p-Index From 2021 - 2026
18.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Ilmu Administrasi Publik SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikiran Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Equilibrium: Jurnal Pendidikan Jurnal Neo Societal Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Phinisi Integration Review Jurnal Office Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Indonesian Journal of Religion and Society JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Pinisi Business Administration Review PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi International Journal of Qualitative Research Journal of Vision and Ideas (VISA) Predestinasi Indo-MathEdu Intellectuals Journal COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Social Landscape Journal Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) JURNAL PENDIDIKAN IPS Tamaddun JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Pinisi Journal of Sociology Education Review Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Indonesian Research Journal on Education Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM International Journal of Education and Humanities Ininnawa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan VISA: Journal of Vision and Ideas Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Jurnal Social Society Paramacitra : Jurnal Pengabdian Masyarakat Society PREDESTINATION : Journal of Society and Culture Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran TEBAR SCIENCE (Jurnal Kajian Sosial dan Budaya) ALLIRI: Journal of Anthropology Jurnal Pendidikan Indonesia (Ju-Pendi) Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Jurnal Simki Economic Jurnal Sipakatau EDULEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pendidikan Anti Korupsi Terhadap Kesadaran Serta Keterampilan Kritis Peserta Didik Di MTsN Makassar Bagus Mastory; Muhammad Syukur; Najamuddin Najamuddin; Syamsu A Kamaruddin; Andi Octamaya Tenri Awaru; Romansyah Sahabuddin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is motivated by the urgency of eradicating corruption in Indonesia through preventive educational channels, particularly in the effort to deconstruct the residue of "upeti" (tribute) culture that historiographically continues to influence the social structure of society. The focus of this research is directed at Madrasah Tsanawiyah (MTs) as religious education institutions that hold a significant responsibility in instilling integrity values. The primary objective of this study is to analyze and prove the strength of the correlation between the implementation of anti-corruption education as an independent variable and two dependent variables, namely moral awareness and critical thinking skills of students at MTsN 1 and MTsN 2 Makassar, both partially and simultaneously.The methodology applied in this study is a quantitative approach with a non-comparative associative research design. The research population includes all active students at the research sites, with a sample of 100 respondents selected using the proportionate stratified random sampling technique to ensure representation across all grade levels. Primary data collection was conducted using a closed questionnaire instrument with a five-point Likert scale. Data analysis was performed using parametric statistical techniques, including the Pearson Product Moment correlation and multiple correlation tests, assisted by SPSS 26 software.The results of the research show the following findings: First, there is a significant and positive relationship between anti-corruption education and student moral awareness, with a correlation coefficient (r) of 0.434 (moderate category). Second, there is a significant and positive relationship between anti-corruption education and student critical thinking skills, with a correlation coefficient (r) of 0.504 (moderate to strong category). Third, the simultaneous test indicates a strong relationship with a multiple correlation value (R) of 0.608 and a coefficient of determination (R²) of 0.370. This indicates that the variables of moral awareness and critical thinking skills together contribute 37% to the effectiveness of anti-corruption education in madrasahs, while the remaining portion is influenced by external factors. The study concludes that building solid integrity requires a continuous synergy between the development of inner conscience and sharp critical reasoning. Keywords: Anti-Corruption Education, Moral Awareness, Critical Thinking Skills, Madrasah, Tribute Culture. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemberantasan korupsi di Indonesia melalui jalur preventif pendidikan, khususnya dalam upaya mendekonstruksi residu budaya upeti yang secara historiografi masih memengaruhi struktur sosial masyarakat. Fokus penelitian ini diarahkan pada lembaga Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebagai institusi pendidikan agama yang memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai integritas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan kekuatan korelasi antara implementasi pendidikan antikorupsi sebagai variabel bebas terhadap dua variabel terikat, yaitu kesadaran moral dan keterampilan kritis peserta didik di MTsN 1 dan MTsN 2 Kota Makassar, baik secara parsial maupun simultan.Metodologi yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif non-komparatif. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik aktif di lokasi penelitian dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling guna menjamin keterwakilan setiap strata kelas. Teknik pengumpulan data primer menggunakan instrumen kuesioner tertutup berskala Likert lima poin, Analisis data dilakukan dengan teknik statistik parametrik menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan korelasi ganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26.Hasil penelitian menunjukkan temuan sebagai berikut: Pertama, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan antikorupsi dengan kesadaran moral siswa dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,434 (kategori sedang). Kedua, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan antikorupsi dengan keterampilan kritis siswa dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,504 (kategori sedang menuju kuat). Ketiga, pengujian secara simultan menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan nilai korelasi ganda (R) sebesar 0,608 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,370. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel kesadaran moral dan keterampilan kritis secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap efektivitas pendidikan antikorupsi di madrasah, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembentukan integritas yang kokoh memerlukan sinergi antara pengembangan kepekaan nurani dan ketajaman nalar kritis secara berkesinambungan. Kata Kunci: Pendidikan Antikorupsi, Kesadaran Moral, Keterampilan Kritis, Madrasah
Konstruksi Sosial Pendidikan Seksual pada Orangtua dalam Keluarga Bugis-Makassar A. Octamaya Tenri Awaru
Society Vol 8 No 1 (2020): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v8i1.170

