p-Index From 2021 - 2026
13.039
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dinamik Jurnal Keuangan dan Perbankan Al-Ulum An-Nida' Jurnal Adabiyah Journal Of Teaching Of English KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi LENTERA: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Jurnal Bahasa Rupa CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics FOKUS: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya FENOMENA Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Jurnal Representamen Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan SEIKO : Journal of Management & Business Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi BJRA (Bongaya Journal of Research in Accounting) YUME : Journal of Management IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Al-Qalam Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Journal of Language Education and Educational Technology (JLEET) Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis jurnal ilmu keolahragaan SUHUF: Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Indonesia Berdaya Economics and Digital Business Review Community Empowerment Journal of System and Computer Engineering International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) AbdiTechno (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Action Research Literate (ARL) INVOICE : JURNAL ILMU AKUNTANSI Indo-MathEdu Intellectuals Journal Al-Mu'awanah Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Media Pertanian Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Ilmu Komputer untuk Masyarakat Journal of Natural Science and Technology Adpertisi: Bidang Sains dan Teknologi Borneo International Journal of Islamic Studies International Journal of Informatics, Economics, Management and Science FENOMENA: Jurnal Penelitian Knowbase : International Journal of Knowledge in Database Journal of Innovation and Research in Primary Education Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Journal of Accounting and Finance (JAF) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Indonesian Research Journal on Education JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer Innovative: Journal Of Social Science Research Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi International Journal of Islamic Education (IJIE) The Eastasouth Journal of Social Science and Humanities Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Jurnal Media Analis Kesehatan Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education (AJMIE) At-Tawazun, Jurnal Ekonomi Syariah Journal of Community Service Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah Bongaya (JIB) Jurnal Bahasa Rupa
Claim Missing Document
Check
Articles

The Implementation Of E-Learning To Overcome Learning Loss In Covid-19 Post-Pandemic In Islamic Education At Al-Ma’arif Junior High Jombang-Jember Sahlan, Moh.; Mursalim, Mursalim; Umam, Khotibul; Subakri, Subakri
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 3 No. 3 (2022): June 2022
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v3i3.388

Abstract

The current state of the COVID-19 pandemic, which has entered the New Normal Era, has harmed education in the form of learning loss. This research examines of e-learning implementation to deal with learning loss in Islamic Education (PAI) subjects at al Ma’arif Junior High in Jombang Jember. This research applies a qualitative approach with study case type and analyzes data through the interactive technique of Miles, Huberman, and Saldana. This research concludes some states that e-learning implementation at al Ma’arif Junior High in Jombang Jember to deal with learning loss focuses on two things. First, upgrading the learning technology of al Ma’arif Junior High in Jombang Jember is centered on maximizing school web role. Second, increasing students learning motivation to follow the e-learning process that implemented by al Ma’arif Junior High in Jombang Jember. The Efforts to implement e-learning can be considered as one of the solution options that can be carried out by educational institutions to deal with the phenomenon of learning loss during the New Normal Era.
Variasi Waktu Penyimpanan Tape Ketan Putih (Oryza sativa linn var glutinosa) dan Ketan Hitam (Oryza sativa linn varforma glutinosa) Terhadap Peningkatan Kadar Etanol dan Pertumbuhan Jamur Saccharomyces cerevisiae Artati, Artati; Armah, Zulfian; Mursalim, Mursalim; Djasang, Syahidah; Pratama, Ridho
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1917

Abstract

Tape adalah makanan fermentasi tradisional yang memiliki ciri khas yaitu manis, alkoholik (etanol) dan asam. Bahan dasar tape berupa beras ketan yang ditambahkan ragi. Ragi berperan penting mengubah pati yang terkandung dalam beras menjadi senyawa-senyawa fermentasi. Pada proses fermentasi tape terjadi pemecahan karbohidrat menjadi glukosa kemudian terurai menjadi etanol. Sampel penelitian berupa tape ketan putih dan hitam dengan lama fermentasi 2 hari, yang dilanjutkan dengan variasi masa simpan suhu ruang selama 3–10 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu ruang terhadap kadar etanol dan pertumbuhan jamur Saccharomyces cerevisiae pada penyimpanan tape ketan putih (Oryza sativa linn var glutinosa) dan ketan hitam (Oryza sativa linn var forma glutinosa). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorik dengan variasi lama penyimpanan pada suhu ruang 25-30°C selama 2 hingga 10 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar etanol dan pertumbuhan jamur Saccharomyces cerevisiae yang diukur menggunakan metode distilasi dan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Hasil penelitian menunjukkan etanol pada tape ketan putih meningkat hingga hari ke-7 dengan puncak 2,82%, kemudian menurun. Sedangkan pada tape ketan hitam etanol meningkat secara konsisten hingga hari ke-10 mencapai 3,60%. Jamur Saccharomyces cerevisiae didapatkan pada kedua jenis tape. Uji anova menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kadar etanol antara kedua jenis tape (p=0,812). Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mikrobiologi mengenai pengaruh suhu penyimpanan terhadap profil fermentasi lanjut dan stabilitas kualitas tape ketan, serta menjadi acuan dalam menentukan titik optimal keamanan pangan berbasis fermentasi tradisional.
ANALISIS NOVEL IBUKU TIDAK GILA KARYA ANGGIE D. WIDOWATI: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Pratama, Dentia Hady; Mursalim, Mursalim; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.398 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i4.2472

