p-Index From 2021 - 2026
13.01
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Pilar At-Taqaddum Jurnal Berita Sosial Jurnal Manajemen Indonesia Jurnal Sinar Manajemen Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Journal Of Nursing Practice JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Komputer) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL MANAJEMEN Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Jurnal E-Komtek utile: Jurnal Kependidikan Jurnal Abdidas TEPIAN Al-Minhaj Kainawa: Jurnal Pembangunan & Budaya Economics and Digital Business Review Borneo Educational Journal (Borju) Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Window of Community Dedication Journal Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) JPS Window of Public Health Journal International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Journal Of Information And Technology Unimor (JITU) Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Journal Islamic Economics Ad Diwan Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Jurnal Riset Kelautan Tropis (J-Tropimar) Journal of Training and Community Service Adpertisi Journal of Scientific Research, Education, and Technology Jurnal Mitrasehat Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Holistic: Journal of Tropical Agriculture Sciences Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Media Akademik (JMA) VISA: Journal of Vision and Ideas Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Journal of Fisheries & Marine Jurnal Pengabdian Masyarakat Tekno Sains: Jurnal Kimia & Pendidikan Kimia HiJaSE (Hamzanwadi Journal of Science Education) Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JPS

PENUMPASAN PEMBERONTAKAN DI/TII DI PULAU KABAENA HAERUDDIN; WA ODE ASRI YANTI
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VII, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Latar belakang masuknyaDI/TII di Kabaena dan Dampak yang ditimbulkan akibat Gerakan DI/TII diKabaena. Sumber yang digunakan terdiri dari sumber primer berupaarsip/dokumen, dan sumber sekunder berupa artikel, buku, majalah, jurnal,yang diperoleh dari laporan-laporan hasil penelitianBeberapa temuan pokok penelitian ini, adalah; Pertama adalah kondisiwilayah pulau Kabaena yang dikelilingi oleh laut, ini akan menyelamatkanpasukan DI/TII dari pasukan brimob yang akan melakukan penumpasan di setiapwilayah Sulawesi Tenggara. Di samping itu, Kabaena yang wilayahnyadominan gunung dan hutan, ini akan dijadikan sebagai tempat yang sangatstrategis untuk persembunyian gerilyawan pasukan DI/TII. Selain letakgeografis, faktor penunjang lainnya karena banyaknya migrasi suku Bugis dipulau Kabaena, ini akan mempermudah pasukan DI/TII dalam berinteraksidengan masyarakat sehingga akan mempermudah untuk melakukan perekrutanpasukan. Gerakan DI/TII pertama kali masuk di Kabaena melalui di KolakaUtara. Setelah itu mulai meluas hingga di Boepinang, kemudian masuk diPoleang ini dikarenakan adanya penumpasan yang dilakukan oleh pasukanbrimob, selain itu banyaknya migrasi suku Bugis di daerah tersebutmenjadikan gerakan DI/TII menyebar dengan cepat hingga Kasipute danmeluas di Kabaena. KeduaDampak dari gerakan DI/TII di Kabaena adalahmengungsinya masyarakat akibat menghindari perekrutan pasukan DI/TII.Akibatnya pasukan DI/TII mulai melakukan penyimpangan seperti perampokan,pembakaran, penculikan. Selain itu, dampak lainnya adalah mengungsinyamasyarakat secara besar-besaran dari tempat-tempat yang tidak aman yangmenjadi basis gerilyawan ke daerah yang lebih aman, seperti mengungsi dihutan atau ke Baubau atau ke daerah yang dikuasai oleh brimob.