Abstract

False interpretations of sex make sex education less prioritized by parents in educating their children. This condition is considered as the cause of increased child abuse, violence, and sex crimes. This research aims to reveal the social construction of parents’ sexual education Bugis-Makassar families. The research used a qualitative approach with the paradigm of constructivism. The analysis model was conducted through the interpretation and understanding of data collected through interviews and observations. The informants were selected using a purposive sampling technique with the informants' criteria were the parents in Bugis-Makassar families and have children between the ages of 13-25 years old and also live in the city of Makassar. Data verification was conducted through the persistence of observation and triangulation of time. The data obtained were analyzed through three stages, which consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed different construction of each parent according to the level of information and experience they had. Construction occurs simultaneously in three stages, which consist of externalization, objectification, and internalization. The most prominent stage is the objectification stage, which then forms four constructions, which consist of 1) sexual education is teaching about genitals; 2) teaching of sexual intercourse procedures; 3) the distinction of male and female roles, and; 4) the process of teaching manners to associate with the opposite gender. In its implementation, the internalization stage is not maximal due to parental experience, false understanding of sex, fear of parents, child misinterpret the information provided, and lack of knowledge about sexual education.
Pola Perilaku Sosial Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Untuk Berwirausaha Secara Mandiri Elisa Laiuluy; Suleman; Haedar Akib; A. Octamaya Tenri Awaru
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 1 No 1 (2021): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v1i1.13

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari interaksi, komunikasi dan hubungan sosial. Dengan adanya keterkaitan hubungan antara satu dengan lainya menghasilkan adanya pola perilaku dalam berbagai bidang, diantaranya adalah perilaku sosial dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jiwa kewiruasahaan dan nilai kewirausahaan terhadap pola perilaku sosial kewirausahaan untuk menciptakan kemandirian usaha. Metode yang digunakan dalam menganalisis data menggunakan Analisis Jalur (Path Analysis). Sampel dalam penelitian ini 125 pelaku usaha kecil yang terdiri dari 45 pelaku usaha kecil batik Pekalongan. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa jiwa kewirausahaan mempunyai pengaruh secara langsung terhadap perilaku kewirausahaan dan pengaruh tidak langsung terhadap kemandirian usaha. Nilai kewirausahaan mempunyai pengaruh langsung terhadap perilaku sosial kewirausahaan dan juga berpengaruh tidak langsung terhadap kemandirian usaha. Sedangkan perilaku sosial kewirausahaan berpengaruh positif terhadap kemandirian usaha masyarakat.
Membentuk Karakter Enterperneurship Untuk Mahasiswa Rosfida Sitoris; Nur Fitri Aulia; Haedar Akib; Andi Octamaya Tenri Awaru
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 2 No 1 (2022): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v2i1.16