Abstract

This research is a qualitative descriptive study with a sociological literature study design. This study uses an objective approach. The data source in the study is the novel Ibuku Tidak Gila by Anggie D. Widowati. The data collection technique used is the technique of reading, understanding, and taking notes. Data analysis techniques use qualitative analysis consisting of identification, and interpretation. This study aims to describe the facts of social stories and facts in this study as well as analyze the aspects that occur in the novel, which in general this also occurs in the lives of the general public. In this scope, it will analyze with a sociological approach which aims to describe the contents of this novel. Based on the results of the analysis it can be concluded several things. The first fact of the story in the novel Ibuku Tidak Gila by Anggie D. Widowati consists of plot, character, setting, and theme. The flow in this novel is a forward and backward flow. The characters in this novel have good character and help. The character in this novel also has a main character and additional characters. Overall this story is based on the island of Java, namely Sragen, Jogjakarta, and Solo. In this novel there are problems that often occur in the community. The problem presented by the author is family conflict. This novel tells of a young man who experienced a dilemma in his family or love story. In the family problem, the biological mother has a mental disorder that must be treated in a mental hospital. Likewise, with the romance problems faced. Especially about the cause of his mother's madness, which his father had covered up for a long time. Which is where forcing the main character, Dewa, to find out and the reason why his biological mother has a mental disorder. Is the madness of his biological mother caused by his father who remarried or was there another problem with the cause of his mother's madness. The results of this study indicate that the balances related to the aspects of literary sociology in the novel Ibuku tidak Gila are as follows: (1) Facts of the Story, (2) Social Facts, and (3) Family Social Conditions Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan kajian sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Sumber data dalam penelitian adalah novel Ibuku Tidak Gila karya Anggie D. Widowati. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca, memahami, dan mencatat. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari identfikasi, dan interpretasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita dan fakta sosial dalam penelitian ini juga menganalisa aspek-aspek terjadi dalam novel, yang pada umumnya hal ini juga terjadi pada kehidupan masyarakat umum. Dalam lingkup ini akan menganalisa dengan pendekatan sosiologi yang bertujuan untuk mendeskrpsikan isi novel ini. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama fakta cerita dalam novel Ibuku Tidak Gila karya Anggie D. Widowati terdiri dari alur, karakter, latar, dan tema. Alur dalam novel ini adalah alur maju dan mundur. Karakter dalam novel ini memiliki karakter baik dan penolong. Tokoh dalam novel ini juga memiliki tokoh utama dan tokoh tambahan. Secara keseluruhan cerita ini berlatarkan daerah pulau Jawa, yaitu Sragen, Jogjakarta, dan Solo. Dalam novel ini terdapat problematika yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Problematia yang disajikan pengarang adalah konflik keluarga. Novel ini mengkisahkan seorang pemuda yang mengalami dilema dalam keluarganya ataupun kisah asmaranya. Dalam masalah keluarga ibu kandungnya mengalami gangguan jiwa yang harus di rawat di rumah sakit jiwa. Begitu juga dengan masalah asmara yang di hadapinya. Terlebih tentang penyebab kegilaan ibunya telah ditutup-tutupi oleh ayahnya sejak lama. Yang di mana memaksa tokoh utama yaitu Dewa mencari tahu dan penyebab mengapa ibu kandungnya mengalami gangguan jiwa. Apakah kegilaan ibu kandungnya di sebabkan oleh ayahnya yang menikah lagi ataukah ada masalah lain dari penyebab kegilaan ibunya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek sosiologi sastra dalam novel Ibuku Tidak Gila adalah sebagai berikut: (1) fakta cerita, (2) fakta sosial, dan (3) keadaan sosial keluarga.
ANALISIS DIKSI PUISI "WAJAH NEGERI KITA" KARYA M. ANWAR M.H Wilianti, Regina; Mursalim, Mursalim; Arifin, Syaiful
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.414 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i3.1034