SYEKH ABDUL WAHID PEMBAWA ISLAM DI PULAU BUTON HAERUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VIII, No 1, Mei 2022
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah masuknya Islam di Buton, ulama yang membawa dan menyiarkan Islam di Buton, serta strategi yag penyiaran Islam sampai kepada perubahan tata Kelola pemerintahan dari kerajaan menjadi kesultanan di Buton. Sumber yang digunakan terdiri dari sumber primer berupa arsip/dokumen, dan sumber sekunder berupa artikel, buku, majalah, jurnal, yang diperoleh dari perpusatakaan maupun koleksi pribadi penulis.. Beberapa temuan pokok penelitian ini, adalah; Pertama, masuknya Islam ke Buton. Pertama, Islam masuk kira-kira pada tahun 1540. Tradisi lokal menyebutkan bahwa pembawa Islam ke Butun ialah Syekh Abdul Wahid, putra Syekh Sulaiman keturunan Arab yang beristeri puteri Sultan Johor. Sekembali dari Ternate melalui Adonara menuju Johor, Syekh Adul Wahid berpapasan dengan gurunya Imam Pasai bernama Ahmad bin Qois Al Aidrus di perairan Flores (dekat Pulau Batuatas). Sang guru menugaskan muridnya untuk tidak segera kembali ke Johor melainkan terlebih dahulu menuju ke utara ke negeri Butun. Berbeloklah perahu yang ditumpangi Syekh Abdul Wahid ke utara dan berlabuh di Burangasi, di Rampea bagian selatan pulau Butun. Kedua, pembawa Islam di Buton adalah Syekh Abdul Wahid, Ayahnya bernama Syekh Sulaiman dan ibunya adalah puteri Sultan Johor. Diberitakan di Buton bahwa Syekh Abdul Wahid adalah turunan Arab yang menetap tinggal di Johor. Adapun silsilah Syekh Abdul Wahid dapat disebutkan sebagai berikut; Abdul Wahid bin Sulaiman bin Muhammad Aidrus bin Umardilar bin Arifbillah Ma’rufil Quzkhi bin Abubakar ibn Salim bin Syaid Salim bin Ali Ridla bin Musa Al Qaadim bin Muhammad Bakir bin Zainal Abidin bin Saidina Husein bin Saidina Ali. Dan ketiga, metode penyiaran Islam yang dilakukan oleh Syekh Abdul Wahid yaitu, metode Kawalimbobha, penyiaran Islam lewat istana, Metode dialog dan metode kesaktian.
SENGKETA TANAH MASYARAKAT SUKU MANGE DENGAN MASYARAKAT WAKATOBI DI DESA JORJOGA KECAMATAN TALIABU UTARA KABUPATEN PULAU TALIABU HAERUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Sejarah Terbitan Bulan November 2023
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang konflik anatara penduduk Wakatobi yang bermukim di Pulau Taliabu dengan Suku Mange sebagai Penduduk asli Pulau Taliabu, dan bagaimana proses penyelesaian konfliknya serta dampak apa yang muncul pasca penyelesaian konflik anatar kedua etnis tersebut. Sumber yang digunakan terdiri dari sumber primer berupa wawancara, arsip/dokumen, dan sumber sekunder berupa artikel, buku, majalah, jurnal, yang diperoleh dari perpusatakaan maupun koleksi pribadi. Beberapa temuan pokok penelitian ini, adalah; Pertama, Suku Mange menganggap bahwa warga Wakatobi yang bermukim di Taliabu adalah warga pendatang yang tidak memiliki hak atas tanah yang digarapnya. Sementara dilain pihak warga Wakatobi yang telah sekian lama bermukim dan bertani telah menganggap bahewa tanah yag ditinggali dan digarapnya merupakan hak milik mereka, apalagi telah banyak tanaman jangka panjang yang tumbuh di areal tanah mereka. Kondisi tersebut kemudian membuat kedua belah pihak hidup tidak tenang, selalu was-was atau tidak nyaman dalam hidup bertetangga. Upaya mediasi telah dilakukan oleh pemerintah desa, tapi pada kenyataannya masing-masing pihak tetap bersikukuh dengan pendapatnya, sehingga jalan tengah sebagai solusi yang dapat ditempuh menjadi mandek.
TRADISI SUNGKAWI SANGIA PADA MASYARAKAT SIOMPU KABUPATEN BUTON SELATAN HAERUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sejarah Terbitan Bulan Mei 2024
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Latar belakang penelitian ini bertolak dari belum adanya kajian atau studi yang secara khusus membahas tentang kebudayaan masyarakat Siompu secara khusus. Penelitian ini mengungkapkan aspek-aspek historis tradisi Sungkawi sangia dalam kehidupan masyarakat Siompu, dengan tujuan; (1) mendeskripsikan latar belakang munculnya Tradisi Sungkawi sangia di Siompu, (2) menguraikan prosesi pelaksanaan Tradisi Sungkawi sangia di Siompu. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan analisis deskriptif kualitatif. Penggunaan metode ini bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta menyimpulkan data-data yang mempunyai hubungan antara fenomena yang diteliti. Untuk mendapatkan data yang akurat sehubungan dengan penelitian ini, digunakan teknik wawancara mendalam dengan informan pokok dan teknik observasi atau pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Upacara Sungkawi sangia dalam ingatan kolektif masyarakat Siompu mulai dilaksanakan sejak adanya parabela pertama di Siompu. Tentang kapan waktunya tidak dapat diketahui lagi, mengingat tradisi ini hanya tersimpan dalam ingatan masyarakat yang diturunkan secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi. Pada hakekatnya tradisi Sungkawi sangia merupakan perwujudan rasa terimakasih masyarakat Siompu yang telah diberikan keselamatan dan ketentraman hidup (2) Prosesi Sungkawi sangia dimulai dengan membaca doa di depan kaperansa dan tuturangi, kemudian memutarkan kelapa muda di depan kaperansa dan tuturangi secara bergantian (dua orang tadi saling membelakangi). Setelah prosesi selesai, kedua orang tersebut datang ke darat dan datang dua orang yaninnya untuk mengambil kembali isi kaperangsa dan tuturangi kemudian menyiram batu tadi (tempat upacara sungkawi sangia) dengan air laut. Setelah itu mereka naik di darat untuk membaca doa. Setelah pembacaan doa, semua rombongan dipersilahkan untuk makan. Acara selesai ditutup dengan pangara melapor kepada parabela bahwa prosesi upacara telah selesai. Lalu semuanya pulang dan diawali parabela yang terlebih dahulu meninggalkan tempat
