Claim Missing Document
Check
Articles

Comparison of Conventional and Modern Extraction Methods on the Antibacterial Activity of Natural Products Aisyah Ramadhani Paduan Ratu; Syazili Mustofa; Giska Tri Putri; Hendri Busman
Medula Vol 16 No 3 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i3.1774

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, dan banyak spesies tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakteri. Pemilihan metode ekstraksi diduga memengaruhi efektivitas antibakteri. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode ekstraksi konvensional dan modern dalam menghasilkan hasil optimal dan aktivitas antibakteri. Studi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan tinjauan sistematis. Penelaahan literatur menghasilkan 27 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Metode konvensional yang paling umum diterapkan meliputi maserasi dan sokletasi, sedangkan teknik modern yang diidentifikasi meliputi ekstraksi berbantuan gelombang mikro (MAE), ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE), dan ekstraksi fluida superkritis (SFE). Bukti yang ditinjau menunjukkan bahwa metode ekstraksi modern mampu menghasilkan hasil yang lebih tinggi dalam durasi yang lebih singkat dibandingkan dengan teknik konvensional. Lebih lanjut, aktivitas antibakteri tertinggi juga dilaporkan pada ekstrak yang dihasilkan melalui metode modern. Meskipun demikian, beberapa studi menunjukkan bahwa metode konvensional masih dapat menghasilkan aktivitas antibakteri yang kompetitif, tergantung pada pilihan pelarut dan karakteristik fitokimia bahan tanaman. Secara keseluruhan, metode ekstraksi modern menawarkan peningkatan efisiensi dan potensi untuk meningkatkan aktivitas antibakteri, namun pemilihan metode yang ideal harus mempertimbangkan sifat bahan baku, senyawa target, dan aplikasi yang dimaksud.
The Efektivitas Sediaan Topikal Berbasis Tanaman Herbal terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Studi In Vivo: Sebuah Tinjauan Naratif: Sebuah Tinjauan Studi Hewan Coba Rijal Rahman Hakim; Syazili Mustofa; Giska Tri Putri; Hendri Busman
Medula Vol 16 No 3 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i3.1804

Abstract

Incision wounds are injuries that result in the disruption of skin tissue continuity and are at risk of infection as well as delayed healing if not managed optimally. Standard treatment often uses chemical antiseptics which risk causing irritation and resistance side effects. Indonesia has a wealth of herbal plants that have the potential to be effective wound healing alternatives. To evaluate the effectiveness of herbal-based topical preparations on incision wound healing in in vivo studies of white rats (Rattus norvegicus). This study is a narrative review conducted by searching for experimental scientific articles (True Experimental) published between 2020–2025. Inclusion criteria included in vivo studies on white rats with incision wound models, using herbal topical preparations (gels, ointments, creams), and comparing them with positive controls (standard drugs) and negative controls. Nine selected articles were analyzed descriptively. The review results showed that plants such as Papaya Stem, Jatropha curcas Leaves, Jatropha multifida Leaves, Lantana camara, Stenochlaena palustris, Shallots, Allium chinense, Lime Peel, and Taro showed significant wound healing activity. Topical preparations with optimal extract concentrations were able to match the healing speed of standard drugs and improve histopathological parameters (collagen and fibroblasts). Based on the literature review, herbal-based topical preparations are proven effective in accelerating incision wound healing in rat models and have the potential to be developed as phytopharmaceuticals.
Ethanol extract of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves and propolis activity on macroscopic healing of cuts in vivo Evi Kurniawaty; Shina Megaputri; Syazili Mustofa; Soraya Rahmanisa; Kholis Abdurachim Audah; Silvia Andriani
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 5 No. 1 (2022): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.94

