p-Index From 2021 - 2026
11.467
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi HUMANIKA Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Inspirasi Pendidikan Journal of Urban Society´s Arts Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Kajian Komunikasi EL-IDARE: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Civicus Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jurnal Studi Komunikasi ARISTO Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Moral Kemasyarakatan PEDAGOGIA JWP (Jurnal Wacana Politik) Jurnal Pemikiran Sosiologi Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Etika Demokrasi Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Journal of Humanities and Social Studies JURNAL MANAJEMEN BISNIS Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Humaniora SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI Buana Ilmu Jurnal Civic Hukum The Innovation of Social Studies Journal CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan PKn IJORER : International Journal of Recent Educational Research Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Asean Journal of Science and Engineering (AJSE) Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Research of Service Administration Health and Sains Healthys Journal of International Conference Proceedings Journal of Pedagogy and Education Science Mamangan Social Science Journal Journal of Economics and Social Sciences Journal of Education Technology and Civic Literacy (JET CIVIL) PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Konstruksi Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Integralistik Journal of Nonformal Education Journal of Educational Studies Unnes Political Science Journal Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Modal Sosial Dalam Pembelajaran PPKn Margi Wahono; Sapriya Sapriya; Cecep Darmawan
Jurnal Civic Hukum Vol. 7 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v7i1.19545

Abstract

Modal sosial yang di dalamnya mengandung unsur jejaring sosial, keprcayaan, dan norma-norma memiliki peranan yang strategis khususnya dalam pembelajaran PPKn di sekolah, karena akan mendukug terwujudnya smart and good citizen apabila ketiga unsur dari modal sosial dimasukkan kedalam proses pembejerana PPKn di sekolah. Dalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode kajian literatur, penulis mengkaji dari berbagai sumber bacaan, artikel, dan penelitian-penelitian terdahulu yang sesuai. kajian yang dilakukan dar berbagai sumber tertulis menunjukan peran modal sosial dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn di sekolah sangat strategis untuk mengembangkan karakter-karakter baik dari peserta didik. Masukan yang dapat disampaikan dalam artikel ini ialah melalui proses mengembangkan modal sosial, peserta didik memperoleh informasi budaya dan perilaku serta kepekaan yang mereka butuhkan untuk mengambangkan soft skill yang mereka miliki.
KONSTRUKSI DASAR MASALAH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEPEMUDAAN DI KABUPATEN CIANJUR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Moch. Agung Lukmanul Hakim; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.086 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4527

Abstract

Konfigurasi dan signifikansi dari seluruh indikator pengukuran dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dengan trajektori pencapaian tahun 2018 di Kabupaten Cianjur yang dikualifikasikan dalam performa rendah, tidak akan dapat menunjang perkembangan generasi muda menjadi pribadi dewasa yang mandiri, penuh potensi dan bertanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat. Tujuan terdalam konstruksi kebijakan kepemudaan untuk menempatkan kalangan muda dalam takhta tertinggi sebagai atraktor yang menjadi region magnetik akselerasi perubahan dalam realitas bermasyarakat masih merupakan fiksi kebijakan yang belum tercapai. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kombinasi melalui metode survei, studi implementasi dan studi evaluasi kebijakan dengan bertumpu pada pendekatan behavioralisme dan neo-institusionalisme. Bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Sekalipun penyelidikan terkait persepsi sebagai orientasi nilai dalam taraf signifikansi tertentu merepresentasikan distorsi, namun pemuda Kabupaten Cianjur tidak pernah terlibat langsung dalam inklusivitas jaringan kebijakan kepemudaan yang secara diametrik ambivalen dengan persepsi konstruktif terhadap pelayanan kepemudaan yang wajib secara prosedur dilaksanakan Disparpora, DPD KNPI, Karang Taruna dan Gerakan Pramuka termasuk terhadap pembangunan pemuda berbasis pendekatan Organisasi 4-H. (2) Trajektori implementasi dari implementor kebijakan terkait masih terbatas pada skema dengan taraf signifikansi prakonsep yang belum otonom dan monoton, sehingga belum dapat mereduksi potensi masalah kepemudaan. (3) Keberadaan dari kekuatan institusi formal dan informal ternyata tidak secara ekspresif menghadirkan guidelines dan constraints baik dalam pemilihan tindakan, dalam melakukan proses proyeksi terkait probabilitas hambatan dalam tahapan implementasi maupun dalam membangun desain evaluasi kebijakan yang dapat diverifikasi dalam praktik global. Adapun bentuk implikasi krusial dari penelitian ini menghadirkan sebuah moralitas baru dalam melakukan proses penyelidikan terhadap kebijakan kepemudaan dalam mendorong transformasi pelayanan kepemudaan yang lebih moderat.
KONTEKS PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN KEBIJAKAN KEPEMUDAAN DI KABUPATEN CIANJUR SEBAGAI ANALISIS PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN DALAM PERSPEKTIF INSTITUSIONALISME HISTORIS Moch. Agung Lukmanul Hakim; Karim Suryadi; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.976 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4528

