p-Index From 2021 - 2026
16.525
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Al-'Adalah YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Al-Ahkam An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial El-Mashlahah Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum EDUCATIO : Journal of Education EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Perisai : Islamic Banking and Finance Journal Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran ASKETIK: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Jurnal Edukasi AUD Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Profetik Justisia Ekonomika AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Potret Pemikiran Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Journal of Islamic Law El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Hukum Lex Generalis Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Journal of Contemporary Islamic Education Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Kawanua International Journal of Multicultural Studies Jurnal Riset Ekonomi Syariah Journal of Islamic and Law Studies (JILS) Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan EKSPEKTASy Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Tatsqif Maqolat: Journal of Islamic Studies An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik Journal of Shariah Economic Law Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Jurnal Ekonomi Syariah International Journal of Multidisciplinary Reseach Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Makkah: Journal Of Islamic Studies AL-ASHLAH Journal of Law and Nation Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Al Arsy: Journal of Education, Management and Islamic Thought
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERSPEKTIF SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI DALAM KITABUN NIKAH TENTANG LAKI-LAKI YANG JAHIL SEKUFU DENGAN PEREMPUAN YANG ALIM. Hafidzi, Anwar; Raihan, Ahmad; Musaddiq, M. Azhar
Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam
Publisher : Family Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/as.v4i2.29093

Abstract

Kecocokan (kafa'ah) memegang peranan penting dalam menunjang kehidupan perkawinan yang sesuai dengan tujuan agama Islam. Dalam penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengungkap kafa'ah dari sudut pandang Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam bukunya “an-Nikah”. Kategorisasi kafa'ah oleh Syekh Arsyad berbeda dengan empat mazhab besar. Kajian ini didasarkan pada analisis tekstual dan fokus mengkaji kitab “Kitab an-Nikah” karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dalam bentuk tinjauan pustaka, yang melibatkan penelaahan berbagai sumber literatur seperti kitab-kitab, nash-nash fikih, dan sumber-sumber lain yang relevan yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Dalam pandangan Syekh Arsyad, ada pembedaan dengan mazhab Syafi'i yang dianutnya. Perspektif ini didasarkan pada pemahaman urf (tradisi) yang berlaku saat itu. Dalam konteks ini, Syekh Arsyad berpendapat bahwa laki-laki yang kurang ilmu agama dapat dianggap sejajar dengan perempuan yang berilmu agama baik jika ia unggul dalam mencari nafkah atau rezeki. Kemahiran yang dimaksud oleh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah kesanggupan mencari nafkah atau rezeki. Kata Kunci : Kafa'ah, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Kitab an-Nikah.
Prasyarat Poligami Dalam Kitab Fiqih Islam Dan Kompilasi Hukum Islam Perspektif Maslahah Mursalah Hafidzi, Anwar
Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol. 7 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.298 KB) | DOI: 10.15642/ad.2017.7.2.366-392