TRADISI TEI’ANO WINE PADA MASYARAKAT SIOMPU, SEBUAH RITUAL PRA TANAM (STUDI DI DESA NGGULA-NGGULA) HAERUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sejarah Terbitan Bulan November 2024
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims; describes the background of the tei'ano wine ceremony in the Siompu community in South Buton Regency, describes the procession of carrying out the tei'ano wine ceremony in the Siompu community in South Buton Regency, reveals the symbolic meaning and values ​​contained in the tei'ano wine ceremony. The sources used consist of primary sources in the form of interviews, archives/documents, and secondary sources in the form of articles, books, magazines, journals, obtained from libraries and personal collections. This research uses a qualitative descriptive method. The aim of using this method is to create a systematic description, picture or painting of facts, characteristics and conclude data that has a relationship between the phenomena being studied. To obtain accurate data in connection with this research, in-depth interview techniques were used with the main informants and observation techniques or direct observations of the objects studied. Some of the main findings of this research are (1) The cultural tradition of tei'ano wine is a traditional ceremonial ritual of the farming community in Siompu. This ceremony is carried out after opening agricultural land, as an expression of prayer so that in the future the results will be abundant and free from pest pests. (2) The tei'ano wine ceremony or deliberation is carried out in baruga, which is attended by traditional institutions consisting of elements of sara and elements of law. (3) a. Social Values; deep wine tei'ano ritual Social life is essentially an activity of imitating and continuing the activities of humans in the past. b. Religious Values; The religious element in the tei'ano wine ceremony is reflected in the ritual of requesting the Almighty, so that the plants planted are kept away from pests and the results are bestowed. c. Cultural Values; The cultural value of the Tei'ano wine ceremony has become an ideology and justification for the importance of the ceremony. And if this culture is not implemented it will have a bad impact on people's lives
Dampak Pembangunan PLTU Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu HAERUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Akademik Pendidikan Sejarah
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui latar belakang pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia pada kecamatan Sangia Wambulu; Untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu sebelum dan sesudah pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia; Untuk mengetahui dampak pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu. Jenis Penelitian iniadalah jenis penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini dikategorikan atas dua jenis sumber yaitu data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan kamera digital. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Latar belakang pembangunan PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia adalah kebijakan kelistrikan nasional pemerintah karena kurangnya pasokan listrik Baubau dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik bagimasyarakat Kecamatan Sangia Wambulu maka dibangunlah PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia. Kehidupan social ekonomi sebelum dan sesudah pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia antara lain: (a) sebelum pembangunan PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia sebagian masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu mata pencaharian sebagai petani dan nelayan, tingkat pendapatannya pun belum tetap; (b) sesudah pembangunan PLTU PT.Harmoni Energi Indonesia telah mengalami perubahan karena sebagian masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu telah bekerja di PLTU walaupun hanya sebagai buruh bangunan dan lain sebagainya dan tingkat pendapatannya pun mulai menetap. Dampak pembangunan PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia terhadap kehidupan masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu antara lain: (a) dampak positifnya terpenuhinya kebutuhan pasokan listrik bagi Kecamatan Sangia Wambulu; (b) dampak negatifnya pembangunan PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia untuk kehidupan masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu dengan adanya pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia yaitu tercemarnya pesisir pantai yang mengakibatkan pendapatan para nelayan dan petani menurun.
