This Author published in this journals
All Journal Jurnal Manajemen dan Agribisnis Paduraksa : Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Jurnal Buana Informatika JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Jurnal Konstruksi Jurnal Adabiyah Techne : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Perspektif Ilmu Pendidikan Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kappa Journal Indonesian Journal of Anesthesiology and Reanimation (IJAR) International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS) Jurnal Suara Hukum BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Nursing Sciences Journal Journal of Agri Socio Economics and Business Nivedana : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam El-Iqtishady SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Qisthosia Jumper : Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga NEGREI: Academic Journal of Law and Governance Akuntansi'45 Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Jurnal Teknik Sipil Macca International Journal of Metacentre Economics and Business Journal Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Fleksibel: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS) Research Horizon Al-Bayyinah Alsinatuna Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum ASIAN: Indonesian Journal of Learning Development and Innovation Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman JOIES (Journal of Islamic Education Studies) International Journal of Health Literacy and Science CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin JOI Multidisciplinary Indonesian Center Journal Jcommits : The Journal of Community Empowerment, Innovation, and Sustainability CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat JAMP Jurnal TekLA Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Arsitektur GRID
Claim Missing Document
Check
Articles

Urgensi Penguatan Regulasi Alternative Dispute Resolution (ADR) dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan dan Keuangan di Indonesia Alieffa Nanda Erviana; Hamzah; Rohaini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2784

Abstract

Alternative Dispute Resolution (ADR) merupakan instrumen penting dalam penyelesaian sengketa perbankan dan keuangan yang menuntut mekanisme penyelesaian yang cepat, efisien, dan berbiaya rendah. Namun, implementasi ADR di Indonesia masih menghadapi tantangan regulatif yang berdampak pada efektivitas dan kepastian hukum bagi para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penguatan regulasi ADR dalam sektor perbankan dan keuangan serta mengidentifikasi aspek-aspek hukum yang perlu diperbaiki. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, ditunjang analisis komparatif terhadap praktik ADR di beberapa negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi ADR yang ada belum mampu memberikan standar prosedural yang jelas, masih terdapat disharmonisasi antara aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ketentuan arbitrase, serta belum optimalnya peran lembaga mediasi perbankan. Selain itu, lemahnya koordinasi antar lembaga penyelesaian sengketa serta kurangnya mandat yang mengikat dalam pelaksanaan putusan ADR turut menghambat efektivitasnya. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan regulasi ADR dibutuhkan untuk menjamin kepastian hukum, mendorong efisiensi penyelesaian sengketa, dan meningkatkan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.  
Alternatif Penyelesaian Sengketa Jasa Keuangan Melalui LAPS-SJK: Perspektif Perlindungan Konsumen Fadhilatul Amiroh; Hamzah; Rohaini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2785

Abstract

Perkembangan layanan jasa keuangan digital di Indonesia seperti paylater, rentan akan perbuatan melawan hukum sehingga membutuhkan hukum yang kuat untuk memastikan perlindungan konsumen melalui mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS-SJK) dari perspektif perlindungan konsumen dengan menilai kesesuaian antara kerangka regulasi, kewenangan, dan kepatuhan pelaku usaha terhadap perinsip perlindungan konsumen. Metode yang digunakan yakni analisis dokumen hukum dan peraturan terkait sektor jasa keuangan serta telaah kebijakan publik untuk mengidentifikasi celah regulasi dan interpretasi hukum yang mempengaruhi akses dan efektivitas LAPS-SJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun landasan hukum LAPS-SJK menyediakan jalan alternatif bagi penyelesaian sengketa, akan tetapi masih terdapat masalah normatif terkait standar perlindungan yang belum konsisten dan kebutuhan akan penguatan mekanisme akuntabilitas serta transparansi. Untuk itu, diperlukan kebijakan hukum berupa penyempurnaan norma peraturan, pengaturan teknis pelaksanaan LAPS-SJK, dan penguatan mekanisme pengawasan regulator untuk menjamin perlindungan konsumen yang lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan
Urgensi Pengaturan Paylater Sebagai Produk Keuangan Digital: Perspektif Hukum Perbankan Fadhilatul Amiroh; Hamzah; Sepriyadi Adhan S
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2788