Abstract

Teori Turbulensi Intermiten dari Mandelbrot tentang harmoni dualitas realitas ketidaksinambungan dalam analisis kebijakan menjadi analogi yang mencerminkan chaos dan order sebagai kuantum transenden, dimana potensi dan probabilitas yang berkaitan dengan perubahan ataupun keberlanjutan kebijakan sangat dimungkinkan melalui critical juncture dalam perlintasan waktu tertentu. Proses penelitian dengan pendekatan institusionalisme historis ini, mempunyai tujuan krusial menjalankan penyelidikan signifikansi dan implikasi dari trajektori perubahan dan keberlanjutan kebijakan kepemudaan pada lintasan waktu tertentu sebagai analisis perkembangan kelembagaan dalam menunjang transformasi pelayanan kepemudaan di Kabupaten Cianjur yang lebih kontekstual. Adapun hasil dari penelitian ini merepresentasikan bahwa: (1) Bahwa setiap implementor dari kebijakan kepemudaan baik Disparpora, DPD KNPI, Karang Taruna Kabupaten maupun Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Cianjur tidak secara ketat mencerminkan resistensi terhadap perubahan, yang biasa ditemukan sebagai konsekuensi rasional dari jalur kelaziman. (2) Sekalipun kondisi akumulasi bukti ilmiah, kebuntuan kebijakan kepemudaan dan guncangan bersifat eksternal telah memenuhi kualifikasi sebagai mekanisme dari perubahan kebijakan, namun tidak terdapat conjunctures yang menjadi hubungan interaksi antara seluruh implementor menimbang terdapat arah perubahan lingkungan strategis. (3) Melalui proyeksi perlintasan waktu empat tahun terakhir, tidak dapat diidentifikasi transaksi aktual persebaran ide perubahan kebijakan kepemudaan baik secara koersif maupun kooptatif dalam analisis jaringan sebagai pemerintahan. (4) Implementasi kebijakan sebagai kebijakan distingtif dari setiap implementor dengan trajektori repetitif pada perlintasan waktu tersebut, secara holistik menjadi variabel pengukuran dari inisiasi dan reproduksi kebijakan yang menunjukan seluruh implementor tidak mengalami self-reinforcing dan positive feedback dari berbagai dinamika kelembagaan. Bahwa implikasi dari penelitian ini telah menghadirkan pemetaan terkait konstruksi utama transformasi kebijakan kepemudaan berbasis analisis perkembangan kelembagaan.
KERANGKA KEBIJAKAN KEPEMUDAAN DALAM PERSPEKTIF PERILAKU PEMUDA KABUPATEN CIANJUR SEBAGAI PEMETAAN DASAR-DASAR BEHAVIORAL TRANSFORMASI PELAYANAN KEPEMUDAAN Moch. Agung Lukmanul Hakim; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.309 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4539