Abstract

Di indonesia sendiri tingkat pengganguran sangat tinggi , data  terus mengalami kenaikan . pada  data BPS tahun 2017 di lansir dari depok pos permasalahan utama pembangunan ekonomi di Indonesia adalah tingginya angka pengangguran dan lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tercatat pada bulan November 2017, tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 5,50% sedangkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini atau di triwulan ke III tumbuh sebesar 5,03% jumlah tersebut telah naik dari tahun 2014 sebesar 4,79% yang mana itu merupakan presentase terendah dari 6 tahun terakhir. Salah satu hal yang dapat ditawarkan sebagai solusi efektif adalah membentuk mahasiswa yang berkarakter entrepreneur. Hal ini penting karena 2 (dua) hal, yaitu dapat secara efektif mengurangi tingkat lulusan pencari kerja sekaligus meningkatkan lulusan pencetak kerja dan dapat berkontribusi terhadap kemakmuran bangsa. Karakter entrepreneur yang diharapkan adalah karakter yang bisa mencetak usaha produktif dan inovatif. Karakter entrepreneur yang diharapkan adalah karakter entrepreneur modern. Entrepreneur modern merupakan orang-orang yang secara sengaja dan sadar mendisain dirinya sendiri menjadi seorang entrepreneur dengan cara yang benar. Entrepreneur yang secara konsisten selalu kreatif dan inovatif dalam melihat dan menciptakan peluang, serta mampu merealisasikan peluang itu menjadi sesuatu yang lebih berharga secara ekonomis, sosial dan ekologi. Untuk dapat membentuk karakter entrepreneur mahasiswa maka diterapkan 2 strategi yaitu strategi makro dan mikro. Strategi makro berada pada tataran kebijakan perguruan tinggi yang meliputi mengintegrasikan pembelajaran entrepreneurship ke dalam kurikulum; mengembangkan entrepreneurship center pada perguruan tinggi; serta menciptakan gerakan nasional budaya dan pelatihan entrepreneurship bagi mahasiswa. Strategi mikro berada pada tataran pembelajaran di kelas terutama pembelajaran entrepreneurship.
Budaya Masyarakat Selama Pandemi Covid 19 Sebagai Oleh-Oleh Khas Untuk Peningkatan Perekonomian Melalui UMKM Produk Keripik Pisang Muh. Haedar; Suci Nurul Harjianty AR; Haedar Akib; A. Octamaya Tenri Awaru
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 2 No 2 (2022): August (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v2i2.54

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian bagaimana budaya manajemen pemasaran UMKM pada produk keripik pisang pada masa pandemi covid-19 dan Apa saja pengaruh dari budaya manajemen pemasaran yang diterapkan, terhadap perkembangan pemasaran UMKM produk keripik pisang pada masa pandemi covid-19. Penulis menggunakan teknik analisis data yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam menganalisis data, peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen pemasaran keripik pisang menerapkan manajemen pemasaran yaitu perencanaan pemasaran, implementasi pemasaran, dan pengendalian/ evaluasi kegiatan pemasaran. Selama pandemi covid-19 Pemasaran Keripik pisang yang mengalami penurunan produksi dan kesulitan dalam pemasarannya namun ada juga yang mengalami kenaikan permintaan, sehingga mampu bertahan saat pandemi covid-19. Dapat disimpulkan bahwa budaya masyarakat konsumen, saat ini hampir tidak ada ruang dan waktu tersisa untuk menghindari diri dari serbuan berbagai informasi yang berurusan dengan kegiatan konsumsi, dengan menerapkan digital marketing tentu UMKM tetap terus bisa beroperasi tanpa harus melakukan transaksi tatap muka.
Kondangan Akademik: Pertukaran Simbolik Dalam Budaya Ucapan Selamat Mahasiswa Pascaujian A. Octamaya Tenri Awaru; Abdul Rahman; Andi Nuzul Akbar
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.85753