Abstract

Penelitian ini membahas urgensi pengaturan paylater sebagai produk keuangan digital dalam perspektif hukum perbankan Indonesia. Perkembangan pesat layanan paylater menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat dalam menggunakan fasilitas pembiayaan yang lebih cepat, praktis, dan berbasis teknologi. Namun demikian, paylater hingga saat ini belum memiliki landasan hukum yang komprehensif dalam sistem keuangan nasional, sehingga menimbulkan ketidakpastian terkait status yuridis, mekanisme pengawasan, dan standar perlindungan konsumen. Melalui metode penelitian yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini mengidentifikasi bahwa paylater memiliki karakteristik yang serupa dengan fasilitas kredit perbankan, sehingga pada prinsipnya harus tunduk pada prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan mekanisme manajemen risiko yang memadai. Minimnya regulasi juga berpotensi menciptakan masalah over-indebtedness, penyalahgunaan data pribadi, hingga praktik penagihan yang tidak etis. Oleh sebab itu, harmonisasi regulasi antara paylater, hukum perbankan, dan kerangka pengawasan fintech menjadi sangat penting untuk memastikan kepastian hukum, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan memberikan perlindungan yang optimal bagi konsumen. Penelitian ini menegaskan bahwa pengaturan komprehensif merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa inovasi keuangan digital dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan dalam koridor hukum yang ada.
Penerapan Online Dispute Resolution (ODR) sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Modern E-Commerce di Indonesia Juwita, Kiki; Hamzah; Rohaini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2790

Abstract

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan lonjakan signifikan, dengan transaksi daring yang meningkat secara pesat dan pergeseran perilaku konsumen menuju belanja digital. Seiring dengan kenaikan volume transaksi, potensi sengketa seperti barang tidak sesuai, kualitas buruk, atau pembatalan sepihak juga semakin besar. Mekanisme litigasi melalui pengadilan dianggap kurang efektif karena prosedur yang panjang, biaya tinggi, dan keterbatasan akses, terutama bagi sengketa nilai kecil. Sebagai alternatif, Online Dispute Resolution (ODR) muncul sebagai solusi yang mengombinasikan teknologi dan metode ADR (alternative Dispute Resolution) seperti mediasi dan arbitrase, menawarkan penyelesaian sengketa yang lebih fleksibel, cepat, dan murah. Namun, regulasi ODR di Indonesia belum sepenuhnya jelas; meskipun terdapat dasar hukum seperti UU Arbitrase dan Perma Mediasi, payung hukum khusus ODR belum terbentuk. Dalam kajian ini, dianalisis peran ODR dalam memperluas akses keadilan bagi konsumen serta meningkatkan efisiensi penyelesaian sengketa e-commerce, dengan menggunakan pendekatan hukum normatif dan telaah literatur dari studi-studi terkini.
AL-‘AWĀMIL AL-NAḤWIYYAH: THEORY, DEBATES, AND MODERN CRITIQUES OF THE CONCEPT OF 'AMIL ( العامل والمعمول) Marsyanti; Sri Mulya Nengsi; Hamzah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.1913

Abstract

The study of al-ʿawāmil al-naḥwiyyah (grammatical factors) serves as a primary foundation in Arabic grammar, examining the relationship between the ʿāmil (governing agent) and the maʿmūl (governed element) as the mechanism determining iʿrāb (inflection) within Arabic sentence structures. This article aims to comprehensively analyze the classical theory of the ʿāmil concept as formulated by early grammarians—notably al-Jurjānī in Al-ʿAwāmil al-Mi’ah—and examine the debates emerging between the Basra and Kufa schools regarding the source and authority of the ʿāmil. Utilizing a qualitative-descriptive analytical approach toward primary and secondary literature, this research explores the epistemological arguments underlying the construction of the ʿāmil theory and assesses its relevance to modern critiques in Arabic linguistics. The findings indicate that the ʿāmil concept is not merely a grammatical instrument but also possesses philosophical value in explaining the order and rationality of the Arabic language. However, modern critiques—particularly from structural and generative linguistic perspectives—question the metaphysical assumptions of the ʿāmil concept, which are deemed non-empirical. Nonetheless, the theory of ʿāmil maintains methodological significance in understanding Arabic syntactic relationships and the development of contemporary grammatical theories. This article emphasizes the necessity of a conceptual reinterpretation of al-ʿawāmil al-naḥwiyyah to remain relevant within modern linguistic paradigms without losing its classical essence.
AL-IDHAFAH, AL-NA’AT, AND AL-TAUKID: STRUCTURAL RELATIONS BETWEEN ELEMENTS IN ARABIC SYNTAX Sulfadli; Muslimin Resi; Hamzah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.1940

