Articles
ANALISIS PERBANDINGAN ARUS MOTOR INDUKSI ROTOR SANGKAR DUA KUTUB DENGAN EMPAT KUTUB
Armansyah, Armansyah;
Pelawi, Zulfadli
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v6i3.4604
Motor induksi rotor sangkar misalnya sebagai salah satu jenis motor induksi yang banyak penggunanannya. Motor induksi rotor sangkar ini dioperasikan pada dua putaran yaitu pada putaran cepat dan lambat. Menganalisa arus pada motor induksi tiga phasa rotor sangkar dengan cara perhitungan dan analisa pengujian. Motor induksi adalah mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah energi listrik arus bolak-balik menjadi energi mekanik. Dan pada umumnya digunakan sebagai motor-motor penggerak di dalam industri. Untuk daya yang lebih besar dari 1 HP biasanya digunakan dengan sumber daya tiga phasa atau dengan perkataan lain motor induksi tiga phasa. Perbedaan besar arus pada hubungan bintang dan segitiga terletak pada penyambungan belitan pada kumparan yang mempengaruhi besar tahanan. Sedangkan yang mempengaruhi kecepatan adalah banyaknya kutub yang dibentuk pada motor tersebut. Pada motor 2 kutub, 3000 rpm, I = 20,8 Amper. Pada motor 4 kutub, 750 rpm, I = 12 Amper. Sedangkan tahanan total pada hubungan delta untuk motor empat kutub sebesar 31,7 ohm, besar tahanan pada hubungan bintang untuk motor dua kutub sebesar 10,5 ohm.
Pemeliharaan Motor Induksi 3 Fasa Tegangan 380 V Pada GT 2.1 di PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Belawan
Sitorus, Hervan Fernando;
Armansyah, Armansyah;
Harahap, R.
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 3 (2022): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v7i3.6306
Waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah 25 Januari 2022 – 25 Februari 2022, yang telah dilaksanakan di PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Belawan pada bagian Har Listrik PLTGU Belawan yang beralamat di Jl. P. Sicanang No. 1 Belawan, Medan. Pada laporan kerja praktek ini, penulis melakukan perawatan bentuk preventive maintenance, predictive maintenance, dan corrective maintenance pada Pemeliharaan Motor Induksi 3 Fasa.Dimana perawatan motor induksi 3 fasa merupakan salah satu equipment atau peralatan yang banyak digunakan untuk menunjang berbagai proses tersebut. Biasanya motor induksi digunakan sebagai pemutar pompa, blower, atau juga compressor. Pemeliharaan atau maintenance adalah kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu aset dan memperbaikinya agar selalu dalam keadaan siap pakai untuk melaksanakan prduktivitas secara efektif dan efisien sesuai dengan standar. Untuk meningkatkan performa pembangkit dalam PLTU, dan menjaga performa kerja dan pada sebuah motor perlu dilakukan maintenance secara rutin. Perawatan Motor listrik merupakan salah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan realibility keandalan proses produksi dalam suatu industri. Dalam berbagai kegiatan industri yang tentunya penuhdengan proses-proses yang ada, motor listrik merupakan salah satu equipment atau peralatan yang banyak digunakan untuk menunjang berbagai proses tersebut. Pada industri-industri besar, motor listrik motor induksi menjadi penggerak utama untuk menggerakkan peralatanperalatan lainnya.
Penggunaan Sistem Solar Sel Pada Rumah Sederhana Sebagai Penerangan
Armansyah, Armansyah;
Husna, Jamilah;
Harahap, Khorul Ihwan
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 3 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v8i3.8802
Potensi energi matahari sebagai sumber energi terbarukan banyak tersedia dialam. Oleh karena itu,sejak diciptakan sebuah teknologi yang dapat mengkonversikan cahaya matahari menjadi energi listrik yang dinamakan solar sel (panel surya), maka harapan pada pengembangan teknologi ini menjadi sangat besar. Tetapi pada kenyataannya, kapasitas Panel Surya yang ada saat ini masih rendah. Hanya berkapasitas 100 watt peak (WP). Pemanfaatan energi matahari merupakan satu di antara sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk penerangan lampu rumah yang menggunakan lampu LED dengan bertegangan DC. Pada sistem ini penerangan lampu rumah tangga menggunakan solar sel, prinsip kerjanya secara keseluruhan adalah pada saat energi matahari di pancarkan ke permukaan bumi, maka solar sel akan bekerja menangkap energi matahari yang di pancarkan tersebut. Komponen panel surya ini mengkonversikan energi cahaya matahari tersebut menjadi energi listrik. Dan energi listrik tersebut akan di simpan pada Batteray, proses ini disebut pengisian daya pada Batteray. Batteray akan mengalami proses selama adanya energi matahari terpancar yaitu kira-kira 12 jam, Mulai dari jam 06.00 WIB sampai dengan jam 18.00 WIB. Pengambilan data Panel Surya ini berlokasi di kabupaten PALUTA (Padang Lawas Utara) Kecamatan Padang Bolak Desa Siurang Git-Git