Abstract

Fenomena budaya kampus sering kali merefleksikan dinamika sosial yang unik sekaligus kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk pemberian ucapan selamat yang dilakukan mahasiswa setelah menyelesaikan seminar proposal, seminar hasil, maupun ujian skripsi, serta memahami alasan di balik praktik tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar. Informan sebanyak 15 orang yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik “kondangan akademik” mahasiswa diekspresikan melalui beberapa bentuk utama: 1) ucapan selamat langsung di depan ruang ujian; 2) pemberian simbol material seperti karangan bunga, selempang, buket, atau hadiah kecil; 3) unggahan digital di media sosial (Instagram, WhatsApp, TikTok) yang dilengkapi foto bersama. Praktik ini memperlihatkan bahwa ucapan selamat tidak hanya hadir dalam ruang fisik, tetapi juga meluas ke ranah simbolik dan digital. Alasan di balik praktik tersebut dapat dipahami melalui empat dimensi: 1) emosional sebagai ekspresi kebahagiaan dan apresiasi; 2) sosial untuk memperkuat ikatan pertemanan dan identitas kolektif; 3) simbolik sebagai pengakuan atas status akademik baru; 4) serta pertukaran sosial berupa timbal balik yang menjadikan praktik ini terus berulang dan mengakar sebagai tradisi. Kondangan akademik dengan demikian dapat dipahami sebagai fenomena budaya akademik kontemporer.
Stigma Masyarakat terhadap Keluarga Siswa yang Hamil di Luar Nikah di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Hasniati Dewi; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.76147

Abstract

Perilaku yang melanggar nilai dan norma seringkali mendapat stigma negatif dari masyarakat, namun ternyata stigma negatif itu tidak hanya tertuju pada pelaku, tetapi juga pada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Stigma masyarakat terhadap keluarga siswa yang hamil di luar nikah di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur dan 2) Dampak bagi keluarga siswa yang hamil di luar nikah di Desa Wasuponda Kabupate Luwu Timur. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh orang yang terdiri dari tujuh dari masyarakat umum dan tiga dari keluarga siswa yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria informan yaitu masyarakat yang bertetangga dengan keluarga siswa yang hamil di luar nikah dan berdomisili di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan member check analisis data yaitu kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Stigma masyarakat terhadap keluarga siswa yang hamil di luar nikah di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur yaitu: a) Stereotipe, b) Social relationship atau hubungan timbal balik, dan c) Tindak diskriminasi. 2) Dampak yang dirasakan keluarga siswa yang hamil di luar nikah di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur yakni a) dampak psikologis, seperti terpuruknya mental, rasa percaya diri, takut dan merasa malu, dan b) dampak sosial yakni kurangnya interaksi dengan masyarakat sekitar dan adanya sanksi sosial seperti dikucilkan serta dianggap remeh dalam lingkungan sekitar.
Menjelajahi Dukungan Sosial Bagi Mualaf Baru di Kota Makassar: Perspektif Kontemporer Awaru, A. Octamaya Tenri; Hidayat, Andi Rahmat; Syukur, Muhammad; Rahman, Abdul
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 20 No. 1 (2023): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2023.vol20(1).12454

Abstract

Social support helps adapt and strengthen the Islamic identity of converts in a diverse society. Social support will boost self-esteem, reduce stress, give a sense of belonging and help clarify self-esteem. The purpose of this study is to find out how the form of social support for converts and the benefits of social support felt by converts in Makassar City. This research is descriptive qualitative research with a phenomenological approach. The informant in the study was a convert who was domiciled in Makassar City which was determined using snowball sampling techniques. Data collected by observation and interviews are interpreted and interpreted according to information from informants. The data found are checked for validity using checking techniques and increasing the persistence of observations. Data analysis techniques go through 3 stages, namely data reduction, data presentation, conclusion drawing or verification. The results of the study found that the form of social support provided by the people of Makassar City to Mulaf was emotional support; support in the form of awards; instrumental support, and support in the form of information. The benefits of social support felt by converts are to eliminate doubts / anxieties; increase self-confidence; help to understand new religions; increase religious commitment. The people of Makassar City need to expand their understanding of Islam and provide positive and inclusive social support to converts to help them adapt and strengthen their Islamic identity.
Symbolic Meaning in Digital Political Practice: An Analysis of Political Language on Social Media in the 2024 Makassar Mayoral Election Hasruddin Nur; A. Octamaya Tenri Awaru
Tamaddun Life Vol 24 No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sastra - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/tamaddun.v24i2.1058