Abstract

This research aims to explain the structural relations between al-idhāfah, al-naʿt, and al-tawkīd in Arabic syntax and to delineate how their interaction influences meaning formation and functional distribution within the nominal phrase. This study is conducted because previous research has tended to discuss these three elements separately, resulting in a lack of an integrated analytical model that describes the hierarchical and semantic relationships between them. The study employs a qualitative-descriptive approach, analyzing data drawn from classical nahwu texts, modern Arabic corpora, and relevant contemporary research. Data were classified based on the patterns of element occurrence and analyzed through structural syntactic analysis methods to identify their functions, positions, and i‘rāb (inflectional) implications. The results indicate that idhāfah serves as a marker of possessive relations and semantic restriction, naʿt functions to provide descriptive modification that clarifies the referent, and tawkīd reinforces the reference both structurally and semantically. These three form dependency patterns that influence each other when present within a single phrasal construction. The novelty of this research lies in the formulation of an integrative relational model that combines syntactic functions, hierarchical structures, and semantic implications into a single operational analytical framework. This model provides a more comprehensive understanding compared to previous fragmentary studies. These findings have important implications for the teaching of nahwu, the analysis of modern Arabic discourse, and the development of computational linguistic applications that require more accurate mapping of nominal structures.
CLASSICAL NAHWU SCIENCE: THE THEORY OF I'RAB, 'AMIL, AND A CRITICAL REVIEW OF THE BASRAH AND KUFA MODELS Erni Nurjaya; Ahmad Dani; Hamzah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.1958

Abstract

This research discusses the concepts of i’rab and ‘amil in Arabic grammar and examines the methodological differences between the Basra and Kufa schools as the two primary streams in the construction of nahwu (syntax). I’rab is understood as the changes in the vowels at the end of words influenced by the presence of an ‘amil (governor) and the word's position within the sentence structure, thus playing a vital role in preserving meaning and syntactic order in the Arabic language. This study employs a qualitative approach with a library research method, tracing primary sources from the works of classical scholars and secondary sources from modern studies. Data analysis was conducted using content and comparative analysis methods to identify the epistemological characteristics of both schools. The results of the study show that the Basra school is prescriptive, rational, and selective regarding linguistic sources, whereas the Kufa school is more descriptive, flexible, and open to various speech patterns, including those considered syadz (irregular). These differing approaches impact how both schools understand and formulate the rules of i’rab and ‘amil. This study concludes that both schools provided distinct yet complementary contributions to the development of Arabic nahwu, where Basra played a role in theoretical standardization and Kufa contributed to the preservation of linguistic reality. These findings emphasize that the understanding of i’rab is not only related to grammatical aspects but is also supported by historical and epistemological perspectives within the scientific tradition of the Arabic language.
A NEW DIRECTION IN ARABIC MORPHOSYNTACTIC STUDIES: INTEGRATING CLASSICAL THEORY, MODERN LINGUISTICS, AND PEDAGOGICAL APPLICATIONS Muhammad Fathin Haqqar; Hamzah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.1972

Abstract

Traditional Arabic linguistic studies often fall into a dichotomy that separates Nahwu (syntax) and Sharf (morphology), causing learners to lose the functional orientation of the language. This research aims to formulate a new direction in Arabic morphosyntactic studies through the integration of classical theory, modern linguistics, and pedagogical applications. Using a qualitative-descriptive approach with a library research method, data were analyzed comparatively and integratively from various reputable scientific literatures. The research results show that the integration of Al-Jurjani's Nazhm theory with systemic functional and generative-transformational linguistic perspectives is capable of providing a more logical explanation of Arabic language structures. Furthermore, digitalization through corpus analysis and computational linguistics enables empirical mapping of language patterns to support AI development. Pedagogically, the implementation of an integrative approach that unites the teaching of Nahwu and Sharf, alongside the utilization of data-based media, has proven to be more effective in enhancing students' communicative skills compared to conventional methods. This research concludes that strengthening morphosyntactic studies is a crucial step in modernizing Arabic language learning in the global era.
AL-MABĀNI WA AL-MA‘ĀNI: RELASI ANTARA BENTUK ṢARFIYYAH DAN MAKNA SEMANTIS DALAM BAHASA ARAB Muhammad Rahmat Alimin; Nizar; Hamzah
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i1.1970