Abstract

Penelitian dengan pendekatan kualitatif berbasiskan analisis data sekunder ini bertujuan melakukan penyelidikan terkait dasar-dasar behavioral dari transformasi pelayanan kepemudaan yang lebih realistis dalam menunjang tahap perkembangan pemuda terutama pada transisi adolesens yang penuh dengan gejolak. Adapun hasil penelitian ini telah memberikan proyeksi behavioral sebagai dasar dari transformasi yang harus dimanifestasikan ke dalam pelayanan kepemudaan yang relevan dengan kebutuhan perkembangan pemuda sebagai berikut: (1) Bagian krusial dalam proses pembangunan pemuda yang konstruktif tidak lain membangun kerangka kebijakan sebagai pengaturan hubungan harmonis antara pikiran, pengalaman dan emosional sebagai representasi bagian internal dari perilaku itu sendiri yang dapat diobservasi secara konkret. (2) Karena perilaku hanya dapat akurat dipahami dalam korelasinya dengan perilaku lain sebagai penyebab proksimal akselerasi penguatan dari perilaku tertentu, maka kerangka kebijakan harus memungkinkan pemuda terlibat langsung dalam program variatif sesuai kebutuhan dengan alokasi waktu tertentu. (3) Karena Classical Conditioning sebagai intervensi psikologis dapat memberikan pengaruh terhadap tindakan dalam taraf signifikansi, maka opsi pengaturan default kebijakan dapat dipertimbangkan melalui mekanisme relasi kausalitas dan seleksi dari default kebijakan kepemudaan sendiri. (4) Secara natural lingkungan perkembangan dapat mendorong perubahan perspektif, perilaku dan tindakan, maka kerangka kebijakan kepemudaan yang transformatif harus memuat kombinasi antara perilaku dan relasi fungsional dengan lingkungan perkembangan melalui pengkondisian artifisial. (5) Menimbang pada model berbasis intensionalitas perilaku merupakan responsivitas terukur, maka kerangka kebijakan harus menjadi stimulus natural terhadap potensi keterlibatan sebagai respons yang dikondisikan melalui intensionalitas. Sementara implikasi dari penelitian ini, akan memberikan tumpuan behaviorisme yang relevan dalam membentuk Design and Development Research pelayanan kepemudaan yang sesuai kebutuhan perkembangan pemuda di masa mendatang.
MENYINGKAP KEBEKUAN ADVOCACY COALITION FRAMEWORK DARI INSTITUSI KEPEMUDAAN DI KABUPATEN CIANJUR DALAM MEMBANGUN SKEMA EKSKLUSIVITAS PELAYANAN Moch. Agung Lukmanul Hakim; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.052 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4545

Abstract

Penelitian dengan pendekatan kualitatif berbasis metode Advocacy Coalition Framework ini bertujuan untuk melaksanakan analisis terkait hambatan behavioral dalam pembentukan critical junctures sebagai titik keseimbangan antara perubahan lingkungan strategis dan reformulasi dari pelayanan kepemudaan melalui pemetaan variabel parameter relatif stabil, subsistem kebijakan bahkan perubahan keyakinan dan kebijakan. Adapun sejumlah hasil dari penelitian ini mencerminkan bahwa: (1) bahwa parameter relatif stabil secara substantif tidak mempengaruhi mobilisasi dari sumber daya, penentuan mekanisme perubahan dan pencapaian keputusan berbasis kolektivitas dan tampilan preferensi khusus pihak yang terlibat berkaitan pelayanan kepemudaan dengan karakteristik masalah yang ada. (2) Pada subsistem kebijakan pemerintah, keberadaan model individual sebagai dasar keyakinan dari intermediasi kepentingan, kelompok spesifik koalisi advokasi transformasi kebijakan, perantara kebijakan dan mobilisasi sumber daya oleh kelompok tersebut tidak dapat kembali diverifikasi, sekalipun tempat potensial jelas hanya terbatas pada sektor pemerintah. (3) Jalinan kepercayaan yang muncul melalui abstraksi persamaan keyakinan antara implementor kebijakan, juga tidak pernah diaktualisasikan dalam kerangka koalisi advokasi transformasi kebijakan, sehingga klaim jalinan demikian tidak dipandang sebagai atribut komunitas. (4) Mekanisme perubahan kebijakan seperti guncangan eksternal, kebuntuan kebijakan dan akumulasi bukti empirik, ternyata tidak berhasil untuk membentuk titik sentral keseimbangan antara perubahan lingkungan strategis dan reformulasi dari pelayanan kepemudaan. Sebagai implikasi, penelitian ini telah memberikan tumpuan teoritis untuk analisis kebijakan dalam perspektif behavioral termasuk dalam mengantisipasi hambatan pembentukan kelompok koalisi advokasi transformasi kebijakan kepemudaan di masa mendatang.
Online civic engagement through social media: An analysis of twitter big data Budi Mulyono; Idrus Affandi; Karim Suryadi; Cecep Darmawan
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v42i1.54201