Abstract

Abstract: This paper discusses about the problematic of the polygamy rules between text and context of the suitability of polygamy requirements stipulated in the Compilation of Islamic Law and some positive Indonesian law with the requirements and permissibility of polygamy in the book of Islamic Jurisprudence of Wahbah Zuhaili. According to Wahbah Zuhaili, the polygamy requirements are only two namely justice for their wives or children and a husband must be able to provide for the maintenance. Meanwhile, according to the Compilation of Islamic Law, several clauses explain the requirements that must be fulfilled by the husband when he wants to do polygamy. They are to maintain the welfare of the soul, wealth (livelihood), and environment. Zuhaili’s mashlahah approach is more directed to the practice of polygamy that must really achieve the goodness of the Islamic law clearly and confidently, not just lust. While the mashlahah approach in the Compilation of Islamic Law leads more to the adjustment of the ability of the soul, the provision of decent living, there is no tendency among the bride’s family, and not creating mudharat in the household and social life. The issue of the requirements as mentioned in the Islamic jurisprudence and the Compilation of Islamic Law has similarity as to avoid as much harm as possible. Abstrak: Tulisan ini membahas problematika aturan poligami antara teks dan konteks yaitu kesesuaian persyaratan poligami yang diatur dalam Kompilasi Hukum Islam serta beberapa hukum positif Indonesia dengan persyaratan dan dibolehkannya poligami dalam kitab Fiqih Islam karangan Wahbah Zuhaili. Menurut Wahbah Zuhaili, persyaratan poligami hanya ada dua yaitu keadilan bagi para istri atau anak-anak mereka, dan seorang suami harus mampu memberi nafkah untuk memelihara kemaslahatannya. Sedangkan menurut Kompilasi Hukum Islam ada beberapa pasal yang menjelaskan persyaratan yang harus dilakukan oleh suami ketika ingin berpoligami, yaitu demi menjaga kemaslahatan jiwa, harta (nafkah), dan lingkungan. Pendekatan mashlahah Zuhaili lebih mengarah pada praktik poligami yang harus benar-benar mencapai kebaikan dari syariat Islam secara jelas dan yakin, bukan sekedar nafsu belaka. Sementara pendekatan mashlahah dalam KHI lebih mengarah pada penyesuaian kemampuan jiwa, pemberian nafkah yang layak, tidak ada tendensi antar keluarga mempelai, dan tidak menjadikan mudharat dalam rumah tangga dan lingkungan sosial masyarakat sekitarnya. Prasyarat poligami dari perspektif mashlahah antara kitab Fiqih Islam dan KHI memiliki kesamaan dalam masalah pemenuhan syarat berpoligami dan menghindari kemudharatan semaksimal mungkin.
Arranged Marriage: Adjusting Kafa’ah Can Reduce Trafficking of Women Hafidzi, Anwar; Rusdiyah, Rusdiyah; Nurdin, Nurdin
AL-ISTINBATH : Jurnal Hukum Islam Vol 5 No 2 November (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.263 KB) | DOI: 10.29240/jhi.v5i2.1991

Abstract

This study aims to find the concept of match making or coercion in marriage against women. Women are more sensitive to match making issues and express disagreement with practices that violate women’s rights and endanger their future. However, previous researchers also considered match making coercion, sowe tried to research what if it was adapted to the concept of kafa'ah according to Shariah. The method used in this researchis a literature review by looking at the book an-nikah by Shaykh Muhammad Arsyad Al-Banjari, written in the 17th century AD. Through a hermeneuticalapproach, the researcher explores the marriage problems that her parents thought to becornering women in marriage problems. We try to uncover marriage problems that are sometimes considered to push women into marriage problems by their parents. This research proves that the concept of kafa'ah in al-Banjari theory can eliminate the perception of match making with a coercive system, because in the kafa'ah what is prioritized is a person's faith relationship which is ultimatelyable to maintain the honor of his wife and family. Not only in terms of material, but more inclined to approach immaterial needs. The Immaterial approach is evidenced by the harmonious relationship between the two families of the bride and groom.
Urang Banjar Philosophy: Education and The Social Affairs of The Community Hafidzi , Anwar
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v6i2.177

Abstract

The possibility of social change in the Orang Banjar ideology is illustrated in this study. The people of Banjar demonstrate that farming is to be taught for the next generation, not just for the economies alone Bahuma or right farming. This research is field research with a descriptive-analytical approach. This research found that the philosophics of the traditions of Banjar should thrive wherever they are, with the approach of longitude (honesty, trust and fathanah), superficial (persistent and resilient), tugul (diligent and continuity), paibadah (near to God), batarget (sight and a clear mission). This paper is based on al-Qur'an surah Al-Fath verse 29 and al-A'raaf verse 56 and supports Ashabiyah Ibn Khaldun's theory, which emphasizes that three stages tend to change people's thinking, namely the stage of creation, the stage of enjoyment, and the stage of individuality. Likewise, Arnold Toynbee's theory, which suggests that changes that happen in society, whether they are improvement or failure, can be explained by social concepts that are always interrelated, namely challenges and responses. Keywords: Bahuma, Banjar, society, technology, change, education.
Telaah Obligasi Dalam Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Hafidzi, Anwar; Sa'adah, Sa'adah; Luthfi, Fuad
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v3i1.708

