Articles
Investigation of online counseling with solution focused brief counseling-based implementation for students with severe academic stress conditions
Zadrian Ardi;
Ifdil Ifdil;
Chibueze Tobias Orji;
Nilma Zola
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/187700
Students are susceptible to feeling pressure as a manifestation of the changes experienced during their educational process. These changes present themselves in a variety of different ways. This state is reasonably frequent among students, mainly when supporting causes of pressure are present. Some examples of these circumstances include living away from parents, shifting patterns of academic interactions from high school, differing academic expectations, and socio-cultural shifts. Moving beyond the theoretical foundation, empirical investigations, and phenomena in the area, there is a need for in-depth research and studies about attempts to identify models that alleviate the academic stress experienced by students. The Solution Focused Brief Counseling (SFBC) technique combined with the internet, and online media is one of these approaches. The goal of this research was to determine whether or not the SFBC method combined with the model of distant counseling might successfully alleviate the academic stress experienced by first-year students. The number of participants in this research was cut down to five college students to meet the research requirements. The design and analysis of the research adhere to the premise of using a single-subject experimental design combined with visual analysis. The findings demonstrated an overall reduction in the amount of academic stress experienced by students after two sessions, as well as an improvement in their condition by the time the session was through
Pendidikan sejarah Islam Asia Tenggara: overview penyebaran Islam melalui Bibliometrik
Suhaimi Suhaimi;
Muhammad Resqi;
Ifdil Ifdil;
Darmawati Darmawati;
Istiqomah Istiqomah;
M. Fahli Zatrahadi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/184000
This study examines the most relevant themes related to the spread of Islam through bibliometric analysis using the keyword "spread of Islam" as input to obtain a comprehensive understanding of the spread of Islam and understand the current concentration of research. Since Scopus is considered the best source for bibliometric analysis, it is used. As a bibliometric analysis tool, VOSviewer software was chosen to visualize author networks, countries, journals, and keywords. A total of 161 documents from 1911 to 2022 were found through research conducted on October 29, 2022. The results showed that the topic of the spread of Islam from year to year still experienced ups and downs in its publications. However, the theme of the spread of Islam has now developed and is in demand by researchers. Currently the United State is the most prominent country in publications. while Bonner M. has the most articles and citations of any author. The Russian Academy of Sciences is the institution with the highest number of publications. while the journals that publish the most about the spread of Islam are the University of Oxford United Kingdom and the Institute of History and Philo Taiwan. The bibliometric studies offered offer relevant information on the main themes studied regarding the global spread of Islam.
Pengolahan Alat Ungkap Masalah (AUM) dengan Menggunakan Komputer Bagi Konselor
Ifdil Ifdil;
Asmidir Ilyas;
Elfi Churnia;
Lira Erwinda;
Nilma Zola;
Rima Pratiwi Fadli;
Alfina Sari;
Refnadi Refnadi
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.219 KB)
|
DOI: 10.24036/4.113
Kehadiran teknologi informasi dewasa ini memberikan tantangan bagi para konselor untuk ikut berperan serta dan menguasainya. Sehingga tidak menutup kemungkinan penyelenggaraan konseling tidak hanya dilakukan secara face-face dalam satu ruang tertutup, namun bisa dilakukan melalui format jarak jauh. Konselor menggunakan media informasi sebagai alat bantu dalam menjalankan tugasnya, yang selanjutnya dikenal dengan istilah Pelayanan e-konseling. Wujud nyata aplikasi dari e-konseling adalah dengan bermunculannya pelayanan konseling secara online, melalui situs-situs penyedia layanan konseling online, atau yang lebih sederhana konseling yang dilakukan melalui telpon, hand phone dan/atau melalui email pribadi dan beberapa program aplikasi untuk chatting seperti skype, yahoo Mesegger dan sebagainya. Juga pemanfaatan program aplikasi lainnya yang mendukung penyelenggaraan tugas para konselor, seperti lahirnya program aplikasi pengolahan Alat Ungkap Masalah (AUM). Konselor sekolah selama ini melakukan pengadministrasian AUM dan melakukan pengolahan secara manual, sehingga memakan tenaga yang besar dan waktu yang tidak efisien. Untuk membantu para konselor akhirnya Tim Pengembang Instrumen atas izin tim pengusun instrument AUM berinisiatif untuk mengembangkan sebuah program aplikasi AUM dengan basis program Microsoft Acces, Teknologi e-konseling pada program ini memungkinkan menampilkan lebih banyak lagi informasi berkenaan dengan masalah-masalah responden, dalam hal ini terutama siswa yang nantinya dapat dijadikan alat bantu bagi konselor dalam menjalankan tugas profesionalnya. Kegiatan pelatihan ini merupakan pelatihan serupa yang juga sudah dilakukan di kabupaten/kota lain di propinsi Sumatera Barat, dan dalam perencanaannya akan dilakukan pada semua kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat, sehingga pengetahuan dan penguasaan ketrampilan dapat ditingkatkan.