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diksi atau pilihan kata yang digunakan pengarang pada suatu puisi yang diciptakan dan mendeskripsikan makna yang ingin disampaikan oleh pengarang pada setiap kata-kata yang digunakan sehingga puisi itu memiliki makna tertentu yang setiap pembacanya mengerti maksud dan tujuan yg ingin di sampaikan pengarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini mengacu pada metode deskripsi, yaitu suatu metode yang tertuju pada usaha pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang, karena dalam penelitian ini dilakukan pendeskripsian pada sebuah puisi “Wajah Negeri Kita” karya M.Anwar M.H dan data yang disajikan dalam penelitian ini berupa data yang berbentuk frase dan kalimat, bukan dalam angka. Setelah data diperoleh dan dianalisis, terdapat diksi atau pilihan kata yang ada dalam puisi “WajahNegeri Kita” Karya M. Anwar M.H yaitu (1) ditinjau dari segi diksi atau pilihan kata, (2) unsur makna yang terkandung pada puisi “Wajah Negeri Kita” puisi yang menggambarkan nilai social dan keadaan negeri kita saat ini. Bahasa yang digunakan dalam puisi “Wajah Negeri Kita” yaitu bahasa-bahasa yang mudah di pahami sehingga tidak menyulitkan pembaca. Dalam puisi “Wajah Negeri Kita” Karya M. Anwar M.H terdapat unsur diksi dan makna. Unsur diksi sangat berperan penting karena keunggulan puisi terdapat pada pemilihan kata yang unik dan tepat sehingga menarik perhatian pembaca. Unsur makna digunakan pengarang yakni bergambar pesan yang disampaikan dengan mudah dipahami oleh pembaca. Pada puisi ini pengarang berhasil menciptakan suatu puisi yang menarik dengan mengunakan pemilihan kata yang sederhana sehingga dapat dipahami pembaca.
NILAI BUDAYA PADA CERITA RAKYAT BAWI KUWU KALIMANTAN TENGAH: KAJIAN FOLKLOR Rismayani, Rismayani; Mursalim, Mursalim; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.773 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i2.1809

Abstract

Penelitian ini membahas tentang folklor dengan objek cerita rakyat Bawi Kuwu yang berasal dari Kalimantan Tengah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai budaya berdasarkan lima kategori hubungan manusia yang dikemukakan oleh Koentajaraningrat. Nilai budaya tersebut meliputi nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat, orang lain, dan diri sendiri, yang terdapat dalam cerita Bawi Kuwu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan termasuk jenis penelitian lapangan. Data dalam penelitian ini berupa cerita rakyat Bawi Kuwu dan diperoleh dari informan yang memberikan informasi tentang cerita Bawi Kuwu. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara transkrip data, transliterasi, mereduksi data yang kurang relevan, dan menyajikan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam cerita Bawi Kuwu terdapat nilai budaya berdasarkan lima kategori hubungan manusia. Tetapi nilai budaya yang paling dominan dalam cerita Bawi Kuwu adalah, nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan. Salah satu bentuk realisasi nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, dilakukan para tokoh dalam cerita Bawi Kuwu melalui upacara ritual. Hal tersebut sebagai salah satu cara para tokoh dalam cerita Bawi Kuwu menghormati para leluhur. This research discusses the folklore with objects folklor Bawi Kuwu originiting from Central Kalimantan. The purpose of this research is to know the value of a culture based on five categories of human relation expressed by Koentjaraningrat.Cuture values that include cultural values of human relations with god, nature, society, others and self there is in story of Bawi Kuwu. This research uses qualitative methods and includes the kind of field research. The data of this research is the folklore of Bawi Kuwu and obtained from the informan who gave information about the story of Bawi Kuwu. Data collected with the techniques of observation, interview, and documentation. Technique of data analysis done by techniques transcription, transliteration, the reduction of irrelevant data, and present the data. The results of the research show that in the folklore of the Bawi Kuwu there are cultural values based on five categories of human relations. But the most dominant cultural values in the story of Bawi Kuwu is cultural values of human relation with god. One of the realization of the cultural values of human relations with god, which perfomed the character in the story of the Bawi Kuwu by ritual ceremony. It is as one of the ways character in the story of Bawi Kuwu honoring acnestors.
ASAL-USUL NAMA PULAU DERAWAN, MARATUA, KAKABAN, DAN SANGALAKI DI KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR Afrianto, Afrianto; Mursalim, Mursalim; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 2 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.73 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i2.977