Keselamatan Pemakaian Energi Listrik Rumah Tangga Yang Benar di Desa Bandar Rahmat Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara
Harahap, Raja;
Armansyah, Armansyah;
Sudaryanto, Sudaryanto;
Pramudia, Dafa Trinadi;
Rian, Agung Firmansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 1 (2022): JET Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v7i1.5389
Listrik memiliki fungsi dan peranan yang sangat vital dan strategis, karena berperan dalam memenuhi hajat hidup orang banyak dan mendorong pembangunan nasional di segala bidang. Energi listrik menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, karena tanpa energi listrik aktivitas masyarakat sebagai konsumen akan terganggu, disebabkan peralatan dan bahan penunjang kehidupan masyarakat menggunakan energi listrik sebagai penggeraknya. Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan ilmu dan ketrampilam dengan memberikan penyuluhan tentang keselamatan pemakaian energi listrik rumah tangga yang benar. Mitra mengetahui dan memahami tentang Peraturan Instalasi Listrik. Kehidupan modern saat ini telah sepenuhnya berhubungan dengan energi listrik. Tetapi masih banyak pengguna/konsumen listrik yang masih awam dengan hal yang satu ini, terutama di desa-desa. Selain bermanfaat, listrik juga berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Akibat penggunaan tidak sesuai atau kelalaian terhadap sumber listrik, seperti instalasi yang tidak baik mengakibatkan terjadinya kecelakaan atau kematian.
Studi Peralatan Proteksi Sambaran Petir Lightning Arrester Pada Jaringan Distribusi 20 KV
Saragih, Relikson;
Yusniati, Yusniati;
Nasution, Ramayulis;
Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 1 (2020): JET Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.894 KB)
|
DOI: 10.30743/jet.v5i1.2566
Penggunaan peralatan proteksi pada jaringan distribusi 20 KV bertujuan untuk memperkecil daerah pemutusan akibat gangguan, sehingga kontiunitas pelayanan dalam penyaluran energi listrik tidak terganggu. Sambaran Petir adalah salah satu gangguan yang sering terjadi pada saluran udara tegangan menengah 20 KV yang mengakibatkan terjadinya kerusakan peralatan tegangan 20 KV, sehingga harus diamankan dengan peralatan Lightning Arester. Ada tiga macam alat pengaman petir yaitu sela batang, arester jenis ekspulsi dan arester jenis katup. Saluran udara sangat dipengaruhi oleh jumlah sambaran petir pada saluran dan jumlah sambaran petir sangat tergantung pada kegiatan (intensitas) petir didaerah tempat saluran udara tersebut. Jika terjadi sambaran langsung semua energi petir dilepaskan kesaluran udara, sedang jika sambarannya tidak langsung hanya sebagian dari energi petir yang dilepaskan kesaluran udara tersebut. Dengan demikian tegangan lebih yang paling besar dan paling berbahaya adalah akibat dari sambaran langsung. Untuk menghindari kerusakan pada peralatan sistem tenaga listrik yang diakibatkan tegangan lebih surja petir dibutuhkan suatu sistem perlindungan yang cukup baik yaitu sistem proteksi Lightning Arester. Sebagai alat pelindung yang baik harus mempunyai perbandingan perlindungan yang tinggi, yaitu perbandingan antara tegangan surja maksimum diperbolehkan pada waktu pelepasan dan tegangan sistem 50 hertz yang dapat ditahan sesudah pelepasan terjadi.
Pemilihan Fuse Cut Out Untuk Pengaman Transformator Distribusi 400 KVA
Yusmartato, Yusmartato;
Nasution, Ramayulis;
Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 2 (2019): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.056 KB)
|
DOI: 10.30743/jet.v4i2.1619
Dengan bertambahnya beban dan makin panjang suatu jaringan distribusi, maka jumlah transformator distribusi juga semakin banyak pula serta jumlah gangguan akan semakin meningkat juga. Gangguan-gangguan tersebut bila tidak segera diantisipasi akan menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan, sehingga untuk mencegah kerusakan tersebut perlu digunakan alat-alat pengaman yang secukupnya. Salah satu alat pengaman pada transformator distribusi 400 KVA yaitu Fuse Cut Out, karena mudah diinstalasikan maupun mudah dioperasikan. Fuse Cut Out digunakan pada jaringan sistem distribusi 20 KV, selain untuk mengamankan transformator juga digunakan untuk memproteksi saluran distribusi dari gangguan-gangguan arus lebih atau beban lebih.