Abstract

The development of social media and internet networks has stimulated new scientific interest in terms of online civic engagement, resulting in a redefinition of deliberative politics and the public sphere. On the other hand, all aspects of human life today have been translated into big data and recorded in their activities on social media. The shift from using humans as the unit of study to using algorithms creates a new problem for academics in social science. This online civic engagement research aims to find out the topic of discourse for digital citizens in the discourse of moving the nation's capital city (IKN) and what the ideology behind the discourse is by utilizing Twitter big data. This study used a mixed method with a sequential explanatory design type. The quantitative method used is topic modeling with the Latent Dirichlet Allocation (LDA) technique, while the qualitative method used is the Critical Discourse Analysis (CDA) method from Norman Fairclough, who sees language as a practice of power. Findings from the topic modeling analysis revealed that there were four themes in the IKN discourse: agreeing to move the state capital, objecting to move the state capital, supporting the discourse on moving the state capital, and the fourth theme, law and eradication of corruption. From the results of critical discourse analysis, it is known that there is a diametrical division in the IKN issue as a result of identity politics that emerged after the 2014 Presidential Election. In every discussion on the IKN discourse, there is a conflict between Islamic populism and Nationalist-Secular populism.
The Effectiveness of a Pelican Crossing as Effort to Fulfill The Right to Security of The Person Based From The Citizenship Perspective's Review Juang Pratama Abdi; Cecep Darmawan
Jurnal Civicus Vol 21, No 2 (2021): JURNAL CIVICUS, DECEMBER 2021
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v21i2.45640

Abstract

Fulfillment the right to security of the person is one of the human rights according to Law of the Republic of Indonesia No. 39 of 1999 on Human Rights. Dinas Perhubungan Kota Bandung is a public institution has the main task of service in the field of transportation. One of the efforts the main tasks and service functions is provide Pelican Crossing’ policy in every corner of the city of Bandung. The purpose of this research is find out how effective the implementation of the Pelican Crossing with a specific to knowing and analyzing the planning, implementation, and evaluation of the Pelican Crossing’s implementation. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques used interview, observation, and documentation studies. The participants in this study were the Kasi Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Kota Bandung, members of Satlantas Polrestabes Kota bandung, and the Pelican Crossing users. The results are; 1) The planning process of the Pelican Crossing; 2) Implementation of the Pelican Crossing; 3) The effectiveness of the Pelican Crossing as an effort to fulfill the right to security of the Bandung citizens; and 4) Constraints and solutions for the implementation of Pelican Crossing in Bandung City
Regulation Implementation of The Regional Spatial Planning for Majalengka District in 2011-2031 Khoirunnisa Hanifah; Endang Sumantri; Cecep Darmawan
Jurnal Civicus Vol 21, No 1 (2021): JURNAL CIVICUS, JUNE 2021
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v21i1.45550

Abstract

Regional spatial planning is one of the most important parts of a city development process because regional spatial planning is an effort to determine the direction or vision of the city. The implementation of Regional Regulation No. 11 of 2011 concerning Spatial Plans for Majalengka Regency for 2011-2031 is no longer in line with the initial goal of realizing Majalengka Regency as a productive, competitive and sustainable agribusiness, tourism and industrial area. Therefore, researchers conducted research by examining the implementation of Regional Regulation No. 11 of 2011 concerning Spatial Planning for the Majalengka Regency Region for 2011-2031 which regulates spatial planning for the Majalengka district area. This study uses a qualitative descriptive method and data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results obtained from the research are that the implementation of this Regional Regulation is not carried out properly because it is no longer appropriate and needs to be revised. Overall, this review provides a reference point regarding the application of regional regulations for further research by identifying the implications of these regulations which can be seen from the aspect of community participation in showing their enthusiasm for the issuance of these regional regulations.
PENGGUNAAN CHATGPT DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN PERSPEKTIF ETIKA AKADEMIK Muhammad Jafar Maulana; Cecep Darmawan; Rahmat Rahmat
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.21090

