p-Index From 2021 - 2026
19.704
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora AL-Fikr Equilibrium: Jurnal Pendidikan JICSA Public Health of Indonesia Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Majalah Kesehatan FKUB Jurnal Berkala Kesehatan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Phinisi Integration Review SOSIOHUMANIKA ATIKAN AcTion: Aceh Nutrition Journal Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Manarang Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Journal of Health Promotion and Behavior Alignment: Journal of Administration and Educational Management Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan JURNAL KOMUNIKATIO Journal on Education Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Ensiklopedia of Journal JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Jurnal Kesehatan Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Jurnal Scientia Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Keperawatan Galuh Jurnal Promotif Preventif Jurnal Kesehatan Tambusai Diversity: Disease Preventive of Research Integrity CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Journal of Midwifery and Nursing Studies Jurnal Ilmiah Administrasita' Devotion: Journal of Research and Community Service International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Journal Peqguruang: Conference Series Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains Homes Journal: Hospital Management Studies Journal Jurnal Kolaboratif Sains Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Journal of Muslim Community Health (JMCH) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Berita Kesehatan Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Indonesian Journal of Social and Educational Studies Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Mando Care Jurnal Bosowa Journal of Education Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports) Journal of Indonesian Scholars for Social Research Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Hasanuddin Journal of Public Health Mamangan Social Science Journal Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Journal of Global Pharma Technology Jurnal Mitrasehat Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Media Hukum Journal of Social and Humanities Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Journal of Innovative and Creativity Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Indonesian Culture and Religion Issues Advances in Healthcare Research Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Jurnal Kesehatan Marendeng International Journal of Education, Vocational and Social Science Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran IPSSJ Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Joong-Ki Education Specialist Mega Buana Journal of Public Health Journal of Midwifery and Nursing Studies International Journal of Health Science Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada (JIKSH) Borneo Nursing Journal Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Al-Musannif
Claim Missing Document
Check
Articles

PEREMPUAN SEBAGAI AGEN PENDIDIKAN INFORMAL ANAK DALAM PENGUATAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA: STUDI PADA MASYARAKAT ADAT LEGIAN, BALI Andi Sadriani; Syamsu A Kamaruddin; Arlin Adam; Ahmadin Ahmadin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10043

Abstract

This study is motivated by the importance of strengthening children’s character based on cultural values amid the rapid pace of modernization, which has the potential to erode local values, particularly within Balinese indigenous communities. The focus of this research is to examine the role of women as agents of informal education in strengthening children’s character based on culture in the indigenous community of Legian, Bali. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving women (mothers) as primary informants, as well as community leaders and children as supporting informants. Data analysis was conducted interactively through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through source and method triangulation. The findings reveal that women play a central role in children’s informal education through habituation, role modeling, communication, and children’s involvement in cultural practices such as preparing banten (ritual offerings), participating in traditional ceremonies, using the Balinese language, and engaging in social activities such as ngayah (communal voluntary service). Women also function as social controllers and facilitators in maintaining the continuity of cultural values amid the influences of modernization. In conclusion, this study affirms that women are key actors in transmitting cultural values and shaping children’s character in a contextual and sustainable manner. Therefore, they make a significant contribution to cultural preservation and the strengthening of the younger generation’s identity.
ANALISIS KEINGINAN DAN KEBUTUHAN REMAJA TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN REMAJA Ratnaningsih, Muliani; Rustam, Muhammad; Adam, Arlin; Hajra; Munadhir; Idris; Nursiah, Andi; Gafur, Abdul; A, Adhyatma; Badwi, Adam; Wulandari Maulana, Mulyanti Ayu
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Masa remaja adalah sebuah periode pada usia 10-19 tahun. Seperenam dari populasi global adalah remaja dengan peningkatan 1,2 miliar per tahun. Sekitar 1,1 juta remaja meninggal setiap tahunnya. Sebagian besar kematian dan kesakitan remaja dapat dicegah atau diobati, namun remaja menghadapi hambatan khusus dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan keinginan remaja terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Posyandu. Metode penelitian menggunakan rancangan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 443 remaja di lima kecamatan dengan kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Makassar. Penelitian ini menemukan bahwa dua kebutuhan yang paling banyak diminati baik di puskesmas maupun di posyandu adalah PKHS dan konseling. Adapun keinginan pelayanan berhubungan secara bermakna dengan jenis kelamin, umur, dan tingkat pendidikan, namun hampir sebagian besar remaja menginginkan adanya ruangan pelayanan khusus untuk pemeriksaan yang komprehensif serta waktu pelayanan di akhir pekan. Penelitian ini menyarankan agar tenaga kesehatan diberikan pelatihan tentang pelayanan kesehatan ramah remaja yang menjaga kerahasiaan dan tidak diskriminatif, serta perlunya penyesuaian jadwal layanan di luar jam sekolah untuk meningkatkan aksesibilitas remaja.
Konstruksi Kebutuhan Keinginan pada Iklan Fast Fashion Dalam Perspektif Horkheimer Loppies, Imelda Jaqualine; Adam, Arlin; Kamaruddin, Syamsu A.
JURNAL KOMUNIKATIO Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Komunikatio
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jk.v12i1.22279