Abstract

Kajian relasi antara bentuk (al-mabāni) dan makna (al-ma‘āni) merupakan aspek fundamental dalam linguistik Arab yang menegaskan keterpaduan antara sistem morfologi (al-ṣarf) dan semantik (al-dalālah). Dalam bahasa Arab, setiap perubahan bentuk kata tidak hanya merepresentasikan variasi gramatikal, tetapi juga mengandung implikasi makna yang sistematis dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara bentuk ṣarfiyyah dan makna semantis melalui pendekatan morfosintaksis, dengan menelaah keterkaitan antara struktur morfologis dan fungsi sintaktis dalam pembentukan makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif–kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji karya-karya linguistik klasik, seperti Al-Kitāb karya Sibawaih dan Al-Khaṣā’iṣ karya Ibn Jinnī, serta membandingkannya dengan perspektif linguistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam bahasa Arab, bentuk berfungsi sebagai wadah makna (al-mabnā qālib al-ma‘nā), di mana perubahan huruf, pola wazan, dan struktur derivatif senantiasa membawa konsekuensi semantis yang jelas dan teratur. Relasi antara bentuk dan makna bersifat non-arbitrer serta mengikuti kaidah linguistik yang logis. Dengan demikian, pemahaman terhadap konsep al-mabāni wa al-ma‘āni menjadi landasan penting dalam studi morfosintaksis Arab dan memiliki relevansi aplikatif dalam pembelajaran bahasa Arab modern, khususnya dalam penguatan analisis gramatikal dan semantik..
AL-USLUB AL-INSYA’I WA AL- KHABARI (ANALISIS SINTAKSIS DAN PRAGMATIK DALAM KALIMAT ARAB) Nur Atika Putri; Ummul Khaeriah; Hamzah
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i1.1973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan fungsi al uslub al- insya’i dan al-uslub al-khabari dalam bahasa arab melalui pendekatan sintaksis dan pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research).Data dikumpulkan melalui penelaahan literatur berupa kitab nahwu dan balaghah Arab, buku linguistik modern, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sintaksis, al-khabarī dibentuk melalui jumlah ismiyyah dan jumlah fi‘liyyah yang berfungsi menyampaikan informasi yang dapat diuji kebenarannya, sedangkan al-insyā’ī direalisasikan melalui struktur khusus seperti fi‘il amr, fi‘il muḍāri‘ majzūm dengan lā an-nāhiyah, serta adawāt al-istifhām dan nidā’. Dari sisi pragmatik, makna kedua jenis kalimat tersebut tidak selalu bersifat literal, melainkan sangat dipengaruhi oleh konteks tutur, tujuan komunikasi, dan relasi sosial antara penutur dan mitra tutur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian analisis sintaksis dan pragmatik sangat penting untuk memahami fungsi dan makna kalimat bahasa Arab secara komprehensif, baik dalam konteks akademik, pendidikan, maupun teks keagamaan.