Co-Authors A. Rizki Amelia AA Sudharmawan, AA Abdul Nashar Abdul Rahman Abdul Rahman Sakka Abraham Afrianti S. Lamuru Agus Riyadi Ahmad Arief Ahmad, Mirna Ahri, Reza Aril Aigistina, Aigistina AKHMAD Akhyar, Ramaulvi Muhammad Alexsandro Alfina Baharuddin Alkamalia, Wa Ode Alma Amelia, Andi Rizki Amir, Fitriah Amir, Haeril Andi Darmawansyah Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Multazam Andi Nurlinda Andi Rizki Amelia Andi Rustandi Andi Tenri Agung Andira Nurqalbi Anggraini Ryzky Diah Anin, Tince Yunarwati Annisa Anwar Aqilah Nurulwaqhia Arif Rahman Arifin, Nurbaeti Arni Rizqiani Rusydi Asriati Auliasari, Putrysuci Awaluddin AYU LESTARI Azainil Azainil Bariun , La Ode Baso, Budiman Besse Wahyuni Cahyana Mandasari Chairun Annisa Aryanti Darmansyah Darsikin Dayu Triana Paramita Deswalita, Aisyah Fitri Devi Dwi Pebriani Dewi Rizki Ramadhaningrum Dhea Maharani Ella Andayanie Elvis Endah Wahyunuing Asih Eril, Eril Fachrin, Suharni a. Fadly Fajrin, Kurniawati Fatmah Afrianty Gobel Fatmawati Fatmawati Fitri Suci Rahmadani Fitriah Amir Fratiwi, A. Fira Friska Amelia Arale Gautama Gautama Wijaya Gunawan Gunawan, Inra H. Abdul Hafid Hamini Hamzah, Wardiah Hardianto, Ulvab Harpiana Rahman Hartia Ningsih, Sri Mutmainna Haryaka, Usfandi Hasaruddin Hasiah, Khusnul Heru Wijayanto Aripradono Hidayani, Sri Husnul Hotimah Husnul Hotimah, Husnul I Komang Werdhiana Ibrahim Ibrahim Ahmad Ibrahim Ahmad Ibrahim Baso, Andi Hadi Ibrahim Ibrahim Idhar Darlis Idris, Fairus Prihatin Idris, Musfira Ielda Paramita Ika Fatmawati S Ikhram Hardi S Ilham Azis Imhar AR. Nailu Iqbal AR Iru, Wa Ode Sarmine Irwanti Said Jamali, Hisnol Jumiyati, Sri Junainah Juraid Abdul Latief Jusalim Sammak Juweni Kukuh Prakoso, Kukuh Kurnia Cantra Kurniawati Fajrin Kusmiati, Tati Kusumaningrat La Harimu La Harimu Laili Komariyah, Laili Levia, Yayang Liskha Ayuningrum Madinatul Munawwara Mahirullah Mandasari, Eka Cahyana Maria Yosephine Simbolon Mariati Marliyah Marungkil Pasaribu Masriadi Maulidiyah, Arum Memed Khumaedi Mirna Ahmad Mohammad Jamhari Muh. Multazam MUHAMAD Muhammad Anshar Muhammad Ayyub Amin MUhammad Dakhri Muhammad Ikhtiar Muhammad Jarnawi Muhammad Ramli Muhammad Said, Nurhidayat Muhammad Taufik Mukhlis Mulyana, Wa Ode MUNIRA Nada Shofa Najwa, Siti Halimah Nashar , Abdul Nawir, Burhanuddin Nihan Kristiyani Nimatul Mamuriyah Noorbaya Siti Nur Aziza Ramadani Nur Helminah Nur Iman Rudinah, Mahesa Nurbaeti Nurbaety Nurfadillah Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurhayati Nurhikma Nurjannah Nurlansi Nurmiati Muchlis Pairunan, Azizah S. Paridah Pebriani, Devi Dwi Pertiwi Desi Putri Samri Qhumairah, Alvira Rafia Rahmatullah Rahmi Rahmi Rasyidin Abdullah Ratnaningtiyas, Deltha Wati Isti Reza Aril Ahri Richard Riky Ristanto Gari Sabariman Sabariman Sahib, Muzdalipah Salijah, Erni Samsidar Jamaluddin Samsualam, Samsualam Saputra, Galih Yudha Sari, Anisa Permata Satkar Umara Septiyanti Siti Nurjannah Sitti Fatimah Sitti Halijah Sitti Patimah Sofya A. Rasyid Solly Aryza Sopiyan St. Jawiah Stefanus Eko Prasetyo Stefanus Eko Prasetyoi Sudarman, Dirman Sudirman supahar Sutrisnaniati, Eli Syahrir, Romeo Syaiful Bachri Syamsuriwal Taufik Tahir Theodora, Novieta Christina Toding, Sukanto Unggul Wahyono Vivin Elfitriyah H.S WA ODE ASRI YANTI Wa Ode Mulyana Wa Ode Samine Iru Wahyuni, Andi Indri Wahyuni, Ni Gusti Ayu Putu Eka Sri Werdhina, I Komang Widiayati Widyatmike Gede Mulawarman WINDA Yahya, Masrur Yulianto, Andik Yuliaty Yunita, Elisa Yusuf, Rezky Aulia Zuhdan Kun Prasetyo