The description of smartphone addiction on student based on social interest
Afuan Yuza Putra;
Ifdil Ifdil;
Afdal Afdal
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.99 KB)
|
DOI: 10.24036/4.13276
Kecanduan Smartphone belakangan ini menjadi fenomena yang mudah ditemui, hal yang menyebabkan kecanduan didasari oleh keinginan individu untuk memperoleh penerimaan diri terhadap perkembangan sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah; (1) Mendeskripsikan tingkat kecanduan smartphone mahasiswa bimbingan dan konseling tahun masuk 2015, (2) mendeskripsikan kondisi minat social mahasiswa bimbingan dan konseling tahun masuk 2015.Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang tahun masuk 2015 berjumlah 120 mahasiswa, sampelnya berjumlah 84 orang mahasiswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive random sampling.Hasil penelitian mengungkapkan pada umumnya mahasiswa mengalami kondisi kecanduan smartphone pada kategori cukup candu dengan kondisi minat social mahasiswa pada tingkat kategori sedang. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan kepada Konselor agar dapat memberikan bimbingan pada tahap pencegahan kepada mahasiswa agar tidak mengalami kecanduan smartphone dan Konselor dapat bekerjasama dengan teman sebaya untuk melaksanakan penanganan mahasiswa yang kecanduan smartphone.
Peningkatan Kualitas Penulisan Artikel Ilmiah bagi Kepala Sekolah
Zadrian Ardi;
Erlamsyah Erlamsyah;
Ifdil Ifdil
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.245 KB)
|
DOI: 10.24036/4.114
The principal as a social worker has thousands and even millions of aspects and scope of scholarship that can be used as material for scientific development, especially related to the development of learning process and improvement of learning. As a professional, social workers including counselors, psychologists and policy-makers such as principals are urgently needed to develop their insights and knowledge of human and territorial behavior that can be addressed through counseling services. Various things will certainly be realized by the research or research and publish through scientific articles. But in reality, the principal has not been too concerned and develop the ability and competence in the field of scientific articles. Various cases and services that should be used as material for scientific and professional discussions are not published in the form of scientific articles so that in general the parameters of the development of learning and service BK in the school can not be known with certainty. These conditions require the principal to have the competence and skills in writing scientific articles and using digital citation program / software.
Relationship between body image and self-acceptance of female students
Siti Maryam;
Ifdil Ifdil
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.987 KB)
|
DOI: 10.24036/4.23280
This research is motivated by the phenomenon of female students who give a negative assessment of their body shape. The impact of the student is not being able to accept the situation that is in him. This study aims to examine the significant relationship between body image and self-acceptance of female students. This study uses quantitative methods with descriptive and correlation types. The total sample of 242 students was selected using a purpose stratified random sampling technique. The research instrument used was body image inventory and inventory of female student self-acceptance. Data were analyzed by Pearson Product Moment technique. The results revealed that there was a significant relationship between body image and self-acceptance of female students with a correlation coefficient of -0.469 which was at a significance level of 0,000. This can be interpreted that the more positive the body image, the higher the level of self-acceptance, and vice versa, the more negative the body image, the lower the level of self-acceptance. With the findings of these studies, counselors can provide guidance and counseling services such as information services, individual counseling services, group guidance services, and group counseling services specifically related to body image and self-acceptance.
Perbedaan Kejenuhan Belajar Siswa Full Day School dan Non Full Day School
Rahmi Wahyuli;
Ifdil Ifdil
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.365 KB)
|
DOI: 10.24036/4.34380
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejenuhan belajar siswa serta mengidentifikasi perbedaan kejenuhan belajar siswa full day school dan non full day school. Penelitian ini merupakan penelitian kuantiataif deskriptif dan komparatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMP Negeri 7 Padang dan siswa SMP Negeri 22 Padang 1.021 siswa, sampel penelitian ini 250 siswa dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen Rahmi & Ifdil Kejenuhan Belajar inventori. Pengadministrasian instrumen secara online melalui google formulir kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik Independent Sampel Test melalui program statistik SPSS. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kejenuhan belajar siswa full day school pada umumnya berada pada kategori sedang, kejenuhan belajar siswa non full day school pada umumnya berada pada kategori rendah, dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kejenuhan belajar siswa full day school dan non full day school. Perlu upaya konselor untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa agar adanya motivasi dan semangat siswa dalam belajar serta memperoleh prestasi yang baik.