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini ingin mereview tentang penggunaan dan fungsi obligasi serta surat berharga berjangka dalam tinjauan hukum ekonomi Syariah. Peneliti melihat ada celah yang datang dari praktik ini dalam penggunaan Akad yang dapat digunakan dalam penerbitan obligasi syariah meliputi mudharabah, musyarakah, salam, istisna, dan ijarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kajian pustaka terhadap review artikel tentang obligasi dan surat berharga berjangka. Penelitian ini membuktikan bahwa Pendapatan (hasil) yang diperoleh pemegang obligasi syariah sesuai akad yang digunakan. Pemindahan kepemilikan obligasi syariah juga mengikuti akad-akad yang digunakan. Perbedaan obligasi syariah dan obligasi konvensional adalah penggunaan konsep imbalan dan bagi hasil sebagai pengganti bunga. Kata kunci: Obligsi,syariah, surat berharga, hukum, ekonomi ABSTRACT This study wants to review the use and function of bonds in a review of Islamic economic law. we see that there is a gap that comes from this practice in the use of Akad that can be used in the issuance of Islamic bonds including mudharabah, musharakah, salam, istisna, and ijarah. The method used in this study is a literature review of review articles on bonds and futures securities. This study proves that the income (yield) obtained by Islamic bondholders is by the contract used. The transfer of ownership of Islamic bonds also follows the contracts used. The difference between Islamic bonds and conventional bonds is the use of the concept of reward and profit sharing instead of interest. Keywords: bonds, sharia, securities, law, economy
Review of Islamic Law on Keeping Pets That Defile Neighbors' Houses and Eat at Neighbors' Houses Musaddiq, M Azhar; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 2 (2023): The Development of Islamic Law and Culture in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i2.9

Abstract

ABSTRACT This research examines the habits of pets owned by neighbors who often disturb and dirty neighbors' houses and also sometimes eat food belonging to neighbors without the knowledge or permission of the homeowners. The purpose of this research is to find out what is the law if keeping neighbors' pets often pollutes the neighbors' houses and sometimes eats the neighbor's food without the knowledge or permission of the home owner. What causes this problem to occur frequently in several residential areas. Even though everyone agrees that it is a disgraceful act to disturb other people's comfort and take what is not rightfully theirs, this research has differences from the legal approach to maintaining it. The research method used in this study is a field research method that often occurs at the researcher's house and around the researcher's house, namely the Pamukan Utara District of Kotabaru and is analyzed descriptively qualitatively, namely the discussion obtained by collecting data from interviews and sources of Islamic literature such as the Qur'an, hadith, and the opinion of the scholars regarding the problem of disturbing neighbors and eating something that does not belong to them. From the results of this study it can be concluded that keeping pets that pollute the neighbor's house and eating at the neighbor's house without the knowledge or without the permission of the owner of the house is illegal because it is a sin. This problem often arises in the community, and it is important for the community to know about the law in order to create harmony, Keywords : Raising Pets, Disturbing, Neighbor's House ABSTRAK Penelitian ini mengkaji mengenai kebiasaan binatang piaraan punya tetangga sekitar yang sering mengganggu dan mengotori rumah-rumah tetangga dan juga terkadang memakan makanan punya tetangga tanpa sepengetahuan atau tanpa seizin pemilik rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hukumnya jika memelihara binatang-binatang piaraan tetangga yang sering mengotori rumah-rumah tetangga dan terkadang memakan makanan punya tetangga tanpa sepengetahuan atau tanpa seizin pemilik rumah. Apa yang menyebabkan permasalahan ini sering terjadi di beberapa daerah pemukiman warga. Meskipun semua sepakat mengganggu kenyamanan orang lain dan mengambil yang bukan haknya adalah merupakan perbuatan tercela, tapi penelitian ini memiliki perbedaan dari pendekatan hukum memeliharanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan yang sering terjadi di rumah peneliti dan sekitaran rumah peneliti yaitu daerah Kecamatan Pamukan Utara Kotabaru dan dianalisis secara deskriptif kualitatif, yaitu pembahasan yang diperoleh dengan mengumpulkan data dari wawancara dan sumber kepustakaan Islam seperti Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama yang berkenaan dengan permasalahan mengganggu tetangga dan memakan sesuatu yang bukan hak miliknya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa memelihara binatang piaraan yang mengotori rumah tetangga dan makan dirumah tetangga tanpa sepengetahuan atau tanpa seizin pemilik rumah hukumnya adalah haram karena itu perbuatan dosa. Permasalahan ini sering muncul di lingkungan masyarakat, dan masyarakat penting mengetahui terkait bagaimana hukumnya agar terciptanya kerukunan, kenyamanan, dan ketenangan dalam bertetangga. Kata Kunci : Memelihara Binatang Piaraan, Mengganggu, Rumah Tetangga
Review Of Islamic Law Regarding Placing Piduduk During Walimah Events Due To Hereditary Traditions In The Banjar Community Diana Rahmi; Anwar Hafidzi; Novita, Novita; Norjannah; Emiril Rozaq
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 2 (2023): The Development of Islamic Law and Culture in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i2.13