Abstract

This study examines the construction, circulation, and contestation of symbolic meaning in political language on social media during the 2024 Makassar mayoral election. In contemporary local elections, social media has become more than a channel for transmitting campaign information; it functions as a symbolic arena in which political identities, local cultural claims, and affective attachments are continuously produced and negotiated. Using symbolic interactionism as the main analytical framework, this qualitative case study analyzes verbal and visual campaign symbols circulated through candidates' official Instagram, X, and Facebook accounts, together with public audience responses in the form of comments, likes, shares, and discursive counter-narratives. The findings show that slogans, hashtags, local linguistic markers, cultural attire, religious icons, and urban landmarks were strategically deployed to construct candidates as populist, culturally rooted, religiously legitimate, and future-oriented figures. However, these symbols did not generate a single stable meaning. Supporters interpreted them as signs of representation, hope, and collective identity, whereas skeptical users reframed the same symbols as empty rhetoric, elite manipulation, or performative populism. The study concludes that social media transformed the Makassar mayoral election into a symbolic performance in which political legitimacy was shaped not only by programs and policy claims but also by the capacity to control, circulate, and defend meanings in digital public space. The article contributes to political communication studies by foregrounding a locally specific Eastern Indonesian case and by showing how symbolic interaction, platform affordances, and local cultural repertoires intersect in digital electoral politics.
Co-Authors ,, Hijrah . A. Dwi Ramadhani Safitri Lukman A. Tri Arwina Dheafati A. Tri Arwina Dheafati A.M. Aksa Nur Mukhtar A.Noer Chalifah Ramadhany Abd Rachman Abd Rahman SK Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abdullah, Abdul Rahman Abdullah, Aulia Ramadhani Achmad Khatami Adha, Riska Aidilia Agustang, Andi Agustang, Andi Dodi May Putra Ahksan, Arhan Ahmad, M. Ridwan Said Ahmadin Ahmadin Akbar Putra, Fajir Alisa Anggreni Alisa Anggreni Alwi, Khairunnisa Amiruddin . Andi Anggun Dwi Utari Andi Anggun Dwiutari Andi Ashar Andi Dody May Putra Agustang Andi Ima Kesuma Andi Lutfiyah Muchtar Andi Nuzul Akbar Andi Rahmat Hidayat, Andi Rahmat Andi Sadriani Andi Weyana Nurul Khatimah Anggraeni, Fika Anggraeni, Nurul Anisa Anisa Anjasmira, Evi Irdawanti Anrical Anrical Arfah, Nur Ismi Arfanti, Fifi Arham, Mutmainnah Arifin, Finaya Nurul Putri Arifin, Jamaluddin Ariqah Salsabila Arisa Darwis Arni Arni Ashari Ashari Asnidar Asnidar Astiwi Astiwi Astrid Wahyuni Aulia Febrianti Aci Aulia, Aulia B, Irnadila Arisyanti Bagus Mastory Bahri bahri Banna, Jelsita Catur Adi Kurniawan Dandi Purnama Darman Manda Manda Darmayanti, Resty Rahayu Dian Ayu Lestari Dirfan Maulana Djarumia, Danny Rahmat Shiddieq Dwi Sartika Dwi Sartika, Dwi Elisa Laiuluy Enjelina Panggoa Ernawati . Fajir Akbar Putra Fajri Akbar Putra Fani Febriani Farida Hariani Febriyanti Febriyanti Fegy Regita Cahyani Ibrahim Ferdiansyah, Emil Fikra Nugraha Finaya Nurul Putri Arifin Firman Firman Firman Setia Budi Firzah Aurelia Fitri Indriani Malik Haedar Akib Haedar Akib Haedar Akib Haedar Akib Haedar Akib Hajrah Hajrah, Hajrah