Abstract

ABSTRAKAsal-usul Nama Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki di Kabupaten Berau Kalimantan Timur,  adalah salah satu Sastra daerah yang semakin lama semakin jarang dijumpai dan mulai banyak ditinggalkan, maka seharusnya sastra daerah tetap dilestarikan agar generasi penerus masih mengenal sastra daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang mendeskripsikan terjadinya legenda asal-usul nama pulau Derawan Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara, teknik  dokumentasi dan penyajian data tersebut menggunakan teknik catat untuk mengklarifikasi data. Penelitian asal-usul nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki dapat dianalisis secara morfologi dan semantik sehingga ditemukan bentuk kata dan makna nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki yang terdiri atas satu kata dibahas menurut proses pembentukan kata, makna nama pulau, dan latar belakang pembentukan nama pulau. Kata Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki merupakan kata yang berasal dari bahasa Bajau, yang memiliki kemiripan dari segi makna dalam bahasa Indonesia dengan proses morfologis. Derawan perubahan terjadi pada fonem pe menjadi de, sehingga Derawan (Bajau) menjadi perawan (Indonesia), Maratua perubahan terjadi pada fonem mara menjadi mer, sehingga Maratua (Bajau) menjadi Mertua (Indonesia), Kakaban kemiripan terjadi dari segi bunyi, kata kaka (dalam bahasa Indonesia) mendapat akhiran ban menjadi Kakaban (dalam bahasa Bajau), Sangalaki kemiripan terdapat dari segi bunyi dengan proses pembubuhan, fonem sanga pada laki menjadi Sangalaki (dalam bahasa Bajau), mendapat proses reduplikasi menjadi laki-laki (dalam bahasa Indonesia).Kata Kunci: Asal-Usul, Derawan, Maratua, Kakaban, SangalakiABSTRACTThe origin of the names Derawan Island, Maratua Island, Kakaban Island and Sangalaki Island in Berau East Borneo, are one of the regional literature thats getting rarely encountered and began to abandoned, so as the regional literature need to be preserved so as the next generations still know the regional literature. The used of methods in this research is descriptive methods which describe the origins legend of the name Derawan Island, Maratua, Kakaban and Sangalaki. The technique of data collection is observation technique, interview technique, documentation technique, and presentation of the data using the note technique to clarified the data. Research of origin names Derawan Island, Maratua, Kakaban and Sangalaki can be analyzed by using Morphology and Semantic until founded the words formation and the meaning of the origins names of Derawan Island, Maratua, Kakaban, and Sangalaki in Berau of East Borneo. Names of Derawan Island, Maratua, Kakaban, and Sangalaki that consist of one word explained based on formation words process, the meaning of Island, and background formation of island. The words of Derawan, Maratua, Kakaban, and Sangalaki are one of the words that came from Bajau language, it has similarity from meaning in Indonesia by using Morphology process. Derawan change to the phoneme pe into de, so Derawan (Bajau) became perawan (Indonesia), Maratua change to the phoneme “Mara” into “Mer”, so Maratua (Bajau) became Mertua (Indonesia). Kakaban’s similarity happen from the sound “Kaka” words (in Indonesia) got the suffix “ban” became “Kakaban” (in Bajau), Sangalaki’s similarity can  be found from the sound by affixing process, the “sanga’s” phoneme in laki became Sangalaki (in Bajau), having the reduplication process to be laki-laki (in Indonesia). Keywords: Origins, Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki.
GAYA BAHASA JUAL BELI PEDAGANG DI PULAU BUNYU KALIMANTAN UTARA Jurianto, Jurianto; Mursalim, Mursalim; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.346 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v4i1.2614

