Articles
Pembentukan Karakter Disiplin Pada Siswa Melalui Metode Hukuman Di SMA Negeri 1 Barru
Rezky Aulianty Usman;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.30897
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Apa Faktor penyebab siswamelakukan melanggar di sekolah. 2) Bagaimana bentuk hukuman yang diberikanoleh guru untuk membentuk karakter disiplin pada siswa. 3) Bagaimana dampakpemberian hukuman terhadap pembentukan karakter disiplin pada siswa. JenisPenelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian inisebanyak 13 orang yang ditentukan melalui teknik Purposive Sampling, denganKriteria informan yaitu, 4 orang Guru BK yang juga menjadi wali kelas, gurumatapelajaran 2 orang dan Siswa yang merupakan siswa yang pernah mendapatkan hukuman yang mana berasal dari kelas 1 orang X MIPA 5, 2 orang X IPS 2, I orang X IPS 4 , 3 orang XII IPS 2 . Teknik pengumpulan data yaitu Wawancara, dan Dokumentasi. Pemeriksaan keabsalahan data dilakukan dengan menggunakan Member Check.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) faktor penyebab siswamelanggar aturan di sekolah yaitu a.faktor internal berasal dari pribadi sendiri atau perilaku serta karakter yang dimiliki siswa seperti kebiasaan , rasa malas, kesadaran diri dan kurangnya rasa tanggung jawab, b. faktor eksternal yang mana termasuk faktor lingkungan seperti jarak rumah kesekolah sehingga mengakibatkan terlambat kesekolah dan teman sebaya atau pergaulan seperti ketika bergaul dengan yang sering bolos maka dia juga akan mengikuti temannya bolos sekolah . 2) bentuk hukuman yang diberikan oleh guru ada berbagai macam yaitu a. hukuman yang tidak mencederai fisik seperti hukuman lari keliling lapangan atau berdiri didepan kelas karena menganggu proses pembelajaran masih dianggap hukuman biasa, b.hukuman yang menumbuhkan sikap kreatifitas seperti menggambar atau mengecet dinding kelas, dan membuat karya seni yang bisa dipamerkan dalam pameran seni. dan c.hukuman yang menumbuhkan percaya diri siswa seperti meminta siswa untuk mempresentasikan tugasnya didepan agar siswa terbiasa berbicara didepan umum dan menyanyi. 3) Dampak pemberian hukuman terhadap pembentukan karakter disiplin pada siswa mengakibatkan a.siswa menjadi jera dan tidak akan mengulangi kesalahannya b. merasa menyesal dan bersalah c. menjadi lebih disiplin
Dinamika Kehidupan Buruh Batu Merah Dalam Mempertahankan Pendidikan Anak di Kelurahan Bontonompo Kabupaten Gowa
Emmiyani Emmiyani;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.36077
Dinamika Kehidupan Buruh Batu Merah Dalam Mempertahankan Pendidikan Anak Di Kelurahan Bontonompo Kecamatan. Bontonompo Kabupaten Gowa. Skripsi. Dibimbing oleh Andi Agustang dan M. Ridwan Said Ahmad. Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui buruh batu merah dalam mendorong pendidikan anaknya di Kelurahan Bontonompo Kec.Bontonompo Kab.Gowa. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pemilihan informan pada penelitiam ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria orang tua yang berprofesi sebagai buruh batu merah yang kerja mengahsilkan upah perminggu dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduks data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data dengan menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Upaya buruh batu merah dalam mempertahankan pendidikan anak yaitu:a) membiayai uang sekolah anak) b.)mengontrol anak dalam belajar dirumah maupun di sekolah, c.)memberikan bimbingan terhadap anak. c) menasehati anak. 2). Kendala buruh dalam mempertahankan pendidikan anak yaitu: a) terkendala di faktor cuaca, semakin bagus cuaca semakin pendapatannya banyak, b.) keadilan terhadap pendapatan, pendapatan yang tidak menetap, c.) waktu bekerja yang tidak menetap.
