Articles
Konsep Stres Kerja Guru Bimbingan dan Konseling
Rober Sandra;
Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1, No 1 (2015): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.261 KB)
|
DOI: 10.29210/12015254
Guru BK merupakan seorang pendidik yang ditugaskan untuk memandirikan siswa, mengembangkan potensi diri siswa, dan membantu siswa dalam mengentaskan masalah-masalah yang dialaminya baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan luar sekolah. Seorang guru BK diwajibkan membimbing 150 orang siswa, tetapi kenyataan di lapangan masih banyak guru BK yang membimbing siswa lebih dari beban kerjanya. Hal ini berdampak kepada kondisi guru BK yang rentan mengalami stres dalam melakukan pekerjannya. Dari data awal yang diketahui bahwa guru BK masih mengalami stres dalam bekerja, kondisi ini disebabkan oleh tingginya beban kerja, belum optimalnya pelayanan BK di sekolah, kejenuhan kerja yang dirasakan oleh guru BK, dan kemampuan coping stres guru BK yang belum optimal. Naska ini mencoba untuk memaparkan konsep stres kerja dan aspek yang terkait dengan stres kerja yang dialami oleh guru BK secara umum.
Konsep self esteem pada wanita dewasa awal yang mengalami perceraian
Julia Eva Putri;
Neviyarni Suhaili;
Marjohan Marjohan;
Ifdil Ifdil;
Afdal Afdal
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 8, No 1 (2022): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202221495
The existence of conflict in the household is unavoidable, a prolonged conflict can cause rifts in the household and even divorce. The divorce rate in Indonesia is increasing day by day. On average, those who experience this divorce are early adult women aged 20-40 years. Divorce experienced by women in early adulthood can have negative psychological effects such as feelings of worthlessness (low self-esteem). If not handled properly, of course this will become a new problem such as stress, depression, feeling unaccepted and other negative feelings.
Perbedaan Perilaku Agresif Siswa Laki-Laki dan Siswa Perempuan
Annisa Aulya;
Asmidir Ilyas;
Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2016): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.26 KB)
|
DOI: 10.29210/12016239
Penelitian ini bertujuan uuntuk mendeskripsikan perilaku agresif siswa laki-laki, mendeskripsikan perilaku agresif siswa perempuan, dan mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan perilaku agresif siswa Laki-laki dan siswa Perempuan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan komparatif, dengan sampel 78 orang siswa, pemilihan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala perilaku agresif. Analisis deskriptif menggunakan rumus persentase untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi perbedaan perilaku agresif siswa laki-laki dan siswa perempuan menggunakan uji-t dengan bantuan melalui program SPSS for windows release 20. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) perilaku agresif siswa laki-laki pada umumnya berada pada ketegori sedang (38%) (2) perilaku agresif siswa perempuan pada umumnya berada pada kategori rendah (36%) (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku agresif siswa laki-laki dan siswa perempuan dengan signifikansi 0.470. Penelitian ini merekomendasikan perlu pelayanan konseling untuk mengurangi dan mengatasi perilaku agresif siswa secara keseluruhan dan juga sesuai karakteristik masing-masing siswa berdasarkan jenis kelamin
KONSEP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA PUTRI
amanda unzilla denich;
ifdil ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2016): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (429.149 KB)
|
DOI: 10.29210/12016272
Masa remaja dimulai sekitar usia 10 hingga 13 tahun dan berakhir pada sekitar usia 18 hingga 22 tahun. Individu yang tergolong remaja akhir cenderung berada dalam keadaan labil dan emosional karena mengalami banyak perubahan-perubahan yang berlangsung cepat baik perubahan hormonal, fisik, psikologis, maupun sosial. Salah satu akibat perubahan ini adalah hilangnya kepercayaan diri. kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/ situasi yang dihadapinya. Idealnya kepercayaan diri yang dimiliki individu haruslah berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini dimaksud agar individu mampu mengembangkan aspek-aspek yang ada dalam dirinya, dibutuhkan kepercayaan diri yang tinggi pada individu tersebut.
