Articles
Teori Belajar Humanistik dan Implikasinya Dalam Pembelajaran
Rahman, Aulia;
Hayati, Mufidah;
Rusmani, Muhammad Afdhal;
Ilmi, Darul
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 3 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v2i3.156
Lack of understanding of the purpose of the learning process, in the end, students only compete for the best grades regardless of how it is applied. Humanistic learning theory is a learning model that emphasizes humanizing students, taking into account meeting the needs of students in learning. Humanistic theory is a learning concept that explains how to humanize students and actualize all potential abilities of each learner to deal with changes in the surrounding environment. This theory assumesthat learning will not be meaningful if there is coercion in it. This paper attempts to examine humanistic learning theory and its implications for learning. The application of humanistic learning theory and its implications for learning can bedone by providing evidence of Islamic teachings, humanistic theory can be done with creative, active, fun, contextual, and cooperative learning strategies. The concept of humanistic learning theory is a learning process aimed at humanizing humans, learning success is marked when students recognize themselves and their environment well.
Pendekatan Futuristik
Wahyuni, Dini Sri;
Yuliana, Yuliana;
Ilmi, Darul
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 3 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v2i3.161
Every student is an idealized human resource to become a source of strategic strength for the nation now and in the future. The construction of national and state life is determined by the quality of students who are formed properly and correctlythrough a learning process. A learning concept designed for students in the future by considering the essence and main functions of education in developing the quality of human resources in the future. The concept of futuristic learning is used to prepare oneself for the future, therefore a wise attitude is needed in facing globalization, namely by preparing oneself as best as possible by taking advantage of the opportunities that are open in it. The success of students in the world of education,one of which is from the learning process that they follow. The multicultural learning process that involves the role of educators and students is indeed a learning process that involves two strategic student subjects. Educators are the ones who transform knowledge about multicultural values, while students are the ones who accept them to be used as knowledge or a foothold in building attitudes and behavior amidst diversity. This can be a capital to face the futuristic aspect
Teori Belajar Konstruktivistik dan Penerapannya Dalam Pembelajaran PAI
Fitri, Siska Wahyuni;
Nofitri, Nelfia;
Say, Wulan;
Ilmi, Darul
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 3 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v2i3.173
Karakteristik manusia masa depan yang diharapkan dalam rangka membangun sumber daya manusia adalah manusia-manusia yang memiliki kepekaan, kemandirian, tanggungjawab terhadap risiko dalam pengambilan keputusan, mengembangkan segenap aspek potensi melalui proses belajar yang terus menerus untuk menemukan diri sendiri yaitu proses to learn to be. Untuk mencapai tujuan ini dipilih teori belajar konstruktivistik, sebab dibandingkan teori belajar lain, teori ini dapat mengantisipasi pergeseran dari pendidikan yang lebih menekankan aspek kognitif menuju aspek potensi manusia secara utuh. Di samping itu teori belajar konstruktivistik pembelajarannya lebih menekankan aktivitas mahasiswa daripada pendidik. Menurut pandangan konstruktivistik belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. Pembentukan ini harus dilakukan individu yang belajar, ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang dipelajari.
Pendekatan Strategi Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Hasdi, Abu;
Murdiana, Murdiana;
Ilmi, Darul
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 3 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v2i3.174
Konsep Merdeka belajar antara pendidik dan peserta didik merupakan subjek di dalam sistem pembelajaran, yang berarti guru bukan dijadikan lagi sebagai sumber kebenaran oleh siswa namun pendidik dan peserta didik berkolaborasi menjadi penggerak dan mencari kebenaran dan posisi peserta didik di ruang kelas juga bukan untuk menanam atau menyeragamkan kebenaran untuk menurut pada guru namun menggali sebuah kebenaran, daya pikir dan kritisnya peserta didik melihat perkembangan dunia dan fenomena yang terjadi. adanya peluang dan berkembangnya internet, teknologi informasi menjadi sebuah momentum kemerdekaan belajar. Dengan ini dapat meretas sistem pendidikan yang kaku dan tidak membebaskan kebebasan untuk belajar dengan mandiri kreatif dan berinovasi dapat dilakukan oleh semua unit pendidikan. Saat ini antara guru dan peserta didik mempunyai pengalaman tersendiri termasuk di dalam sebuah lingkungan. Adaptasi sistem pendidikan di era revolusi industri 4.0 memulai stimulasi dengan proses literasi baru.
