Articles
Pergeseran Pemaknaan Perayaan Tradisi Saiyyang Pattu’duq di Tinambung Polewali Mandar
Masita Masita;
Andi Agustang
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14425
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi Saiyyang Pattu’duq serta untuk mengetahui faktor penyebab pergeseran pemaknaan tradisi Saiyyang Pattu’duq.Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan secara khusus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara dengan melibatkan 8 orang informan dengan kriteria yaitu budayawan Mandar, guru mengaji, orang tua yang pernah mengkhatamkan anaknya, anak yang pernah khatam Al-Qur’an dan tokoh masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Proses pelaksanaan perayaan tradisi Saiyyang Pattu’duq tata cara pelaksanaannya melalui beberapa prosesi yang dimulai dari ma’barazanji, marrattas baca (mengulangi bacaan Al-Qur’an) di depan guru mengaji. 2) faktor penyebab terjadinya pergeseran pemaknaan perayaan tradisi saiyyang pattu’duq yaitu (a) Faktor yang pertama adalah adanya atau mulai munculnya kehidupan modern terlihat pada proses pelaksanaannya yang dipadukan dengan sentuhan-sentuhan modern (b) Faktor ke dua adalah faktor ekonomi, dalam pelaksanaan tradisi Saiyyang Pattu’duq membutuhkan dana yang tidak sedikit dan masih banyak masyarakat yang kurang mampu. Sehingga masyarakat mulai terdorong untuk melaksanakan tradisi Saiyyang Pattu’duq ini apabila ada yang ingin mensponsori dan memfasilitasi pelaksanaan perayaan tradisi Saiyyang Pattu’duq, adapun sebagian masyarakat yang melaksanakan tradisi ini bersamaan dengan hari pernikahan agar dapat menghemat biaya.
Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Peningkatan Kompetensi Psikomotorik Dan Afektif Siswa
Nur Ghaniyu Amran;
Andi Agustang
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14422
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kurikulum 2013 dalam Peningkatan Kompetensi Psikomotorik siswa, dan Implementasi Kurikulum 2013 dalam Peningkatan Kompetensi Afektif siswa SMA Negeri 8 Maros. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purpose sampling, dengan kriteria guru yang aktif dan guru mengajar minimal 9 tahun ke atas di SMA Negeri 8 Maros. Jumlah informan sebanyak 5 orang guru yang masih aktif dan mengajar minimal 9 tahun ke atas dan guru yang mengajar pada mata pelajaran IPS di SMA Negeri 8 Mandai. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan member chek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi kurikulum 2013 dalam peningkatan kompetensi psikomotorik siswa di SMA Negeri 8 Maros terdiri dari tiga aspek dari guru yaitu (a) keterampilan berdiskusi, (b) keterampilan bertanya dan menjawab pertanyaan, (c) keterampilan mengerjakan tugas.2) Implementasi kurikulum 2013 dalam peningkatan kompetensi afektif siswa di SMA Negeri 8 Maros yaitu dikelompokkan menjadi enam penilaian yaitu: (a) pemahaman materi pembelajaran dari guru, (b) motivasi belajar siswa, (c) penentuan dan penilaian sikap dar guru, (d) ikut serta dalam kegiatan organisasi, (e) sikap disiplin dan jujur di dalam kelas.
Pergeseran Pola Interaksi Sosial ( Studi Pada Masyarakat Banggae Kabupaten Majene )
Iva St Syahrah. R;
Musdaliah Mustadjar;
Andi Agustang
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14393
. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor- faktor dan proses pergeseran pola interaksi serta dampak dari pergeseran pola interaksi sosial yang terjadi pada Masyarakat Banggae Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penentuan informan menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria informan yang berumur 21 sampai 50 tahun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti melalui tiga tahapan kerja yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Faktor penyebab terjadinya pergeseran pola interaksi pada masyarakat Banggae didasari atas dua faktor yakni faktor eksternal ialah perkembangan teknologi. Sedangkan faktor internalnya ialah ketergantungan smartphone dan perilaku phubbing. (2) Proses terjadinya pergeseran pola ineraksi sosial pada Masyarakat Banggae Kabupaten Majene, terjadi diantara keadaan dan waktu yang berbeda (pra digital- pasca digital). (3) Dampak ketergantungan masyarakat Banggae Kabupaen Majene terhadap Smartphone yang dapat menggeser pola interaksinya, terdiri dari dua dampak, yakni pertama dampak positif: mempermudah interaksi dan memperkaya saluran interaksi, mempermudah akses informasi, dan kemudahan memenuhi kebutuhan perkuliahan. Kedua dampak negatif: waktu yang terbuang sia- sia, sulitnya menyaring informasi, dan lunturnya sopan santun dan tata krama dalam berinteraksi.