Abstract

Background: Bruguiera gymnorrhiza mangrove and propolis are often used as natural wound treatments. Its constituent is believed to promote wound healing. Objective: This study aims to explore the effect of topical administration of ethanol extract of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves and propolis on wound healing activity. Methods: Twenty-four Sprague Dawley rats were randomly assigned to one of four treatment groups (n=6): aqua dest, standard wound medicine, ethanol extract of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves, and propolis extract. Following the incision, treatment was given once a day for 14 days or until the wound healed. The cut area was observed by measuring the cut length using a ruler. Results: Standard wound medication took 9 days to promote healing, while the negative control (aqua dest) took 11.2 days, the ethanol extract of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves took 7.3 days, and the propolis extract took 7.9 days. Conclusions: Topical administration of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves ethanol extract and propolis had equal effects on the healing of wounds. Both are more effective than conventional wound ointments at healing cuts.
Acetazolamide-mediated carbonic anhydrase inhibition suppresses human peripheral blood mononuclear cell proliferation via G1/S cell cycle arrest Syazili Mustofa; Mohamad Sadikin; Sarmoko
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 9 No. 1 (2026): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.145

Abstract

Background: Carbonic anhydrase (CA) regulates intracellular CO₂/HCO₃⁻ homeostasis and supplies carboxyl donors for the sixth step of de novo purine biosynthesis. Disruption of this step is predicted to impair nucleotide pool accumulation and arrest cell cycle progression. Objective: This study investigated whether CA inhibition by acetazolamide suppresses T lymphocyte proliferation. Methods: Human peripheral blood mononuclear cells (PBMCs) were stimulated with phytohemagglutinin (PHA, 1% v/v) or interleukin-2 (IL-2, 10 ng/mL). Acetazolamide was applied at 6.25–50 μM. Cell viability, DNA synthesis, and cell cycle distribution were assessed using WST-1 assay, BrdU incorporation, and propidium iodide flow cytometry, respectively. Results: Acetazolamide reduced PBMC viability and DNA synthesis dose-dependently in both PHA- and IL-2-stimulated cultures (p < 0.05). IL-2-stimulated cells showed greater sensitivity, with significant inhibition at 12.5 μM versus 25 μM for PHA-stimulated cells. Flow cytometry revealed G1/S arrest in all treated groups: S phase decreased from 8.52% to 3.82% (PHA) and from 1.27% to 0% (IL-2) at 50 μM, with G2/M uniformly suppressed to ≤0.57%. Conclusion: Acetazolamide suppresses PBMC proliferation through G1/S arrest, consistent with CA inhibition depleting CO₂/HCO₃⁻-dependent carboxyl donors required for de novo purine synthesis.
Keberhasilan Pleurodesis Bleomisin Pada Pneumotoraks Spontan Sekunder Berulang Akibat Tuberkulosis Paru: Laporan Kasus Syazili Mustofa; Reggina Annisa Fitri; Nida Choerunnisa; Retno Ariza Soemarwoto; Giska Tri Putri; Hendri Busman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.23187

Abstract

Pneumotoraks spontan sekunder merupakan komplikasi serius tuberkulosis paru dengan risiko kekambuhan yang tinggi. Dilaporkan seorang perempuan 17 tahun dengan tuberkulosis paru yang mengalami pneumotoraks berulang meskipun telah dilakukan pemasangan chest tube. Pasien kemudian menjalani pleurodesis menggunakan bleomisin, dengan hasil resolusi klinis dan radiologis lengkap tanpa kekambuhan selama 2 bulan follow-up. Temuan ini menunjukkan bahwa pleurodesis bleomisin berpotensi menjadi pilihan terapi yang efektif pada pneumotoraks spontan sekunder berulang terkait tuberkulosis, terutama pada kasus yang tidak responsif terhadap chest tube. Secara klinis, pendekatan ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif minimal invasif pada pasien dengan kontraindikasi tindakan bedah atau risiko kekambuhan yang tinggi.
Laporan Kasus: Penatalaksanaan Asma Berat Pada Pasien Dengan Pneumonia Dan Diabetes Mellitus Syazili Mustofa; Meidiana Kartika Dewi; Giska Tri Putri; Evi Kurniawaty; Felicya Rosari Hasianna Sirait; Retno Ariza Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21076