Abstract

ABSTRACT Piduduk is a custom from our ancestors that is still practiced by the Banjar community at every walimah. Piduduk is not an offering in general, but as a guard to avoid the disturbance of spirits. Piduduk contains rice, coconut fruit, brown sugar, chicken eggs and also money. Piduduk is generally placed in the lower corner of the aisle, in the bride's room, or in other special places. Some people consider that piduduk is part of shirk because it asks for protection from other than God. And there is also an assumption that some people put piduduk because they follow customs, not believing in it as a guardian. The research method used in this research is field research method and analyzed descriptively qualitative, namely the discussion obtained by collecting data from interviews and literature sources about shirk. From the results of this study it can be concluded that the piduduk tradition according to the review of Islamic law is `urf, namely custom or habit, which is to preserve Banjar cultural customs, but the negative side of this tradition is feared to shift religious beliefs. Keywords: Piduduk, Banjar cultural customs, custom or habit ABSTRAK Piduduk adalah adat istiadat dari nenek moyang terdahulu yang masih dilakukan oleh masyarakat Banjar pada setiap pelaksanaan walimah. Piduduk bukan sesajen pada umumnya, melainkan sebagai penjagaan agar terhindar dari gangguan makhluk halus. Piduduk berisi beras, buah kelapa, gula merah, telur ayam dan juga uang. Piduduk pada umumnya diletakkan di sudut bawah pelaminan, di kamar pengantin, atau di tempat khusus lainnya. Sebagian orang menganggap bahwa piduduk bagian dari syirik karena meminta penjagaan kepada selain Allah. Dan ada juga anggapan sebagian orang meletakkan piduduk karena mengikuti adat istiadat saja bukan mempercayai sebagai penjagaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu pembahasan yang diperoleh dengan mengumpulkan data dari wawancara dan sumber-sumber kepustakaan tentang kesyirikan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tradisi piduduk menurut tinjauan hukum islam merupakan `urf yaitu adat atau kebiasaan, yang mana untuk melestarikan adat kebudayaan Banjar, namun sisi negatif dari tradisi ini adalah ditakutkan menggeser keyakinan dalam beragama. Kata Kunci : Piduduk, adat kebudayaan Banjar, adat atau kebiasaan.
Islamic Law Guidelines Regarding The Banjar People's Belief In Using Turmeric And Whiting To Cure "Kepidaraan" Lestari, Bunga; Hafidzi, Anwar; Layli Nor Syifa; Muhammad Ilham Nadhir; Irwanda Fikri; Hayatun Na`Imah; Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 2 (2023): The Development of Islamic Law and Culture in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i2.14

Abstract

ABSTRACT This research examines the beliefs of the Banjar people in carrying out bapidara, namely the culture of overcoming fever which is believed to be caused by disturbances from spirits, also called kepidaraan. Treatment is done using natural ingredients such as turmeric and whiting. Bapidara has been a tradition for generations of the Banjar people and not just anyone can do it. Fever can be cured by applying a concoction of turmeric and whiting accompanied by reciting several mantras. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis method, namely analyzing data obtained from interviews and field observations. From the results of this study, it can be concluded that this bapidara treatment does not deviate from Islamic law, basically turmeric and betel lime have their own benefits that can treat fever and also the readings used are certain verses contained in the Koran. Suggestions and beliefs also affect conditions, regarding the disturbance of these spirits, they return to their respective beliefs. Keywords: Bapidara, Banjar, Turmeric and Whiting.   ABSTRAK Penelitian ini mengkaji mengenai kepercayaan masyarakat Banjar dalam melakukan bapidara yaitu budaya mengatasi demam yang dipercaya karena gangguan makhluk halus, disebut juga dengan kepidaraan. Pengobatan dilakukan dengan menggunakan bahan alami seperti kunyit dan kapur sirih. Bapidara sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Banjar dan tidak sembarang orang dapat melakukannya, demam dapat sembuh dengan mengoleskan ramuan kunyit dan kapur sirih disertai dengan membaca beberapa mantra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu menganalis data yang diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan lapangan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengobatan bapidara ini tidak menyimpang dari hukum islam, pada dasarnya kunyit dan kapur sirih memiliki manfaat tersendiri yang bisa mengobati demam dan juga bacaan yang digunakan adalah ayat-ayat tertentu yang terdapat didalam al-quran. Sugesti dan keyakinan juga mempengaruhi kondisi, mengenai gangguan makhluk halus ini kembali lagi pada kepercayaan masing-masing. Kata kunci: Bapidara, Banjar, Kunyit dan Kapur Sirih.
The law if slander and Lie against each other when playing Game Among Us Gunawan, Prananda Satria; Fatimah, Fatimah; Normalasari, Normalasari; Afif, Muhammad Wildan; Helmi, Rahman; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 1 (2023): The Development of Fatwa and Islamic Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i1.29