Konsep diri dan kedisiplinan belajar siswa
Niko Reski;
Taufik Taufik;
Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 3, No 2 (2017): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.907 KB)
|
DOI: 10.29210/120182184
Self- consept is one of the factors that affect student learning in school discipline. Positive self-concept, is essential for students to direct their behavior in accordance with the discipline learned in school. This study is a comparative descriptive study aims to identify and discipline konsepdiri students learn discipline and lack of discipline of learning, and to identify the concept of self-discipline and less disciplined students learn. results showed that the concept of self-discipline and less disciplined students are in good enough category and discipline students learn discipline and lack of discipline in the category quite well and there are significant differences between students learn discipline and lack of discipline. disperlukan potimalisasi role of all the schools umtuk improve self-concept and discipline of student learning.
Peluang dan tantangan bimbingan karir di sekolah menengah kejuruan pada era revolusi industri 4.0
Rima Pratiwi Fadli;
Mudjiran Mudjiran;
Ifdil Ifdil;
Berru Amalianita
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 5, No 2 (2019): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.019 KB)
|
DOI: 10.29210/120192395
The 4.0 industrial revolution brought various changes in various fields of life especially related to the development of individual careers. This development has positive and negative impacts that create opportunities and challenges. This has become material for BK / Counselor teachers, especially in the implementation of career guidance in schools. The following will be explained related to the opportunities and challenges of career guidance in vocational high schools in the industrial revolution era 4.0. This paper was written using a literature study of various references related to the topics discussed. Reference literature in this manuscript is from textbooks, scientific journals of research results, online proceedings, and other supporting literature.
Self Regulated Learning Siswa Dilihat dari Hasil Belajar
Putri Yulianti;
Afrizal Sano;
Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2016): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (164.386 KB)
|
DOI: 10.29210/12016240
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar tinggi, (2) self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar rendah, (3) mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar tinggi dan rendah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif dengan jumlah sampel 114 orang yang terdiri dari 57 orang siswa yang memiliki hasil belajar tinggi dan 57 orang siswa yang memiliki hasil belajar rendah. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Pengukuran Self Regulated Learning (SPSRL). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: (1) self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar tinggi secara umum berada pada kategori baik dengan persentase 75,4%, (2) self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar rendah secara umum berada pada kategori baik dengan persentase 71,9%, (3) terdapat perbedaan yang signifikan self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar tinggi dan siswa yang memiliki hasil belajar rendah.
Hubungan kontrol diri dengan prestasi belajar siswa
Citra Putri Intani;
Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 4, No 2 (2018): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (500.228 KB)
|
DOI: 10.29210/120182191
Student achievement is found apda initial survey is still much under KKM while individuals who have high self-control can direct and manage his behavior, not easily tempted by changes that occur and can avoid the deviant behavior, This study aims to analyze the relationship control self with student achievement with the strength of the relationship is quite strong in students at SMA Negeri 7 Padang. This type of research is quantitative research with the type of research is descriptive correlational research. The population of this study class XI and class XII SMA Negeri 7 Padang 2017/2018 as many as 596 students and a sample of 240 students. Sampling using simple random sampling technique. Instrument used for research in the form of closed questionnaire to know the relationship of self control with student achievement by using correlation test. The results revealed: 1) students' overall self-control was in the moderate category with the percentage of 38.8% 2) the overall student learning achievement (26.7%) with the learning achievement score 62-67, and there was a significant relationship between self-control with learning achievement at SMA Negeri 7 Padang.
Hubungan stres akademik siswa dengan hasil belajar
Mufadhal Barseli;
Riska Ahmad;
Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2018): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (468.803 KB)
|
DOI: 10.29210/120182136
This research is based on the lack of students’ learning outcomes, which is influenced by the academic stress. The purpose of the study is to describe the academic stress, students’ learning outcomes, and the identification of the relationship between academic stress with students’ learning outcomes. The study showed that the students’ in general academic stress are in middle category, and generally students’ learning outcomes are in the sufficient category, there is a significant relationship between academic stress with student learning outcomes. The implications of the study are expected to provide counseling teacher guidance and counseling services that are preventive against academic stress and improve student learning outcomes.
Kecemasan remaja pada masa pandemi Covid -19
Linda Fitria;
Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 6, No 1 (2020): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/120202592
This study aims to describe the level of anxiety experienced by adolescents during the covid-19 pandemic. This research uses descriptive quantitative research methods. The population in this study were adolescents aged 12 to 19 years, with a sample of 139 people. The instrument used was a questionnaire about anxiety. Data analysis uses descriptive analysis. Based on the analysis of research data, teenage anxiety during the covid-19 pandemic was in the high category at 54%.