Abstract

Asma adalah penyakit saluran napas yang bersifat heterogen dan kronis. Asma sering kali disertai dengan berbagai penyakit penyerta yang dapat memengaruhi intensitas klinis dan tingkat keparahan asma. Di sini kami menyajikan laporan kasus seorang pasien yang didiagnosis dengan asma berat, infeksi kronis, dan penyakit degeneratif. Seorang wanita berusia 69 tahun dengan asma berat yang tidak terkontrol menderita mengi dan sesak napas yang terus-menerus. Pasien didiagnosis menderita asma 12 tahun sebelumnya. Sesak napas dipengaruhi oleh cuaca dingin, aktivitas berat, dan disertai suara mengi. Keluhan lainnya termasuk demam dan batuk. Asmanya tidak terkontrol meskipun menggunakan budesonide 160 µg + formoterol 4,5 µg dua kali sehari. Pasien juga memiliki hipertensi dan diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pemeriksaan spirometri menunjukkan pola obstruktif dengan obstruksi jalan napas yang reversibel setelah pemberian bronkodilator. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan jumlah sel darah putih, gula darah tinggi, HbA1c 10,1%, dan ditemukan hifa pada kultur dahak. Pasien diberikan terapi aminophylline secara IV, vancomycin, furosemide, methylprednisolone, dan salbutamol 3,01 mg + budesonide 0,5 mg. Kasus ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan asma berat pada pasien dengan komorbiditas infeksi dan diabetes. Evaluasi menyeluruh terhadap penyakit komorbid menjadi kunci untuk mencapai kontrol penyakit yang optimal.
Complex Case Of Copd Exacerbation With Lung Cancer And Paraneoplastic Syndrome: A Case Report Syazili Mustofa; Faizah Zahrah Sidik; Evi Kurniawaty; Miftahur Rohman; Nisa Karima
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22914

Abstract

Managing Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) alongside advanced lung cancer is highly complex, especially when complicated by multiple paraneoplastic syndromes. We present a 70-year-old male with shortness of breath, hemoptysis, and significant weight loss. Evaluation revealed an acute COPD exacerbation unmasking a metastatic right lung cancer with a rare combination of concurrent paraneoplastic syndromes (anemia, hyponatremia, and hypocalcemia). The uniqueness of this case lies in how these overlapping systemic manifestations masked the acute respiratory exacerbation, creating a profound diagnostic dilemma. Clinically, this implies that physicians must maintain a high index of suspicion for underlying malignancies when treating atypical or refractory COPD exacerbations. The key lesson learned is that managing such intertwined conditions requires prompt, individualized, and multidisciplinary coordination to prevent delayed interventions and optimize patient outcomes.
Efektivitas Video Micro-Learning terhadap Pemahaman Biokimia pada Mahasiswa Kedokteran Zahara Nurfatihah Z; Syazili Mustofa
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.869

Abstract

High remediation rates in Biochemistry examinations at the Faculty of Medicine, Universitas Lampung underscored the need for supplementary digital learning media. This study aimed to evaluate the effectiveness of short video-based micro-learning in improving Biochemistry comprehension among medical students. An experimental one-group pretest posttest design was employed involving 188 paired data records from the students enrolled in Biochemistry 2. An animated video of approximately seven minutes was uploaded to YouTube and made accessible one day before each face-to-face session. Comprehension was assessed using ten multiple-choice questions administered before and after the intervention. Shapiro-Wilk testing confirmed non-normal score distributions in both assessments, warranting the Wilcoxon Signed-Rank test. Mean scores increased significantly from 81.76 ± 21.29 to 96.44 ± 9.05 (W = 272.5, p < 0.001; Cohen's d = 0.735), indicating a large effect size. The passing rate rose from 77.1% to 98.9%, accompanied by a marked narrowing of score variance, reflecting reduced comprehension disparity among students. The score distribution shifted markedly, with the proportion of students achieving scores in the 90–100 range increasing from 55.9% to 94.1%. These results support the view that learning through a combination of visual and auditory is more effective in building comprehension than methods relying on a single sensory. These findings demonstrate that short video micro-learning constitutes a supplementary strategy capable of substantially improving Biochemistry comprehension and reducing remediation rates in medical education.
Case Report: Relapsed Pulmonary Tuberculosis With Drug-Induced Hepatotoxicity And Severe Malnutrition Syazili Mustofa; Salva Amanda Shafira; Giska Tri Putri; Hendri Busman; Denara Eka Safitri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.26122