Abstract

The penetration of digital technology over the past two decades has transformed patterns of public consumption, including in Biak Numfor Regency. This study aims to critically examine how exposure to fast fashion advertising on digital platforms reproduces the mechanisms of the culture industry and instrumental rationality as conceptualized by Max Horkheimer, and how these processes shape public consciousness, preferences, and consumption practices. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with purposively selected informants and observations of social media usage patterns. The findings indicate that Facebook, Instagram, TikTok, and TikTok Shop serve as the primary channels for the dissemination of fast fashion advertisements. The high frequency of advertisement exposure, particularly following search or purchase activities, demonstrates the operation of algorithmic personalization as a manifestation of instrumental rationality within digital capitalism. From a Critical Theory perspective, this condition represents the transformation of the culture industry into the digital sphere, where platforms not only market products but also construct false needs and normalize rapid consumption as part of a modern lifestyle. The study further reveals that exposure to fast fashion advertising contributes to the commodification of identity and the reproduction of consumerist values, gradually shifting the community’s collective orientation toward individualistic and symbolic logic. Clothing is no longer understood merely as a functional necessity but as a means of social legitimation mediated by platform capitalism. These findings affirm the subtle operation of ideological domination through digital media and underscore the importance of strengthening critical literacy in responding to the expansion of global consumer culture.
ANALISIS FAKTOR PENERIMAAN TEKNOLOGI TERHADAP PENGGUNAAN REKAM MEDIK ELEKTRONIK (RME) DENGAN MODEL TAM Minggu, Irvan Susyanto; Adam, Arlin; Alim, Andi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v15i1.449

Abstract

Digital transformation in the health service system requires the implementation of Electronic Medical Records (RME) in all health service facilities, including in remote areas such as the Bokondini Community Health Center, Tolikara Regency. However, RME implementation faces various challenges, including limited infrastructure, technology access, and user readiness. This research aims to analyze the relationship between Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), and Attitude Toward Using (ATU) on Actual Usage (AU) in the use of RME based on the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This research uses a cross-sectional design with a descriptive quantitative approach. A total of 24 health workers at the Bokondini Community Health Center were included as respondents using the total sampling method. Data was collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that there was a significant relationship between PEOU (p = 0.045), PU (p = 0.019), and ATU (p = 0.017) on AU. It can be concluded that perceived ease of use, perceived usefulness, and positive attitudes of users towards technology play an important role in driving actual use of RME. Therefore, efforts to increase digital literacy, training and providing infrastructure are strategic steps in supporting the successful implementation of RME, especially in disadvantaged and hard-to-reach areas
Konstruksi Sosial Praktik Konsumsi Vape dalam Ruang Pariwisata: Studi Sosiologi pada Wisatawan di Kawasan Legian Bali Arsyad, Ernawati; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7388

