ramadhian Muhartono Muhartono Muhartono NA, Ahmad Mufid Nadhifa, Farin Nadia Miftahul Aini Nadya Febriani Namdes, Fitri Cyntya Naufal Rivo Aditya Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri Nicholas Alfa Nickyta Yolandita Rosti Nida Choerunnisa Nisa Karima Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nuriah Nuriah Nuriah, Nuriah Nursidiq, Iqbal Muhammad Rafi Oktadoni Saputra, Oktadoni Pinaka Baladika, Dimas Trend Poty, Pitha Maykania Pralia Winda Sari Pratama, Arianda Puan Raissa Lenka Puteri, Vadiyani Fricillya Putra, Andika Chandra Putranata, Naufal R. Putri Adilla Putri Febi Mersiana Putri, Reny Arienta Rachman Najmu Ramadhan Rahmasari, Fania Asfi rahmawati, selvi Ramadhan, Muhammad Alif Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Ratri Mauluti Larasati Reggina Annisa Fitri Retno A S Soemarwoto Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S. Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto Rheza Paleva Rijal Rahman Hakim Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizqun Nisa Afriyanti Rosari HS, Felicya Rr Astri Nur Azizah Utama Rusmini, Hetti S Rahmanisa Salva Amanda Shafira Sani, Nanda Apri Saputra, Tetra Arya Saputra, Tito Tri Sarasmita Nirmala Dewi Sarmoko Selvi Marcellia Septiani, Linda Setiorini, Anggi Shina Megaputri Shinta Nareswari, Shinta Sidik, Faizah Zahrah Silaen, David Silvia Andriani Sinaga, Fransisca T.Y. Sinaga, Fransisca TY Sindika Amertavia Siti Hazrina Soemarwoto, Retno Ariza Soemarwoto, Retno Ariza S Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini Soeprihatini Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini, Retno Ariza Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Sri Janahtul Hayati Sri Janahtul Hayati Sri Puji Hartini Suharyani Suharyani Suharyani Suharyani Sukarti Sukarti Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Suwarno, Sukarti San Syahrani, Fitri Aulia Syaka, Muthiiah Khodista Syakir, Muhammad Addin Syiefa Renanda Surya Tarigan, Clara Yulianti Terza Aflika Happy Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tiwuk Susantiningsih Tri Putri, Giska Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Veny Anisya Victoria Hawarima Virginia, Nur Ayu W Bahagia Wawan Abdullah Setiawan Wayan Ferly Aryana Wely Dwi Nopriansyah Winda Trijayanthi Utama Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wisnugroho, Cahyo Wulan, Anggraini Janar Yana Ayu, Dwi Yandri Yanwirasti Yuningrum, Hesti Zahara Nurfatihah Z Zulia Yasminanindita Fahmi Zulkifli