Abstract

ABSTRACT Playing games has become a habit and can even become our hobby. And almost everyone has a cellphone that contains various games. Especially now that there is a digital game or online game called among us. Where there are 15 players (Crewmate) and one or two of them will be the killer (Impostor) and the impostor will disguise himself as a crewmate and make alibis and slander other players. What makes me interested in discussing this is because I want to know the view of Islamic law against slandering each other only through playing games or only through a typing (Chat). The method used in this research is to interview several people who play Among Us and combined with several sources derived from journals found on the internet. From this research, slandering each other in the game Among Us is fine because the intention is not to slander each other but to strategize in the game. Key words; slander, among us. ABSTRAK Bermain game sudah menjadi kebiasaan bahkan bisa menjadi sebuah hobi kita. Dan hampir Setiap orang mempunyai handphone yang isinya macam-macam game. Apalagi sekarang ada Sebuah permainan digital atau game online bernama among us. Yang dimana disana ada 15 Pemain (Crewmate) dan salah satu atau dua diantaranya akan ada yang menjadi pembunuh (Impostor) dan sang impostor ini akan menyamar menjadi crewmate dan membuat alibi-alibi Serta memfitnah pemain yang lain. Yang membuat saya tertarik membahas ini adalah karena Ingin mengetahui pandangan hukum islam terhadap saling memfitnah Hanya lewat bermain game atau hanya lewat sebuah ketikan (Chat). Metode yang di gunakan di penelitian ini adalah dengan mewawancarai beberapa orang yang bermain Among Us tersebut dan dipadukan dengan beberapa sumber yang berasal dari jurnal yang terdapat di internet. Dari penelitian ini saling memfitnah dalam game Among Us itu boleh-boleh saja karena niatnya bukan saling memfitnah tapi strategi dalam permainan. Kata kunci ; memfitnah, among us.
Comparative Analysis of the Transfer of Wali Aqrab to Wali Ab'ad According to Kitabun Nikah with the Opinion of Imam Malik Fadhil, Muhammad; Fajri, Muhammad; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 3 (2023): Legal Development of Local Business Transactions and Contemporary Law in Indone
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i3.44