Abstract

Fenomena penggunaan rokok elektrik atau vape semakin berkembang dalam berbagai ruang sosial modern, termasuk dalam konteks pariwisata. Kawasan Legian di Bali sebagai salah satu destinasi wisata internasional menunjukkan meningkatnya praktik konsumsi vape di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Ruang pariwisata merupakan ruang sosial yang unik karena mempertemukan individu dari berbagai latar belakang budaya dan sosial. Interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal menciptakan dinamika sosial yang memungkinkan munculnya praktik budaya baru. Dalam konteks ini, praktik konsumsi seperti vaping dapat berkembang menjadi bagian dari budaya wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik konsumsi vape dikonstruksi secara sosial dalam ruang pariwisata serta bagaimana interaksi sosial wisatawan mempengaruhi normalisasi perilaku tersebut.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan wisatawan pengguna vape, serta dokumentasi pada berbagai lokasi wisata di kawasan Legian. Analisis data menggunakan pendekatan konstruksi sosial dari Berger dan Luckmann yang menekankan proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi dalam pembentukan realitas sosial.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik konsumsi vape di kawasan wisata Legian tidak hanya dipengaruhi oleh preferensi individu, tetapi juga oleh interaksi sosial dalam ruang pariwisata. Vape dipahami sebagai simbol gaya hidup modern, identitas wisatawan global, serta bentuk ekspresi kebebasan dalam ruang rekreasi. Selain itu, ruang pariwisata memberikan legitimasi sosial yang lebih longgar terhadap praktik tersebut dibandingkan ruang sosial lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi vape dalam konteks pariwisata merupakan bagian dari konstruksi budaya wisata kontemporer yang terbentuk melalui interaksi sosial, simbolisme konsumsi, dan dinamika ruang wisata.
Fenomena Sosial Masyarakat Desa Adat Legian Bali Sebagai Laboratorium Pendidikan Akhiruddin, Akhiruddin; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7431

Abstract

Masyarakat desa adat di Bali memiliki berbagai praktik sosial dan budaya yang mencerminkan nilai solidaritas, partisipasi, dan integrasi sosial yang kuat. Praktik-praktik sosial tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam pendidikan sosiologi. Salah satu komunitas yang memperlihatkan dinamika sosial tersebut adalah masyarakat Desa Adat Legian yang dikenal sebagai kawasan pariwisata dengan kehidupan sosial budaya yang masih terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sosial masyarakat Desa Adat Legian sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam dinamika kehidupan sosial masyarakat desa adat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada februari 2026. Informan penelitian meliputi bendesa adat, tokoh masyarakat, pengurus banjar, pelaku pariwisata lokal, serta warga masyarakat yang terlibat dalam aktivitas sosial desa adat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa fenomena sosial utama dalam kehidupan masyarakat Desa Adat Legian, yaitu tradisi ngayah sebagai bentuk solidaritas sosial, keberadaan banjar sebagai ruang interaksi dan partisipasi masyarakat, ritual adat sebagai sarana integrasi sosial, serta perkembangan pariwisata yang mempengaruhi perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa berbagai praktik sosial tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Melalui pemanfaatan fenomena sosial masyarakat sebagai sumber belajar, peserta didik dapat memahami konsep-konsep sosiologi secara lebih kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.
Perspektif Budaya dan Medis: Keterkaitan Tradisi Potong Gigi dengan Risiko Karies Gigi pada Masyarakat Pedesaan Bali Zulkarnain, Zulkarnain; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7440

Abstract

Tradisi potong gigi yang dikenal sebagai mepandes atau metatah merupakan salah satu ritual penting dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali yang menandai peralihan individu menuju kedewasaan. Ritual ini memiliki makna simbolik sebagai upaya pengendalian enam sifat negatif manusia (Sad Ripu) dan masih banyak dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Bali. Namun, dari perspektif kesehatan, proses pengikisan gigi dalam ritual tersebut berpotensi mempengaruhi struktur enamel gigi yang dapat meningkatkan risiko karies apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara praktik tradisi potong gigi dengan risiko karies gigi pada masyarakat Desa Legian, Bali.  Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari 2026. Penelitian melibatkan 15 informan yang terdiri atas masyarakat yang telah menjalani ritual potong gigi, tokoh adat, dan pelaku ritual (sangging). Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kesehatan gigi menggunakan indeks DMFT (Decayed, Missing, Filled Teeth), wawancara mendalam, serta observasi praktik ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,7% informan memiliki tingkat karies sedang, 33,3% karies tinggi, dan 20% karies rendah. Faktor yang mempengaruhi risiko karies meliputi teknik pengikisan gigi tradisional, sterilisasi alat ritual yang kurang memadai, keterbatasan pengetahuan kesehatan gigi masyarakat, serta kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya potong gigi memiliki implikasi terhadap kesehatan gigi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara pendekatan budaya dan kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan gigi serta kolaborasi antara tokoh adat dan tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tradisi tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kesehatan masyarakat.
Pengetahuan Adat sebagai Epistemologi Budaya dan Orientasi Pendidikan Generasi Muda di Desa Adat Legian Bali Taherong, Rosmawati; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7566

