Latar Belakang : Waktu tunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengalaman keluarga pasien dirumah ,sakit. Sehingga ada beberapa sering terjadi menimbulkan banyak persepsi negatif di rumah sakit terhadap pelayanan dan lamanya waktu tunggu. Persepsi negative terhadap lamanya waktu tunggu, yang tidak selalu sama dengan durasi sebenarnya dapat menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tingkat kecemasan keluarga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan petugas kesehatan dan mengambil keputusan Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara persepsi keluarga pasien tentang waktu tunggu pelayanan dengan tingkat kecemasan keluarga di IGD Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi penelitian Analitik yaitu metode Cross Sectional, Populasi pada penelitian ini adalah keluarga pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 100 responden. Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan berat, yaitu 47 responden (58,75%) , diikuti kecemasan ringan sebanyak 22 responden (27,5%), dan kecemasan sedang sebanyak 11 responden (13,75%). Data ini menggambarkan bahwa mayoritas keluarga pasien berada pada kondisi psikologis yang tidak stabil selama menunggu pelayanan di IGD. Hasil uji statistik menggunakan korelasi “Rank Spearman” menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,634. Nilai ini menunjukkan adan,ya hubungan yang signifikan dan kuat antara persepsi keluarga pasien tentang waktu tunggu pelayanan dengan tingkat kecemasan keluarga di IGD. Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara persepsi waktu tunggu dengan tingkat kecemasan, keluarga, di mana semakin negatif persepsi terhadap waktu tunggu, semakin, tinggi tingkat kecemasan keluarga pasien.