Perempuan Dan Tiktok: Studi Tentang Eksistensi Diri Dan Tubuh Sebagai Konsumsi Publik Perempuan Milenial Mahasiswi FIS-H Universitas Negeri Makassar
Risma Amelia;
Andi Agustang;
Andi Dody May Putra Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 3, November 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.37108
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Eksistensi diri dan tubuh dalam aplikasi tiktok bagi para mahasiswi penggguna tiktok di FIS-H UNM. (2) Kesadaran diri mahasiswi FIS-H UNM pengguna tiktok terkait persepsi diri dan tubuh sebagai rana privat dan rana public penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan informan sebanyak 10 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancarea dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Eksistensi diri dan tubuh dalam aplikasi tiktok bagi para mahasiswi penggguna tiktok di FIS-H UNM adalah a) Melalui citra diri yaitu berupa aktivitas yang dilakukan seperti sebuah pengaktualisasian diri. b) Melalui penggunaan fitur tiktok dalam mengupload konten yaitu vitur seperti filter pada video, filter musik, filter beauty, stiker pada video. Menggunakan filter beauty untuk memberikan hasil konten yang bagus. c) Melalui peniruan konten tranding yang diupload bermula dimana perempuan milenial mahasiswi FIS-H UNM mengupload konten joged, dance, dubbing, aktifitas dengan teman-temannya serta konten viral lainnya dalam menunjukkan keberadaan mereka pada virtual tiktok.(2) Kesadaran diri mahasiswi Fis-H Unm pengguna tiktok terkait persepsi diri dan tubuh diranah privat dan ranah public adalah a) mengenali perasaan dan perilaku sendiri, b) mengenali kelebihan dan kekurangan sendiri, c) terampil dalam mengungkapkan pikiran, perasaan, pendapat dan keyakinan, d) dapat mengevaluasi diri.Kata kunci: Perempuan, Tiktok, Eksistensi                                           Â
Sistem Sosial Budaya Tradisi Pallipa Putewe’ Pada Masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang
St. Lathifa Sabrina Arif;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 3, November 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.36739
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran sistem budaya tradisi pallipa putewe’ pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang dan 2) Nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pallipa putewe’ pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang ditentukan melalui teknik purpose sampling dengan kriteria orang yang meyakini tradisi pallipa putewe’ dan juru kunci makam pallipa putewe. Teknik pengumpulan data yaitu wawacara, dokumtasi, dan observasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member check. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran sistem sosial budaya tradisi pallipa putewe pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang yaitu Gagasan sebagai pengetahuan anggota masyarakat terkait tradisi pallipa putewe’. Nilai yakni nilai kepercayaan terkait tradisi pallipa putewe masih terlaksana sampai sekarang, nilai resiprositas sebagai anggapan nilai tukar antara juru kunci makam dan orang yang meyakini dalam tradisi pallipa putewe’, nilai tanggung jawab sebagai anggapan anggota masyarakat mengenai individu atau kelompok yang bertanggung jawab dalam tradisi pallipa putewe’. Norma sebagai aturan yang dijunjung tradisi pallipa putewe’ sebagai pedoman mengenai hal-hal tabu atau larangan dalam tradisi pallipa putewe’. 2) Nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pallipa putewe pada masyarakat Dusun Katteong Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang yaitu nilai religius dimana dalam tradisi pallipa putewe terdapat hal-hal positif yang dapat diserap anak cucu atau generasi selanjutnya dan adanya toleransi kepada masyarakat non muslim dalam tradisi pallipa putewe’. Nilai cinta tanah air dalam hal ini budaya terkhusus tradisi pallipa putewe dimana adanya anggota masyarakat yang berusaha dalam mempertahankan tradisi pallipa putewe, dan adanya masyarakat yang memprioritaskan tradisi pallipa putewe’ serta tidak adanya perubahan-perubahan yang signifikan dalam tradisi pallipa putewe kecuali tidak dilaksanakannya tradisi upacara dua terakhir karena sulitnya izin karemaian dan demi kepentingan khalayak masyarakat.
DAMPAK SOSIAL DANA DESA DALAM KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA KALOLA, KECAMATAN MANIANGPAJO, KABUPATEN WAJO
Andi Ashar;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine how the utilization of village funds and the social impact of village funds on community welfare in the village of Kalola, Maniangpajo District, Wajo Regency. The data obtained in this study used descriptive qualitative analysis. The technique of determining informants uses purposive sumpling or data collection by determining informant criteria, namely the Kalola villagers who have settled before and after the village funds. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Descriptive type qualitative data analysis techniques through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validation technique is using member check. The results of this study indicate that 1) Utilization of village funds in the village of Kalola is divided into two, namely utilization through physical development and utilization through community empowerment. Physical development includes the construction of village infrastructure while the utilization of village funds through community empowerment. Physical development is 70% while community empowerment is 30%. 2) The social impact of village funds on community welfare in the village of Kalola is divided into 2 namely a. positive: The community can easily access the road to the rice fields, the poor feel satisfied, improve the standard of living of the community, the villagers have the skills. b. negative: The emergence of conflict between citizens, the erosion of integration between communities, the community is more concerned with personal interests, the crime that occurred in the village.
PREFERENSI ORANG TUA DALAM MENYEKOLAHKAN ANAKNYA DI DESA AMOLA KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI
Nafa Urbach;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 3, November 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (435.457 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13363
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. 2) Dampak dari preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu orang tua yang memiliki anak perempuan dan laki-laki yang telah lulus pada sekolah tingkat menengah dan salah satunya lanjut ke perguruan tinggi. Jumlah informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar adalah tidak adanya kemauan dari dalam diri anak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, nilai-nilai patriarki yang dianut oleh masyarakat dan orang tua tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah anaknya. 2) Dampak dari preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar yaitu seseorang hanya akan mampu mengerjakan hal-hal yang minim dan bagi anak perempuan hanya mampu mengerjakan pekerjaan dalam hal urusan domestik rumah tangga. Sedangkan bagi anak laki-laki hanya mampu bekerja pada ruang publik seperti bertani, berkebun maupun beternak.