Abstract

ABSTRACT The discussion about the transfer of marriage guardians in marriage is about whether things are permissible or not. This is important to know because it will affect the validity of the marriage contract. Based on the same text, between the book of marriage written by Sheikh Muhammad Arsyad Al-Banjari the Imam Sya'fii school, states that the guardian is one of the pillars of marriage that must exist and the legal requirements are fulfilled, then the transfer of the guardian aqrab to the guardian ab'ad is in accordance with the shar'i legal procedures. which is good and right, while Imam Malik stated that the guardian of the person who was present at the wedding contract, so that the transfer of the guardian aqrab to the guardian ab'ad can be through a will. This research tries to reveal the background and thoughts of Sheikh Muhammad Arsyad Al Banjari contained in the marriage book with the Maliki school of thought. Keywords: Marriage Guardian, Marriage Book, Imam Malik ABSTRAK Pembahasan tentang perpindahan wali nikah dalam perkawinan adalah tentang apakah hal yang dibolehkan atau tidak. Ini penting untuk diketahui karena akan mempengaruhi keabsahan akad nikah. Berdasarkan teks yang sama, antara kitabun nikah yang dikarang oleh Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Imam Maliki memiliki pemikiran yang berbeda. Dalam kitabun nikah yang pengarangnya bermadzhab imam Sya'fii menyatakan bahwa wali merupakan salah satu rukun nikah yang harus ada dan persyaratan hukumnya terpenuhi baru dapat berpindah dalam perwalian tersebut, dengan hal itu perpindahan wali aqrab ke wali ab'ad telah sesuai prosedur hukum syar'i yang baik dan benar, sementara Imam Malik menyatakan bahwa wali orang yang hadir pada akad pernikahan, sehingga perpindahan wali aqrab ke wali ab'ad bisa dapat melalui wasiat. Penelitian ini mencoba mengungkap latar belakang dan hasil pemikiran dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang terdapat dalam kitabun nikah dengan madzhab Maliki. Kata Kunci : Wali Nikah, Kitabun Nikah, Imam Malik
Co-Authors A, Enny Ratnawati Abda Abda Abdul Hamid Karim Abrar, Muhammad Tajally Abrar Achmad Azhar Basyir Afif Khalid Afif, Muhammad Wildan Ahda Fithriani Ahmad Muhajir Ahmad Rifandi Ahmad Sukris Sarmadi Ahmad Sukris Sarmadi Ahmad Supiannor Ahmadi Hasan Ainorridho’e, Muhammad Ajeng Juniwanti Akh. Fauzi Aseri Akhmad Faisal Akhmad Jamaluddin Fikri Akhmad Sukris Sarmadi Akhmad Zuhad Haekal Al Adawiyah DND, Pp Rabiah Al-'Aina, Nadhrah al-Amruzi, M. Fahmi al-Amruzi, Muhammad Fahmi Ali Banaeian Esfahani Ali, Mohd Hatta Mohamed Alifya Zhafira Ananda, Rizqa Anida Yuspa Anida Yuspa Annisa Az Zahra Annisa Hamdah Anshari, Mukhlis Ardian Trio Wicaksono Arie Sulistyoko Arie Sulistyoko ARIE SULISTYOKO Arie Sulistyoko Aryani, Sophia Asep Sutarmin Aseri, Akh Fauzi Astutik, Trining Puji Ayu Natasya Azizah, Laila Azzahra, Nelia Badrian Badrian Bagus Pambudi Bahran Bahran Bahran Bahran Basri Bangun Wardana, Ade Bawaihi Benjammour, Mounir Budi Agung Sudarmanto Diana Rahmi Diana Rahmi Dita Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag Dr. H. Jalaludidin, M. Hum Dwi Aprilia Wahani Dyah Indraswati Eka Hayatunnisa El Wafa, Faqih Emiril Rozaq Endika Permana Putra Fakhrie Hanief fatimah Fatimah Fatya, Alvian Ikhsanul Fauzati, Naila Fauziyah Hayati Fithriana Syarqawie Fitri Ariani Siregar Fitri, Annida Fiyona, Putri Fuad Luthfi Ghina Sanniya, Jasmine Gina Sabila Gunawan, Prananda Satria Gusti Muhamad Shadiq Gusti Muzainah Hadi Rahman, Ibnu Hadisa Putri Halimatus Sakdiah, Halimatus Hallymah Thussadyah Maura Putri Hamdan