Abstract

ABSTRAKMaraknya penggunaan ChatGPT OpenAI dikalangan mahasiswa, membuat mahasiswa saat ini tidak memperhatikan etika akademik dalam membuat suatu tugas, makalah dan karya tulis ilmiah. Dalam penggunaan teknologi ChatGPT seharusnya memperhatikan etika akademik, agar tidak terjadinya pelanggaran etika akademik, seperti salah satunya tindakan plagiarisme yang merugikan banyak pihak. Atas dasar itu peneliti menggunakan studi pustaka, mendeskripsikan hasil penelitian yang relevan dan menarik kesimpulan tentang penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa dalam ranah pendidikan yang ditinjau dari sudut pandang etika akademik. Pemanfaatan ChatGPT dapat dimanfaatkan dalam pembuatan suatu tulisan dan tugas-tugas lainya dengan cepat dan efektif. Tapi perlu kita garisbawahi bahwa penggunaan ChatGPT OpenAI harus disertai dengan pemahaman tentang penggunaan ChatGPT OpenAI dengan arif dan bijak sana, jangan sampai melanggar etika akademik dan mahasiswa tidak boleh terlena dengan penggunaan ChatGPT OpenAI, yang menyebabkan daya nalar kritis dan kreativitas mahasiswa menurun karena ketergantungan penggunaan ChatGPT Open AI. Kesimpulannya, mahasiswa harus mengedepankan berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi dalam mengembangkan keilmuan secara benar, selain itu mengedepankan etika akademik dalam membuat tugas, makalah dan karya tulis ilmiah. ABSTRACTThe widespread use of ChatGPT OpenAI among students has made students nowadays not pay attention to academic ethics in making assignments, papers and scientific papers. The use of ChatGPT technology should pay attention to academic ethics, so that there are no violations of academic ethics, such as plagiarism which is detrimental to many parties. On this basis, the researcher uses literature study, describes relevant research results and draws conclusions about the use of ChatGPT by students in the educational realm from the point of view of academic ethics. Utilization of ChatGPT can be used in making writing and other tasks quickly and effectively. But we need to underline that the use of OpenAI ChatGPT must be accompanied by an understanding of the use of OpenAI ChatGPT wisely and wisely, not to violate academic ethics and students should not be complacent with the use of OpenAI ChatGPT, which causes critical reasoning and student creativity to decrease due to dependence on using ChatGPT. Open AI. In conclusion, students must prioritize critical, creative thinking, and collaborate in developing knowledge properly, in addition to prioritizing academic ethics in making assignments, papers and scientific papers.creatively, and collaborating in developing knowledge properly, in addition to absorbing academic ethics in making assignments, papers and scientific papers.
Kayuagung Duta's Social Struggle: Implementation of Pancasila Values in Social Life Citra Lidiawati; Dasim Budimansyah; Cecep Darmawan; Susan Fitriasari
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 9, No 2 (2024): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v9i2.14849