STUDI SOSIOLOGI PERNIKAHAN MUBARAK DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH MAKASSAR
Nurul Fathiyyatul Mufidah;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i1.14131
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) bagaimana sistem Pernikahan Mubarak; dan 2) apa latar tindakan sosial peserta Pernikahan Mubarak di Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Informan sebanyak 6 orang ditentukan dengan metode snowball sampling dengan pihak pertama yaitu ketua pelaksana Pernikahan Mubarak, ustadz-ustadz yang terlibat dalam proses perjodohan, peserta dan lembaga yang ikut serta dalam melaksanakanPernikahan Mubarak. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Data yang ditemukan dianalisis menggunakan teoti tindakan sosial Max Weber. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa, 1) Pernikahan Mubarak menggunakan sistem pernikahan yang syar’i atau sesuai dengan aturan dan anjuran dalam agama Islam. Pernikahan ini awalnya diperuntukkan untuk kader Hidayatullah untuk menghindari hubungan antara pria dan wanita di luar pernikahan seperti berpacaran dan untuk meringankan beban seseorang yang akan menikah salah satunya dari segi biaya. 2) Secara umum, latar tindakan peserta Pernikahan Mubarak, yaitu tindakan rasional nilai yang berorintasi pada nilai agama islam karena pernikahan ini dilaksanakan berdasar pada anjuran dan ketentuan agama islam.
Analisis Faktor Penyebab Kebiasaan Penggunaan Kata Kotor Anak Di Bawah Umur Pada Kelurahan Kaluku Bodoa Kota Makassar
Nurulia Alifhah Ramadhani;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 10, Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.39799
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Faktor penyebab kebiasaan penggunaan kata kotor anak di bawah umur pada kelurahan Kaluku Bodoa kota Makassar dalam berinteraksi sehari-hari. 2) Dampak kebiasaan penggunaan kata kotor bagi anak di bawah umur pada kelurahan Kaluku Bodoa kota Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan mengambil informan sebanyak 12 orang yang terpilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi redaksi kata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor penyebab kebiasaan penggunaan kata kotor anak di bawah umur pada kelurahan Kaluku Bodoa kota Makassar dalam berinteraksi sehari-hari terbagi menjadi dua yaitu faktor internal yang meliputi inginnya mencari perhatian dan sensasi, dan kontrol emosi yang belum baik. Faktor kedua yaitu faktor eksternal yang terdiri dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan teman sepergaulan. 2) Dampak kebiasaan penggunaan kata kotor bagi anak di bawah umur pada kelurahan Kaluku Bodoa kota Makassar kebanyakan menimbulkan dampak yang negatif, yaitu munculnya dampak psikologis seperti mudah terganggu, cepat merasa tersinggung, merasa mudah marah, dan timbul rasa dendam. Dampak lain yang muncul adalah timbulnya perilaku yang tidak sopan dan terkikisnya nilai moral, para anak di bawah umur ini bahkan sudah terbiasa menggunakan kata kotor dalam berinteraksi dengan orang yang lebih tua dari mereka, sering mengejek seseorang dengan kata kotor, dan tidak merasa bersalah jika melontarkan kata kotor kepada seseorang.
The Impact and Views of Communities on Underage Marriage in Ara Village, Bulukumba District
Muhammad Riyas Sabir;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 10, Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.40309
This study aims to find out how society views child marriage, the impact it causes, and the government's role in tackling underage marriage using qualitative methods with a descriptive approach. The results and conclusions of this study indicate that society views underage marriage as a natural thing based on hereditary habits. This underage marriage has several impacts, one of which is experiencing health problems. The government's role in tackling early marriage in Ara Village, Kec. Bonto Bahari Kab. Bulukumba is building a school in Ara Village, so married couples can still get an education
Perubahan Persepsi Nilai Fungsional Tradisi A’dinging-dinging di Desa Bontolempangan Kecamatan Buki Kabupaten Selayar
Andi Asywid Nur;
Andi Agustang;
Ahmadin Ahmadin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 10,Nomor 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.44861
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan persepsi nilai fungsional, proses terjadinya perubahan persepsi nilai fungsional dan dampak perubahan persepsi nilai fungsional tradisi A’dinging-dinging bagi masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancaran dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya perubahan persepsi nilai fungsional dalam tradisi A’dinging-dinging yaitu karena faktor internal dan eksternal. Faktor intenal mencakup perubahan penduduk, gaya hidup apatis masyarakat dan adanya pertentangan dari internal masyarakat yang mempunyai latar belakang organisasi Islam. Sementara itu, faktor eksternalnya diakibatkan oleh pandemic covid-19 serta pengaruh budaya masyarakat lain akibat kemajuan teknologi. Proses terjadi perubahan persepsi nilai fungsional melalui tiga tahap utama. Pertama, kondisi awal atau status quo. Kedua, terjadinya proses perubahan karena muncul ketidakpuasan dari masyarakat yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal sehingga menyebabkan pergeseran keyakinan. Ketiga, terdapat suatu kondisi baru atau tranformasi. Kemudian dampak perubahan persepsi nilai fungsional dalam tradisi A’dinging-dinging seperti pola pikir yang terbuka serta sistem sosial politik yang demokratis.