Abstract

Dalam konteks masyarakat Desa Adat Legian, pengetahuan adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai dasar dalam menentukan nilai, norma, dan kebenaran sosial yang mengatur kehidupan kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengetahuan adat berfungsi sebagai sistem epistemologis dalam membentuk orientasi pendidikan generasi muda di Desa Adat Legian. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan dominan dalam studi Sosiologi Pendidikan yang menempatkan pendidikan formal sebagai pusat produksi pengetahuan, sementara sistem pengetahuan lokal sering diposisikan sebagai pelengkap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi untuk memahami secara mendalam praktik sosial, nilai budaya, serta proses internalisasi pengetahuan adat dalam kehidupan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi sebagai epistemologi kebenaran sosial yang menentukan legitimasi nilai dan norma dalam masyarakat. Struktur kelembagaan adat memiliki otoritas simbolik dalam memproduksi dan mereproduksi pengetahuan melalui mekanisme sosial yang dilegitimasi secara kolektif. Selain itu, proses internalisasi nilai budaya melalui praktik sosial yang berulang membentuk habitus generasi muda, yang memengaruhi cara mereka memaknai pendidikan formal. Temuan ini menegaskan bahwa orientasi pendidikan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh sistem pendidikan formal, tetapi juga oleh interaksi antara struktur adat dan disposisi habitus yang terbentuk secara kultural. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian pendidikan dengan menempatkan pengetahuan adat sebagai epistemologi budaya yang berperan signifikan dalam membentuk orientasi pendidikan dalam masyarakat adat.
Model Integrasi Taksonomi Sosial HIV dengan Struktur Tata Kelola Kesehatan di Kawasan Wisata Yunus, Muhammad Yusri; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7598

Abstract

HIV/AIDS hingga saat ini masih menjadi persoalan kesehatan global yang kompleks dan multidimensional, termasuk HIV di kawasan wisata merupakan fenomena sosial kompleks yang melibatkan interaksi antara individu, ruang sosial, struktur kebijakan, dan budaya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi taksonomi sosial HIV dengan struktur tata kelola kesehatan di kawasan wisata, dengan fokus pada Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Perubahan pola penularan HIV menunjukkan adanya pergeseran signifikan dari lokalisasi menuju ruang privat seperti hotel dan vila, yang diperkuat oleh perkembangan teknologi digital melalui aplikasi kencan dan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami dinamika sosial yang kompleks dalam konteks pariwisata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pekerja hotel, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penularan HIV di kawasan wisata tidak hanya dipengaruhi oleh perilaku individu, tetapi juga oleh struktur ruang sosial, mobilitas wisatawan, serta lemahnya tata kelola kesehatan di sektor pariwisata. Ruang privat seperti hotel berfungsi sebagai arena sosial yang memfasilitasi interaksi seksual berisiko, sementara digitalisasi memperluas jaringan sosial seksual secara transnasional. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) masih tinggi akibat konstruksi sosial dan kekhawatiran terhadap citra pariwisata. Penelitian ini menghasilkan model integratif yang menggabungkan dimensi individu, ruang sosial, struktur, dan budaya dalam memahami dinamika HIV. Model ini menekankan pentingnya pendekatan multisektor dan berbasis konteks dalam pengendalian HIV di kawasan wisata.
Health Services for Marginalized Groups: A Sociological Study on Construction Workers in Paccerakkang, Makassar City Alim, Andi; Adam, Arlin; Minarti, Asriani; Adhyatma. A; Muhammad Syafri; Abdul Gafur; Riswan Marsal
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 5 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i5.8977