Abstract

This research aims to analyze the Pancasila values reflected in the social struggles of Kayuagung duta. The research method used is a Case Study. The research approach employed is qualitative. This study was conducted in the city of Kayuagung, Ogan Komering Ilir, South Sumatra, Indonesia. The informants in this study comprised 21 individuals, including current and former Duta, experts in Pancasila Ideology, community members familiar with the duta, family members of the duta, criminal law experts, religious scholars, and students. Based on the research results and discussion, it is concluded that Kayuagung duta, in their social struggles, reflect and apply the values of Pancasila in their daily lives, both in their professional duties as a Kayuagung duta and in everyday life. This is evident in their activities, which include fulfilling their religious obligations, actively participating in social activities in their local communities, engaging in communal work, practicing deliberation before making decisions, and providing assistance to others regardless of status.
Co-Authors - Sapriya AA Sudharmawan, AA Abdinur Batubara Abdullah Hasibuan, Hamdi Achmad Dheni Suwandhani Agil Nanggala agung setiawan Agung Tesa Gumilar Agustinus Tampubolon Agustinus Tampubolon Aim Abdulkarim Aim Abdulkarim Al Rafni Amjad Shamim Anggraeni, Leni Anif Istianah Anif Istianah Anif Istianah Anindita Saraswati N, Anindita Apriya Maharani Rustandi Arif Prasetyo Wibowo Aris Riswandi Sanusi Aris Riswandi Sanusi, Aris Riswandi Asep Mahfudz Asep Mahpudz Asep Zaenal Ausop Aulia Novemy Dhita Aulia, Sarah Raudlatul Avila, Roel V. Batrisyia Afrina Bestari, Yoga Budi Mulyono Citra Lidiawati Dadang Sundawa Dadang Sundawa, Dadang Dani Febrianto Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dedi Kurniawan Dewantara, Jagad Aditya Edwin Nurdiansyah, Edwin Efriani Efriani Elly Malihah Encep Syarief Nurdin Encep Syarief Nurdin, Encep Syarief Endang Danial, Endang Endang Sumantri Enjang Abdul Latif Fadya Mardhiyyah Fandy Adpen Lazzavietamsi Giri Harto Wiratomo Gumilar, Agung Tesa Hamdi Abdullah Hasibuan Hana Silvana Hariyanti Hariyanti Hariyanti Hariyanti Hatta Setiawan Hendri Hendri Hendri Irawan Heni Nuraeni Zaenudin Hermawan, Dwi Hery Widijanto Hidayah, Yayuk Hilmy Nurfaizan Abdul Matin I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Trisna Mahardika, I Wayan Trisna Ibrahim, Intan Maharani Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idrus Afandi Idrus Affandi Iim Siti Masyitoh Ilham Andika Putra Ilham Hudi Aim Abdulkarim Kokom Komalasari, Ilham Hudi Aim Abdulkarim Insan, Radix Khoerul Insan, Radix Khoerul Irawan, Hendri Istianah, Anif Isyeu Nur Cahyani Jalari, Rivi Ahmad Juang Pratama Abdi Jubaedah, Edah Junaidi Junaidi JUWANDA, HANDI Kanigara Hawari Karim Suryadi Karim Suryadi Karim Suryadi Karman Kayla Putri Wilfi Khoirunnisa Hanifah Kokom Komalasari Kurniati, Pat Leni Anggraeni Leni Anggraeni Malasari, Yosi Masitoh, Iis Masyitoh, Iim Siti Matang Matang Matin, Hilmy Nurfaizan Abdul Mazid, Sukron Mirna Nur Alya A, Mirna Nur Moch. Agung Lukmanul Hakim Moh. Wahyu Kurniawan Muhammad Halimi Muhammad Jafar Maulana Muhammad Jafar Maulana Mulyono, Budi Muradi - Muthaqin, Dwi Iman Najamunnisa, Anis Najamunnisa, Anis Naovallia, Sheila Nufus , Achmad Busrotun Nugraha, Dadi Mulyadi Nurul Febrianti Poppy Setiawati Nurisnaeny Pradana, Yudha Pradanna, Satrio Alpen Pramudyasari Nur Bintari, Pramudyasari Prini Desima Evawani Ambarita Pudjiastuti, Sri Rahayu Putra, Haris Maiza Putra, Ilham Andika Putra, Tarekh Febriana Radini Radini Radini, Radini Rahman Mulyawan Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat, R. Rahmat, Rahmat Rahmatiani, Lusiana Ramdhani, Hilal Ratna Fitria Riana Tambunan Ridwan Effendi Rika Sartika Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Risca Dara Mutiara Riswanda, Jhon Rolando P., Quinones Jr Rumiati, Sri Rustandi, Apriya Maharani Ryan Taufika Saefudin Anwar Saepudin, Epin Sakban, Abdul Salman Rashid Sapriya Sapriya Sapriya Sapriya Sari, Mulia Sehadun, Fransiskus Setiawan, Hatta Setiawan, Mursyid Siti Maizul Habibah Siti Nurbayani Sukadi Sukadi Suriaman Suriaman Suryanef Suryanef Susan Fitriasari Susan Fitriasari Syaiful, Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syam, Syaifullah Syaifullah, S. Syarifudin Tippe Syaura Binti Shariffuddin, Naya Sygih Pratama T Heru Nurgiansah Tambunan, Riana Tanshzil, Sri Wahyuni Tira Cantika, Tira Cantika Toto Purbiyanto Vini Agustiani Hadian Wadu, Ludovikus Bomans Wadu, Ludovikus Bomas Wahidah, Baiq Wahono, Margi Wahyudi Wahyudi Yani Restiani Widjaja, Yani Restiani Yayuk Hidayah Yoga, Prayoga Bestari Zalmah