Handayani, Reski Handriadi Handriadi Haslin Pongsibanne Hasnawi Haris HASNAWI HARIS, HASNAWI Hasni Hasni Hasni Hasni Hasniati Dewi Hasruddin Holyness Nurdin Singadimedja Hudzaifah Fahri, Muh. Alif Humairah, Humariah Ibrahim Arifin Idham, Nurfadhila Idrus, Idham Irwansyah Ilham N, Muh Ilham, Ahmad Imtihana Inayah Syahreni Indradewa, Rhian Indriani Indriani Irmayanti , Irmayanti Irnadila Arisyanti. B. Jelsita Banna JS, Nur Alfiah Jumadi Jumadi Junaeda, St. Juwita, Rahmi K., Rahmawati Kamaruddin, Syamsu Kamaruddin, Syamsu A Kardilla, Kardilla Khairunniza, Liza Dwi Eftiza Khatimah, A. Khusnul Koli, Yulenni Bandora Latifah Amri Lidia Rettang Liza Dwi Eftiza Khairunniza Luktfy Alam, M. Rasyid Ridha M. Ridwan Said Ahmad M. Saipul Iman Malik Ibrahim Marwati Marwati Massuanna, M. Watif MASTORY, BAGUS Mawar Febrianti Mawarni, Iga Sakinah Megawati Megawati Melfin Dwi Sofiana Melfin Dwi Sofiana Meytha, Meytha Miftahul Ulum Moh Arib Ramdhana Muh Juliansyah Muh Nurikhsan Muh. Haedar Muh. Hasbi Muh. Khusnul Khuluq Muh. Rasyid Ridha Muh. Rijal Muhajir, Abdillah Maulana Islam Muhammad Abrar Umar Muhammad Aksha Wahda Muhammad Nur Muhammad Ririn Assawal Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muhammad Taufik Hidayat Muhammad Wahyu Ramadhan Muhlisah, Nurul Mustahar. AM, Muh. Abid Mustika Mustika Mustika Mustika Mutiani Mutiani Nabila Nurul Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nanda Mayla Faizha Nur Nanda Mayla Faizha Nur Natalia, Devitri Nety Angraeny Nita Talia Nita Talia Nufadhilah, Nufadhilah Nugrah Tandirerung Nur Ayu Nur Ayu Nur Fitri Aulia Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Satriani Nur, Hasruddin Nur, Umi Rosida Nuraeni Kasim Nuratika, Nuratika Nurindah Sari Nurlailah Nurlailah, Nurlailah Nurlela Nurlela Nurlela Nurlela Nurnajmi Nurnajmi Nurul Auliah. NM Nurul Auliah. NM Nurul Auliya Amin Nurul Fajri Nurul Hukmatiah Nurul Muhlisah Nurulmiati Nurulmiati Nurulmiati Nurulmiati Olan Laen Langi Pangera, Andi Muh. Fadhal Hiqh. T. Paramita, Dika Poetry MZ, Adhe Pratiwi Nur Pratiwi,, Ainun Prayoga Putra Aditya Prayogi, Ivan Purba, Friska Margaretha Putri Lestari Putri Lestari, Putri Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma Rahma Ramadhany, A. Noer Chalifah Ramlah Ramlah Rara Noviana Sari Rasyid Ridha Resty Rahayu Damayanti Resty Rahayu Darmayanti Rezki Nurfyanti Rezky, Andi Nalda Rijal, Muh. Rimal, Aprilya Trinanda Riska Riska Riski Martini Riswanti, Trisna Romansyah Sahabuddin Ros, Rosmiati Anas Rosfida Sitoris Sadriani, Andi Salsabila, Unik Hanifah Sari, Diella Nirmala Sarina Sarina Sashi Kirana H Sashi Kirana H Sasmita, Fila Serli Muliani Shaleh, Muh. Yusuf Sinar, Sinar Sirajuddin Saleh Siti Aisyah Siti Nur Amalia Antaza Siti Nurifkah Sitihamra Sitti Hardiyanti Arhas Soraya Soraya Soraya Soraya Sri Nurhalisah Sri Wahdayanti Suci Nurul Harjianty AR Sugiarti Suhaeb, Firdaus W Suhardi Suhendri Sulaiman, Hudayah Suleman Sulfiani Sulfiani Sumiati Sumiati Supriadi Torro Susi Susantiy Syahrul Miftahul Saleh Syam, Agus Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu Kamaruddin Syarifah Aini Syukur Muhammad Tamsik Udin Tiara Nur’aini Tiara Nur’aini Torro, Supriadi Umar, Andi Mardiah Wahidin Wahidin Wahyuni, Astrid Wandi, Irfawandi Irfawandi Wihdaniah, Wihdaniah Wildana, Aan Yasmin, Isra Raihan Putra Yorinda Tammu Yudha Pratama Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yunisa, Yunisa Yusran S. Saleh Zainal Arifin Zainal Arifin Zainal Arifin Zainal Arifin