Kondisi Psychological Well-Being Siswa yang Berperilaku Konsumtif
Anisa Ainumia Masrida;
Ifdil Ifdil
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.656 KB)
|
DOI: 10.24036/4.34381
Terpenuhinya kebutuhan psikologis maupun kebutuhan fisik dapat membuat individu menjadi sejahtera. Dilihat dari tugas-tugas perkembangan, siswa diharapkan dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya dengan baik. Siswa yang mencapai tugas perkembangannya dengan baik ia akan mampu bersikap mandiri dan mengambil keputusan, dan bersikap independen. Namun femonena yang ditemukan adanya adanya individu yang memiliki kesejahteraan psikologi dalam kategori sedang yaitu pada aspek kemandirian, individu tidak bisa mengendalikan diri sendiri, dan tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Peneiltian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi psychological well-being siswa yang berperilaku konsumtif. Jenis penelitian ini berbentuk deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa yang terdaftar di SMA Pembangunan Lab. UNP Tahun Ajaran 2020/2021. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) terbuka, pengadministrasiannya dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi google form. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentil (P). Dari hasil temuan tersebut secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kondisi psychological well-being siswa yang berperilaku konsumtif pada umumnya berada pada kategori tinggi. Idealnya untuk kategori psychological well-being siswa yang berperilaku konsumtif pada umumnya berada pada kategori tinggi, bisa dikatakan bahwa psikologi siswa di SMA Pembangunan Lab. UNP yang berperilaku konsumtif memiliki psikologi yang sejahtera, namun yang harus dikurangi yaitu sifat konsumtif yang ada dalam diri siswa tersebut. Seorang konselor perlu upaya lebih dalam meningkatkan psychological well-being siswa, serta konselor dapat membantu menyelesaikan masalah yang terjadi pada siswa khususnya pada perilaku konsumtif siswa, layanan yang dapat diberikan kepada siswa yaitu layanan informasi, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konseling kelompok.
REBT GROUP COUNSELLING TO REDUCE STUDENTS' ACADEMIC PROCRASTINATION BEHAVIOUR
Wenny Audina Kartikasari;
Neviyarni Neviyarni;
Marjohan Marjohan;
Afdal Afdal;
Ifdil Ifdil
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 01 (2023): Education, Sosial science and Planning technique
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58471/scientia.v12i01.1044
This study aims to determine differences in the effectiveness of group services using a rational emotive behavior therapy approach in the experimental group and the provision of Prayitno group counseling services regarding academic procrastination behavior in the control group to reduce students' academic procrastination behavior. This study uses a quantitative method of experimental type. The sample consisted of 16 students and was selected using a proportional stratified random sampling technique. The instrument used is the Likert model scale. Statistical analysis of the data was performed using SPSS version 24. Significance was determined at the 0.05 level. Before the data was analyzed, the data was tested for variance, namely the Kolmogorov-Smirnov test (KS test) on the variable normality test and the covariance matrix equivalence test was carried out. There is an insignificant value (p <0.05) which indicates that the data is not significantly different from the normality of the multivariate variable, so that the parametric test can be applied. The results showed that: (1) There were significant differences in the experimental group students before and after attending group counseling with the rational emotive behavior therapy approach, (2) There were significant differences in the academic procrastination behavior of the control group. students before and after being given group counseling.
Konseling Kelompok Realita untuk Peningkatan Identitas Diri Siswa Pengguna Aplikasi TikTok
Gusti Rahayu;
Neviyarni Neviyarni;
Marjohan Marjohan;
Ifdil Ifdil;
Afdal Afdal
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 1 (2023): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v21i1.10955
Aplikasi TikTok menjadi sarana hiburan yang membuat penggunanya harus bisa membentengi diri dari pengaruh negatif agar tidak kehilangan identitas dirinya. Identitas diri yang dimiliki individu sebagai suatu identitas atau pembeda antara dirinya dengan orang lain. Identitas diri yang tidak sempurna akan membuat individu terjebak dengan situasi yang dapat merugikan dirinya dan orang-orang sekelilingnya, seperti memiliki rasa tidak mampu dalam melakukan sesuatu, tidak berdaya, penurunan harga diri, tidak percaya diri, dan sebagainya. Konseling kelompok realita menjadi salah satu layanan bimbingan konseling yang dapat membantu individu meningkatkan identitas diri, dengan memanfaatkan dinamika kelompok dalam proses kegiatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literature yang memberikan jabaran secara terperinci terkait konseling kelompok realita untuk meningkatkan identitas diri. Keyword: Pengguna Aplikasi TikTok, Identitas Diri, Konseling Kelompok Realita