Abstract

Relapsed pulmonary tuberculosis (TB) remains a major clinical challenge, particularly when complicated by drug-induced liver injury (DILI) and severe malnutrition. We report the case of a 54-year-old man with a history of bacteriologically confirmed pulmonary TB who presented with progressive dyspnea, productive cough, fever, night sweats, decreased appetite, and weight loss. After restarting anti-tuberculosis therapy, he developed jaundice, nausea, and vomiting. Physical examination revealed bilateral rhonchi, conjunctival pallor, scleral icterus, and severe underweight status. Laboratory evaluation showed microcytic hypochromic anemia, leukocytosis, hyponatremia, hypokalemia, hypocalcemia, severe hypoalbuminemia, hyperbilirubinemia, and markedly elevated transaminases. He was diagnosed with relapsed pulmonary TB complicated by DILI, community-acquired pneumonia, anemia of chronic disease, electrolyte imbalance, and severe malnutrition. Management included discontinuation of anti-tuberculosis drugs, supportive care, antibiotics, electrolyte correction, albumin supplementation, nutritional therapy, and gradual reintroduction of anti-tuberculosis treatment after clinical and biochemical improvement. After undergoing inpatient care for 2 weeks, the patient showed progressive clinical improvement with declining liver enzyme levels, allowing successful stepwise reintroduction of anti-tuberculosis therapy, and was discharged with a plan for continued outpatient follow-up. This case highlights the importance of early recognition of hepatotoxicity, comprehensive supportive management, and individualized stepwise reintroduction of anti-tuberculosis therapy in complex TB cases.
Co-Authors A.P, Gadila Achmad Gozali Ade Yonata Adityo Wibowo, Adityo Adli, Farhan Kamali Afriyana, Regi Agung Kurnia, Ahmad Fadila Agus Dwi Susanto Agus Wantoro Agustia Pratiwi Agustyas Tjiptaningrum agustyas tjiptaningrum Ahmad A Anindito Aisyah A Putri Aisyah Ramadhani Aisyah Ramadhani Paduan Ratu Alissa Zahara Anggelika Amanda Febby Amanda Febby Febrina Amani Raya, Latansa Ananta, Yoga andestya nanda pratama Andika Ridwan Nugraha Harahap Anggi Adelia Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggraeni, Liza Annisa Adietya Pratama Antoni Antoni Apga Repindo Asep Sukohar Asyifa, Takhfa Nur Aviv Fitria Yulia Ayu Tiara Fitri Ayu Tiara Fitri Ayu, Putu Ristyaning Benny Syahputra Gumay Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Budhi Antariksa Caesaria Sinta Zuya Caesarridha, Dhaifany Karissa Chicy WIdya Morfi Christi Natalia Sirait Dansen Frans Louise Draven Rudyanto David Tongon Silaen Denara Eka Safitri Dewi Nur Fiana Dheti Efrilia Dheti Efrilia - Dimas Trend PB Dorisman, Hari Dwi Indria Anggraini Dwi Sarwindah Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ekawati, Diyan Eksa, Dwi Robbiardy Elman Dani Firdaus Endah Setyaningrum Endah Setyaningrum, Endah Ersa, Rakhmigasti Citra Erumbia, Ilham Akbar Ety Apriliana Evi Kurniawaty Evi Kurniawaty Evi Kurniawaty Evy Kurniawaty Faisal Rohmadhiyaul Haq Faisal Yunus Faisol Rohmadhiyaul Haq Faizah Zahrah Sidik Fauziah Hanif Fayza Syachrani Febrianti, Arlin Febrihartati, Isura Feby Aulia Hasanah Felicya Rosari Hasianna Sirait Femmy Andrifianie Fikri Muhammad Rifai Patongai Firantika Dias Puteri Fitria Saftarina Fitriyah . Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fransisca Sinaga Fredison, Fredison Gerliandi, Egi Oktarian Gigih Setiawan Gilang Kukuh Megantoro Ginting, Bisart Giska Tri Putri Giska Tri Putri Giska Tri Putri Giska Tri Putri Giska Tri Putri Giska Tri Putri Gusti Agung Putu Yogy Veda Ananta Gusti Wahyu, Pratiwi Hakim Alhaady Juhana Hakim Alhaady Juhana, Hakim Alhaady Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendra Tarigan Sibero Hendri Busman Hendri Busman Hendri Busman Hendri Busman Hendri Busman Hendri Busman Herdato, M. Junus Didiek I Made Afryan SL I Made Galih Fradiva Giantara Idzni Mardhiyah Ifan Aulia Candra Ilma Puteri Hutami Indri Windarti Infianto, Andreas Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Isnamurti Ciptaningrum Isura Febrihartati Izzati, Marwah Aulia Jamsari Jamsari Jati, Pandu Kumaya Jhons Fatriyadi Suwandi Jordy Oktobiannobel Karima, Nisa Karina, Salwa Al Kevin Jeremia Purba Khairun Nisa Khairun Nisa Khoiri, Ratu Kirana Siva Kholis Abdurachim Audah Kurniawaty, Evi Kusumajati, Pusparini Latansa Amani Raya Linda Septiani Listiandoko, Raden Dicky Wirawan Lucky Togihon M. Rakha Gerizha M., Tria Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Maulana, Rifadly Yusril Mayasari, Diana Meidiana Kartika Dewi Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri Mentariasih Maulida Mia Esta Poetri Afdal Faisal Miftahur Rohman Mirza Purwitasari Mohamad Sadikin Morfi, Chicy Widya Muhamad Djamil Alviando Arja Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Ricky Ramadhian Muhartono Muhartono Muhartono NA, Ahmad Mufid Nadhifa, Farin Nadia Miftahul Aini Nadya Febriani Namdes, Fitri Cyntya Naufal Rivo Aditya Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri Nicholas Alfa Nickyta Yolandita Rosti Nida Choerunnisa Nisa Karima Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nuriah Nuriah Nuriah, Nuriah Nursidiq, Iqbal Muhammad Rafi Oktadoni Saputra, Oktadoni Pinaka Baladika, Dimas Trend Poty, Pitha Maykania Pralia Winda Sari Pratama, Arianda Puan Raissa Lenka Puteri, Vadiyani Fricillya Putra, Andika Chandra Putranata, Naufal R. Putri Adilla Putri Febi Mersiana Putri, Reny Arienta Rachman Najmu Ramadhan Rahmasari, Fania Asfi rahmawati, selvi Ramadhan, Muhammad Alif Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Ratri Mauluti Larasati Reggina Annisa Fitri Retno A S Soemarwoto Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S. Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto Rheza Paleva Rijal Rahman Hakim Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizqun Nisa Afriyanti Rosari HS, Felicya Rr Astri Nur Azizah Utama Rusmini, Hetti S Rahmanisa Salva Amanda Shafira Sani, Nanda Apri Saputra, Tetra Arya Saputra, Tito Tri Sarasmita Nirmala Dewi Sarmoko Selvi Marcellia Septiani, Linda Setiorini, Anggi Shina Megaputri Shinta Nareswari, Shinta Sidik, Faizah Zahrah Silaen, David Silvia Andriani Sinaga, Fransisca T.Y. Sinaga, Fransisca TY Sindika Amertavia Siti Hazrina Soemarwoto, Retno Ariza Soemarwoto, Retno Ariza S Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini Soeprihatini Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini, Retno Ariza Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Sri Janahtul Hayati Sri Janahtul Hayati Sri Puji Hartini Suharyani Suharyani Suharyani Suharyani Sukarti Sukarti Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Suwarno, Sukarti San Syahrani, Fitri Aulia Syaka, Muthiiah Khodista Syakir, Muhammad Addin Syiefa Renanda Surya Tarigan, Clara Yulianti Terza Aflika Happy Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tiwuk Susantiningsih Tri Putri, Giska Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Veny Anisya Victoria Hawarima Virginia, Nur Ayu W Bahagia Wawan Abdullah Setiawan Wayan Ferly Aryana Wely Dwi Nopriansyah Winda Trijayanthi Utama Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wisnugroho, Cahyo Wulan, Anggraini Janar Yana Ayu, Dwi Yandri Yanwirasti Yuningrum, Hesti Zahara Nurfatihah Z Zulia Yasminanindita Fahmi Zulkifli