Abstract

Introduction: This study aims to gain an in-depth understanding of the experiences of construction workers in accessing health services in Paccerakkang Subdistrict, Biringkanaya District, Makassar City. As part of the informal sector workforce, construction workers face various health risks as well as structural limitations in obtaining adequate health services. This study adopts a health sociology perspective to examine how social, economic, and public policy factors influence access to health services among informal workers. Methods: This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. The research participants consisted of six construction workers selected purposively based on the criteria of being aged 18–60 years, actively working as construction workers, and having experience in accessing health services within the past year. Data were collected through in-depth interviews, participant observation in the workers’ work and residential environments, and documentation to strengthen the empirical context of the study. Data analysis was conducted using thematic analysis through processes of data reduction, categorisation, and meaning-making to identify patterns of experience and the participants’ interpretations of access to health services. Results: The findings indicate that construction workers perceive health services not only as a means of medical treatment but also as a form of social protection that helps maintain work productivity and family well-being. The main barriers to accessing health services include economic constraints, unstable income, long working hours, and the lack of occupational safety facilities. Some participants also highlighted complicated administrative procedures and high treatment costs, although in general they did not experience discrimination from health professionals. To overcome these barriers, construction workers developed adaptive strategies such as utilising formal health services and traditional treatment, maintaining health through healthy lifestyles, and relying on social support from family members and co-workers. Conclusion: This study concludes that the experiences of construction workers in accessing health services are shaped by the interaction of economic, social, occupational, and health policy factors. Therefore, stronger synergy between government institutions, health service providers, and worker communities is required to create a health service system that is more equitable, inclusive, and responsive to the needs of informal sector workers in urban settings.
Co-Authors A Kamaruddin, Syamsu A Safriadi Darmansyah A A Zulfikar Aliuddin A, Adhyatma Abd. Hady J Abdul Gafur Abdul Gafur Adam Badwi, Adam Adhyatma. A Adiaksa, Baso Witman Adnan, Yudhi Adryani Sirandan Agus, Rezki Aprianti Agustang Agustang Agustang, Andi Ahmad Restani Syukron Ahmad, Abdul Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Akhiruddin Akhiruddin Alam, Muhammad Ichwan Iskandar Alamsyah Alamsyah Allo, Maya Rante Ana Welellu Andi Alim, Andi Andi Asrina Andi Ihsan Andi Ihsan Andi Nurlinda Andi Nurlinda Andi Nursida Andi Sadriani Andi Sahrul Jahrir Andi Suwirta, Andi Andi Zulkifli Abdullah Angraeni, Sinta Angriani Kristianita Pamona, Wasti Anita, Nur Anna Handayani Annisa, Mulkyah Ansyaruddin Ansyaruddin Samad Arfianty Zubair Arifuddin Usman Arifuddin Usman Arikalang, Aprillya Arman Arman Armi Indrayuni Arsyad, Ernawati Ashriady, Ashriady Asmuliati, Diana Aspiati Haji Ali Asri Aprilia Rohman Aswar Aswar Azaluddin Azaluddin Baehaqi Bastiana Bastiana Benyamin Dimi Chakti, Andi Gunawan Ratu Chikita, Maharani