Abstract

This research aims to determine which language styles are used in buying and selling merchants in Bunyu Island. North Kalimantan and to know what language style function is contained in greeting buying and selling merchants in Bunyu Island, Kalimantan North. This research uses qualitative descriptive methods that describe the use of language styles in buying and selling in Bunyu Island market, North Kalimantan. The object of this research is traders and buyers who are doing buy and sell transactions. Data on the use of the language styles of merchants and buyers is obtained through observation. The techniques used in this research are the recording techniques, the reading techniques and the data analysis techniques. The results of this study are (1) the style of the language used in sale and purchase transactions in Bunyu Island, North Kalimantan, the comparative language style, the style of language opposition, the style of association language, and the repetition language style, (2) The function of language style that Contained in the greeting of buying and selling merchants in Bunyu Island, North Kalimantan, namely the function explaining, function strengthening, function animate the Dead object, the function of stimulating the association, the function raises laughter, and functions to garnish.
NILAI BUDAYA DALAM LEGENDA LIANG AYAH DI KALIMANTAN TENGAH: KAJIAN FOLKLOR Desy, Winda Oktovina; Mursalim, Mursalim; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.675 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v4i1.2508

Abstract

Folk stories have cultural values that are used by the community as a picture of actions in everyday life. This study aims to find out the cultural values contained in the legend of the father-in-law so that it can be used as learning in life. This research was included in the field research using qualitative descriptive research. The source of data in this study was an informant named Kasman. The cultural value of human relations with God is manifested in the form of wara and karma ceremonies. The cultural value of human relations with nature is manifested in the form of riverside villages, hunting, and using plants. The cultural value of human relations with society is manifested in the form of joint learning, ceremony invitations, the search for spouses, togetherness in ceremonies. The cultural value of human and other human relationships is manifested in the form of cooperation, affection, friendship, respect, and cultural values of human relations with oneself manifested in the form of intelligence, responsibility, worry, and not thinking.
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BERTEMAN DENGAN KEMATIAN CATATAN SI GADIS LUPUS KARYA SINTA RIDWAN Amran, Amran; Mursalim, Mursalim; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.778 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i3.1165

Abstract

Novel Berteman Dengan Kematian merupakan novel yang berisikan seorang wanita terkena lupus. Keberadaan disebagian masyarakat memberikan nilai yang positif dan memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah Novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan kepribadian tokoh utama dalam novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan. Penelitian ini akan mendeskripsikan kepribadian tokoh utama di dalam novel Berteman Dengan Kematian. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kepribadian tokoh utama yang terkandung dalam novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan adalah pertama approach-approach Sinta Bimbang harus memilih kuliah atau menikah. Kedua approach-avoidance conflict sinta mulai berpikir untuk bekerja jika hal itu terjadi dan dia mulai mencoba menerima. Ketiga avoidance-avoidance conflict. Keempat multiple approach-avoidance conflict
ANALISIS TUTURAN TARIAN BAMBU GILA DI MALUKU TENGAH DITINJAU DARI BENTUK DAN FUNGSI Mole, Martia Soa; Mursalim, Mursalim; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 2 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.218 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i2.1100