Mahmud Hamdan Mahmud Hamdi, Fahmi Hamidi Ilhami, Hamidi Hanafiah HARUM Hayati, Fauziah Hayatun Na`Imah Hayatun Na’imah Hayatunnisa, Eka Hayatunnisa, Eka Inawati Mohammad Jainie Jarajap Indradewa, Rhian Indraswati, Dyah Iqbal Haitami Irwanda Fikri istiqomah istiqomah Ixsir Eliya Jasimah Jayawarsa, A.A. Ketut Jiyad Asyrafi Jubaidah Khairanor Khairatun Hisanah Alpasa Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khotimatul Husna Khulda Azizah Ladraa, Kamel Lailan Mufthirah Latifah Abd Majid Layli Nor Syifa LESTARI, BUNGA Lia Nofitasari Lutfi Lutfi Luthfi, FuaD Luthfia Dwi Putri Luthfiana, Anik Priamita M. Ade Nugraha M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Fahmi al-Amruzi M. Hanafiah M. Hanafiah Magfur, Achmad Mahmud Yusuf Makmun Makmun Maksym Korniienko Masyitah Umar Masyitah Umar Masyithah Umar Maulida, Noor Sipa Maulidita Safitri Maulidiya Rahmah Mey Atren Nursasi Mohamed Ali, Mohd Hatta Mohd Hatta Md Hani Mohd Hatta Mohamed Ali Mohd Hatta Mohd Hani Mohd Hatta Mohd. Hani Mohd. Hani, Mohd Hatta Mohd. Hatta Mohamed Ali Mohlis Mohlis Monawarah, Monawarah Mufida Istati Mufti Wardani Muhamad Ishaac Muhammad Anshari Muhammad Fadhil Muhammad Fahmi Al Amruzi, Muhammad Fahmi Muhammad Fahmi al-Amruzi Muhammad Fajri Muhammad Fauji Muhammad Fazrianur Arridho Muhammad Gunawan Bahran Muhammad Hanafiah Muhammad Ilham Nadhir Muhammad Iqbal Muhammad Nasrullah Muhammad Nasrullah Muhammad Noor Ridani Muhammad Rahman Firdaus Muhammad Ramli Muhammad Rizky Ramadhan Muhammad Torieq Abdillah Muhammadie, Muhammad Fakhril Muhdi Muhdi Musaddiq, M Azhar Musaddiq, M. Azhar Musthafa, Alwi Muthia Nur Aziza Mutia Anisah Mutthiah Muzdalifah Muzdalifah Nadiyah Khalid Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nahdia Nazmi Naimah Naimah Najla Amaly Najla Amaly, Najla Najwa Salya Rahmadina Nasrullah Nasrullah Nazwa Nabila Nida Fitriani Nisa Adelia Noor Khalisah Noor Syifa Humairoh Nor Ipansyah Nor Ipansyah Norhaifa Norhaifa Norhaliza Norhaliza Norjannah Normadina, Najwa Normalasari, Normalasari Norwahdah Rezky Amalia Novita Novita Nur Afidah, Rohmatun Nur Halisa Nur Nazefa Adela Nurdin Nurdin Nurdin, Nurdin Nuril Khasyi'in Nuril Khasyi’in Nurul Listiyani Nurun Nida Waddiny Oleksandr Yunin Panji Sugesti Pati Matu Zahra Penti Pepriyanti Prasetya, Debby Eka Putri Adhalia Mariza Putri, Hadisa Putri, Hadisa Putri, Sabrina Ardani Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Radifa Nazhma Muntazhira Rahma, Nur Paidha Rahman Helmi Rahmat Sholihin Rahmatika, Nadila Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Helda Raihan, Ahmad Ramadhan, Syahrin raudatul jannah Raudatun Nazwa Riah, Juai Riani, Khafifah Anjar Rimayanti Rimayanti Rimayanti Rimayanti Rina Mahdiana Rina Septiani Rina Septiani Rizali, Muhammad Rizki Nurramadhina Rosyid, Maskur Rusdiyah Rusdiyah Rusdiyah Rusdiyah RUSDIYAH RUSDIYAH Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Sa'adah, Sa'adah Safruddin Safruddin Salma, Siti Saputra, Agus Aditya Arisandi Sari Indriyani Sari Ramadhana Sari, Yumeida Riyana Sarmiji Sarmiji Sauri, Supian Seff, Nadiyah Selvi Marcellia Sembiring, Rinawati Shabrina, Fauzia Nur Shofa, Lailatus Shopia Al-Khairina Fitri Siswahyudianto Siti Hajar Siti Khadijah Siti Mukhalafatun Siti Nur Rahmah Subahan Sugesti, Panji Sukarni Sukarni Sulaiman Kurdi Syafrida Hafni Sahir syawaliana, anisa Syifa, Nazwa Syufiya Putri Tasyaa Syadini Maharani Taupik Rahman Tetiana Kolomoiets Tiya Husaen, Mazena Ulfah, Rizqa Qiftia Veithzal Rivai Zainal Whulansari, Sisca Wicaksono, Ardian Trio Yusna Zaidah Zaida Hayati Zaki Aqil Nashrullah Zulfa Jamalie Zulpa Makiah