Behavioristic Learning Theory and Its Implications For Learning
Latifa, Maysa;
Anastasya, Windy Divaci;
Syafrudin, Syafrudin;
Ilmi, Darul
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v2i4.180
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teori belajar behavioristic dan implementasinya dalam pembelajaran. Proses pembelajaran pada teori ini yaitu cara memberikan stimulus dan respon yang sesuai dengan kondisi kemampuan peserta didik. Jika pendidikan merupakan hal penting dicapai, maka segala sesuatu yang menjadii kebutuhan peserta didik harus dipenuhi sesuai tujuan yang jelas dan relevan. Metode penulisan inimerupakan jenis tulisan yang bersifat literatur review atau studipustaka. Data dalam artikel ini disajikan secara deskriptif yang menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan lebih lanjut. Dalam perkembangan belajar melalui teori behviorisme, memiliki proses yang paling dasar yaitu sikap, etika, perilaku, serta kebiasaan hidup. Perilaku manusia sangat mempengaruhi pada lingkungan, peranan aksi-reaksi, stimulus-respon, serta hasil dan potensi belajar pada peserta didik. Melalui tahapan tumbuh kembang fisik, kognitif, dan sosial emosional nya, di harapkan peserta didik memiliki perkembangan dan rangsangan yang kuat dalam diri nya. semua di lakukan agar peserta didik memiliki pribadi lebih baik serta memiliki kemampuan generative di kehidupan eraglobal di masa yang akan datang.
Teori Belajar Sosial Dalam Pembelajaran
Warini, Sisin;
Hidayat, Yasnita Nurul;
Ilmi, Darul
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v2i4.181
Pesatnya perkembangan globalisasi yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, khususnya gaya hidup sebagian masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin bergesernya nilai-nilai lama menjadi nilai-nilai baru. Menghadapi tantangan ini, sebagian masyarakat yang sangat peduli terhadap perubahan tersebut tidak ingin ketinggalan dan akan berusaha mengimbangi perubahan tersebut. Agar belajar menjadi menyenangkan maka belajar seharusnya memiliki aktivitas untuk memperoleh informasi dan kompetensi baru. Aktivitas belajar yang dipilih harus menjembatani antara pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik sebelumnya dengan pengetahuan baru yang akan dibangun peserta didik. Tindakan untuk menjembatani yaitu, memungkinkan peserta didik untuk mengerjakan kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pemahamannya, dengan penekanan peserta didik belajar sambil bekerja.Bentuk belajar sosial Albert Banduraadalah menekankan tentang pentingnya peserta didik mengolah sendiri pengetahuan atau informasi yang diperoleh dari pengamatan model di sekitar lingkungan.Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan bahwasannya teori belajar social ini sangat dibutuhkan untuk proses pembelajaran pada masa sekarang ini. Metode penelitian menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya beberapa komponen dalam proses peniruan yaitu: atensi/memperhatian, retensi/mengingat, memproduksi gerak motoric,ulangan/penguatan motivasi. Adapun jenis peniruan yaitu: peniruan secara langsung, penirua secara tidak langsung, peniruan gabungan keduanya, peniruan sesaat/seketika, peniruan berkelanjutan.
Pendidikan Dan Strategi Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013
Coil, Coil;
Hafizh, Muhammad;
Ilmi, Darul
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v2i4.191
Maju mundurnya pendidikan sangat tergantung kepada kurikulum yang dirancang dengan sejumlah komponen dari pelajaran serta metode yang diterapkan dalam proses belajarmengajar. Hal tersebut termasuk kedalam masalah yang urgen serta keduanya merupakan komponen pokok yang sangat paling mendasar dalam pendidikan Islam khususnya dalam memilih strategi yang tepat, para guru tentunya harus berpedoman pada pendekatan ilmiah. Hal ini dikarenakan, pendekatan ilmiah masih bersifat umum dan perlu dijabarkan ke dalam strategi pembelajaran. Penelitian ini merupakan “Library Research” dengan pendekatan penelitian literasi teks dan fenomena lapangan. Metode dan jenis pengumpulan data dengan mengumpulkan jurnal-jurnal yang mendukung tema penelitian. Tahapan data yaitu dari mengidentifikasi dan menemukan informasi yang relevan dengan tema pendidikan dan strategi pembelajaran kurikulum 2013, kemudian menganalisis temuan. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan kegiatan penelaahan, verifikasi dan reduksi, pengelompokan dan sistematisasi, serta interpretasi atau penafsiran sehingga suatu fenomena memiliki nilai sosial, akademik dan ilmiah. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan menggunakan metode deskriptif-kritis-komparatif dan metode analisis isi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kurikulum 2013 merupakan tindakan strategis dalam menyikapi permasalahan pendidikan kita dewasa ini serta untuk mengantisipasi tantangan ke depan bangsa kita yang penuh dengan persaingan terbuka secara global. Kebijakan yang diambil ada yang terkait dengan mata pelajaran, tujuan pembelajaran, serta strategi pembelajaran, termasuk model pembelajaran. Jadi, diperlukan pertimbangan yang matang untuk memilih strategi pembelajaran yang baik untuk diimplementasikan dalam proses pendidikan pada kurikulum 2013.
LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS MERENCANAKAN PENDIDIKAN
Budi, Budi;
Ilmi, Darul
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 3 (2022): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan untuk Mendorong Kemandirian
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v6i3.995
Para pakar manajemen tidak memiliki kesepakatan universal mengenai jumlah tahap-tahap atau langkah-langkah perencanaan strategik pendidikan. Melainkan kesepakatan “universal” yang ada ialah bahwa perencanaan strategis terdiri dari berbagai tahap. Maka dalam hal ini penulis menganggap bahwa ini hanya sebuah perbedaan pandangan dari para ahli. Proses perencanaan pun seharusnya bersifat luwes yang berorientasi pada masalah strategis dan tidak menjadi suatu pendekatan yang standar dan kaku yang kadang menjadi birokratis dan menghambur waktu yang mahal harganya. Hal ini berarti bahwa lembaga pendidikan harus membedakan antara situasi pengendalian strategis yang mapan dan rawan. Begitu pula dalam peningkatan mutu pendidikan maka diperlukan strategis yang efektif, dan mempunyai suatu tim dan sumber daya manajemen, yang memberikan kemampuan dalam mengatasi berbagai yang dibutuhkan demi mencapai tujuan sekolah yang ingin dicapai. Berarti pentingnya suatu rencana dilihat ketika ia memberikan proses serta indikasi yang jelas, cara bagaimana sekolah sebagai sebuah organisasi yang cenderung untuk berubah. Perencanaan strategis juga harus membolehkan orang lain di sekolah melihat peran apa yang dapat mereka lakukan agar dapat mencapai hal-hal yang diinginkan
Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam melalui EduVision Strategika dalam Pembentukan Karakter di Pondok Pesantren Miftahul Ulumi Syar’iyah Canduang
Redwan, Muhammad Hafis bin;
Kelana, Saputri;
Yetri, Yetri;
Ilmi, Darul
Journal of Civic Education Vol 8 No 4 (2025): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jce.v8i4.1219
This study aims to analyze operational strategies and social relations in the development of Islamic educational institutions through the EduVision Strategika approach at the Miftahul Ulumi Syar'iyyah Canduang Islamic Boarding School. The research employs a qualitative case study method, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentary analysis involving 15 key informants. The findings reveal that the boarding school's development success is determined not only by operational factors such as integrative curriculum planning, participatory human resource management, and Islamic value based governance but also by strong social cohesion among leaders, teachers, students, alumni, and the surrounding community. Thus, this is inline with the internalization of civic education in Islamic education institution. The EduVision Strategika approach serves as an integrative model that combines an Islamic value-based educational vision, managerial innovation, and social network strengthening, enabling Islamic boarding schools to adapt to modern dynamics without abandoning Islamic traditions. The study offers practical contributions to the development of Islamic educational institution strategies and civic educations that effectively balance operational and social aspects, providing a sustainable development model for contemporary Islamic education.
The Technological Foundations of Education: A philosophical, Theorical and Practical Analysis in The Digital Era
Jasman, Yulia Oktafia;
Ilmi, Darul
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58485/jie.v4i3.469
The rapid development of information and communication technology (ICT) has triggered fundamental changes in the paradigm of modern education. This article aims to analyze the technological foundations of education from philosophical, theoretical and practical perspective within the context of 21st-century learning. This study employs a library research method using a descriptive qualitative approach, collecting and synthesizing recent academic sources such as journal articles, scholarly books and research report related to the integration of technology in education. The findings indicate that understanding the philosophical foundations including ontological, epistemological and axiological dimensions essential for guiding ethical and meaningful technological use. Theoretically, the integration of learning theories and systems theories strengthens the conceptual framework for implementing educational technology. Practically, technology enhances the effectiveness, interactivity and accessibility of learning. However, the teacher’s role remains central in directing and humanizing digital learning processes. The implications of the study highlight the necessity of strengthening digital literacy, technology-based instructional design, and ethical ICT use among educators and institution to ensure that digital transformation remains aligned with humanistic values and national educational goals.