Abstract

ABSTRAK Alasan pemilihan judul sebagai bahan penelitian ini, disebabkan keinginan penulis untuk mengetahui bentuk mantra dan fungsi tuturan tarian Bambu Gila di Maluku Tengah. Tujuan utama dari pepelitian ini (1) untuk mengetahui pola tuturan mantra bambu gila (2) untuk mengetahui bentuk tutuan mantra bambu gila (3) mengetahui fungsi tuturan mantra bambu gila. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Menganalisis bentuk apa saja yang terdapat dalam tuturan mantra tarian bambu gila serta menganalisis pola, dan fungsi tuturan mantra bambu gila. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, perekaman, wawancara, foto dan teknik catat. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (1) atraksi tarian bambu gila dilaksanakan dengan waktu 30 menit. (2) tuturan bambu gila bentuk mantra berirama abc-abc,abcd-abcd. (3) bersifat lisan, memiliki tujuan tertentu, berhubungan dengan kekuatan dan alam gaib. (4) fungsi tuturan mantra bambu gila yaitu untuk memohon pertolongan para leluhur, pengakuan akan adanya berkah dan kekuasaan tertinggi dari tuhan, membuat roh leluhur dan jin yang dipanggil menguasai bambu dan para pemain, sebagai perintah untuk melaksanakan intruksi pawang, dan sebagai sarana untuk berdoa atau meminta pertolongan. Sedangkan mantra yang dibacakan dalam permainan bambu gila bertujuan untuk berkomunikasi dengan jin.Kata kunci: tuturan bambu gila, bentuk mantra, fungsi  ABSTRACT The reason for choosing the title as the subject of this research, caused by the writer’s desire to know the from of mantra and the speech function of crazy bamboo dance in central maluku. (1) to know spell bamboo mantra spell pattern (2) to know spell bamboo mantra spell from (3) to know the fuction of bamboo crazy speech. The method used in doing this research is qualitative method with descriptive research type. Analyzing what froms are contained in spell bamboo dance mantras and analyzing patterns, and spell bamboo mantra spell function. Data collention techniques used in this research are observation, recording, interview, photo and technique record. The results of the reserch obtained in this study showed that (1) the attraction of crazy bamboo dance was carried out with a time 30 minutes.(2) bamboo spell crazy from of abc-abc rhythmic spell ,abcd-abcd. (3) is verbal, has a specific purpose, relates to power and the occult. (4) the function of spell bamboo mantra spell is to invoke the help of the ancestors, the recognitian of the blessing and the supreme power of God, to make the spirits and the jinn invoked to master the bamboo and the players, as a command to carry out the handler’s instruction, and as a means topray or ask for help. The purpose of mantra generally varies depending on the reader of the mantra. Whereas the mantra that is recited in a crazy bamboo game aims to commonicate with the jin.Keywords: crazy bamboo tutorials, mantra shapes, functions
Co-Authors A. Gani, A. Abbas Abbas Abd Muis Abd. Rasyid Syamsuri Abduh, Latif Muh. Abdul Muiz Amir, Abdul Muiz Abdul Waris Abubakar Idham Madani Achmad Musyahid Idrus Adekamwa, Adekamwa Adhiyati Saira, Arfianti Adi Sucipto, Adi Adrianus, Nopli Afriansyah, Indra Afrianto, Afrianto Agustina, Sitti AHMAD MUNIR Ahmad Salim, Ahmad Ahmad Yulianto Ahmad, Khairin Akhbar Akhbar Alda Syafira Alfian Rokhmansyah Ali, Lutfi Alman, Alman Amal, Khusna Aman, Andryanto Amir, Andi Achdiati Amiruddin Amiruddin Amran Amran Andi Warisno Anggiratih, Endang Anis, Andi Alfa Novitasari Anis, Muh. Annur, Delaina Arfah, Aryati Arianto Arianto Arif Arif Arif Fadillah Arifin, M Bahri Arifin, Syaiful Arista, Wisdar Artati, Artati Askar, Muhammad Ichfan Asriyana, . Asrul Asrul Astuti, J Astuti, Nurhikmah Dwi Asyrafi, Muhammad Attamimi, Muhammad Iqbal Awaliyah, Neneng Azizah Mirdin, Andi Azzah Bagas Dwi Yulianto Basri Modding Basri, Andi Cahaya Laela Basri, Yusriadi