D. Mahing, Maria Goreti Etywati Darmayadi Danduru Darmayanti, Resty Rahayu Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedeng Nurkholik Sidik Permana Desiderius H. J. Goo Diane Rineke Kaunang Dwi Jusrini Palungan Eka Dharmawati Lewa Ema Arisandi Erniati Erniati Ersian Rani Gratia Wongkar Ester M. Pongsituru Fachrudin Suryadi Harun Fadli Fadli Faradiba Anggraeni Firdawati, Yuyun Fricilia Magda Winosoi Kandou Gratia Christine Junet Bofe Hairil Akbar Hajra Hamdan Nur Hamdana Hariani Harisman Harisman, Harisman Haswindah Hervina Surahman Hidayat, Agit Dwi Ibnu Hajar Ibrahim Sudirman Ida Leida Maria Idris Idris, Fairus Prihatin Ifdaliah Chalid Ihsan, Andi Imam Mukti, Imam Indrayuni, ST.,MT, Armi Irhasana, Irhasana Irma, Sitti Irman Susanto Irviani Anwar Ibrahim Ishaq Iskandar, Muh. Iskandar, Harun Iskandar, Ishaq Iskandar, Muhammad Ishaq Iwan Ramadhan Jahrir, Andi Sahrul Jamaluddin Jamaluddin Jamil, Bidasari Jane Randa Patasik Jayadi, Karta Jelni M. Oruh Jumadi Jumadi Jumriyanti Nasaru Kamaruddin, Samsu A. Kamaruddin, Syamsu Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A. Kamaruddin, Syamsu Andi Karim, Nurwahida Khairani, Nurul Fitri Kristiani Lalan Latif, Sarifudin Andi ledia, Ida Leida, Ida Lilis Widiastuty Lisna Lisna, Lisna Lodewyk NN Poluan Loppies, Imelda Jaqualine Maqfirah Maqfirah, Maqfirah Mariani Loise Mariani Mariani mariyati mariyati Marlina Alia Mega Mustikasari Meilani Meilani, Meilani Meyske Gente, Meyske Mien Asrha Suhardin Minarti, Asriani Minggu, Irvan Susyanto Mohamad Guntur Nangi Mohamad Husni Thamrin Mudarsi, Vivi Muhammad Azwar Muhammad Azwar Muhammad Ilyas Muhammad Rustam Muhammad Syafri Muhammad Syukur Munadhir Munadhir Musakkar, Mustika Eka Pratama Musdalifah Muslimin Muslimin Musriadi, Musriadi Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Naolin, Imelda Natsir, Nursanita Nganro, Reski Niar, Niar Ningrum, Sri Hutami Ayu Noeraini, Vina Aresya Noni Widhirexy Novita Novi Purnama Sari Nufninu, Robert Nur Aini Cora Nuraeni Mustari Nurhasanah Nurhasibah Nurlela Nurlela Nurlela Nurlela Nurrahmat Nurrahmat Nursiah, Andi Nursida, Andi Nurul Kamaliah Umasangaji Nurul Qalbi Nurwahdaniar Syahrul Obert, Hendra August Palewai, Harpandi Rahim Pasapan, Yasri Pongsituru, Ester M. Pratiwi, Cita Pratiwi, Desi Arisma Purnama Purnama Putri, Tharia Nurizky Radiansyah Rahmatullah Rahmawaty Rahman Pattiwael Rahmi, Silatul Rani Wijayanti Ratnaningsih, Muliani Reza Aril Ahri Rina Syarifuddin Riswan Marsal Romansyah Sahabuddin Ros Ismawati Ruhwandi, Ruhwandi Sadriani, Andi Sainuddin, Sudirman Salehuddin Salehuddin Salehuddin, Salehuddin Salkamal, Salkamal Salma Bahsoan Samsu A. Kamaruddin Sangaji, Ayu Indira Sanuddin, Sudirman Saputri Stiawati Sari Arie Lestari Sari Arie Lestari Sarifudin Andi Latif Sartika Sartika Sartika Silatul Rahmi Simunati Sombolinggi, Yeltiani ST Arifah Sudirman Sainuddin Sudirman Sanuddin Suhardin, Mien Asrha Sukma Sukmawati Sukmawati Sulaiman, Herlina Surniah Syahban Nur Syamsidah, Syamsidah Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu Andi Kamaruddin Syamsul Bahri Syamsuri Syakri Syukurman Syukurman Syukurman, Syukurman Taherong, Rosmawati Tamrin, Sopian Tange, Warni Taufiq Djalal Titi Saparina Torro, Supriadi Umasangaji, Nurul Kamaliah Utomo, Jepri Walewangko, Alfriando Wihdaniah Wihdania Windy Tjiali, Windy Wiwin Imelda Opod Wulandari Maulana, Mulyanti Ayu YANTI, DEFYANTI Yasri Pasapan Yeuis Diah Sri Lestari Yunus, Muhammad Yusri Yusri, Muh. Yusri Yunus Yusriani, Yusriani yusriyanto Yusriyanto Yusriyanto, Yusriyanto Zaenal, Isradi Zainuddin Zainuddin Zamli Zamli Zamli Zulkarnain Zulkarnain