Co-Authors Abram Yoga Raharjo Abrar Tanjung Adi Sucipto, Adi Afandi, Alfa Astiana Afifah. HS, Nur Afreni Hamidah Agustina Salinding Ahmad Ali Irfan Ahmad Dani Ahmed, Idris Adewale Akbar Azis, Muhammad Alieffa Nanda Ervian Alieffa Nanda Erviana Alimuddin Amir, Irfan Amiruddin Saleh, MS Ana Sriekaningsih Andi Islah Hanief Padmanegara Andi Sugirman, Andi Andi Tabrani Rasyid ANDRIANSYAH Anhar Anna Surgean Veterini Antoni , Prima Ardianti, Andi Arham, Sarifuddin Arie Marbandi Arif Ardiansyah Arlenny Aswar Aulia Salsabila Avidar, Yoppie Prim Azisah Nurul Ilmi Andi Kasymir Basilus Rinaldi Budi Santoso Budiyarti, Yuliani Chitra Cita Rosita Sigit Prakoeswa Dahrial Damayanti Tinduh David Setiawan, David Djafar, Wihdat Djoyo, Rachmawati Dwi Budi Santoso Dwi Ratnasari Echa Cristi Edison Eighty Mardiyan K, Eighty eka yati, Sri Erni Nurjaya Fachruddin, Farianto Fadhilatul Amiroh Fahira Fathinah, Azzah Fatmawati Fatmawati Fauriana, Tafuzi Febriani Febriany, A. Very Firmansyah, M. Risal Ganding Sitepu Gunawan Gunawan Guspul, Ahmad Halmizal Hamdan Maghribi Haris Djalante, Abdul Hartanto, Nono Hasmawati Helmi Amirudin Hendro Sasongko Henny Angri Manafe Herawati Herawaty Hutwan Syarifuddin Ian Vanath Alhakim Idrus Sahar Muhammad Indra Putra , Edi Susrianto Indra Putra, Edi Susrianto Indra Yanto Iskandar, Isna Islahudin Jalius Jamaluddin Jumarni Jumriani Nawawi Juwita, Kiki Kaluge, Agapitus H Kara, Aisyah Kasmawati Kerlin Maysatria Khairil Anwar Khairuddin Khalid Rijaluddin Kiki Novia Arenty Kamisa Kurniati Lambang Basri Said Lenisya Winda Lilis Lina Warlina Linda Sekar Sari Linda Sekar Utami M Aizul Sofyan Syam M. Isnaini Maemonah, Maemonah Mahendra Amir, Ihza Maranatha, Daniel Mardiyantoro, Nahar Marsyanti Martin, Benedicto Reynaka Filio Mashud Maulydia Mayreista, Dita Misliah Idrus Mita Ariputri Moeins, Anoesyirwan Mohammad Diqi Mohtar, M. Sobirin Muhammad Anis Muhammad Arsyam Muhammad Azhari Muhammad Aziz Dzikrur Rohman Muhammad Faisal Aziz Muhammad Fathin Haqqar Muhammad Iswandi Wahyu Muhammad Jufri Muhammad Rahmat Alimin Muhammad Riswan Liling Muhammad Rusli Muhdar Muslimin Resi Mustafa, Wahyuddin MUTHMAINNAH naashirudin, syahir Napitupulu, Richard R.P. Natsir, Mohammad Nawal Sa’adah Neli Agusti Neneng Hasanah Niha, Simon S. Nirmalawati Nizar Noerdin Basir Nur Atika Putri Nur, Muafiah nurfani, Anggun Nurfani Nursakina Nurul Akma Nurwijayanti Oktaviona Oman Unju Subandi Ordiyasa, I Wayan Putra Wanda, Putra Rahmat Nur Hidayat Restya Amanda Putri Retno Fitrianti Rian, Rica Rio Febrianto Riski Clausthaldi, Fadhil Rohaini Rohaini Rohaini Rosmani salihin Sastrawati, Nila Sepriyadi Adhan S Servasius Hartoyo Sevinatul Nazati Shibghotillah, Nur Siddik, Hasbi Sidha Pangesti Anjarwulan Solikin Sri Jumini Sri Mardiyati Sri Mulya Nengsi Sri Wahyuni Ningsi Srinawati St. Chaerunnisa, Andi Suandar Baso Subijanto Marto Soedarmo Suci Cahya Ramadhani Sujoto, Ujo Sulfadli Sunaryo Surahman Amin, Surahman Suryanti Suwondo, Adi Suyud El Syam, Robingun Syafei, Ilham Syafi'i, Ahmad Syaiful Syaiful Syamsul Asri T, Jamaluddin Tahir Maloko Tri Setyo Guntoro Uhud, Akhyar Nur Ummul Khaeriah Warda Zakiya Wawan Kusdiana Widia Astuti Widiyanto, Petrus Wijaya, Nurhadi Wijaya, Subur Wilastara , Devit Yandri Yandri Yanuar Fitri, Yanuar Yulias Yusron Shidqi, Muhammad Yusuf, Anang Maulana Zakirah, Zakirah Zulfahri, Zulfahri Zulkarnain, Zulkarnain Zulni Pratama , Niko