Hasan Budiono, Putri Amalia Bunyamin Maftuh Butsiarah Carmila, Selly Dwi D., Dahri Dahri Dahlan, Dahri Desti Rahayu Desy, Winda Oktovina Diah Ayu Gustiningsih Dinali, Lipran Djasang, Syahida Djasang, Syahidah Djunaid, Syafaat Elly Warni Fajrianto, Wahyu Faruq, Muhamad First Wanita, First Frans, Richard Fuad Fansuri Gunawan Gunawan H, Muhammad Rizal Hae, Veronika Haerani Haerani Halimi, Dwiki Nur Hamzah Ahmad, Hamzah Hamzah, Muhammad Fadhil Hamzah, Muhammad Yasser Hanandita, Sisca Tiara Hanum, Irma Surayya Harfiani, Harfiani Hartina, Rini Darianti Hasanah, Chici Faradillah Hasbiyadi, Hasbiyadi Hasriani Muis Hermawati Hermawati, Hermawati Hudriansyah, Hudriansyah Husain, Muhammad Zakir Bin Ibnu Khaldun Ikhsan, Ahmad Nur Ilham Ilham Iman, Imanuddin Imanuddin Imanuddin, Imanuddin Indrayanti, Indrayanti Indriani, Nia Indrianto, Iin Inka Nusamuda Pratama Iqbal Iqbal Irani, Ade Yunita Isnaeny, Amira Iswavigra, Dwi Utari Izzuddin, Washif James, Ernny Jaya, Amir Juan, Ambrosius Juffrie, Muhammad Julia Julia Julianty Sidik Tjan Junaedi Muhidong Junaid, Asriani Jurianto Jurianto Kalangi, Hendry Kamaluddin Kamaluddin Karnay, Sudirman Kasmini, Nini Khotibul Umam Khotim, Khusnul Kumalasari, Iga Kusnendi, Faizal Shofwan Latif, Nuraida Lena, Nur M Sabir, Fitriana M. Rusydi Ahmad, M. Rusydi Mahmudah, Himmatunnisak Mahrus, Moh Mar'atullatifah, Yulaikha Mardainis Mar’atullatifah, Yulaikha Masrum, Ari Ardiansyah Mau, Muliadi Merdekawati, Eka Misno Misno, Misno Mochaimin, Moch Rofik Moh. Sahlan Mole, Martia Soa Muh. Jabir Muhajirin, Muhajirin Muhammad Ihlasul Amal Muhammad Ilyas Muhammad Luthfi MUHAMMAD RIZAL Muhsin, Muh. Khusnun Muhsin, Muhammad Khusnun Murtadlo, Akhmad Murtafiah, Nurul Hidayati Musadiq, Ahmad Musliadi Musliadi Mustofa Mustofa Mutmainna, Mutmainna Muttaqin, Moch. Nurhidayatul NATALIA KRISTIANI Nenny Sri Mulyani nuradi, nuradi Nurdin Nurdin Nurfadillah Nurfadillah Nurfianti, Fifi NURINDAH NURINDAH Nurnia, Nurnia Nursuriyawati, Nursuriyawati Nursusilowati, Indah Nurwanah, Nurwanah Parewe, Andi Maulidinnawati Abdul Kadir Perdana, Ariful Ma'ruf Permata, Desy Helma Pramukti, Andika Prasetyo, Deny Pratama, Dentia Hady Pratama, Ridho Pratma, Jordan Nusti Purba, Fransiska Natalia PURWANTI PURWANTI Puspasari, Novela Putri Putri, Rika Ilma Putri, Widhari Rachman, Muhammad Fathur Rafika Rafika Rahmad Hidayat Rahmatang, Rahmatang Rahmatullah Rahmatullah Ramadhani, Misbahul Raohun, Siti Ratnasari Ratnasari Ratnawati Ratnawati Rd, Yogie Wijaya Renaldi, Vicky Rismayani Rismayani Rizal H, Muhammad Rizal, Muh Rodliyah, St. Roziq, Fadlu RR. Ella Evrita Hestiandari Rusmana, Memet Sabri Hasan Safruddin Edi Wibowo Sagirah, Sitti Sahrul, Sahrul Salinda, Salinda Salsabila Andini, Zhafira Samirin, Endang Tri Novianty Samiun, Samiun Saputra, Febri Hidayat Sari, Eka Dewi Lukmana Sari, Norma Atika Sasmita, Nita Selong, Abbas Serliana, Serliana setiawan, very dwi Siam, Siam Sidik Tjan, Julianty Sidiq, Sultan Muhamad Simatupang, Erna Wati Siswahyudianto Siti Patimah Sitti Nur Faridah Soebahar, Halim Solehun, Solehun Sonia Sonia, Sonia Su'un, Muh. Su'un, Muhammad Suartini, Suartini Subakri Subakri Sulehu, Marwa SULFIANA, SULFIANA Sulihing, Resky Nadila Sulistriani, Jenny Supratomo, Supratomo Supriatna, Mamat Suriyasti, Wahyu Suryani Wijaya, Ida Suyahman Suyahman Su’un, Muh. Syahrir, Sasmita Nabila Syamsiar, Syamsiar Syamsul Rijal Taiboko, Dhea Monica Tamra, Tamra Tanduklangi, Amri Tanduklangi, Amri Taufik Hidayat Thioritz, Stevy Titis Sari Putri Tjiwanda, Antonius Agusto ulfa, mutia Useng, Daniel Usman, Ammar Fadil Utari Iswavigra, Dwi Uun Yusufa, Uun Veronica, Eva Wahyudi Yamin, Adam Wahyudi, R. Firdaus Wicaksono, Ardy Wicaksono, Nicky Gilang Wijayanti, Nani Wilianti, Regina Wisda, Wisda Yassir Yassir Yaumil Fachni Tandjungbulu Yudhi Lestanata Yulia Indrawati Yulianti Yulianti Yusran Yusran Yusuf, Andi M Zulfahmi MD, Sarwo Zulfian Armah