Pemanfaatan Kembali Limbah Trafo Yang Sudah Tidak Terpakai Menjadi Trafo Las
Hadiyatma, Andri Putra;
Yusmartato, Yusmartato;
Armansyah, Armansyah;
Ramayulis, Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 2 (2020): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v5i2.2882
Las busur listrik umumnya disebut las listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis. Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut. Busur listrik yang terjadi akan menimbulkan energi panas yang cukup tinggi sehingga akan mudah mencairkan logam yang terkena. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan dengan memperhatikan ukuran dan type elektrodanya.Pada las busur, sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi antara benda kerja dan elektroda. Elektroda atau logam pengisi dipanaskan sampai mencair dan diendapkan pada sambungan sehingga terjadi sambungan las. Mula-mula terjadi kontak antara elektroda dan benda kerja sehingga terjadi aliran arus, kemudian dengan memisahkan penghantar timbullah busur. Energi listrik diubah menjadi energi panas dalam busur dan suhu dapat mencapai 5500°C.
Analisa Pengaruh Endapan Polutan Garam Pada Isolator Terhadap Arus Bocor
Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 2 (2021): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v6i2.4391
Isolator yang bersih mempunyai tahanan yang sangat besar. Namun bila permukaannya menjadi kotor nilai tahanannya menjadi jauh berkurang. Pengotoran tersebut dapat terjadi karena isolator banyak terpasang di alam terbuka, sehingga bahan-bahan pengotor (polutan) akan mudah menempel pada permukaannya. Bahan-bahan polutan ini berangsur-angsur membentuk suatu lapisan tipis pada permukaan isolator. Untuk isolator-isolator yang terpasang dekat dengan pantai, unsur polutan yang paling berpengaruh terhadap unjuk kerja isolator adalah garam yang terbawa oleh angin. Polutan ini bersifat konduktif terutama pada keadaan cuaca lembab, berkabut atau pada hujan gerimis. Jika cuaca seperti ini terjadi, maka akan terjadi arus bocor melalui polutan tersebut. Adanya arus bocor ini akan memicu terjadinya peluahan parsial pada permukaan isolator.
Analisis Faktor Ketidaksamaan Beban Pada Beberapa Feeder Jaringan Sistem Distribusi
Armansyah, Armansyah;
Husna, Jamilah;
Nasution, Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v9i2.9769
Sampai saat ini kebutuhan daya akan energi listrik terus meningkat sehingga menjadi problem utama bagi pelanggan dan produsen energi listrik itu sendiri sebagai pemanfaatan energi listrik yang digunakan dalam berbagai kebutuhan antara lain industri, rumah tangga, perkantoran dan lain – lain. Jadi perlulah sebuah pemikiran untuk melakukan perhitungan tentang jumlah akan kebutuhan daya beban puncak yang terjadi pada feeder – feeder yang terhubung dengan permintaan maksimum dari berbagai beban yang terjadi pada waktu yang berbeda, disebabkan karena bermacam – macam keadaan beban. Setelah didapat harga faktor diversiti dari masing – masing feeder maka dapatlah diketahui effesiensi dari energi listrik pada saat jam – jam puncak tersebut. Untuk itu perlu diketahui data beban pemakaian energi listrik mulai dari konsumen industri samapai ke konsumen rumah tangga selama 24 jam dengan interval waktu 30 menit. Setelah dilakukan analisa perhitungan maka sampailah kepada kesimpulan bahwa penggunaan beban energi listrik di Kota Medan pada hari ini tidak lagi dapat di daya gunakan secara efektif diakibatkan besarnya permintaan dari pada ketersediaan energi listrik.
Analisis Parameter Sistem Pembumian Grid Gardu Induk KIM Mabar
Armansyah, Armansyah;
Pelawi, Zulfadli;
Wibowo, Dimas Teguh
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v9i1.9758
Pada saat ini kehidupan masyarakat semakin maju, makin banyak membutuhkan daya listrik. Di samping penambahan penyediaan daya listrik, peningkatan pelayanan juga merupakan hal pokok yang harus diperhatikan oleh pihak produsen tenaga listrik. Kehandalan dari sistem distibusi tenaga listrik, akhir-akhir ini semakin dituntut oleh pihak konsumen untuk melayani berbagai macam beban listrik yang menunjang semua kegiatan kehidupan. Dalam hal ini PT. PLN juga harus mengambil langkah-langkah dalam mengamankan pemakaian tenaga listrik tersebut, maka masalah yang timbul pada gardu induk KIM Mabar, seperti timbulnya tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan transfer akibat kegagalan isolasi haruslah ditindak lanjuti karena dapat menjadi masalah pada gardu induk tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka salah satu caranya adalah dengan melakukan pembumian titik netral dan pembumian badan (body) peralatan-peralatan pada gardu induk. Dan salah satu sistem pembumian yang cukup layak untuk diterapkan adalah sistem pembumian langsung dalam bentuk kisi-kisi (grid) dengan menggunakan elektroda batang yang tujuan utamanya adalah untuk memperoleh nilai tahanan pembumian yang kecil dan nilai tahanan pembumian yang seragam.