Solidaritas Sosial Komunitas Masyarakat Nelayan Pulau Liukang Loe di Desa Bira
Sumitro Sumitro;
Shermina Oruh;
Syamsu Andi Kamaruddin;
Andi Agustang
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i3.46128
Manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya dalam memenuhi kebutuhannya, Tentunya dalam memenuhi kebutuhan hidup perlu adanya kesadaran kolektif dalam masyarakat. Kesadaran kolektif dapat terlihat pada nilai solidaritas sosial yang tercermin pada sikap saling percaya, saling menghormati dan perasaan bersatu diantara anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis solidaritas sosial pada komunitas masyarakat nelayan pulau liukang loe desa bira kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang solidaritas sosial pada komunitas masyarakat nelayan pulau liukang loe desa bira kabupaten Bulukumba. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yang digunakan meliputi; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk solidaritas sosial meliputi; adanya kerjasama, gotong royong dan kepedulian sosial. Dengan demikian solidaritas yang terjadi pada komunitas masyarakat nelayan pulau liukang loe desa bira merupakan solidaritas mekanik yang ditandai dengan belum ada sistem pembagian kerja yang ketat, memiliki kesadaran kolektif, sikap dan perilaku lebih diutamakan, serta berorientasi pada kepentingan bersama.
Relasi Patron Klien Panrita Lopi di Desa Bira Kabupaten Bulukumba
Syarifuddin;
Shermina Oruh;
Syamsu Andi Kamaruddin;
Andi Agustang
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i3.47430
Relasi patron klien Panrita Lopi merupakan hubungan yang berbentuk secara vertikal antara atasan dan bawahan Punggawa dengan Sahi. Relasi patron klien terbangun didasari oleh kepentingan antara punggawa dengan Sahi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk relasi patron klien Panrita Lopi di desa Bira kabupaten Bulukumba dan menginterpretasi rasionalitas langgengnya relasi patron klien Panrita Lopi antara punggawa dan buruh pembuat kapal (sahi). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan jumlah informan 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk relasi patron klien antara punggawa dengan buruh pembuat kerja kapal (sahi) yang terbangun atas dasar kepentingan pemenuhan kebutuhan yang menjadi determinan terbinanya relasi antara punggawa dan buruh pembuat kapal (sahi). Kesimpulan bahwa Rasionalitas langgengnya relasi pantron klien antara punggawa dengan buruh pembuat kapal, didasari oleh beberapa faktor diantaranya seperti rasionalitas ekonomi, rasionalitas sosial dan rasioanlitas kepatuhan sosial.
DAMPAK SOSIAL DANA DESA DALAM KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA KALOLA, KECAMATAN MANIANGPAJO, KABUPATEN WAJO
Andi Ashar;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine how the utilization of village funds and the social impact of village funds on community welfare in the village of Kalola, Maniangpajo District, Wajo Regency. The data obtained in this study used descriptive qualitative analysis. The technique of determining informants uses purposive sumpling or data collection by determining informant criteria, namely the Kalola villagers who have settled before and after the village funds. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Descriptive type qualitative data analysis techniques through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validation technique is using member check. The results of this study indicate that 1) Utilization of village funds in the village of Kalola is divided into two, namely utilization through physical development and utilization through community empowerment. Physical development includes the construction of village infrastructure while the utilization of village funds through community empowerment. Physical development is 70% while community empowerment is 30%. 2) The social impact of village funds on community welfare in the village of Kalola is divided into 2 namely a. positive: The community can easily access the road to the rice fields, the poor feel satisfied, improve the standard of living of the community, the villagers have the skills. b. negative: The emergence of conflict between citizens, the erosion of integration between communities, the community is more concerned with personal interests, the crime that occurred in the village.
PREFERENSI ORANG TUA DALAM MENYEKOLAHKAN ANAKNYA DI DESA AMOLA KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI
Nafa Urbach;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 3, November 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (435.457 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13363
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. 2) Dampak dari preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu orang tua yang memiliki anak perempuan dan laki-laki yang telah lulus pada sekolah tingkat menengah dan salah satunya lanjut ke perguruan tinggi. Jumlah informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar adalah tidak adanya kemauan dari dalam diri anak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, nilai-nilai patriarki yang dianut oleh masyarakat dan orang tua tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah anaknya. 2) Dampak dari preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar yaitu seseorang hanya akan mampu mengerjakan hal-hal yang minim dan bagi anak perempuan hanya mampu mengerjakan pekerjaan dalam hal urusan domestik rumah tangga. Sedangkan bagi anak laki-laki hanya mampu bekerja pada ruang publik seperti bertani, berkebun maupun beternak.
STUDI SOSIOLOGI PERNIKAHAN MUBARAK DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH MAKASSAR
Nurul Fathiyyatul Mufidah;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i1.14131
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) bagaimana sistem Pernikahan Mubarak; dan 2) apa latar tindakan sosial peserta Pernikahan Mubarak di Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Informan sebanyak 6 orang ditentukan dengan metode snowball sampling dengan pihak pertama yaitu ketua pelaksana Pernikahan Mubarak, ustadz-ustadz yang terlibat dalam proses perjodohan, peserta dan lembaga yang ikut serta dalam melaksanakanPernikahan Mubarak. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Data yang ditemukan dianalisis menggunakan teoti tindakan sosial Max Weber. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa, 1) Pernikahan Mubarak menggunakan sistem pernikahan yang syar’i atau sesuai dengan aturan dan anjuran dalam agama Islam. Pernikahan ini awalnya diperuntukkan untuk kader Hidayatullah untuk menghindari hubungan antara pria dan wanita di luar pernikahan seperti berpacaran dan untuk meringankan beban seseorang yang akan menikah salah satunya dari segi biaya. 2) Secara umum, latar tindakan peserta Pernikahan Mubarak, yaitu tindakan rasional nilai yang berorintasi pada nilai agama islam karena pernikahan ini dilaksanakan berdasar pada anjuran dan ketentuan agama islam.
Analisis Dampak Keluarga Berpisah Terhadap Karakter Anak Dan Minat Belajar Di Bulu Kelurahan Manarang Kecamatan Mattiro Bulu Kab. Pinrang
Mutmainnah Arham;
Andi Agustang;
Muhammad Syukur
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9434
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana dampak keluarga berpisah terhadap karakter anak, 2) bagaimana dampak keluarga berpisah terhadap minat belajar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan pada penelitian ini sebanyak 11 informan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perpisahan orang tua memberikan dampak positif dan juga negatif kepada anak. 2) dampak perpisahan orang tua terhadap minat belajar anak yang Pertama, Beberapa anak-anak yang ada di lingkungan bulu merasa kesepian dan tidak diperhatikan, mereka mengatakan bahwa orang tuanya hanya sebatas bertanya tanpa memberikan arahan ataupun perhatian lebih sehingga mereka terkadang merasa kesepian dan hanya tinggal bersama nenek, dikarenakan orang tua yang sibuk bekerja. Hal ini membuat anak tidak memiliki motivasi belajar karena tidak mendapat dukungan dari orang tua. Kedua, tidak semua anak-anak yang orang tuanya berpisah mengalami masalah pada minat belajarnya, bahkan beberapa dari mereka justru menjadi lebih fokus dan bersemangat pada proses belajar dan mengajar. Mereka mengatakan bahwa ia tetap fokus untuk menggapai cita-citanya dan ingin membahagiakan orang tuanya.
Eksistensi Masyarakat Berdasarkan Status Sosialnya di Desa Palangiseng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng
Sulfiana Sulfiana;
Andi Agustang;
Muhammad Syukur
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9435
Eksistensi Masyarakat Berdasarkan Status Sosial di Desa Palangiseng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Program Studi Pendidikan Ilmu Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Andi Agustang dan Muhammad Syukur). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peristiwa aktual yang terjadi di daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan metodologi kualitatif. Kajian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dan semacam kajian yang dikenal dengan istilah library research, yaitu pengumpulan data atau makalah akademik yang berkaitan dengan tinjauan pustaka, yaitu literatur. Berdasarkan fenomena yang ada dapat dilihat bahwa eksistensi masyarakat di desa palangiseng tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat di pedesaan berusaha untuk tetap eksis meskipun diketahui bahwa tidak dipungkiri bahwa bukan saja orang yang memiliki status sosial yang tinggi bisa eksis. Namun, masyarakat yang memiliki status sosial yang rendah pun tidak menutup kemungkinan untuk eksis. Pada umumnya masyarakat di pedesaan memiliki status sosial yang berbeda-beda. Berdasarkan fenomena yang ada masyarakat di Desa Palangiseng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng ada beberapa status sosial yang menonjol antara lain, dari segi profesi masyarakat desa palangiseng yang memiliki status sosial yang tinggi, misalnya dokter, polisi, bidan dan lain sebagainya. Selain dari segi profesi, masyarakat yang tergolong memiliki kekayaan yang lebih menempatkan posisi strata yang paling tinggi. Namun dengan adanya perbedaan status sosial mengakibatkan adanya perlakuan yang berbeda yang diterima. Hal inilah yang membuat masyarakat berlomba-lomba untuk meningkatkan status sosialnya agar mereka lebih eksis di kalangan masyarakat.